Beranda blog Halaman 32

IAIM Kotamobagu Gelar Wisuda, 96 Mahasiswa Resmi Sandang Gelar Sarjana

IAIM Kotamobagu Gelar Wisuda, 96 Mahasiswa Resmi Sandang Gelar Sarjana
Para Wisudawan/Wati Bersama Rektor dan Civitas Academika IAIM Kotamobagu

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Kota Kotamobagu kembali menggelar prosesi wisuda program Sarjana Strata 1 (S1) yang berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Sutanraja, Senin, 21 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Wisuda Periode Tahun 2025, dan menjadi momentum penting dalam dunia pendidikan tinggi di wilayah Bolaang Mongondow Raya.

Rektor IAIM Kotamobagu, Prof. Dr. Evra Willya, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebanyak 96 mahasiswa berhasil menyelesaikan studi dan diwisuda pada periode ini.

“Sebanyak 96 mahasiswa diwisuda, yang berasal dari enam program studi. Yakni, Fakultas Tarbiyah dengan Prodi PGMI dan MPI, Fakultas Syariah dengan Prodi Hukum Keluarga (HK) dan Perbankan Syariah, serta Fakultas Ushuluddin dengan Prodi Manajemen Dakwah dan Komunikasi Penyiaran Islam,” jelasnya.

Prof. Evra berharap para lulusan IAIM dapat menjadi agen perubahan yang mampu menjawab tantangan global dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah, khususnya di Kota Kotamobagu.

Sementara itu, Asisten II Setda Kota Kotamobagu, Adnan Masinae, M.Si., yang hadir mewakili Pemerintah Daerah, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya wisuda tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Kotamobagu, saya menyampaikan apresiasi kepada IAIM yang telah melaksanakan wisuda ini. Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang hari ini resmi menyandang gelar sarjana,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kopertais Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua, Dr. KH. Nur Taufiq, M.Ag., menegaskan bahwa IAIM Kotamobagu telah memenuhi seluruh aspek legalitas sebagai institusi pendidikan tinggi.

“Kampus IAIM telah melalui uji kelayakan, baik dari aspek akademik, kelayakan penguji dan pembimbing, serta administrasi. Dengan demikian, mahasiswa lulusan dari kampus ini sah secara administratif dan akademik,” tegasnya.

Dengan mengusung semangat Islam Berkemajuan dan nilai-nilai Muhammadiyah, para lulusan IAIM diyakini akan mampu mengimplementasikan ilmu, menjunjung integritas, serta berkomitmen untuk memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.

IAIM Kotamobagu Gelar Wisuda, 96 Mahasiswa Resmi Sandang Gelar Sarjana

IAIM Kotamobagu Gelar Wisuda, 96 Mahasiswa Resmi Sandang Gelar Sarjana
Para Wisudawan/Wati Bersama Rektor dan Civitas Academika IAIM Kotamobagu

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Kota Kotamobagu kembali menggelar prosesi wisuda program Sarjana Strata 1 (S1) yang berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Sutanraja, Senin, 21 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Wisuda Periode Tahun 2025, dan menjadi momentum penting dalam dunia pendidikan tinggi di wilayah Bolaang Mongondow Raya.

Rektor IAIM Kotamobagu, Prof. Dr. Evra Willya, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebanyak 96 mahasiswa berhasil menyelesaikan studi dan diwisuda pada periode ini.

“Sebanyak 96 mahasiswa diwisuda, yang berasal dari enam program studi. Yakni, Fakultas Tarbiyah dengan Prodi PGMI dan MPI, Fakultas Syariah dengan Prodi Hukum Keluarga (HK) dan Perbankan Syariah, serta Fakultas Ushuluddin dengan Prodi Manajemen Dakwah dan Komunikasi Penyiaran Islam,” jelasnya.

Prof. Evra berharap para lulusan IAIM dapat menjadi agen perubahan yang mampu menjawab tantangan global dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah, khususnya di Kota Kotamobagu.

