Beranda blog Halaman 696

Cuaca Kotamobagu Tidak Menentu, BPBD Minta Warga Waspada

ZONA KOTAMOBAGU – Warga Kotamobagu diminta untuk tetap waspada terhadap berbagai ancaman bencana alam, mengingat perubahan cuaca akhir-akhir ini tidak menentu. Begitu dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotamobagu, Gulimat Mokoginta, saat dikonfirmasi zonabmr.com, Jumat (13/1).

“Kondisi cuaca pada saat ini tidak menentu, kadang terjadi hujan serta angin kencang dan kadang juga terjadi musim panas. Maka dari itu kami berharap setiap warga yang ada di wilayah Kotamobagu agar selalu waspada, karena bencana alam bisa terjadi kapan saja dan di mana saja tanpa kita ketahui,” kata Gulimat.

Meski belum terjadinya bencana seperti banjir dan tanah longsor di Kotamobagu tambah Gulimat, warga diminta tetap waspada jika terjadi hujan deras. “Bencana banjir dan tanah longsong akan menjadi ancaman di saat hujan, maka dari itu diharapkan kepada seluruh masyarakat yang ada agar harus tetap ekstra hati-hati,” ungkapnya.(ads/gito)

Awal 2017, Disdiknas Kotamobagu Giat Kunjungi Sekolah

ZONA KOTAMOBAGU – Di awal tahun 2017, Dinas Pendidikan Nasional (Disdiknas) Kotamobagu akan fokus pada permasalahan yang terjadi di sekolah. Permasalahan tersebut meliputi pembelajaran, peserta didik, sarana dan prasarana, guru dan tenaga kependidikan serta pengelolaan lingkungan sekolah.

Kepala Disdiknas Kotamobagu, Rukmi Simbala menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan kunjungan ke sekolah untuk melihat langsung fakta pelayanan yang diberikan penyelenggara pendidikan.

Selain itu, pihaknya juga akan menyerap informasi di sekolah dengan membangun komitmen yang kuat antar stakeholder pendidikan sehingga dapat bekerja sama dalam meningkatkan mutu pendidikan yang ada di Kotamobagu, serta memotivasi guru agar memberikan pelayanan optimal kepada siswa.

Kunjungan langsung yang dilakukan Rukmi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Mogolaing, mengatakan peserta didik berhak memperoleh layanan pendidikan yang baik dan bermutu. Sebab, Rukmi menilai masa depan anak merupakan tanggungjawab bersama khususnya para pendidik.

Terpisah, Sekretaris Disdiknas Kotamobagu Kadri Bangol, saat melakukan kunjungan ke SDN 1 Motoboi Kecil mengatakan, kunjungan ke sekolah merupakan salah satu kiat dari Disdiknas untuk membantu memecahkan permasalahan yang ada di sekolah.

“Permasalahan sekolah misalnya aspek sarana dan prasarana seperti meubiler sekolah (meja, kursi siswa dan guru ), mengingat saat ini di beberapa sekolah dinilai masih kurang layak dari jumlah maupun kualitasnya sehingga kami memprioritaskan kepada sekolah yang sangat membutuhkan,” ucap Kadri.

Sedangkan, Kabid Pendidikan Dasar, Rastono Sumardi, bersama Kepala Seksi PMPTK Ardi Datundungo SE, dalam kunjungannya ke SDN 1 Gogagoman mengatakan, untuk menciptakan pendidikan yang baik maka perlu ada peningkatan motivasi dan kopetensi guru. Rastono menilai guru merupakan ujung tombak pembangunan sumber daya manusia.

Sehingga, perlu ada apresiasi yang layak bagi guru yang berprestasi. Sedangkan guru kinerjanya masih kurang, perlu diberikan bimbing dan motivasi, serta diberikan pembekalan berupa diklat kompetensi guru.

“Yang berprestasi harus diberikan apresiasi. Yang kinerjanya masih kurang harus diberikan bimbingan. Sedangkan yang sudah tidak sanggup, diharap melapor untuk diganti oleh guru kontrak,” jelasRastono.(ads/gito)

Sekolah di Kotamobagu Mulai Terapkan Disiplin Guru

ZONA KOTAMOBAGU – Beberapa sekolah di Kotamobagu kini mulai menerapkan kedisiplinan kepada guru di lingkungan sekolah. Hal tersebut merupakan tindak lanjut atas pertemuan Kepala Sekolah Dasar se-Kotamobagu dengan Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Disdiknas) Kotamobagu bersama sejumlah jajarannya pada Rabu (11/01) lalu.

