Beranda blog Halaman 31

Fighter to Watch at TCW Kotamobagu Baku Pukul: Adi Cahyadi Sugeha

Fighter to Watch at TCW Kotamobagu Baku Pukul: Adi Cahyadi Sugeha
Fighter Adi Cahyadi Sugeha Berpose Usai Memastikan Kemenangan bersama Coach Yudhistira

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Di tengah sorakan penonton dan deru adrenalin yang memuncak di ajang TCW Kotamobagu Baku Pukul, satu sosok muda berdiri tegap di tengah ring.

Napasnya berat, keringat membasahi wajahnya, namun sorot matanya tak goyah.

Nama sang fighter itu adalah Adi Cahyadi Sugeha, anak muda dari Desa Bilalang Dua, Kecamatan Kotamobagu Utara, yang malam itu tidak hanya bertarung untuk menang, tetapi untuk sebuah perubahan yang lebih besar.

Saat tangan wasit mengangkat lengannya sebagai tanda kemenangan atas Alvarezi di kelas amatir Under 80kg, Adi tidak langsung bersorak. Ia menatap ke langit-langit arena, menahan haru.

Ketika diminta menyampaikan kesan, ia tidak berbicara soal kemenangan pribadi. Ia menyebut dua nama penting dalam hidupnya.

“Kemenangan saya kemarin saya persembahkan kepada kedua orang tua saya — ayah saya Djoli Sugeha dan ibu saya Inang Pobela — serta untuk seluruh anak muda yang ada di Desa Bilalang,” ucapnya, dengan suara serak yang menggema lebih kuat daripada pukulan mana pun yang ia layangkan malam itu.

Bilalang, daerah yang dulu kerap disebut-sebut dengan label ‘rawan’ dan keras, hari ini perlahan menulis babak baru dalam sejarahnya.

Yadi, lewat setiap latihan keras dan pertarungan sengitnya, menjadi bagian dari halaman penting itu.

Ia mewakili generasi baru Bilalang — generasi yang menolak dikurung oleh stigma masa lalu, dan memilih untuk tampil, bekerja keras, dan menunjukkan bahwa mereka bisa diandalkan, bisa dibanggakan.

Saat tidak berada di ring, Yadi adalah sosok sederhana yang menjalani rutinitas harian sebagai pekerja di sebuah toko furniture, yang berlokasi di Kelurahan Mongondow, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Dari pagi hingga sore, ia melayani pelanggan, mengangkat barang, menata showroom.

Tapi di balik kesederhanaan itu, ia menyimpan ambisi dan semangat juang yang membara.

Malam hari ia gunakan untuk berlatih — memukul samsak, memperbaiki teknik, membentuk fisik dan mental yang kuat.

“Harapan saya, di event-event ke depan saya bisa lebih baik dari fight saya sebelumnya,” ungkapnya.

Ia sadar bahwa ini baru awal. Baginya, setiap pertandingan adalah langkah untuk memperkuat jati diri, bukan hanya sebagai atlet, tapi sebagai panutan.

Lebih dari itu, Yadi juga mengusung misi sosial yang tak kalah penting: menjadi bagian dari para pemuda pionir Bilalang yang menginspirasi untuk berani bermimpi.

“Untuk anak-anak muda, khususnya yang ada di Bilalang: semoga ke depan akan lebih banyak lagi yang ikut event seperti ini. Jangan takut mencoba. Kita bisa berubah, kita bisa bersinar.”

Dan benar adanya—hari ini, Bilalang tak lagi sekadar cerita masa lalu yang rawan. Ia telah menjadi tempat lahirnya pemuda-pemuda tangguh, yang tak hanya bertarung di atas ring, tapi juga berjuang dalam kehidupan nyata.

Mereka tidak lagi diidentikkan dengan kekerasan, tapi dengan kerja keras, prestasi di berbagai bidang, dan semangat kebersamaan.

Adi Cahyadi Sugeha bukan hanya seorang petarung. Ia adalah gambaran nyata dari transformasi.

