Beranda blog Halaman 623

Walikota Terima Kunjungan Tim Wantanas

Walikota Tatong Bara menerima kunjungan Tim Sekretariat Jenderal (Setjen) Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) di aula rumah dinas walikota, Rabu (4/10). Kunjungan tim yang dipimpin Brigjen Ali Hamdan Gobra itu untuk melihat langsung sekaligus menganalisa semua aspek baik itu ekonomis, sosial, kemasyarakatan dan lainnya untuk disampaikan ke Presiden Joko Widodo.

“Pertemuan amat sangat baik. Karena banyak hal yang bisa kita sampaikan kemudian dikaji oleh Tim Wantanas dan disampaikan langsung ke presiden,” kata walikota.

Pada kesempatan itu, walikota juga membeber berbagai prestasi yang sudah dirah Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu. Selain itu walikota juga menyampaikan beberapa poin yang paling dibutuhkan masyarakat, seperti perguruan tinggi negeri, penyelesaian pembangunan RSUD Kotamobagu, dana desa dan lainnya. “Mudah-mudahan apa yang kita sampaikan ini dapat ditindaklanjuti untuk mendapatkan jalan keluar dari berbagai permasalahan yang ada,” harap walikota. (adv/gito)

Desa Tabang Segera Miliki Sangadi Baru

Marham Anas Tungkagi
Marham Anas Tungkagi

ZONA KOTAMOBAGU – Tahapan pemilihan sangadi (Pilsang) antar waktu di Desa Tabang, Kecamatan Kotamobagu Selatan, terus bergulir. Saat ini panitia pelaksana sedang melakukan verifikasi berkas bakal calon untuk sebelum penetapan calon sangadi.

“Verifikasi berkas sampai Kamis (pekan ini). Kemudian Senin (pekan depan) penetapan calon,” kata Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Anas Tungkagi.

Berdasarkan jadwal yang ditentukan, waktu pemilihan sangadi Tabang dilakukan pada 12 Oktober mendatang. Namun demikian, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pihak panitia pelaksana soal waktu pelaksanaannya. “Kalau tidak berubah lagi tanggal 12 pemilihan. Mudah-mudahan tidak bergeser lagi,” ujarnya. (ads/gito)

DPPPA Segera Launching Puspaga

Sitti Rafiqah Bora

ZONA KOTAMOBAGU – Tingginya angka perceraian, pernikahan dini dan Kekerasaran Dalam Rumah Tangga (KDRT) rupanya menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota (Pemkot). Berbagai program dan kegiatan yang ditujukan untuk menekan dan mengantisipasi kasus-kasus tersebut sudah dilakukan. Untuk lebih memaksimalkannya, Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang digagas Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA), akan segera di-launching di Kotamobagu.

Menurut Kepala DPPPA, Siti Rafiqah Bora, Puspaga adalah tempat pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan menuju keluarga sejahtera yang dilakukan tenaga profesional. “Dalam pelaksanaannya kita akan menggandeng beberapa pihak, termasuk Kemenag. Untuk gedung sudah siap, tinggal diresmikan. Kalau bukan akhir tahun ini berarti awal tahun depan,” katanya.

Lanjutnya, dalam Puspaga itu akan ada sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas orang tua atau keluarga, agar bertanggungjawab terhadap anak khususnya dalam mengasuh dan melindunginya dari kekerasan, eksploitasi, perlakuan salah dan penelantaran. “Untuk mengantisipasi kasus yang demikian, memang perlu ada kerja sama semua pihak,” ujarnya. (ads/gito)

Rumah Produksi Bantu Produktifitas Gula Aren

TINGKATKAN PRODUKTIFITAS: Pemkot membantu pengrajin gula aren dengan menyiapkan infrastruktur rumah produksi dan mesin pencetak gula. Tampak salah satu mesin pencetak yang berada di rumah produksi.

ZONA KOTAMOBAGU – Potensi gula aren di Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, yang sangat menjanjikan membuat Pemerintah Kota (Pemkot) terpanggil untuk mengembangkannya. Selain memberi pelatihan bagi para pengrajinnya, Pemkot juga menyiapkan rumah produksi serta mesin pencetak gula aren sebagai infrastruktur penunjang dalam peningkatan kualitas dan produktifitasnya.

Pantauan di lokasi proyek, para pekerja sementara menyelesaikan pembangunan di beberapa sisi bangunan serta melakukan penataan bagian luar atau halaman rumah produksi. Sementara di bagian dalam sudah tersedia beberapa unit mesin pencetak gula aren

“Pembangunannya sementara berlangsung. Insya allah tahun depan sudah rampung dan bisa segera difungsikan,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Moyag, Maskur Gumalangit.