Sementara itu, Asisten II Setda Kota Kotamobagu, Adnan Massinae, M.Si., yang hadir mewakili Pemerintah Daerah, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya wisuda tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Kotamobagu, saya menyampaikan apresiasi kepada IAIM yang telah melaksanakan wisuda ini. Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang hari ini resmi menyandang gelar sarjana,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kopertais Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua, Dr. KH. Nur Taufiq, M.Ag., menegaskan bahwa IAIM Kotamobagu telah memenuhi seluruh aspek legalitas sebagai institusi pendidikan tinggi.

“Kampus IAIM telah melalui uji kelayakan, baik dari aspek akademik, kelayakan penguji dan pembimbing, serta administrasi. Dengan demikian, mahasiswa lulusan dari kampus ini sah secara administratif dan akademik,” tegasnya.

Dengan mengusung semangat Islam Berkemajuan dan nilai-nilai Muhammadiyah, para lulusan IAIM diyakini akan mampu mengimplementasikan ilmu, menjunjung integritas, serta berkomitmen untuk memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.

TCW Kotamobagu “Baku Pukul” Sukses Digelar, Ini Daftar Juara dari Laga Final Seru Antar Fighter

TCW Kotamobagu “Baku Pukul” Sukses Digelar, Ini Daftar Juara dari Laga Final Seru Antar Petarung
Para Fighter Peserta TCW Kotamobagu Baku Pukul bersama Panitia Pelaksana

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Turnamen Terbuka TCW Kotamobagu Baku Pukul yang digelar di pelataran parkir Kampus UDK Kelurahan Kotobangon, yang digelar 17-19 Juli 2025, berlangsung meriah.

Laga final yang mempertemukan para fighter dari berbagai desa dan kecamatan di wilayah Bolaang Mongondow Raya ini menyuguhkan pertarungan sengit dan penuh sportivitas.

Sebanyak 23 partai final digelar dari berbagai kelas berat, mulai under 48 kg hingga 80 kg, menarik minat ribuan pasang mata.

Masing-masing juara berhasil menaklukkan lawannya dan keluar sebagai yang terbaik di kelasnya.

Berikut daftar juara dan lawan yang mereka kalahkan di partai final:

Kelas Under 48 Kg:

Irfandi Lompu (Matali) mengalahkan Pemas Paputungan (Matali)

Alfa Utusan (Gogagoman) mengalahkan Moh. Rifky Idrus (Liberia)

Rifki Podomi (Matali) mengalahkan Exel Simbala (Matali)

Kelas Under 52 Kg:

Firmansyah Paputungan (Inobonto) mengalahkan Basyir Ahmad (Konarom)

Aswir Mokodompit (Tanoyan) mengalahkan Vico Damopolii (Langagon)

Rivaldi Paputungan (Lolan) mengalahkan Adit Holingi (Matali)

Rafka Pobela (Bilalang) mengalahkan Indra Bayu Biloa (Gogagoman)

Abdul Manaf Mokobela (Genggulang) mengalahkan Penaldi Paputungan (Lolan)

Eko Susanto (Mongondow) mengalahkan Rivaldi Mamonto (Matali)

Rezky Paputungan (Poyowa Kecil) mengalahkan Rasya (Abak)

Andika Katili (Tanoyan) mengalahkan Regiyanto Makalalag (Matali)

Baim Andahaeng (Tanoyan) mengalahkan Moh. Djamal (Gorontalo)

Kelas Under 63 Kg:

Ancer Umbola (Motoboi Kecil) mengalahkan Dido Mango (Tanoyan)

Marselino Tongkasi (Dumoga) mengalahkan Asril Badu (Motoboi Kecil)

Kelas Under 65 Kg:

Anci mengalahkan Mahmud Mamonto

Kelas Under 67 Kg:

Firman Yusuf (Dumoga) mengalahkan Eca Dotulong (Gogagoman)

