
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Di bawah langit cerah Lapangan Aruman, Kelurahan Motoboi Kecil, semangat muda terpancar dari wajah-wajah para pemain Tim Soeratin U-15 Kota Kotamobagu.
Hari itu menjadi momen yang tak akan mudah dilupakan, saat Ketua Askot PSSI Kotamobagu, Michael Sholat Bibisa (MSB), secara resmi melepas keberangkatan tim menuju ajang bergengsi Piala Soeratin U-15 Zona Sulawesi Utara (Sulut) 2025 di Kota Manado.
Dalam suasana yang hangat dan penuh harapan, MSB menyampaikan pesan khusus kepada para pemain muda yang akan membawa nama Kota Kotamobagu di kancah sepak bola regional.
Ia menekankan bahwa keberhasilan dalam turnamen bukan hanya soal teknik dan strategi, tetapi juga tentang semangat juang, kedisiplinan, dan sikap sportivitas yang harus dijunjung tinggi sejak peluit pertama dibunyikan.
“Targetnya juara, itu yang pasti,” ujar MSB dengan penuh keyakinan.
Ia mengingatkan bahwa hal tersebut bukan sekadar harapan, tapi juga janji yang telah diucapkan oleh pelatih dan manajemen tim. Menurutnya, dengan kerja keras yang telah dilakukan selama masa persiapan, sudah sewajarnya jika target juara menjadi tujuan yang realistis.
Lebih jauh, Michael menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh yang diberikan oleh berbagai pihak.
Ia menyoroti peran penting Pemerintah Kota Kotamobagu, pengurus PSSI setempat, hingga para orang tua pemain yang telah menjadi penyemangat sekaligus penopang utama dalam proses pembinaan dan persiapan tim.
“Semua pihak telah bekerja sama, saling menopang demi hasil terbaik. Dengan dukungan seperti ini, saya optimis tim kita mampu mencapai target juara,” ujarnya.
Acara pelepasan berlangsung sederhana namun penuh makna.
Satu per satu pemain tampak memantapkan tekad mereka, menyerap pesan-pesan semangat yang disampaikan.
Tak sedikit pula orang tua yang tampak haru, menyaksikan buah hati mereka bersiap menapaki panggung yang lebih besar dalam dunia sepak bola.
Tim Soeratin U-15 Kota Kotamobagu bukan hanya sekadar tim sepak bola. Mereka adalah simbol harapan baru, generasi penerus yang membawa semangat dan kebanggaan daerah.
Dengan doa, dukungan, dan kerja keras yang menyertai, mereka kini melangkah ke Manado, membawa misi mulia: membuktikan bahwa mimpi menjadi juara bukanlah sesuatu yang mustahil.






