Beranda blog Halaman 276

Wali Kota Tandatangani Peta Revisi RTRW Kota Kotamobagu

 

Wali Kota Tatong Bara tandatangani revisi RTRW Kota Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU—Wali Kota Kotamobagu, Ir. Hj. Tatong Bara, Senin (30/8) pagi, menandatangani Peta Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Kotamobagu Tahun 2014 – 2034.

Wali Kota Kotamobagu dalam sambutannya mengatakan bahwa, setelah melalui proses penyusunan materi teknis yang dilaksanakan pada Tahun 2020 lalu, maka selanjutnya Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Kotamobagu, akan memasuki Proses pembahasan di tingkat Provinsi Sulawesi Utara. “Penandatanganan Peta Revisi RTRW Kota Kotamobagu Tahun 2014 – 2034 oleh Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah Kota Kotamobagu, merupakan kegiatan yang sangat penting serta strategis, mengingat Penandatanganan Peta Revisi RTRW Kota Kotamobagu ini, merupakan salah satu syarat administrasi pada tahapan pembahasan Revisi RTRW Kota Kotamobagu dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Wali Kota.

Wali Kota Kotamobagu juga berharap agar Revisi RTRW Kota Kotamobagu Tahun 2014 – 2034, dapat mewujudkan perencaan ruang yang sesuai dengan pengembangan wilayah Kota Kotamobagu. “Semoga revisi RTRW ini juga mewujudkan perencanaan ruang yang sesuai dengan pengembangan wilayah Kota Kotamobagu, serta dapat menciptakan sinergitas pelaksanaan kebijakan pemanfaatan ruang yang terintegrasi dalam RTRW Nasional RTRW Provinsi dan RTRW Kabupaten Kota,” ujar Wali Kota.

Kegiatan penandatanganan Peta Revisi RTRW Kota Kotamobagu Tahun 2014 – 2034 yang dilaksanakan di Aula Rumah Dinas Wali Kota Kotamobagu tersebut, juga dihadiri Wakil Wali Kota Kotamobagu, Nayodo Koerniawan, SH, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Kota Kotamobagu, serta pimpinan OPD dilingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu. (*/guf)

Tekan Penyebaran Covid-19, Bupati Boltim Imbau Masyarakat Patuhi Prokes

Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto menyampaikan imbauan terkait penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.

ZONA BOLTIM – Bupati Sam Sachrul Mamonto turun melakukan imbauan kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan (Prokes) guna menekan angka penyebaran virus corona atau Covid-19, Senin (30/8).

Meski dibawah terik matahari, Bupati yang berada diatas mobil pick up double cabin rela berpanas-panasan menyampaikan kepada masyarakat agar taat protokol kesehatan Covid-19.

Bahkan menariknya, Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto rela berpanas-panasan menelusuri tiga kecamatan yakni Kecamatan Modayag Barat, Kecamatan Modayag, dan Kecamatan Mo’oat. Atau berjalan menggunakan kendaraan dan menyampaikan lewat pengeras suara start dari perbatasan Kabupaten Boltim dan Kota Kotamobagu hingga perbatasan Kabupaten Boltim dan Kabupaten Minahasa Selatan.

Bupati menyampaikan sangat pentingnya protokol kesehatan baik menggunakan masker, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan.

“Saya tidak ingin ada masyarakat yang terpapar virus corona. Untuk itu, mari taat protokol kesehatan terutama menggunakan masker saat berada di luar rumah,” ujarnya.

Bupati menyampaikan jika ingin keluarga di rumah terhindar dari penularan Covid-19 maka ikuti anjuran pemerintah. Jangan sampai hanya karena tak menggunakan masker atau lalai protokol kesehatan, akhirnya yang menjadi korban anak-anak, istri, suami, atau keluarga lainnya di rumah.

“Kasihan keluarga di rumah menjadi korban, padahal hanya persoalan kita tidak taat Prokes Covid-19. Mari sayangi keluarga kita di rumah,” tuturnya.

Adapun daerah Kabupaten Boltim naik statusnya dari zona orange menjadi merah, karena masyarakat menganggap remeh dengan virus corona dan lalai protokol kesehatan.

