Beranda blog Halaman 674

40 Persen ASN Pemkot Belum Masukkan LHKASN

ZONA KOTAMOBAGU – Sejak keluarnya surat edaran Menpan-RB Nomor 1 tahun 2015 Tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN) Di Lingkungan Instansi Pemerintah, masih banyak ASN Pemkot Kotamobagu belum menindaklanjutinya.

Padahal pelaporan tersebut bertujuan antaranya untuk pembersihan dan pencegahan dari korupsi di lingkungan ASN. Sebagaimana tercatat, sebanyak 40 persen ASN eselon II Pemkot belum menyerahkan LHKASN tersebut. Sementara, batas akhir laporan tahunan tersebut jatuh pada akhir April mendatang.

“Saat ini, yang sudah melapor sekira 60 persen pejabat,” kata Plt Inspektorat Pemkot Kotamobagu, Adnan Massinae.

Lanjut Massinae, pemasukan laporan kekayaan pejabat sudah melalui sistem online. Jadi, menurutnya tak ada lagi alasan untuk menunda. “Baiknya, sisa yang 40 persen pejabat ini segera memasukkan. Karena, hal tersebut bisa dilakukan lewat laptop, komputer dan smartphone,” ujarnya.

Ia menegaskan, untuk para pejabat yang tidak memasukkan LHKASN sampai batas waktu yang telah dtentukan, pastinya ada sanksi tersendiri. Salah satunya dalam pengurusan administrasi kepangkatan. “Biasanya dalam pengurusan administrasi kepangkatan bisa dipersulit. Karena, laporan harta kekayaan harus dimasukkan,” tandasnya.(ads/gito)

Bentuk Tim Pora, Pemkot Dukung Pengawasan Orang Asing

ZONA KOTAMOBAGU – Pembentukan Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) oleh pihak Kantor Imigrasi Kelas III Kotamobagu mendapat dukungan penuh Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.

Dibentuknya Tim Pora yang melibatkan unsur pemerintah, kepolisian, serta Badan Intelejen Negara (BIN), bertujuan untuk maksimalisasi pengawasan terhadap tenaga asing ilegal (TKA) yang ada di wilayah Kotamobagu serta empat daerah lain di Bolaang Mongondow Raya (BMR).

“Wali Kota sangat merespon positif dan mendukung penuh Tim Pora. Dengan dibentuknya tim ini, kontrol terhadap keberadaan atau masuknya warga asing ilegal yang cukup meresahkan masyarakat, bisa diatasi secara intens dan cepat,” kata Assisten I Bidang Pemerintahan, Nasrun Gilalom, usai menghadiri pembentukan Tim Pora di Kantor Imigrasi kelas III Kotamobagu, Kamis (23/3).

Terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Kotamobagu, Joni Rumagit SH menjelaskan, selain memaksimalkan pengawasan, dibentuknya Tim Pora juga untuk menepis berita hoax yang kerap mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Untuk mewujudkan hal tersebut maka peran dari masing-masing instansi sesuai dengan tugas dan fungsi diperlukan. Demi terciptanya kondusifitas keamanan serta kenyamanan di wilayah Kotamobagu maupun di empat kabupaten lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengawasan yang dilakukan akan dimaksimalkan sesuai kesepakatan Tim Pora. “Kita akan terus melakukan koordinasi disertai pengawasan bersama, tukar-menukar informasi mengenai keberadaan orang asing, untuk mencegah terjadinya pelanggaran,” urainya.

Meski keterbatasan SDM yang dimiliki, kata Joni, Tim Pora optimis bisa memberikan pelayanan dalam hal pengawasan tenaga asing ilegal. “Kantor imigrasi hanya memiliki jumlah pegawai 12 orang termasuk pejabat struktural. Akan tetapi 2 orang pegawai mengikuti pendidikan khusus di BPSDM sehingga saat ini kami hanya memiliki 7 pegawai jabatan fungsional untuk melayani 1 kota dan 4 kabupaten. Tapi kami optimis dengan adanya Tim Pora bisa memaksimalkan program ini,” katanya.(ads/gito)

Terduga Pelaku Percobaan Penculikan Anak Bakal Diperiksa Kejiwaan

Kasat Reskrim Polres Bolmong, AKP Hanny Lukas, SE

ZONA HUKRIM – Setelah menjalani pemeriksaan penyidik Reskrim Polres Bolmong, MM alias Maliki alias Osa (50), terduga pelaku percobaan penculikan anak di Matali, direncanakan bakal dibawa untuk kebutuhan pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa Sario Manado.

