Beranda blog Halaman 307

Sachrul Rencana Bangun Masjid Raya di Ibukota Boltim

Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto (duduk ketiga dari kiri) foto bersama dengan kepala daerah dan Forkopimda usai peresmian Masjid Agung Baitul Makmur Kotamobagu.

ZONA BOLTIM — Bupati Sam Sachrul Mamonto menghadiri acara peresmian Masjid Agung Baitul Makmur (MABM) Kotamobagu, Minggu (9/5).

Usai kegiatan, Bupati mengaku bangga dengan diresmikannya Masjid Agung kebanggaan masyarakat Bolaang Mongondow Raya (BMR) ini.

“Tentunya bangga dan bersyukur sebagai warga BMR karena sudah mempunyai masjid raya, yang alhamdulillah terinformasi juga salah satu dari 33 masjid agung di indonesia,” ucap Bupati.

Ia pun mengungkapkan, kedepan ada juga rencana untuk membangun Masjid Raya di Kabupaten Boltim. “Insyaallah boltim kedepan juga akan membuat seperti ini. Rencana kita sudah ada targetnya tahun depan akan ada peletakan batu pertama pembangunan masjid raya di Boltim. Untuk lokasi pembangunannya sendiri pastinya di pusat ibu kota kabupaten yakni Tutuyan,” tandasnya.

Kegiatan yang digelar di halaman masjid setempat ini berjalan tertib dan khidmat dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Turut hadir dalam kegiatan, Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan, Ketua DPRD Kotamobagu Meiddy Makalalag, Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati SIK, Dandim 1303 Bolmong Letkol Inf Raja Gunung Nasution, Sekda Kotamobagu, Asisten serta Pimpinan OPD Pemkot Kotamobagu serta para Camat. (*/guf)

Megah dan Ikon Kotamobagu, Tatong Bara Resmikan Masjid Agung Baitul Makmur

Wali Kota Tatong Bara menandatangani prasasti Masjid Agung Baitul Makmur (MABM) Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Tatong Bara, meresmikan Masjid Agung Baitul Makmur (MABM) Kota Kotamobagu, tepat di hari ke-27 Ramadhan 1442 Hijriah, Minggu (9/5) sekira pukul 10.00 Wita pagi.

Peresmian masjid termegah di Sulawesi Utara ini, ditandai dengan pengguntingan pita serta penandatanganan prasasti di depan pintu masuk MABM oleh Wali Kota Tatong Bara, dilanjutkan peninjauan area bagian dalam masjid sekaligus doa syukuran yang dipimpin Ketua MUI Kotamobagu, Yusuf Danny Pontoh.

Usai meresmikan MABM, Wali Kota Tatong pun tak dapat menyembunyikan raut wajah penuh kebahagiaan sekaligus bangga atas diresmikannya salah satu dari 33 Masjid Agung di Indonesia ini. “Kapasitas dan bentuknya pada waktu itu sudah tidak menampung kebutuhan, sehingga oleh pemerintah sudah harus membangun masjid yang representatif,” ujarnya.

Lanjut Tatong, dengan diresmikannya tempat peribadatan umat muslim ini diharapkan bisa menjadi salah satu ikon umat muslim di Kotamobagu bahkan Bolmong Raya pada umumnya.

“Mari kita jaga bersama masjid ini. Dengan kapasitas bangunan yang besar serta proses pembangunan yang memakan waktu insyaallah mampu menjadikan peningkatan iman dan taqwa bagi masyarakat Kotamobagu bahkan Bolmong Raya,” pesan Tatong.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kotamobagu, Hamdan Mokoagow menyampaikan, pembangunan MABM dimulai pada era kepemimpinan Wali Kota Djelantik Mokodompit dan Wakil Wali Kota Tatong Bara pada tahun 2011. Dilanjutkan lagi pengerjaannya di masa pemerintahan Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Jainuddin Damopolii, hingga selesai dikerjakan pada tahun 2020 dibawah pemerintahan Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan.

“Proses pembangunan dilaksanakan 9 tahap dengan menelan anggaran mencapai hampir Rp86 Miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Pembangunan sempat terhenti pada tahun 2014 nanti dilanjutkan lagi pada tahun 2015,” urai Hamdan dalam laporannya.

