Beranda blog Halaman 344

Pemkot Kotamobagu Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana Alam Manado

Sekertaris Daerah Kotamobagu, Sande Dodo menyerahkan bantuan Pemkot Kotamobagu kepada Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Manado, Harry Saptono.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu menyerahkan bantuan kepada korban bencana alam di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (30/1).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Sekertaris Daerah (Sekda), Sande Dodo MT dan diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Manado, Drs. Harry Saptono, dan Kepala Pelaksana BPBD Manado, Donald Sambuaga, S.STP., M.Si, di Kantor Wali Kota Manado.

Sekda Kotamobagu mengatakan, bantuan tersebut merupakan satu bentuk kepedulian dari pemerintah kota terhadap saudara-saudara di Manado yang tengah diterpa musibah bencana.

“Pemkot Kotamobagu atas nama Wali Kota Ir Hj Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan SH menyampaikan keprihatinan terhadap kejadian ini, sekaligus menyampaikan permohonan maaf karena beliau masih dalam tugas di luar daerah, sehingga menugaskan kami untuk mengantarkan bantuan ini,” ujar Sande.

Lanut Sande, pemberian bantuan sering dilaksanakan oleh pemerintah kota Kotamobagu, bukan hanya di manado, tetapi begitu terjadi bencana alam baik di BMR hingga di Sulteng, pemerintah kotamobagu juga turut peduli dengan bencana alam tersebut.

“Kami tentu berharap jangan dilihat berapa banyaknya bantuan, tetapi yang paling penting adalah rasa kepedulian Pemkot Kotamobagu atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita,” kata Sande.

Assisten Pemerintahan Kota Manado, Drs Harry Saptono, menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Kotamobagu uang telah memberikan bantuan bagi masyarakat yang terdampak banjir.

“Tentu atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Manado menyampaikan terima kasih terhadap kepedulian dari pemerintah Kota Kotamobagu,” ucap Harry.

Harry mengatakan, bencana terjadi dua kali secara berturut-turut yakni pada 16 Januari dan disusul pada 22 Januari, bencana banjir itu melanda 8 dari 11 kecamatan yang ada.

“Sekali lagi terima kasih atas kepedulian dan bantuan dari masyarakat Sulawesi Utara, khususnya pemerintah kotamobagu bagi masyarakat kota Manado yang terdampak bencana banjir. Mudah-mudahan ini mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT disamping kita berdoa dijauhkan dari segala bentuk ancaman bencana alam,” ujar Harry.

Penyerahan bantuan dari Pemkot Kotamobagu itu turut didampingi, Assisten II, Sitti Rafiqa Bora, Kaban BPBD Alfian Hassan, Kadis Kominfo Fahri Damopolii, Kadis Sosial Noval Manoppo, Kasat Pol PP Sahaya Mokoginta, Kadis PUPR Claudy Mokodongan, Kadis PRKP Chelsea Paputungan, Kabag Protokol, Komunikasi Pimpinan Khaerudin Mamonto dan Kabid Perhubungan Zulfan Pombaile. (Advertorial)

Manfaatkan Media Sosial, Masakan Lauk Pauk Ala Rosnani Laris Manis

ZONA EKONOMI — Rosnani Mamonto, ibu rumah tangga asal Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur ini memanfaatkan keterampilanya dalam mengolah aneka makanan untuk menghasilkan keuntungan.

Hanya dengan berjualan masakan lauk pauk, Ibu dua anak ini mendapat keuntungan ratusan ribu dalam sehari penjualan. Pun, perkembangan teknologi dimanfaatkannya untuk meraup pundi-pundi rupiah.

Dengan bermodalkan media sosial (medsos) Facebook, hanya dalam 4 jam penjualan semua masakan yang dipublikasikan lewat medsos habis terjual. “Karena saya menerima orderan lewat via Facebook. Jadi siapa yang order maka akan disiapkan kemudian langsung diantar ke konsumen,” ujar Rosnani.

Menurutnya, dengan memanfaatkan medsos lebih berpotensi untuk melariskan jualan. “Apa lagi ditambah dengan delivery tanpa biaya tambahan. itulah yang menjadi strategi penjualan, sehingga mendapatkan konsumen tetap,” tukas Rosnani.

