Beranda blog Halaman 275

Ini Keunggulan UMKM Center Milik Pemkot Kotamobagu

Asisten II Setda Kotamobagu, Sitty Rafiqa Bora.

ZONA KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu kini memiliki Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Center. Inovasi ini merupakan gagasan dari Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kotamobagu, Sitty Rafiqa Bora. UMKM Center ini telah dilaunching Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara, Rabu (1/9).

Rafiqa berharap, melalui UMKM center ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta dapat menurunkan angka pengangguran di masa pandemi Covid-19.

“Semoga dengan kehadiran UMKM center ini, nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi angka pengangguran. Karena meningkatnya kualitas dan kuantitas UMKM, otomatis tenaga kerja banyak terekrut, sehingga bisa mengurangi angka kemiskinan di Kotamobagu dan terutama untuk pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

Lanjutnya, UMKM Center sebagai database seluruh UMKM di Kotamobagu, sehingga dalam pemberian bantuan baik dari pihak pemerintah maupun dari luar pemerintah akan mengambil data dari UMKM Center.

“Karena datanya sudah ada semua di UMKM center. Ini dapat memudahkan pihak perbankan untuk memberikan bantuan. Baik untuk pelatihan atau pun modal usaha, karena sudah tersedia klasifikasi dari UMKM Center itu sendiri,” katanya.

Melalui database UMKM Center ini, pemerintah akan dimudahkan dalam meningkatkan kualitas UMKM. “Kota Kotamobagu kita mulai dengan membentuk UMKM Center sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dari UMKM itu sendiri,” ungkapnya.

Tercatat 7.547 UMKM yang ada di Kotamobagu, dari data tersebut lebih dari 3.000 UMKM yang sudah tersentuh atau mendapat intervensi bantuan dari pemerintah.

“Sisanya ini yang belum sempat tersentuh dia masuk klasifikasi A, B atau C. Sehingga memudahkan dari perbankan yang alhamdulilah mendukung kami untuk bagaimana terbentuknya UMKM Center. Dengan adanya payung hukum seperti ini juga, memudahkan perbankan untuk memberi permodalan untuk UMKM kita,” terangnya.

Rafika menambahkan, UMKM Center ini merupakan salah satu produk Pemerintah Kotamobagu untuk meningkatkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

“Pada tahun 2020 kita pada posisi 0,20 poin walaupun kita tidak sampai minus. Tetapi ini juga sudah sangat memprihatinkan akibat dari pandemi Covid-19. Nah sekarang kita bangkit, kita tidak boleh hanya berada pada 0, tapi kita harus bangkit seperti 2019 posisi kita pada 6,13 poin, ini yang harus kita kejar supaya tidak berimbas kurang baik terhadap masyarakat, karena kalau kita hanya diam atau stagnan dengan keadaan seperti ini, maka tidak menutup kemungkinan banyak terjadi pengangguran, kemudian angka kemiskinan meningkat,” pungkasnya. (*/guf)

Wali Kota Tatong Bara Launching 2 Inovasi Gagasan Asisten II dan Kepala BPKD

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Tatong Bara, me-launching dua inovasi yakni Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Center dan Pusat Pengendalian Barang Persediaan (PusdalBaper) Kota Kotamobagu, bertempat di aula rumah dinas wali kota, Rabu (1/9).

Inovasi UMKM Center ini digagas oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sitty Rafika Bora. Kemudian untuk inovasi PusdalBaper merupakan gagasan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Pra Sugiarto Yunus.

Wali Kota dalam sambutannya berharap UMKM Center dapat memajukan semua UMKM yang ada di Kota Kotamobagu. “Diharapkan UMKM Center ini dapat mengorganisir seluruh UMKM, serta dapat mengukur tingkat pertumbuhan atau tingkat kemajuan UMKM yang ada di Kotamobagu. Terlebih bisa terakses pada pendanaan yang baik. UMKM Center ini dimaksud untuk bisa mengontrol dan menghimpun secara baik, memfasilitasi mana UMKM yang maju dan belum maju untuk kemudian kita dukung bersama,” ujar wali kota.

Tercatat, pada tahun 2019 terdapat 3.700 UMKM yang telah diberikan izin gratis oleh pemerintah daerah.

“Semoga ini menjadi informasi baik terutama kepada perbankan untuk bisa memberikan akses kepada UMKM di Kotamobagu. Semoga melalui ini, tidak ada lagi UMKM yang tidak maju di Kotamobagu, terutama tidak mendapatkan kepercayaan dari perbankan untuk memperoleh pendanaan,” katanya.