Turut hadir dalam kegiatan, Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan, Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto, Ketua DPRD Kotamobagu Meiddy Makalalag, Sekertaris Daerah Kotamobagu Sande Dodo, Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati SIK, Dandim 1303 BM Letkol Inf Raja Gunung Nasution, para Asisten serta Pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kotamobagu. (*/guf)

I-Boss Cafe Gelar Bakti Sosial

ZONA KOTAMOBAGU – Bulan suci ramadhan adalah saat-saat yang tepat untuk beramal ibadah dengan hati,
dengan lisan atau dengan perbuatan. Walaupun masih dalam situasi dan kondisi pandemi Covid-19, namun arti dan makna ramadhan tidak akan pernah hilang.

Itulah yang dilakukan oleh I-boss Cafe, dalam rangka menyemarakkan bulan Ramadhan dengan menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan dengan menggandeng beberapa elemen masyarakat dari perusahaan, organisasi sosial, organisasi keagamaan hingga perorangan.

Jaka Prasojo, pemilik I-Boss cafe yang beralamatkan di kelurahan Molinow, mengatakan, kegiatan yang dibuat di bulan suci ramadhan ini diantaranya, pembagian takjil, Bersih-bersih Masjid, dan puncaknya
penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat. “Kegiatan ini dilaksanakan satu bulan penuh dengan menggandeng perusahaan wings food, Organisasi Sahabat Polisi, Anggota DPRD, Pengusaha dan Organisasi Nahdlatul Ulama (MWC) Kotamobagu Selatan,” kata Mas Joko sapaan akrabnya.

Lanjut Joko Pembagian Takjil dilakukan di masjid-masjid, dijalan hingga door to dorr di rumah warga. Sedangkan Untuk kegiatan bersih-bersih masjid dilakukan di 20 masjid yang ada di Kotamobagu dan
sebagian Bolmong. Kemudian untuk pembagian Sembako merupakan puncak kegiatan. “Alhamdulillah Donatur mengalir dengan sendirinya , sehingga kami bisa melakukan kegiatan dari awal ramadhan hingga akhir ramadhan,” tutur Joko Yang juga ketua Majelis Wakil Cabang
Kotamobagu Selatan.

“Sembako yang terkumpul cukup Fantastis, yaitu 9 karung beras, 10 mie instan yang akan di bagikan ke 270 warga,” Jelasnya.

Adapun penyerahan bantuan paket sembako dilakukan secara simbolis di I-boss cafe, Jumat (7/5) kemarin, dengan mengundang beberapa kordinator distribusi, perwakilan pengusrus cabang Nahdlatul ulama, pengurus MWC NU Kotamobagu Selatan hingga peserta kartu prakerja

Sementara itu, Bendahara NU Rastono, dalam dialog penyerahan mengatakan masa pandemi sekarang ini sangat mempengaruhi kehidupan ekonomi di tengah masyarakat. Bahkan tidak
sedikit pelaku ekonomi kecil menengah dan masyarakat yang harus kehilangan pekerjaan akibat pandemi ini. “Dari situlah Pengurus Cabang mendorong kepada pengurus wakil cabang agar sebisa
mungkin membuat kegiatan yang bisa membantu warga dan ini sudah dibuktikan oleh pengurus MWC NU dengan menggandeng partnernya, yaitu Iboss Cafe,” ucap Rastono.

Di tempat yang sama, Ustadz Sofyan mendoakan agar para dermawan yang telah menyisihkan sebagian rejekinya untuk berbagi di beri pahala dan dilipatgandakan rejekinya, dan semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, sehingga bisa mengurangi beban hidup masyarakat. (*)

Mr’ Onex Project Solusi Fashion Kaum Milenial

ZONA EKONOMI — Mr’ Onex Project menjadi solusi fashion bagi kawula muda milenial zaman now yang ada di Kotamobagu. Berbagai barang-barang fashion kekinian bisa didapatkan di shop tersebut.

Mulai dari pakaian pria, wanita hingga aksesoris yang tidak kalah kualitas serta harga yang cukup terjangkau tersedia di tempat yang berlokasi di jalan Bonodon, Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, ini.