Arnet Anggai (Lolan) mengalahkan Riki Limonu (Tadoy)

Kelas Under 71 Kg:

Joshua Lapian (Gogagoman) mengalahkan Yeremia (Biga)

Kelas Under 72 Kg:

Riko Apriyanto (Mopuya) mengalahkan Gunawan Lamariang (Lolan)

Vicky Katili (Tanoyan) mengalahkan Nicky Bangki (Motoboi Kecil)

Kelas Under 80 Kg:

Yadi (Bilalang) mengalahkan Alvarezi (Dumoga)

Daniel Happy (Gorontalo) mengalahkan Fadly Mokodompis (Dumara)

Para juara menerima uang tunai, medali, dan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka di ring.

Tak hanya untuk para juara, para Fighter finalis juga mendapatkan hadiah.

Apresiasi dari Tokoh dan Pemerintah Daerah

Ketua panitia dan penggiat olahraga tarung, Michael Solat Bibisa, mengapresiasi kesuksesan acara. “TCW Baku Pukul adalah ruang pembuktian bagi generasi muda yang ingin menyalurkan bakatnya di jalur yang positif.

Semua peserta menunjukkan teknik dan semangat yang luar biasa. Ini membanggakan,” ucap Michael.

Sementara itu, Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, juga memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan kegiatan ini.

“Kami dari pemerintah sangat mendukung turnamen seperti ini. Selain menjaga kesehatan dan daya saing pemuda, ini juga bisa menjadi jalan mencetak atlet-atlet profesional dari daerah,” kata Weny.

Turnamen TCW Kotamobagu Baku Pukul tahun ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, namun juga momentum memperkuat silaturahmi dan semangat sportivitas di tengah masyarakat Kotamobagu dan sekitarnya.

“Baku Pukul” di Atas Ring, Baku Sayang di Luar Ring: TCW Kotamobagu Open Tournament 2025 Sukses Digelar

“Baku Pukul” di Atas Ring, Baku Sayang di Luar Ring: TCW Kotamobagu Open Tournament 2025 Sukses Digelar
Panitia Penyelenggara TCW Kotamobagu Baku Pukul Open Tournament 2025

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Dentuman sorak dan semangat solidaritas mewarnai suksesnya gelaran TCW Kotamobagu Baku Pukul Open Tournament 2025.

Sebuah ajang bela diri yang bukan hanya menjadi tempat adu teknik dan ketangkasan, tetapi juga menjadi simbol persaudaraan dan kebersamaan.

Digelar dengan persiapan yang singkat, event ini tetap berhasil memikat ratusan pasang mata warga Kotamobagu dan sekitarnya.

Antusiasme penonton yang luar biasa menjadi bukti betapa besarnya kecintaan masyarakat Bolaang Mongondow Raya (BMR) terhadap olahraga bela diri.

Salah satu panitia yang juga merupakan anggota komunitas Torang Baku Sayang (TBS), Lucky Belenehu, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Kami hanya punya waktu sangat singkat untuk persiapan, tapi semangat teman-teman luar biasa. Panitia kerja siang malam, saling bantu, saling topang. Ini bukti bahwa kalau torang baku dukung, semua bisa terlaksana,” ujar Lucky.

Dari sisi peserta, semangat serupa juga terasa.

Yadi Mokoginta, fighter asal Bilalang yang ikut bertanding, mengungkapkan harapannya agar event seperti ini terus digelar secara berkelanjutan.

Event ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tapi tentang bertemu teman-teman baru, belajar dari satu sama lain, dan mempererat tali silaturahmi. Harapannya TCW dan TBS bisa bikin acara begini terus,” kata Yadi.

Wali Kota Kotamobagu, Wenny Gaib, yang turut hadir dan menyaksikan TCW Kotamobagu Baku Pukul secara langsung, juga memberikan dukungannya.

