Beranda blog Halaman 2

Dugaan Penyerobotan Lahan dan PETI di Goropai Lanut Diselidiki, LAKI Sulut Minta Polisi Bertindak Tegas

Dugaan Penyerobotan Lahan dan PETI di Goropai Lanut Diselidiki, LAKI Sulut Minta Polisi Bertindak Tegas
(Foto: Generated AI)

Boltim, ZONABMR.COM – Kasus dugaan penyerobotan lahan kembali mencuat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), tepatnya di kawasan Goropai, Desa Lanut, Kecamatan Modayag.

Persoalan ini tidak hanya menyangkut sengketa kepemilikan tanah, tetapi juga menyeret dugaan praktik pertambangan tanpa izin (PETI) yang disebut dilakukan menggunakan alat berat.

Kasus tersebut mencuat setelah adanya laporan resmi yang tercatat dalam Surat Tanda Terima Pengaduan (STTP) Nomor: 09/11/2026/SPKT/RES-BOLTIM tertanggal 31 Maret 2026.

Laporan itu diajukan oleh Youke Yunita Monoarfa ke SPKT Polres Boltim terkait dugaan tindak pidana penyerobotan lahan yang diduga dilakukan oleh dua pria berinisial AA alias Ast dan FD alias Far.

Berdasarkan kronologi laporan, sejak Februari 2026 lahan milik Hanny Sondakh yang telah memiliki dua sertifikat resmi masing-masing bernomor 314 dan 315 tahun 1989 diduga dimasuki dan dikuasai secara sepihak oleh para terlapor. Lahan tersebut diketahui telah dikuasakan kepada pelapor melalui surat kuasa yang sah.

Tidak hanya diduga memasuki lahan, kedua terlapor juga disebut melakukan aktivitas pertambangan di atas area tersebut menggunakan alat berat jenis ekskavator.

Aktivitas itu diperkirakan telah menggarap lahan seluas kurang lebih satu hektare dan berlangsung sejak Februari 2026 hingga saat ini.

Pihak pelapor mengaku baru mengetahui aktivitas tersebut setelah melihat adanya kerusakan dan perubahan fungsi lahan di lokasi.

Merasa dirugikan, pelapor meminta pihak kepolisian segera memproses kasus tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, pihak pengadu juga telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari penyidik Satreskrim Polres Boltim.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa laporan saat ini sedang ditangani oleh Unit II Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) dan akan ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan lebih lanjut.

“Laporan saudara saat ini sedang ditangani dan akan dilakukan penyelidikan guna menentukan apakah peristiwa tersebut merupakan tindak pidana sesuai dengan ketentuan Undang-Undang,” demikian kutipan isi SP2HP yang diterima pelapor.

Ketua DPD LAKI Sulawesi Utara, Firdaus Mokodompit, yang juga bertindak sebagai kuasa pelapor, mendesak aparat kepolisian untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu.

Menurut Firdaus, kasus tersebut tidak hanya berkaitan dengan dugaan penyerobotan lahan, tetapi juga berpotensi melanggar Undang-Undang Minerba terkait aktivitas pertambangan tanpa izin.

“Ini bukan hanya soal penyerobotan tanah, tapi juga sudah masuk ranah dugaan tambang ilegal. Harus ada tindakan tegas, termasuk pemasangan police line di lokasi,” tegas Firdaus.

Firdaus juga meminta Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan SH M.Si segera mengambil langkah hukum agar kasus tersebut tidak berlarut-larut dan memberikan kepastian hukum bagi pemilik lahan.

Dalam konteks hukum, dugaan penyerobotan lahan dapat merujuk pada Pasal 167 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang memasuki pekarangan atau tanah milik orang lain tanpa izin.

Selain itu, apabila ditemukan adanya penguasaan atau penggunaan lahan tanpa hak yang menimbulkan kerugian bagi pemilik sah, perkara ini juga dapat dikaitkan dengan Pasal 385 KUHP mengenai penyerobotan atau penggelapan hak atas tanah.

Sementara untuk dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin, ketentuan hukumnya diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Pada Pasal 158 UU Minerba disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa izin resmi dapat dipidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.

