Beranda blog Halaman 11

Tim Akuatik Kotamobagu Tegaskan Dominasi di Porprov Sulut XII, Meski Dibayangi Dugaan Perlakuan Diskriminatif Panpel

Tim Kotamobagu Berhasil Memuncaki Klasemen Cabor Akuatik (Foto: Akuatik Indonesia Kotamobagu)

Manado, ZONABMR.COM — Di tengah dugaan perlakuan diskriminatif, tim Akuatik Kotamobagu justru tampil semakin menyala di hari terakhir Porprov Sulut XII, Ahad, 23 November 2025, kemarin.

Para atlet kebanggaan Kota Kotamobagu kembali menambah pundi medali dan mengunci dominasi yang telah mereka perlihatkan sejak hari pertama.

Di Kolam Renang Tirto Sagoro 09 Danlantamal VIII Koarmada II, Kairagi, berbagai tekanan dan kejanggalan tak mampu menghentikan laju skuad akuatik Kotamobagu.

Hari ketiga kembali ditutup dengan 1 medali emas dan 3 perak.

Emas melalui Muh Taufik Hidayat Mokodompit di 100m gaya dada putra, serta tiga perak masing-masing dari Stevani Neva Celia Laoh (100m gaya dada putri), Zevanya In Cristo Tambuwun (50m gaya dada putra), dan Agista Aisya Tunggali (50m gaya bebas putri).

Secara keseluruhan, tim akuatik Kotamobagu menuntaskan Porprov dengan total 6 medali emas 7 Perak, sekali lagi menegaskan bahwa Kotamobagu merupakan salah satu kekuatan paling stabil dan menonjol di arena air gelaran Porprov tahun ini.

Taufik menutup dengan 3 emas dan 1 perak, Ni Putu Widyaningsih 2 emas dan 1 perak, Agista 1 emas dan 1 perak, sementara Zevanya 3 perak dan Stevani masing-masing mempersembahkan satu perak.

Namun prestasi gemilang itu dibayangi badai kontroversi. Dugaan perlakuan diskriminatif oleh Technical Delegate (TD) Wiwi Akub mencuat setelah pemberitaan ZONABMR.COM berjudul “Dibatasi Regulasi, Kotamobagu Tetap Menghantam Podium Akuatik Porprov Sulut XII!” yang tayang Sabtu, 22 November 2025.

Berita tersebut diduga menjadi pemicu perlakuan berbeda terhadap kontingen Kotamobagu.

Bahkan membuat pertandingan molor dari jadwal pukul 08.00 WITA menjadi pukul 10.00 WITA. Hukuman pun sempat dijatuhkan, di mana Kotamobagu hanya diizinkan mengutus satu dari dua atlet yang lolos babak final, sementara daerah lain tidak mendapat perlakuan serupa.

Ketua Akuatik Kotamobagu, Aisya Christine Bibisa, mengaku perlakuan tersebut membuat ia kecewa, karena menurutnya tindakan dari TD Wiwi Akub itu tidak fair dan tidak berdasar, bahkan merugikan Atlet.

“Meski siangnya hukuman itu dibatalkan, tapi atlet kami An. Ni Putu Widyaningsih yang akan turun dinomor pertandingan 50m gaya bebas putri, tidak jadi bertanding. Dikarenakan, saat mendapat diskriminasi dengan hukuman itu, kami dengan berat hati harus memilih atlet dengan catatan waktu terbaik di penyisihan,” keluh Christine.

Sayangnya, saat hukuman itu akhirnya dibatalkan karena protes keras, atlet yang awalnya tidak diizinkan ikut putaran final terlanjur datang ke venue tanpa persiapan.

“Dia datang dengan niat untuk memberi support rekannya, jadi tanpa persiapan sama sekali. Sementara perlombaan akan segera dimulai,” sesal Christine.

Christine pun mempertanyakan sikap dari TD Wiwi Akub, yang memberikan hukuman pada tim akuatik Kotamobagu dengan alasan yang tidak jelas.

“Kalau karena pemberitaan, pertanyaannya, statement saya yang mana yang memojokkan panitia? Tidak ada! Dalam berita pun jelas jurnalis tidak mengubah statement saya. Jelas di situ, kami menerima aturan panitia. Kejadian ini sangat merugikan kami,” tegas Christine.

Namun mental juara atlet Kotamobagu tidak luntur sedikit pun.

“Ketika atlet tetap berjuang meski halangan datang bertubi-tubi, di situlah terlihat mental seorang pemenang. The Winners! Saya bangga sekali dengan mereka,” ujar Christine.

Christine juga menegaskan bahwa para atlet yang belum meraih medali tetap layak diapresiasi, di antaranya Ryuzaki Al Aqsa Mokodompit, Gisel Felicia Panungkelan, Muh Rizan Fauzi Tunggali, dan Carisa Magdalena Lamongi.

“Semangat pantang menyerah mereka membuat saya terharu. Segala halangan tak membuat mereka surut, justru menjadi pemicu untuk tampil lebih baik dari target,” ungkapnya.

