Beranda blog Halaman 3

Pelestarian Alat Musik Rambabo Dimulai: Dokumentasi, Sosialisasi dan Pameran

Pelestarian Alat Musik Rambabo Dimulai: Dokumentasi, Sosialisasi dan Pameran
Pelestarian Alat Musik Rambabo Dimulai: Dokumentasi, Sosialisasi dan Pameran (Foto: ind)

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Pelestarian alat musik Rambabo telah dimulai, ditandai dengan digelarnya Rapat Persiapan untuk Pendokumentasian Alat Musik Rambabo pada Selasa (31/03/2026) bertempat di Gedung Bontean, Desa Bilalang I.

Pelestarian alat musik Rambabo tersebut merupakan bagian dari Program Indonesiana Kementerian Kebudayaan untuk Dokumentasi Karya Maestro atau Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Rawan Punah.

Budayawan Bolaang Mongondow (Bolmong) Chairun Mokoginta yang merupakan penerima manfaat program tersebut, menyampaikan, Rambabo merupakan satu dari beberapa kesenian tradisonal Bolmong yang terancam punah.

Dari hasil penelitian yang dilakukan pihaknya, terdapat kurang lebih ada 31 jenis kesenian tradisional Bolmong. 16 di antaranya telah punah, 8 kesenian hampir punah, dan 6 kesenian lainnya masih eksis hingga kini.

“Yang telah punah itu maksudnya tidak pernah ditampilkan dalam dua dasawarsa, dan yang hampir punah itu masih tampil tapi tinggal sesekali,” terangnya.

Chairun berkisah, Rambambo sempat tak pernah ditampilkan dalam waktu yang cukup lama karena alat musik tersebut tak dapat ditemukan lagi.

“Saya masih sempat bermain Rambabo pada tahun 1980. Tapi setelah itu, saya cari sudah tidak ada alat musiknya. Dan tahun 1993, saya mulai melakukan restorasi,” tambahnya.

Sejak Direstorasi itulah, rambabo mulai ditampilkan kembali meski hanya sesekali dalam acara-acara kebudayaan.

Teranyar, sebelum menerima pendanaan dari Kementerian, Chairun secara mandiri telah melakukan pengenalan sekaligus pengenalan alat musik Rambabo kepada siswa-siswi di beberapa sekolah yang ada di Bolmong Raya.

Rambabo, alat musik tradisional Bolaang Mongondow yang saat ini berstatus rawan punah (Foto: Ind)

Di sisi lain, ia pun mengakui, salah satu faktor penghambat pelestarian kesenian adalah pendanaan. Sehingga dengan adanya Program Dana Indonesiana menjadi pelecut pemajuan berbagai kebudayaan yang ada di Bolmong.

“Pendanaan dari Kementerian ini sangat membantu dalam pelestarian kesenian tradisional,” tegasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kotamobagu, Siti Rafiqa Bora juga menyampaikan pentingnya pelestarian kesenian tradisional.

“Musik tradisional wajib dilestarikan,” tambahnya.

Hal yang sama juga diucapkan Sangadi Desa Bilalang I, Badaria Mokoginta. Menurutnya, pelestarian kesenian tradisional merupakan hal yang urgen saat ini.

“Musik-musik tradisional harus kita perhatikan dan lestarikan,” ucapnya.

Sementara, Staf Khusus Wali Kota Kotamobagu, Syarif Rahmat Mokoginta menyampaikan, pelestarian kesenian tradisional sejalan dengan program pemerintahan saat ini.

“Salah satunya tentang Program Pendidikan Berbudaya Lokal,” singkatnya.

Program Dana Indonesiana atau yang juga dikenal sebagai Dana Abadi Kebudayaan disediakan oleh pemerintah untuk mendukung perkembangan dan prestasi para budayawan serta menyalurkan ekspresi mereka. Selama beberapa tahun terakhir, Dana Indonesiana telah memberikan manfaat besar kepada para budayawan.

Pada tahun 2025, setidaknya tersedia anggaran sekitar Rp465 miliar dari hasil kelolaan Rp5 triliun Dana Abadi Kebudayaan yang bisa dimanfaatkan untuk Dana Indonesiana 2025.

Di Kotamobagu, ada dua penerima manfaat Dana Indonesiana yang mulai dikucurkan pada tahun 2026, yakni Murdiono Mokoginta dan Chairun Mokoginta. Murdiono mengangkat tema tentang Asal-usul Nama Desa di Kotamobagu, yang output-nya berupa buku.