Apabila dalam aktivitas tersebut digunakan alat berat dan menimbulkan kerusakan lingkungan, maka penyidik juga dapat mendalami potensi pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan hidup maupun penggunaan kawasan tanpa izin.

Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan oleh pihak kepolisian masih terus berjalan.

Lebaran Ketupat Gogagoman, Henny Kaseger Hadir Perkuat Silaturahmi Bersama Ratusan Warga

Lebaran Ketupat Gogagoman, Henny Kaseger Hadir Perkuat Silaturahmi Bersama Ratusan Warga
Lebaran Ketupat Gogagoman, Henny Kaseger Hadir Perkuat Silaturahmi Bersama Ratusan Warga (Foto: Ner)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Perayaan Lebaran Ketupat di Kelurahan Gogagoman, Sabtu (11/4/2026), berlangsung meriah dengan kehadiran anggota DPRD Kotamobagu yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kotamobagu, Dr. Henny Kaseger, S.Kep., M.Kes.

Ratusan masyarakat dari Kotamobagu dan sekitarnya turut memadati perayaan tersebut. Kehadiran Henny Kaseger di tengah warga menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi dalam suasana penuh kebersamaan.

Di tengah kegiatan, Henny tampak berbaur tanpa sekat, menyapa warga, berjabat tangan, serta menikmati hidangan bersama di sejumlah titik yang telah disiapkan masyarakat.

Tercatat, terdapat tujuh titik meja makan hasil kesepakatan warga yang menjadi pusat interaksi dan kebersamaan lintas lingkungan.

Tokoh masyarakat setempat, Muh. Saleh Zulhaji Pontoh, mengaku bangga atas kehadiran anggota dewan yang dinilai tetap menyempatkan diri hadir di tengah masyarakat.

“Ini bentuk perhatian yang luar biasa. Tidak semua wakil rakyat mau turun langsung seperti ini, apalagi di luar masa kampanye,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Gogagoman, Putra Muh. A. Mokodompit, menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat serta kehadiran wakil rakyat dalam kegiatan tersebut.

“Perayaan Lebaran Ketupat ini adalah wujud kebersamaan masyarakat Gogagoman. Kami bersyukur karena seluruh elemen masyarakat bisa terlibat aktif, menjaga tradisi, dan mempererat silaturahmi. Kehadiran Ibu Henny Kaseger tentu menjadi motivasi dan kebanggaan bagi kami,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Henny Kaseger menegaskan bahwa kunjungannya merupakan bagian dari komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya pada momentum politik semata.

“Ini momen kebersamaan dalam suasana Lebaran Ketupat. Selain bersilaturahmi, kami juga ingin berbagi rezeki dan berharap membawa berkah bagi kita semua,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kekompakan masyarakat dan pemerintah setempat dalam menjaga tradisi yang memperkuat nilai kebersamaan dan kekeluargaan.

Sementara itu, salah satu warga, Hadija Antu, mengaku senang dengan kehadiran wakil rakyat yang dinilai dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

Alhamdulillah torang sangat senang dengan kedatangan Ibu Henny. Dia datang langsung, baku dapa dengan warga, jadi torang merasa diperhatikan,” tuturnya.

Pandangan lain disampaikan warga Gogagoman, Zulkifli, yang menilai kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat seperti ini mencerminkan pendekatan representasi yang tidak semata berbasis momentum elektoral.

“Kehadiran seperti ini penting, supaya hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat tetap terjaga, bukan hanya saat kampanye, tapi juga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Ini yang mulai diharapkan publik, kehadiran nyata, bukan sekadar janji saat pemilu,” ujarnya.

Dengan kehadiran ratusan warga serta partisipasi aktif berbagai elemen masyarakat, perayaan Lebaran Ketupat di Gogagoman tidak hanya menjadi ajang tradisi, tetapi juga momentum memperkuat silaturahmi antara masyarakat dan wakil rakyat.

