Beranda blog Halaman 681

Aparatur Desa se-Kotamobagu Ikuti Pelatihan Pengelolaan Dandes

ZONA KOTAMOBAGU – Seluruh aparat pemerintah desa di Kota Kotamobagu mendapat pembekalan pengelolaan keuangan desa tahun 2017, bertempat di Restoran Lembah Bening, Selasa (07/03). Pelatihan dalam bidang pengelolaan keuangan desa tersebut bertujuan untuk lebih menambah pengetahuan dalam pengelolaan dan perencanaan penggunaan dan desa (Dandes).

Sekretaris Daerah Kotamobagu Tahlis Gallang saat membuka pelatihan tersebut mengatakan, aparatur desa sangat penting untuk mengetahui soal regulasi dalam tata kelolah keuangan dana desa.

“Ini agar penyerapan anggaran sesuai ketentuan, sekaligus menyukseskan program Nawacita Presiden dan senergitas pengelolaan dana yang ada di desa,” kata Tahlis.

PP Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang dijabarkan dalam Peraturan Menteri Keuangan tentang Pengelolaan Dana Desa menegaskan, koordinasi itu diperlukan guna mempercepat road map dana desa dalam menetapkan menyalurkan serta melakukan pengelolaan. Dalam road map itu kata Tahlis, disertai proses persiapan peningkatan kapasitas aparatur desa.

“Pengelolaan dana desa memerlukan kesiapan aparatur desa dalam pengelolaan dana desa dan masyarakat dalam pemanfaatan dana tersebut,” papar Tahlis.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kotamobagu Teddy Makalalag menambahkan, kegiatan itu untuk menjabarkan kesiapan aparatur desa tenaga dan masyarakat desa dalam pengelolaan dan pemanfaatan dana.

“Kami juga perlu melakukan peningkatan kapasitas kelembagaan dan aparatur dalam pengelolaan dana desa dan termasuk kelanjutan pengelolaan aset desa,” urai dia.

Pelatihan yang diikuti 68 aparat dari 15 desa di Kotamobagu itu akan terus ditingkatkan setiap tahunnya. Setiap tahun kata Teddy, dituntut pengelolaan dana desa agar lebih baik lagi agar berguna untuk membangun desa.

“Pengelolaan dana ini bertumpu terutama pada aparatur desa. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas aparatur menjadi penting,’” tuturnya.

Masih kata Teddy, pelatihan aparatur pemerintah desa sebenarnya sudah berjalan baik menurut evaluasi. Namun, pelatihan harus kembali diintensifkan untuk memastikan aparatur desa paham betul soal pengelolaan dana desa hingga pertanggungjawabannya.

“Dengan demikian, dana desa dipastikan sepenuhnya untuk pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Kepala desa dan aparatur desa lain menjadi kunci tercapainya tujuan digulirkannya dana desa,” jelasnya.(ads/gito)

Pemkot Kotamobagu Kembali Gelar Pasar Murah

ZONA KOTAMOBAGU – Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga cabai dan tomat, Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu terus melakukan kegiatan pasar murah di wilayahnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM (Disperdagkop-UKM) Kotamobagu, Herman Aray mengatakan, kegiatan itu diselenggarakan atas kerja sama Pemkot Kotamobagu dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Gorontalo.

“Harga tomat dan cabai di pasaran sebelumnya Rp125 hingga 140 ribu per kilonya. Dengan kegiatan ini Pemkot Kotamobagu memberikan harga Rp95 ribu per kilo,” kata Aray saat dikonfirmasi zonabmr.com, Senin (06/03).

Aray menambahkan, pihaknya akan kembali mengelar kegiatan serupa pekan depan. “Kegiatan ini rencananya akan kembali digelar pada Sabtu pekan depan. Untuk pelaksanaanya kita masih akan melihat lokasi mana yang akan digunakan nanti,” ungkapnya.(ads/gito)

Pemkot Kotamobagu Ganti Dua Guru Kontrak

Dra. Rukmi Simbala, MAP

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melakukan proses penggantian dua guru kontrak yang mendapat SK pada tahun 2016 lalu. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Kepala Sub Bagian Kepegawaian Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Kotamobagu, Kusnadi Pobela, Senin (06/03) pagi tadi

“Dua guru SD itu sudah tidak bekerja lagi sebagai guru,” kata Pobela. Lanjutnya, saat ini Diknas tengah melakukan perpanjangan SK para guru kontrak yang terangkat pada tahun yang sebelumnya. “SK-nya tinggal diserahkan. Untuk guru TK dan SD jumlahnya 105, SMP 17 dengan total keseluruhan 122,” ujarnya.

