Beranda blog Halaman 336

Wali Kota Tatong Bara: Ditangan ODSK Sulut akan Semakin Maju dan Unggul di Kawasan Asia Pasifik

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Olly Dondokambey dan Steven O.E Kandouw (ODSK) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) periode 2021-2024.

Pasangan dengan jargon ODSK itu, dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (15/2).

“Atas nama pribadi, keluarga, jajaran pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Kota Kotamobagu, saya mengucapkan banyak selamat dan sukses atas dilantiknya Bapak Olly Dondokambey, SE., dan Bapak Drs. Steven O. E. Kandouw, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Masa Jabatan 2021-2024, oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. H. Joko Widodo, di Istana Negara, Senin 15 Februari 2021,” ucap Wali Kota Tatong Bara.

Wali Kota berharap, semoga ke depan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kota Kotamobagu dapat terus bekerjasama dan bersinergi dalam pelaksanaan berbagai aspek pemerintahan dan pembangunan di Sulawesi Utara.

“Saya yakin dan percaya, di bawah kepemimpinan Bapak Olly Dondokambey, SE., dan Bapak Steven O. E. Kandouw, bumi nyiur melambai akan semakin maju, unggul dan menjadi etalase Indonesia di kawasan Pasifik,” ujar Wali Kota. (guf)

Sukses Selenggarakan Pilkada 2020, Mantan Komisioner DKPP Apresiasi Kinerja KPU Kotamobagu

ZONA POLITIK – Dua narasumber atau pembicara utama yang tampil secara daring pada Rapat Evaluasi Divisi Teknis dan Penyelanggaraan mengapresiasi kinerja KPU Kota Kotamobagu dalam melaksanakan seluruh tahapan Pilkada Serentak Tahun 2020.

“Saya sudah search ke mana-mana, bahkan di google sekalipun, ternyata KPU Kota Kotamobagu tidak tercatat dalam sengketa hasil di Mahkamah Konstitusi. Juga tidak banyak permasalahan hukum maupun etika yang terjadi selama penyelenggaraan Pilkada Tahun 2020 kemarin. Ini menandakan bahwa kerja-kerja KPU Kota Kotamobagu sudah sesuai aturan dan regulasi yang berlaku,” tegas Prof. Dr. Anna Herliana, SH, MH, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Menurut Prof Anna, tidak bisa dibayangkan ditengah pandemik COVID-19 serta bayang-bayang sengketa atau gugatan hukum bila terjadi kesalahan dalam setiap tahapan, toh KPU Kota Kotamobagu bisa mengakhiri semuanya dengan baik. “Mudah-mudahan hal ini bisa dipertahankan pada pemilihan-pemilihan berikutnya,” ujar mantan Komisioner Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) diera Ketua DKPP Prof. Dr. Jimly Ashidiqie ini.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Anna juga berpesan kepada seluruh jajaran KPU Kota Kotamobagu untuk terus meningkatkan kinerja dan menjaga nilai-nilai integritas. “Yang paling terpenting lagi kita semua harus berhati-hati dan menjaga diri jangan sampai diproses di DKPP terkait masalah etik. Karena itu perbanyaklah berkomunikasi dengan Bawaslu dan koordinasi ke atas dengan KPU Provinsi Sulawesi Utara dalam banyak hal, terutama regulasi apabila terjadi perbedaan penafsiran.” pesannya.

Sebelumnya Dian Kartikasari SH, pemerhati Pemilu yang juga Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Pusat sempat menelisik secara teliti tahapan demi tahapan yang terjadi pada Pilkada 2020 Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Kota Kotamobagu. “Bahkan tidak tercatat satu pemilihpun yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya, meski sempat terjadi pemungutan suara ulang di salah satu TPS. Tapi bila dihitung-hitung itu tidak sampai 1 persen dari total kesuksesan tahapan pemungutan suara dari 288 TPS pada Pilkada 2020 di Kota Kotamobagu.” terangnya.