Omzet dari penjualan dalam sehari mencapai Rp500 ribu. “Alhamdulillah, hasil penjualan bisa sampai Rp500 ribu. Karena penjualan hanya 4 jam tentu itu angka yang bisa dibilang bombastis,” jelas.

Untuk order, bisa langsung mengunjungi akun Facebook Rosnani Mamonto, atau lewat via WhatsApp di nomor 085342071790. (guf)

Aleg DPRD Kotamobagu Kawal Musrenbang Tingkat Kelurahan

Adrianus Mokoginta

ZONA POLITIK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu, Adrianus Mokoginta menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Kotobangon, belum lama ini.

Adrianus mengungkapkan, bahwa kehadirannya sebagai warga Kelurahan Kotobangon, disisi lain juga sebagai Anggota DPRD Kotamobagu. “Musrenbang ini, merupakan kegiatan dari eksekutif. Kapasitas saya hadir di kegiatan tersebut sebagai masyarakat, dan juga disisi lain merupakan wakil rakyat,” kata Adrianus.

Dirinya juga menambahkan bahwa sebagai wakil rakyat dirinya juga akan mengawal hasil Musrenbang di desa kelurahan di Daerah Pemilihan I (Kotamobagu Utara dan Timur), dan juga semua aspirasi masyarakat Kota Kotamobagu.

“Ada tiga fungsi DPR, yakni yang Pertama. Legislasi, berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah, Kedua. Anggaran, kewenangan dalam hal anggaran daerah (APBD), dan Ketiga. Pengawasan, kewenangan mengontrol pelaksanaan Perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah,” jelasnya.

Maka dari itu dirinya sebagai anggota DPRD Kotamobagu, wajib hukumnya mengawal hasil Musrenbang yang merupakan usulan dari masyarakat, baik di tingkat kabupaten kota, provinsi maupun nasional.

“Setiap tingkatan akan saya kawal bahkan hingga ke pusat. Apalagi di DPR-RI, ada wakil BMR yakni pak Herson Mayulu yang duduk di Komisi V, dan memiliki ikatan emosional dengan warga Bolaang Mongondow Raya (BMR),” pungkasnya. (*/guf)

Dari Hasil Jualan Kue, Hasna Paulu Mampu Sekolahkan Anak Hingga Perguruan Tinggi

Hasna Paulu saat menjajakan kue buatannya di kantor Pemkot Kotamobagu.

ZONA EKONOMI – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi Hasna Paulu, warga Kelurahan Kotamobagu, Kecamatan Kotamobagu Barat. Salah satunya dengan berjualan keliling aneka kue dan gorengan. Dengan jualan kue ini, ia pun mampu menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi.

Lengkap dengan keranjang dagangannya, Hasna Paulu atau biasa dipanggil Mama Siti, berjualan kue dan gorengan mengelilingi, kantor-kantor yang ada di Kotamobagu.

Ibu tiga anak ini mengaku, memilih berjualan kue dan gorengan karena makanan ini diminati banyak orang dan harganya juga terjangkau. “Yang paling sering saya buat dan dijual adalah gorengan risoles, kue pananda, kelapa pulo dan donat,” akunya, Kamis (28/1).

Ia juga mengaku, dari hasil berjualan kue, ia bisa menyekolahkan kedua putrinya sampai ke jenjang perguruan tinggi. “Saya berjualan sudah 15 tahun. Dimulai dengan membuat adonan kue malam dan proses pengorenganya kembali dilanjutkan subuh. Pada pukul 07.00 pagi, saya sudah berangkat dari rumah dan mulai mengunjungi kantor-kantor,” jelasnya.

Dari berbagai varian kue yang dijualnya, harganya juga bervariasi. Mulai dari Rp2.500 per kue, sampai Rp5.000 per tiga kue. “Allhamdulillah perharinya 350 potong kue dan gorengan habis terjual. Kadang juga banyak pelanggan yang datang langsung ke rumah yang ada di Kampung Baru Kelurahan Kotamobagu,” ungkapnya. (*/guf)

DPRD Kotamobagu Terima Kunjungan Legislator Tomohon

ZONA POLITIK – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon, Jumat (29/2) melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Dewan Kota (Dekot) Kotamobagu.