“Baku pukul cukup di atas ring. Tapi di luar itu, harus jadi ajang baku dapa, baku kase inga, dan baku sayang. Ini kegiatan positif yang bisa menumbuhkan minat dan bakat anak-anak muda kita,” ungkap Wenny dalam sambutannya.

Ketua panitia sekaligus pemilik TCW Group, Michael Solat Bibisa, tak dapat menyembunyikan rasa syukur atas kesuksesan event perdana yang digelar komunitas TBS ini.

“Alhamdulillah, Puji Tuhan, event pertama komunitas TBS Kotamobagu Baku Pukul 2025 sukses. Terima kasih untuk semua yang sudah mendukung dengan waktu, tenaga, dan materi. Ini bukan sukses saya pribadi, ini sukses kita semua—seluruh anggota TBS,” tutur Michael dengan penuh haru.

Ia pun menambahkan harapan agar kebersamaan dalam komunitas TBS terus terjaga

“Semoga kita semua diberi kesehatan, umur yang berkah, jadi manusia yang bermanfaat. TBS harus makin solid: baku sayang, baku lindungi, baku suport, baku kase inga tentang kebaikan, dan yang paling penting, baku jaga satu sama lain. Kita hindari perselisihan dan perpecahan, guys!”

Ajang ini bukan sekadar turnamen. Ia adalah refleksi semangat baru warga muda Kotamobagu: bertarung dengan sportivitas, namun tetap pulang dengan pelukan persaudaraan.

Torang Baku Sayang, bukan cuma slogan tapi jadi cara hidup.

Fighter to Watch at TCW Kotamobagu Baku Pukul: Rafka Pobela

Fighter to Watch at TCW Kotamobagu Baku Pukul: Rafka Pobela
Rafka Pobela (kanan) Menerima Medali, Piagam dan Hadiah

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Di antara dentuman musik pembuka, sorakan penonton, dan atmosfer panas pertarungan malam final TCW Kotamobagu Baku Pukul Open Tournament, Sabtu, 19 Juli 2025, satu nama muda mencuri sorotan: Rafka Pobela.

Tidak seperti kebanyakan petarung yang mengusung aura garang dan tubuh berbalut otot, Rafka tampil sederhana.

Remaja 16 tahun ini lebih mirip siswa yang hendak ikut ujian sekolah daripada seorang atlet bela diri.

Tapi ketika kakinya menginjak kanvas, semuanya berubah.

Dalam partai final kelas under 52 kg, Rafka memperlihatkan teknik luar biasa.

Gerakannya ringan tapi terukur, serangannya cepat dan tajam.

Ia menghadapi lawan tangguh Indra Bayu Biloa, namun berhasil mengunci kemenangan lewat kombinasi tendangan dan kombo pukulan keras sebelum akhirnya menyudahi duel dengan pukulan liver kiri—teknik yang dikenal menyakitkan dan sulit diantisipasi.

“Saya fokus pada presisi dan kecepatan. Saat lawan lengah, itulah momen terbaik untuk menyelesaikan pertandingan,” ujar Rafka usai laga.

Latar Belakang: Lahir untuk Bertarung dengan Cara yang Benar

Rafka lahir di Kotamobagu, 9 Juli 2009. Ia merupakan anak kedua dari pasangan Yopi Pobela dan Herawati Putong, dan kini tinggal bersama keluarga di Kelurahan Bilalang II.

Semangat bertarungnya mulai tumbuh saat bergabung di Bogani Fighting Camp pada 2018, ketika usianya baru menginjak 9 tahun.

Saat ini, Rafka duduk di kelas 2 SMA Negeri 1 Kotamobagu.

Meskipun padat dengan latihan dan turnamen, ia tetap menjaga prestasi akademik agar seimbang.

Di luar ring, ia cukup aktif di media sosial, khususnya di Instagram lewat akun @rafkapbla, tempat ia membagikan aktivitas latihan dan motivasi bagi anak muda lainnya.