Dalam paparannya Deputi Direktur INFID ini juga mengidentifikasi seluruh tahapan yang berjalan di Kota Kotamobagu, dimulai dari proses pemungutan suara yang dilakukan di 288 TPS. Dia memastikan apa yang dilakukan KPPS se-Kota Kotamobagu terkait dengan protokol kesehatan dilakukan sangat ketat dan disiplin, mulai dari cek suhu badan, tidak ada kerumunan atau pemilih yang berjubel, menjaga jarak di luar mapun di dalam TPS, tersedia tempat cuci tangan, pelayanan khusus bagi pemilih diatas suhu 27,7 derajat, wajib menggunakan masker serta pintu masuk dan keluar TPS yang berbeda. “Yang membahagiakan kita semua tidak ada konflik atau keributan selama pemungutan suara dan semuanya berjalan secara damai.” ucapnya.

Demikian pula ketika memasuki tahapan penghitungan suara di TPS. Dian mengidentifikasi beberapa kejadian; (1). Penghitungan suara di TPS tidak mengalami hambatan, (2). Penghitungan dilaksanakan secara terbuka, disaksikan oleh pemilih, panwas, dan saksi calon, (3). Pengguna hak pilih sebanyak 63.987, berarti ada 21.852 tidak menggunakan hak pilih, (4). Jumlah suara sah sebanyak 63.584, (5). Jumlah suara tidak sah 403 (kurang dari 1 persen dari seluruh pengguna hak pilih. Berikuntya (6). Tidak ada petugas mengalami sakit/meninggal dalam proses penghitungan suara, (7). Tidak ada penolakan dari warga atau saksi calon gubernur-wakil gubernur, terhadap hasil penghitungan, (8). Dilakukan pemotretan c-hasil dan pengiriman ke sirekap, ditemukan keluhan dalam mengirimkan data, (9). Pengisian Surat Pengantar Salinan Berita Acara dan Kotak Suara hasil Pemungutan dan Penghitungan Suara di TPS kepada PPK melalui PPS, dan (10). Pengisian model berita acara sudah sesuai, meski ada yang perlu dikoreksi.

Tak hanya itu, Dian juga menilai seluruh tahapan lainnya sudah sesuai dengan regulasi dan aturan yang ada. “Kalaupun ada kesalahan atau ketidak sesuaian perlu dimaklumi karena model form isiannya sendiri berubah dan tidak sama dengan pemilihan sebelumnya. Ini ditambah lagi dengan mepetnya waktu bimtek yang diberikan kepada para petugas TPS. Meski demikian tidak ditemukan masalah dalam penghitungan dan penyalinan data, yang mempengaruhi hilang atau berkurangnya perolehan suara kontestan.” jelasnya.

Dian sempat menggarisbawahi kejadian saat pleno ditingkat Kota Kotamobagu. Katanya, saat presentasi Kecamatan Kotamobagu Barat terjadi perbedaan antara jumlah surat suara pada form c-hasil dengan form d-hasil. Namun kesalahan yang terjadi merupakan kesalahan administratif dan tidak mengubah perolehan suara. “Kesalahan tersebut menunjukkan masih terdapat kelemahan di tingkat PPK.” katanya.

Sekali lagi Dian mangapresiasi kerja-kerja KPU Kota Kotamobagu, apalagi tingkat partisipasi masyarakat selama Pilkada 2020 meningkat 21 persen lebih dari sebelumnya hanya 53 persen menjadi 74,7 persen. “Ini sebuah prestasi ditengah pandemic. Ini berkat kerja-kerja yang bagus dan koordinasi yang baik terutama dengan KPU Provinsi Sulawesi Utara.” inbuhnya.

Sementara itu, pembicara ketiga Pimpinan Bawaslu Kota Kotamobagu; Mishard Manoppo, SE, lebih menyinggung soal koordinasi yang baik antara KPU dengan Bawaslu Kota Kotamobagu selama penyelenggaraan Pilkada 2020 yang bernuansa COVID-19. “Dilapangan kami menemukan banyak hal, namun secepatnya kami berkomunikasi serta berkoordinasi, sehingga ada perbaikan-perbaikan. Sejak awal kami memang sudah bertekad mengawal pelaksanaan Pilkada 2020 ini dengan baik dan sesuai regulasi yang berlaku.”

Terkait dengan Sirekap, Bawaslu menilai pihaknya memang tidak terlalu fokus untuk melakukan pengawasan Sirekap, karena memang status Sirekap sendiri masih sebagai alat bantu atau uji coba. “Kami lebih menekankan pada dua hal penting terkait teknis penyelenggaraan adalah penerapan prokol kesehatan dan proses pemungutan serta penghitungan suara di TPS,” tuturnya.