Hal itu sebagaimana dikatakan Kasat Reskrim Polres Bolmong AKP Hanny Lukas saat dikonfirmasi zonabmr.com, Rabu (22/03) malam. Menurut Lukas, melihat kondisi bersangkutan maka pihaknya akan melakukan pemeriksaan di Manado. “Dalam waktu dekat ini Osa akan digiring ke Manado untuk menjalankan pemeriksaan medis,” singkat Lukas.

Baca Juga:

Tatong Bara Seriusi Maraknya Isu Penculikan Anak

Rukmi: Setiap Sekolah Wajib Miliki Pos Jaga

Diberitakan sebelumnya, Osa yang diketahui merupakan warga Kelurahan Sinindian, Kecamatan Kotamobagu Timur tersebut diamankan aparat Polres Bolmong, Rabu (22/03). Ia ditangkap di perkebunan Motoboi Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur. (Baca: Sempat Ditarik Penculik, Bocah Asal Poyowa Diselamatkan Ibunya)

Osa saat diperiksa tidak mengakui perbuatannya. Sementara pelapor kepada polisi menerangkan sangat mengenal wajah Osa. Di sisi lain, warga setempat yang diambil keterangan oleh polisi menerangkan kalau Osa mengalami gangguan jiwa hingga senang mengintip perempuan yang sedang mandi.(gito)

Mayat Membusuk Gegerkan Warga Tonom

ZONA HUKRIM – Warga Desa Tonom, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow digegerkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki, Selasa (21/03) sekitar pukul 17, 00 Wita. Mayat yang diketahui bernama Hans Kuhu (75), ditemukan warga tepatnya di Dusun 6 desa setempat.

Informasi dirangkum, jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh Kepala Dusun Desa Tonom, Feri Sakul (56), setelah menerima laporan tetangga korban Fen Pangalima (62). “Awalnya saya mencium bau busuk yang saya kira bau bangkai ayam. Setelah ditelusuri sumber bau tersebut ternyata berasal dari rumah korban. Saya penasaran dengan bau busuk tersebut, sehingga langsung menghubungi kepala dusun,” kata Fen.

Menerima laporan tersebut, Fery Sakul langsung mendatangi rumah korban yang saat itu kondisinya terkunci. Pintu rumah pun ia dobrak, alhasil korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan posisi tergeletak di lantai dapur dan mayat korban sudah membusuk.

“Saat ditemukan, tubuh korban sudah membengkak dan wajah korban sudah dikerumuni ulat dan diperkirakan korban sudah meninggal sejak 5 atau 6 hari lalu,” ujar Fery.

Menurur Fery, yang ia tahu korban hanya tinggal sendirian di rumah itu. Sementara anak korban yang sudah kawin tinggal di Desa Werdi Agung. Kemungkinan korban meninggal karena sakit. Karena menurut keterangan anak korban, Nona Kuhu (50), korban mengalami penyakit darah tinggi dan asam urat.

Sebelum ditemukan jasad korban, menurut keterangan Hen Pangalila bahwa ia terakhir kali melihat korban Jumat tanggal 17 Maret sekitar pukul 11.00 wita. Kata Hen, pada saat itu korban datang berkunjung di rumahnya.

“Keadaan korban sudah terlihat lemah seperti orang sakit. Perkiraan korban meninggal dunia karena sakit yang dia derita,” jelas Fery.

Kapolsek  Dumoga Timur IPTU Nico N, Tulandi melalui Kanit Reskrim Aiptu Samad Daniel membenarkan kejadian tersebut. Kata dia, saat menerima laporan, pihaknya langsung menuju Tempat Kejadian Perkara dan langsung melakuakan evakuasi jasad korban.

“Berdasarkan keterangan saksi dan keluarga korban, diduga korban meninggal akibat mengalami penyakit darah tinggi. Sehingga saat berada di dapur rumahnya, penyakit darah tingginya kambuh lalu terjatuh di lantai dan meninggal dunia. Jasad korban sudah dikebumikan oleh keluarganya,” jelas Samad, Rabu (22/03).(gito).

