Beranda blog Halaman 301

Nekat Merokok di Area RSUD, Oknum Diduga Pejabat Bolmong Nyaris Aniaya Satpam

ZONA KOTAMOBAGU – Aturan dan larangan merokok di area RSUD Kotamobagu sudah lama diterapkan. Meski sudah ada spanduk larangan merokok yang dipasang pihak RSUD, namun masih ada yang melanggar aturan tersebut.

Seperti yang terjadi, Jumat (29/5) malam sekira pukul 23.00 Wita, oknum yang diduga pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), nyaris menganiaya Satpam RSUD Kotamobagu karena tidak terima ditegur untuk tidak merokok.

Kepala Bidang Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol-PP Kotamobagu, Chandra Kurniawan Wahid, membenarkan kejadian tersebut.

“Saya kebetulan sedang melakukan kontrol Satpam di RSUD Kotamobagu. Tiba-tiba di depan IGD terlihat ada yang merokok sehingga saya langsung meminta Satpam untuk menegur. Namun oknum ini merasa tidak terima. Dua kali kami tegur namun oknum tersebut beserta sejumlah kerabatnya membentak kami dengan alasan jika oknum tersebut adalah seorang kepala dinas,” ujar Chandra.

Lanjut Chandra, dirinya menyampaikan jika di area Rumah Sakit memang dilarang merokok.

“Yang bersangkutan dengan nada tinggi membantah aturan yang ada. Bahkan dia menanyakan aturan merokok di Rumah Sakit, padahal sangat jelas larangan merokok di area Rumah Sakit, bahkan sudah dipasang banner hingga stiker larangan merokok itu agar keluarga pasien tahu jika merokok di Rumah Sakit dilarang. Saya sampaikan juga jika ingin merokok maka baiknya di luar area rumah sakit namun mereka tetap ngotot dan terus membentak kami,” ujar Chandra. (guf)

Dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Resmi Disahkan

ZONA KOTAMOBAGU – Dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kota Kotamobagu resmi disahkan, Kamis (27/5) kemarin.

Kegiatan digelar di aula Rumah Dinas Wali Kota Kotamobagu itu, dihadiri Wakil Wali Kota Kotamobagu Nayodo Koerniawan, dalam hal ini mewakili Wali Kota Tatong Bara.

Pengesahan dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) yang melibatkan sejumlah budayawan di daerah Kotamobagu khususnya dan Bolaang Mongondow Raya.

“Dokumen ini memuat tentang kondisi faktual dan permasalahan yang dihadapi daerah dalam upaya pemajuan kebudayaan beserta ulasan penyelesaiannya,” kata Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan.

Lebih lanjut ia katakan, pentingnya nilai sumber daya arkeologi dalam upaya pemajuan kebudayaan tersebut, merupakan hal yang cukup strategis, dalam rangka terus melestarikan kebudayaan daerah, di tengah perkembangan zaman yang serba modern saat ini.

“Penyusunan dokumen ini merupakan salah satu upaya dan langkah strategis yang dilakukan oleh Pemerintah kota Kotamobagu dalam rangka perlindungan, pengembangan, pemanfaatan serta pembinaan kebudayaan daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotamobagu Anki Taurina Mokoginta mengatakan penyusunan PPKD, bertujuan untuk menyatukan seluruh masukan maupun pendapat dari para budayawan dan pemerhati, dengan harapan penyusunan pokok pikiran kebudayaan daerah itu bisa menjadi pintu pembuka, untuk bisa memfasilitasi, mendukung semua yang dibutuhkan oleh para budayawan.

