Pemkab Boltim Gelar Konsultasi Publik Penyusunan Rancangan Awal Renja 2023

339

ZONA BOLTIM– Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menggelar kegiatan Konsultasi Publik Penyusunan Rancangan Awal, Rencana Kerja (Renja) Tahun 2023, Selasa (8/2) kemarin.

Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Bupati Boltim ini, dibuka Asisten II Setkab Boltim, MR Alung mewakili Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, M.Si.

Membacakan sambutan bupati, MR Alung menyampaikan, bahwa penyelenggaraan forum ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab dari seluruh jajaran pemerintah terhadap keberlangsungan proses pembangunan di Kabupaten Boltim.

“Diharapkan melalui kegiatan ini dapat dirumuskan rencana kerja pembangunan daerah Kabupaten Boltim ke depan, ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Dikatakan, penyelenggaraan konsultasi publik ini juga sebagai rangkaian tahapan proses penyusunan rancangan awal rencana kerja pemerintah daerah dengan mengusung tema pembangunan tahun 2023, yakni Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan budaya dan pariwisata serta keberlanjutan pembangunan infrastruktur pelayanan dasar.

“RKPD merupakan tindak lanjut dan penjabaran dari visi, misi dan program kepala daerah yang memuat tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan, pembangunan daerah dan keuangan daerah, serta program perangkat daerah dan lintas perangkat daerah yang disertai dengan kerangka pendanaan bersifat indikatif untuk jangka waktu 1 tahun,” terangnya.

Ia pun mengingatkan dalam menyusun semua dokumen perencanaan pembangunan, terlebih dahulu harus memahami mekanisme dan prosedur yang ada sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Sehingga kita dapat menyusun suatu perencanaan pembangunan yang efektif, dan efisien, terukur dengan menganalisis dan mengevaluasi tingkat pencapaian yang telah berhasil diraih dan target yang belum tercapai pada tahun atau periode sebelumnya,” tegasnya.

Ditambahkannya, dalam penyusunan dokumen Renja tahun ini, harus dipastikan dilakukan secara terukur, juga harus komprehensif dan partisipatif.

“Komprehensif artinya dilakukan dengan mengindentifikasi potensi dan permasalahan-permasalahan pembangunan daerah di segala bidang, termasuk prioritas perencanaan semua bidang berkenaan dengan pencapaian visi misi yang sudah ditetapkan dan ditegaskan dalam dokumen RPJMD. Partisipatif artinya masyarakat bukan hanya dijadikan sebagai objek tetapi menjadi subjek dalam perencanaan pembangunan,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Priyamos SH.MM, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda), Jems Kinontoa dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Boltim. (*/guf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here