Dari seorang anak desa yang mungkin dulu tak dilirik, kini berdiri sebagai simbol perubahan—bahwa tak peduli dari mana kita berasal, yang menentukan siapa kita adalah keberanian untuk bangkit dan bergerak.

Karena di balik setiap pukulan Yadi, ada tekad untuk membuktikan bahwa stigma bisa dikalahkan—bukan dengan kebencian, tapi dengan prestasi dan ketulusan.

Lebih dari sekadar mengejar gelar, Yadi membawa pesan besar bagi rekan-rekan sebayanya, terutama di Bilalang.

Dan memang benar. Adi Cahyadi Sugeha bukan hanya bertarung dengan tangan, tapi juga dengan hati dan prinsip.

Ia membuktikan bahwa dari tempat yang dulu dianggap rawan, kini lahir pemuda yang terang — penuh semangat, pekerja keras, dan mampu berdiri sejajar dengan siapa pun.

Dalam setiap pukulannya, Yadi membawa nama ayah dan ibunya, membawa wajah baru Bilalang, dan membawa pesan keras namun indah: bahwa stigma bisa dikalahkan, jika kita berani bermimpi dan berani berubah.

Malam itu di atas ring, di halaman parkir kampus UDK, Yadi bukan hanya memenangkan pertandingan, ia telah memenangkan hati banyak orang.

Mimpi Juara, Semangat Membara: Tim Soeratin U-15 Kotamobagu Dilepas MSB Menuju Zona Sulut

Mimpi Juara, Semangat Membara: Tim Soeratin U-15 Kotamobagu Dilepas MSB Menuju Zona Sulut
MSB saat Menyampaikan Pesan dan Menyemangati Tin Soeratin U-15 Kotamobagu (Foto: And)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Di bawah langit cerah Lapangan Aruman, Kelurahan Motoboi Kecil, semangat muda terpancar dari wajah-wajah para pemain Tim Soeratin U-15 Kota Kotamobagu.

Hari itu menjadi momen yang tak akan mudah dilupakan, saat Ketua Askot PSSI Kotamobagu, Michael Sholat Bibisa (MSB), secara resmi melepas keberangkatan tim menuju ajang bergengsi Piala Soeratin U-15 Zona Sulawesi Utara (Sulut) 2025 di Kota Manado.

Dalam suasana yang hangat dan penuh harapan, MSB menyampaikan pesan khusus kepada para pemain muda yang akan membawa nama Kota Kotamobagu di kancah sepak bola regional.

Ia menekankan bahwa keberhasilan dalam turnamen bukan hanya soal teknik dan strategi, tetapi juga tentang semangat juang, kedisiplinan, dan sikap sportivitas yang harus dijunjung tinggi sejak peluit pertama dibunyikan.

“Targetnya juara, itu yang pasti,” ujar MSB dengan penuh keyakinan.

Ia mengingatkan bahwa hal tersebut bukan sekadar harapan, tapi juga janji yang telah diucapkan oleh pelatih dan manajemen tim. Menurutnya, dengan kerja keras yang telah dilakukan selama masa persiapan, sudah sewajarnya jika target juara menjadi tujuan yang realistis.

Lebih jauh, Michael menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh yang diberikan oleh berbagai pihak.

Ia menyoroti peran penting Pemerintah Kota Kotamobagu, pengurus PSSI setempat, hingga para orang tua pemain yang telah menjadi penyemangat sekaligus penopang utama dalam proses pembinaan dan persiapan tim.

“Semua pihak telah bekerja sama, saling menopang demi hasil terbaik. Dengan dukungan seperti ini, saya optimis tim kita mampu mencapai target juara,” ujarnya.

Acara pelepasan berlangsung sederhana namun penuh makna.

Satu per satu pemain tampak memantapkan tekad mereka, menyerap pesan-pesan semangat yang disampaikan.

Tak sedikit pula orang tua yang tampak haru, menyaksikan buah hati mereka bersiap menapaki panggung yang lebih besar dalam dunia sepak bola.