Sedangkan, Chairun akan menghasilkan output berupa pendokumentasian dan sosialisasi dalam bentuk film Dokumenter, serta pameran kesenian tradisional Bolmong. (Ind)

Kunjungan Adriana Charlotte Dondokambey di Bolmong Raya, dari Warung Rakyat hingga Sorotan Krisis Literasi

Kunjungan Adriana Charlotte Dondokambey di Bolmong Raya, dari Warung Rakyat hingga Sorotan Krisis Literasi
Kunjungan Adriana Charlotte Dondokambey di Bolmong Raya, dari Warung Rakyat hingga Sorotan Krisis Literasi (Foto: Adr)

 

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Asap tipis dari bara ikan bakar mengepul pelan di sudut warung makan di Kelurahan Kotobangon Kecamatan Kotamobagu Timur. Meja kayu dengan beralaskan taplak PVC, kursi plastik, dan suara percakapan warga yang mengalir apa adanya.

Di tempat itu, Senin (30/03/2026) malam, tanpa sekat, tanpa jarak, Anggota Komite III DPD RI Dapil Sulawesi Utara, Dra. Adriana Charlotte Dondokambey M.SI, duduk santai menikmati hidangan.

Tak ada protokoler berlebihan. Tak ada batas antara pejabat dan masyarakat. Hanya percakapan hangat di tengah aroma ikan bakar, potret kesederhanaan yang justru terasa kuat dan jujur.

Disela makan malam bersama zonabmr.com dan sejumlah awak media, Adriana menjelaskan kehadirannya di Bolaang Mongondow Raya merupakan bagian dari kunjungan kerja sejak 25 hingga 29 Maret 2026.

Namun kunjungan ini tak berhenti pada agenda formal.

Beberapa hari sebelumnya, ia turun langsung membagikan Al-Qur’an dan perlengkapan salat di Kabupaten Bolaang Mongondow. Baginya, pembangunan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga spiritual generasi muda.

Anggota Komite III DPD RI, Adriana Charlotte Dondokambey saat Menyerahkan Bantuan Al-quran dan Peralatan Salat di Desa Ikhwan (Foto: Adr)

“Kita ingin anak-anak kita tidak hanya cerdas, tapi juga punya pegangan hidup. Kalau mereka dekat dengan nilai agama, mereka akan lebih kuat menghadapi pengaruh negatif,” ujarnya.

Di sisi lain, Adriana juga menghadiri event karapan sapi di Desa Ikhwan, sebagai bagian dari tugas Komite III DPD RI dalam mendorong sektor pariwisata.

Menurutnya, potensi budaya lokal seperti itu harus dikembangkan dan dipromosikan sebagai kekuatan ekonomi daerah.

Namun di balik agenda pariwisata dan sosial, Adriana justru menyoroti persoalan mendasar yakni rendahnya minat baca.

Data menunjukkan, minat baca masyarakat Sulawesi Utara masih tertinggal. Sulut berada di posisi ke-22 secara nasional dengan skor 68,44, sementara indeks literasi disebut berada di kisaran 22 persen. Angka yang menjadi alarm serius bagi masa depan generasi.

“Kalau minat baca kita rendah, maka daya pikir kita juga ikut melemah. Kita akan jadi generasi yang cepat puas dengan informasi dangkal, padahal ke depan kita dituntut berpikir lebih dalam,” tegasnya.

Ia pun mendorong langkah konkret dengan menghadirkan perpustakaan di setiap desa dan kelurahan.

“Saya ingin tidak ada lagi desa tanpa perpustakaan. Dari situlah peradaban dimulai. Kalau sudah ada, bantuan buku akan lebih mudah kita dorong,” katanya.

Selain itu, ia juga mengusulkan penerapan hari khusus berbahasa daerah di sekolah-sekolah di Bolmong Raya.

Menurutnya, literasi tidak hanya soal membaca buku, tetapi juga menjaga identitas budaya.

“Kalau bahasa daerah hilang, kita kehilangan jati diri. Literasi itu juga tentang memahami siapa kita,” ujarnya.

Dalam rekam jejaknya, Adriana aktif mendorong kegiatan sosial dan pendidikan sejak menjabat sebagai anggota DPR RI, mulai dari bantuan keagamaan hingga dukungan penguatan sumber daya manusia. Kini di DPD RI, fokus itu ia lanjutkan melalui penguatan literasi, budaya, dan pariwisata.

Suasana warung yang merakyat itu pun meninggalkan kesan bagi warga yang berada di lokasi.

Salah satunya, Wawan Ginoga, yang mengaku hanya sempat melihat dari kejauhan, tanpa bertegur sapa langsung dengan Adriana.

Meski begitu, kesan yang ditangkapnya cukup kuat.

“Memang tidak sempat menyapa langsung, tapi saya lihat sendiri bagaimana Ibu Adriana makan di tempat yang merakyat seperti ini. Itu jarang dilakukan pejabat,” ujarnya.

Menurut Wawan, sikap tersebut menunjukkan bahwa Adriana tidak menjaga jarak dengan masyarakat.

“Walaupun hanya lihat dari jauh, tapi kelihatan beliau tidak pilih-pilih tempat dan bisa menyatu dengan suasana,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kotamobagu, , Dr. Henny Kaseger, S.Kep., M.Kes., yang turut mendampingi, menyatakan kesiapan untuk mengawal berbagai program yang dibawa Adriana.