Ia mengungkapkan, dalam pelaksanaannya, air nira sebagai bahan dasar pembuatan gula aren dari petani akan dibawa ke dalam rumah produksi tersebut kemudian diolah menjadi gula aren.
Proses pengolahannya akan lebih cepat dan menghemat biaya. Kemudian kualitasnya juga tentu akan lebih baik. Ini akan sangat membantu para petani gula aren di sini,” ungkapnya.

Selain membantu pembangunan infrastruktur dan mesin pencetak, Pemkot juga telah membangun komunikasi dan melobi sejumlah pengusaha untuk ikut memasarkan gula aren tersebut. (ads/gito)

2 Bulan Pemkot Gratiskan 14 KK Tinggal di Rusunawa

Imran Amon

ZONA KOTAMOBAGU – Harapan warga Kelurahan Gogagoman yang menjadi korban bencana kebakaran untuk mendapatkan tempat tinggal, akhirnya terwujud. Pemerintah Kota (Pemkot) memanfaatkan rumah susun sewa (rusunawa) dan menempatkan 14 kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal serta harta benda akibat insiden yang terjadi pada beberapa bulan lalu itu.

“Setelah selesai baca doa syukuran hari rabu (pekan lalu), 14 kepala keluarga langsung tinggal di situ (rusunawa),” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP), Imran Amon.

Ia mengungkapkan, meski rusunawa tersebut menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun 14 kepala keluarga (kk) yang sudah mulai tinggal di tempat itu belum akan diambil retribusi selama dua bulan ke depan. “Memang ada retribusinya yang diatur dalam Perda. Tapi untuk dua bulan pertama ini masih digratiskan,” ungkapnya.

Salah satu warga, Rahman Saleh, menyampaikan rasaa terima kasihnya kepada pemerintah kota yang telah menyiapkan tempat tinggal bagi dirinya dan warga lain yang menjadi korban bencana kebakaran. “Tentu kami senang. Terima kasih kepada pemerintah dan pihak lain yang sudah membantu kami,” sebutnya. (ads/gito)

Anggaran Terbatas, Pemasangan Traffic Light Kotobangon Ditunda

ZONA KOTAMOBAGU – Pemasangan traffic light di simpang empat Kelurahan Kotobangon yang direncanakan tahun ini, terpaksa harus ditunda. Pasalnya, anggaran sekira Rp400 juta yang dialokasikan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk pengerjaannya menjadi salah satu item kegiatan yang dipangkas oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan alasan efisiensi.

“Itu (pemasangan traffic light) masih ditunda sampai tahun depan. Soalnya ada efisiensi anggaran, jadi digeser pada kegiatan yang lain,” kata Sekretaris Dishub, Sugiarto Yunus.

Selain traffic light, rencana pembangunan jalan juga dipending. Yang tersisa hanyalah pengadaan rambu lalu lintas yang saat ini sudah berproses. “Pengadaan rambu lalin itu tidak dipangkas karena saat dilakukan efisiensi proses pengadaannya sudah berjalan,” ujarnya.

Ia mengakui, pemasangan traffic light maupun pembangunan marka jalan sangat mendesak. “Tapi karena keterbatasan anggaran jadi masih ditunda lagi. Kita harap, para pengedara tetap mematuhi aturan berkendara, terutama saat melintas di simpang empat Kelurahan Kotobangon, karena arus kendaraan di situ padat,” tambahnya. (ads/gito)

Pemkot Tunggu Pengumuman Nilai LAKIP

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menargetkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2016 mendapat nilai BB atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mendapat nilai CC. Berbagai upaya sudah dilakukan, termasuk mengirim sejumlah pejabat mengikuti coaching clinic di Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (KemenPAN-RB). Selain itu, Pemkot juga menghadirkan pemateri dari pusat untuk evaluasi  peningkatan kualitas implementasi sistem Akip.

“Target kita LAKIP 2016 harus nilai BB,” Kata Plt Sekretaris Kota (Sekkot), Adnan Massinae.

Adnan menjelaskan, banyak indikator yang menjadi penilaian dalam emberian nilai LAKIP, diantaranya sistem pelayanan, pelaporan keuangan, renstra dan renja. “Kalau penilaian BPK hanya pada administrasi keuangan, tapi kalau LAKIP banyak. Tapi kita optimis bisa nilainya akan meningkat dari sebelumnya,” jelasnya.

Kepala Bagian Organisasi Kepegawaian (Orpeg), Nehru Mokoginta, mengungkapkan hasil penilaian LAKIP akan dimumkan pada akhir tahun ini. “Kita tingga menunggu hasilnya. Penilaian sudah dilakukan dan dokumennya sudah diserahkan ke KemenPAN-RB,” ungkapnya. (ads/gito)

16 miliar untuk Finishing Proyek MRBM

Adnan Massinae

ZONAKOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) berencana mengalokasikan anggaran sebesar Rp16 miliar dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2018 untuk lanjutan pembangunan Masjid Raya Baitul Makmur (MRBM). Hal ini diutarakan Plt Sekretaris Kota (Sekkot), Adnan Massinae.