Tim Soeratin U-15 Kota Kotamobagu bukan hanya sekadar tim sepak bola. Mereka adalah simbol harapan baru, generasi penerus yang membawa semangat dan kebanggaan daerah.

Dengan doa, dukungan, dan kerja keras yang menyertai, mereka kini melangkah ke Manado, membawa misi mulia: membuktikan bahwa mimpi menjadi juara bukanlah sesuatu yang mustahil.

Weny Gaib Resmi Buka Pelatihan Calon Paskibraka 2025 dan Lantik Duta Pancasila

Weny Gaib Resmi Buka Pelatihan Calon Paskibraka 2025 dan Lantik Duta Pancasila
Weny Gaib Resmi Buka Pelatihan Calon Paskibraka 2025 dan Lantik Duta Pancasila

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, secara resmi membuka kegiatan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Calon Paskibraka Kota Kotamobagu Tahun 2025 dan sekaligus melantik Pelaksana Duta Pancasila Paskibraka Indonesia Kota Kotamobagu Masa Bhakti 2025–2029.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Wali Kota, 28 Juli 2025, ini menjadi momentum penting dalam pembinaan generasi muda berkarakter dan berwawasan kebangsaan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Wenny Gaib menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah berhasil lolos hingga tahap pelatihan, serta kepada jajaran Pelaksana Duta Pancasila yang baru saja dilantik.

“Saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Daerah Kota Kotamobagu menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Pelaksana Duta Pancasila Paskibraka Indonesia Kota Kotamobagu, Masa Bhakti 2025–2029. Juga kepada adik-adik peserta Calon Paskibraka yang kini memasuki tahapan penting dalam proses pembinaan karakter,” ujar Weny Gaib.

Ia mengingatkan bahwa pelatihan yang dijalani bukan sekadar rutinitas, namun menjadi sarana untuk membentuk disiplin, ketahanan mental, dan komitmen kebangsaan.

Wali Kota juga berpesan kepada para peserta untuk menjaga kesehatan dan mengikuti seluruh proses pelatihan dengan sungguh-sungguh.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa pelantikan sebagai Duta Pancasila bukanlah seremoni belaka, melainkan pengakuan atas tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas.

“Sebagai Duta Pancasila, adik-adik memiliki tugas mulia untuk mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila di tengah masyarakat. Jadilah teladan dalam etika, semangat gotong royong, cinta tanah air, serta nilai-nilai toleransi dan persatuan di mana pun berada,” tambahnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting di daerah, antara lain Ketua DPRD Kota Kotamobagu Adrianus Mokoginta, SE., Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto, S.I.K, Kasdim 1303 Bolaang Mongondow Mayor Arh. Achmad Janis, Sekda Kotamobagu Sofyan Mokoginta, serta jajaran pimpinan OPD, staf khusus wali kota, dan Ketua Purna Paskibraka Indonesia Kotamobagu, Kurniawan Mokodompit.

Kehadiran para tokoh ini memperkuat pesan bahwa pembinaan Paskibraka merupakan tanggung jawab bersama, dalam rangka membentuk generasi muda yang siap menjadi pelopor dan penggerak nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

Kegiatan pelatihan ini akan berlangsung hingga menjelang peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus mendatang, sebagai bagian dari rangkaian persiapan pasukan pengibar bendera pusaka tingkat kota.

FIFGROUP Tegaskan Komitmen Hukum: Pelaku Pengalihan Motor Kredit Dipenjara 1 Tahun

FIFGROUP Tegaskan Komitmen Hukum: Pelaku Pengalihan Motor Kredit Dipenjara 1 Tahun
Kantor FIFGroup Kotamobagu

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pengadilan Negeri Kotamobagu menjatuhkan vonis pidana kepada dua orang terdakwa yang terbukti melakukan pengalihan sepeda motor kredit milik FIFGROUP tanpa izin tertulis.

Kasus ini menegaskan kembali bahwa pelanggaran terhadap Undang-Undang Jaminan Fidusia dapat berujung pada sanksi pidana.