Selain UMKM, wali kota juga berharap pada inovasi PusdalBaper agar menjadi satu pusat pengendalian barang persediaan yang maju dan transparan.

“Diharapkan catatan dalam pengendalian barang persediaan kita akan terpusat pada satu pengendalian barang degan baik, transparan, dan terukur. Saya juga berharap ini dapat diimplementasikan dalam kegiatan kita di pemerintahan Kotamobagu,” harap wali kota.

Kegiatan tersebut, turut dihadiri Wakil Wali Nayodo Koerniawan, Ketua DPRD Kotamobagu, Meiddy Makalalag, dan Sekretaris Daerah, Sande Dodo serta pimpinan perbankan dari Bank Citra Dumoga, Bank SulutGo cabang Kotamobagu, Bank Mandiri Taspen Manado, Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Kotamobagu, dan Bank Negara Indonesia (BNI) cabang Kotamobagu.

Usai kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama mendukung UMKM Center Kota Kotamobagu 2021 dan lembaga dukungan proyek perubahan PusdalBaper. (*/guf)

Boltim Kembali Zona Orange

ZONA BOLTIM – Penambahan kasus baru Covid-19 di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mengalami tren penurunan.

Dalam beberapa hari terakhir, tidak terjadi penambahan kasus baru dengan jumlah yang signifikan. Terkini, pada Selasa (31/8), hanya ada empat kasus baru sesuai yang dirilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara.

Sedangkan dalam peta sebaran Covid-19, Kabupaten Boltim kembali berada pada zona orange setelah pada beberapa hari sebelumnya zona merah.

Akumulasi kasus Covid-19 di Boltim per tanggal 31 Agustus 2021 berjumlah 499. Rinciannya; 450 sembuh, 31 sedang dirawat dan 18 meninggal. (*/guf)

Pansel Umumkan Persyaratan Seleksi JPT Pratama di Lingkup Pemkab Boltim

ZONA BOLTIM — Panitia Seleksi (Pansel) terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mengumumkan persyaratan bagi pejabat yang akan mendaftar dalam 7 jabatan yang akan dilelang. Saat ini adalah tahapan pemasukan berkas dan seleksi administrasi yang dimulai Senin (30/8) hingga Jumat (3/9).

“Kita masih menunggu peserta yang akan mendaftar. Sudah ada beberapa yang berkonsultasi dan meminta persyaratan administrasinya,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Reza Mamonto, Selasa (31/8).

Untuk pengumuman hasil seleksi administrasi, sesuai tahapannya akan diumumkan pada 7 September mendatang. Selanjutnya, pejabat atau peserta Selter akan mengikuti tahapan uji kompetensi pada 9 September dan penulisan makalah serta presentase makalah pada 20 September hingga 21 September mendatang.

“Pengumuman hasil akhir seleksi pada Tanggal 27 September. Mudah-mudahan semua tahapan seleksi berjalan lancar,” harapnya.

Jabatan pimpinan tinggi pratama yang akan dilelang Pemkab Boltim adalah; Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Lepala Dinas Pertanian, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Sekretaris DPRD dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Ada juga Kepala Inspektorat. Tapi itu akan diumumkan berbeda, karena Selter untuk jabatan itu diatur tersendiri berdasarkan surat edaran dari Kementrian Dalam Negeri,” tambahnya. (*/guf)

Berikut Pengumuman dan Persyaratan Seleksi JPT Pratama di Lingkungan Pemkab Boltim: KLIK DISINI

Batu Lesung Buatan Tapri Diminati Warga Luar Daerah

Tapri saat membuat batu lesung pesanan warga luar daerah.

ZONA KOTAMOBAGU – Batu lesung buatan Tapri Lasantu, warga Kelurahan Motoboi Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur, diminati masyarakat Kotamobagu hingga luar daerah.

Pria yang akrab di sapa Tapri ini menuturkan, usaha ini sudah di tekuninya selama puluhan tahun dan berawal dari ketika ia menjadi pekerja pada usaha produksi batu lesung juga.

“Sejak tahun 1992 saya bekerja pada usaha pembuatan lesung milik orang Jawa, setelah beliau pulang ke Jawa, saya memutuskan untuk membuat batu lesung sendiri,” ujarnya.