“Lebih dari itu semua, ini juga merupakan bentuk pengejawantahan daripada visi dan misi Wali Kota Kotamobagu, yaitu pelestarian kebudayaan lokal,” katanya.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulut, Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Suluttenggo, Kepala Balai Arkeologi Suluttenggo, bersama pemerhati budaya dan juga Lurah serta Sangadi se Kotamobagu, serta Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Bolaang Mongondow (Amanbom). (guf)

Tingkatkan Indeks Daya Saing Daerah, Pemkot Petakan Ekosistem Inovasi

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), menggelar kegiatan pemetaan ekosistem inovasi melalui indeks daya saing daerah (IDSD), evaluasi kegiatan Innovative Government Award (IGA) Kotamobagu tahun 2021.

Selain itu, juga dilaksanakannya penandatanganan kerjasama di bidang kelitbangan antara Bappelitbangda dan perguruan tinggi, di Aula Kantor Bappelitbangda, Kamis (27/5) kemarin.

Kegiatan itu dibuka oleh sekretaris daerah (Sekda) Kotamobagu yang diwakili oleh staf ahli bidang pemerintahan, hukum dan politik.

Adapun tujuan kegiatan ungkap Kepala Bidang Litbang, Fahmi Iman, adalah meningkatkan indeks daya saing daerah dan indeks inovasi daerah.

“Perangkat daerah wajib menghasilkan inovasi baru atau mengembangkan inovasi yang sudah ada di institusinya demi pencapaian tujuan pembangunan daerah,” ujar Fahmi.

Lanjut kata Fahmi, perangkat daerah juga perlu menyusun rencana tindak lanjut pengembangan inovasi daerah untuk peningkatan pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam bidang penelitian dan pengembangan,” pungkas Fahmi. (guf)

Bisnis Kue Ulang Tahun, Warga Upai Pasarkan Lewat Medsos

ZONA EKONOMI – Para pelaku usaha sangat terbantu dengan hadirnya teknologi informasi yakni, media sosial. Saat ini, fungsinya semakin luas dengan dimanfaatkan oleh para pelaku usaha sebagai pasar daring untuk berjualan.

Seperti halnya Dewi, Warga Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara. Dirinya mengatakan dengan memanfaatkan Medsos dia memasarkan kue ulang tahun buatannya sekaligus menawarkan jasa make-up.

“Saat ini untuk menawarkan jasa jualan, hanya dari rumah saja dengan memanfaatkan media sosial. Jadi untuk kue ulang tahun, kalau ada orderan baru dibuatkan kemudian diantar ke pelanggan. Kelebihan dengan cara seperti ini, kue yang diterima pelanggan tetap Fres,” kata Dewi.

Menariknya, Dewi boleh membuat kue ulang tahun berkarakter dan lukisan wajah sesuai dengan permintaan pelanggan. “Harganya mulai dari Rp160.000 hingga Rp300.000, sesuai ukuran dengan hiasan kue,” tambahnya.

Selain itu, Dewi juga menggeluti bisnis tata rias yang diberi nama DDW Make-up ini, untuk bisnis tambahan. “Mengingat kebutuhan sekarang ini semakin meningkat, jadi bisa membantu perekonomian rumah tangga,”ujarnya.

Bagi yang berminat ingin memesan kue ulang tahun dan layanan jasa Make-up, silahkan menghubungi ke nomor 0895 3605 58580. (guf)

Terima SK Plt Askab PSSI Boltim, Fiko Onga Siap Sukseskan Kongres Tahunan

Fiko Onga.

ZONA BOLTIM — Koodinator staf khusus Bupati Boltim, Fiko Onga ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Penunjukan kepada Fiko berdasarkan Surat Keputusan (SK) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Utara (Sulut) nomor: SKEP/31/PN/PLT/PSSI-SLT/V-2021.

Dalam SK tertanggal 17 Mei yang ditandatangani Ketua Paulus David Nelwan, disebutkan bahwa tugas-tugas Fiko Onga selaku Plt Askab PSSI Boltim, yakni; segera menyelenggarakan kongres tahunan sesuai kode pemilihan PSSI, dengan agenda utama; membentuk komite pemilihan, membentuk komite banding pemilihan, menetapkan tanggal pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB)/Kongres Pemilihan Sesuai Statuta Asprov PSSI Sulut, menetapkan tata tertib KLB/Kongres Pemilihan, menetapkan kode pemilihan KLB/Kongres Pemilihan, menetapkan peserta KLB/Kongres Pemilihan.

