
Bolmong, ZONABMR.COM — Ribuan anggota Barisan Garda Adat Terdepan (Brigade) Bogani Dumoga Tenggara resmi dikukuhkan dalam sebuah deklarasi meriah yang digelar di Lapangan Konarom, Ahad, 16 November 2025.
Di balik gegap gempita acara tersebut, perhatian publik tertuju pada sosok Revan Saputra Bangsawan (RSB) yang kini mengemban amanah sebagai Dewan Penasehat Brigade Bogani Dumoga Tenggara.
Panglima Brigade, Zainul Armyn Lantong, dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan deklarasi yang disebutnya sebagai salah satu yang paling spektakuler.
Ia menegaskan, struktur Brigade Bogani yang dikukuhkan hari itu merupakan perwakilan dari 10 desa se-Kecamatan Dumoga Tenggara.
Namun sorotan utama datang dari pandangan RSB yang menegaskan bahwa kehadiran Brigade Bogani bukan sekadar formalitas organisasi, tetapi harus menjadi kekuatan sosial yang selaras dengan arah pembangunan daerah.
“Kepengurusan Brigade Bogani Dumoga Tenggara memiliki visi dan misi yang selaras dengan program pemerintah. Kami berharap Brigade Bogani dapat terus eksis, hadir untuk masyarakat, dan menjadi bagian dari penjaga stabilitas keamanan daerah,” tegas RSB.
Menurut RSB, seorang anggota Brigade Bogani harus memegang empat karakter dasar yang menjadi identitas budaya dan etika masyarakat adat, yakni Mokodotol, Mokorakup, Mokoanga bo Mokodia.
Keempat karakter ini, kata dia, menjadi fondasi moral yang harus selalu melekat pada setiap gerakan dan aktivitas Brigade Bogani.
Ia juga mengungkapkan bahwa pengukuhan di Dumoga Tenggara bukan yang terakhir.
“Kegiatan serupa sebelumnya sudah dilaksanakan di tiga kecamatan lainnya, dan dalam waktu dekat pelantikan kepengurusan akan kembali digelar,” tutup RSB.
Dengan masuknya RSB sebagai Dewan Penasehat, Brigade Bogani Dumoga Tenggara menegaskan langkahnya sebagai organisasi adat yang tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga memiliki arah dan nilai yang jelas dalam mendukung stabilitas daerah.