Owner Mr Onex Project, Irwanto Gumeleng mengatakan, bahwa dirinya memulai bisnis fashion sejak tahun 2009 dengan menjual barang-barang dengan sistem door to door. Di tahun 2012, dia juga sempat membuka bazar di pasar senggol.

“Dari situlah saya termotivasi untuk membuat fashion shop yang saya beri nama Mr’Onex Project,” kata Irwanto.

Pun, meski sudah berjalan hampir dua tahun sejak dibuka bulan Agustus 2019, Mr’Onex Project ini belum melakukan grand opening. Karena diakuinya masih banyak yang akan dibenahi dari fashion shop tersebut. “Saat ini masih soft opening. Karena masih banyak yang akan dibenahi. Rencananya tempat ini akan dibuat dua tingkat,” ujar Wanto sapaan akrabnya.

Soal harga, para pecinta fashion tak perlu khawatir. Harga yang ada di Mr’ Onex Project ini sangatlah terjangkau. Mulai dari Rp50.000 hingga Rp200.000. Untuk omset, Irwanto bisa meraup Rp200.000 dalam setiap harinya selama 26 hari fashion shop ini dibuka.

Adapun barang-barang yang tersedia di Mr’Onex Project ini antara lain, kaos, kemeja, celana panjang, celana pendek, aksesoris, topi snapback, topi polo, topi bucket, dompet, hand back, weistback, kacamata dan lain-lain. “ selain itu di ramadhan ini juga baju koko, songkok dan lainnya,” pungkas Wanto. (guf)

Bupati Tinjau Pos Penyekatan Mudik di Perbatasan Boltim-Kotamobagu

Bupati Sam Sachrul Mamonto dan Kapolres Boltim meninjau kesiapan personel yang bertugas di pos penyekatan mudik dan pengamanan lebaran di perbatasan desa Moyongkota dan Moyag.

ZONA BOLTIM – Bupati Sam Sachrul Mamonto bersama Kapolres Boltim, AKBP Irham Halid SIK, melakukan peninjauan pos penyekatan mudik dan pengamanan lebaran Idul Fitri 1442 hijriyah di perbatasan antara Desa Moyongkota Baru (Boltim) dan Desa Moyag Todulan (Kota Kotamobagu), Jumat (7/5) sore.

Menurut Bupati, pendirian pos penyekatan mudik dan pengamanan lebaran ini merupakan perintah pemerintah pusat bahwa di setiap perbatasan harus dilakukan penyekatan untuk menghindari warga yang mudik dari luar daerah. “Upaya ini sudah kita lakukan selama dua hari, mulai 6 Mei kemarin dan akan berakhir pada 17 mei mendatang. Gunanya agar masyarakat Boltim bisa terlindung dari covid-19 yang terbawa dari luar daerah,” kata Bupati.

Lanjut Bupati, di Boltim sendiri pemerintah daerah telah melaksanakan vaksinasi massal, yang merupakan keseriusan Pemda Boltim dalam menangani pandemi Covid-19. “Vaksinasi massal itu kita laksanakan agar masyarakat Boltim benar-benar sehat. Dan Boltim satu-satunya daerah di sulawesi utara yang telah melaksanakan vaksinasi massal,” sebutnya.

Bupati menambahkan, fungsi dari pemerintah adalah melindungi masyarakatnya dari virus yang berbahaya ini. Sebab kata bupati, virus corona ini sudah memakan puluhan ribu bahkan jutaan korban di dunia. “Kalau kita hanya biarkan dan anggap remeh, itu bisa terjadi pada kita. Maka ini adalah salah satu upaya pemerintah bagaimana kejadian ini tidak lagi terjadi di Indonesia terutama di Boltim yang kita cintai,” ujarnya.

Bupati juga mengimbau, kepada masyarakat agar lebih meningkatkan lagi kesadaran untuk tidak pernah menganggap bahwa virus corona ini tidak ada. “Ada banyak teman-teman kepala daerah yang terjangkit virus ini dan tidak hanya sedikit. Jadi jangan menganggap corona ini tidak ada, kita tetap harus waspada jangan sampai mendapat virus ini baru kita menyesal,” harapnya.