Untuk Sirekap, lanjut Manoppo, Bawaslu merekomendasikan untuk segara diperbaiki baik server maupun aplikasinya, bila memang akan diberlakukan pada pemilihan-pemilihan berikutnya. Apalagi Kota Kotamobagu sangat bagus jaringan internetnya. “Kalau memang semua pihak berkeinginan Sirekap ini berjalan dengan lancar, atau akan diterapkan selanjutnya, sebaiknya para KPPS operator Sirekap dilengkapi dengan alat atau handphone yang seragam. Karena hal itu juga yang ternyata menyebabkan permasalah ketika mengirimkan foto ke server,” ujarnya.

Sementara itu, pada bagian akhir, Asep Sabar, Ketua Divisi teknis Penyelenggaraan KPU Kota Kotamobagu menambahkan, bahwa manfaat Sirekap itu sebenarnya banyak, terutama untuk efisiensi waktu, tenaga dan biaya. Hanya saja butuh server, infrastruktur, SDM dan kelengkapan jaringan yang baik. Dia berharap ke depan semua kesiapan infrastruktur sudah bisa terpenuhi sehingga Sirekap akan benar-benar mendukung pelaksanaan pemilihan agar lebih akurat dan transparan.

Hadir di acara yang dipandu moderator Hapsari itu seluruh komisioner KPU Kota Kotamobagu; Iwan Manoppo (Ketua), Asep Sabar, Yokman Muhaling, Zulkifli Kadengkang, Adrian Herdi Dayoh dan Frans T Manoppo (Sekretaris). Bahkan kegiatan yang berlangsung di Cafe Strawberry Kotamobagu dipantau langsung salah satu Komisioner KPU Sulawesi Utara; Salman Saelangi. (*/guf)

Majelis Dzikir Nurul Khairat Tabang Meriahkan Baksos Donor Darah MWC NU Kotsel

ZONA KOTAMOBAGU – Majelis Dzikir Nurul Khairat Desa Tabang ikut memeriahkan Kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Donor Darah yang diselenggarakan Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kecamatan Kotamobagu Selatan (Kotsel), Jumat (12/2).

Sebelum kegiatan donor darah berlangsung, tamu undangan yang hadir mulai dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kotamobagu, Ansor Kotamobagu, Banser Kotamobagu disuguhkan lantunan sholawat yang diiringi alat musik rebana khas anak-anak majelis dzikir Nurul Khairat, Desa Tabang.

Pelantun shalawat dan pemain rebana yang masih terbilang anak-anak ini, terlihat piawai dalam melantunkan shalawat dan memainkan alat musik rebana. Suara merdu cukup menghibur dan menyejukan hati. Cafe iboss yang berkonsep restaurant seketika berubah menjadi seakan-akan di pondok pesantren.

Syofyan Bawoel selaku pembina anak-anak majelis tersebut melalui wakilnya Sasmo Podomi, mengatakan bahwa anak didik mereka masih dalam tahap belajar.

“Kurang dari 3 bulan anak-anak belajar dan menghafal shalawat, latihan rebana, serta menghafal ratib, namun mereka sudah menunjukan kemajuan yang luar biasa. Saya sendiri terkejut dengan daya hafal mereka dibandingkan dengan anak didiknya dari desa lain,” ungkapnya.

“Mereka rata-rata hafal semua dengan materi sholawat dan ratib yang saya berikan,” sambung Sasmo yang juga wakil ketua MWC Kotamobagu Selatan.

“Ustad Sofyan Bawoel sendiri merasa senang dengan semangat anak didiknya. Semangat yang luar biasa ini, membuat mereka cepat sekali hafal, prestasi anak anak ini tidak lepas dari kepedulian para orang tua, masyarakat, dan pemerintah Desa Tabang. Dukungan para orang tua dan masyarakat ditunjukan dengan begitu cepatnya pengadaan alat musik rebana, dengan waktu yang singkat dana cepat terkumpul, sehingga barang yang didatangkan dari kota Jepara sudah tersedia,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Kotamobagu, Nasrun Koto SH MH, mengapresiasi upaya masyarakat dan pemerintah Desa Tabang yang membuat gebrakan pembentukan majelis untuk menghalau serbuan pengaruh negatif.