Kunker tersebut diterima Kasubag Tata Usaha Indrawan Detu SS,dan Kasubag Legislasi Frayudi Linggotu SH MKn, mewakili Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kotamobagu Moh Agung Adati ST MSi.

Frayudi mengatakan, Kunker anggota DPRD Tomohon menyangkut pemberlakuan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) di Kotamobagu. “Selain sistem kerja SIPD dan SIMDA, juga mengenai teknis kegiatan reses, serta menanyakan sosialisasi Perda, transportasi,” kata Frayudi.

Sementara itu, Indrawan Detu menambahkan, kunjungan wakil rakyat Kota Tomohon ini juga mengenai besaran anggaran perjalanan dinas, dana reses dan aplikasi SIPD. “Hampir semua sama dengan di Tomohon,” pungkas Indrawan. (*/guf)

Dinsos Usul 1.488 KPM Terima BPNT

Noval Manoppo

ZONA KOTAMOBAGU – Sebanyak 1.488 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diusulkan Dinas Sosial (Dinsos) Kotamobagu untuk mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Diusulkannya kembali nama KPM ini, dikarenakan tahun 2020 lalu sebanyak 1.800 KPM penerima BPNT atau sembako di Kota Kotamobagu telah dinonaktifkan Kementerian Sosial.

Kepala Dinas Sosial Kotamobagu, Noval Manoppo, mengatakan nama KPM yang dinonaktifkan itu diverifikasi lagi pihaknya dan pemerintah kelurahan/desa di Kotamobagu untuk memastikan tidak ada nama ganda, pindah domisili, sudah mampu, atau meninggal dunia.

“Saat ini 1.488 nama sudah selesai diverifikasi dan diusulkan lagi ke Kemensos untuk mendapatkan BPNT,” kata Noval, Jumat (29/1).

Menurutnya, nama yang kembali diusulkan itu sudah dianggap layak menerima BPNT berdasarkan verifikasi langsung di lapangan.

“BPNT atau bantuan sembako ini ditegaskan Menteri Sosial harus tepat sasaran dengan data yang baik. Karena itu perbaikan-perbaikan dilakukan kemudian diusulkan lagi untuk mendapat lagi bantuan ini,” ujar Noval.

Diketahui, pada Juni 2020 lalu, 1.800 KPM di Kotamobagu yang setiap bulannya menerima BPNT tidak lagi mendapat bantuan. Penyebabnya karena rekening yang dipegang oleh 1.800 KPM sudah dinonaktifkan. Dinsos Kotamobagu saat itu menyebut penyebab dinonaktifkan ribuan rekening itu karena ada masalah ketidakpadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK). (guf)

Nakes Prioritas Vaksinasi Tahap I

Vaksin Covid-19 tahap awal diterima Dinas Kesehatan Kotamobagu, beberapa hari lalu.

ZONA KOTAMOBAGU – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kota Kotamobagu dipastikan akan digelar awal Februari 2021 mendatang.

Sebanyak 2.800 vial vaksin tahap pertama yang diterima Pemkot Kotamobagu, diperuntukkan bagi 1.375 tenaga kesehatan (Nakes) dengan akumulasi 2 kali dosis.

Menurut Kepala Dinkes Kotamobagu, Tanty Korompot, bahwa proses vaksinasi dijadwalkan akan dilaksanakan pada awal Februari 2021. “Untuk jadwal vaksinasi di Kotamobagu, Insya Allah minggu depan,” ujar Tanty, Jumat (29/1).

Tanty juga mengungkapkan, bahwa untuk kelebihan jumlah vaksin yang dikirim yakni, sekira 50 dosis masih akan diutamakan untuk Nakes.

“Untuk sisa nanti tetap diperuntukan untuk SDMK (Sumber Daya Manusia Kesehatan) dan pelayanan publik, sementara untuk masyarakat serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menunggu vaksin tahap berikutnya,” jelasnya.

