Beranda blog Halaman 321

Sering Mati-Hidup, Dishub Anggarkan Perbaikan 3 Titik Traffic Light

Nasly Paputungan.

ZONA KOTAMOBAGU – Banyaknya laporan warga terkait lampu Traffic Light (lampu lalu lintas) di Kota Kotamobagu yang sering mati-hidup dalam beberapa hari terakhir, langsung direspon cepat Dinas Perhubungan (Dishub).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Nasly Paputungan, mengatakan bahwa pihaknya telah menganggarkan biaya perbaikan traffic light pada triwulan II. “Untuk biaya perbaikan awal baru dianggarkan Rp50 juta pada tiga titik traffic light,” kata Nasly, Jumat (2/4).

Dirinya mengungkapkan, total anggaran Rp50 juta itu belum cukup untuk biaya pemeliharaan di 3 titik traffic light yang sering mengalami kerusakan. “Total anggaran tersebut sebenarnya tidak cukup untuk pemeliharaan tiga titik. Insha Allah nanti di APBD perubahan baru ditambah lagi,” ungkapnya.

Diketahui, tiga titik traffic light yang akan dilakukan perbaikan yakni, traffic light di simpang empat Kelurahan Mogolaing, simpang empat Kelurahan Molinow dan kelurahan Matali. (guf)

Bupati: Enam Desa Harus Tangguh Secara Ekonomi, Sosial, Keamanan dan Kesehatan

Bupati Sam Sachrul Mamonto memberikan sambutan pada kegiatan launching Kampung Tangguh Nusantara.

ZONA BOLTIM – Bupati Sam Sachrul Mamonto me-launching 6 desa sebagai Kampung Tangguh Nusantara (KTN) dalam rangka mendukung program pemerintah dalam penanggulangan pandemi Covid-19, yang dipusatkan di Desa Sumber Rejo, Kecamatan Modayag, Kamis (1/3) sore.

Adapun 6 desa yang dicanangkan sebagai Kampung Tangguh Nusantara itu, yakni; Desa Sumber Rejo, Modayag II, Inaton, Bangunan Wuwuk, Mooat dan Kokapoi. Kampung Tangguh Nusantara sendiri merupakan program khusus Kapolri dan Panglima TNI dalam rangka penanganan Covid-19 di bidang ketahanan pangan, kesehatan, keamanan dan sosial ekonomi.

Setibanya di lokasi, Bupati dijemput secara adat dan kemudian melakukan gunting pita tanda di launching-nya Kampung Tangguh Nusantara 6 desa yang tersebar di Kecamatan Modayag, Modayag Barat dan Mooat. Dalam kegiatan itu, Bupati juga menyerahkan bantuan berupa bibit jagung, cabai, kopi sambung dan bibit ikan mujair kepada kelompok tani.

Dalam sambutannya Bupati Sam Sachrul Mamonto menyampaikan, tujuan kampung tangguh nusantara ini untuk menggiring masyarakat melakukan inovasi serta kreasi dibidang pertanian, perikanan, keamanan dan ekonomi ditengah pandemi covid-19. Selain itu, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran covid-19. Serta mendukung pemulihan ekonomi daerah.

“Hari ini saya bersama pak Kapolres meresmikan kampung tangguh nusantara, dan tentu makna dari sebuah kampung tangguh nusantara itu harus diketahui 6 sangadi yang desanya terpilih ini,” kata Bupati.

Lanjut Bupati, diresmikannya sebagai kampung tangguh nusantara ini, enam desa harus benar-benar tangguh baik secara ekonomi, sosial, keamanan, kesehatan dan tentu dengan keimanan.

“Tangguh dalam arti ditengah pandemi seperti ini, desa-desa yang terpilih mereka harus memiliki kegiatan, antara lain mengolah hasil pertanian. Seperti di desa Sumber Rejo ini, yang merupakan penghasil kopi. Nah di sini masyarakat sedang giat-giatnya menanam kopi sambung yang menjadi salah satu komoditas andalan di desa Sumber Rejo. Dan ini jika ditanam dengan benar, desa ini akan menjadi kampung tangguh disektor pertanian. Memang ditengah pandemi seperti ini kita harus berkreasi serta berinovasi yang kemudian bisa menyokong perekonomian kita yang lagi terdampak pandemi covid-19. Itu makna kampung tangguh secara ekonomi,” terang Bupati.