Ngopi Kamtibmas di Motoboi Kecil, Kakorbinmas Tekankan Peran Tiga Pilar dan Siskamling Nasional

Ngopi Kamtibmas di Motoboi Kecil, Kakorbinmas Tekankan Peran Tiga Pilar dan Siskamling Nasional
Ngopi Kamtibmas di Motoboi Kecil (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Lapangan Aruman, Kelurahan Motoboi Kecil, saat Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, SE, SIK, MH,. menggelar kegiatan “Ngopi Kamtibmas” bersama unsur Tiga Pilar dan masyarakat, Jumat (10/04/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Dir Binpotmas Baharkam Polri Brigjen Pol. Nursyah Putra, Dir Binmas Polda Sulut Kombes Pol. Rio Alexander Panelewen, Wakapolres Kotamobagu Kompol Romel Pontoh SIP, MAP mewakili Kapolres AKBP Irwanto SIK, MH,. Kasat Binmas Polres Kotamobagu, AKP Edy Haryanto, serta Wali Kota Kotamobagu, dr Wenny Gaib Sp.M dan Lurah Motoboi Kecil.

Kehadiran para pejabat ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat sinergitas antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat.

Dalam arahannya, Kalingga menegaskan bahwa peran Tiga Pilar—Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan pemerintah desa/kelurahan—merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan di tingkat akar rumput. Ia menekankan pentingnya penguatan sistem keamanan lingkungan melalui pengaktifan kembali Siskamling secara masif.

“Bhabinkamtibmas harus menguasai intel dasar di wilayahnya dan rutin melakukan pendekatan door to door untuk menyerap langsung keluhan masyarakat. Saya ingin Kotamobagu menjadi pionir dalam pengaktifan Siskamling nasional,” tegasnya kepada para personel Bhabinkamtibmas di wilayah hukum Polres Kotamobagu yang hadir.

Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, menyambut baik arahan tersebut. Ia menyampaikan bahwa program Siskamling mulai diaktifkan di sejumlah titik dan akan terus diperluas dengan dukungan lintas sektor.

Diskusi yang berlangsung dalam suasana santai itu juga diwarnai berbagai aspirasi masyarakat. Sejumlah perwakilan pemuda mengusulkan keterlibatan aktif Karang Taruna dalam menjaga keamanan lingkungan. Selain itu, warga juga menyampaikan kebutuhan akan mesin pengering jagung guna membantu petani menjaga kualitas hasil panen.

Melalui kegiatan “Ngopi Kamtibmas”, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih terbuka antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat. Sinergi ini dinilai penting untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif, sekaligus mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga lingkungannya.

Langsung dari Ladang Kotamobagu, Kakorbinmas Polri Tegaskan Komitmen Pangan Nasional

Langsung dari Ladang Kotamobagu, Kakorbinmas Polri Tegaskan Komitmen Pangan Nasional
Langsung dari Ladang Kotamobagu, Kakorbinmas Polri Tegaskan Komitmen Pangan Nasional (Foto: Diskominfo Kotamobagu)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Komitmen Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mendukung ketahanan pangan nasional ditegaskan langsung dari lapangan, saat Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, SE, SIK, MH,. memimpin Panen Raya dan Penanaman Jagung di Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Kehadiran langsung Kakorbinmas di tengah hamparan perkebunan bersama petani menjadi simbol kuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong terwujudnya swasembada pangan 2026.

Kegiatan bertajuk “Polri Bersama Rakyat Mendukung Swasembada Pangan 2026” ini turut dihadiri Wali Kota Kotamobagu, jajaran Pemerintah Kota, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta kelompok tani setempat.

Mewakili Kapolda Sulawesi Utara, Dirbinmas Polda Sulut Kombes Pol Rio Penelewan menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga bertransformasi menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Panen raya yang digelar menjadi bukti sinergi yang telah terbangun, sementara penanaman kembali bibit jagung menjadi langkah strategis menjaga kesinambungan produksi pangan di masa mendatang.

Dalam arahannya, Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja menegaskan bahwa Polri siap berada di garda terdepan dalam mendukung program pemerintah, khususnya terkait ketahanan pangan dan stabilisasi harga melalui Gerakan Pangan Murah.

Ia juga mengungkapkan bahwa secara nasional stok beras berada dalam kondisi aman. Melalui Satgas Gerakan Pangan Murah, Polri telah menyalurkan ribuan ton beras berkualitas dengan harga terjangkau kepada masyarakat.

“Polri bersama pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Ini adalah bagian dari langkah besar menuju swasembada pangan pada tahun 2026,” tegasnya.