Ditanya soal ada atau tidaknya seremonial untuk program vaksinasi pertama kali di Kotamobagu, dirinya mengatakan, bahwa masih menunggu koordinasi dengan pihak terkait. “Kami masih menunggu info dari Pemprov,” pungkasnya. (guf)

Legislator Perempuan Ini Nyatakan Siap Divaksin

Alfitri Tungkagi

ZONA POLITIK – Langkah Pemerintah melakukan vaksinasi untuk menekan angka terpapar Covid 19 terus menuai dukungan dari berbagai kalangan.

Kali ini dukungan tersebut, datangnya dari salah satu Anggota Legislatif (Aleg) Partai Demokrat Kotamobagu, Alfitri Tungkagi.

Ketika waktunya penyuntikan vaksin. Alfitri siap mengikuti program pemerintah pusat yang diturunkan hingga ke daerah ini.

“Tak hanya sebagai wakil rakyat, tapi saya sadar akan pentingnya kesehatan. Maka saya siap ketika datang waktunya divaksin,” kata Alfitri, Kamis (28/2) malam.

Salah satu dari lima srikandi di Dewan Kota (Dekot) Kotamobagu ini, menghimbau masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran covid 19.

“Harapan saya, semoga kita secepatnya bisa kembali hidup normal seperti sebelum pandemi. Oleh karena itu, saya juga tidak pernah bosan bosan untuk terus menghimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yakni tetap selalu menerapkan 3M,” ujarnya.

Diketahui, jumlah vaksin telah tiba di Kotamobagu sekira 2800 dosis yang diperuntukan bagi tenaga kesehatan. (*/guf)

Disperindagkop-UKM Bone Bolango Lirik Potensi UMKM di Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop-UKM) Kotamobagu menerima kunjungan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi & UKM (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Bone Bolango.

Menurut Kabid Koperasi dan UKM, Meiva Najoan, kunjungan Disperindagkop-UKM Bone Bolango dalam rangka studi komparasi terkait Koperasi dan UKM. “Iya, mereka datang untuk study komparasi di Kotamobagu,” kata Meiva saat dihubungi media ini, Kamis (28/1).

Menurutnya, dari study terkait Koperasi dan UKM ini, ada hal menarik yang menjadi perhatian pihak Disperindagkop-UKM Bone Bolango.

“Selain Credit Union Mototabian, mereka juga tertarik dengan Kue Kolombeng selai, sehingga kami dampingi untuk mengunjungi dan melihat langsung proses produksinya,” ungkapnya. (*/guf)

Soal Batas Wilayah, Pemkot Tunggu Kesiapan Desa Moyag-Moyongkota Baru

Harfandi Tonote

ZONA KOTAMOBAGU – Penentuan batas wilayah antara Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu dan Desa Moyongkota Baru, Kecamatan Modayag Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), tepatnya berada di perkebunan bagian timur Kota Kotamobagu, tinggal menunggu kesepakatan antara dua Desa tersebut, mana yang menjadi batas wilayah Kotamobagu dan Boltim.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Kotamobagu melalui Kasubag Administrasi Kewilayahan, Harfandi Tonote, mengatakan bahwa dari kedua desa sudah ada persetujuan untuk melaksanakan peninjauan ulang terkait batas wilayah.

“Kami sudah konsultasi dengan Pemerintah Boltim. Tetapi berdasarkan Permendagri tahapannya harus dari Desa. Kemarin sudah ada persetujuan dengan berita acara dan telah sepakat untuk turun langsung antara kedua desa,” ujar Harfandi, Kamis (28/1).

Untuk itu, lanjut Harfandi, bagian Tapem tinggal menunggu waktu kesiapan dari Pemerintah Desa Moyag dan Desa Moyongkota Baru kapan untuk turun langsung menentukan batas wilayah. “Untuk bisa turun ke lapangan meninjau lokasi, kita tinggal menunggu dari pihak desa untuk menyurat ke Tapem, ketika ada hasil berita acara revisi batas wilayah. Karena untuk turun harus ada dua desa. Sehingga, ketika turun lapangan butuh waktu dari keduanya,” tuturnya.

Intinya kata Harfandi, kesepakatan untuk menetapkan batas wilayah ada pada kedua desa tersebut, karena Pemerintah hanya mengurus administrasinya. “Intinya kesekapakatan menetapkan batas wilayah ada pada kedua desa. Karena Kepala Desa lah yang lebih tahu mana batas-batasnya,” terangnya. (guf)