Bupati Sachrul Mamonto melihat kesiapan petugas dari dinas kesehatan dalam melakukan swab antigen kepada salah satu pemudik yang tidak memakai masker ketika melintasi pos pengamanan lebaran.

Pantauan media ini, pemudik yang datang dari luar provinsi Sulawesi Utara tidak diperbolehkan masuk ke wilayah Boltim. Kecuali pemudik yang ada dalam provinsi, seperti Manado dan daerah lainnya di Sulut. Selain itu, banyak pengendara yang terjaring tidak memakai masker dihentikan petugas dan dilakukan tes swab antigen oleh Dinas Kesehatan melalui petugas Puskesmas Modayag Barat.

“Anjuran pemerintah, kalau masih dalam provinsi itu bisa mudik, kalau dari luar provinsi tidak bisa. Karena yang kita jaga adalah penularan yang terbawa dari luar. Dan untuk warga Boltim yang mudik misalnya dari Manado ke Boltim, harus membawa surat keterangan rapid test. Karena penyekatan di perbatasan ini dilaksanakan selama dua minggu. Artinya warga yang masuk di Boltim harus benar-benar steril,” terang bupati.

Sementara itu, Kapolres Boltim, AKBP Irham Halid SIK, berpesan kepada personel yang bertugas di lapangan agar melakukan tugas pengamanan ini secara humanis namun tegas. “Mudah-mudahan semua kegiatan dalam pelaksanaan tugas ini dapat berjalan secara baik serta maksimal,” singkat Kapolres. (Advertorial)

Pemkot-Forkopimda Bahas Pelaksanaan Idul Fitri Ditengah Pandemi

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu menggelar rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam rangka persiapan pelaksanaan shalat Idul Fitri 1442 hijriyah di tengah Pandemi Covid-19, bertempat di aula rumah dinas wali kota, Jumat (7/5).

Wali Kota Tatong Bara dalam sambutannya menyampaikan, rapat pembahasan bersama Forkopimda ini menyangkut pelaksanaan persiapan menyambut lebaran idul fitri 1442 hijriyah di Kota Kotamobagu.

“Yang sangat urgen dibahas hari ini adalah status Kota Kotamobagu, mengingat pelaksanaan shalat idul fitri jatuh pada hari Kamis 13 Mei nanti. Dan ini sudah harus dibutuhkan persiapan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Kalau kita zona orange berarti kita belum bisa melaksanakan shalat berjamaah, namun dengan penjelasan kepala dinas kesehatan, maka dengan demikian kita bisa mempersiapkan langkah-langkah untuk persiapan apabila kita masuk zona kuning yang artinya kita bisa melaksanakan shalat idul fitri di masjid maupun di lapangan. Sebab status zona kuning ini akan dipantau baik ditingkat nasional maupun provinsi. Dan ini akan ada penalti karena ini undang-undang. Apalagi menyangkut protokol covid-19 yang begitu ketat akhir-akhir ini,” ujar wali kota.

Dalam kesempatan itu, wali kota juga menekankan terkait pemantauan kenaikan harga bahan pokok karena dengan kurangnya pasokan berarti akan mengakibatkan stabilitas serta menimbulkan keresahan pada masyarakat untuk memperoleh kebutuhan. “Selain itu yang kedua adalah penimbunan logistik. Kemarin sempat terjadi kelangkaan LPG 3 kilogram, tapi alhamdulillah sudah terurai dan mudah-mudahan tidak diikuti oleh komoditi yang lain. Selanjutnya transportasi darat laut dan udara yang akan terjadi lonjakan arus mudik saat-saat seperti ini. Ini butuh satu penanganan dan kerjasama semua pihak termasuk TNI dan Polri,” tuturnya.