“Kami siap bersinergi dalam pengembangan pariwisata, kebudayaan, dan peningkatan minat literasi di Kotamobagu,” singkat Henny yang juga merupakan anggota DPRD Kotamobagu.

Di warung makan yang merakyat itu, di antara asap ikan bakar dan obrolan ringan warga, satu pesan besar mengemuka; Bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang bagaimana generasi dibentuk, untuk membaca, berpikir, dan memahami masa depan.

Soroti Rekrutmen PT Arafura Surya Alam, Rahman Salehe: Warga Lingkar Tambang Jangan Disisihkan

Soroti Rekrutmen PT Arafura Surya Alam, Rahman Salehe: Warga Lingkar Tambang Jangan Disisihkan
Rahman Salehe: Warga Lingkar Tambang Jangan Disisihkan (Foto: FB Rahman Salehe)

Boltim, ZONABMR.COM – Anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rahman Salehe, menyoroti proses perekrutan tenaga kerja di perusahaan tambang PT Arafura Surya Alam yang beroperasi di Kotabunan, Kecamatan Kotabunan.

Sorotan tersebut disampaikan Rahman dalam rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun 2025, yang digelar di Aula DPRD Boltim, Senin (30/3/2026).

Dalam penyampaiannya, ia langsung mengangkat aspirasi masyarakat terkait syarat perekrutan tenaga kerja di perusahaan tambang yang dinilai belum berpihak pada warga lokal, khususnya masyarakat di lingkar tambang.

Menurut Rahman, salah satu poin yang menjadi sorotan adalah adanya persyaratan pengalaman kerja yang dinilai memberatkan.

“Izin pak, ada penyampaian dari masyarakat mengenai syarat yang diberikan perusahaan tambang dalam melakukan perekrutan tenaga kerja lokal. Sebab terdapat poin tentang pengalaman kerja. Masyarakat mempertanyakan apakah ada MoU dari Pemda dengan perusahaan bagaimana merekrut tenaga kerja yang ada di lingkar tambang, Pak?” ungkapnya.

Ia menjelaskan, mayoritas masyarakat di sekitar wilayah tambang belum memiliki pengalaman kerja sebagaimana disyaratkan perusahaan, yang disebut mencapai 2 hingga 5 tahun.

Hal ini, menurutnya, berpotensi menimbulkan persoalan baru jika tidak segera dicarikan solusi oleh pemerintah daerah.

“Karena ini akan menjadi masalah ke depan nanti, manakala ada masyarakat yang ada di lingkar tambang kemudian syaratnya harus memiliki pengalaman kerja. Sementara masyarakat di lingkar tambang itu mayoritas belum ada pengalaman kerja,” jelas Rahman.

Ia pun mendesak pemerintah daerah untuk mengambil langkah konkret, termasuk memfasilitasi kesepakatan dengan pihak perusahaan agar perekrutan tenaga kerja lebih berpihak pada masyarakat lokal.

“Bagaimana upaya-upaya dari Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi perekrutan tenaga kerja dari masyarakat yang ada di lingkar tambang tanpa melihat aspek pengalaman tersebut. Ini kan tinggal perjanjian antara Pemda dengan perusahaan,” tegasnya.

Rapat paripurna tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Boltim, pimpinan DPRD, serta para kepala SKPD dan jajaran terkait.

Datang Tanpa Sekat, Henny Kaseger Diserbu Warga di Lebaran Ketupat Mongkonai Induk

Datang Tanpa Sekat, Henny Kaseger Diserbu Warga di Lebaran Ketupat Mongkonai Induk
Datang Tanpa Sekat, Henny Kaseger Diserbu Warga di Lebaran Ketupat Mongkonai Induk (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Kunjungan silaturahmi anggota DPRD Kotamobagu yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kotamobagu, Dr. Henny Kaseger, S.Kep., M.Kes., di perayaan Lebaran Ketupat Kelurahan Mongkonai Induk, Kecamatan Kotamobagu Barat, Ahad (29/03/2026) menjadi sorotan warga.

Kehadiran Henny di tengah kegiatan yang berlangsung sukses dan diserbu warga itu menambah semarak suasana silaturahmi yang masih dalam nuansa Idul Fitri.

Sejak pagi hingga sore hari, ratusan hingga ribuan warga silih berganti datang, termasuk dari berbagai wilayah di Kotamobagu dan sekitarnya.

Dalam kunjungannya, Henny Kaseger tampak berbaur tanpa sekat dengan masyarakat. Ia berjabat tangan, menyapa warga, serta ikut menikmati hidangan bersama di sejumlah titik meja makan yang tersebar di seluruh wilayah kelurahan.

Sebanyak 21 titik meja makan yang merupakan hasil rembukan warga Mongkonai Induk menjadi pusat interaksi masyarakat.

Di setiap titik, tersaji hidangan khas Lebaran seperti ketupat dan opor serta hidangan khas suku Mongondow menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Kehadiran Henny pun disambut antusias oleh warga. Momen tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk bersilaturahmi secara langsung dengan wakil rakyat mereka.