Kepala SDN 1 Mogolaing, Hj Hikmah Mongilong, Kamis (12/01) mengaku langsung menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut dengan menggelar rapat  bersama seluruh dewan guru.

“Sebagai tindak lanjut, kami menggelar rapat. Karena kedisiplinan di sekolah memang penting, baik kita selaku pimpinan, guru bahkan siswa untuk mengutamakan tanggungjawab serta menjunjung tinggi martabat dan disiplin kerja,” ucap Hikmah.

Sehingga, lanjut Hikmah, akan memberikan teguran dan pembinaan bagi guru yang kedapatan datang terlambat atau bolos kerja. “Akan ada sanksi bagi guru yang sering bolos dan datang terlambat masuk sekolah,” terangnya.

Pernyataan serupa juga diutarakan Kepala SDN 3 Kotamobagu. Kepada media ini, Kepala Sekolah mengatakan langsung menindaklanjuti hasil pertemuan dengan menggelar rapat bersama jajaran dewan guru.

Selain itu, pihak sekolaah juga menerapkan larangan kepada kantin sekolah menggunakan tempat makanan dan minuman berbahan plastik. Pihak sekolah menganggap tempat makanan yang terbuat dari plastik bisa menyebabkan gangguan kesehatan bagi siswa.(ads/gito)

Pagar SDN 2 Gogagoman Butuh Perbaikan

ZONA KOTAMOBAGU – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Gogaagoman, mengharapkan Dinas Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Kotamobagu agar bersedia memberikan bantuan berupa fasiilitas perbaikan pagar.

Kepala SDN 2 Gogagoman, Suliani Mokodompit mengatakan, saat ini pihak sekolah sangat membutuhkan bantuan fasilitas perbaikan pagar sekolah. Sebab, pagar yang di bangun sejak tahun 80-an tersebut sudah mengalami kerusakan dan belum pernah di perbaiki.

“Pagar di sekolah kami sudah sangat berumur, dan saya berharap dapat segera diperbaiki,” ucap Suliani saat diwawancarai, Kamis (12/1)

Akibat kerusakan pagar tersebut, lanjut Suliani, tak sedikit orang yang datang pada sore dan malam hari menggunakan sekolah sebagai tempat bermain. Sehingga tak heran jika pada keesokan harinya, kondisi sekolah menjadi kotor.

Sehinggaa, Suliani berharap agar perbaikan pagar sekolah dapat terealisi di tahun 2017. “Untuk itu pihak sekolah berharap agàr di tahun 2017 ini, sekolah kami dapat menjadi prioritas pemberian bantuan, salah satunya pperbaikan pagar,” tutupnya.(ads/gito)

Proses Hukum Kasus Cabul Mandek Bikin Resah Warga

Ilustrasi

ZONA KOTAMOBAGU – Berlikunya penanganan sejumlah kasus dugaan cabul yang berproses di meja penyidik Polres Bolmong membuat sejumlah warga merasa resah. Mereka makin tidak percaya dengan institusi kepolisian. Pasalnya, salah satu kasus dugaan cabul terhadap siswi PSG yang ditangani penyidik dinyatakan kurang bukti. Hal itu membuat proses hukumnya dinyatakan tidak dapat ditindaklanjuti. (Baca: Kurang Saksi, Kasus Dugaan Cabul Siswi PSG Mandek)

Tak hanya itu, ada juga kasus serupa yang menimpa gadis usia 14 tahun dan dilaporkan terhadap warga Molinow 18 Mei 2016 lalu di Polsek Kotamobagu, hingga kini mandek lantaran kurangnya bukti. Belum lagi kasus cabul siswi SD yang sempat menghebohkan warga ketika dilaporkan Maret 2015 lalu di Polres Bolmong oleh warga Kelurahan Matali, Kotamobagu Timur. Kasus itu pun hingga kini masih tertahan di meja penyidik Polres Bolmong.