Menurutnya, besaran anggaran tersebut diperuntukkan pada finishing serta beberapa fasilitas di luar masjid. “Sekitar 16 miliar lagi. Tapi kita menyesuaikan dengan fluktuasi harga barang, karena bisa saja berubah setiap saat,” kata Adnan.

Ia mengungkapkan, bangunan MRBM tersebut ditargetkan sudah bisa difungsikan untuk sholat Idul Fitri tahun depan. “Insya allah tahun depan kita sholat idul fitri di situ,” ungkapnya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos), Adin Mantali, mengungkapkan target pekerjaan tahun ini adalah pemasangan interior yang meliputi instalasi listrik, plafon hingga pemasangan marmer. Realisasi hingga pekan ke-17 sudah mencapai 50,90 persen. “Mudah-mudahan proses pengerjaannya bisa berjalan sesuai yang kita harapkan bersaman,” ungkapnya. (ads/gito)

Realisasi Proyek Gudang Logistik Capai 30 persen

Refly Mokoginta

ZONAKOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) sebentar lagi akan memiliki gudang logistik bencana. Saat ini, realisasi pengerjaan proyek berbanderol Rp500 juta dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) itu sedang dalam pengerjaan. Realisasi pekerjaannya sudah mencapai 30 persen.

“Para pekerja sedang memacu target pekerjaan. Insya allah awal bulan depan sudah pemasangan atap,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Refly Mokoginta.

Dijelaskannya, gudang tersebut akan menjadi tempat penampungan logistik seperti makanan, tenda dan peralatan penanggulangan bencana lainnya. “Jadi semua kebutuhan untuk penanggulangan bencana akan disimpan di situ. Itu akan sangat memudahkan kita terutama dalam memobilisasi ke tempat yang terkena bencana,” jelasnya.

Ia berharap, pelaksana proyek tersebut dapat mengerjakan pekerjaan sesuai yang tertuang dalam dokumen kontrak. “Mudah-mudahan pekerjaannya cepat rampung dan bisa segera difungsikan,” harapnya. (ads/gito)

Bisnis Gula Aren Moyag Menjanjikan

USAHA: Potensi gula aren di Desa Moyag sangat menjanjikan. Tampak salah satu pengrajin melakukan pengepakan gula aren hasil olahannya.

ZONA KOTAMOBAGU – Potensi gula aren di Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, sangat menjanjikan. Tak sedikit warga setempat yang menggantungkan hidup sebagai pengrajin gula yang berbahan dasar air nira tersebut.

“Beginilah pekerjaan kita. Membuat gula kemudian di pasarkan. Hasilnya, alhamdulillah sampai hari ini masih bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari,” kata Saripudin, salah satu pengrajin gula aren, Rabu (27/9).

Ia mengungkapkan, gula aren hasil olahannya dipasarkan di Kotamobagu dengan yang disesuaikan dengan ukurannya. “Ada yang harga Rp10 ribu, ada juga Rp15 ribu per buah,” ujarnya.

Sekretaris Desa (Sekdes) Moyag, Maskur Gumalangit, mengungkapkan terdapat lima kelompok tani yang produktif mengolah gula aren. Setiap kelompok terdiri dari 25 orang. “Produksi cukup lumayan. Rata-rata 50 buah per hari yang dihasilkan satu orang pengrajin kemudian dikalikan 125. Itulah rata-rata produksi setiap hari,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pemasaran gula aren moyag direncanakan akan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun demikian, pengelolah BUMDes masih menunggu penyertaan modal yang bersumber dari Dana Desa (Dandes) tahap II yang akan segera dicairkan dalam beberapa waktu ke depan. “Jadi gula semut hasil olahan kelompok tani dibeli BUMDes kemudian dipasarkan. Kita juga sudah melobi beberapa pengusaha untuk membantu pemasarannya,” jelasnya.

Ditambahkannya, saat ini ada pabrik pengolahan gula aren yang sementara dibangun melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Pabrik tersebut diperkirakan akan beroperasi pada 2018 mendatang. “Kalau sudah ada pabrik tentu akan lebih mudah lagi. Proses pembuatannya gula lebih cepat dan juga produktifitasnya pasti meningkat,” tambahnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Herman Aray, menuturkan pihaknya sudah memberi pelatihan kepada para kelompok tani pengrajin gula aren, dengan harapan dapat memberi efek positif terhadap peningkatan mutu dan kualitas gula hasil olahan petani, sehingga bisa memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran. “Untuk pemasarannya juga Pemkot akan membantu melalui kerja sama dengan perhotelan dan ritel untuk memasarkannya,” turunya. (ads/gito)