Rekam Jejak Prestasi

Turnamen Kotamobagu Baku Pukul tahun ini merupakan ajang kedelapan dan menjadi panggung besar kedua bagi Rafka di kota kelahirannya.

Sebelumnya, ia telah berhasil mengoleksi gelar juara saat ikut turnamen di Manado, Boltim dan Kotamobagu.

Semua prestasi itu ia persembahkan untuk keluarga, terutama kakaknya Serda Muhammad Riva Pobela yang tengah bertugas di Kalimantan.

Lebih dari Sekadar Kemenangan

Bagi Rafka, bela diri bukan hanya soal menang atau kalah. Lebih dari itu, ini adalah tentang disiplin, arah hidup, dan bentuk perlawanan terhadap kenakalan remaja.

“Stop jo ba nakal. Lebe bae se tunjung di ring,” kata Rafka. “Masih banyak pertandingan di depan, tetap latihan dan jangan cepat puas.”

Pesan ini ia tujukan bukan hanya untuk fighter muda di BMR, tapi juga untuk anak-anak sebayanya yang mungkin belum menemukan arah.

Idola dan Harapan

Dalam berkarier, Rafka mengidolakan sosok pelatih Andre Pakarianto—fighter yang menurutnya tidak hanya melatih teknik, tapi juga membentuk mental.

Ia berharap ke depan event seperti TCW Kotamobagu Baku Pukul akan terus digelar dan makin berkembang.

“Semoga makin banyak anak muda yang memilih ring sebagai tempat menyalurkan energi. Karena dari sini, kita belajar disiplin, tanggung jawab, dan menghormati lawan.”

Rafka Pobela bukan hanya petarung muda berprestasi. Ia adalah simbol dari generasi baru Kotamobagu yang memilih jalur positif untuk unjuk diri.

Dan dengan kemampuan, mental, dan semangat yang ia miliki, nama Rafka sangat mungkin jadi bintang masa depan bela diri Sulawesi Utara, bahkan Indonesia.

Sukanto Domu Tegaskan Ancaman Denda Dua Kali Lipat Jika Petani Jual Bibit Bantuan

Sukanto Domu Tegaskan Ancaman Denda Dua Kali Lipat Jika Petani Jual Bibit Bantuan
Sangadi Poyowa Besar 2, Sukanto Domu (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pemerintah Desa Poyowa Besar 2, Kecamatan Kotamobagu Selatan, menegaskan sanksi tegas bagi petani penerima bantuan bibit cokelat yang nekat menjual bantuan tersebut.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Poyowa Besar 2, Sukanto Domu, saat penyaluran bantuan bibit cokelat yang turut disaksikan Wali Kota Kotamobagu, Wenny Gaib, pada Sabtu, 19 Juli 2015, di kawasan perkebunan wilayah tersebut.

Domu menekankan bahwa bibit yang dibagikan merupakan bagian dari program pembangunan pertanian yang bertujuan meningkatkan ekonomi petani di desa. Karena itu, bantuan ini tidak boleh diperjualbelikan.

“Kami akan mengawasi secara ketat. Jika ada petani yang kedapatan menjual bibit, maka akan dikenakan sanksi berupa ganti rugi dua kali lipat dari harga bibit yang diterima,” tegasnya.

Sebanyak 10 ribu bibit pohon cokelat disalurkan kepada 200 petani di desa tersebut.

Menurut Domu, distribusi bantuan difokuskan hanya untuk warga Desa Poyowa Besar 2.

Menariknya, proses pembibitan cokelat ini tidak melibatkan pihak ketiga dari luar, melainkan dikerjakan secara mandiri oleh warga Desa Poyowa Besar 2.

“Proses pembibitan ini benar-benar dilakukan oleh masyarakat desa sendiri. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberdayakan warga lokal, sekaligus mendorong perputaran ekonomi di internal desa agar lebih hidup,” ujar Domu.

Selain bibit cokelat, pemerintah desa juga menyalurkan 50 unit mesin paras dan 425 kilogram bibit jagung.