“Iya, kasus yang menimpa anak kami ini panjang dan berliku. Segala upaya sudah dan terus kami lakukan. Namun ketika dilimpahkan, masih di-P19 (pengembalian berkas dari kejaksaan ke penyidik polres untuk dilengkapi) karena masih dibutuhkan ahli lagi katanya,” ucap Syamsul Masri, ayah siswi SD korban cabul, saat bersua zonabmr.com di kantor Koran Bolmong, Rabu (11/01).

Maraknya kasus cabul yang terus mencuat ke publik tersebut membuat sejumlah warga makin resah. Itu terlihat dari respon sejumlah netizen di akun sosial media yang makin takut jika harus melapor atau meminta pertolongan polisi ketika memperjuangkan haknya.

“Astaga, so musti hati-hati orang tua sekarang kalau anaknya di pegang-pegang. Jadi nda guna lapor polisi kalo nda ada saksi yang lia stow,” tulis Hendra warga Kotamobagu di akun sosial media Facebook, Kamis (12/01) kemarin.

Keresahan serupa diungkapkan Ardi, warga Moyag, Kotamobagu Timur. Menurutnya, mandeknya proses hukum dugaan cabul siswi PSG yang belakangan disorotan banyak kalangan, menjadi momok menakutkan bagi para pencari keadilan. “Kalau kasus bisa mandek begini. Ini menjadi tanda awas bagi orang tua yang punya anak perempuan,” ujarnya.(gito)

Kurang Saksi, Kasus Dugaan Cabul Siswi PSG Mandek

ZONA KOTAMOBAGU – Setelah melewati serangkaian pemeriksaan belasan saksi hingga meminta keterangan ahli pidana, penanganan kasus dugaan cabul siswi PSG yang melibatkan MM alias Asoi dinyatakan belum dapat ditindaklanjuti penyidik Polres Bolmong.

Hal itu sebagaimana disampaikan Eldy Noerdin, kuasa hukum keluarga korban, Kamis (12/12) siang tadi. “Surat pemberitahuan perkembangan kasus sudah diterima keluarga korban. Intinya penyidik menyatakan proses perkara belum bisa ditindaklanjuti,” katanya.

Eldy mengaku heran dengan alasan surat penyidik Polres Bolmong tersebut. “Luar biasa isinya kawan. Intinya penyidik beralasan belum ditemukan saksi-saksi yang melihat perbuatan terlapor,” sebutnya.

Alasan penyidik tersebut, tambah Eldy, sama artinya Polres Bolmong mengaku butuh saksi yang melihat perbuatan cabul itu selain saksi anak terduga korban. “Kira-kira, ada tidak pelaku cabul yang melakukan aksinya secara terbuka? Aneh kan,” ujarnya.

Ia pun mengaku bersama keluarga korban dan beberapa tim advokasi korban tengah mematangkan dokumen laporan, ”Iya tinggal dirampungkan. Kami sudah mengagendakan laporan ke pusat antaranya ke Mabes Polri. Intinya semua pihak terkait kami adukan soal masalah ini,” tutur Eldy.

Dirinya lanjut meminta dukungan seluruh masyarakat, terkhusus bagi mereka yang merasa ada perlakuan tak berkeadilan dari aparat, “Jangan sungkan buka suara bersama. Kami sudah menerima beberapa aduan dan ini jadi perhatian serius kami,” pungkasnya.(gito)

Pemkot Siapkan Insentif Pelatih Semua Cabang Olahraga

 

Tony Ponongoa

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotamobagu memberikan perhatian yang besar bagi para pelatih di semua cabang olahraga. Mulai 2017, Dispora sudah menganggarkan insentif bagi pelatih.

“Setiap pelatih diberikan insentif sebesar Rp3 juta per tiga bulan,” kata Tony Ponongoa, Kepala Dispora Kotamobagu, di aula kantor Wali Kota, Kamis pekan lalu.

Pelatih yang mendapat insentif tersebut harus memiliki lisensi sebagai pelatih. “Mereka juga harus memasukan program latihan serta memiliki anak didik,” tambahnya.

Tony berharap, olahraga di Kota Kotamobagu akan semakin berkembang dan mampu  berprestasi di tingkat yang lebih tinggi. Semua pelatih cabang olahraga nanti akan dikumpulkan untuk membicarakan program-program kegiatan pelatihan setiap cabang.(gito)

Faisol: Pilkada Bolmong Dipastikan Kondusif

ZONA HUKRIM – Dalam tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Kapolres Bolmong AKBP Faisol Wahyudi SIK mengatakan hingga kini situasi keamanan tetap terjaga dan kondusif.