Kakorbinmas turut memberikan apresiasi kepada Polres Kotamobagu, pemerintah daerah, serta kelompok tani yang dinilai aktif dan konsisten dalam mendukung program ketahanan pangan.

Menurutnya, ketahanan pangan merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas nasional, karena terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat akan berdampak langsung pada kesejahteraan dan keamanan.

“Yang kita tanam hari ini bukan sekadar jagung, tetapi juga harapan akan masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong semangat gotong royong, optimalisasi pemanfaatan lahan, serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat. Dengan sinergi yang solid antara Polri, pemerintah, dan rakyat, target swasembada pangan 2026 diyakini dapat tercapai.

Teknologi Jadi Kunci, Kapolres Kotamobagu Dorong Transformasi Layanan Kepolisian

Teknologi Jadi Kunci, Kapolres Kotamobagu Dorong Transformasi Layanan Kepolisian
Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto, S.I.K., M.H., Menandatangani Prasasti Peresmian Gedung Command Center (Foto: Kominfo Kotamobagu)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Kapolres Kotamobagu, AKBP Irwanto, S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung efektivitas pengungkapan kasus serta peningkatan pelayanan kepolisian di wilayah hukum Kotamobagu, Selasa (7/4/2026).

Penegasan tersebut disampaikan saat peresmian sejumlah fasilitas, termasuk Gedung Command Center yang akan difungsikan sebagai pusat kendali dan analisis data keamanan.

Menurut Irwanto, penggunaan teknologi seperti Closed Circuit Television (CCTV) selama ini telah memberikan kontribusi nyata dalam membantu aparat kepolisian mengungkap berbagai kasus kriminal, sekaligus mempercepat respons di lapangan.

“Pemanfaatan teknologi menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan. Banyak pengungkapan kasus yang berhasil didukung oleh rekaman CCTV, sehingga ke depan Command Center ini akan menjadi pusat kendali dan analisis dalam mendukung kinerja operasional kepolisian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Command Center akan berperan sebagai pusat integrasi informasi yang memungkinkan pemantauan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat secara real-time. Hal ini dinilai penting untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.

Selain itu, pembangunan Polsubsektor Passi Timur juga menjadi bagian dari strategi kepolisian dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Fasilitas tersebut dirancang sebagai ruang pengaduan yang lebih ramah dan mudah diakses.

Kapolres turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas dukungan terhadap pembangunan sarana dan prasarana tersebut. Ia menekankan bahwa sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan di daerah.

Dengan penguatan infrastruktur serta pemanfaatan teknologi ini, Polres Kotamobagu menargetkan peningkatan kualitas pelayanan kepolisian yang lebih presisi dan adaptif terhadap perkembangan digital.

Rahman Salehe Berangkatkan 44 Imam Masjid Umroh, Wujud Syukur dan Penghargaan bagi Pelayan Umat

Rahman Salehe Berangkatkan 44 Imam Masjid Umroh, Wujud Syukur dan Penghargaan bagi Pelayan Umat
(Foto: Man)

Boltim, ZONABMR.COM – Anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Rahman Salehe, berencana memberangkatkan sebanyak 44 imam masjid di Kecamatan Kotabunan untuk melaksanakan ibadah umroh ke Mekah pada Juni atau Juli 2026 mendatang.

Rencana tersebut disampaikan Rahman Salehe usai menggelar reses di Desa Bulawan Dua, Selasa (07/04/2026). Saat ini, proses keberangkatan tengah memasuki tahap pengurusan administrasi oleh pihak travel.

“Insyaallah, bersama 44 imam masjid di Kecamatan Kotabunan akan berangkat umroh ke tanah suci Mekah. Jika semua persiapan administrasi selesai, diperkirakan bulan Juni atau Juli 2026 akan berangkat,” ujar Rahman.

Sebelumnya, pada Februari 2026, Rahman juga telah memberangkatkan tiga imam masjid dari wilayah yang sama untuk menunaikan ibadah umroh.

Ia menegaskan bahwa imam masjid memiliki peran strategis dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam menciptakan ketentraman, kedamaian, serta menjadi pusat pembinaan nilai-nilai spiritual keagamaan.

Selain itu, program pemberangkatan ini disebut sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat kesehatan dan rezeki yang diterimanya.