Disegi keamanan, Bupati menjelaskan, agar desa harus benar-benar tangguh untuk menghalau semua persoalan dan masalah yang akan datang. Seperti peristiwa yang menyedihkan yang terjadi di Makassar dengan adanya teror bom bunuh diri.

“Nah kejadian ini harus diantisipasi sedini mungkin bagi desa yang sudah disematkan sebagai kampung tangguh. Jadi tidak hanya tangguh secara ekonomi, tapi juga Kamtibmas harus tangguh. Artinya masyarakat harus bahu membahu memberikan informasi kepada polisi apabila ada hal-hal yang mencurigakan di lapangan. Dengan adanya peristiwa di Makassar, kita harus waspada karena sudah ada early warning system yang artinya alarm sudah berbunyi yakni peringatan atau deteksi dini untuk kita. Dan saya selaku Bupati Boltim mengutuk keras kejadian ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengimbau kepada pemerintah desa dan masyarakat agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban dengan selalu menciptakan suasana damai, aman dan kondusif. “Saya mengimbau agar mari kita sama-sama menjaga keamanan di daerah kita tercinta ini, agar tidak terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan bersama,” ucap Bupati.

Kegiatan yang tetap mengutamakan protokol kesehatan itu, turut dihadiri Kapolres Boltim, AKBP Irham Halid SIK, Wakapolres, Muhammad Monoarfa, Wakil Ketua DPRD, Meddy Lensun, Ketua PKK yang juga anggota DPRD Boltim, Ervina Budiman, para asisten Setda Boltim, pimpinan SKPD, camat, sangadi serta tokoh masyarakat. (Advertorial)

Pastikan DTKS Tepat Sasaran, Dinsos Bekali Fasilitator dan Pengumpul Data

ZONA KOTAMOBAGU — Pemkot Kotamobagu melalui Dinas Sosial (Dinsos) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Verifikasi dan Validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) bagi Fasilitator dan Pengumpul Data Tingkat Desa dan Kelurahan se-Kota Kotamobagu, Kamis (1/4/2021), di Kantor Dinsos Kotamobagu, Jalan Kampus, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kota Kotamobagu, Noval Manoppo, SE, ME., Bimtek dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada para fasilitator dan pengumpul data untuk melakukan pendataan penduduk miskin dengan benar dan sesuai kriteria di tingkat desa dan kelurahan.

“Para fasilitator dan pengumpul data ini harus diberikan pemahaman agar sebentar nanti dalam pelaksanaan pendataan, terdapat kesepahaman persepsi terutama terkait persyaratan dan kriteria penduduk miskin yang sudah ditentukan,” ujar Noval.

Hal Ini penting, lanjut Noval, agar data yang dihasilkan benar-benar data yang sesuai dan bukan hanya titipan.

“Dengan Bimtek ini kami tentu berharap agar DTKS yang diperoleh pada tahun 2021 ini memang benar-benar tepat sasaran dan murni diberikan kepada mereka yang berhak untuk mendapatkan bantuan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” ujarnya.

Bimbingan teknis yang dilaksanakan dari pagi hingga sore hari ini, diikuti oleh para fasilitator, pendamping sosial dan pengumpul data di tingkat desa dan kelurahan se-Kota Kotamobagu. (guf)

Gelar Apel Kendis, Bupati-Wabup Dapati Mobnas Belum Lunas Pajak, Kotor dan Tak Terawat

Bupati Sam Sachrul Mamonto dan Wabup Oskar Manoppo mengecek kondisi kendaraan dinas.

ZONA BOLTIM – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto dan Wakil Bupati Oskar Manoppo, menggelar apel kendaraan dinas (Kendis) di halaman Kantor Bupati, Kamis (1/4) pagi.

Apel tersebut dilakukan untuk memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan yakni STNK dan Pajak. Selain itu Bupati dan Wabup juga mengecek kondisi mobil. Alhasil, didapati sejumlah Kendis yang belum lunas pajak. Selain itu, terdapat pula mobil dinas yang kondisinya kotor tidak terawat.

“Mobil dinas ini dibeli dengan uang Negara, jadi tolong dirawat dan dijaga seperti mobil pribadi,” kata Bupati kepada salah satu Pimpinan SKPD.

