Beranda blog Halaman 292

Diskominfo Kotamobagu Terima Kunjungan Biro Kesra Provinsi

Kepala Bidang Penyelenggaraan Goverment, Diskominfo Kotamobagu, Uswan Daun menerima kunjungan Biro Kesra Provinsi Sulut.

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Komunikasi dan informatika (Diskominfo) Kotamobagu, menerima Kunjungan Kerja (Kunker) dari Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (8/7).

Kepada awak media, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat Non Pelayanan Dasar, Biro Kesra Provinsi Sulut, Andries Sarwan, mengatakan, Kunker ini merupakan koordinasi terkait penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Nomenklatur baru ini membuat kami harus berkoordinasi dengan Diskominfo dan Dishub di 15 kabupaten/kota se Provinsi Sulut. Kunker ini membahas tentang kedudukan dan penilaian SPBE di Diskominfo Kotamobagu,” kata Andries.

Ia menambahkan, kunjungan ini nantinya akan ditindak lanjuti dengan mengundang Diskominfo kabupaten/kota se-Provinsi Sulut dalam agenda Kesra Provinsi bulan ini.

“Kami biro Kesra Provinsi nantinya akan mengundang Diskominfo kabupaten/kota untuk hadir dalam pertemuan akhir Juli nanti. Nah dalam Kunker ini kami masih melihat permasalahan – permasalahan yang terjadi di tingkat kabupaten/kota. Dari permasalahan yang ditemui bisa diangkat di tingkat provinsi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggaraan Goverment, Diskominfo Kotamobagu, Uswan Daun mengatakan bahwa Kunker dari Biro Kesra Provinsi ke Diskominfo selain tentang kedudukan dan penilaian SPBE, juga terkait aplikasi pelayanan publik yang telah diterapkan oleh Diskominfo Kotamobagu.

“SPBE di Diskominfo Kotamobagu berjalan sejak 2019, tetapi waktu itu indeksnya masih rendah yakni 1,5. Dan sekarang 2021, kami telah mengisi 47 indikator penilaian SPBE, dan sekarang indeksnya naik pada angka 2,65. Akan tetapi, penilaian tersebut merupakan penilaian mandiri, bukan penilaian pusat. Sebab, penilaian mandiri dan pusat itu berbeda,” ujar Uswan Daun. (*/guf)

Burhan Warga Mogolaing Buka Pesanan Hewan Kurban Lewat Sosial Media

ZONA EKONOMI – Selain berjualan di Pasar Serasi, dan di pinggiran Jalan Adampe Dolot, Burhan Adam (47), warga Kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat, juga membuka pesanan hewan kurban di sosial media.

“Saya juga berjualan melalui online, jika anda berminat bisa langsung ke akun Facebook saya yakni Burhan Adam, atau bisa juga langsung menghubungi nomor telepon saya yakni 085240283536, atau langsung mengunjungi alamat rumah saya yang berada di Kelurahan Mogolaing tepatnya di lorong kuburan tepat di belakang rumah makan Oci Bakar.”

Burhan yang kesehariannya merupakan pedagang kambing, ayam daging, dan ayam petelur di Pasar Serasi Kotamobagu, berinisiatif untuk pasarkan hewan kurban miliknya di pinggiran jalan agar bisa mendapatkan peminat dengan cepat.

“Setiap menjelang Hari Raya Idul adha saya menetap di lokasi ini. Sebab, ini merupakan lokasi yang sangat strategis, namun setelah Hari Raya Idul adha saya kembali berdagang di Pasar Serasi,” kata Burhan, Rabu (7/7).

Untuk harga hewan kurban sendiri ia patok sesuai dengan besarnya kambing. “Harganya bervariasi, nanti sesuai dengan besarnya hewan kurban yang diminati pembeli, untuk kambing yang paling rendah Rp 2.750.000 dan yang paling tinggi Rp 8.500.000, tetapi selain hari raya kurban, saya juga menyediakan kambing untuk akikah,” katanya.