Cerita Tak Mengenakkan Menimpa Tim Kotamobagu di Porprov Sulut XII (Foto: Udi)

Namun pengalungan medali tak serta-merta meredam gelombang kekecewaan atas dugaan diskriminasi tersebut.

Staf Khusus Wali Kota Kotamobagu Bidang Informasi, sekaligus jurnalis berkompetensi utama, Supardi Bado, menilai pemberitaan ZONABMR.COM tidak bermasalah jika itu yang dijadikan dasar panitia menjatuhkan hukuman.

“Pemberitaan sudah proporsional. Mungkin panitia saja yang terlalu sensitif,” katanya.

Pengamat olahraga sekaligus jurnalis senior, Hairil Paputungan, turut mempertanyakan.

“Renang itu cabor Olympic. Aturannya harus mengacu ke IOC dan World Aquatic. Kalau ada aturan mendadak berbeda di level Porprov, wajar itu dipertanyakan. Kenapa saat diberi saran tidak mau menerima?” tanyanya.

Terkait dugaan perlakuan diskriminatif yang melibatkan ZONABMR.COM. Tim redaksi segera bergerak cepat dengan berkali-kali mencoba menghubungi TD Wiwi Akub sejak Ahad, 23 November, malam hingga Senin, 24 November, pagi, namun tidak direspon.

TD Wiwi Akub akhirnya memberi respon, dengan membalas melalui pesan WA pada pukul 11.29 WITA.

Dikatakan Wiwi Akub dalam pesan WA, itu teguran kepada official akuatik Kotamobagu. Karena ternyata selama ini tidak pernah menginfokan seluruh hasil technical meeting dan info-info dari rapat ke Ketua Akuatik Kotamobagu.

Bahkan, lanjut Wiwi Akub dalam chat-nya, THB (Technical Handbook) juga tidak pernah diteruskan ke Ketua Akuatik.

“Tapi pada saat pelaksanaan tetap dilaksanakan seperti biasa. Punishment tidak dilakukan. Pertandingan sudah selesai, semua aman, lancar,” kilahnya.

Sayangnya, saat dimintai klarifikasi terkait benar tidaknya dugaan hukuman itu terkait dengan pemberitaan, Wiwi Akub lagi-lagi tetap tidak mau mengangkat panggilan telepon.

Ia hanya membalas lewat chat, untuk lebih lanjut mengklarifikasi ke Sekretaris Akuatik Sulut Jimmy Rorintulus.

Tanggapan lain juga datang dari Organisasi pers Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Kotamobagu.

“Kami dari Projurnalis Media Siber Kotamobagu sangat menyayangkan kejadian yang menyebabkan atlet Akuatik Kotamobagu tidak dapat tampil maksimal karena sebelumnya diinformasikan tidak turun dalam lomba. Meski telah dicabut sanksi bagi atlet dan bisa turun gelanggang namun telah memberi dampak negatif bagi atlet,” ucap Ketua PJS Kotamobagu, Ridwan Kalaw.

Jika dugaan diskriminasi diakibatkan oleh pemberitaan, lanjut Ridwan, maka PJS Kotamobagu pun sangat menyayangkan sikap tidak profesional panpel.

“Ini harus diusut hingga tuntas. KONI Sulut dan KONI Kotamobagu juga harus menyeriusi persoalan ini. Jika terbukti maka panitia cabor akuatik harus diberi sanksi keras karena menyebabkan kerugian bagi atlet dan bisa disimpulkan panitia akuatik belum bisa menangani event sekelas Porprov. Ini merupakan kemunduran bagi pelaksanaan Porprov khususnya di cabang akuatik.”

Satpol PP Kotamobagu Keluarkan Imbauan Cegah Perilaku Menyimpang

Satpol PP Kotamobagu Keluarkan Imbauan Cegah Perilaku Menyimpang
Satpol PP Kotamobagu Keluarkan Imbauan Cegah Perilaku Menyimpang

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta berperan aktif mencegah perilaku menyimpang yang bertentangan dengan nilai agama, adat, budaya, dan norma sosial. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketentraman umum sekaligus pembinaan moral masyarakat.

Kepala Satpol PP Kota Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, menegaskan bahwa imbauan tersebut ditujukan untuk melindungi generasi muda dari pengaruh negatif pergaulan bebas dan paparan konten digital yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

“Pengawasan terhadap generasi muda bukan hanya tugas sekolah atau pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama orang tua, keluarga, dan lingkungan,” ujar Sahaya, Senin (24/11/2025).

Menurutnya, indikasi penyebaran konten dan ajakan yang mengarah pada perilaku menyimpang mulai terlihat di media sosial maupun pergaulan sehari-hari. Karena itu, Satpol PP tidak hanya menjalankan fungsi penegakan perda, tetapi juga pembinaan sosial.