Kepala Diknas Kota Kotamobagu, Rukmi Simbala juga mengatakan, di tahun 2017 akan ada penerimaan 40 guru kontrak dengan ketentu harus memiliki Nomor Unik Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

“Selain itu syaratnya, guru tersebut juga sudah mengabdi maksimal 5 tahun dan memiliki ijazah S1,” katanya.

SK yang diterbitkan itu berlaku selama 3 bulan. Waktu tersebut juga merupakan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan. “Ini agar supaya proses evaluasi juga lebih mudah. Sehingga jika ada para guru kontrak yang tidak bekerja maksimal langsung diganti. Yang kinerjanya baik pasti dilanjutkan,” ujar Rukmi.(ads/gito)

Humas Setda Tomohon “Berguru” di Diskominfo Kotamobagu

Suasana pertemuan di ruangan Kadis Kominfo Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Setelah pekan sebelumnya menerima kunjungan dari Diskominfo Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, kali ini Diskominfo Kotamobagu kembali menerima kunjungan kerja dari Bagian Humas dan Protokoler Pemerintah Kota Tomohon, Senin (03/2). Kunjungan tim Humas Setda Tomohon tersebut diterima Kadis Kominfo Moch Agung Adati,, Kabid Statistik Informasi dan Komunikasi Publik Moch. Fahri Damopolii, dan Kasi Kemitraan Informasi dan Komunikasi Publik, Dewi Fatmasari.

Kasubag Humas Setda Tomohon, Swasti Yogi Winadio mengaku, kedatangan mereka bertujuan untuk saling tukar pikiran mengenai metode pengelolaan penyebarluasan informasi pemerintahan yang saat ini dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika Kotamobagu.

“Tujuan kami ke sini yaitu selain tukar pikiran mengenai pengelolaan penyebarluasan informasi pemerintah kepada masyarakat melalui kerja sama dengan media cetak maupun eletronik, juga kami ingin meniru beberapa metode kerja sama antara pihak pemerintah dengan media yang belum diterapkan di Pemkot Tomohon sendiri,“ ungkap

Ditambahkan, kunjungan itu juga merupakan rekomendasi dari beberapa media cetak maupun eletronik yang menjalin kerja sama dengan Setda Tomohon. “Ada rekomendasi dari beberapa media bahwa salah satu daerah yang mempunyai tata kelola terbaik mengenai kerja sama dengan media selain Pemprov Sulut, yaitu Pemerintah Kota Kotamobagu.”

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Moch. Agung Adati menyambut baik kedatangan bagian humas Setda Tomohon tersebut. ”Pada dasarnya, kami menyambut baik siapa saja yang ingin datang untuk bertukar pikiran mengenai metode kerja sama penyebarluasan informasi pemerintah daerah, termasuk dari Pemkot Tomohon. Kuncinya, jika metode kerja sama antara pihak pemerintah dengan media dilakukan dengan baik dan benar, maka itu pasti akan bermanfaat untuk kemajuan daerah,” akunya.(ads/gito)

Dandes Kotamobagu Naik, Desa Penerima Bertambah

ZONA KOTAMOBAGU – Jumlah penerima dana desa (Dandes) di Kotamobagu tahun ini bertambah. Tiga desa yang tidak terakomodir pada 2015 dan 2016 lalu, tahun ini terakomodir oleh pemerintah pusat.

Tiga desa tersebut yakni Pontodon Timur, Kecamatan Kotamobagu Utara, Moyag Tampoan dan Todulan, Kecamatan Kotamobagu Timur. Dengan begitu jumlah penerima dana desa menjadi 15 dari 12 desa sebelumnya.

Selain ketambahan jumlah desa penerima dana, tahun ini juga 12 desa mengalami kenaikan dana. Menurut Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Hamdan Monigi, rata- rata dana yang akan masuk ke desa tahun ini mengalami kenaikan sekira 20 persen dari tahun 2016.

