Kunjungan Adriana Charlotte Dondokambey di Bolmong Raya, dari Warung Rakyat hingga Sorotan Krisis Literasi

51
Kunjungan Adriana Charlotte Dondokambey di Bolmong Raya, dari Warung Rakyat hingga Sorotan Krisis Literasi
Kunjungan Adriana Charlotte Dondokambey di Bolmong Raya, dari Warung Rakyat hingga Sorotan Krisis Literasi (Foto: Adr)

 

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Asap tipis dari bara ikan bakar mengepul pelan di sudut warung makan di Kelurahan Kotobangon Kecamatan Kotamobagu Timur. Meja kayu dengan beralaskan taplak PVC, kursi plastik, dan suara percakapan warga yang mengalir apa adanya.

Di tempat itu, Senin (30/03/2026) malam, tanpa sekat, tanpa jarak, Anggota Komite III DPD RI Dapil Sulawesi Utara, Dra. Adriana Charlotte Dondokambey M.SI, duduk santai menikmati hidangan.

Tak ada protokoler berlebihan. Tak ada batas antara pejabat dan masyarakat. Hanya percakapan hangat di tengah aroma ikan bakar, potret kesederhanaan yang justru terasa kuat dan jujur.

Disela makan malam bersama zonabmr.com dan sejumlah awak media, Adriana menjelaskan kehadirannya di Bolaang Mongondow Raya merupakan bagian dari kunjungan kerja sejak 25 hingga 29 Maret 2026.

Namun kunjungan ini tak berhenti pada agenda formal.

Beberapa hari sebelumnya, ia turun langsung membagikan Al-Qur’an dan perlengkapan salat di Kabupaten Bolaang Mongondow. Baginya, pembangunan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga spiritual generasi muda.

Anggota Komite III DPD RI, Adriana Charlotte Dondokambey saat Menyerahkan Bantuan Al-quran dan Peralatan Salat di Desa Ikhwan (Foto: Adr)

“Kita ingin anak-anak kita tidak hanya cerdas, tapi juga punya pegangan hidup. Kalau mereka dekat dengan nilai agama, mereka akan lebih kuat menghadapi pengaruh negatif,” ujarnya.

Di sisi lain, Adriana juga menghadiri event karapan sapi di Desa Ikhwan, sebagai bagian dari tugas Komite III DPD RI dalam mendorong sektor pariwisata.

Menurutnya, potensi budaya lokal seperti itu harus dikembangkan dan dipromosikan sebagai kekuatan ekonomi daerah.

Namun di balik agenda pariwisata dan sosial, Adriana justru menyoroti persoalan mendasar yakni rendahnya minat baca.

Data menunjukkan, minat baca masyarakat Sulawesi Utara masih tertinggal. Sulut berada di posisi ke-22 secara nasional dengan skor 68,44, sementara indeks literasi disebut berada di kisaran 22 persen. Angka yang menjadi alarm serius bagi masa depan generasi.

“Kalau minat baca kita rendah, maka daya pikir kita juga ikut melemah. Kita akan jadi generasi yang cepat puas dengan informasi dangkal, padahal ke depan kita dituntut berpikir lebih dalam,” tegasnya.

Ia pun mendorong langkah konkret dengan menghadirkan perpustakaan di setiap desa dan kelurahan.

“Saya ingin tidak ada lagi desa tanpa perpustakaan. Dari situlah peradaban dimulai. Kalau sudah ada, bantuan buku akan lebih mudah kita dorong,” katanya.

Selain itu, ia juga mengusulkan penerapan hari khusus berbahasa daerah di sekolah-sekolah di Bolmong Raya.

Menurutnya, literasi tidak hanya soal membaca buku, tetapi juga menjaga identitas budaya.

“Kalau bahasa daerah hilang, kita kehilangan jati diri. Literasi itu juga tentang memahami siapa kita,” ujarnya.

Dalam rekam jejaknya, Adriana aktif mendorong kegiatan sosial dan pendidikan sejak menjabat sebagai anggota DPR RI, mulai dari bantuan keagamaan hingga dukungan penguatan sumber daya manusia. Kini di DPD RI, fokus itu ia lanjutkan melalui penguatan literasi, budaya, dan pariwisata.

Suasana warung yang merakyat itu pun meninggalkan kesan bagi warga yang berada di lokasi.

Salah satunya, Wawan Ginoga, yang mengaku hanya sempat melihat dari kejauhan, tanpa bertegur sapa langsung dengan Adriana.

Meski begitu, kesan yang ditangkapnya cukup kuat.

“Memang tidak sempat menyapa langsung, tapi saya lihat sendiri bagaimana Ibu Adriana makan di tempat yang merakyat seperti ini. Itu jarang dilakukan pejabat,” ujarnya.

Menurut Wawan, sikap tersebut menunjukkan bahwa Adriana tidak menjaga jarak dengan masyarakat.

“Walaupun hanya lihat dari jauh, tapi kelihatan beliau tidak pilih-pilih tempat dan bisa menyatu dengan suasana,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kotamobagu, , Dr. Henny Kaseger, S.Kep., M.Kes., yang turut mendampingi, menyatakan kesiapan untuk mengawal berbagai program yang dibawa Adriana.

“Kami siap bersinergi dalam pengembangan pariwisata, kebudayaan, dan peningkatan minat literasi di Kotamobagu,” singkat Henny yang juga merupakan anggota DPRD Kotamobagu.

Di warung makan yang merakyat itu, di antara asap ikan bakar dan obrolan ringan warga, satu pesan besar mengemuka; Bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang bagaimana generasi dibentuk, untuk membaca, berpikir, dan memahami masa depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here