Usaha jual beli kambing ini sudah lama ia geluti dan ini merupakan usaha dari orang tuanya yang dilanjutkannya. “Sudah 12 tahun saya menggeluti usaha ini, usaha ini awalnya milik orang tua kami, karena faktor usia maka orang tua sudah tidak bisa lagi berjualan. Maka anak-anak yang melanjutkannya,” tandasnya. (*/guf)

Coto Makassar Daeng Alang Diminati Penikmat Kuliner di Kotamobagu

ZONA EKONOMI — Meski terbilang usaha baru, namun kuliner Coto Makassar Daeng Alang yang berlokasi di Cendana, Kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat sudah banyak diminati para pecinta kuliner di Kotamobagu.

Rasa hidangan ini di setiap warung makan memang hampir sama, tapi yang membuat berbeda adalah bumbu tambahan yang diberikan oleh masing-masing pedagang. Rahasia bumbu inilah yang menjadikan rasa Coto Makassar Daeng alang berbeda dengan lainnya.

Owner Coto Makassar Daeng Alang (44) mengaku, bisnis usaha kuliner yang baru digelutinya 3 hari lalu ini, bisa meraup omzet rata-rata sebesar Rp. 1-2 juta dalam seharinya.

“Kita sajikan komplit dengan harga relatif murah. Ada Coto Campur harga Rp25 ribu, Coto Daging Rp30 ribu, Coto Hati Rp30 ribu, Coto Daging hati Rp30 ribu, Coto Daging Jantung Rp30 ribu, Coto Daging Jantung Paru Goreng Rp 30 ribu,” sebutnya.

Ditambahkan, usaha di bidang kuliner ini digelutinya semata-mata untuk menambah penghasilan keluarga. serta usaha ini sudah lama di geluti sejak masih di kota Palu, di karenakan pada saat itu Kena tsunami pada 2018 silam akibatnya sudah tidak bisa buka usaha lagi.

“Berhubung juga pada saat itu saya menjadi korban tsunami di kota palu yang mengakibatkan saya tidak bisa buka usaha lagi disana, jadi saya mencoba membuka usaha ini di Kotamobagu agar bisa menambah penghasilan,” tandasnya.

Sesuai dengan namanya Coto Makassar adalah hidangan berkuah yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Berbahan dasar daging sapi, ditambah dengan jeroan sapi, berupa paru, hati, usus, jantung, dan babat. Sementara bumbu kuahnya merupakan perpaduan sejumlah rempah-rempah dan gilingan kacang tanah yang sudah digoreng. (*/guf)

Pemkot Kotamobagu Tindak Lanjuti SE Gubernur Soal PPKM

Sekda Kotamobagu, Sande Dodo.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah mengeluarkan surat edaran (SE) terkait Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal ini disebabkan melonjaknya kasus covid-19 di Sulut.

Dalam SE yang ditandatangani Gubernur Olly Dondokambey itu, ada 10 daerah di Sulut berstatus waspada atau zona orange, yang salah satunya daerah Kota Kotamobagu. Menyikapi edaran Gubernur Sulut tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu langsung action dengan menggelar rapat bersama dengan pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa.

“Pemerintah Kotamobagu sudah menindaklanjuti Edaran Gubernur Sulut Tentang Antisipasi Peningkatan Covid 19. Instruksi itu jadi dasar hukum dan harus dilaksanakan oleh sangadi dan lurah kepada masyarakatnya,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda), Sande Dodo.

Menurutnya, poin-poin penting dalam edaran telah dibahas satu persatu dalam rapat bersama camat, sangadi dan lurah. “Dan apabila dipandang perlu maka akan dikeluarkan pula Surat Edaran Wali Kota Kotamobagu untuk mempertegas Surat Edaran Gubernur. Hal ini perlu dilakukan sebagai upaya menahan lonjakan paparan Covid-19,” pungkasnya. (*/guf)

Calon Paskibraka Kotamobagu Tunggu Jadwal Vaksinasi

Marham Anas Tungkagi

ZONA KOTAMOBAGU – 36 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Kotamobagu tahun 2021, masih menunggu jadwal vaksinasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotamobagu, Marham Anas Tungkagi, Rabu (7/7).