Seluruh bantuan tersebut bersumber dari dana desa Poyowa Besar 2 tahap pertama tahun 2025.

Pemerintah desa berharap seluruh bantuan yang disalurkan dimanfaatkan dengan baik dan sesuai peruntukannya, demi terwujudnya ketahanan ekonomi dan pertanian di tingkat desa.

Wali Kota Kotamobagu Serahkan Ribuan Bibit dan Alat Pertanian untuk Petani Poyowa Besar 2

Wali Kota Kotamobagu Serahkan Ribuan Bibit dan Alat Pertanian untuk Petani Poyowa Besar 2
Weny Gaib Menyerahkan Bantuan Secara Simbolis Kepada Perwakilan Petani Penerima

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Komitmen Pemerintah dalam mendukung sektor pertanian kembali dibuktikan.

Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib,secara langsung menyerahkan bantuan berupa bibit tanaman dan alat pertanian kepada para petani di Desa Poyowa Besar 2, Kecamatan Kotamobagu Selatan, pada Sabtu, 19 Juli 2025.

Penyerahan bantuan berlangsung di lokasi perkebunan boliaganan desa Poyowa Besar 2, disaksikan oleh ratusan warga serta jajaran pemerintah daerah.

Adapun bantuan yang diberikan berasal dari Alokasi Dana Desa (APBDes) Poyowa Besar 2 Tahun Anggaran 2025, terdiri dari Bibit Kakao sebanyak 20.000 pohon, Bibit Jagung 425 kilogram, Tangki Semprot 100 unit, dan Mesin Potong Rumput 50 unit.

Wali Kota Weny Gaib dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif pemerintah desa yang dinilai tepat sasaran dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya para petani.

“Saya memberi apresiasi kepada Sangadi, BPD dan seluruh jajaran Pemerintah Desa Poyowa Besar Dua serta masyarakat, karena telah melaksanakan program yang sangat luar biasa ini. Artinya, Dana Negara ke Desa dimanfaatkan maksimal dengan tujuan yang nyata,” ujar Wali Kota.

Ia juga menilai program ini merupakan hasil perencanaan yang matang dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Penyerahan bantuan ini adalah hasil perencanaan luar biasa dari Sangadi dan aparatnya, dan saya sangat mengapresiasi. Saya berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para petani agar dampaknya bisa dirasakan langsung dalam peningkatan ekonomi mereka,” tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten I Pemerintah Kota Kotamobagu Nasli Paputungan, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Fenty Dilasandi Miftah, Sekretaris Dinas PRKP Erwin Pasambuna, Camat Kotamobagu Selatan Rinra Lamaka, Sangadi Poyowa Besar Dua Sukanto Domu, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Program bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah desa dan kota dapat memberikan dampak langsung bagi kemajuan pertanian dan kesejahteraan petani di Kotamobagu.

Backstage TCW Kotamobagu Baku Pukul, Panggung Sportivitas Sejati Para Fighter

Backstage TCW Kotamobagu Baku Pukul, Panggung Sportivitas Sejati Para Fighter
Sportivitas dari Fighters yang Berpose Bersama usai berduel di Kotamobagu Baku Ouku

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Di balik sorak penonton dan gemuruh aksi di atas ring, suasana berbeda namun penuh makna tercipta di area backstage TCW Kotamobagu Baku Pukul Open Tournament.

Di sinilah sportivitas para fighter benar-benar diuji – dan justru paling nyata terlihat.

Hari kedua turnamen, Jumat, 18 Juli 2025, yang digelar di halaman kampus UDK Kelurahan Kotobangon, menghadirkan 24 partai termasuk lima laga partai pro yang berlangsung sengit.

Namun justru di balik ring, para petarung menunjukkan sisi lain yang tak kalah menginspirasi: saling menghormati, memberi salam, merangkul lawan usai duel, bahkan berbagi minum dan perban.