Dalam kesempatan itu, Henny Kaseger menyampaikan bahwa kunjungannya merupakan bagian dari silaturahmi dengan masyarakat di momen Idul Fitri.

“Ini adalah bagian dari silaturahmi saya dengan masyarakat, apalagi masih dalam suasana Idul Fitri. Saya ingin hadir langsung di tengah-tengah warga, melihat dan merasakan kebersamaan seperti ini,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kekompakan warga Mongkonai Induk dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif pemerintah, masyarakat, TP-PKK dan BKMT setempat yang telah menghadirkan kegiatan ini. Ini menunjukkan kuatnya kebersamaan dan semangat gotong royong warga,” tambahnya.

Camat Kotamobagu Barat, Sumitro Potabuga, turut memberikan apresiasi atas kehadiran Henny Kaseger di tengah masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Ibu Henny Kaseger yang telah meluangkan waktu untuk hadir langsung di tengah masyarakat Mongkonai Induk. Ini menjadi motivasi bagi warga dan menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah dan wakil rakyat dalam memperkuat silaturahmi di momen Idul Fitri,” ujar Sumitro.

Senada, Lurah Mongkonai Induk, Indah Cipta Kusumawardhani Gobel mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan Henny Kaseger.

“Besar Harapan masyarakat agar Kunjungan Ibu Dewan bisa menjadi pintu silahturahmi yang baik dengan Masyarakat Kelurahan Mongkonai. Semoga kedepannya bisa menuai banyak manfaat untuk masyarakat Kelurahan Mongkonai, khususnya terkait perhatian pada aspirasi dan usulan-usulan Pembangunan di Kelurahan Mongkonai,” ucap Indah.

Sementara itu, salah satu warga Mongkonai Induk, Putra Paputungan, mengaku senang dengan kehadiran Henny Kaseger yang dinilai dekat dengan masyarakat.

“Alhamdulillah torang sangat senang dengan kedatangan Ibu Henny. Dia datang langsung, baku dapa dengan warga, jadi torang merasa diperhatikan. Ini contoh pemimpin yang dekat dengan masyarakat,” ungkap Putra.

Dengan kunjungan tersebut, Lebaran Ketupat di Mongkonai Induk tidak hanya menjadi ajang tradisi dan silaturahmi, tetapi juga memperlihatkan kedekatan antara pemimpin dan masyarakat dalam suasana penuh kehangatan Idul Fitri.

Diserbu Warga, Lebaran Ketupat Perdana di Mongkonai Induk Sukses Penuh Kehangatan

Diserbu Warga, Lebaran Ketupat Perdana di Mongkonai Induk Sukses Penuh Kehangatan
Diserbu Warga, Lebaran Ketupat Perdana di Mongkonai Induk Sukses Penuh Kehangatan (Foto: Sum)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pelaksanaan Lebaran Ketupat di Kelurahan Mongkonai Induk, Kecamatan Kotamobagu Barat, Ahad (39/03/2026), berlangsung sukses dan diserbu warga.

Sejak pagi hingga sore hari, ratusan hingga ribuan warga silih berganti datang untuk meramaikan kegiatan yang masih dalam suasana Idul Fitri tersebut.

Suasana penuh kehangatan begitu terasa di seluruh penjuru Mongkonai Induk. Warga saling berjabat tangan, bermaaf-maafan, serta menikmati hidangan bersama.

Tak hanya warga setempat, pengunjung dari berbagai wilayah di Kotamobagu hingga daerah sekitar turut hadir, menambah semarak kegiatan perdana ini.

Sebanyak 21 titik meja makan disiapkan hasil rembukan warga Mongkonai Induk dan tersebar di seluruh wilayah kelurahan. Di setiap titik, tersaji hidangan khas Lebaran seperti ketupat dan opor yang menjadi menu wajib, menciptakan nuansa kebersamaan yang kental.

Warga tampak hilir mudik dari satu titik ke titik lainnya, memperkuat nilai silaturahmi dan kebersamaan yang menjadi esensi utama dalam perayaan Lebaran Ketupat.

Kegiatan ini diinisiasi oleh TP-PKK dan BKMT Kelurahan Mongkonai Induk, sebagai bentuk kolaborasi masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus mempererat hubungan sosial pasca Idul Fitri.

Camat Kotamobagu Barat, Sumitro Potabuga, menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Lebaran Ketupat ini diinisiasi oleh TP-PKK dan BKMT Kelurahan Mongkonai Induk, dan ini perdana dilaksanakan di sini. Ada 21 titik meja makan yang disiapkan untuk masyarakat. Alhamdulillah kegiatan ini berjalan sukses dan mendapat sambutan luar biasa dari warga,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan ini menjadi ruang penting untuk mempererat silaturahmi antar warga yang masih berada dalam suasana Idul Fitri.