“Kita masih menunggu jadwal dari Dinkes untuk pelaksanaan vaksinasi terhadap peserta calon paskibraka,” ujarnya,

Dirinya menambahkan, kalau kewajiban mengikuti vaksinasi untuk para Capas tersebut sudah disampaikan pihak Dispora kepada orang tua masing-masing siswa, yang saat ini tengah mengikuti pelatihan.

“Kita sudah sampaikan ke masing-masing orang tua, dan Alhamdulillah mereka semua setuju,” tambahnya.

Sekedar informasi, pelaksanaan vaksinasi untuk siswa dari tingkat SD yang berumur 12 hingga SLTA yang berumur 17 tahun sudah mulai digulir sejak kemarin. Dimana peluncuran program vaksinasi untuk siswa tersebut digelar di SMA Negeri I Kotamobagu. (guf)

Wakili Bupati Boltim, Wabup Buka FGD KLHS RPJMD 2021-2026

ZONA BOLTIM – Mewakili Bupati Sam Sachrul Mamonto, Wakil Bupati Oskar Manoppo, secara resmi membuka rapat Focus Group Discussion (FGD) 5, Konsultasi Publik-2 Penyusunan Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026, bertempat di lantai III Kantor Bupati, Selasa (6/7).

Membacakan sambutan Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto, Wabup mengatakan, permasalahan lingkungan hidup di Kabupaten Boltim perlu penataan yang serius, baik dari sisi kuantitas dan kualitas lingkungannya. Berbagai program dan instrumen pengaturan terkait lingkungan sementara dibangun dan di kembangkan, namun dampaknya masih belum menyentuh ke arah permasalahan.

“Terutama penggunaan sumber daya alam yang harus selaras, serasi dan seimbang dengan fungsi lingkungan hidup, sebagai konsekuensinya, kebijakan, rencana atau program pembangunan harus memperhatikan aspek lingkungan hidup dan mewujudkan tujuan berkelanjutan sebagaimana diamanatkan di dalam Undang-undang nomor 32 tahun tahun 2009,” jelas Wabup.

Lanjutnya, sebagai tindak lanjut pelaksanaan tujuan pembangunan dalam upaya mensejahterakan masyarakat dengan menjaga keberlangsungan sumberdaya dan kelestarian lingkungan hidup.

“Maka pemerintah menerbitkan peraturan Menteri dalam negeri nomor 7 tahun 2018 tentang pembuatan dan pelaksanaan KLHS RPJMD, dimana KLHS RPJMD sendiri dimaknai sebagai analisis sistematis, menyeluruh, dan partisipatif yang menjadi dasar untuk mengintegrasikan tujuan pembangunan berkelanjutan dalam dokumen RPJMD,” terang Wabup.

Ditambahkannya, pemerintah berharap kiranya hasil dari KLHS RPJMD ini dapat memberikan kontribusi terhadap proses rencana untuk pengambilan keputusan yang optimal dalam perencanaan pembangunan di Kabupaten Boltim.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Sonny Warokka, Unsur Forkopimda Boltim, Pimpinan SKPD, para Camat, Kepala Bagian dan Sangadi. (*/guf)

Sekolah di Kotamobagu Belum Diizinkan Belajar Tatap Muka

Kegiatan belajar tatap muka di SMP Negeri 1 Kotamobagu yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pendidikan (Disdik) belum memberikan izin pelaksanaan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi Sekolah yang ada di Kota Kotamobagu.

Hal ini menyusul terbitnya surat edaran Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey, nomor: 440/21.4150/Sekr-Dinkes, tentang antisipasi peningkatan kasus Covid-19 di Provinsi Sulut.

Dalam poin keempat dari edaran Gubernur tersebut, ditegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (Sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi, Tempat Pendidikan dan Pelatihan) dilakukan secara daring.