“Niat ini semata-mata untuk mendapatkan ridha Allah SWT, sekaligus sebagai bentuk penghargaan kepada para imam dan pegawai syar’i yang telah mengabdikan diri melayani umat,” ungkapnya.

Sementara itu, warga Kecamatan Modayag, Yono Mamonto (57), menyampaikan apresiasi atas langkah tersebut. Ia menilai, inisiatif Rahman Salehe merupakan bentuk penghargaan tinggi terhadap dedikasi imam dalam menjaga kemakmuran masjid dan membina umat.

“Insyaallah ke depan, Rahman Salehe bisa memberangkatkan lebih banyak pemuka agama di seluruh wilayah Kabupaten Boltim,” harapnya.***

Di Perantauan, Bahasa Jaton Menyatukan: Hangatnya Pelukan Patuari di Halal Bi Halal KKJI Kotamobagu

Di Perantauan, Bahasa Jaton Menyatukan: Hangatnya Pelukan Patuari di Halal Bi Halal KKJI Kotamobagu
Halal Bi Halal KKJI Kotamobagu (Foto: Fen)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – “Kumura nabar? Uremo rei minatoanla?”

Sapaan dalam bahasa Jaton itu berulang terdengar di sudut-sudut ruangan Hotel Sutan Raja, Kotamobagu, Ahad (5/4/2026) malam.

Sekitar 150-an peserta yang hadir dalam Halal Bi Halal Kerukunan Keluarga Jawa Indonesia (KKJI) larut dalam suasana hangat, saling bersalaman, berpelukan, dan berbincang akrab, menghadirkan nuansa kampung halaman di tanah perantauan.

Para patuari-patuari Jaton tampak saling menyapa dengan logat khas. Ada yang tertawa lepas, ada pula yang terdiam sejenak, larut dalam kenangan pertemuan yang lama tertunda.

Di ruang itu, bahasa Jaton bukan sekadar alat komunikasi. Ia menjadi pengikat identitas dan rasa kebersamaan.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua KKJI BMR dan Kotamobagu Farid Asimin, Ketua Dewan Pembina Ali Nurhamidin, Sekretaris KKJI Abu Bakar Masloman, serta sejumlah tokoh Jawa Tondano (Jaton) dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari mantan kepala dinas, pejabat eselon III/IV dari berbagai pemerintah daerah di Bolaang Mongondow Raya, Wakil Ketua Pengadilan Agama, dokter ahli, politisi, pengusaha, jurnalis, hingga ketua RW.

Ketua Panitia, Cicilia Lendeon Nurhamidin, menyampaikan apresiasi atas soliditas seluruh elemen yang terlibat.

“Terima kasih atas kerja sama KKJI Kotamobagu dan arisan KKJI Kotamobagu serta seluruh patuari-patuari yang telah menyempatkan diri hadir. Semoga silaturahmi ini terus terjaga ke depannya,” ujarnya.

Hikmah Halal Bi Halal disampaikan Kasubag TU Kementerian Haji dan Umroh Kotamobagu, Muhammad Zaini Kyai Demak, S. Ag, yang menekankan pentingnya menjaga hubungan, memperkuat persaudaraan, serta menjadikan momen Idul fitri sebagai titik kembali kepada nilai kebersamaan.

Sementara itu, Koordinator KKJI Bolaang Mongondow Raya (BMR) sekaligus Ketua KKJI Kotamobagu, Farid Asimin—yang juga merupakan mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow—mengajak seluruh hadirin untuk merenung.

“Alhamdulillah, tahun ini kita masih bisa bersilaturahmi. Al-Fatihah untuk patuari-patuari kita yang sudah tidak sempat lagi bersama kita tahun ini,” ucapnya.

Suasana sejenak hening.

Farid menegaskan, kekuatan komunitas Jaton tidak terletak pada jumlah, melainkan nilai yang diwariskan.

“Ada tiga yang kita pegang. Kesungguhan dalam beragama, semangat juang, dan guyub. Kita mungkin tidak banyak, tapi kita kuat karena itu,” katanya.

Ia juga mengapresiasi peran kaum ibu dalam menjaga keberlangsungan kegiatan dan nilai-nilai budaya Jaton.