“Terima kasih atas kepercayaan Asprov PSSI Sulawesi Utara yg sudah mempercayakan kami sebagai Plt Askab PSSI Bolaang Mongondow Timur. Tentunya kepercayaan dan amanah ini akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” kata Fiko.

Berkaitan dengan tugas-tugas selaku Plt Askab PSSI Bolaang Mongondow Timur, Koordinator Staf Khusus Bupati itu mengungkapkan dirinya langsung bergerak cepat melakukan persiapan pelaksanaan kongres tahunan sesuai kode pemilihan PSSI.

“Koordinasi dengan semua insan sepak bola di Bolaang Mongondow Timur mulai kita lakukan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kongres tahunan dengan beberapa agenda utama sudah bisa terlaksana,” ujar Fiko. (*/guf)

Masyarakat Diimbau Tidak Buang Sampah di Saluran Drainase

ZONA KOTAMOBAGU — Masyarakat diimbau meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan di saluran drainase yang ada di wilayah Kota Kotamobagu.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Kotamobagu, Irawan Ginoga, SE., masyarakat Kotamobau harus selalu meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan sekitar, terutama kesadaran untuk tidak sembarangan membuang sampah.

“Kami sudah sering menyampaikan ini, baik pada berbagai pelaksanaan hajat masyarakat, kegiatan sosialisasi, maupun lewat pemberitaan media massa agar masyarakat tidak sembarangan membuang sampah di lingkungan sekitar, apalagi membuang sampah di saluran drainase yang bisa menyebabkan saluran tersumbat dan menimbulkan genangan air bahkan banjir,” ucap Irawan.

Pemerintah Kota Kotamobagu telah menyiapkan sarana angkutan sampah yang beroperasi setiap harinya untuk mengangkut sampah-sampah yang ada agar masyarakat juga bisa terdorong untuk secara disiplin ketika akan membuang sampah.

“Kami sudah menyiapkan truk pengangkut sampah yang beroperasi setiap harinya, waktu buang sampah juga sudah kami tentukan. Masyarakat kami minta untuk mengumpulkan sampah dalam kantong plastik atau karung, dan meletakkannya di depan rumah, kami yang akan mengangkut sampah tersebut. Bahkan kami telah meminta setiap kendaraan roda empat untuk menyediakan tempat sampah di dalam kendaraan agar tidak lagi membuang sampah di jalanan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kotamobagu, Claudy N. Mokodongan, ST., juga menyampaikan hal yang sama. Ia meminta masyarakat untuk tidak membuang sampah di saluran drainase yang ada karena bisa merusak fungsi saluran drainase, bahkan bisa merusak jalan yang tergenang oleh air.

“Yang terjadi di lapangan ketika kami memperbaiki saluran drainase yang tersumbat dan menimbulkan genangan air dan banjir, karena saluran drainase telah tersumbat dengan berbagai jenis sampah. Bukan hanya sampah rumah tangga, bahkan ada potongan seng dan kayu yang menyebabkan alirannya tersumbat. Ketika salurannya tersumbat, air akan mulai naik sampai ke badan jalan. Selain saluran drainase akan rusak, kondisi jalan juga akan rusak. Kami meminta kesadaran masyarakat Kotamobagu untuk tidak lagi membuang sampah di saluran drainase yang ada,” ucap Claudy. (*/guf)

Kedai Chungkubi, Menu Spesial Harga Ekonomis

ZONA EKONOMI – Bagi penikmat kuliner di Kotamobagu, kini hadir Kedai Chungkubi yang menawarkan berbagai menu istimewa untuk dinikmati bersama kerabat dan keluarga.