“Ini bukan upaya mendiskriminasi, melainkan langkah perlindungan agar generasi muda tidak terjerumus pada risiko sosial dan kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kotamobagu, Noval Manoppo, menilai perilaku menyimpang di kalangan remaja berpotensi menimbulkan dampak sosial jangka panjang, mulai dari degradasi nilai moral hingga gangguan psikologis dan kekerasan.

“Banyak persoalan sosial berawal dari lemahnya pengawasan keluarga dan pergaulan yang tidak terarah. Pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dibanding penanganan ketika masalah sudah terjadi,” jelas Noval.

Melalui imbauan ini, pemerintah mengajak masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga, mengawasi aktivitas media sosial anak dan remaja, menghidupkan pendidikan agama dan budaya, serta mengoptimalkan peran tokoh agama dan tokoh masyarakat. Masyarakat juga diminta tidak ragu melaporkan aktivitas yang mengarah pada perilaku menyimpang kepada Satpol PP atau pemerintah setempat.

Di akhir pernyataannya, Sahaya menegaskan komitmen Satpol PP dalam menjaga Kotamobagu tetap aman dan bermartabat. “Mari bersama melindungi generasi muda dari dampak negatif modernisasi yang tidak sejalan dengan nilai dan kultur kita,” pungkasnya.

Dibatasi Regulasi, Kotamobagu Tetap Menghantam Podium Akuatik Porprov Sulut XII!

Dibatasi Regulasi, Kotamobagu Tetap Menghantam Podium Akuatik Porprov Sulut XII!
Dibatasi Regulasi, Kotamobagu Tetap Menghantam Podium Akuatik Porprov Sulut XII! (Foto: Udi/Akuatik Kotamobagu)

Manado, ZONABMR.COM — Regulasi ketat yang membatasi jumlah atlet penerima medali tiap daerah di cabor akuatik Porprov Sulut XII, tidak mampu menghentikan laju para atlet renang Kotamobagu.

Alih-alih surut, para perenang Kotamobagu justru tampil ganas di Kolam Renang Tirto Sagoro 09 Danlantamal VIII Koarmada II, Kairagi, Sabtu, 22 November 2025, dengan banjir medali yang kembali mengguncang arena.

Hari kedua mencatatkan torehan spektakuler 2 emas dan 4 perak.

Yang masing-masing diraih oleh:

Perak 100m gaya bebas putra — Muh. Taufik Hidayat Mokodompit

Emas 100m gaya bebas putri — Ni Puti Widyaningsih

Perak 50m gaya punggung putra — Zefanya In Crist Tambuwun

Perak 50m gaya punggung putri — Ni Puti Widyaningsih

Perak 50m gaya kupu-kupu putra — Zefanya In Cristp Tambuwun

Emas 50m gaya kupu-kupu putri — Agista Aisya Tunggali

Perak 50m gaya kupu-kupu putri — Ni Puti Widyaningsih

Dengan hasil ini, total sementara akuatik Kotamobagu mengoleksi 5 emas dan 4 perak, kukuh di posisi teratas klasemen cabor akuatik Porprov Sulut XII.

Sosok yang mencuri perhatian adalah Agista Aisya Tunggali, perenang belia pemilik emas 50m gaya kupu-kupu putri yang masih duduk di kelas 6 MI Alkhairat Mogolaing. Talenta muda yang memperlihatkan kapasitas atlet masa depan.

Pelatih renang Kotamobagu, Noldy Tambuwun, menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pendukung.

Support dari Ketua Akuatik Kotamobagu, Aisya Christine Bibisa, luar biasa. Demikian juga pengurus KONI Kotamobagu, pak Anugrah Beggie Chandra Gobel, pak Tonny Ponongoa, dan pak Hendra Mokoagow yang datang langsung mendukung. Besok tinggal dua nomor, mohon doa masyarakat Kotamobagu. Tuhan tolong torang,” ujarnya.

Di balik prestasi gemilang itu, ada aturan pembatasan atlet penerima medali per daerah.

Ketua Akuatik Indonesia Kotamobagu, Aisya Christine Bibisa bersama Para Atlet Berfoto Bersama Gubernur Sulut, Yulius Selvanus Komaling yang Datang Menyaksikan Langsung Cabor Akuatik (Foto: Akuatik Indonesia Kotamobagu)

Ketua Akuatik Indonesia Kotamobagu, Aisya Christine Bibisa, mengatakan di nomor 100 meter gaya bebas putri, sebenarnya Kotamobagu finis juara 1 dan 3.

“Tapi karena aturan panitia hanya mengizinkan satu atlet per daerah naik podium, maka yang peringkat tiga tidak dihitung dan peringkat empat yang naik podium. Ini aturan Porprov yang harus kita ikuti,” ucapnya.

Meski demikian, Aisya memastikan mental dan kualitas atlet Kotamobagu tetap terjaga.

“Kita tetap fokus pada pembinaan. Atlet sudah menunjukkan kapasitasnya. Aturan hanya soal teknis, bukan ukuran kemampuan.”

Sementara, Sekretaris Akuatik Indonesia Provinsi Sulut, Jimmy Rorintulus, menambahkan penjelasan terkait regulasi pembatasan.