Terduga Pelaku Percobaan Penculikan Anak di Matali Tertangkap

ZONA HUKRIM – Terduga pelaku percobaan penculikan anak yang terjadi di Matali beberapa hari lalu akhirnya tertangkap. Adalah MM alias Maliki (50), warga Kelurahan Sinindian, Kecamatan Kotamobagu Timur, yang diamankan aparat Polres Bolmong, Rabu (22/03). (Baca: Sempat Ditarik Penculik, Bocah Asal Poyowa Diselamatkan Ibunya)

Data diperoleh zonabmr.com mengurai, MM ditangkap di perkebunan Motoboi Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur, malam tadi. “Tersangka tidak mengakui perbuatannya, tetapi pelapor sangat kenal dengan tersangka. Saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan,” kata Kapolres Bolmong melalui Kasat Reskrim AKP Hanny Lukas SE.

Ditambahkan Lukas, dari keterangan masyarakat Sinidian bahwa MM senang mengintip perempuan yang sedang mandi, “Masyarakat setempat menerangkan kalau tersangka ada gangguan jiwa,” singkatnya via pesan singkat seluler.(gito)

Rukmi: Setiap Sekolah Wajib Miliki Pos Jaga

Dra. Rukmi Simbala, MAP

ZONA KOTAMOBAGU – Kasus percobaan penculikan anak di Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur, yang mencuat Senin (19/3) kemarin, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.

Kepala Dinas Pendidikan Kotamobagu Rukmi Simbala mengatakan, dengan adanya peristiwa tersebut pihaknya telah melayangkan surat edaran ke setiap sekolah di Kotamobagu. Surat itu dilayangkan terutama di tingkat TK dan SD agar dapat mengaktifkan pos penjagaan sekolah.

“Setiap guru sekolah yang ada di Kotamobagu wajib mengawasi setiap siswa pada saat jam sekolah. Selain itu guru piket pada setiap sekolah harus lebih proaktif dalam mengawasi setiap siswa yang ada,” kata Rukmini, saat dikonfirmasi zonabmr.com, Rabu (21/3).

Selain itu lanjut Rukmini, diharapkan juga kepada seluruh orang tua siswa agar dapat menjemput anak saat jam pulang sekolah. “Ini demi menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” imbaunya.(ads/gito)

Pejabat Pemkot Ramaikan Seleksi Sekda Bolmong

ZONA KOTAMOBAGU –  Setelah Sekretaris Kota Kotamobagu Tahlis Gallang mendaftar seleksi Sekda di Kabupaten Bolmong pada Jumat (17/03) akhir pekan lalu, kini tiga pejabat Pemkot lainnya juga ikut ambil bagian dalam seleksi Jabatan Tinggi Pratama tersebut.

Ketiga pejabat tersebut yakni, Sande Dondo (Kadis PU), Rukmini Simbala (Kadis Pendidikan), dan Gunawan Damopolii (Plt Asisten II).

Dari hasil pantauan zonabmr.com, Rabu (22/3) pagi tadi ketiga pejabat pemkot ini sempat ambil bagian foto bersama dengan jajaran ASN lainnya sebelum mendaftarkan diri ke panitia seleksi di Lolak, Bolmong.

Diketahui, dengan ikutnya 4 pejabat Pemkot tersebut, jumlah peserta seleksi terkini sebanyak 6 orang. Sebagaimana pejabat Bolmong yang mendaftar sebelumnya yakni Ramlah Mokodongan (Ketua Bappeda Bolmong), Ulfa Paputungan (Kepala Disparbud Bolmong). Dengan begitu, seleksi Sekda Bolmong kali ini tampaknya diramaikan pejabat Pemkot.(ads/gito)

Polres Bolmong Buru Pelaku Percobaan Penculikan di Matali

ZONA HUKRIM – Kasus percobaan penculikan anak yang terjadi di perkebunan Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur, Senin (20/03) lalu, terus diseriusi dan didalami aparat Kepolisian Resor Bolaang Mongondow (Polres Bolmong).

Sebagaimana dikatakan Kapolres Bolmong, AKBP Faisol Wahyudi SIK, hingga saat ini pihaknya terus melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. “Saat ini Penyelidikan masih berlangsung. Mudah-mudahan segera terungkap,” kata Faisol, Selasa (21/03)

Tak hanya itu saja, ditambahkan Kasat Reskrim) Polres Bolmong, AKP Hanny Lukas SE, pihaknya juga masih terus mendalami kasus itu berdasarkan hasil keterangan saksi korban terutama soal ciri-ciri pelaku.

“Fokus kami bagaimana mengungkap identitas pelaku berdasarkan keterangan korban saat diambil keterangan,” kata Lukas.

Bahkan, lanjut Lukas, pihaknya teleh menyebarkan sejumlah anggota Tim Buser untuk mncari keberadaan pelaku yang diduga melarikan diri ke arah perkebunan. Karena kata dia, hal itu guna meredamkan keresahan masyarakat Bolmong Raya terkait isu itu.