“Luar biasa ibu-ibu. Persiapan acara ini menunjukkan bahwa nilai Jaton itu benar-benar hidup,” tambahnya.

Di antara ratusan peserta yang hadir, interaksi berlangsung cair tanpa sekat jabatan. Semua larut dalam suasana kekeluargaan, saling menyapa dengan bahasa Jaton, memperkuat rasa persaudaraan di tengah keberagaman latar belakang.

Salah satu peserta, Yutni Waridin, menilai momen seperti ini sangat penting bagi warga Jaton di perantauan.

“Momentum seperti ini sangat berarti, karena di sinilah kita bisa saling mengenal satu sama lain. Di perantauan, silaturahmi seperti ini yang menjaga kita tetap dekat,” ujarnya.

Malam itu bukan sekadar pertemuan tahunan. Ia menjadi ruang temu identitas, tempat bahasa, budaya, dan rasa kebersamaan tetap hidup.

Di tengah perubahan zaman, Halal Bi Halal KKJI Kotamobagu menjadi pengingat sederhana—bahwa sejauh apa pun merantau, ada nilai yang tetap pulang: guyub, persaudaraan, dan rasa memiliki sebagai satu keluarga besar Jaton.

Sejarah Singkat Suku Jawa Tondano (Jaton)

Suku Jawa Tondano (Jaton) merupakan komunitas etnis hasil perjumpaan sejarah antara orang Jawa dan masyarakat Minahasa di Sulawesi Utara. Akar sejarah Jaton bermula pada awal abad ke-19, tepatnya setelah berakhirnya Perang Jawa (1825–1830) yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro melawan pemerintah kolonial Belanda.

Pasca kekalahan Perang Jawa, Belanda mengasingkan sejumlah pengikut dan laskar Pangeran Diponegoro ke berbagai wilayah Nusantara, salah satunya ke daerah Tondano, Minahasa. Para pengasingan ini kemudian menetap, berbaur, dan membangun kehidupan baru bersama masyarakat lokal Minahasa, termasuk melalui perkawinan dan interaksi sosial-budaya.

Dari proses inilah lahir komunitas Jawa Tondano, yang kemudian dikenal dengan sebutan Jaton. Secara kultural, Jaton memiliki identitas khas yang memadukan unsur tradisi Jawa dengan adat Minahasa, serta nilai-nilai keislaman yang kuat. Bahasa, seni, dan tradisi Jaton berkembang sebagai identitas unik yang berbeda dari Jawa di Pulau Jawa maupun Minahasa secara umum.

Hingga kini, komunitas Jaton tersebar di beberapa wilayah Sulawesi Utara dan Bolaang Mongondow Raya, termasuk Kotamobagu, dan tetap menjaga tradisi, seni, serta nilai-nilai leluhur sebagai bagian penting dari jati diri dan sejarah mereka.

Semangat Papa Ibal Mulai dari Mengolah Kompos hingga Menyemai Harapan Baru di Desa Bakan

Semangat Papa Ibal Mulai dari Mengolah Kompos hingga Menyemai Harapan Baru di Desa Bakan
Semangat Papa Ibal Mulai dari Mengolah Kompos hingga Menyemai Harapan Baru di Desa Bakan (Foto: Ji)

Bolmong, ZONABMR.COM — Tangan Insanu, atau yang akrab disapa Papa Ibal, tampak cekatan mengaduk campuran bahan di halaman rumah produksi PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM).

Sesekali ia berhenti, memperhatikan tekstur, lalu bertanya kepada pendamping sebelum kembali melanjutkan proses. Keringat yang membasahi wajahnya tak mengurangi fokus, justru menunjukkan keseriusan seorang warga yang tengah belajar sesuatu yang diyakininya akan membawa perubahan.

Di tengah pelatihan pembuatan Pupuk Organik Padat (POP) yang digelar di Desa Bakan sejak 28 Maret 2026, Papa Ibal bukan sekadar peserta. Ia adalah gambaran dari semangat warga yang ingin beranjak dari kebiasaan lama menuju cara baru yang lebih mandiri.

“Ini ternyata bukan hanya soal bikin pupuk biasa. Ada ilmunya, ada nilai ekonominya juga,” ujarnya sambil tersenyum ringan.