Tapri mengungkapkan, dengan bermodalkan alat seadanya seperti palu, linggis, betel dan gurinda serta bahan dasar batu Buya, ia bisa menyelesaikan 2 hingga 3 lesung atau cobek dalam sehari. “Karena masih menggunakan alat manual jadi untuk produksinya masih terbatas dan berbeda-beda penyelesaiannya, tergantung tingkat kesulitannya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, batu lesung buatannya ini tak hanya diincar warga Kotamobagu bahkan sampai keluar daerah dan provinsi. “Sudah banyak peminat mulai dari warga Kotamobagu, Bolmong, Boltim, Gorontalo dan Ternate. Biasanya mereka memesan banyak untuk dijual kembali,” tambahnya.

Bagi yang berminat, batu lesung buatan Tapri dibandrol mulai dari Rp50.000 hingga Rp100.000 tergantung besar dan kecilnya. Untuk pemesanan bisa menghubungi Telepon/WhatsApp 082349944545 atau bisa datang langsung di Motoboi Besar depan Restoran Kota Terapung. (*/guf)

Kasus Aktif Covid-19 di Boltim Terus Berkurang

ZONA BOLTIM – Pasien sembuh dari Covid-19 di Bolaang Mongondow Timur terus bertambah. Dalam dua hari terakhir, jumlahnya mencapai 30 orang. Rinciannya, 20 pasien sembuh pada Minggu (29/8), dan 10 lainnya pada Senin (30/8).

Dengan ketambahan jumlah 30 tersebut, maka total pasien sembuh dari Covid-19 menjadi 450 dari 495 yang terkonfirmasi. Sedangkan untuk pasien terkonfirmasi yang masih sementara dirawat berjumlah 27 (sudah termasuk tiga kasus baru pada 29 Agustus dan satu kasus baru pada 30 Agustus). Untuk pasien meninggal berjumlah 18.

Meski jumlah pasien sembuh terus bertambah dan kasus aktif terus berkurang, namun sesuai peta resiko penyebaran Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Boltim masih zona merah.

Untuk menekan angka kasus dan mencegah penyebaran Covid-19, masyarakat diimbau untuk tetap dan selalu taat protokol kesehatan dengan cara memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pada air mengalir menggunakan sabun, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. (*/guf)

Wali Kota Hadiri Rakorwasdanas dan Launching MCP Bersama Kemendagri, KPK dan BPKP

Wali Kota Tatong Bara mengikuti Rakorwasdanas dan launching MCP secara virtual.

ZONA KOTAMOBAGU — Wali Kota Kotamobagu Ir Tatong Bara, mengikuti Rapat Koordinasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah secara Nasional (Rakorwasdanas), yang dirangkaikan launching Pengelolaan Bersama Monitoring Centre Prevention (MCP) Pencegahan Korupsi oleh Kemendagri, KPK dan BPKP, secara virtual dari Aula Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (31/8) pagi.

Menurut Inspektur Daerah Kota Kotamobagu, Rahfan Mokoginta, SKM, M.S.A., rapat koordinasi tadi pagi dihadiri seluruh kepala daerah se-Indonesia, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, didampingi Sekretaris Daerah, Inspektur dan Kepala BPKD masing-masing daerah.

“Inti dari pelaksanaan Rakor adalah pencegahan terhadap tindak korupsi di lingkungan pemerintah daerah. Dimana, di seluruh pemerintah daerah ada yang namanya Monitoring Centre Prevention (MCP) sebagai pusat untuk monitoring pencegahan tindak korupsi. Semua kabupaten/kota harus memasukkan dokumen-dokumen dan persyaratan-persyaratan untuk dinilai MCP-nya. Intinya adalah bagaimana tindakan-tindakan yang dilakukan dalam hal pencegahan korupsi di lingkungan pemerintah daerah,” terangnya.

Dalam rakor tersebut, Wali Kota turut didampingi Sekretaris Daerah, Ir. Sande Dodo, MT., Inspektur Daerah, Rahfan Mokoginta, SKM., M.S.A., dan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah, Pra Sugiarto Yunus, SP. (*/guf)

Pisang Coklat Keju Lumer Buatan Wanda Kawulusan Laris Manis

ZONA KOTAMOBAGU – Manfaatkan waktu luang, lebih tepatnya kuliah online, Wanda Kawulusan mahasiswi cantik Universitas Negeri Manado (Unima) asal Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur ini, memilih untuk jualan pisang coklat (Piscok) keju lumer demi memenuhi kebutuhannya.

Bermodalkan media sosial untuk jualan, usaha yang dimulainya sejak awal Maret 2020 ini, terbilang laris manis. Pasalnya, dalam sehari jualan, wanita 22 tahun ini bisa meraup keuntungan dari Rp100 ribu hingga Rp200 ribu.