Dua terdakwa, Amrul Marsait dan Nur Fadila Mamonto, masing-masing dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun.

Amrul, yang merupakan debitur FIFGROUP, terbukti melanggar Pasal 36 jo Pasal 23 ayat (2) Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.

Sementara Nur Fadila, yang berperan sebagai makelar, dinyatakan bersalah berdasarkan Pasal 480 ayat (1) KUHP karena menerima barang hasil tindak pidana atau penadahan.

Perkara yang terdaftar dengan nomor 95/Pid.Sus/2025/PN Ktg (Amrul Marsait) dan 96/Pid.B/2025/PN Ktg (Nur Fadila Mamonto) diputus oleh majelis hakim pada 18 Juni 2025.

Kasus ini bermula dari pengajuan pembiayaan oleh Amrul Marsait untuk satu unit sepeda motor Honda Vario 160 CBS Plus di FIFGROUP Cabang Kotamobagu.

Dengan tenor cicilan selama 36 bulan senilai Rp1.184.000 per bulan, Amrul baru melakukan pembayaran sebanyak enam kali sebelum memindahtangankan unit tersebut kepada Nur Fadila.

Penyerahan sepihak tersebut dilakukan tanpa persetujuan tertulis dari FIFGROUP.

Nur Fadila, yang mencari motor kredit lewat media sosial, membeli kendaraan itu seharga Rp6.120.000. Setelah motor dialihkan, keberadaannya tidak diketahui.

Ketika dilakukan penagihan, keduanya tidak mampu memberikan keterangan yang jelas serta tidak menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan tunggakan.

FIFGROUP akhirnya menempuh jalur hukum dengan melapor ke kepolisian setempat.

Proses hukum pun bergulir hingga ke persidangan di Pengadilan Negeri Kotamobagu.

Selain hukuman penjara, Amrul juga dijatuhi denda sebesar Rp5.000.000.

Jika tidak dibayar, denda tersebut akan diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan.

Kepala Cabang FIFGROUP Kotamobagu, Yohanis Batara Randa, menegaskan bahwa pengalihan kendaraan yang masih dalam status kredit tanpa persetujuan resmi melanggar hukum dan bisa dipidana.

“Tindakan ini jelas bertentangan dengan Undang-Undang Jaminan Fidusia. Sanksi tidak hanya dijatuhkan kepada debitur, tetapi juga kepada pihak lain yang terlibat seperti makelar atau penadah,” ujar Yohanis.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap aparat penegak hukum.

“Kami sangat menghargai langkah hukum yang telah dilakukan, dan putusan ini menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap perjanjian kredit bukanlah hal sepele,” pungkasnya.

Dengan kasus ini, FIFGROUP kembali mengingatkan masyarakat untuk mematuhi ketentuan dalam perjanjian kredit guna menghindari konsekuensi hukum yang serius.

“SIAP TERTIB”: Inovasi Layanan Cepat untuk Situasi Darurat di Kotamobagu

"SIAP TERTIB": Inovasi Layanan Cepat untuk Situasi Darurat di Kotamobagu
Interface Aplikasi SIAP TERTIB (kiri) yang Merupakan Inovasi dari Sahaya Mokoginta (Kanan)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Masyarakat Kotamobagu kini dimudahkan dengan kehadiran aplikasi SIAP TERTIB yang cukup satu sentuhan, banyak solusi, sebuah terobosan layanan publik yang memungkinkan penanganan berbagai situasi darurat hanya melalui genggaman tangan.

Aplikasi ini mempermudah warga untuk melaporkan kejadian seperti kebakaran, gangguan ketertiban umum, hingga permintaan bantuan non-kebakaran, seperti evakuasi ular, penanganan sarang lebah, hingga pelepasan cincin yang tersangkut di jari.

Dengan fitur pengiriman lokasi otomatis lewat Google Maps, petugas bisa segera tiba di lokasi tanpa hambatan komunikasi atau penjelasan arah yang rumit.