“Aturan ini keputusan yang telah disetujui juga okeh KONI. Tujuannya untuk memotivasi kabupaten/kota secara merata. Aturan ini juga diterapkan di cabor selam.”

Bahkan awalnya, pihak KONI meminta untuk dibatasi hanya satu atlet per nomor perlombaan tapi tidak disetujui oleh pihaknya.

Aturan itu juga, lanjutnya, tidak memengaruhi seleksi untuk PON mendatang. “Untuk seleksi PON, kami tetap memilih atlet terbaik, bukan berdasarkan medali Porprov.”

Dari penelusuran redaksi ZONABMR, regulasi Porprov ini berbeda dengan standar kompetisi renang internasional, yang memperbolehkan dua atlet dari daerah yang sama meraih podium.

Di sisi lain, jurnalis sekaligus pengamat olahraga Hairil Paputungan memberikan pandangan tajam terkait polemik aturan penerima medali.

“Renang itu olahraga yang dipertandingkan di Olympic, artinya seharusnya aturannya mengacu pada regulasi IOC (International Olympic Committee).”

Menurut Hairil, jika regulasi internasional memperbolehkan dua atlet dari daerah atau negara yang sama naik podium, maka pembatasan di Porprov patut dipertanyakan.

“Kalau alasannya untuk memotivasi kabupaten/kota lain, itu ngawur. Harus dipikirkan juga mental atlet yang seharusnya menerima medali. Dan jangan sampai atlet peringkat di bawah cepat berpuas diri karena dimanjakan aturan.”

Hairil menilai ada banyak cara untuk memotivasi pembinaan daerah lain tanpa mengorbankan hak atlet yang sudah bekerja keras.

Ia juga menyoroti kurangnya sosialisasi aturan. “Okelah aturan ini diberlakukan jika disepakati saat manager’s meeting dan technical meeting. Tapi kalau masih banyak pihak yang mempertanyakan, berarti sosialisasinya tidak maksimal.”

Menurutnya, masyarakat yang tidak memahami teknis kompetisi hanya menilai dari medali.

“Misalnya kalau masyarakat tahunya atlet mereka peraih perak Porprov, tetapi saat seleksi PON tidak dipanggil karena yang dipilih adalah peringkat dua sebenarnya, itu bisa memicu polemik baru.”

Hairil pun menegaskan bahwa persoalan ini harus dibenahi segera. “Ini PR besar yang harus diselesaikan cepat oleh pengurus Akuatik Indonesia Provinsi Sulut sebelum Porprov berikutnya.”

Duo Al-Buchari Mengamuk! Balap Sepeda Kotamobagu Sabet Dua Emas di Hari Terakhir Porprov Sulut XII

Duo Al-Buchari Mengamuk! Balap Sepeda Kotamobagu Sabet Dua Emas di Hari Terakhir Porprov Sulut XII
Duo Al-Buchari bersama Coach Samsuri Mamonto (Foto: ISSI Kotamobagu)

Manado, ZONABMR.COM — Cabang olahraga balap sepeda Kotamobagu kembali tampil memukau di Porprov XII Sulut 2025.

Meski tidak meraih emas maupun perak, atlet muda andalan Moh. Riski E. Syamsudin tetap menjadi motor penting perolehan medali Kotamobagu.

Setelah sebelumnya menyumbang perunggu di nomor Criterium dan Individual Time Trial (ITT) kategori Under 25, Riski kembali naik podium dengan torehan perunggu di nomor Individual Road Race (IRR) Under-25, Sabtu, 22 November 2025.

Lintasan yang berangkat dan finis di kawasan Pasir Putih Taman Getsmani Boulevard, Manado, menjadi saksi konsistensi Riski sebagai atlet muda yang stabil, tangguh, dan menjadi harapan besar Kotamobagu untuk masa depan balap sepeda.

Tiga medali perunggu dari tiga nomor berbeda menegaskan perannya sebagai penyumbang poin penting bagi kontingen.

Di hari yang sama, panggung utama mengarah ke Duo Al-Buchari.

Dayat Buchari, yang sehari sebelumnya gagal meraih medali akibat insiden jatuh, bangkit dengan performa luar biasa.

Tampil di nomor IRR elite 26-35, Dayat menebus kegagalan tersebut dengan meraih medali emas.

Dayat yang sempat berada di posisi kedua, menunjukkan performa luar biasa menjelang garis finish hingga berhasil menjadi nomor satu.

Tak mau kalah, Mamet Al-Buchari ikut menutup rangkaian cabor balap sepeda dengan gemilang di IRR Master 36+.

Melalui kayuhan presisi dan ritme yang nyaris tanpa celah, Mamet turut mempersembahkan emas kedua untuk Kotamobagu dari nomor IRR.

ISSI Kotamobagu Berjaya di Porprov Sulut XII (Foto: ISSI Kotamobagu)

Pelatih sekaligus pengurus ISSI Kotamobagu, Samsuri Mamonto, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian seluruh atlet.