“Informasi terakhir yang kami terima, Maret ini Dandes sudah ditransfer pemerintah pusat ke RKUD (Rekening Kas Umum Daerah). Kita tinggal menunggu. Kalau sudah masuk RKUD langsung dikirim ke rekening masing- masing desa,” ungkapnya.

Sebelumnya Sekretaris Kota Kotamobagu Tahlis Gallang mengatakan, dari evaluasi yang sudah dilakukan, rata- rata pengelolaan dana desa 2016 mencapai 100 persen. Data itu, kata Tahlis, menunjukkan pengelolaan dana desa di Kotamobagu maksimal dan baik.

“Untuk dana desa 2017 sama seperti 2016 lalu. Pengawalan akan terus dilakukan agar tidak ada desa yang salah jalan. Pengelolaan dana desa harus selalu transparan, serta bentuk pertanggungjawabannya itu yang penting. Harus jelas karena ada audit,” katanya.(ads/ldy)

Berikut Besaran Dana Desa di Kotamobagu:

Nama Desa          Anggaran 2017              Anggaran 2016
Bilalang I1.041.743.000860.803.000
Bilalang II1.131.487.000924.233.000
Pontodon907.277.000729.487.000
Sia856.171.000703.068.000
Pontodon Timur871.840.000
Moyag923.606.000801.377.000
Kobo Kecil1.108.010.000923.956.000
Moyag Tampoan867.829.000
Moyag Todulan873.958.000
Poyowa Besar I1.224.078.000898.644.000
Poyowa Besar II1.133.543.000904.570.000
Tabang1.073.053.000873.627.000
Bungko935.449.000780.392.000
Kopandakan I1.104.881.000890.978.000
Poyowa Kecil1.118.557.000950.775.000
Total 15.171.482.00010.241.910.000
(Sumber: Dinas PMD Kotamobagu)

Sejumlah Titik Rawan Bakal Dipasang Rambu Lalu Lintas

ZONA BOLMONG — Di Tahun 2017 ini, Dinas Perhubungan Bolmong memrogramkan pemasangan rambu lalu lintas di beberapa titik rawan. Itu dilakukan guna mengantisipasi kecelakaan lalu lintas.

Kepala Bidang Prasarana Dinas Perhubungan Bolmong, Zulfadhli Binol mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bolmong sudah memrogramkan pemasangan rambu lalu lintas tahun ini, dengan anggaran berkirasar Rp100 Juta.

“Juga ada pembagian jalan antara jalan nasional, provinsi, dan kabupaten,” ujarnya.

Ia menjelaskan, memang ada pembagian tugas antara Dinas Perhubungan Bolmong dan Sulut. Untuk program tahun 2017, rambu-rambu lalu lintas seperti di Passi, Dumoga akan dibangun.

“Ada yang dua jalur, akan pasang tanda putar balik. deliniator, marka jalan, paku jalan. Semuanya sudah kami programkan tahun ini. Ada juga yang jalan provinsi, tapi sudah kami usulkan untuk dibangun,” katanya.

Apabila nantinya sudah dipasang rambu-rambu lalu lintas tersebut, seharusnya masyarakat juga turut merawat.

“Jadi, masyarakat harus menjaga apa yang sudah dibangun, dirawat bersama, sehingga lebih bertambah, bukan berkurang pembangunannya,” harap Binol(gung)

Forum Peternak Babi Sulut Demo di DPRD

ZONA HUKRIM – Forum Peternak Babi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sulut, Jumat (03/03/2017) siang. Aksi damai itu mendapat pengamanan aparat Polresta Manado yang dipimpin Kapolsek Sario, AKP Thommy Aruan.

Massa yang berjumlah sekira 200 orang itu berkumpul di samping kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulut kompleks KONI  sebelum melakukan aksi unjuk rasa. Massa kemudian berjalan kaki menuju Kantor DPRD Sulut.

Dalam orasinya, massa menuntut Pemerintah Provinsi Sulut untuk menutup perusahaan pakan ternak PT Karya Prospek Satwa (KPS) yang ikut beternak dan menjual di pasar lokal di Sulut. Massa juga meminta pemerintah untuk segera mencabut SK Menteri tentang Hong Cholera yang diterbitkan tahun 1997 yang melarang babi dikirim ke luar daerah.