Lanjut Bupati, salah satu faktor yang membuat kendis cepat rusak adalah, mereka (pimpinan SKPD) yang setiap hari berangkat-pulang Kotamobagu-Tutuyan.

“Sebenarnya mobil-mobil ini masih bisa digunakan dengan waktu yang lama. Tapi Saya lihat hampir seluruh kepala Satuan Kerja setiap hari pulang Kotamobagu, besoknya lagi balik ke Tutuyan. Hasilnya mesin mobil cepat rusak. Sehingga diwajibkan untuk pimpinan SKPD untuk tinggal dan menetap di Boltim,” tegas Bupati. (*/guf)

Hari ini, Pendataan Keluarga Dimulai

Kepala Dinas PP dan KB bersama tim hari ini mulai melaksanakan pendataan keluarga.

ZONA KOTAMOBAGU – Hari ini, pendataan keluarga di Kota Kotamobagu dimulai. Sesuai jadwal, pendataan keluarga serentak dimulai 1 April sampai 31 Mei 2021 mendatang.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB) Kotamobagu, Ahmad Yani Umar, mengatakan pendataan keluarga penting bagi pemerintah dalam menyediakan basis data keluarga untuk intervensi program pembangunan keluarga kependudukan, keluarga berencana (Bangga Kencana) dan program pembangunan lainnya. Hal ini kata Yani, untuk kepentingan perencanaan, evaluasi, dan pengukuran kinerja sampai wilayah administrasi terkecil.

“Sehingga semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini dapat bekerja keras serta memiliki semangat dan komitmen untuk mensukseskan mulai dari persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan,” ujar Yani, Kamis (1/4).

Adapun pelaksanaan sesuai amanah Undang-undang Nomor 52 Tahun 2019 tentang Pengembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, bahwa Pemerintah Daerah wajib mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data dan informasi mengenai kependudukan dan keluarga. Selain itu, Peraturan Pemerintah nomor 87 tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan, Pembangunan Keluarga dan Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga.

“Pelaksanaannya lima tahunan untuk mendapatkan data keluarga Indonesia. Sebenarnya pendataan akan dilaksanakan sejak tahun 2020, namun karena adanya pandemi Covid-19 sehingga ditunda baik pelaksanaanya maupun pembiayaannya. Nanti baru bisa dilaksanakan pada tahun 2021 ini, serentak mulai tanggal 1 April sampai 31 Mei,” ujar Yani.

Dikatakannya, pendataan akan dilaksanakan oleh Kader Pendata dan dibantu Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Serta didukung oleh semua perangkat desa dan kelurahan yang dinahkodai oleh Camat serta Kepala Desa atau Sangadi dan Lurah diwilayah masing-masing.

“Karena sesuai SK Walikota tentang Tim Pendataan Keluarga Berencana Tahun 2021 yakni, Camat adalah Manajer Kecamatan, serta Sangadi dan Lurah sebagai Manajer sesuai wilayahnya setiap desa dan kelurahan masing-masing,” ungkapnya.

“Selain pendataan juga melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi serta penyuluh program Bangga Kencana kepada keluarga di lingkungannya,” tuturnya.

Tentu dengan harapan mendapatkan data Keluarga yang akurat, valid, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan, melalui proses pengumpulan, pengolahan, penyajian, penyimpanan serta pemanfaatan data dan informasi kependudukan dan keluarga.

“Kegiatan ini dilaksanakan melalui sensus, survei dan pendataan keluarga. Kegiatan juga tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” tambahnya.

Diketahui, jumlah data Kepala Keluarga (KK) di Kotamobagu sebanyak 33.579. Jumlah tersebut yang akan didata oleh petugas pendataan keluarga dan untuk anggaran pendataan keluarga 2021 diperoleh lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui BKKBN Provinsi Sulut. (*/guf)

Sigap, Bupati Boltim Sachrul Mamonto Tolong Korban Kecelakaan

Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto (kemeja putih) membantu mengangkat korban kecelakaan ke dalam mobil dan membawa korban ke Puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan medis.

ZONA BOLTIM – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sam Sachrul Mamonto, menunjukan sifat humanis dan sosialnya ketika secara spontan menolong seorang warga yang mengalami kecelakaan tunggal di ruas jalan antara Desa Dodap-Togid, Kecamatan Tutuyan, Kamis (1/4) pagi tadi.