Diakhir sambutannya, wali kota juga meminta kepada Dinas Perdagangan bersama dengan Satpol PP untuk mengontrol barang yang sudah kadaluarsa. Kemudian peniadaan mudik dimasa pandemi dengan membuat posko pengawasan di perbatasan. Selanjutnya pelarangan buka puasa bersama yang melebihi dari jumlah keluarga inti ditambah 5 orang selama bulan ramadhan dan menginstruksikan kepada ASN untuk tidak melakukan open house, halal bi halal dalam rangka hari raya idul fitri 1442 hijriyah tahun 2021.

“Tahun ini kita sudah meniadakan pasar senggol, oleh sebab itu dimohon kerjasama semua pihak dalam rangka penertiban bagi pedagang akan berjualan di depan ruko dan fasilitas pemerintah yang terinformasi akan disewakan untuk dibuatkan satu pelataran untuk penjualan nanti. Ini harus diantisipasi dalam H-6 ini, termasuk yang ada di kelurahan mogolaing,” pungkas wali kota.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan, Ketua DPRD Meiddy Makalalag, Dandim 1303 Bolmong, Letkol Inf Raja Gunung Nasution, Kapolres Kotamobagu, AKBP Prasetya Sejati SIK, Sekda Sande Dodo, para staf ahli, para asisten, pimpinan OPD dan camat. (guf)

Promo Ramadhan, Hanya di Aura Boba Cha Beli Dua Gratis Satu

Minuman ringan Aura Boba Cha di Kopandakan Satu.

ZONA EKONOMI – Berkah Ramadan rupanya ikut menjalar hingga beberapa bidang usaha kecil yang ada di wilayah Kotamobagu.

Lihat saja, di Aura Boba Cha Desa Kopandakan Satu, Kecamatan Kotamobagu Selatan, dalam rangka bulan Ramadan tahun ini, memberikan promo bagi para pelanggan setia aura boba cha.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ikhsan Marasabessy selaku owner Aura Boba Cha Desa Kopandakan Satu. “Pokoknya, sepanjang ramadhan ini kita berikan promosi, dengan membeli aura boba cha sebanyak 2 paket, mendapatkan 1 paket gratis dengan berbagai varian rasa yang bisa dipilih,” ungkap Ikhsan.

Ikhsan mengatakan, promo tersebut dilakukan mereka sebagai bentuk pengharapan keberkahan bulan Ramadan. “Sebab, ini bulan penuh berkah, dimana kita juga pemilik Aura Boba Cha ingin ikut berbagi. Makanya, promo ini kita berikan agar makin banyak warga yang bisa merasakan kenikmatan aura boba cha ini, terlebih saat menikmati buka puas bersama keluarga,” tambahnya.

Ikhsan menuturkan, harga rata-rata setiap varian rasa aura boba cha adalah Rp 15 ribu. Dimana, sepanjang ramadhan tahun ini, dengan hanya mengeluarkan uang R 30 ribu untuk membeli 2 aura boba cha, sudah bisa mendapatkan 3 paket dengan rasa yang sama ataupun berbeda dari aura boba cha tersebut. (guf)

Wakili Bupati, Sekda Buka Rakor Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting

ZONA BOLTIM – Mewakili Bupati Sam Sachrul Mamonto, Sekretaris Daerah (Sekda) Sonny Warokka membuka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), bertempat di ruang rapat Kantor Bappeda, Kamis (6/5).

Dalam arahannya, Sekda menyampaikan bahwa kegiatan ini membutuhkan kerja sama lintas sektor mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan pengendalian. Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor : Kep, 10/M.PPN/HK/02/2021 Tentang Penetapan Perluasan Kabupaten/Kota Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting terintegritas Tahun 2022 sebagaimana terlampir dalam keputusan tersebut.

“Kabupaten Bolaang Mongondow Timur telah menjadi Lokasi Fokus (Lokus) Intervensi Stunting Terintegritas pada Tahun 2018 sampai Tahun 2021,” ucap Warokka.

Lanjutnya, pelaksanaan rakor ini merupakan langkah strategis Pemerintah Daerah dalam mencanangkan dan mendeklarasikan komitmen bersama dalam menyepakati serta menetapkan lokasi prioritas yang akan menjadi pusat pelaksanaan kegiatan Intervensi Penurunan Stunting.