Massa kemudian diterima di ruang rapat Paripurna oleh anggota Dewan dari Komisi II yang memberi tanggapan akan menindak lanjuti setiap tuntutan dari pengunjuk rasa. Kegiatan unjuk rasa berjalan aman dan tertib sampai dengan massa membubarkan diri sekira pukul 16.45 Wita.(hms/gito)

ASN Diimbau Gunakan Mobil Dinas Sesuai Aturan

Imran Nantudju

ZONA BOLMONG — Pememerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) Melalui Dinas Satuan Polisi Pamong Praja mengingatkan seluruh pejabat untuk tidak menggunakan plat nomor ganda di kendaraan dinasnya.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Imran Nantudju mengatakan, jika ditemukan pelanggaran tersebut pihaknya akan melakukan tindakan. “Kalau ada itu pasti akan ditindak langsung sesuai dengan kesalahan. Namun sampai saat ini belum ada informasi dan laporan yang masuk kepada kami,” aku Imran saat dikonfirmasi via telephone, Minggu (05/03)

Imran kembali menimbau agar para penggunaan mobil dinas dapat memanfaatkan dengan baik mobil dinas yang digunakan. “Gunakan seperti apa yang diharapkan dan sesuai dengan aturan,” tutup Imran.(gung)

BPBD Imbau Warga Tetap Waspada Bencana

ZONA BOLMONG — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) melalui Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau warga agar tetap waspada. IMbauan itu mengingat cuaca ekstrim yang melanda hampir seluruh wilayah Bolaang Mongondow Raya sejak Desember 2016 lalu berpotensi terjadinya bencana alam.

Dikiatakan Kepala BPBD Bolmong Channy Wayong, tingginya curah hujan serta angin kencang dapat memicu bencana. “Pohon tumbang dan tanah longsor serta banjir, harus diwaspadai. Bagi warga yang bermukim di daerah pegunungan serta pesisir pantai, harus waspada sejak dini. Kondisi cuaca yang ekstrim ini masih terus berlangsung,” ujarnya, Minggu (05/03)

Berdasarkan hasil investigasi lapangan oleh BPBD kata Wayong, cuaca ekstim ini masih akan terus berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. “Jika ada tanda-tanda terjadinya bencana, warga harus segera mengungsi di tempat yang aman. Kami juga menerima laporan dari warga di mana titik yang berpotensi bencana ini, sehingga penanganan akan lebih prima dan cepat.”

Pihaknya tambah Channy, mempersiapkan keperluan serta peralatan jika terjadi bencana. Peralatan untuk upaya penanganan disesuaikan dengan kebutuhan seperti alat berat pinjam sewa serta ada juga karung untuk penganan darurat.

Daerah Bolmong terdapat beberapa kecamatan yang termasuk pada zona rawan bencana namun ada juga tidak. Untuk potensi bencana banjir hampir di semua kecamatan kecuali Dumoga Tenggara, Passi dan Bilalang.

“Longsor yang rawan masuk wilayah wawan yakni pantura, kecuali Bolaang Timur semua Dumoga, Lolayan, Passi bersatu serta Bilalang. Namun bencana abrasi yaitu pantai poigar, Bolaang Induk sebagian Lolak dan Sangtombolang,” tutupnya.(gung)

 

YRT Ajak SBM-JITU Bangun Daerah Bersama

ZONA BOLMONG — Meskipun pasangan calon nomor urut satu Yasti Soepredjo Mokoagow dan Yanny Ronny Tuuk (Y2) belum dilantik, namun pihak paslon nomor urut dua Salihi B Mokodongan-Jefry Tumelap (SBM-JITU) mengakui kekalahannya. kubu Y2 langsung memberi respon dengan baik dan mengajak SBM–JITU untuk bersama-sama membangun daerah.

Menariknya, cawabup terpilih Yanny Ronny Tuuk (YRT) mengaku bakal merangkul lawannya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) lalu itu. “Kami senang. Tapi tentu demi masyarakat Bolmong, tidak boleh lagi ada sekat. Rekonsiliasi segera kami lakukan dengan kubu seberang,” ujar Tuuk.

Ditambahkannya, pesta demokrasi telah berakhir, sekarang waktunya bekerja. Soal kesiapan pelantikan, Tuuk sendiri terdengar santai. Baginya, ini bukanlah pengalaman pertama sebagai Wakil Bupati, sehingga tidak ada masalah. “Visi misi kami jelas, dan tentu itu yang akan direalisasikan,” katanya.(gung)