Sebagai Ketua Kelompok POP Desa Bakan, Papa Ibal merasakan langsung bagaimana pelatihan ini mengubah cara pandangnya. Ia mulai melihat bahwa kegiatan sederhana yang selama ini dianggap sepele, justru bisa menjadi peluang untuk meningkatkan penghasilan masyarakat.

Namun, di balik optimisme itu, ia tidak menutup mata terhadap tantangan. Menjaga konsistensi anggota kelompok menjadi pekerjaan tersendiri. “Sebagian masih fokus di pekerjaan utama seperti berkebun, jadi belum semua bisa aktif. Tapi saya merasa punya tanggung jawab untuk tetap menggerakkan mereka,” katanya.

Bagi Papa Ibal, peran ketua bukan sekadar mengatur, tetapi juga memastikan semangat kelompok tetap hidup. Ia menyadari bahwa perubahan tidak bisa terjadi sekaligus, melainkan harus dibangun perlahan, dari kesadaran hingga kebiasaan baru.

Pelatihan yang memadukan teori dan praktik menjadi kunci dalam proses ini. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi langsung terlibat dalam pembuatan POP, mulai dari mengenal bahan hingga proses pengolahan.

Semangat Papa Ibal Mulai dari Mengolah Kompos hingga Menyemai Harapan Baru di Desa Bakan

Dengan sekitar 11 jenis bahan yang sebagian besar mudah ditemukan di lingkungan sekitar, metode ini dinilai cukup realistis untuk diterapkan secara mandiri. Bahkan, dalam satu siklus produksi, kelompok ini berpotensi menghasilkan hingga 30 ton pupuk dalam waktu sekitar tiga bulan.

“Kalau lihat prosesnya, kami sebenarnya sudah bisa lanjut sendiri. Tinggal bagaimana kami konsisten,” ungkap Papa Ibal.

Optimisme itu semakin menguat ketika peluang pasar mulai terlihat. Saat praktik berlangsung, sudah ada pihak yang menunjukkan ketertarikan untuk membeli hasil pupuk yang diproduksi.

“Jadi ini bukan cuma untuk dipakai sendiri. Ada peluang untuk dijual juga,” tambahnya.

Dari sisi pemerintah desa, pelatihan ini dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi warga, khususnya di sektor pertanian.

Sekretaris Desa Bakan, Subagio Mokoagow, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal.

Sementara itu, bagi JRBM, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. General Manager Eksternal Relation and Security JRBM, Andreas Saragih, menegaskan bahwa program ini lahir dari inisiatif masyarakat yang kemudian didukung oleh perusahaan.

“Harapannya, masyarakat tidak lagi terlalu bergantung pada pupuk kimia yang mahal. Dengan POP, mereka punya alternatif yang lebih terjangkau dan bisa diproduksi sendiri,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pelatihan, tetapi oleh komitmen bersama untuk terus menjalankannya.

Di Desa Bakan, pelatihan ini mungkin hanya berlangsung beberapa hari. Namun bagi Papa Ibal dan kelompoknya, ini adalah awal dari perjalanan panjang, dari sekadar mengaduk bahan kompos, menuju upaya membangun kemandirian yang tumbuh dari tangan mereka sendiri. *****

Diduga Police Line Dibuka Paksa, Aktivitas PETI Oboy Kembali Beroperasi

Diduga Police Line Dibuka Paksa, Aktivitas PETI Oboy Kembali Beroperasi
(Foto: Generated AI)

Bolmong, ZONABMR.COM – Perkembangan terbaru mencuat dalam kasus dugaan pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang menyeret PT Xinfeng Gemah Semesta di Desa Oboy, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Di tengah proses hukum yang telah berjalan dan pelimpahan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Kotamobagu, aktivitas tambang di lokasi tersebut justru dilaporkan kembali beroperasi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kegiatan pertambangan kembali terlihat di area yang sebelumnya telah dipasangi garis polisi oleh Polres Bolaang Mongondow. Bahkan, police line yang menjadi tanda penghentian aktivitas hukum itu diduga telah dibuka secara paksa oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kondisi ini memicu tanda tanya besar terhadap efektivitas penegakan hukum di lapangan. Pasalnya, lokasi tersebut sebelumnya telah menjadi bagian dari proses penyidikan atas dugaan aktivitas ilegal yang melibatkan PT Xinfeng.