“Diharapkan kepada semua pihak yang terkait dengan Intervensi Penurunan Stunting agar senantiasa bekerja dan melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab sesuai dengan tuntutan serta harapan masyarakat akan peningkatan Kesehatan dan kesejahteraan,” tuturnya.

Menurutnya, stunting merupakan aspek yang sangat penting dan harus direspon dalam setiap aktivitas pembangunan, hal ini dikarenakan Gizi khususnya stunting termaktub dalam prioritas pembangunan Kesehatan, rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) bidang Kesehatan dan termasuk dalam tujuan pembangunan berkelanjutan/ Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) yakni, menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik sehingga pada tahun 2030 mengakhiri segala bentuk malnutrisi termasuk stunting pada baduta dan balita.

“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak lebih pendek usianya. Stunting ini juga dapat dicegah dengan memastikan Kesehatan yang baik dan gizi yang cukup pada seribu hari pertama. Dalam melaksanakan setiap aksi Integritas penurunan stunting sehingga dapat menurunkan Prevelensi Stunting yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur,” jelasnya.

Sekda juga meminta kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk menyampaikan kepada para kepala desa, agar merencanakan serta menganggarkan kegiatan pencegahan dan penurunan Stunting dalam RKPDes dan APBDes di 81 desa se-Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. (guf)

Hingga 4 Mei, Vaksinasi Covid-19 di Kotamobagu Capai 6.443

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kotamobagu, Khaerudin Mamonto ketika mengikuti vaksinasi tahap pertama.

ZONA KOTAMOBAGU – Pelaksanaan program vaksinasi gelombang kedua di Kota Kotamobagu mencapai 6.443 vial vaksin Covid-19.

Data tersebut merupakan hasil rekapitulasi harian pelaksanaan vaksinasi Covid-19 mulai 6 Maret hingga 4 Mei 2021. Adapun rekapannya yakni penyuntikan vaksin Covid-19 untuk TNI 1.896, Polri 682, Pegawai Pemerintah dan Wartawan 2.536, Pelayanan Publik 871, Tokoh Agam 131, dan Lanjut Usia (Lansia) 327.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu, Sumartini Sugihardjo mengatakan, saat ini pelaksanaan vaksin untuk Lansia. “Di semua Puskesmas untuk Lansia sesuai domisili,” ujarnya.

Pada pelaksanaan vaksinasi gelombang kedua ada yang telah melaksanakan penyuntikan vaksin Covid-19 untuk dosis pertama sampai dosis kedua. “Interval waktu selama dosis kedua 14 hari sejak pelaksanaan dosis pertama,” ungkapnya.

Ia menambahkan akan terus berupaya mensukseskan pelaksanaan program vaksinasi ini. “Kami masih terus menyelenggarakan program vaksinasi. Tentu dengan harapan semua masyarakat aman dari virus Covid-19,” tambahnya. (guf)

Pemkot Matangkan Persiapan Pelaksanaan Shalat Id di Desa dan Kelurahan

Teddy Makalalag

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu terus mematangkan persiapan pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1422 Hijriah di seluruh wilayah Kota Kotamobagu.

Asisten bidang pemerintahan Setda Kotamobagu, Teddy Makalalag, mengatakan ada dua opsi lokasi pelaksanaan salat. “Keputusan akhirnya besok, apakah akan dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka,” kata Teddy, Kamis (6/5).

Dikatakan, kepastian bisa dilaksanakannya shalat ied pada tahun ini diperkuat dengan turunnya surat edaran menteri agama. Dimana teknis dan ketentuan pelaksanaan diserahkan seluruhnya kepada pemerintah daerah. “Nah, untuk Kota Kotamobagu dilaksanakan di kelurahan dan desa masing-masing,” terangnya.

Hal ini lanjut Teddy, juga telah ditindaklanjuti dengan surat edaran nomor 003/SETDA-KK/202/IV/2021, yang ditangani oleh Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu.

“Dalam pasal 12 huruf E disebutkan, Shalat Idhul Fitri 1442 Hijriah dapat dilaksanakan di Masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Kecuali ada peningkatan kasus positif covid-19 sesuai standar kesehatan dan berdasarkan pengumuman Satuan Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Kotamobagu,” tandasnya. (guf)