“Berkat latihan keras serta doa dan dukungan masyarakat Kota Kotamobagu, cabor balap sepeda bisa memberikan hasil maksimal dan membawa pulang medali tambahan untuk daerah kita,” ujarnya.

Dengan kontribusi tiga perunggu dari Riski dan dua emas dari Duo Al-Buchari, Kotamobagu kembali menegaskan kekuatannya di lintasan balap sepeda Porprov XII Sulut 2025.

Semangat, kerja keras, dan dukungan masyarakat tetap menjadi bahan bakar utama dalam mengejar prestasi lebih tinggi ke depan.

Kotamobagu Tambah 1 Emas, 2 Perak dan 3 Perunggu di Porprov XII Sulut dari Pencak Silat

Kotamobagu Tambah 1 Emas, 2 Perak dan 3 Perunggu di Porprov XII Sulut dari Pencak Silat
Kotamobagu Tambah 1 Emas, 2 Perak dan 3 Perunggu di Porprov XII Sulut dari Pencak Silat (Foto: IPSI Kotamobagu)

Manado, ZONABMR.COM — Cabang olahraga pencak silat kembali mencatatkan kontribusi penting bagi kontingen Kota Kotamobagu pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Sulawesi Utara 2025.

Bertanding di arena Kodim 1309 Manado, Jumat, 21 November 2025, para atlet berhasil mengumpulkan total 1 medali emas, 2 perak, dan 3 perunggu dari sejumlah nomor yang dipertandingkan.

Medali emas diraih oleh Anggi Dwinindi Abdul Kadir, pesilat muda yang turun pada kelas under 45 kg putri.

Anggi tampil stabil dan terus menunjukkan performa meyakinkan, yang akhirnya memastikan medali emas pertama untuk cabor pencak silat Kotamobagu di Porprov tahun ini.

Untuk medali perak, Keyzha Chairunissah Mokodongan berhasil menyumbang satu keping melalui nomor tunggal putri.

Tambahan satu perak lainnya juga datang dari kategori tunggal putri, menjadikan nomor ini sebagai salah satu penyumbang medali terbesar pada pertandingan hari itu.

Sementara itu, tiga medali perunggu disumbangkan oleh Siti Jeika Paputungan, Cintia Yustisia Podomi, dan Amirah Nadhifah Pujianto.

Ketiga atlet putri ini mampu menunjukkan daya juang kuat meski harus puas berada di posisi ketiga.

Sekretaris Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Kotamobagu, Hajir Bilatullah, menyampaikan apresiasi atas capaian para atlet.

Menurutnya, perolehan ini tidak lepas dari latihan intensif dan disiplin para pesilat selama masa persiapan.

“Hasil 1 emas, 2 perak, dan 3 perunggu ini kami syukuri. Terima kasih kepada masyarakat Kota Kotamobagu atas dukungan dan doa yang diberikan,” ujarnya.

Tiga Emas Menggelegar! Atlet Akuatik Kotamobagu Ngamuk di Kolam Porprov XII Sulut

Tiga Emas Menggelegar! Atlet Akuatik Kotamobagu Ngamuk di Kolam Porprov XII Sulut 2025
Tiga Emas Menggelegar! Atlet Akuatik Kotamobagu Ngamuk di Kolam Porprov XII Sulut 2025 (Foto: Titin)

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Hari pertama cabang olahraga akuatik yang digelar di Kolam Renang Tirto Sagoro 09 di Markas Komando Lantamal VIII Manado, pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Sulut 2025 langsung diselimuti euforia.

Tim Akuatik Kota Kotamobagu, Jumat, 21 November 2025, tampil menggila dan sukses memborong tiga medali emas, mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu kekuatan besar di kolam renang Porprov tahun ini.

Emas pertama dipersembahkan oleh Muh Taufik Hidayat Mokodompit di nomor 200 meter gaya ganti putra.

Taufik tampil eksplosif sejak start dan tak terbendung hingga garis finis.

Tidak cukup dengan satu emas, ia kembali tampil fenomenal pada nomor 50 meter gaya dada putra, mengunci emas kedua untuk Kotamobagu.

Dari sektor putri, Ni Putu Widyaningsih juga tampil memukau.

Dengan teknik yang matang dan konsistensi stamina, ia sukses mempersembahkan emas ketiga di nomor 200 meter gaya ganti putri, melengkapi pesta kemenangan Kotamobagu di hari pertama.

Sejak awal, cabang olahraga akuatik memang menjadi salah satu cabor unggulan Kotamobagu untuk mendulang medali emas. Tradisi prestasi yang sudah terbangun dari tahun ke tahun kini kembali terlihat dengan jelas pada Porprov 2025 ini.

Ketua Akuatik Kotamobagu, Aisya Christine Bibisa, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas semangat juang para atlet.