“Daerah kita sudah masuk zona merah dan ribuan masyarakat terpapar Covid-19, bahkan sudah ada yang meninggal dunia. Itu karena persoalan kita lalai protokol kesehatan Covid-19. Saya mengajak kerja sama masyarakat dan ini demi kepentingan semua masyarakat, untuk tetap taat menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Insyaallah dengan kerja sama ini, kita bisa meminimalisir penyebaran Covid-19. Kemudian masyarakat aman dan selamat dari bahaya virus corona ini,” pungkasnya. (*/guf)

Bersama Wartawan, Wali Kota Paparkan Program Kerja dan Potensi Pertanian Kotamobagu

Salah satu wartawan senior dari media cetak ternama di Sulut, Nico Paath, memberikan pertanyaan kepada wali kota seputar capaian program kerja Pemkot Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Tatong Bara dan Ketua DPRD Kotamobagu, Meiddy Makalalag, menggelar coffee morning bersama Insan Pers (wartawan) yang bertugas melakukan peliputan di wilayah Kotamobagu, Jumat (27/8) pagi. Kegiatan yang digelar di Red Corner Cafe, Kelurahan Molinow tersebut, berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat.

Selain Ketua DPRD, turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Sande Dodo, asisten I Tedi Makalalag, asisten II Rafiqa Bora, Asisten III Sofyan Mokoginta, Kepala BPKD Pra Sugiarto Yunus dan Kepala Diskominfo Moh Fahri Damopolii.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kominfo selaku penginisiatif kegiatan coffee morning memberikan kesempatan kepada wartawan untuk bertanya terkait program-program kerja Pemerintah Kotamobagu. Kegiatan pun berlangsung santai sambil menikmati kopi dan makanan yang tersedia.

Berbagai pertanyaan disampaikan para wartawan dijawab langsung Wali Kota Tatong Bara. Mulai dari soal pandemi covid-19, potensi pertanian dan perkebunan, Infrastruktur, UMKM, capaian target program pemkot, dan beragam isu lainnya.

“Kotamobagu sedang melakukan pendalaman terkait RPJMD di 2 tahun setengah pemerintahan TBNK. Kami berterima kasih kepada teman-teman media yang telah memberitakan capaian program kerja Pemkot Kotamobagu,” kata Wali Kota, Tatong Bara.

Selain itu, wali kota memaparkan potensi kopi di Kotamobagu. Diterangkannya, beberapa tahun lalu Kotamobagu sudah mendapatkan surat keuputusan Menteri Pertanian, yakni Kopi Kotamobagu mendapat predikat Kopi Nasional.

“Kopi nasional itu di Minsel dan Kotamobagu. Oleh karena itu kami melakukan langkah-langkah untuk memajukan Kopi Kotamobagu, termasuk menjawab tantangannya pak gubernur, bisakah Kopi Kotamobagu jangan hanya masuk di Kotamobagu? akan tetapi masuk hingga di café-café yang ada di Sulawesi Utara. Ini Menarik. Oleh sebab itu kunjungan ke perkebunan kopi kemarin kita lakukan untuk bisa memantapkan secara dalam program tahun berikut, untuk penyediaan bibit kopi. Lahannya tersedia dan sangut bagus,” pungkasnya. (*/guf)

Kasus Kekerasan PA Meningkat, UPTD PPA Boltim Minta Masyarakat Jangan Takut Melapor

ZONA BOLTIM – Kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (PA) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), terus meningkat. Bahkan tahun 2021 ini, sudah ada 14 kasus yang terjadi. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Boltim, Wenda Arif.

“Saat ini kasus yang melibatkan PPA karena korban kekerasan hingga Agustus 2021 ini meningkat. Di bulan Juni 2021 jumlah kasus kekerasan PPA sebanyak 8 kasus, dan Agustus ini naik menjadi 14 kasus,” ungkapnya.

Menurutnya jika dibandingkan dengan jumlah kasus tahun 2020 lalu sebanyak 26 kasus kekerasan PPA, tahun ini hampir mendekati jumlah yang sama. Ini membuktikan bahwa belum mengalami penurunan kasus. “Kasus kekerasan PPA, tahun ini terus meningkat, sama seperti tahun lalu,” katanya.

Bahkan saat ini saja lanjutnya, pihaknya tengah mendampingi kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur. “Jika ada dugaan kasus kekerasan PPA, diharapkan agar masyarakat tidak perlu takut atau malu untuk segera melaporkan kepada kami. Harus ada keberanian dan keterbukaan masyarakat yang menjadi korban kekerasan jangan hanya diam saja. Kami akan melayani dan melakukan pendampingan hukum,” kata Wenda Arif.