Dari keterangan warga di lokasi kejadian, pengendara motor Honda Vario dengan nomor polisi DB 2331 MD, mengalami kecelakaan tepat di tikungan jalan sekira pukul 08.30 WITA.

Tak berselang lama rombongan Bupati Boltim yang akan menuju Tutuyan melintas. Tiba-tiba kendaraan dengan nomor polisi DB 1 N yang ditumpangi Bupati Boltim berhenti. Dengan sigap, Bupati Sachrul langsung turun dari mobil dinasnya dan menolong korban kecelakaan tersebut.

“Pak bupati langsung turun dari mobil dan membantu pengendara motor yang mengalami kecelakaan. Selanjutnya pak bupati membawa korban ke Puskesmas Tutuyan,” ujar Revli salah satu warga yang berada di lokasi kecelakaan.

Sementara itu, Bupati Sachrul mengimbau kepada para masyarakat terlebih khusus ASN di lingkungan Pemkab Boltim, untuk selalu berhati-hati dalam mengendarai kendaraan.

“Jangan kita mengejar waktu, namun mengabaikan keselamatan dalam berkendara. Selain itu kita wajib menolong orang yang mengalami kecelakaan di jalan,” ungkap Papa Ichat, sapaan akrabnya. (*/guf)

Wabup Oskar Serahkan LKPJ Tahun 2020 Dalam Rapat Paripurna DPRD Boltim

ZONA BOLTIM – Mewakili Bupati Sam Sachrul Mamonto, Wakil Bupati Oskar Manoppo, secara resmi menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati tahun anggaran 2020, lewat rapat paripurna yang diselenggarakan oleh DPRD Boltim, Rabu (31/03).

Rapat paripurna ini, Dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Meidy Lensun, serta dihadiri oleh para anggota DPRD dan jajaran Pemerintah Kabupaten Boltim.

Pada kesempatan itu, Wabup saat membacakan sambutan Bupati mengatakan, aspek-aspek Pemerintahan Daerah yang tertuang dalam LKPJ tahun 2020 ini, telah disusun secara komprehensif, mendasar sekaligus mengandung informasi yang mudah dipahami, kemudian dibahas secara internal sesuai dengan tata tertib DPRD Boltim, untuk ditetapkan melalui keputusan DPRD yang memuat saran, masukan dan koreksi terhadap penyelenggaraan Pemerintahan, pembangunan serta pembinaan kemasyarakatan dalam kurun waktu satu tahun.

“Realisasi penggunaan anggaran berdasarkan program dan kegiatan kebijakan umum pengelolaan keuangan pemerintah daerah yang termuat dalam draft LKPJ ini yakni realisasipenggunaan anggaran sebelum adanya audit BPK, “ kata Wabup.

Wabup menerangkan, terkait hasil tindak lanjut rekomendasi DPRD sebagaimana ketentuan pasal 15 dan pasal 16 huruf C peraturan pemerintah nomor 13 tahun 2019, tentang laporan dan evaluasi penyelenggaraan oemerintahan daerah, disebutkan bahwa ruang lingkup LKPJ merupakan hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan, dan menjadi kewenangan Pemerintah Daerah. Didalamnya termasuk tindak lanjut rekomendasi DPRD tahun anggaran sebelumnya.

Adapun persentase pendapatan APBD Boltim tahun anggaran 2020 yakni, PAD 73,50 persen dari target anggaran. Pendapatan transfer dari pemerintah pusat 98,99 persen dsri target, serta pendapatan daerah yang sah sebesar 101,61 persen.

“Untuk alokasi belanja mencapai 121,15 persen dari total belanja, sedangkan realisasi belanja mencapai 116,17 persen dari total alokasi belanja,” jelas Wabup. (*/guf)

Hasil Pemeriksaan Tim Dokter, Penyebab Bengkak Kaki Helmi Diakibatkan Infeksi Bakteri Bukan Vaksin

ZONA KOTAMOBAGU – Helmi Maskatie, seorang ASN di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu yang diberitakan mengalami pembengkakan pada bagian kaki pasca mendapat suntikan vaksin covid-19 jenis Sinovac, ternyata diakibatkan oleh infeksi bakteri.