“Alhamdulilah hingga saat ini situasi keamanan tetap kondusif. Kegiatan pemeliharaan Kamtibmas untuk mencegah terjadinya tindak pidana terus kami lakukan,” kata Faisol saat diwawancari zonabmr.com, Kamis (12/1).

Pihaknya, lanjut Faisol, menyampaikan permohonan maaf  kepada seluruh masyarakat jika terganggu dengan adanya kegiatan kepolisian dalam pengamanan Pilkada pada 15 Februari 2017 mendatang.

“Ini semata-mata dilakukan demi menghindarkan masyarakat saya dari korban kejahatan,” kata Faisol.

Jika ada oknum-oknum yang dengan sengaja melakukan pelanggaran Kamtibmas di wilayah hukum Polres Bolmong, maka pihaknya akan menindak tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Jika ada yang melanggar kegiatan, penegakan hukum akan dilakukan,” tegas mantan Kapolres Sangihe ini.(gito)

Polres Bolmong Raih Penghargaan Bidang Lalu Lintas

ZONA HUKRIM – Prestasi terus diukir Kepolisian Resor (Polres) Bolaang Mongondow (Bolmong) dalam melaksanakan tugasnya sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat. Sebagaimana yang terkini, Polres yang membawahi wilayah hukum di empat kabupaten dan satu kota ini, meraih prestasi di bidang lalu lintas.

Prestasi khususnya dalam Satuan lalu lintas Polres Bolmong, karena dianggap mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Penilaian atas keberhasilan disampaikan di Polda Sulut dan diumumkan pada saat Rakor Kapolda Sulut dengan pejabat utama serta seluruh Kapolres Jajaran Polda Sulawesi Utara, Kamis (12/12) siang tadi.

Atas Prestasi ini Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Drs Bambang Waskito memberikan penghargaan kepada Kapolres Bolmong AKBP Faisol Wahyudi SIK di Rupatama Polda Sulut.

Kapolres Bolmong AKBP Faisol Wahyudi saat dikonfirmasi  mengatakan salut dan bangga atas pencapaian tersebut. Hendaknya prestasi itu menjadikan motivasi dan penyemangat bagi Satuan Lalu lintas khususnya dan Polres Bolmong pada umumnya,

“Ini berkat kerja keras semua anggota di jajaran Polres Bolmong. Saya berharap ke depan dapat lebih ditingkatkan dalan rangka menjawab segala harapan masyarakat kepada Polri,” harapnya.

Kasat Lantas AKP Romel Ch. Pontoh, mengatakan apa yang telah dicapai adalah berkat dukungan dari semua pihak. “Ini berkast dukungan semua pihak, terutama masyarakat pengguna jalan yang semakin taat dalan berlalu lintas dengan tetap mengutamakan keselamatan.”

“Kami hanya menjalankan tugas dan kewajiban kami sebagai pengemban fungsi Lalu lintas. Tetapi ini semua juga berkat arahan dan petunjuk dari pimpinan,” tutup Romel.(gito)

Rukmi: Guru Kotrak Harus Diberdayakan Sesuai Tupoksi

ZONA KOTAMOBAGU – Kepala Dinas Pendidikan Kotamobagu, Rukmi Simbala, menegaskan setiap guru kontrak sekolah di wilayah Kotamobagu harus diberdayakan sesuai dengan tugas mereka, bukan diberdayakan untuk hal lain.

“Guru kontrak harus diberdayakan sesuai dengan kontrak mereka,” kata Rukmi dalam rapat seluruh kepala sekolah se-Kotamobagu di Aula dinas pendidikan.

Dikatakan, bardasarkan hasil pemantauan pihaknya, masih ada guru kontrak yang diberdayakan tidak sesuai dengan kontrak mereka. “Kotamobagu saat ini sangat kekurangan tenaga guru,” ujar Rukmi.

Maka dari itu tambah Rukmi, diharapkan tenaga guru yang ada hurus benar- benar diberdayakan sesuai dengan Tupoksinya. “Kami akan lakukan pengawasan di setiap sekolah yang ada di Kotamobagu,” ujar Rukmi.(ads/gito)