“Tadi Malam (jumat,12/2) bertempat di Masjid Al Ikhlas Desa Tabang dibentuk Majelis Dzikir binaan Ansor Kotamobagu, dan ternyata di masjid An Nur Desa Tabang juga sudah terbentuk majelis serupa, yang diprakarsai masyarakat disekitar masjid itu,” ungkap Nasrun dengan bangga.

Lanjut Nasrun, dengan adanya wadah seperti Majelis Dzikir, generasi muda khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bisa diarahkan ke hal-hal yang positif. “Sehingga mereka tidak akan terjerumus oleh pengaruh yang dilarang agama,” ujar owner Kopi Korot ini.

Sementara itu, Ketua panitia kegiatan Baksos yang juga Ketua Majelis Wakil Cabang NU Kotamobagu Selatan, Joko Prasojo Spd menjelaskan, Baksos Donor Darah kali ini sengaja khusus mengundang Majelis Dzikir Nurul Khairat. Tujuannya agar mereka mempunyai Jam terbang untuk tampil.

“Dengan sering tampilnya mereka pada kegiatan sosial seperti ini, mental anak-anak menjadi kuat dan semangat pun jadi meningkat. Rasa minder dan grogi bisa berkurang,” Jelas Mas Joko yang Juga owner iboss cafe. (*/guf)

Mantan Gubernur Sulut Tutup Usia, Wali Kota Kotamobagu Sampaikan Ucapan Duka Cita Mendalam

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Tatong Bara menyampaikan ucapan duka cita mendalam atas berpulangnya mantan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Sinyo Harry Sarundajang (SHS).

“Atas nama pribadi, keluarga, jajaran pemerintah kota dan seluruh masyarakat Kota Kotamobagu, saya menyampaikan ungkapan duka yang mendalam atas meninggalnya salah satu tokoh nasional dan putera terbaik Sulawesi Utara, Bapak Dr. Drs. Sinyo Harry Sarundajang,” ucap wali kota, Sabtu (13/2).

Menurut Wali Kota, Almarhum merupakan sosok pemimpin yang menjadi panutan, teladan dan begitu menginspirasi kami para kepala daerah di Sulawesi Utara dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan di daerah masing-masing.

“Jejak kepemimpinan Almarhum telah begitu banyak memberikan kontribusi besar bagi Sulawesi Utara, termasuk sumbangsihnya untuk negeri ini,” ujarnya.

Berbagai jabatan prestisius Almarhum mulai dari Sekrertaris Daerah Minahasa, Walikota Bitung, Pj. Gubernur Maluku, Pj. Gubernur Maluku Utara, Irjen Depdagri, Pj. Walikota Manado, Gubernur Sulawesi Utara 2 periode (2005-2015), dan terakhir dilantik Presiden Jokowi sebagai Duta Besar Indonesia untuk Philipina merangkap Kepulauan Marshall dan Palau, telah mencatatkan sejarah tersendiri yang terus akan dikenang oleh negeri ini serta seluruh masyarakat Sulawesi Utara.

“Satu lagi kontribusi besar Almarhum khususnya bagi seluruh masyarakat Bolaang Mongondow Raya adalah di era kepemimpinan Almarhum lah, Bolmong Raya dimekarkan hingga menjadi 4 kabupaten dan 1 kota seperti saat ini,” terang wali kota.

“Terima kasih Pak Sarundajang, syukur mo’anto, syukur mobarong atas segala jasa, sumbangsih dan kontribusi besar bagi kami masyarakat Bolmong Raya. Semua kebaikan, dedikasi dan pengabdian untuk Bolmong Raya akan menjadi sejarah indah yang akan selalu kami kenang selamanya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa akan senantiasa membalas semua kebaikan, semua jasa, dedikasi serta pengabdian Almarhum selama hidup. Tuhan Memberkati,” ucapnya. (guf)

Peluang Kerja ke Jepang, BP2MI Manado Fasilitasi 30 Warga Kotamobagu Mendaftar Program SSW

Kepala UPT BP2MI Manado, Hendra Makalalag kembali mensosialisasikan peluang kerja ke Jepang kepada masyarakat Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Manado kembali mensosialisasikan peluang kerja ke Jepang kepada masyarakat Kota Kotamobagu, Rabu (10/2) kemarin.

