Beranda blog Halaman 695

Bawa Sabu 33 Gram, Dua Warga Diringkus Satnarkoba Polres Bolmong

ZONA HUKRIM – Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Bolmong dalam upaya penyelidikan jaringan narkoba antar-provinsi lewat jalur pantura Bolmong, berhasil mengamankan dua warga yang kedapatan membawa sabu, Minggu (15/01) sekitar pukul 16.00 Wita.

Kedua warga tersebut yakni HF alias Hefi (36) warga Desa Tompaso Baru, Minsel, dan RS alias Ronal (31) warga desa yang sama. Keduanya diamankan Tim Satnarkoba yang dibantu aparat sektor Sangtongbolang, saat menumpangi mobil Avansa dan melintas di Desa Babo, Kecamatan Sangtombolang.

“Setelah digeledah ternyata membawa sabu yang menurut pengakuan mereka sabu tersebut dibeli di Kota Palu sebanyak 33 gram dengan harga sekitar Rp 43 juta,” klata Kabag Humas Polres Bolmong AKP Saiful Tammu.

Lanjutnya, dari pengakuan mereka, uang untuk membeli sabu diperoleh dari beberapa orag warga di Desa Tompaso Baru. Sedangkan mereka berdua memperoleh keuntungan dari bisnis tersebut masing-masing Rp5 juta sekali jalan membeli sabu di Kota Palu.

Saiful lanjut menambahkan, bahwa dari informasi kedua tersangka tersebut, tim kemudian melakukan pengintaian dan berhasil mengamankan beberapa warga yang terlibat peredaran sabu tersebut.

“Diamankan seorang berinisial RW alias Royke (48) warga Desa Tambelang, Minsel. Ia diamankan karena diketahui memberikan uang untuk beli sabu sekitar Rp11 juta. Royke diamankan di jalan raya Desa Bongkudai Baru, pukul 00.30 Wita, saat itu dia bersama lelaki YR alias Yufran.”

“Kemudian diamankan juga HL alias Hanny (47), warga Desa Tompaso Baru, yang turut memberikan uang senilai Rp 9 juta untuk membeli sabu tersebut. Ia diamankan di halaman parkir RS Pobundayan jam 02 dinihari,” urai Saiful.

Dari pengakuan para tersangka, binis narkoba itu sudah beberapa kali dilakukan dengan maksud untuk dijual maupun dikonsumsi sendiri. “Pengakuan para tersangka bawa saat dibeli di Palu, sabu seharga Rp 1.3 juta per gram dan dijual kembali seharga Rp 2.5 – 3juta per gram. Ataupun dalam 1 gram dipecah menjadi 8 paket dan dijual seharga Rp 500 ribu per paket,” jelas Saiful sembari menambahkan untuk para pembeli yang lain, masih dilakukan pengembangan oleh pihaknya.(gito)

Pilwako 2018, Ketum PAN Tegaskan Kembali Usung Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, menegaskan Wali Kota Kotamobagu, Ir Tatong Bara, akan diusung kembali oleh partai berlambang matahari pada Pemilihan Wali Kota (Pilwako) di 2018 mendatang.

Hal itu dikataka Zulkifli saat menghadiri kampanye rapat umum pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, Yasti Soeprejo Mokoagow dan Yani Ronny Tuuk (YSM-YRT) pada Senin (16/01) kemarin.

 

“Pilwako Kotamobagu kami masih mengusung kembali calon incumbent, catat,” kata Zulkifli.

 

Selain itu, dikatakan bahwa kepada Wali Kota Kotamobagu Ir Tatong Bara, agar selalu memperhatikan setiap masyarakat. “Saya berharap Wali Kota agar berkerja dan tetap memperhatikan masyarakat kecil,” harapnya.(gito)

BKKBN Pusat Harapkan Kotamobagu Contoh Program Kampung KB

ZONA KOTAMOBAGU – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Candra Surapaty mengatakan, Kota Kotamobagu diharapkan menjadi contoh bagi daerah di Sulut terkait dengan program Kampung Keluarga Berencana (KB).

Hal itu dikataka Surya saat melakukan kunjungan kerja di wilaya Kotamobagu  Senin  (16/1) pagi tadi. “Dengan diterimanya pengharagaan kampung KB, diharapkan Kotamobagu jadi contoh bagi daerah lain di Sulawesi Utara,” kata Surya kepada wartawan usai melakukan kunjungan di rumah pusat pelayanan Kampung KB yang dipusatkan di Keluarahan Gogagoman Senin 16 Januari 2017.

Surya yang didampingi Sekretrais Kota Tahlis Gallang menambahkan, kampung KB merupakan pembangunan yang dimulai dari pinggiran. ”Melibatkan sektor-sektor terkait untuk bersama-sama dan bergotong-royong untuk membangun baik infrastruktur maupun karakter, mental sumber daya manusia yang diimpikan untuk Kotamobagu,” kata Surya.