“Keuntungannya tergantung habisnya atau tidak jualan. Namun, berapapun hasilnya, tetap disyukuri. Karena dengan berjualan saya bisa merasakan uang dari hasil saya jualan,” pungkas Wanda yang hobi travel ini.

Diakuinya, semenjak ia berjualan pisang coklat keju lumer ini, kebiasaan dirinya mulai dengan traveling bisa ditahannya, sebab ada kesibukan setiap hari untuk jualan. “Dengan berjualan ini, hobi saya untuk travel ke luar daerah bisa ditunda karena dengan adanya kesibukan ini. Apalagi ditengah pandemi Covid-19 ini yang banyak pembatasan,” ujarnya.

Soal harga, pisang coklat keju lumer milik Wanda ini sudah bisa dinikmati hanya dengan Rp15 ribu. Pun, untuk rasa tidak kalah enak. Jika ingin merasakan kenikmatan pisang coklat keju lumer ini, bisa langsung menghubungi penjualnya di nomor 081527999329. (guf)

Bupati Boltim Turun ke Jalan Edukasi Masyarakat Soal Pentingnya Prokes

Bupati Sam Sachrul Mamonto turun langsung melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Modayag dan Modayag Barat.

ZONA BOLTIM — Senin (30/8), Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto dan Wakil Bupati Oskar Manoppo, turun langsung mensosialisasikan serta mengedukasi masyarakat tentang bahaya virus Corona serta upaya pencegahannya. Menggunakan kendaraan roda empat yang dilengkapi pengeras suara, bupati dan wakil bupati mengimbau masyarakat di tiap desa agar selalu menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).

Bupati didampingi beberapa pejabat turun di Wilayah Kecamatan Modayag, Modayag Barat dan Mooat. Sedangkan wakil bupati di Wilayah Kecamatan Kotabunan dan Tutuyan. “Jika kita tidak ingin terpapar virus corona, maka pakai masker saat keluar rumah. Jangan pernah abai dan harus tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata bupati, saat menyampaikan imbauan lewat pengeras suara.

Sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 serta penerapan PPKM dilakukan secara masif, sebagai bagian dari bentuk keseriusan pemerintah dalam melindungi masyarakat dari virus corona. Selain secara mobile di tiap desa oleh bupati dan wakil bupati, sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 juga dilakukan pemerintah di masing-masing desa.

Semua itu dilakukan untuk menekan angka kasus penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah Boltim. (Advertorial)

Pemkab Boltim Gelar Seleksi Terbuka untuk 7 Jabatan Eselon II

Kepala BKPSDM Boltim, Reza Mamonto.

ZONA BOLTIM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menggelar seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk 7 jabatan eselon II.

Adapun pelaksanaan itu, setelah turunnya surat rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Sedangkan yang masuk daftar pelaksanaan seleksi terbuka JPT Pratama yakni Kepala Inspektorat, Sekretaris DPRD, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas PPKB, Kepala Dinas Kominfo, dan Kepala Dinas Pertanian.

“Pendaftaran administrasi calon pejabat untuk mengikuti seleksi terbuka JPT Pratama mulai Senin (30/8) hari ini,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Reza Mamonto.

Sedangkan pelaksanaan seleksi terbuka ini, Reza menyebut, masih diisi oleh pejabat pelaksana tugas (Plt). Itu artinya, harus diisi oleh pejabat definitif.

“Untuk pengisian pejabat definitif, sesuai ketentuan harus dilakukan melalui proses seleksi terbuka,” ungkap Reza Mamonto yang juga Sekretaris Panitia Seleksi (Pansel) JPT Pratama.

Ia menyampaikan proses tahapan wawancara dan lainnya akan dilaksanakan September 2021. “Insyaallah semua tahapannya berjalan lancar dan sesuai jadwal yang sudah ditentukan, dan Bulan September itu sudah ada pejabat (definitif) hasil seleksi terbuka,” jelasnya.

Sedangkan terkait seleksi terbuka pejabat lainnya, Reza katakan, masih dalam tahapan proses administrasi ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). “Jika sudah selesai semua dan dinyatakan rampung, maka akan digelar seleksi terbuka. Karena untuk pengisian JPT Pratama harus melalui proses seleksi,” ungkapnya.

Diketahui, Pemkab Boltim juga akan melakukan rotasi-mutasi untuk sejumlah formasi jabatan lainnya yang saat ini diisi pejabat definitif. (*/guf)