Kedai Chungkubi agak berbeda dengan rumah makan lainnya. Dimana di Kedai Chungkubi ini terdapat menu-menu yang jarang ditemukan di tempat lainnya. Terutama makanan yang disajikan menggunakan sambal khas Mongondow yakni, dabu-dabu tarepak yang menambah kelezatan makanan. Selain itu, kenikmatan berbagai jenis minuman Milenial dengan letak lokasi yang nyaman membuat betah bagi para pengunjung.

Owner Kedai Chungkubi, Zhy Kadengkang mengatakan bahwa usaha miliknya tersebut dibuka sejak beberapa bulan lalu. “Sebenarnya kalau secara online, kita sudah mulai setahun yang lalu. Namun untuk kedai baru 2 bulan ini kita mulai,” Kata Zhy.

Dirinya menyebutkan, bahwa di kedai Chungkubi, tersedia banyak menu spesial. “Jangan khawatir, untuk masalah harga kita memberikan harga pada setiap makanan dan minuman yang masih terbilang harga ekonomis, dimana harganya mulai dari Rp5000 sampai harga Rp20.000,” terangnya.

Bagi pelanggan yang ingin menikmati menu di kedai ini, bisa langsung mengunjungi kedai Chungkubi yang berlokasi di Kelurahan Sinindian, lorong lapangan. “Kita buka setiap hari, mulai pukul 11.00 Wita sampai tutup Pukul 23.00 Wita. Bisa juga diorder melalui nomor 0823 3796 7188,” ujarnya. (guf)

Tabang Jadi Pilot Project Desa Cantik

Sangadi Tabang, Fritz Junius Dilapanga (tengah) mendampingi Kepala BPS menemui Sekda Kotamobagu, Sande Dodo, membahas persiapan pelaksanaan kegiatan Desa Cantik.

ZONA KOTAMOBAGU – Desa Tabang, Kecamatan Kotamobagu Selatan, dijadikan sebagai proyek percontohan (pilot project) Desa Cinta Statistik (Cantik) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala Desa Tabang (Sangadi), Fritz Junius Dilapanga, mengatakan pelaksanaan kegiatan program Desa Cantik ini rencananya dijadwalkan pada 3 Juni 2021, bertempat di Aula Kantor Desa Tabang.

“Jadi, BPS akan melakukan pembinaan mengenai teknis pengumpulan data kepada perangkat dan staf desa. Sehingga kedepannya, Desa memiliki data yang lengkap,” kata Junius, Kamis (27/5).

Menurutnya, di Kota Kotamobagu memang sudah ada aplikasi Profil Desa. Dan nantinya menu data yang ada di aplikasi Profil Desa, ini akan lebih diperkaya lagi.

“Peran BPS dalam kegiatan ini melakukan pembinaan teknis pengumpulan data. Kita sangat bersyukur karena Desa kita ini menjadi pilot project program Desa Cantik ini,” ungkap jurnalis senior ini.

Dirinya berharap, kedepan setelah Perangkat dan Staf sudah menguasai teknik pengumpulan data, maka akan diprogramkan untuk penginputan melalui aplikasi yang akan dibuat.

“Dari dimensi desa Tabang terkait dengan program Desa Cantik ini, bilamana data sudah berhasil dihimpun semua, setelah dilakukan bimbingan oleh BPS, maka kami punya ekspektasi kedepan Desa Tabang memiliki aplikasi data yang komprehensif. Aplikasi tersebut inshaallah akan dinamai SIMANJADES (Aplikasi Manajemen Desa),” bebernya.

Sebagai informasi, program Desa Cantik ini merupakan bentuk tanggung jawab BPS dalam melakukan pembinaan statistik sektoral, sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang statistik.