Camat Kotamobagu Barat, Sumitro Potabuga Menyambut Silaturahmi Anggota DPRD Kotamobagu, Henny Kaseger (Foto: Nen)

“Ini bukan hanya soal tradisi, tapi bagaimana kita menjaga silaturahmi. Masih dalam suasana Idul Fitri, kegiatan seperti ini menjadi wadah kebersamaan dan memperkuat rasa kekeluargaan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu warga Mongkonai Induk, Muchtar Korompot, mengaku bangga dan bersyukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Alhamdulillah torang pe Lebaran Ketupat ini sangat meriah. Ini momen bagus untuk baku dapa, baku pasiar, apalagi masih suasana Idul Fitri. Harapan kami kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan ke depan,” ungkap Muchtar.

Dengan suksesnya pelaksanaan perdana ini, Lebaran Ketupat di Mongkonai Induk diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang terus dilestarikan, sekaligus menjadi simbol kuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.

Tak Berhenti di Seremoni, Om Dade Pimpin Panitia Menutup Pasar Senggol dengan Aksi Nyata hingga Bersihkan Sampah

Tak Berhenti di Seremoni, Om Dade Tutup Pasar Senggol dengan Aksi Nyata hingga Bersihkan Sampah (Foto: ZB)
Tak Berhenti di Seremoni, Om Dade Pimpin Panitia Tutup Pasar Senggol dengan Aksi Nyata hingga Bersihkan Sampah (Foto: ZB)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Bukan sekadar soal ramainya pengunjung atau derasnya transaksi, Pasar Senggol Kotamobagu 2026 justru dikenang karena satu hal, panitia yang tak pulang sebelum sampah terakhir diangkut.

Di saat banyak penyelenggara berhenti pada seremoni pembukaan, Pasar Senggol tahun ini menghadirkan wajah berbeda.

Di bawah kepemimpinan Sarjan Korompot atau yang akrab disapa Om Dade selaku ketua panitia dan Asosiasi pedagang, konsep leadership by action benar-benar dijalankan bukan dari balik meja, tetapi langsung di lapangan, dari awal hingga akhir.

Jelang Idul Fitri 1447 Hijriah, saat aktivitas pasar mencapai puncaknya, Sabtu dini hari (21/03/2026), Om Dade justru memilih menyusuri lapak-lapak pedagang. Tanpa protokoler, ia berdialog langsung, mendengar keluhan, dan menangkap realita yang selama ini kerap luput dari penyelenggara.

“Agar kita tahu kondisi sebenarnya di lapangan. Saya ingin pedagang dapat rezeki, pembeli juga bahagia,” ujarnya.

Langkah ini menjadi pembeda. Di tengah membludaknya pengunjung dari Bolaang Mongondow Raya hingga Minahasa Selatan, perputaran ekonomi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah—terlihat dari padatnya transaksi di hampir seluruh lapak.

Tak Berhenti di Seremoni, Om Dade Tutup Pasar Senggol dengan Aksi Nyata hingga Bersihkan Sampah
Om Dade saat Menemui Para Pedagang Jelang Penutupan Pasar Senggol. (Foto: Udi)

Seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengaku merasakan langsung perbedaan pendekatan tersebut.

“Biasanya kami hanya diminta jualan, selesai ya sudah. Tapi kali ini panitia benar-benar turun, bahkan sampai urus sampah. Kami merasa dihargai,” ungkapnya.

Ia bahkan berharap ke depan penyelenggaraan pasar senggol tetap dipercayakan kepada figur yang sama.

“Kalau bisa tahun depan tetap ke Om Dade. Karena kami pedagang merasa diperhatikan, bukan hanya saat buka, tapi sampai selesai,” tambahnya.

Namun ujian sesungguhnya datang setelah euforia usai.

Pada hari kedua Lebaran, Ahad (22/03/2026), saat sebagian besar aktivitas telah berhenti dan lokasi dipenuhi sisa-sisa keramaian, Om Dade kembali turun. Bukan untuk menerima pujian, melainkan memimpin langsung pembersihan sampah yang menggunung.

Tumpukan plastik, sisa kemasan, dan limbah sisa makanan yang berserakan di seluruh area eks RSUD Datoe Binangkang tak dibiarkan berlama-lama.

Om Dade Memimpin Langsung Pembersihan Sisa-sis Sampah di Lokasi Pasar Senggol (Foto: Udi)
Om Dade Memimpin Langsung Panitia Membersihkan Sisa-sisa Sampah di Lokasi Pasar Senggol (Foto: Udi)

Panitia bergerak cepat, mengangkut sampah dengan estimasi volume mencapai 2 hingga 3 ton satu per satu dengan mengerahkan dua unit dump truck.

“Ini aset Pemkot Kotamobagu. Kami bertanggung jawab mengembalikannya dalam kondisi lebih baik dari saat dipinjam,” tegasnya.

Aksi ini menjadi penegasan bahwa kepemimpinan tidak berhenti saat acara selesai. Justru di titik itulah tanggung jawab diuji.