Dalam kegiatan tersebut, UPT BP2MI Manado juga menggandeng Jayadi Global Education Center (JGEC) Manado sebagai organisasi pendukung pendaftaran program Specified Skill Worker (SSW) ke Jepang.

Mengambil tempat di Kafe Bogani Kota Kotamobagu, sebanyak 30 peserta diberikan materi mengenai prosedur penempatan pekerja migran Indonesia ke luar negeri dan materi mengenai peluang kerja sebagai Care Worker di Jepang. Kedua materi ini diberikan langsung oleh Kepala UPT BP2MI Manado, Hendra Makalalag serta tim dari JGEC Manado.

Setelah diberikan materi, dilanjutkan dengan tanya jawab. Dalam tanya jawab berbagai keluhan serta kendala disampaikan oleh calon pekerja migran Indonesia (CPMI) Kotamobagu. Permasalahan yang diangkat, langsung dijawab oleh UPT BP2MI Manado dan JGEC, sehingga ke-30 peserta langsung mendaftarkan dirinya untuk ikut dalam program SSW ini. Dan untuk memfasilitasi kelas pelatihan bahasa dan skill ke-30 orang ini, pihak JGEC akan membuka kelas pelatihan langsung di Kota Kotamobagu.

Ditemui ditempat pelaksanaan acara, Hendra Makalalag menyebutkan bahwa animo masyarakat Kota Kotamobagu untuk bekerja ke Jepang cukup tinggi. “Masyarakat Kota Kotamobagu sangat menyambut baik peluang kerja ke Jepang ini. Maka dari itu dari beberapa kali kami mengadakan sosialisasi disini, beberapa sudah ada yang mendaftar. Hari ini sudah 30 yang mendaftar, untuk itu pihak JGEC akan membuka kelas pelatihannya di Kota Kotamobagu. Ini semua adalah kemudahan yang diupayakan oleh BP2MI untuk kepentingan calon pekerja migran”ucapnya.

Hendra juga menyebutkan bahwa masyarakat tidak perlu lagi meragukan keabsahan peluang kerja ke Jepang ini “Peluang kerja ke Jepang merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Jepang dan Pemerintah Indonesia. Ada sekitar 345.150 lowongan yang dibuka untuk 14 sektor pekerjaan yang dibagi di beberapa negara Asia lainnya termasuk Indonesia. Namun lowongan yang diutamakan untuk diisi adalah untuk Care Worker atau perawat lansia jadi perekrutan masih difokuskan untuk jabatan ini. Pendaftarannya pun harus melalui lembaga resmi yang terdaftar di pemerintah Jepang dan pemerintah Indonesia, jadi peluang ini sangat resmi,” tutupnya. (guf)

13 Peserta Lulus Seleksi JPT Pratama

ZONA KOTAMOBAGU – Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama mengumumkan hasil uji kompetensi seleksi calon pejabat eselon II di lingkungan Pemkot Kotamobagu, Kamis (11/2).

Dalam surat pengumuman nomor: 08/PANSEL/ST-KK/II/2021 yang ditandatangani ketua Pansel, Sande Dodo, tanggal 11 Februari 2021, sebanyak 13 peserta lulus dalam seleksi tersebut.

Berdasarkan seluruh hasil penilaian, lima jabatan yang dilelang yakni; Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan 3 orang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 3 orang, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa 3 orang, dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan 2 orang, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan 3 orang.

“Setelah ini menentukan satu nama terbaik, kemudian disampaikan ke KASN untuk permohonan rekomendasi pelantikan,” kata Ketua Pansel, Sande Dodo.

“Rekomendasi turun, langsung persiapan pelantikan,” tambah Sekretaris Daerah Kotamobagu ini.

Diketahui, setelah menentukan pejabat yang memenuhi syarat untuk diangkat dalam JPT Pratama, Pansel melaporkan ke Pejabat Pembina Kepegawaian yakni, Wali Kota Kotamobagu. Kemudian ditentukan satu nama terbaik, dan disampaikan ke KASN terkait hasil pelaksanaan seleksi sekaligus koordinasi persiapan jadwal pelantikan. (guf)

Berikut Nama-nama yang Memenuhi Syarat untuk Dapat Diangkat dalam JPT Pratama:

ASN Kotamobagu Dilarang Bepergian Selama Libur Imlek

Sande Dodo

ZONA KOTAMOBAGU – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Kotamobagu dilarang bepergian ke luar daerah selama libur tahun baru Imlek. Hal ini sesuai surat edaran yang dikeluarkan Pemkot Kotamobagu tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan ke luar daerah bagi ASN Kotamobagu di masa pandemi Covid-19.