“Sesuai dengan surat edaran Gubernur Sulawesi Utara, kegiatan belajar tatap muka belum bisa dilaksanakan karena Sulut kembali masuk Zona Orange Pandemi Covid-19. Jadi pelaksanaan belajar mengajar masih dilakukan secara daring,” ujar Kepala Disdik Kotamobagu, Rukmi Simbala, Selasa (6/7).

Rukmi juga berharap, kepada seluruh orang tua siswa agar dapat mendukung pelaksanaan vaksinasi terhadap anak sekolah yang telah berusia 12-17 tahun yang saat ini sedang dilaksanakan.

Sekadar informasi, surat edaran Gubernur Sulut ini mulai berlaku sejak tanggal 5 Juli sampai 18 Juli 2021 dengan memperhatikan perkembangan epidemiologi Covid-19. (guf)

Pemkot Maksimalkan Program Vaksinasi Covid-19

Wali Kota Tatong Bara bersama Forkopimda Kotamobagu melakukan monitoring di sejumlah lokasi pelaksanaan vaksinasi.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu terus berupaya memaksimalkan langkah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Kotamobagu, yang salah satunya dengan mempercepat pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat.

Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara mengatakan, hingga Senin (5/7) kemarin, total yang sudah melakukan vaksinasi tahap II sebanyak 17 persen.

“Ini akan kita tingkatkan, mudah-mudahan beberapa minggu kedepan bisa 50 persen. Dengan demikian masyarakat kita bisa terhindar dari virus ini dan dijauhkan dari kondisi yang tidak kita inginkan,” kata wali kota, usai meninjau pelaksanaan vaksinasi, Senin (5/7) kemarin.

Untuk target vaksinasi tahun ini, Wali Kota mengungkapkan, hal tersebut tergantung dengan ketersediaan vaksin.

“Tergantung kalau vaksinnya siap, maka kita tim sangat siap, termasuk dukungan dari Kepolisian, Kodim, Pengadilan Negeri dan Kejaksaan sangat kuat. untuk bagaimana bisa sama-sama kita capai untuk sesegera mungkin,” pungkasnya.

Terinformasi, untuk Kota Kotamobagu target sasaran program vaksinasi berjumlah 70.026 orang. (guf)

Bupati Boltim Tinjau Vaksinasi Serentak Anak Usia 12-17 Tahun

Bupati Sam Sachrul Mamonto bersama Kapolres Boltim AKBP Irham Halid SIK, meninjau pelaksanaan vaksinasi kepada anak usia-12-17 tahun di SMK 1 Tutuyan.

ZONA BOLTIM – Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto, meninjau pelaksanaan Launching vaksinasi serentak anak usia 12-17 tahun yang diikuti para siswa SMP dan SMK, yang dilaksanakan di SMK 1 Tutuyan, Senin (5/7).

Launching Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 12-17 tahun dilaksanakan serentak di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Kegiatan launching vaksinasi ini dilaksanakan secara virtual dengan protokol kesehatan ketat oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulut yang dihadiri langsung Gubernur Olly Dondokambey bersama Ketua TP-PKK Provinsi Sulut, Wakil Gubernur Steven Kandouw bersama Sekretaris TP-PKK Provinsi Sulut, Wali Kota Manado, Wakil Wali Kota dan Ketua TP-PKK Kota Manado, Sekdaprov Sulut, para Kepala PD Provinsi Sulut dan Kota Manado serta seluruh siswa dan pendamping yang ikut menghadiri launching yang digelar serentak di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Sulut.

Gubernur Olly Dondokambey dalam sambutannya, berterima kasih kepada Kepala SMK Kristen Eben Haezar Manado yang telah menjadi tuan rumah pelaksanaan launching vaksin serentak umur 12-17 tahun. “Saya berharap lewat vaksinasi serentak untuk umur 12-17 tahun ini, kegiatan pembelajaran siswa bisa berjalan dengan baik,” ucap Gubernur Sulut.