Enu Paputungan, warga Mongkonai, menilai apa yang dilakukan panitia sebagai standar baru yang patut dicontoh.

“Biasanya menunggu pemerintah turun membersihkan. Tapi ini panitia langsung bergerak. Ini harus jadi contoh,” ujarnya.

Aji Manoppo, warga Kotamobagu, juga mengapresiasi keberadaan pasar senggol yang menurutnya bukan hanya tempat transaksi, tetapi tradisi yang hidup.

“Kalau tidak ada, terasa kurang. Di sini lengkap dan harganya terjangkau,” katanya.

Apresiasi turut datang dari Pemerintah Kota Kotamobagu. Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, mengapresiasi kepada om Dade bersama panitia Pasar Senggol Bersahabat atas suksesnya penyelenggaraan pasar yang membludak jelang Idul Fitri.

Di balik kesuksesan ini, tersimpan satu pesan yang lebih besar, Pasar Senggol tahun ini bukan hanya tentang perputaran ekonomi rakyat, tetapi tentang standar baru dalam penyelenggaraan; bahwa tugas panitia tidak selesai saat lampu dipadamkan, melainkan saat dampak terakhir benar-benar dituntaskan.

Musda Golkar Kotamobagu Memanas, CEP Dituding Berpihak — Klarifikasi Tak Redam Spekulasi

Musda Golkar Kotamobagu Memanas, CEP Dituding Berpihak — Klarifikasi Tak Redam Spekulasi
Musda Golkar Kotamobagu Memanas, CEP Dituding Berpihak — Klarifikasi Tak Redam Spekulasi (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Meski waktu bergulirnya Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kota Kotamobagu masih cukup lama, dinamika yang berjalan mulai memanas.

Tudingan kontroversial muncul dari seorang pemerhati politik yang meminta namanya tak dipublikasi yang menyebut Christiany Eugenia Paruntu (CEP) berpihak kepada salah satu bakal calon ketua.

Isu tersebut langsung memantik spekulasi liar di internal Partai Golkar. Perebutan kursi Ketua DPD II Golkar Kotamobagu disebut-sebut melibatkan figur-figur kuat dengan basis dukungan yang tidak bisa dianggap remeh.

Menanggapi tudingan itu, CEP yang juga anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Golkar memberikan klarifikasi saat menghadiri acara buka puasa bersama Wali Kota Kotamobagu di Sutan Raja Hotel Kotamobagu, Rabu (18/3/2026).

CEP menegaskan bahwa hingga saat ini pelaksanaan Musda masih menunggu jadwal resmi dari DPP Partai Golkar.

“Musda masih menunggu jadwal. Kita berharap dalam waktu dekat sudah ada ketentuan dari DPP,” ujarnya.

Menjawab tudingan keberpihakan, CEP memilih bersikap diplomatis. Ia menekankan bahwa dirinya realistis dalam melihat dinamika internal partai.

“Saya realistis saja. Siapapun yang nantinya terpilih, itu berarti memiliki kapasitas dan tentu sudah disetujui oleh DPP,” tegasnya.

Lebih lanjut, CEP memastikan tidak akan berpihak secara personal kepada kandidat tertentu dan berkomitmen mendukung siapapun yang terpilih sebagai Ketua DPD II Golkar Kotamobagu.

“Siapapun yang jadi ketua, saya akan tetap mendukung,” tambahnya.

Namun, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredam spekulasi. Sejumlah kalangan menilai sikap “netral” CEP justru membuka ruang tafsir politik, terutama di tengah kompetisi yang kian mengerucut.

Apalagi isu kedekatan CEP yang setiap datang ke Kotamobagu, hanya mengunjungi kediaman salah satu kandidat calon ketua DPD II.

Beberapa nama yang menguat sebagai bakal calon Ketua DPD II Golkar Kotamobagu di antaranya Herdi Korompot, Raski Mokodompit, Fachrian Mokodompit, dan Rendy Virgiawan Mangkat.

Keempatnya disebut memiliki jaringan dan kekuatan politik signifikan di tingkat lokal.

Situasi ini membuat Musda Golkar Kotamobagu diprediksi tidak hanya menjadi ajang konsolidasi, tetapi juga pertarungan pengaruh antar elit yang berpotensi memunculkan friksi internal jika tidak dikelola secara matang.

Seiring belum adanya jadwal resmi dari DPP, tensi politik di tubuh Golkar Kotamobagu dipastikan masih akan terus bergerak dinamis—bahkan cenderung memanas.

CEP Turun Langsung Bagikan Sembako di 4 Kecamatan Kotamobagu, Warga Sambut Antusias

CEP Turun Langsung Bagikan Sembako di 4 Kecamatan Kotamobagu, Warga Sambut Antusias
CEP Turun Langsung Bagikan Sembako di 4 Kecamatan Kotamobagu (Foto: Ren)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh anggota DPR RI Komisi VI, Christiany Eugenia Paruntu (CEP), untuk berbagi kepada masyarakat. Ia melaksanakan aksi sosial berupa pembagian paket sembako di empat kecamatan yang ada di Kota Kotamobagu, Rabu (18/03/2026).