Panitia pelaksana, Sandi Gautama Mokoagow, mengungkapkan bahwa area belakang ring menjadi ruang di mana nilai-nilai sejati bela diri terlihat dengan jelas.

“Kami bangga, karena yang kami saksikan di backstage bukan hanya atlet yang kuat, tapi juga individu yang berjiwa besar. Mereka turun ring dengan penuh hormat, bahkan yang menang dan kalah bisa duduk bersama dan saling menyemangati. Inilah semangat Baku Pukul yang kami perjuangkan: keras di ring, damai di luar,” tutur Sandi.

Sandi juga menekankan bahwa sikap-sikap inilah yang menjadi indikator keberhasilan turnamen, bukan sekadar skor atau medali.

Sementara itu, panitia lainnya, Farid Minabari, menyampaikan bahwa turnamen ini bukan hanya jadi arena kompetisi, tapi juga pembentukan karakter dan mental atlet sejati.

“Kami ingin dari sini lahir petarung yang tidak hanya tangguh secara teknik, tapi juga menjunjung tinggi etika dan sportivitas. Karena seorang juara bukan hanya yang mampu menjatuhkan lawan, tapi yang mampu membesarkan hati,” kata Farid.

Farid juga mengajak seluruh masyarakat Kotamobagu dan sekitarnya untuk tidak melewatkan acara puncak turnamen yang akan digelar Sabtu, 19 Juli 2025, dengan mempertandingkan 26 partai final dari berbagai kelas.

Pertarungan-perta­rungan pamungkas ini akan menjadi puncak dari perjuangan para fighter sejak babak awal, dan diyakini akan menyuguhkan laga-laga terbaik sepanjang turnamen.

“Mari ramaikan acara puncaknya. Ini bukan hanya pertarungan, tapi selebrasi sportivitas, semangat muda, dan harapan bagi masa depan olahraga bela diri di daerah kita,” tutup Farid.

TCW Kotamobagu Baku Pukul bukan hanya soal siapa yang menang.

Ini adalah ruang tumbuh bagi para petarung muda, panggung adu teknik dan hati, serta momentum memperkuat solidaritas di antara pecinta olahraga tarung.

Dan di backstage, kemenangan itu telah lebih dulu lahir – lewat pelukan, tawa, dan saling hormat.

Seru! Hari Pertama TCW Kotamobagu Baku Pukul Open Tournament Suguhkan Pertarungan Sengit

Seru! Hari Pertama TCW Kotamobagu Baku Pukul Open Tournament Suguhkan Pertarungan Sengit
Salah Satu Duel Seru di TCW Kotamobagu Baku Pukul Open Tournament Hari Pertama

KOTAMOBAGU, ZONABMR.COM — Gelaran hari pertama TCW Kotamobagu Baku Pukul Open Tournament sukses menyedot perhatian publik, Kamis malam, 17 Juli 2025.

Bertempat di pelataran parkir Kampus Universitas Dumoga Kotamobagu, sebanyak 32 petarung dari berbagai daerah saling unjuk kemampuan dalam 16 laga sengit.

Sejak dimulai pukul 20.30 WITA, atmosfer pertandingan sudah memanas.

Ribuan penonton memadati area pertandingan, menyaksikan berbagai gaya bertarung unik dari para fighter yang tampil percaya diri dan total.

Salah satu laga paling seru terjadi di pertandingan ke-13 yang mempertemukan dua petarung tangguh: Rafka Pobela dari Bilalang dan Dimas Mokoagow asal Toraut.

Rafka yang merupakan fighter binaan Bogani MMA Bilalang tampil meyakinkan di kelas 52 kg.

Meski harus menghadapi tekanan dari Dimas yang juga dikenal berpengalaman, Rafka mampu menjaga ritme dan mengontrol pertarungan.

Duel keduanya berlangsung ketat, penuh teknik dan strategi, dengan balas-membalas pukulan serta tendangan yang terukur.