“Intinya kami akan terus berupaya mengunkap kasus ini, motifnya akan kami dalami,” jelas Mantan Kasat Reskrim Minahasa Utara dan mantan Kasat Narkoba Polres Bolmong itu.(gito)

Tingkatkan Pelayanan Prima, Diskominfo Hadiri Bimtek LAPOR!-SP4N

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kotamobagu melalui Bidang Statistik Komunikasi dan Informasi Publik mengikuti kegiatan bimtek di ruang serbaguna KemenPAN-RB Republik Indonesia, Selasa (21/3). Bimntek tersebut tentang Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Secara Nasional LAPOR!-SP4N Bagi Pemerintah Daerah.

Kegiatan yang dibuka Deputi  Bidang  Pelayanan Publik KemenPAN-RB Prof DR. Diah Natalisa, bertujuan untuk meningkatkan peran dan fungsi pemerintah kabupaten-kota. Peran tersebut bagi terselenggaranya pengelolaan pengaduan pelayanan publik di kabupaten-kota yang meliputi organisasi, sumber daya manusia dan anggaran yang memadai.

Selain Prof DR. Diah Natalisa, hadir selaku pemateri antaranya  staf ahli kantor staf kepresidenan dan staf ahli ombudsman RI, yang diikuti peserta dari 63 pemerintah daerah baik dari provinsi, kabupaten dan kota.

Dalam sambutannya, Prof. DR. Diah Natalisa yang mewakili Menpan-RB Asman Abnur mengatakan, layanan itu dibuat agar supaya masyrakat bisa menyalurkan aspirasi atau keluhan terhadap kinerja pemerintah melalui system aplikasi pelaporan yang memadai. “Sehingga dikemudian hari, pelayanan publik secara prima tanpa adanya keluhan dapat tercapai,” ujarnya.

Lebih lanjut Diah menjelaskan, admin di daerah berfungsi sebagai penghubung antara admin di kempan-RB dan admin daerah. Aplikasi LAPOR!-SP4N ini merupakan sistem yang dikelola oleh kemenpan-RB yang bekerjasama dengan kantor staf kepresidenan dan ombudsman RI. “Hingga diharapkan agar pada 2017 ini, semua pemda se-Indonesia sudah terkoneksi dengan sistem LAPOR!-SP4N,” katanya.

Untuk itu, Diah berharap para peserta bimtek dapat serius dalam mengikuti materi kegiatan. “Supaya nantinya ilmu yang diperoleh melalui pembekalan tersebut dapat diimplementasikan di daerah masing-masing.”(ads/gito)

Granat Nanas Diduga Sisa Perang Ditemukan di Poigar

ZONA HUKRIM – Sebuah bahan peledak jenis granat nanas ditemukan di halaman rumah keluarga Aipda Faisal Hamenda (anggota Polsek Poigar Polres Bolaang Mongondow), warga Desa Poigar Satu, Kecamatan Poigar, Minggu (19/03/2017) sekitar pukul 17.00 Wita.

Granat itu kali pertama ditemukan oleh Mahit (40), saat membersihkan rumput di halaman rumah Aipda Faisal menggunakan cangkul. Tiba-tiba cangkulnya membentur benda keras seperti batu. Setelah diperiksa ternyata sebuah granat nanas. Mahit lalu memberitahukan penemuan granat ini kepada Aipda Faisal.

Senin (20/03) besoknya, Aipda Faisal menyerahkan granat tersebut ke Polsek Poigar. Selanjutnya atas saran dari Kapolsek Poigar, Ipda Kahari, granat diamankan sementara dengan cara diikat menggunakan tali dan lakban hitam lalu dimasukkan ke sebuah kaleng berisikan pasir dan air.

Pihak Polsek Poigar kemudian berkoordinasi dengan Danki 4 Sat Brimob Detasemen B Pelopor, Iptu Rommy Ginoga untuk mengamankan granat yang diduga masih aktif, sisa peninggalan perang.

Kapolres Bolmong, AKBP Faisol Wahyudi melalui Kasubbag Humas AKP Syaiful Tammu, membenarkan adanya penemuan tersebut. “Kemungkinan masih ada bahan peledak lain yang masih tertimbun tanah namun belum ditemukan, warga harap berhati-hati saat menggali tanah,” terangnya.

“Bagi warga yang menemukan bahan peledak sejenis atau lainnya agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian,” pungkas Syaiful.(hms/gito)