Dalam kesempatan itu, Bupati Boltim yang juga mengikuti pembahasan vaksinasi pada anak secara virtual dengan Pemerintah Provinsi Sulut, bermohon kepada Gubernur Sulut, terkait penambahan vaksin di daerah Boltim. Kepada Gubernur, Bupati Sachrul mengatakan, stok vaksin di daerah Boltim terus berkurang, seiring antusias masyarakat yang mengikuti vaksinasi.

“Bapak Gubernur, kami pemerintah Boltim meminta tambahan vaksin, karena mengingat antusias masyarakat banyak yang sudah menjalani vaksinasi, dan saat ini stok vaksin sudah mulai berkurang. Dan kita terbanyak kedua vaksinasi di Bolaang Mongondow Raya (BMR),” kata Bupati.

Lanjut Bupati, pelaksanaan vaksinasi akhir-akhir ini, Pemkab Boltim telah dibantu Polres Boltim sebanyak 100 vial. “Kita butuh tambahan vaksin. Untuk seluruh tenaga kesehatan, serta pelayan publik di Boltim sudah divaksinasi tahap satu dan dua. Kita dibantu TNI-Polri, pak Gubernur,” ucap Bupati.

Usai mengikuti Vidcon dengan Gubernur Sulut, Bupati langsung turun memantau pelaksanaan vaksinasi anak usia 12-17 tahun yang diikuti siswa SMP dan SMK.

Diketahui untuk vaksinasi anak umur 12-17 tahun, dimulai Senin 5 Juli 2021 oleh Dinas Kesehatan Boltim. Dan selanjutnya akan menjadwalkan pelaksanaan vaksinasi di sekolah-sekolah. “Kami akan kordinasi dengan Puskesmas di wilayah masing-masing untuk penjadwalan vaksinasi anak,” terang dokter Hamdan Korompot, Kepala Bidang Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Dinkes Boltim.

Turut hadir dalam Launching Vaksinasi Anak dan Vidcon dengan Pemrov Sulut, Kapolres Boltim, AKBP Irham Halid SIK, Kepala SKPD Boltim, Tim Vaksinator dari Dinkes Boltim, Kepala Sekolah SMP/SMK, Guru-guru dan peserta vaksin siswa-siswi. (Advertorial)

Ketua DPRD Sambangi 4 Lokasi Percepatan Vaksinasi di Kotamobagu

Ketua DPRD Kotamobagu, Meiddy Makalalag bersama Wali Kota Tatong Bara dan Forkopimda memantau langsung pelaksanaan percepatan vaksinasi di 4 titik.

ZONA KOTAMOBAGU – Ketua DPRD Kota Kotamobagu, Meiddy Makalalag ST, bersama Wali Kota Ir Tatong Bara dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kotamobagu, menyambangai 4 lokasi percepatan pelaksanaan vaksinasi, Senin (5/7) pagi.

Kepada awak media, Ketua DPRD Kotamobagu, Meiddy Makalalag mengatakan, peninjauan pelaksanaan vaksinasi tersebut adalah bagian dari tugas legislatif untuk mengawasi kerja-kerja dari pihak eksekutif.

“Tugas kami ikut mengawasi kerja dari eksekutif dalam rangka mempercepat pelaksanaan vaksinasi, sehingga dengan demikian kita bisa mengetahui kendala-kendala yang ada, untuk kita dorong bersama agar kendala tersebut bisa mendapatkan solusi. Sehingga harapan kita seluruh masyarakat yang ada di Kotamobagu bisa merasakan vaksinasi ini,” kata Mekal sapaan akrab Meiddy Makalalag.

Mekal menambahkan, pihak DPRD Kotamobagu terus bersinergi bersama Pemkot Kotamobagu dan juga instansi vertikal seperti TNI, Polri, Pengadilan Negeri dan Kejaksaan, untuk bisa mendorong capaian target vaksinasi di daerah.

“Namun demikian, kami juga menghimbau warga untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Sebab hari ini sudah ada beberapa yang terindikasi covid-19. Untuk itu kami berharap tidak ada tambahan lagi, dalam rangka penuntasan vaksinasi ini,” pungkasnya. (*/guf)