Hingga ronde ketiga, pertarungan tetap sengit sebelum akhirnya Rafka berhasil mengunci kemenangan.

Akbar Taufik, panitia yang juga petarung profesional di ajang One Pride, memuji performa kedua fighter.

“Pertarungan yang luar biasa. Keduanya tetap bertenaga hingga ronde ketiga, ini jadi contoh baik bagi petarung muda yang biasanya sudah kehabisan stamina di ronde kedua,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Yudhistira Mokodongan, panitia lainnya. Ia menyoroti semangat sportivitas yang ditunjukkan seluruh peserta.

“Meski duel berlangsung panas, semua fighter tetap menjunjung tinggi sportivitas. Itu nilai utama yang kami tekankan dalam turnamen ini.”

Gelaran ini akan berlanjut hari ini, Jumat 18 Juli, dan akan ditutup dengan partai final pada Sabtu 19 Juli 2025.

Panitia mengajak masyarakat Kotamobagu dan sekitarnya untuk hadir dan mendukung event ini.

Salah satu penonton, Aldi Mamonto, yang juga guru silat, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini.

Event seperti ini sangat positif. Ini ajang menyalurkan bakat dan minat, ketimbang ribut atau berkelahi di jalanan,” katanya.

TCW Kotamobagu Baku Pukul tak hanya menjadi panggung adu fisik, tapi juga menunjukkan semangat, disiplin, dan nilai sportivitas dalam seni bela diri.

Mari saksikan laga-laga berikutnya dan dukung fighter favorit Anda!

RS Monompia Terancam Ditutup Jika Tak Mampu Sediakan Ambulans Sendiri

RS Monompia Terancam Ditutup Jika Tak Mampu Sediakan Ambulans Sendiri
Agus Suprijanta (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Rumah Sakit Monompia Kotamobagu terancam ditutup jika tak mampu menyediakan ambulans sendiri untuk melayani pasien rujukan.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kotamobagu, Agus Suprijanta, dalam keterangannya kepada zonabmr.com pada Kamis, 17 Juli 2025, di gedung DPRD Kotamobagu, Kelurahan Kotobangon.

Menurut Agus, yang juga merupakan Ketua DPC Partai Hanura Kotamobagu, praktik RS Monompia yang beberapa kali meminjam ambulans milik RSUD Kotamobagu untuk merujuk pasien ke Manado telah menimbulkan kerugian, baik dari sisi layanan maupun anggaran.

“Sudah ada laporan masuk ke kami. Mereka beberapa kali menggunakan ambulans RSUD untuk merujuk pasien, tapi klaim BPJS-nya tetap dilakukan oleh pihak RS Monompia. Ini merugikan, karena biaya operasional ambulans seperti sopir, bahan bakar, dan perawatan itu tidak gratis,” tegasnya.

Agus menilai, jika pihak RS Monompia tidak mampu memenuhi standar pelayanan dasar seperti penyediaan ambulans sendiri, maka keberadaan rumah sakit tersebut perlu dievaluasi secara serius.

“Kalau tidak mampu mengadakan ambulans sendiri, lebih baik tutup saja. Rumah sakit harus mampu memberikan pelayanan yang layak, bukan justru membebani fasilitas milik pemerintah,” tambahnya.

DPRD Kotamobagu, melalui Komisi III, dalam waktu dekat berencana memanggil pihak manajemen RS Monompia untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP). Agenda ini untuk meminta klarifikasi dan mencari solusi atas polemik tersebut.

Masalah ini mencuat di tengah upaya Pemkot Kotamobagu meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayahnya. Dugaan praktik yang merugikan RSUD Kotamobagu menjadi perhatian serius legislatif, terlebih menyangkut pelayanan publik yang menyentuh langsung masyarakat.

Upaya konfirmasi ke pihak RS Monompia atas pernyataan dari Komisi III DPRD tersebut, hingga berita ini tayang masih dilakukan.