Kegiatan tersebut menyasar warga yang membutuhkan di wilayah Kotamobagu Utara, Kotamobagu Selatan, Kotamobagu Timur, dan Kotamobagu Barat.

Pembagian sembako ini menjadi bentuk kepedulian nyata CEP terhadap masyarakat, khususnya di tengah suasana Ramadan yang identik dengan semangat berbagi dan solidaritas.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut didampingi oleh anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Raski Mokodompit. Kehadiran keduanya menunjukkan sinergi antara wakil rakyat di tingkat pusat dan daerah dalam menjangkau serta membantu masyarakat secara langsung.

Christiany Eugenia Paruntu bahkan turun langsung ke lapangan, menyapa warga sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis. Kehadirannya bersama Raski Mokodompit disambut antusias oleh masyarakat yang merasa terbantu dengan adanya paket sembako tersebut.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmennya sebagai wakil rakyat untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam fungsi legislasi, tetapi juga dalam aksi nyata yang dirasakan langsung oleh warga.

“Ramadan adalah bulan penuh berkah. Ini menjadi momentum untuk berbagi dan mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

CEP Turun Langsung Bagikan Sembako di 4 Kecamatan Kotamobagu, Warga Sambut Antusias
CEP Turun Langsung Bagikan Sembako di 4 Kecamatan Kotamobagu (Foto: Ren)

Warga penerima bantuan mengaku bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Mereka menilai bantuan sembako tersebut sangat membantu, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok selama bulan puasa.

Selain pembagian sembako, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menyerap aspirasi masyarakat. Sejumlah warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai harapan dan kebutuhan yang diharapkan dapat diperjuangkan di tingkat pusat dan daerah.

Aksi sosial ini pun diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama di bulan suci Ramadan yang sarat dengan nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.***

Ironis! Lapak Resmi Sepi, Lapak Liar Berkuasa — Penertiban Pasar Senggol Ilegal Mandek

Ironis! Lapak Resmi Sepi, Lapak Liar Berkuasa — Penertiban Pasar Senggol Ilegal Mandek
Sarjan Korompot (Foto: Gi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM Pasar Senggol di kawasan Eks RSUD Kotamobagu sejatinya sudah siap beroperasi. Tenda-tenda telah berdiri, instalasi listrik terpasang, dan area jualan telah ditata oleh panitia.

Namun di balik kesiapan fisik tersebut, fakta di lapangan justru memunculkan persoalan serius; ratusan lapak resmi dibiarkan kosong, sementara lapak liar di luar area pasar justru membengkak.

Dari total sekitar 288 lapak yang disiapkan panitia, tercatat sekitar 130 lapak hingga kini belum terisi pedagang.

Kondisi ini menjadi pukulan bagi panitia penyelenggara yang sejak awal berharap Pasar Senggol tahun ini kembali bergairah seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar, Sarjan Korompot atau yang akrab disapa Om Dade, Ahad (15/03/2025) mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada pedagang sejak jauh hari. Namun hingga kini, banyak pedagang belum juga menempati lapak yang telah disiapkan.

“Sudah lama kami sosialisasikan ke pedagang. Tapi sampai sekarang masih banyak lapak yang kosong,” ujarnya.

Ironisnya, di saat lapak resmi masih kosong, lapak-lapak senggol bayangan justru menjamur di sekitar kawasan pusat pertokoan.

Fenomena ini paling mencolok terlihat di sepanjang Jalan Kartini, yang kini dipenuhi pedagang yang membuka lapak di luar area resmi Pasar Senggol.

Jumlahnya bukan berkurang, tetapi terus bertambah dari hari ke hari. Tanpa penataan, tanpa pengawasan, dan tanpa aturan yang jelas.

Penertiban Satpol PP Tak Berefek Apa-apa

Padahal Satpol PP yang dipimpin langsung oleh Nasli Paputungan, Sabtu (13/03/2026) kemarin, telah turun langsung melakukan penertiban.

“Kami sudah mengimbau secara persuasif. Namun apabila tidak diindahkan, tentu pemerintah akan melakukan penertiban bersama Satpol PP, Dishub, dan pihak keamanan,” tegas Nasli.

Penertiban Pasar Senggol Ilegal Nyatanya Tak Berefek (Foto: Udi)

Namun nyatanya itu tak berefek apa-apa, malah pedagang pasar senggol ilegal semakin membludak.

Semakin ironis, sampai saat ini tak ada tindakan tegas dari Satpol PP seperti yang dikatakan Nasli.

Situasi ini jelas menimbulkan ketidakadilan bagi pedagang yang sudah membayar lapak resmi. Mereka mengikuti aturan, sementara di sisi lain pedagang liar bebas membuka lapak tanpa kewajiban apa pun.