“Saya sangat bangga dengan anak-anak atlet akuatik yang sudah berjuang dengan penuh semangat. The winner adalah sosok yang pantang menyerah, melawan rasa takut, dan percaya diri mengeluarkan seluruh kemampuan. Hari ini mereka membuktikan itu semua dengan mempersembahkan emas untuk Kota Kotamobagu,” ujarnya.

Dengan modal tiga emas di hari pertama, akuatik semakin menegaskan diri sebagai lumbung prestasi bagi Kotamobagu.

Masyarakat kini menantikan torehan medali berikutnya dari para pejuang kolam renang yang tengah berada pada performa terbaik mereka.

PN Kotamobagu Musnahkan Seluruh Minuman Beralkohol Ilegal, Satpol-PP Apresiasi Putusan Tegas

PN Kotamobagu Musnahkan Seluruh Minuman Beralkohol Ilegal, Satpol-PP Apresiasi Putusan Tegas
PN Kotamobagu Musnahkan Seluruh Minuman Beralkohol Ilegal, Satpol-PP Apresiasi Putusan Tegas

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pengadilan Negeri Kotamobagu memutuskan pemusnahan seluruh barang bukti minuman beralkohol (Minol) ilegal dalam sidang Tindak Pidana Ringan pada Jumat, 21 November 2025. Putusan ini mendapat respons positif dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, yang menyatakan kepuasannya atas ketegasan hakim.

Menurut Sahaya, pemusnahan barang bukti menjadi langkah nyata untuk membersihkan Kotamobagu dari peredaran Minol ilegal. Dalam perkara yang melibatkan tiga terdakwa, hakim memutuskan seluruh Minol hasil sitaan dirampas untuk dimusnahkan, termasuk barang bukti terbesar dari CV Tita.

Sidang dipimpin Hakim Tunggal M. Burhanudin, S.H., M.H., dan dihadiri Kuasa Penuntut Umum Sahaya Mokoginta, S.STP, M.E., serta Bambang Dachlan, S.E. Berdasarkan fakta persidangan, hakim menegaskan peredaran Minol tanpa izin melanggar Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2010 dan berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Dalam amar putusan:

  • Terdakwa JG (pemilik CV Tita) dan TMJ (pemilik Toko Bukit Karya) dijatuhi denda masing-masing Rp15.000.000 subsider satu bulan kurungan, serta diwajibkan membayar biaya perkara Rp3.000. Seluruh Minol mereka disita untuk dimusnahkan.
  • Terdakwa JE (pemilik Toko Klantongan) dijatuhi denda Rp7.000.000 subsider 15 hari kurungan, dengan seluruh barang bukti turut disita dan dimusnahkan.

Usai sidang, Sahaya menegaskan kepuasannya. “Kami cukup puas. Pemusnahan seluruh barang bukti adalah langkah kuat untuk membersihkan Kotamobagu dari Minol ilegal. Ini keputusan penting,” ujarnya.

Bambang Dachlan menambahkan bahwa Pemerintah Kota Kotamobagu tetap konsisten tidak memberi toleransi terhadap peredaran Minol tanpa izin. “Tidak ada tebang pilih. Barang bukti dimusnahkan, pelaku ditindak. Ini komitmen kami,” ungkapnya.

Putusan ini menegaskan bahwa PN Kotamobagu tidak hanya menjatuhkan hukuman kepada pelaku, tetapi juga memastikan peredaran Minol ilegal dihentikan hingga ke akar.

Porprov Sulut XII Gempar! Ring Muay Thai Rusak, Atlet Sangihe Cedera di Depan Bupati

Porprov Sulut XII Gempar! Ring Muay Thai Rusak, Atlet Sangihe Cedera di Depan Bupati!
Venue Cabor Muay Thai Sempat Memanas Akibat Insiden Cederanya Atlet Sangihe Akibat Kondisi Ring (Foto: Udi)

Manado, ZONABMR.COM — Gelaran Muay Thai pada Porprov Sulut XII memicu sorotan tajam setelah seorang atlet Sangihe mengalami cedera pergelangan kaki saat berlaga, akibat kondisi lantai ring yang bermasalah ketika pertandingan berlangsung, Kamis, 20 November 2025, malam tadi di Manado Youth Center, Kawasan Mega Mas, Manado.

Insiden itu semakin menyedot perhatian karena terjadi di depan Bupati Sangihe, Michael Thungari, yang turut menyaksikan langsung jalannya laga.

Cedera tersebut terjadi ketika atlet Sangihe berhadapan dengan atlet Kota Manado.

Karena insiden ini murni dipicu kondisi teknis pada lantai ring, laga itu akhirnya dinyatakan no contest oleh juri.

Pelatih sekaligus Pengurus Muay Thai Indonesia Kabupaten Sangihe, Yohanes Edward Karel, tak dapat menutupi kekecewaannya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya sudah memperingatkan panitia sejak kemarin lusa mengenai kondisi ring yang tidak layak digunakan.

“Kami sudah bilang dari awal kalau ring bermasalah. Tapi tidak ditindaklanjuti. Sekarang atlet kami yang jadi korban,” tegas Yohanes.