Hal itu dilakukan, sebagai upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran covid-19 yang berpotensi meningkat dikarenakan perjalanan orang selama tahun baru Imlek pada Jumat, 12 Februari 2021 pekan ini.

Pembatasan atau larangan itu tertuang dalam surat edaran Pemkot Kotamobagu yang ditandatangani Sekretaris Daerah, Sande Dodo, Rabu (10/2).

Dalam edaran itu, ASN ditegaskan untuk tidak melakukan aktifitas bepergian selama libur Imlek.

“Pegawai Aparatur Sipil Negara dan keluarganya dilarang melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah dan/atau mudik selama periode Tahun Baru Imlek 2572 kongzili, yaitu sejak tanggal 11 Februari sampai dengan tanggal 14 Februari 2021,” kata Sekda dalam edaran tersebut.

Edaran itu juga menegaskan, apabila ASN yang dalam keadaan terpaksa perlu untuk melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah pada periode tersebut, maka yang bersangkutan harus terlebih dahulu mendapat izin tertulis dari Wali Kota Kotamobagu.

Berikut isi lengkap surat edaran larangan bepergian ke luar daerah bagi ASN di masa libur Tahun Baru Imlek:

Ketua DPRD Kotamobagu Terima Kunjungan BPJS Kesehatan

ZONA POLITIK – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu, Meiddy Makalalag, menerima kunjungan Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Tondano, di ruang kerjanya, Kamis (11/2).

Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi serta menjalin kerjasama untuk memberikan sosialisasi terkait BPJS Kesehatan kepada masyarakat.

Meiddy Makalalag, usai menerima kunjungan tersebut mengatakan, bahwa tujuan BPJS Kesehatan untuk meminta saran lembaga legislatif Kotamobagu agar sosialisasi tentang BPJS Kesehatan bisa diterima masyarakat secara umum.

“Sosialisasi itu penting karna dengan begitu bisa memberi pemahaman ke masyarakat serta dengan asas manfaat dan kendala yang terjadi,” kata Meiddy.

Menurut Mekal sapaan akrab Meiddy, melalui sosialisasi itu bisa menciptakan koordinasi yang baik, serta bisa saling tukar pendapat agar masyarakat bisa paham akan sistem BPJS Kesehatan.

“Kita berharap dan saya sampaikan bahwa benar sosialisasi itu penting. Kadang kita harus ada silaturahmi serta diskusi forum dengan pemerintah di tingkat yang paling tinggi, namun belum tentu juga sampai ke tingkat paling bawah sebagai pengguna dalam hal ini yaitu masyarakat,” tutur Meiddy.

Dirinya berharap, hubungan komunikasi antara pemerintah, BPJS Kesehatan hingga masyarakat bisa terjalin dengan baik. Alasannya, agar berbagai informasi BPJS Kesehatan bisa diakses langsung oleh masyarakat.

“Kami berharap kedepanya membangun hubungan komunikasi supaya bisa dilakukan sosialisasi, edukasi, dan pemahaman ke masyarakat sampai ke tingkat bawah minimal ke tingkat kecamatan itu ada pertemuan BPJS dengan pemangku pemangku kepentingan apalagi seperti saat ini pandemi tentu ada batas pesertanya,” ujarnya.

“Atau bisa mengikuti agenda anggota DPRD Kotamobagu saat masa reses, itu juga penting sehingga pola berpikir masyarakat bisa menerima menfaat dari informasi yang diberikan serta adanya jalan keluar setiap kendala,” tambahnya. (*/guf)

Manisnya Bisnis Minuman Kekinian, Dokter Muda ini Buka Usaha Xie Xie Boba

ZONA EKONOMI – Manisnya bisnis minuman Boba yang lagi tren di Kota Kotamobagu menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan. Tren minuman kekinian ini, menarik perhatian Karlina Mokoginta yang merupakan dokter muda lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.