Berdasarkan pemeriksaan darah lengkap oleh tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu, Helmi didiagnosis menderita radang akibat infeksi bakteri bukan disebabkan karena efek vaksin.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim Vaksinasi Covid-19, dr Lusiana M. Maramis, saat konferensi pers yang digelar RSUD Kotamobagu, Rabu (31/3) sore.

Menurut dr Lusiana, radang infeksi itu terjadi setelah 5 hari pasca suntikan vaksin yang dilaksanakan di Aula Kantor Wali Kota Kotamobagu.

“Yang bersangkutan memang ada keluhan yang mengarah ke asam urat. Karena diinfokan memiliki riwayat asam urat, kami lakukan konfirmasi lewat pemeriksaan penunjang yakni pemeriksaan darah lengkap atau pemeriksaan asam urat. Namun ketika hasilnya keluar, asam urat bersangkutan normal. Justru yang tinggi adalah kadar leokosit yang menunjukan infeksi bakteri radang. Sedangkan vaksin covid-19 itu untuk virus bukan bakteri,” ujar dr Lusiana yang juga selaku Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Kotamobagu.

Saat ini, Lanjut dr Lusiana, Helmi kini mendapatkan perawatan di RSUD Kotamobagu. “Yang bersangkutan dirawat di sini, sudah menjadi komitmen kami untuk merawat yang bersangkutan sampai proses penyembuhan. Dan setelah hasil lab keluar bisa dipastikan sampai kini tidak ada hubungan vaksinasi dengan keluhan penyakit yang timbul tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kotamobagu, dr Tanty Korompot, juga menjelaskan jika efek samping yang biasa terjadi usai menerima vaksin adalah pusing, mual dan demam. “Dugaan bisa jadi itu efek samping atau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI),” ujar dr Tanty.

Dirinya juga menjelaskan, jika kondisi kaki bengkak yang dialami Helmi, hanya bisa dipastikan lewat pemeriksaan laboratorium. “Logikanya vaksin Sinovac adalah virus yang dilemahkan, sedangkan penyebab bengkak pada kaki adalah bakteri bukan virus,” tambah Tanty.

Dia pun menjelaskan, pada daerah yang bengkak itu banyak luka atau bekas luka, berarti kulit di daerah yang bengkak itu tidak intak (tidak utuh), ada lesi (perubahan abnormal) yang merupakan port d’entree kuman atau pintu masuk kuman atau bakteri.

“Diagnosanya adalah susp abses genu ec.dd artritis septik atau peradangan/infeksi bakteri di daerah persendian lutut. Jadi dugaan akibat vaksinasi covid-19 bisa terbantahkan karena banyak faktor kebetulan yang bisa saja terjadi, tidak terkecuali bengkak pada kaki bertepatan setelah di vaksinasi,” terang dr Tanty.

“Ini dibuktikan dengan hasil laboratorium pada Selasa malam (30/3) kemarin, bahwa Leucosit berjumlah 17.000, artinya ada infeksi bakteri,” ungkap Tanty.

Dalam konferensi pers tersebut, turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Fahri Damopolii, Kepala Bidang Pelayanan Promosi dan Sumberdaya Kesehatan Dinkes Kotamobagu, Taufan Simbala, Kepala Bagian Umum RSUD Kotamobagu Hendri Kolopita, Tim Dokter RSUD Kotamobagu serta awak media online maupun cetak. (guf)

Wali Kota Tatong Bara Gelar Pertemuan dengan GM PLN Suluttenggo, Ini yang Dibahas

ZONA KOTAMOBAGU — Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE., bersama Wali Kota Kotamobagu Ir. Hj. Tatong Bara, serta beberapa Kepala Daerah se-Sulawesi Utara menggelar pertemuan dengan Jajaran PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo), di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Selasa (30/3/2021).

Dalam pertemuan yang digelar setelah pelaksanaan Rapat Koordinasi Pengawasan Intern Keuangan dan Pembangunan ini, nampak jajaran PLN UIW Suluttenggo dipimpin langsung General Manager (GM) Leo Maria Basuki Bremani.

Menurut Wali Kota Ir. Hj. Tatong Bara, dalam pertemuan dibahas banyak hal terkait ketersediaan pasokan listrik di wilayah Sulawesi Utara untuk menunjang berbagai sektor pembangunan, termasuk dalam menunjang pembangunan sektor pariwisata di daerah ini.