Ketua DPRD Sangihe, Ferdy Sondakh, ikut mengecam keras insiden tersebut.

Menurutnya, kejadian itu bukan hanya merugikan atlet, tetapi juga mengacaukan peluang Sangihe yang selama ini menjadi langganan emas di cabor Muay Thai.

“Ini pukulan besar bagi kami. Muay Thai adalah andalan Sangihe. Ke depan panitia harus benar-benar siap agar hal seperti ini tidak terulang,” ujar Ferdy.

Para atlet yang berlaga juga mengakui bahwa lantai ring memang bermasalah saat pertandingan berlangsung, dengan beberapa titik yang terasa goyang dan tidak stabil.

“Saat berpijak, lantainya tidak stabil. Itu jelas memengaruhi performa kami,” ungkap salah satu atlet yang meminta namanya tak disebutkan.

Situasi semakin memanas ketika panitia sempat mengambil keputusan kontroversial untuk melanjutkan pertandingan hanya di setengah bagian ring yang dianggap aman.

Penolakan keras dari para manajer tim membuat keputusan itu dibatalkan. Laga akhirnya ditunda sampai ring diperbaiki.

Pelatih Muay Thai Kotamobagu, Andre Pakaryanto, menegaskan bahwa keselamatan atlet harus menjadi prioritas.

“Risikonya terlalu besar. Lebih baik dihentikan dulu. Tapi tentu ini merugikan kami karena atlet kami yang belum tampil di semifinal harus bertanding besok. Jika lolos ke final, mereka harus dua kali turun dalam sehari,” ujar Andre.

Ketua Panitia Cabor Muay Thai Porprov Sulut, Hendra Massie, membantah tudingan bahwa panitia tidak siap.

“Muay Thai paling siap dibanding cabor lain. Ini insiden. Jangan memojokkan panitia, itu keliru,” tegasnya.

Hendra juga memastikan bahwa sebagai bentuk tanggung jawab, atlet Sangihe yang cedera akan diberikan medali emas penghargaan, terlepas dari siapa pemenang final antara Kotamobagu dan Manado.

“Akan diberikan medali emas bersama,” ujarnya.

Keputusan panitia tersebut akhirnya diterima oleh pihak tim atlet Muay Thai Sangihe, yang menilai langkah itu menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan atlet mereka yang terhenti karena faktor teknis di luar kendali.

Namun, gelombang kecaman tak berhenti. Pengamat olahraga yang juga mantan jurnalis, Hairil Paputungan, mengkritik keras kelalaian panitia yang dinilainya mengabaikan aspek keselamatan.

“Keselamatan atlet itu harusnya prioritas. Karena kepentingannya Porprov kan untuk persiapan PON juga. Kalau keselamatan atlet tidak diperhatikan, yang rugi kan kita juga, Sulut,” tegas Hairil.

Ia menambahkan bahwa ketika ada keluhan dari peserta tentang arena, panitia seharusnya langsung bergerak cepat agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan.

“Mestinya setiap laporan atau keluhan itu ditanggapi segera. Kalau tidak, kasus seperti ini akan terus terulang, dan itu sangat merusak dunia olahraga kita. Apalagi pernyataan panitia yang menyatakan paling siap, tapi kenyataannya?!,” ujarnya.

Terkait keputusan memberikan medali emas bersama atau medali penghargaan, Hairil menyebut langkah itu sebagai solusi konyol dan tidak mendidik.

“Jika masalah diselesaikan hanya dengan membagi medali, maka panitia tidak belajar apa-apa. Besok-besok, ketika ada arena rusak atau pertandingan tidak aman, solusi instannya ya bagi medali lagi. Ini tidak mendidik dan berpotensi jadi preseden buruk,” katanya memberi alasan.

Hairil menegaskan, panitia harus meminta maaf secara resmi kepada seluruh kontingen dan bertanggung jawab penuh atas insiden yang mencoreng jalannya Porprov tersebut.

Publik kini menuntut evaluasi besar-besaran agar keselamatan atlet tidak lagi dipertaruhkan oleh kelalaian teknis.

Prestasi Melampaui Ekspektasi, Billiard Kotamobagu Koleksi Enam Medali

Prestasi Melampaui Ekspektasi, Billiard Kotamobagu Koleksi Enam Medali
Natalia Yusuf dan Tammy Manoppo, Menutup Porprov Sulut dengan Manis (Foto: POBSI Kotamobagu)

Manado, ZONABMR.COM — Cabang olahraga billiard Kota Kotamobagu kembali membawa pulang medali dan mencatatkan sejarah baru pada Porprov XII Sulawesi Utara 2025.

Meski pasangan double mix, Tammy Manoppo dan Natalia Yusuf, harus mengakhiri langkah mereka di babak penentuan, keduanya tetap menyumbangkan medali perunggu yang menambah catatan gemilang kontingen Kotamobagu di meja hijau.