Sebagaimana diketahui, Polres Bolaang Mongondow telah menyita tiga unit alat berat jenis ekskavator dari lokasi tersebut dan menyerahkan SPDP ke Kejaksaan Negeri Kotamobagu. Proses hukum pun tengah berjalan dan menunggu kelengkapan berkas untuk tahap selanjutnya.

Namun, dengan munculnya kembali aktivitas PETI di titik yang sama, publik mempertanyakan komitmen penindakan terhadap praktik tambang ilegal yang seolah tidak menimbulkan efek jera meski telah tersentuh proses hukum.

Sejumlah sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, aktivitas yang kembali berlangsung ini diduga melibatkan pihak-pihak yang sama.

“Kami lihat alat sudah mulai bergerak lagi. Padahal sebelumnya sudah dipasang garis polisi. Kalau begini, masyarakat jadi bertanya-tanya, sebenarnya dihentikan atau tidak,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Bolaang Mongondow belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pembukaan paksa police line maupun aktivitas terbaru di lokasi tersebut.

Situasi ini mempertegas tantangan besar dalam pemberantasan PETI di wilayah Bolaang Mongondow. Di satu sisi, proses hukum telah berjalan hingga tahap pelimpahan awal, namun di sisi lain, aktivitas di lapangan diduga terus berlangsung tanpa hambatan berarti.

Jika benar police line dibuka paksa dan aktivitas ilegal kembali berjalan, maka hal ini berpotensi menjadi pelanggaran hukum baru yang serius, sekaligus mencoreng wibawa aparat penegak hukum di mata publik.

Kini, sorotan kembali tertuju pada aparat kepolisian untuk segera mengambil langkah tegas, memastikan penghentian total aktivitas ilegal, serta menindak pihak-pihak yang diduga berupaya mengabaikan proses hukum yang sedang berjalan.***

Reses di Bulawan, Rahman Salehe Tampung Aspirasi Infrastruktur hingga Ketenagakerjaan

Reses di Bulawan, Rahman Salehe Tampung Aspirasi Infrastruktur hingga Ketenagakerjaan
Reses di Bulawan, Rahman Salehe Tampung Aspirasi Infrastruktur hingga Ketenagakerjaan (Foto: RS)

Boltim, ZONABMR.COM – Anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rahman Salehe, menggelar reses masa persidangan kelima tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) I, yang dipusatkan di Desa Bulawan Satu, Kecamatan Kotabunan, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat pasca perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, dengan dihadiri perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga dari Desa Bulawan dan wilayah Kecamatan Kotabunan.

Dalam forum dialog terbuka itu, masyarakat secara langsung menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan kepada wakil rakyat mereka. Sejumlah isu strategis mengemuka, mulai dari pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, kondisi sosial ekonomi, hingga persoalan ketenagakerjaan.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa persoalan lapangan kerja menjadi perhatian serius masyarakat, khususnya terkait peluang kerja bagi warga lokal.

“Kami berharap ada perhatian lebih terhadap tenaga kerja lokal. Jangan sampai kami hanya jadi penonton di daerah sendiri,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi infrastruktur yang dinilai masih perlu mendapat perhatian pemerintah, terutama akses jalan yang digunakan masyarakat sehari-hari.

“Kalau jalan bagus, aktivitas kami juga lancar. Ini sangat berpengaruh ke ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Rahman Salehe menegaskan bahwa reses merupakan bagian penting dari tugas anggota DPRD dalam menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di daerah pemilihan.

“Tujuan utama reses adalah menjaring, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi serta pengaduan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, reses juga menjadi sarana komunikasi dua arah antara masyarakat dan legislatif, sekaligus bentuk pertanggungjawaban kepada konstituen.

Ia menjelaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi bahan dalam penyusunan pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD yang nantinya diusulkan dalam program pembangunan daerah.

“Aspirasi masyarakat ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan kebijakan di DPRD, agar pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan warga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rahman menyebut hasil reses tersebut juga akan menjadi masukan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Daerah (RPD), sehingga program pemerintah dapat lebih tepat sasaran.

“Insya Allah seluruh aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami kawal dan perjuangkan demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.