Selain itu pembentukan Kampung KB perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak, termasuk elemen masyarakat. Pelaksanaan Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) diharapkan dapat bersinergi, berkolaborasi dan saling mendukung satu sama lain dengan sektor-sektor pembangunan terkait lainnya dalam mengisi berbagai kegiatan di Kampung KB nantinya.

“Ini demi menjadikan Kampung KB sebagai kampung masyarakat yang sehat dan memiliki produktivitas,” tambah Surya.

Menurutnya, hal ini merupakan modal utama proses pembentukan, operasional kegiatan sampai dengan evaluasi dan pelaporan kegiatan kampung KB. “Kampung KB merupakan inovasi strategis untuk dapat mengimplemantasikan kegiatan-kegiatan prioritas Program KKBPK secara utuh di lini lapangan. Kampung KB sebagai model miniatur pelaksanaan program KKBPK diharapkan bisa bersinergi dengan berbagai instansi terkait,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Kota Tahlis Gallang menegaskan, Pemkot Kotamobagu siap mendukung pembentukan dan pembinaan Kampung KB. Dia menjelaskan beberapa SKPD akan terlibat langsung dalam program ini. Yakni  Dinas Kependudukan dan Catatan sipil terkait pemenuhan akta kelahiran dan KTP, Dinas Kesehatan (Dinkes) yang membina keluarga dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan Posyandu dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak terkait Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Anak yang terkena kasus hukum, Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).

“Pembinaan kepada generasi muda, terutama dalam program Generasi Berencana (Gen-Re) sangat penting. Katakan No untuk Seks Pra Nikah, Nikah Dini dan Narkoba,” kata Tahlis.(ads/gito)

Dishub Prioritaskan Pemasangan Traffic Light di Perempatan Kotobangaon

Traffic Light Simpang Empat Mogolaing

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu targetkan pemasangan traffic light atau lampu pengatur lalu lintas di titik wilayahnya. Sekretaris Dinas Perhubungan Kotamobagu Hendra Makalalag mengatakan, untuk target 8 titik pemasangan traffic light di Kotamobagu, saat ini sudah ada 4 titik yang beroprasi, yakni di perlimaan Molinow, perempatan Matali, Mogolaing, dan perempatan Taman Kota.

“Tahun 2017 ini, kami prioritaskan pemasangan Traffic light di prempatan Kotabangon yang juga sudah masuk dalam Rancangan Kegiatan Anggaran (RKA),” kata Hendra saat diwawancari zonabmr.com, Selasa (16/1) siang tadi

Dijadikanya prioritas untuk pemasangan traffic light di jalur tersebut karena tingkat kepadatan kendaraan sudah sangat tinggi yang dapat menimbulkan kemacetan arus lalu lintas, serta dapat mencegah terjadinya kecelakaan. “Perkiraan pada triwulan III nanti, traffic light di perempatan Kotobangan sudah mulai beroperasi,” kata Hendra.

Diketahui, total anggaran untuk pemasangan traffic light di jalur tersebut berjumlah Rp 425 juta, yang dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah tahun 2017.(gito)

Amankan Kampanye Terbuka, Tim Penjinak Bom Polda Diturunkan

ZONA HUKRIM – 700 personel Polres Bolmong serta BKO Dalmas Polda Sulut dibantu pasukan Brimob, diturunkan guna pengamanan jalannya pelaksanaan kampanye terbuka pasangan calon kepala daerah, Yasti Soeprejo Mokoagow dan Yanny R. Tuuk (YSM-YRT), Selasa (16/1) siang tadi.

Terpantau, kegiatan yang digelar di lapangan olahraga Kelurahan Inobonto I, Kecamatan Bolaang tersebut, berlangsung aman.

Kapolres Bolmong, AKBP Faisol Wahyudi SIK melalui Kasubag Humas AKP Saiful Tammu mengatakan, sejak Minggu (15/01) kemarin, seluruh pasukan telah disiagakan pihaknya untuk pengamanan kampanye.

“Segala kesiapan sudah kita lakukan, termasuk tim penjinak bom Polda Sulut ikut mengamankan jalanya kampanye hari ini,” kata Tammu.

Selain itu, Tammu juga berharap kepada seluruh massa yang mengikuti jalannya pelaksanaan kempanye agar menjaga keamanan dan ketertiban jalan kegiatan tersebut. “Jika ada yang dengan sengaja menganggu jalan pelaksanaan kegiatan tersebut akan kami tindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.(gito)

Cuaca Kotamobagu Tidak Menentu, BPBD Minta Warga Waspada

ZONA KOTAMOBAGU – Warga Kotamobagu diminta untuk tetap waspada terhadap berbagai ancaman bencana alam, mengingat perubahan cuaca akhir-akhir ini tidak menentu. Begitu dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotamobagu, Gulimat Mokoginta, saat dikonfirmasi zonabmr.com, Jumat (13/1).

