ZONA EKONOMI – Tingginya permintaan pasar akan berbagai jenis produk makanan terutama sayur dan lauk pauk, membuat berbagai peluang bisnis di bidang kuliner menjanjikan. Kesempatan inilah yang dimanfaatkan Suharti Pobela, warga Desa Bilalang I, Kecamatan Kotamobagu Utara.
Berbekal pengalaman bekerja sebagai kepala koki di Persibom Bolaang Mongondow selama 2 tahun, dan bekerja di rumah makan, membuat ibu tiga anak tersebut membuka usaha makanan sendiri.
“Lauk yang disediakan di kantin Amanah ini seperti aneka sayuran, ikan dan gorengan dan juga memerima ketringan acara,” kata mama Arfan sapaan akrabya.
Suharti mengaku sudah 17 tahun terjun dibidang memasak. “Alhamdulillah, walaupun sedikit-sedikit keuntungannya, tetapi bisa membantu perekonomian keluarga,” ujarnya.
Tak hanya itu, dari usahanya tersebut suharti bisa membantu sang suami menyekolahkan ketiga anaknya sampai pada perguruan tinggi.
“Menjual lauk ini memang sudah menjadi rutinitas saya, Alhamdulillah usaha ini bisa membantu menyekolahkan ketiga anak saya,” katanya.
Dalam sehari dirinya mengaku bisa menghabiskan 7-8 macam lauk di kantin miliknya. “Harganya untuk mulai dari 5 ribu rupiah atau sesuai dengan permintaan pembeli, setiap harinya buka mulai jam 10 pagi sampai jam 12 siang, jika ada pesanan kue,gorengan atau lauk biasanya saya buat sesudah jualan,” pungkasnya. (*/guf)





ZONA KOTAMOBAGU – Mewakili Wali Kota Tatong Bara, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kotamobagu, Siti Rafiqah Bora, membuka secara resmi Pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) yang digelar Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Kominfo Manado, bertempat di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Jumat (25/6) pagi.
ZONA EKONOMI – Menjalankan bisnis dengan berjualan rujak buah ternyata mampu mendatangkan penghasilan yang cukup lumayan. Seperti yang dilakukan Muhammad Daud, warga Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur. Dengan berjualan rujak buah, ia mampu meraup omzet ratusan ribu per hari.