“Iya, berkat koordinasi dan perjuangan Pak Gubernur Olly, Sulawesi Utara saat ini sudah merupakan wilayah surplus pasokan listrik yang saat ini dimanfaatkan untuk pembangunan berbagai sektor, baik sektor jasa, industri, perdagangan, pertanian, perkebunan maupun sektor pariwisata. Sulawesi Utara juga akan menjadi fokus pengembangan pariwisata super prioritas di Indonesia. Dengan kondisi surplus pasokan listrik saat ini, kami optimis pengembangan sektor pariwisata di Sulawesi Utara ini akan berjalan sebagaimana yang disampaikan Pak Gubernur,” ucap wali kota.

Dalam kesempatan pertemuan ini, Pemerintah Kota Kotamobagu juga ikut menyampaikan permasalahan yang ada di Kotamobagu, baik itu ketersediaan pasokan listrik maupun instalasi jaringannya.

“Untuk Kotamobagu sendiri kami menyampaikan terkait rencana pengembangan berbagai sektor pembangunan yang juga membutuhkan pasokan listrik memadai. Kotamobagu adalah kota jasa dan perdagangan yang tentu saja sangat membutuhkan ketersediaan pasokan listrik. Kami juga mengusulkan untuk penambahan pasokan listrik di beberapa lokasi yang akan dijadikan kawasan pengembangan pariwisata, terutama lokasi Wisata Air Terjun Molimpungan, dan pengembangan area Perkebunan Mobalang. Kami diminta untuk menyampaikan surat resmi terkait permintaan tambahan pasokan listrik di wilayah masing-masing. Insya Allah ini bisa terwujud agar selain untuk menunjang pengembangan kasawan ini, juga bisa menunjang aktivitas masyarakat sekitar,” ucap wali kota.

Terkait masih adanya beberapa instalasi jaringan listrik terutama tiang listrik di Kotamobagu yang masih belum ditata kembali, menurut wali kota juga ikut dibahas bersama dalam pertemuan.

“Iya, termasuk instalasi jaringan listriknya yang masih harus ditata kembali. Di Kotamobagu masih ada beberapa tiang listrik yang masih berada di badan jalan dan belum dipindahkan, akibat pelebaran jalan yang dilakuan pemerintah daerah. Ini juga terjadi di beberapa daerah lain di Sulut. Kami meminta pihak PLN agar bisa segera memindahkannya agar tidak menganggu arus lalu lintas dan estetika kota,” ujar wali kota. (guf)

Selaraskan Aset Daerah, Wabup Oskar Kunjungi KPKNL Manado

ZONA BOLTIM – Wakil Bupati Boltim, Oskar Manoppo, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Manado, Rabu (31/3).

Kunjungan kerja ini untuk penyelarasan aset yang nantinya akan dinilai, sekaligus silaturahmi serta penguatan kerjasama antara Pemerintahan Boltim Bersinar yang baru dilantik dengan tim KPKNL.

Wabup menyampaikan, jalinan hubungan kerjasama ini penting dilakukan karena beberapa poin menyangkut penghapusan aset dan pindah tangan aset harus melibatkan tim KPKNL sebagai tim penilai.

“Hal ini sudah mutlak berdasarkan ketentuan penilaian aset-aset Daerah,” ujar Wabup.

Kepala KPKNL Rofiq Mansyur menyambut baik kedatangan Wabup tersebut. Ia berharap, agar kerjasama antara Pemkab Boltim dan KPKNL yang telah terbangun selama ini bisa terus dijaga.

“Kami dari KPKNL siap kapan saja jika dibutuhkan oleh Pemerintah Kabupaten Boltim dalam hal penilaian aset daerah,” kata Rofiq.

Diketahui, Wabup dalam Kunjungan tersebut, didampingi oleh sejumlah pejabat teras Boltim. Antara lain, Asisten Bidang Administrasi Umum Drs Rusmin Mokoagow, Kepala Bagian Ekonomi Pembangaunan Ari Purwadi Mokoginta ST, Kepala Bagian Infrastruktur Barang dan Jasa Haris Sumantha ST dan Kepala Bidang Aset Barang Milik Daerah Badan Keuangan Boltim Ridel Ambarak SH. (*/guf)