“Tujuan utama dari SIAP TERTIB adalah memberikan akses cepat dan praktis bagi warga dalam menghadapi keadaan darurat. Kami ingin semua laporan masyarakat bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Sahaya Mokoginta, Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Kotamobagu, Ahad, 27 Juli 2025 kepada Zonabmr.

Aplikasi ini tidak hanya memberi kemudahan, tetapi juga menunjukkan integrasi layanan yang solid.

Selain untuk pelaporan kejadian, SIAP TERTIB juga memberikan notifikasi dini terkait situasi darurat, serta menghubungkan masyarakat dengan layanan perlindungan masyarakat (linmas) secara langsung.

“Aplikasi ini terhubung dengan WhatsApp sekitar seratus petugas termasuk aparat penegak hukum, yang siap menangani setiap situasi darurat yang dilaporkan,” jelas Sahaya.

Yang menarik, aplikasi ini merupakan gagasan langsung Sahaya Mokoginta saat mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Pim) Tingkat II, sebagai bentuk inovasi strategis dalam peningkatan pelayanan publik.

Inovasi tersebut mendapat pengakuan dengan meraih juara dua dalam lomba inovasi yang diadakan Pemerintah Kota Kotamobagu.

Kini, SIAP TERTIB sudah tersedia di Google Play Store dan bisa diunduh oleh seluruh masyarakat. Atau bisa klik di SINI.

Pemerintah mengajak warga untuk memanfaatkan aplikasi ini sebagai bentuk kepedulian dan kesiapsiagaan bersama dalam menjaga ketertiban dan keselamatan lingkungan.

RSUD Kota Kotamobagu Jalani Evaluasi Tahunan Akreditasi Rumah Sakit Secara Daring

RSUD Kota Kotamobagu Jalani Evaluasi Tahunan Akreditasi Rumah Sakit Secara Daring
RSUD Kota Kotamobagu Jalani Evaluasi Tahunan Akreditasi Rumah Sakit Secara Daring

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kotamobagu kembali menjalani evaluasi tahunan dari tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Kamis, 24 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Berbeda dari verifikasi faktual yang dilakukan secara langsung di lapangan, evaluasi tahunan kali ini kembali dilakukan secara daring melalui platform Zoom Meeting.

Meski demikian, prosesnya tetap berlangsung ketat dan menyeluruh.

Dalam sesi evaluasi, tim akreditasi tidak hanya melakukan wawancara dengan Direktur RSUD Kotamobagu, Fernando M. Mongkau, S.Kep, Ns, M.Kes., tetapi juga mewawancarai sejumlah tenaga medis dan staf rumah sakit lainnya.

Menurut Fernando, tim juga melakukan pengecekan terhadap berbagai fasilitas rumah sakit secara virtual.

“Tim akreditasi melakukan tinjauan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana kami untuk memastikan apakah semuanya masih sesuai dengan standar akreditasi,” jelas Fernando.

Jika ditemukan adanya fasilitas atau aspek layanan yang dinilai tidak lagi sesuai standar, RSUD KK diberikan waktu dua hari untuk melakukan pembenahan.

Setelah perbaikan dilakukan, rumah sakit wajib mengirimkan laporan sebelum dan sesudah pembenahan kepada tim akreditasi.

“Ini adalah bagian dari proses peningkatan mutu layanan. Kami harus terus menjaga standar tinggi yang sudah ditetapkan,” tambah Fernando.

Evaluasi tahunan ini merupakan bagian dari siklus penjaminan mutu yang lebih besar. RSUD Kotamobagu dijadwalkan akan menjalani verifikasi faktual kembali pada tahun 2027 mendatang.

Sebelumnya, verifikasi terakhir dilakukan pada 2022, yang mengukuhkan status RSUD KK sebagai rumah sakit paripurna dengan akreditasi lima bintang.

Dengan evaluasi rutin dan semangat pembenahan berkelanjutan, RSUD Kotamobagu menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Status paripurna lima bintang bukan hanya prestasi, tetapi juga tanggung jawab yang terus dijaga melalui standar dan akuntabilitas yang tinggi.