“Kondisi cuaca pada saat ini tidak menentu, kadang terjadi hujan serta angin kencang dan kadang juga terjadi musim panas. Maka dari itu kami berharap setiap warga yang ada di wilayah Kotamobagu agar selalu waspada, karena bencana alam bisa terjadi kapan saja dan di mana saja tanpa kita ketahui,” kata Gulimat.

Meski belum terjadinya bencana seperti banjir dan tanah longsor di Kotamobagu tambah Gulimat, warga diminta tetap waspada jika terjadi hujan deras. “Bencana banjir dan tanah longsong akan menjadi ancaman di saat hujan, maka dari itu diharapkan kepada seluruh masyarakat yang ada agar harus tetap ekstra hati-hati,” ungkapnya.(ads/gito)

Awal 2017, Disdiknas Kotamobagu Giat Kunjungi Sekolah

ZONA KOTAMOBAGU – Di awal tahun 2017, Dinas Pendidikan Nasional (Disdiknas) Kotamobagu akan fokus pada permasalahan yang terjadi di sekolah. Permasalahan tersebut meliputi pembelajaran, peserta didik, sarana dan prasarana, guru dan tenaga kependidikan serta pengelolaan lingkungan sekolah.

Kepala Disdiknas Kotamobagu, Rukmi Simbala menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan kunjungan ke sekolah untuk melihat langsung fakta pelayanan yang diberikan penyelenggara pendidikan.

Selain itu, pihaknya juga akan menyerap informasi di sekolah dengan membangun komitmen yang kuat antar stakeholder pendidikan sehingga dapat bekerja sama dalam meningkatkan mutu pendidikan yang ada di Kotamobagu, serta memotivasi guru agar memberikan pelayanan optimal kepada siswa.

Kunjungan langsung yang dilakukan Rukmi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Mogolaing, mengatakan peserta didik berhak memperoleh layanan pendidikan yang baik dan bermutu. Sebab, Rukmi menilai masa depan anak merupakan tanggungjawab bersama khususnya para pendidik.

Terpisah, Sekretaris Disdiknas Kotamobagu Kadri Bangol, saat melakukan kunjungan ke SDN 1 Motoboi Kecil mengatakan, kunjungan ke sekolah merupakan salah satu kiat dari Disdiknas untuk membantu memecahkan permasalahan yang ada di sekolah.

“Permasalahan sekolah misalnya aspek sarana dan prasarana seperti meubiler sekolah (meja, kursi siswa dan guru ), mengingat saat ini di beberapa sekolah dinilai masih kurang layak dari jumlah maupun kualitasnya sehingga kami memprioritaskan kepada sekolah yang sangat membutuhkan,” ucap Kadri.

Sedangkan, Kabid Pendidikan Dasar, Rastono Sumardi, bersama Kepala Seksi PMPTK Ardi Datundungo SE, dalam kunjungannya ke SDN 1 Gogagoman mengatakan, untuk menciptakan pendidikan yang baik maka perlu ada peningkatan motivasi dan kopetensi guru. Rastono menilai guru merupakan ujung tombak pembangunan sumber daya manusia.

Sehingga, perlu ada apresiasi yang layak bagi guru yang berprestasi. Sedangkan guru kinerjanya masih kurang, perlu diberikan bimbing dan motivasi, serta diberikan pembekalan berupa diklat kompetensi guru.

“Yang berprestasi harus diberikan apresiasi. Yang kinerjanya masih kurang harus diberikan bimbingan. Sedangkan yang sudah tidak sanggup, diharap melapor untuk diganti oleh guru kontrak,” jelasRastono.(ads/gito)

Sekolah di Kotamobagu Mulai Terapkan Disiplin Guru

ZONA KOTAMOBAGU – Beberapa sekolah di Kotamobagu kini mulai menerapkan kedisiplinan kepada guru di lingkungan sekolah. Hal tersebut merupakan tindak lanjut atas pertemuan Kepala Sekolah Dasar se-Kotamobagu dengan Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Disdiknas) Kotamobagu bersama sejumlah jajarannya pada Rabu (11/01) lalu.

Kepala SDN 1 Mogolaing, Hj Hikmah Mongilong, Kamis (12/01) mengaku langsung menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut dengan menggelar rapat  bersama seluruh dewan guru.

“Sebagai tindak lanjut, kami menggelar rapat. Karena kedisiplinan di sekolah memang penting, baik kita selaku pimpinan, guru bahkan siswa untuk mengutamakan tanggungjawab serta menjunjung tinggi martabat dan disiplin kerja,” ucap Hikmah.