Pertandingan yang digelar di Miland Billiard and Cafe, Buha, Rabu, 20 November 2025,, menjadi momen penutup bagi seluruh rangkaian laga cabor billiard.

Dengan tambahan perunggu di nomor double mix, total medali yang berhasil dibawa pulang mencapai enam keping, yakni 1 emas, 2 perak, dan 3 perunggu.

Ucapan selamat khusus juga diberikan kepada pasangan Tami Manoppo dan Natalia Yusuf, yang menjadi penyumbang medali di pertandingan terakhir tersebut.

Coach billiard Kotamobagu, Egi Kurniawan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung tim sejak awal.

“Terima kasih buat semua yang sudah mendukung kami. Khususnya untuk Ketua Fachrian Mokodompit. Hari ini menjadi hari terakhir pertandingan, dan besok setelah salat Jumat akan dilanjutkan dengan pengalungan medali. Salut untuk Kotamobagu, ini rapor terbaik selama Porprov,” tutur Egi.

Menurutnya, capaian tahun ini bukan hanya menggembirakan, tetapi juga menunjukkan lompatan besar dibandingkan keikutsertaan sebelumnya.

“Porprov yang lalu-lalu kita selalu jadi juru kunci, tapi tahun ini Kotamobagu justru masuk tiga besar di cabor billiard. Perjuangan dan latihan selama ini tidak sia-sia,” tambahnya.

Kotamobagu Berhasil Menembus 3 Besar Cabor Billiard (Foto: POBSI Sulut)

Ketua POBSI Kotamobagu, Fachrian Mokodompit, sebelumnya telah memberikan apresiasi mendalam atas torehan tersebut.

“Ini sungguh di luar ekspektasi. Dengan raihan medali ini, POBSI Kotamobagu bukan hanya melampaui target, tetapi juga mencatat capaian terbesar sepanjang sejarah keikutsertaan Kotamobagu di cabor billiard Porprov Sulut. Ini prestasi luar biasa,” ujar Fachrian.

Dengan raihan di atas target dan pencapaian terbaik dalam sejarah keikutsertaan mereka, cabor billiard resmi menutup Porprov XII Sulut 2025 dengan penuh kebanggaan.

Pencapaian ini sekaligus menjadi pondasi kuat untuk mengincar hasil lebih tinggi pada ajang berikutnya.

Taekwondo Kotamobagu Sabet Dua Medali Perunggu di Porprov XII Sulut

Taekwondo Kotamobagu Sabet Dua Medali Perunggu di Porprov XII Sulut
Princesa Tawas (kiri) & Syafri Sanusi (kanan), Dua Atlet Taekwondo Berhasil Menambah Medali Perunggu Untuk Kotamobagu (Foto: Ethward)

Manado, ZONABMR.COM—Cabang olahraga taekwondo kembali menyumbang prestasi bagi Kontingen Kota Kotamobagu pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Sulawesi Utara 2025.

Dua atlet kebanggaan daerah, Syafri Sanusi dan Princesa Tawas, masing-masing berhasil meraih medali perunggu pada pertandingan yang digelar di Aula Kodam XIII/Merdeka, Teling, Kamis, 20 November 2025.

Tambahan dua medali ini semakin memperkuat kontribusi taekwondo dalam perolehan medali Kotamobagu secara keseluruhan di Porprov tahun ini.

Keberhasilan tersebut juga menjadi bukti bahwa pembinaan atlet di cabang taekwondo terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Pelatih taekwondo Kotamobagu, Ethward Pakaryanto, menyampaikan rasa bangganya atas capaian Syafri dan Princesa.

Ia menegaskan bahwa hasil ini merupakan buah dari kerja keras para atlet, program latihan yang teratur, serta dukungan penuh dari pengurus dan official selama masa persiapan menuju Porprov.

“Syafri dan Princesa sudah berjuang dengan maksimal. Dua medali perunggu ini menjadi pencapaian penting dan menunjukkan bahwa taekwondo Kotamobagu berada di jalur yang tepat dalam pembinaan atlet,” ujar Ethward.

Ethward juga menekankan bahwa meski masih ada beberapa kekurangan yang perlu dievaluasi untuk kejuaraan berikutnya, raihan medali ini sudah menjadi motivasi besar bagi seluruh atlet taekwondo Kotamobagu agar terus meningkatkan kemampuan mereka.

Ia berharap prestasi ini dapat menjaga semangat kontingen secara keseluruhan, sekaligus menjadi pemicu bagi atlet-atlet muda untuk terus berlatih dan memberi kontribusi bagi daerah.

Menurutnya, dukungan masyarakat Kotamobagu sangat membantu meningkatkan percaya diri para atlet dalam menghadapi event sebesar Porprov.

Dengan tambahan dua perunggu dari taekwondo, harapan untuk menambah koleksi medali di cabang-cabang lain pun semakin terbuka.

Kontingen Kotamobagu optimistis dapat terus memperbaiki posisi klasemen perolehan medali hingga seluruh rangkaian pertandingan Porprov XII Sulut 2025 selesai digelar.