Kemenag Apresiasi Pemkot Kotamobagu Anggarkan Dana untuk Pendamping Haji Daerah

Kemenag Apresiasi Pemkot Kotamobagu Anggarkan Dana untuk Pendamping Haji Daerah
Kepala Kemenag Kotamobagu, Jamaluddin Lamato

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kotamobagu, Jamaluddin Lamato, menyampaikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kota Kotamobagu yang menganggarkan dana melalui APBD untuk dua orang Petugas Pendamping Haji Daerah (PHD) tahun 2025 ini.

Menurut Jamaluddin, kebijakan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kelancaran dan kualitas pelayanan ibadah haji bagi warga Kotamobagu.

Apalagi, kata dia, saat ini antrean haji di wilayah Kotamobagu sudah sangat panjang.

“Kalau ada yang baru mendaftar sekarang, waktu tunggunya bisa sampai 15 tahun. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika kuota yang sudah disiapkan pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Agama tidak terisi,” ujar Jamaluddin, Kamis, 24 Juli 2025, di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, untuk kategori petugas PHD, Kementerian Agama RI mendapatkan jatah sekitar 2.000 kuota untuk se-Indonesia.

Kuota ini harus dipenuhi agar tidak ada kekosongan dalam pelaksanaan teknis dan pelayanan jamaah haji di tanah suci.

“Contohnya, pada pelaksanaan haji tahun ini, Provinsi Sulawesi Utara sebenarnya mendapat enam kuota petugas PHD, tapi yang terisi hanya lima. Maka sisa satu kuota itu akan diberikan ke provinsi lain agar tetap mencapai jumlah nasional,” ungkapnya.

Hal yang sama, lanjutnya, juga berlaku untuk kuota jamaah haji. Jika ada yang berhalangan berangkat dan tidak ada pengganti dari provinsi asal, maka akan diisi oleh jamaah dari daerah lain.

“Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi kebijakan Pemkot Kotamobagu. Ini bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memaksimalkan kuota yang tersedia dan mempercepat pelayanan kepada jamaah,” tambahnya.

Diketahui, anggaran untuk petugas PHD ini disiapkan melalui APBD 2025 dan dialokasikan bagi dua orang pendamping dari daerah.

Petugas PHD memiliki peran strategis dalam membantu jamaah, mulai dari bimbingan manasik, pendampingan selama perjalanan, hingga membantu kebutuhan teknis selama berada di tanah suci.

Kebijakan ini juga dinilai sejalan dengan semangat nasional dalam peningkatan pelayanan haji yang lebih profesional dan humanis, seiring terus meningkatnya jumlah pendaftar haji dari tahun ke tahun.

Pemerintah Kota Kotamobagu sendiri menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan publik berbasis keagamaan dan dukungan terhadap visi keumatan.

Dinas PUPR Kotamobagu Siapkan Program Sanitasi di Wilayah Padat Penduduk

Dinas PUPR Kotamobagu Siapkan Program Sanitasi di Wilayah Padat Penduduk
Yeyen Yambo

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kotamobagu melalui Bidang Cipta Karya akan melaksanakan program pembangunan sanitasi masyarakat secara swakelola di dua desa dan empat kelurahan.

Kepala Bidang Cipta Karya, Yeyen Yambo, mengungkapkan program ini difokuskan pada pembangunan tangki septik individual bagi masyarakat di wilayah padat penduduk.

Hal tersebut disampaikannya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Rabu, 23 Juli 2025.

“Berdasarkan hasil pendataan dan pemantauan lapangan, ditemukan bahwa di beberapa wilayah, pembuangan WC warga masih langsung ke aliran sungai,” ungkap Yeyen.

Adapun desa dan kelurahan yang akan menerima bantuan program ini adalah Desa Kobo Kecil, Desa Kopandakan Satu, serta Kelurahan Kotobangon, Mongondow, Pobundayan, dan Gogagoman.

Setiap desa dan kelurahan akan mendapatkan masing-masing empat unit tangki septik individual.

Total anggaran yang disiapkan untuk program ini mencapai Rp480 juta, dengan alokasi Rp80 juta per wilayah.