Program Desa Cantik ini sejalan dengan semangat satu data Indonesia yaitu mewujudkan keterpaduan perencanaan pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan. Melalui program Desa Cantik ini diharapkan nantinya sistem informasi desa berbasis masyarakat dapat dioptimalkan. (guf)

Jelang Porprov, Dispora Evaluasi Program Kepelatihan

ZONA KOTAMOBAGU – Jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XI Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2021, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotamobagu menggelar rapat evaluasi terhadap program kepelatihan terkait progres kegiatan di bidang keolahragaan, bertempat di Kantor Dispora, Kamis (27/5).

Rapat tersebut dibuka langsung Kepala Dispora Marham Anas Tungkagi, yang diwakili Sekretaris, Devie Ch Lala SKM.

Menurut Kepala Bidang Keolahragaan, Hendra Mokoagow, selain evaluasi program kepelatihan, rapat tersebut juga membahas kesiapan atlet Kotamobagu dalam menghadapi Porprov tahun ini di Kabupaten Bolaang Mongondow.

“Rapat tadi mengevaluasi pelatih berkaitan progres kegiatan program di bidang olahraga, termasuk menyentil kesiapan atlet yang dilatih dalam menghadapi Porprov,” kata Hendra.

Menurutnya, rapat tersebut belum berbicara cabang olahraga, tapi lebih ke evaluasi progres program yang pelatihnya diberikan honor oleh Dispora.

“Pada dasarnya atlet kotamobagu siap berdasarkan laporan dari pelatih. Kita (Dispora) tinggal menunggu laporan dari KONI Kotamobagu berapa cabang yang siap untuk ikut dalam pekan olahraga provinsi bulan desember nanti,” ujarnya.

Rapat yang diikuti 14 cabang olahraga dan 42 orang pelatih itu, dilaksanakan dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. (guf)

Gandeng BIG, Pemkot Sosialisasikan Teknis Batas Wilayah Administrasi Desa-Kelurahan

ZONA KOTAMOBAGU– Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu menggandeng Badan Informasi Geospasial (BIG) wilayah Sulut-Go, menggelar sosialisasi dan temu kerja kesepakatan teknis batas wilayah administrasi desa/kelurahan Kota Kotamobagu tahun 2021, bertempat di Balai Desa Kobo Kecil, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kamis (27/5).

Mewakili Wali Kota Tatong Bara, Sekretaris Daerah (Sekda) Sande Dodo, membuka secara resmi kegiatan tersebut, yang turut dihadiri Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kotamobagu, para asisten, pimpinan OPD, para Camat, Lurah/Sangadi serta operator batas wilayah desa/kelurahan se-Kota Kotamobagu.

Wali Kota dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Sande Dodo, berharap melalui kegiatan ini pihak Badan Informasi Geospasial bisa memfasilitasi dan membantu pemerintah daerah dalam rangka melakukan penataan batas wilayah administrasi desa/kelurahan di kotamobagu secara definitif.

“Sebab dengan dilaksanakannya kegiatan ini, maka nantinya pemerintah daerah kota kotamobagu, dapat melakukan penetapan dan penegasan batas administrasi dari setiap desa/kelurahan yang ada di wilayah kota kotamobagu,” ujar Sekda.

Lanjut Sekda, mengingat pentingnya kegiatan ini, maka diimbau kepada para peserta khususnya para lurah dan sangadi serta operator desa dan kelurahan untuk mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya.

“Sehingga apa yang nantinya disampaikan oleh para narasumber dari badan informasi Geospasial akan dapat dimengerti, dipahami serta akan dapat dilaksanakan di setiap desa dan kelurahan, termasuk mengenal tata cara penggunaan aplikasi pelacakan batas desa/kelurahan,” imbaunya.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada Agus Makmuriyanto selaku Ketua Tim Ahli Pusat Pemetaan Batas Wilayah Badan Informasi Geospasial Republik Indonesia, atas waktu luangnya menghadiri kegiatan di Kota Kotamobagu. (*/guf)