Ditambahkannya, dengan adanya keberanian masyarakat segera melaporkan apabila ada dugaan kekerasan PPA, akan membuat efek jera kepada para pelaku tidak berbuat kejahatan seperti itu. “Kalau masyarakat langsung melapor, bisa mengurangi angka kejahatan kekerasan PPA di daerah ini,” tandasnya. (*/guf)

Boltim Zona Merah, Kegiatan Berpotensi Kerumunan Belum Diizinkan

Bupati Sam Sachrul Mamonto memimpin rakor terkait Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyrakat (PPKM) di wilayah Boltim.

ZONA BOLTIM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) bersama tim gugus tugas penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 menggelar rapat koordinasi terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Jumat (27/8). Dilaksanakannya rakor tersebut, dimana saat ini wilayah Boltim masuk Zona Merah penyebaran Covid-19.

Rapat yang digelar di ruang kerja Bupati Boltim itu, dipimpin langsung Bupati Sam Sachrul Mamonto dan Wakil Bupati Oskar Manoppo, dan dihadiri tim satgas Covid-19 yakni, Kapolres Boltim, Perwira Penghubung, Sekretaris Daerah, serta sangadi yang wilayahnya tinggi angka kasus covid-19.

Melalui rapat itu, bupati menyampaikan dalam upaya penegakan PPKM di wilayah Kabupaten Boltim, perlu dilakukan secara masif. Hal itu penting dilakukan sebagai bentuk kerja nyata pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Rapat yang berlangsung dengan protokol kesehatan itu juga menghasilkan sejumlah kebijakan yang nantinya akan diambil pemerintah daerah terkait dengan percepatan penanggulangan Covid-19.

“Pemerintah akan mengeluarkan surat edaran tentang penegasan penerapan protokol kesehatan. Selama Boltim zona merah maka tidak ada izin keramaian atau kegiatan, baik hajatan pesta atau kegiatan lainnya yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” kata bupati.

Bupati juga berharap sinergitas semua pihak tetap terbangun dalam upaya menekan angka penyebaran Covid-19 khususnya di Boltim.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara yang di-update Kamis (26/8), total kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Boltim sebanyak 485. Rinciannya; 403 telah dinyatakan sembuh, 67 sedang dirawat dan 15 lainnya meninggal. Untuk peta sebarannya, Kabupaten Boltim menjadi satu-satunya daerah di Sulut yang berstatus zona merah atau resiko tinggi penyebaran Covid-19. (*/guf)

Wali Kota Kotamobagu Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Jembatan Monsi dan TPA Baru

Wali Kota Tatong Bara didampingi Sekda Sande Dodo meninjau lokasi pembangunan jembatan Monsi penghubung Kelurahan Mongondow dan Desa Poyowa Kecil.

ZONA KOTAMOBAGU—Wali Kota Kotamobagu, Ir Tatong Bara, Jumat (27/8) pagi, melakukan peninjauan lokasi rencana pembangunan Jembatan Monsi yang menjadi penghubung antara wilayah Kelurahan Mongondow dan Desa Poyowa Kecil dan Lokasi Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru, di wilayah Perkebunan Desa Poyowa Kecil Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kotamobagu, Claudy N Mokodongan, yang turut mendampingi Wali Kota Kotamobagu pada peninjauan tersebut mengatakan bahwa, pihaknya saat ini sedang menyelesaikan Detail Eginering Design (DED), untuk pembangunan Jembatan Monsi yang memiliki bentang panjang 80 Meter dan Lebar 9 Meter, serta anggaran sebesar kurang lebih 19 Milyar tersebut, rencananya akan dilaksanakan tahun depan “Pembangunannya sudah diusulkan melalui Dana Alokasi Khusus. Insya Allah Tahun depan jika ada dana DAK bisa terealisasi, atau melihat kondisi keuangan pemerintah daerah melalui APBD,” ujarnya.

Wali Kota Tatong Bara turun langsung meninjau lokasi pembangunan TPA baru.