Melalui Ketertarikannya dengan dunia usaha dan beranjak dari hobi menkonsumsi minuman boba, Karlina mencoba membuka usaha minuman kekinian yang diberi nama Xie Xie Boba Kotamobagu.

Menurut Karlina, awalnya hanya iseng-iseng melihat minuman Boba di Instagram, karena dirinya juga sangat suka dengan minuman segar tersebut.

“Karena sangat suka dengan minuman boba, saya coba-coba melihat minumam tersebut di Instagram. Kemudian saya terfikir untuk membuka usaha, agar bisa menikmati boba setiap hari, dan mendapatkan juga pemasukan,” ungkapnya.

Lanjut Karlina, usaha ini dibuka baru berkisar 4 bulan. Untuk karyawan, untuk sementara dirinya baru baru mempekerjakan satu orang, karena ini masih terbilang usaha yang ringan

“Untuk rasa, ada 17 varian dengan harga mulai dari Rp14 ribu sampai dengan Rp17 ribu. Dan Alhamdulillah juga, jika ramai, dalam sehari bisa sampai 100 cup yang terjual,” katanya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa, untuk jam operasional mereka dibuka dari jam 9 pagi, dan di tutup jam 6 sore. Meski pun begitu, mereka masih tetap menerima pesanan secara online dengan menghubungi nomor Whatsapp 0823-8222-2274, selama persediaan masih ada. Atau langsung mengunjungi tempat usahanya, beralamat di jalan Kesatria, Kelurahan Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Utara. (guf)

Pemkot Gelar Pelatihan VKM bagi Pelaku UMKM Kotamobagu

Asisten II Setda Kotamobagu, Sitty Rafiqa Bora memperkenalkan produk UMKM Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemkot Kotamobagu melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop-UKM) menggelar Pelatihan Virtual Kewirausahaan Mandiri (VKM) bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kotamobagu, Kamis (11/2).

Kegiatan yang digelar di ruang rapat Hotel Sutanraja itu, Disdagkop-UKM menggandeng PT Indomarco Prismatana Cabang Manado, dan memberi pelatihan kepada para pelaku UMKM tentang bagaimana cara agar tetap bertahan dan bisa mengembangkan usahanya ditengah gempuran pandemi Covid-19.

Mewakili Wali Kota Kotamobagu, Assisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Siti Rafiqa Bora, saat membuka kegiatan tersebut dalam sambutanya mengatakan, pelatihan ini dimaksudkan agar pelaku UMKM di Kota Kotamobagu dapat bertahan dalam kondisi pandemi Covid-19 dan membantu manajemen UMKM.

“Saya mewakili Pemkot Kotamobagu, sangat mengapresiasi PT Indomarco yang sudah mau membantu memfasilitasi pelatihan Virtual Kewirausaha Mandiri bagi UMKM di Kotamobagu, oleh karena itu Pemkot menyambut baik dilaksanakannya pelatihan bagi UMKM ini,” kata Rafiqa.

Menurutnya, UMKM memiliki peran sangat berpengaruh dalam perkembangan dan pertumbuhan perekonomian. “Untuk itu UMKM harus memiliki kemampuan dalam bersaing,” ucapnya.

Lanjutnya, produktifitas UMKM di Kotamobagu menunjukkan peningkatan, namun nilainya masih sangat kecil dibandingkan produktifitas pengusaha besar. “Untuk itu, pelatihan dan peningkatan ini sangat penting dan strategis untuk UMKM,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk menghadapi persaingan global, pemasaran, serta manajemen usaha, kemampuan UMKM harus ditingkatkan. Sebab kata Rafiqa, selain dipengaruhi pandemi Covid-19 saat ini, juga diakibatkan masih kurangnya kemampuan pelaku usaha baik dari sisi produksi maupun keahlian dalam memasarkan produk yang dihasilkan, serta kemampuan para pelaku UMKM bersaing dengan pelaku industri besar akibat masih rentannya kualitas produk dan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM).

“Saya juga mengimbau kepada pelaku usaha yang ada di Kotamobagu, khususnya yang mengikuti pelatihan ini agar dapat memanfaatkan teknologi informasi baik dalam melakukan inovasi maupun pemasaran,” harapnya.

Diketahui, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, pelatihan tersebut diikuti sebanyak 50 peserta UMKM. Selain itu, juga digelar stand berbagai produk UMKM Kota Kotamobagu. (*/guf)