Sehingga, lanjut Hikmah, akan memberikan teguran dan pembinaan bagi guru yang kedapatan datang terlambat atau bolos kerja. “Akan ada sanksi bagi guru yang sering bolos dan datang terlambat masuk sekolah,” terangnya.

Pernyataan serupa juga diutarakan Kepala SDN 3 Kotamobagu. Kepada media ini, Kepala Sekolah mengatakan langsung menindaklanjuti hasil pertemuan dengan menggelar rapat bersama jajaran dewan guru.

Selain itu, pihak sekolaah juga menerapkan larangan kepada kantin sekolah menggunakan tempat makanan dan minuman berbahan plastik. Pihak sekolah menganggap tempat makanan yang terbuat dari plastik bisa menyebabkan gangguan kesehatan bagi siswa.(ads/gito)

Pagar SDN 2 Gogagoman Butuh Perbaikan

ZONA KOTAMOBAGU – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Gogaagoman, mengharapkan Dinas Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Kotamobagu agar bersedia memberikan bantuan berupa fasiilitas perbaikan pagar.

Kepala SDN 2 Gogagoman, Suliani Mokodompit mengatakan, saat ini pihak sekolah sangat membutuhkan bantuan fasilitas perbaikan pagar sekolah. Sebab, pagar yang di bangun sejak tahun 80-an tersebut sudah mengalami kerusakan dan belum pernah di perbaiki.

“Pagar di sekolah kami sudah sangat berumur, dan saya berharap dapat segera diperbaiki,” ucap Suliani saat diwawancarai, Kamis (12/1)

Akibat kerusakan pagar tersebut, lanjut Suliani, tak sedikit orang yang datang pada sore dan malam hari menggunakan sekolah sebagai tempat bermain. Sehingga tak heran jika pada keesokan harinya, kondisi sekolah menjadi kotor.

Sehinggaa, Suliani berharap agar perbaikan pagar sekolah dapat terealisi di tahun 2017. “Untuk itu pihak sekolah berharap agàr di tahun 2017 ini, sekolah kami dapat menjadi prioritas pemberian bantuan, salah satunya pperbaikan pagar,” tutupnya.(ads/gito)

Proses Hukum Kasus Cabul Mandek Bikin Resah Warga

Ilustrasi

ZONA KOTAMOBAGU – Berlikunya penanganan sejumlah kasus dugaan cabul yang berproses di meja penyidik Polres Bolmong membuat sejumlah warga merasa resah. Mereka makin tidak percaya dengan institusi kepolisian. Pasalnya, salah satu kasus dugaan cabul terhadap siswi PSG yang ditangani penyidik dinyatakan kurang bukti. Hal itu membuat proses hukumnya dinyatakan tidak dapat ditindaklanjuti. (Baca: Kurang Saksi, Kasus Dugaan Cabul Siswi PSG Mandek)

Tak hanya itu, ada juga kasus serupa yang menimpa gadis usia 14 tahun dan dilaporkan terhadap warga Molinow 18 Mei 2016 lalu di Polsek Kotamobagu, hingga kini mandek lantaran kurangnya bukti. Belum lagi kasus cabul siswi SD yang sempat menghebohkan warga ketika dilaporkan Maret 2015 lalu di Polres Bolmong oleh warga Kelurahan Matali, Kotamobagu Timur. Kasus itu pun hingga kini masih tertahan di meja penyidik Polres Bolmong.

“Iya, kasus yang menimpa anak kami ini panjang dan berliku. Segala upaya sudah dan terus kami lakukan. Namun ketika dilimpahkan, masih di-P19 (pengembalian berkas dari kejaksaan ke penyidik polres untuk dilengkapi) karena masih dibutuhkan ahli lagi katanya,” ucap Syamsul Masri, ayah siswi SD korban cabul, saat bersua zonabmr.com di kantor Koran Bolmong, Rabu (11/01).

Maraknya kasus cabul yang terus mencuat ke publik tersebut membuat sejumlah warga makin resah. Itu terlihat dari respon sejumlah netizen di akun sosial media yang makin takut jika harus melapor atau meminta pertolongan polisi ketika memperjuangkan haknya.

“Astaga, so musti hati-hati orang tua sekarang kalau anaknya di pegang-pegang. Jadi nda guna lapor polisi kalo nda ada saksi yang lia stow,” tulis Hendra warga Kotamobagu di akun sosial media Facebook, Kamis (12/01) kemarin.

Keresahan serupa diungkapkan Ardi, warga Moyag, Kotamobagu Timur. Menurutnya, mandeknya proses hukum dugaan cabul siswi PSG yang belakangan disorotan banyak kalangan, menjadi momok menakutkan bagi para pencari keadilan. “Kalau kasus bisa mandek begini. Ini menjadi tanda awas bagi orang tua yang punya anak perempuan,” ujarnya.(gito)