Sementara itu, untuk rencana pembangunan TPA Baru di wilayah Kota Kotamobagu, pihaknya juga masih akan masih melalukan peninjauan ke sejumlah lokasi lain di Kota Kotamobagu. “Tadi sudah dilakukan peninjauan ke lokasi rencana pembangunan TPA , namun tentunya juga masih akan dilakukan kajian kelayakannya, termasuk meninjau sejumlah lokasi lain yang menjadi alternatif untuk rencana pembangunan TPA baru di Kota Kotamobagu,” terang Mokodongan.

Pada kegiatan peninjuan tersebut, Wali Kota Kotamobagu juga didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kotamobagu, Ir Sande Dodo, MT, Asisten I Pemkot Kotamobagu, Drs. Teddy Makalalag, Asisten II Pemkot Kotamobagu, Sitti Rafiqah Bora, Asisten III Pemkot Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, SH, Kepala BPKD Kotamobagu, Pra Sugiarto Yunus, SP, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Kotamobagu, Bambang Irawan Ginoga, SE. (*/guf)

Didampingi Mekal, Wali Kota Kotamobagu Lihat Kondisi Eksisting Perkebunan Kopi Mobalang

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamobagu Ir Tatong Bara bersama Ketua DPRD Kota Kotamobagu, Meiddy Makalalag ST, meninjau area perkebunan kopi Mobalang, Desa Poyowa Besar II, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kamis (26/8) pagi.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (DPP) Kota Kotamobagu, Fenty D. Mifta, SP., kunjungan wali kota untuk melihat secara langsung area pengembangan tanaman kopi di wilayah Mobalang yang merupakan sentra produksi tanaman kopi di Kota Kotamobagu.

“Ibu wali meninjau lokasi ini untuk mengetahui kondisi eksisting lahan perkebunan kopi yang ada di wilayah Mobalang, terutama luas area perkebunannya,” ujar Fenty.

Area perkebunan Mobalang, lanjut Fenty memang sangat cocok untuk pengembangan tanaman kopi. Selain kondisi iklim yang mendukung, kondisi ketinggian dan kemiringan lahan juga menjadi faktor penting. Kami berharap petani-petani kopi di wilayah ini bisa terus mengembangkan area perkebunan kopinya untuk meningkatkan produksi tanaman kopi di Kotamobagu, terlebih tanaman kopi punya prospek yang sangat baik ke depannya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kotamobagu, Claudy N Mokodongan ST, yang ikut serta dalam kunjungan menambahkan perlu ada peningkatan infrastruktur jalan di area Mobalang. Ini penting untuk mendukung mobilitas dan akses transportasi ke wilayah ini.

“Dari kunjungan tadi jarak yang ditempuh dari Desa Poyowa Besar ke lokasi Mobalang sekitar 8 KM, yang teraspal baru sekitar kurang lebih 3 KM, masih ada kurang lebih 5 KM yang belum di aspal. Kami akan melakukan kajian terhadap kondisi ini, terlebih ruas jalan ke lokasi juga ada yang masuk ke wilayah daerah tetangga, sehingga perlu ada koordinasi terlebih dahulu, selain melihat kondisi keuangan daerah,” ucap Claudy. (*/guf)

Menjanjikan, Advokat ini Buka Bisnis Fotografi Keker Photo Studio

Harry Yahya.

ZONA EKONOMI – Berawal dari hobi kemudian dijadikan mata pencaharian. Demikian yang dilakukan Harry Yahya, pemuda berusia 32 tahun yang menjadikan bisnis fotografi sebagai usaha sampingan, namun menghasilkan jutaan rupiah.

Merintis usaha fotografi sejak tahun 2017, Harry yang juga berprofesi sebagai advokat di JD Law Office ini, mengakui bahwa bisnis fotografi ini mulai disukainya saat masih menjadi pemain sepak bola professional dan sering tour ke luar Provinsi.

“Mulai hobi fotografi pada saat masih bermain sepak bola dan sering tour ke luar provinsi. Jadi mulai menyukai bisnis ini karena hobi,” ujar Harry.

Diakui Harry, bahwa bisnis fotografi ini sangatlah menjanjikan. Dimana biaya dalam fotografi sangat mahal. Meski persaingan dibidang usaha fotografi ini sangat banyak, namun hal itulah yang menjadi tantangan tersendiri baginya untuk dapat menghasilan gambar yang berkualitas dari setiap klien yang menggunakan jasanya.