Kondisi tersebut juga menyorot peran dua instansi yang memiliki tanggung jawab langsung dalam pengawasan dan penertiban kawasan pasar, yakni Satpol PP dan Disperindag Kotamobagu.

Publik tentu bertanya di mana peran pengawasan pemerintah ketika lapak liar tumbuh begitu cepat di depan mata?

Jika dibiarkan, keberadaan lapak bayangan ini bukan hanya merusak penataan Pasar Senggol, tetapi juga berpotensi mematikan lapak resmi yang sudah disiapkan panitia. Pedagang tentu akan memilih berjualan di lokasi bebas tanpa biaya jika tidak ada tindakan tegas dari pemerintah.

Karena itu, penertiban tidak bisa lagi ditunda. Satpol PP dan Disperindag harus turun tangan, bukan sekadar melihat situasi berkembang tanpa kendali.

Jika pemerintah tidak ada ketegasan Pemkot, Pasar Senggol Kotamobagu berisiko berubah dari pasar rakyat yang tertata menjadi kawasan perdagangan liar yang semrawut dan sulit dikendalikan.

Bagi panitia dan pedagang resmi, Pasar Senggol bukan sekadar deretan tenda musiman. Ia adalah ruang ekonomi rakyat yang setiap tahun menjadi harapan banyak orang menjelang Hari Raya.

Namun harapan itu akan runtuh jika aturan dibiarkan dilanggar dan pemerintah memilih diam.

Kini publik menunggu apakah penertiban akan benar-benar dilakukan, atau lapak liar akan terus dibiarkan tumbuh tanpa kendali?

Silaturahmi Ramadan Bersama Jurnalis, Senator Cherish Gelar Buka Puasa di D’Talaga Resto

Silaturahmi Ramadan Bersama Jurnalis, Senator Cherish Gelar Buka Puasa di D'Talaga Resto
Silaturahmi Ramadan Bersama Jurnalis, Senator Cherish Gelar Buka Puasa di D’Talaga Resto (Foto: Scu)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Momentum Ramadan dimanfaatkan Senator Cherish Harriette Mokoagow untuk mempererat silaturahmi dengan insan pers di Bolaang Mongondow Raya melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar pada Sabtu (14/03/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di D’Talaga Resto yang berlokasi di Desa Bungko, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Puluhan jurnalis dari berbagai media di wilayah Bolaang Mongondow Raya tampak menghadiri kegiatan tersebut.

Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban, dengan para jurnalis saling berbincang santai sembari menunggu waktu berbuka puasa.

Meski menjadi penggagas kegiatan, Cherish tidak sempat menghadiri langsung acara tersebut karena tengah menjalankan agenda kedinasan sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia di Jakarta.

Kehadiran Cherish diwakili oleh ibundanya, Suri Soepredjo yang menyampaikan sambutan kepada para jurnalis dan undangan yang hadir.

Ibunda Cherish, Suri Soepredjo Mokoagow, Mewakili Memberikan Sambutan (Foto: Scu)
Ibunda Cherish, Suri Soepredjo Mokoagow, Mewakili Memberikan Sambutan (Foto: Scu)

Dalam sambutannya, Suri menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukanlah agenda politik, melainkan bentuk rasa syukur sekaligus upaya menjaga hubungan baik dengan para jurnalis.

“Ini bukan agenda politik. Kegiatan ini murni sebagai ungkapan rasa syukur di bulan Ramadan sekaligus menjaga tali silaturahmi dengan rekan-rekan jurnalis serta para undangan yang hadir,” ujar Suri.

Ia juga menyampaikan salam dari Cherish kepada para jurnalis yang hadir serta harapan agar hubungan baik antara dirinya dan kalangan media di daerah tetap terjaga.

Cherish Harriette Mokoagow

“Cherish menyampaikan salam kepada teman-teman media. Beliau berharap kebersamaan seperti ini dapat terus terjalin sebagai ruang silaturahmi yang hangat,” tambahnya.

Menjelang azan magrib, suasana di lokasi acara terlihat semakin akrab. Para jurnalis berdiskusi ringan mengenai berbagai dinamika pemberitaan daerah, sebelum kemudian bersama-sama menikmati hidangan berbuka yang telah disiapkan pihak penyelenggara.

Diketahui, sebelum terjun ke dunia politik, Cherish Harriette Mokoagow pernah berkarier sebagai wartawan televisi di Jakarta.

Pada Pemilu 2019, ia berhasil terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia perwakilan Sulawesi Utara dengan perolehan suara terbanyak yakni 180.224 suara.

Pada Pemilu 2024, Cherish kembali dipercaya masyarakat Sulawesi Utara untuk melanjutkan tugas sebagai senator di DPD RI.

Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, diharapkan hubungan baik antara tokoh publik dan komunitas media di daerah tetap terjaga, sekaligus memperkuat tradisi silaturahmi selama bulan Ramadan.