Yeyen menambahkan, tahapan sosialisasi telah rampung, dan Kelompok Swakelola Masyarakat (KSM) di masing-masing lokasi juga telah terbentuk.

“Saat ini kita sudah masuk pada tahap penandatanganan kontrak, dan pekerjaan akan mulai dilaksanakan pada minggu depan,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan pembangunan direncanakan berlangsung mulai 28 Juli hingga 24 Desember 2024.

Pemerintah Kota Kotamobagu berharap program ini dapat membantu masyarakat yang belum memiliki fasilitas sanitasi layak serta menekan angka pencemaran lingkungan, khususnya di daerah aliran sungai.

Dinas Pol PP dan Damkar Kotamobagu Resmi Pindah ke Kantor Baru

Dinas Pol PP dan Damkar Kotamobagu Resmi Pindah ke Kantor Baru
Sahaya Mokoginta Memimpin Apel Perdana di Kantor Dinas Satpol PP dan Damkar yang Baru

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kotamobagu resmi menempati kantor baru terhitung sejak 21 Juli 2025.

Kantor baru tersebut berlokasi di Kelurahan Kotamobagu, tepatnya di depan Masjid Agung Baitul Makmur, yang sebelumnya merupakan gedung eks Polres Kotamobagu.

Sebelumnya, Dinas Pol PP dan Damkar berkantor di jalur dua Jalan Paloko Kinalang.

Kepala Satpol PP Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, menjelaskan bahwa pemindahan kantor dilakukan karena gedung lama sudah tidak lagi memadai untuk menampung seluruh personel dan aktivitas dinas.

“Sekarang kami sudah menempati kantor baru di depan Masjid Agung, bekas kantor Polres. Lokasinya lebih luas, memiliki banyak ruangan untuk pegawai, dan tersedia area parkir untuk armada pemadam kebakaran,” ungkap Sahaya saat dihubungi, Selasa, 22 Juli 2025.

Menurutnya, jumlah keseluruhan personel Satpol PP dan Damkar mencapai sekitar 150 orang, sehingga membutuhkan ruang kerja yang representatif.

Di kantor lama, keterbatasan ruang menjadi kendala utama.

“Di kantor yang baru, ruangannya cukup memadai, sehingga tidak ada lagi pegawai yang harus berdesak-desakan,” tambahnya.

Sahaya juga mengimbau kepada masyarakat agar langsung menuju kantor baru jika memiliki keperluan terkait layanan Satpol PP maupun Damkar.

“Bagi masyarakat yang memiliki urusan atau membutuhkan layanan dari Damkar maupun Satpol PP, silakan langsung datang ke kantor kami yang baru,” ucapnya.

Fighter to Watch at Kotamobagu Baku Pukul: Abdul Manaf Mokobela

Fighter to Watch at Kotamobagu Baku Pukul: Abdul Manaf Mokobela
Abdul Manaf Mokobela

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Dalam setiap kompetisi bela diri, selalu ada satu nama yang muncul tak hanya karena pukulannya keras, tapi karena cerita di balik langkahnya ke atas ring.

Di ajang TCW Kotamobagu Baku Pukul, nama itu adalah Abdul Manaf Mokobela – seorang remaja dari Kelurahan Genggulang, yang menjadikan ring sebagai tempat memperjuangkan lebih dari sekadar kemenangan.

Lahir pada 16 September 2006, Manaf telah jatuh hati pada dunia bela diri sejak usia 13 tahun.

Ia memulai langkahnya secara serius pada tahun 2019, saat usianya masih belia. Tapi dari usia muda itulah ia sudah menunjukkan karakter petarung sejati: tekun, sabar, dan tak mudah puas.

Di luar ring, ia adalah remaja sederhana yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh nilai-nilai kedisiplinan dan kekeluargaan.

Nama ibunya, Masni Mokobela, adalah sosok yang selalu ada di balik setiap langkah yang ia ambil.

“Saya bertarung untuk banyak hal, tapi yang utama, untuk Ibu. Setiap keringat dan luka, saya ingat wajah beliau. Kemenangan ini, saya persembahkan sepenuhnya untuk ibu yang tak pernah berhenti mendoakan dan mendukung saya,” tutur Manaf dengan suara yang nyaris bergetar setelah naik podium juara.

Dimana pada partai final TCW Kotamobagu Baku Pukul, ia mengalahkan fighter tangguh, Penaldi Papuputungan.

Disiplin dan Latihan yang Menempa Karakter

Sebelum naik ring di TCW, Manaf bukan pemula. Ia telah mencicipi kerasnya duel di Tarsius Combat, juga menempuh jalur teknik dari taekwondo aliran Jidokwan.

Dua arena itu menjadi fondasi penting yang membentuknya sebagai petarung lengkap – menguasai teknik, memahami tempo, dan tak gentar pada tekanan.

Namun segalanya berubah ketika ia bergabung dengan TCW Fighting Camp, tempat ia menempa diri lebih serius.

Di bawah komando Coach Akbar Taufik Polontalo, Manaf menjalani latihan intensif: dari pagi hari yang dingin hingga malam yang melelahkan, semuanya ia jalani tanpa keluhan.

“Anak ini punya daya tahan, bukan cuma secara fisik, tapi juga emosional. Dia tahu kenapa dia bertarung, dan itu membuat latihannya jadi sangat fokus dan produktif,” ujar Coach Akbar.

Latihan itu pun terbayar lunas. Saat masuk final TCW Kotamobagu Baku Pukul, Manaf tampil percaya diri.

Bukan hanya tekniknya yang tajam, tapi juga ketenangan dan kontrol diri yang luar biasa.

Ia bertarung dengan kepala dingin, membaca lawan, dan tahu kapan harus menyerang maupun bertahan.

Petarung yang Menghargai Proses

Yang membuat sosok Manaf begitu menarik adalah sikapnya di luar ring. Meski keluar sebagai pemenang, ia tidak menganggap dirinya lebih unggul.

Dalam pernyataan usai pertandingan, ia justru memberi semangat kepada mereka yang belum berhasil meraih kemenangan.

“Buat semua fighter yang kalah, saya tahu rasanya. Tapi jangan berhenti. Latihan, tempa diri, dan balik lebih kuat. Dan untuk teman-teman yang menang, termasuk saya, jangan cepat puas. Karena yang kalah hari ini, besok bisa saja jadi juara berikutnya. Kita semua di sini untuk belajar dan berkembang.”

Statement itu menunjukkan karakter yang matang, jauh melampaui usianya.

Ia tidak bertarung hanya untuk menang, tapi juga untuk membuktikan bahwa bela diri adalah jalan hidup – jalan yang mengajarkan hormat, kerja keras, dan kerendahan hati.

Dukungan dari TCW dan Komunitas Petarung Lokal

Owner TCW Group sekaligus ketua panitia pelaksana turnamen, Michael Solat Bibisa, mengaku bangga bisa melihat sosok seperti Abdul Manaf muncul dari ajang ini.

“Manaf adalah contoh sempurna dari tujuan kami menyelenggarakan TCW Baku Pukul: menemukan, membina, dan memajukan petarung lokal yang punya semangat dan karakter kuat. Kita butuh lebih banyak anak muda seperti dia, yang tidak hanya jago bertarung, tapi juga punya jiwa sportivitas tinggi.”

Ajang seperti ini bukan hanya soal medali, tapi tentang perjalanan. Dan bagi Abdul Manaf Mokobela, perjalanan itu baru saja dimulai.

Dengan semangat membara, sikap rendah hati, dan cinta tulus untuk keluarganya – terutama ibunya – ia bukan hanya petarung untuk hari ini.

Ia adalah harapan besar untuk masa depan dunia bela diri di Kotamobagu, Sulawesi Utara bahkan tak menutup kemungkinan untuk Indonesia.

Karena di dalam ring, kadang yang paling kuat bukanlah yang paling keras pukulannya, tapi yang paling tulus niatnya.