“Persaingan dibisnis ini sangat banyak. Terutama klien yang sering menawar biaya foto dengan haraga murah. Padahal harga dari alat-alat ini sangat mahal. Apalagi ada usaha yang sama dan menawarkan harga murah. Itulah yang jadi tantangan saya dibidang usaha ini,” ungkap Harry.

Keker Photo Studio adalah nama usaha fotografi miliknya. Di Keker Photo Studio ini, selain foto model, landscape dan foto event, jasa foto prewedding serta wedding (Pernikahan-red) pun bisa. Hanya budgetnya saja yang berbeda. “Biasanya untuk foto prewedding, mulai Rp1,5 juta hingga Rp3 juta perhari, tergantung jarak lokasi dan waktu sesuai pembicaraan dengan klien. Untuk foto studio Rp500 ribu, wedding atau pernikahan mulai Rp3,5 juta hingga Rp6 juta. Sehingga keuntungannya bisa mencapai Rp25 juta dalam sebulan. Namun, itu tidaklah menentu,” jelasnya.

Karena menurut Harry, dalam menghasilkan gambar yang berkualitas memang butuh keterampilan, serta alat-alat fotografi juga mahal. Sehingga budgetnya pun menyesuaikan dengan hasil dan kualitas.

Diketahui, lokasi Keker Photo Studio ini beralamat di Kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat. Jika berminat menggunakan jasa fotografi milik Harry, bisa langsung menghubunginya di nomor 085256649381. (*/guf)

10 Parpol di Boltim Diimbau Segera Ajukan Usulan Permintaan Dana Banpol

Kepala Badan Kesbangpol Boltim, Hendra Tangel.

ZONA BOLTIM – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mengimbau kepada 10 Partai Politik (Parpol) agar segera mengajukan proposal permintaan dana Bantuan Poltik (Banpol) tahun anggaran 2021. Demikian diutarakan Kepala Badan Kesbangpol Boltim, Hendra Tangel SH.

“Totalnya ada sepuluh parpol pemilik kursi di DPRD Boltim,” kata Hendra.

Selain proposal usulan kata Hendra, Parpol juga diharuskan memasukan laporan hasil pemeriksaan (LHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengunaan Dana Banpol pada tahun anggaran sebelumnya.

“Dari sepuluh, masih ada satu parpol yang belum menerima LHP tahun anggaran 2020. Meski demikian, saya sudah menyampaikan kepada para pimpinan parpol untuk segera mengajukan proposal permintaan dana banpol tahun 2021 ini,” terang Hendra.

Hendra yang juga Kepala Bagian Hukum ini berharap, meski tidak ada batasan waktu dalam pemasukan proposal, namun dirinya berharap proposal usulan ini sendiri dapat segera dimasukan.

“Ini harus segera ditindaklanjuti parpol. Anggaran dipertengahan triwulan tiga ini sudah harus dibayarkan agar bisa digunakan pada kegiatan-kegiatan parpol dan penganggarannya akan sesuai dengan tahun pertanggujawaban,” tutupnya. (*/guf)

Pemkot Lelang 9 Jabatan Eselon II, Pendaftaran Mulai 26 Agustus Hingga 1 September

Sekda Kotamobagu, Sande Dodo.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu kembali melaksanakan seleksi terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk 9 jabatan eselon II.

Hal ini berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan Panitia seleksi (Pansel) JPT Pratama Pemkot Kotamobagu nomor: 10/Pansel-ST-KK/VIII/2021, tertanggal 26 Agustus 2021.

Dalam surat tersebut, berdasarkan surat rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Nomor: B-2778 /KASN/8/2021 perihal rekomendasi rencana seleksi terbuka JPT Pratama di Lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu.

Adapun 9 JPT Pratama yang akan dilelang, diantaranya Kepala BPBD, Inspektur Daerah, Kepala Dishub, Kepala Disdukcapil, Kepala Disdagkop-UKM, Kepala Dinas PRKP, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Kominfo dan Kepala Disperinaker.

Terkait hal itu, Sekretaris daerah (Sekda), Sande Dodo, mengatakan pendaftaran seleksi terbuka JPT dimulai hari ini. “Pendaftarannya mulai 26 Agustus sampai 1 September 2021, dan ada sembilan jabatan eselon dua yang dilelang terbuka,” ujarnya. (*/guf)

Berikut persyaratan seleksi terbuka JPT Pratama Pemkot Kotamobagu: