Beranda blog Halaman 345

Musrenbang Desa, Masyarakat Moyag Usulkan 6 Program Pembangunan

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Desa (Pemdes) Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Desa, bertempat di aula kantor desa setempat, Rabu (27/1). Dalam Musrenbang itu, disepakati enam usulan program prioritas pembangunan di tahun 2022.

Enam program usulan tersebut diantaranya, peninjauan batas wilayah Kota Kotamobagu dan Bolaang Mongondow Timur yang ada di desa Moyag, pelebaran dan pengaspalan jalan dusun 7 sampai pabrik sentra gula semut, pengaspalan hotmix jalan dusun 1 ke dusun 8, pelebaran dan pengaspalan hotmix jalan Moyag-Upai, pelebaran jalan lorong Ampera dan pengaspalan jalan PPIP 2 dari perkebunan dusun 8 ke Kelurahan Biga-Upai.

Kegiatan Musrenbang tersebut, turut dihadiri Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kantor Kecamatan Kotamobagu Timur, Rosain Paputungan, Ketua dan anggota BPD, kepala dusun serta tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda.

Kepala Desa (Sangadi) Moyag, Rusmin Mamonto mengatakan, program-program yang diusulkan dalam Musrenbang kali ini, merupakan program yang diusulkan masyarakat pada Musrenbang tahun lalu dan belum sempat terealisasi pada tahun ini, karena adanya pandemi Covid-19. Sehingga banyak anggaran yang dialokasikan pemerintah daerah dalam program pembangunan tahun ini masih tergeser untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Program yang sudah diusulkan ini, nantinya akan dibahas lagi ditingkat kecamatan. Dan semoga apa yang menjadi skala prioritas dalam program ini semuanya bisa tercover dan dapat terealisasikan di tahun 2022,” kata Rusmin.

Dirinya berharap, dari enam usulan program prioritas ini dapat menjadi perhatian pemerintah daerah agar akses dan roda perekonomian masyarakat akan terus meningkat.

“Semoga hasil kesepakatan ini dapat menjadi pertimbangan oleh pemerintah daerah nantinya, sehingga pembangunan infrastruktur yang ada di Desa Moyag dapat dinikmati masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, mewakili Camat Kotamobagu Timur, Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan, Rosain Paputungan menyampaikan, usulan-usulan dari masyarakat yang menjadi skala prioritas sudah disepakati dalam Musrenbang tingkat desa Moyag ini, akan kembali dibahas dalam Musrenbang tingkat kecamatan.

“Usulan tersebut akan kita bahas ditingkat kecamatan. Karena nantinya program yang lahir dalam Musrenbang ini akan disesuaikan dengan anggaran untuk pembangunan di tahun 2022 mendatang,” pungkasnya.

Kegiatan Musrenbang tersebut, dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. (guf)

Vaksinasi Covid-19 di Kotamobagu Mulai Awal Februari

Vaksin Covid-19 tiba di Kantor Dinas Kesehatan Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU– Vaksin Covid-19 jenis Sinovac sebanyak 2.800 yang dikirim Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara tiba di Kota Kotamobagu, Rabu (27/01) sekira pukul 07.30 Wita, malam ini. Pendistribusian vaksin tersebut, mendapat pengawalan ketat dari pihak keamanan.

Vaksin diterima langsung Kepala Dinas Kesehatan, dr Tanty Korompot, di Kantor Dinas Kesehatan Kotamobagu untuk selanjutnya disimpan di cold chain yakni tempat penyimpanan khusus vaksin agar terjaga suhunya.

Menurut dr Tanty, pihaknya masih akan melakukan rapat terkait rencana teknis pelaksanaan vaksin. “Setelah menerima ini, besoknya kami masih akan menggelar rapat dengan para Kepala Puskesmas, Vaksinator, Satgas Covid-19 yang di dalamnya ada unsur TNI dan Polri, terkait teknis vaksinasi di RSUD maupun di Puskesmas,” katanya.

Lanjutnya, tahap awal ini vaksin yang diterima sebanyak 2.800 vial untuk 1.375 tenaga kesehatan. “Untuk pelaksanaan vasin sendiri, rencana kita pada tanggal 1 Februari. Namun akan dilihat dulu, kalau persiapannya sudah selesai maka kita laksanakan, tapi kalaupun belum berarti dilaksanakan pada tanggal 2 Februari,” terangnya.

Diterangkannya, dari rencana semula vaksin akan dibagi di beberapa Puskesmas yang telah ditunjuk. Namun karena kapasitas penyimpanan di Kantor Dinas Kesehatan memenuhi, maka semuanya disatukan di Kantor Dinkes.

“Cukup disimpan di sini saja karna kapasitasnya memadai jadi semua tertampung, selain itu agar lebih mudah mengawasi. Untuk pengamananya juga terjamin karena dijaga ketat unsur TNI Polri serta pihak keamanan Dinkes,” tandasnya.

Sementara itu, Veri M. Awuy, SKM selaku Petugas Logistik Imunisasi Provinsi Sulut yang bertugas mendistribusikan vaksin ke Kabupaten/Kota Se Bolaang Mongondow Raya, mengaku tidak mendapat kendala saat melakukan pendistribusian.

“Hingga saat ini tidak ada kendala untuk penyaluran di wilayah Bolmong Raya. Hari ini kami mendistribusikan ke Kabupaten Bolmong, Bolsel kemudian Kota Kotamobagu. Besok giliran Boltim dan Bolsel,” ungkapnya.

Dikatakannya lagi, tenggat waktu penyuntikan pertama dengan kedua adalah 14 hari. Bisa lebih tapi tidak bisa kurang dari 14 hari. “Untuk aturan pemakaiannya single dosis. Artinya 1 vial untuk 1 org dengan dosis 0,5 ml. Sedangkan untuk penyimpanannya harus di suhu 2-8 derajat celcius,” pungkasnya. (*/guf)

Bapemperda DPRD Kotamobagu Vidcon bersama Kemendagri dan Kemenkeu

Begie Ch Gobel

ZONA POLITIK – Begie Ch Gobel yang juga ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kotamobagu, Selasa (26/1), mewakili Dewan Kota (Dekot) Kotamobagu, dalam evaluasi Ranperda bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.

Beggie saat dikonfirmasi, Rabu (27/1), membenarkan jika dirinya mewakili Dekot pada evaluasi Ranperda melalui via daring.

“Evaluasi ini, menyangkut Ranperda Kota Kotamobagu tentang retribusi penjualan usaha daerah benih dan bibit tanaman namun, sesuai undang undang 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah ini nama atau nomenklatur rancangan perda ini tinggal retribusi penjualan dan usaha daerah, jadi benih dan bibitnya sudah dihapus,” kata Beggie.

Dalam evaluasi tersebut, Begie juga mengatakan bahwa kami juga menyampaikan bahwa di Kota Kotamobagu ada Perda tentang balai benih ikan dimana itu juga masuk dalam penjualan produksi usaha daerah.

“Oleh karena itu mereka menyatakan bahwa hasil evaluasi itu, dari kemendagri dan kemenkeu menyatakan Perda balai benih ikan tetap jalan dulu tapi nanti, Propemperda pada tahun depan (2022), itu dilakukan perubahan lagi jadi, usaha produksi daerah itu nanti mengatur bukan hanya bibit tanaman tapi juga bibit ikan,” tuturnya.

Beggie berharap, ketika diberlakukan di pasar dapat memberikan nilai yang baik untuk daerah. “Ada juga beberapa pasal yang akan dihapus, sudah termuat dipasal yang lain atau duplikasinya dihilangkan atau dihapus, memang tidak banyak yang dibongkar dari hasil evaluasi itu hanya diperbaiki saja karena pertama mereka melihat peraturan perundang undangan yang lebih tinggi khususnya UU 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah kemudian yang peling penting agar tidak terlalu banyak Perda sebagaimana sebelumnya ada balai benih ikan dan Perda bibit tanaman itu disatukan dalam Propemperda,” jelasnya. (*/guf)

Dukung Usaha Kedai Kopi, Pemkot Fasilitasi Pelatihan Barista

ZONA KOTAMOBAGU – Kabar baik datang bagi pelaku usaha kedai kopi di Kota Kotamobagu. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu mendukung perkembangan bisnis kedai kopi sebagai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Salah satu upaya untuk mendorong kedai kopi yakni dengan memfasilitasi pemilik kedai kopi untuk dilaksanakannya pelatihan Barista atau peracik kopi profesional.

“Pelatihan ini sebagai langkah strategis pemerintah dalam memulihkan perekonomian serta keberlangsungan UMKM,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kotamobagu, Imran Golonda.

Pelatihan Barista ini direncanakannya di tahun 2021. “Ada banyak pelatihan yang akan dilaksanakan khususnya pelatihan keterampilan membuat dan menyajikan kopi,” kata Golonda. “Untuk tahap pertama sebanyak 20 orang Barista yang akan diberikan pelatihan,” tambahnya.

Untuk pelatihan kata Golonda, pihaknya akan melibatkan pihak yang berpengalaman di bidang Barista serta memiliki lisensi. “Kita harus dorong ini, sebab Barista menjadi profesi yang cukup menjanjikan serta kedai kopi mampu menciptakan lapangan kerja baru,” pungkasnya. (guf)

Sukses Salurkan BLT Dandes, Sangadi Moyag Tampoan Dapat Penghargaan dari Menteri Desa PDTT

ZONA KOTAMOBAGU – Kepala Desa (Sangadi) Moyag Tampoan, Hi Halidun Tunggil, mendapat penghargaan dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), A Halim Iskandar.

Penghargaan tersebut, diserahkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kotamobagu, Hi Usmar Mamonto, bertempat di Aula Kantor Dinas PMD, Rabu (27/1).

Penghargaan ini diraih atas kesuksesan Desa Moyag Tampoan dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (Dandes) Tahap pertama sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan di tahun anggaran 2020.

“Banyak selamat atas penghargaan yang telah diraih ini. Semoga ditahun 2021 ini, tetap mempertahankan prestasi yang sudah diraih, dalam penyaluran BLT Dana Desa tepat waktu,” ujar Usmar

Sementara itu, Sangadi Moyag Tampoan, Halidun Tunggil, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Desa PDT dan Transmigrasi RI atas penghargaan yang telah diraih dalam ketepatan penyaluran BLT Dandes di tahun anggaran 2020.

Menurut Halidun, penghargaan ini dapat diraih atas kinerja semua perangkat Desa, BPD Desa Moyag Tampoan, Pendamping Desa serta suport dari tim solid Dinas PMD Kota Kotamobagu. “Insya allah, tahun 2021 ini penyaluran BLT Dana Desa akan lebih baik lagi,” tandasnya.

Diketahui, penerima BLT Dana Desa Moyag Tampoan sebanyak 30 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Mereka menerima BLT Dandes mulai dari Bulan April, Mei, Juni Rp.600 Ribu/bulan, selanjutnya pada Bulan Juli, Agustus , September, Oktober, November dan Desember Rp 300 ribu/bulan. Total anggaran yang dikucurkan untuk BLT Dandes sebanyak Rp 108.000.000 Juta rupiah. (*/guf)

Kurungan Ayam Bambu Buatan Warga Mongkonai ini Laris Terjual

ZONA EKONOMI – Salihan Mamonto, warga Kelurahan Mongkonai Barat, Kecamatan Kotamobagu Barat, tetap berkarya dengan keahlian yang dimilikinya meski dalam kondisi pandemi sekarang ini.

Menurutnya, Ia memulai usaha menganyam bambu tersebut sejak pandemi Covid-19, pada 2020 lalu.

“Awalnya, saya membuat kurungan ayam, tempat bertelur ayam dan bubu (penangkap ikan) ini hanya untuk kebutuhan pribadi. Tapi, tiba-tiba ada yang membeli kurungan ayam yang saya buat,” ungkapnya.

Melihat potensi tersebut, dia pun langsung berinisiatif untuk coba membuat hasil kerajinan tangannya lebih banyak lagi, untuk dijual.

“Untuk bahan-bahan kerajinan tangan tersebut, saya hanya menggunakan bambu dan rotan dari hasil kebun sendiri. Alhamdulillah hasil keuntungan dari penjualan ini bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari” ujarnya.

Salihan pun mengungkapkan bahwa, keterampilan yang Ia miliki didapatkan dari waktu masih mengikuti jambore di Cibubur pada tahun 1981.

“Untuk harganya bervariasi. Kurungan ayam yang berukuran sedang, diberi harga Rp40 ribu. Kurungan yang besar Rp100 ribu. Sedangkan tempat bertelur ayam Rp35 ribu. Dan untuk bubu itu berkisar Rp75-100 ribu,” tandasnya. (guf)

Tahun 2020, 223 Investor Tanamkan Modal di Kotamobagu

Aljufri Ngandu
Aljufri Ngandu

ZONA KOTAMOBAGU – Meskipun di tengah pandemi Covid-19 yang melanda hampir setahun ini, namun iklim investasi di Kotamobagu terbilang stabil.

Data yang diperoleh Teropong BMR dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), pada tahun 2019 jumlah investor di Kotamobagu berjumlah 291 dengan nilai investasi mencapai Rp116.640.320.280.

Sedangkan, pada tahun 2020 terlihat ada penurunan, namun tidak jauh dari nilai investasi di tahun 2019. Dimana jumlah investor sebanyak 223 dengan nilai investasi Rp100.116.917.750.

“Lebih banyak di 2019 dari pada tahun 2020. Pada akhir desember kemarin, ada sekitar tiga puluh tiga miliar investasi yang masuk,” Kata Kepala Dinas PMPTSP Aljufri Ngandu, Selasa (26/1).

Meskipun begitu, Jufri mengatakan jika pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin, agar investasi terus masuk ke Kotamobagu dengan memberikan berbagai kemudahan bagi para investor.

“Tentu kita akan mengupayakan yang terbaik dengan memberikan kemudahan. Contohnya dalam melakukan pengurusan, semua sudah satu pintu. Tidak perlu lagi harus sibuk pergi ke bank dan lain-lain, semua pengurusan sudah ada disini,” Jelasnya.

Ia pun berharap, pandemi covid-19 yang terjadi di Indonesia segera berakhir. “Semoga pandemi segera berakhir, dan kita bisa menjalani segala sesuatu dengan normal kembali,” pungkasnya. (*/guf)

Bahas Nasib THL, Komisi I Gelar RDP dengan Pemkot

ZONA POLITIK – Komisi 1 menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kotamobagu, Selasa (26/1).

RDP ini di pimpin ketua Komisi I Agus Suprijanta didampingi anggota komisi Ilainnya Alfitri Tungkagi ,Yunita Lontoh, Eka Mashoeri, dan Yossy Samad. Pihak pemkot dihadiri Sekretaris Kota (Sekot) Kotamobagu, Ir Hi Sande Dodo, Asisten III, Adnan Masinae, dan kepala BKPP, Sarida Mokoginta.

Agus mengatakan, tujuan RDP menyangkut pengurangan Tenaga Harian Lepas (THL) yang ada dilingkup Pemkot “Total THL di lingkup Pemkot kan ada 1504 dan bila dilihat dari konsepnya ini akan ada sekitar 500 hingga 800 tenaga yang akan dirumahkan,” ujar Agus.

Meski demikian, Komisi 1 menawarkan solusi kepada pihak Pemkot, agar pemberian honor kepada THL disama ratakan,jika memang kekurangan alokasi dana untuk gaji THL. “Dengan demikian akan ada efisiensi anggaran hampir Rp 20 Miliar jika pembagian gaji sama,” kata Agus.

Pasalnya, kata Agus, jika THL dirumahkan dengan kondisi pandemi yang sedang melanda dunia. Maka, akan menambah beban pemerintah, karena secara otomatis para THL akan kehilangan mata pencaharian dan menambah pengangguran. “Komisi I mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan apalagi di saat dan kondisi seperti ini. Kelesuan ekonomi sangat drastis bila di tambah dengan ini akan lebih menjadi beban yang lebih berat,” tukasnya.

Komisi I DPRD KK, berencana akan membuat surat rekomendasi ke Pemkot agar Walikota dan jajaran dapat mempertimbangkan rencana merumahkan THL. (*/guf)

Tahun Ini, Ibu Hamil dan Balita Dapat Bantuan Rp3 Juta

Noval Manoppo

ZONA KOTAMOBAGU – Tahun ini, Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia kembali menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) program keluarga harapan. Salah satunya, bantuan untuk kebutuhan dasar kesehatan bagi ibu hamil, dan anak berusia 0-6 tahun (Balita).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kotamobagu Noval Manoppo mengatakan, untuk menerima bantuan tersebut, tentunya harus memenuhi berbagai syarat.

“Ada sekitar 2.585 penerima bantuan tunai bersyarat di tahun ini, termasuk didalamnya untuk ibu hamil dan anak. Namun, semua penerima harus memenuhi kriteria yang ada,” ujar Noval, Selasa (26/1).

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kotamobagu Rudy Mokoagow menjelaskan, penerima merupakan fakir miskin, memilih faskes, Ibu hamil, menyusui dan punya anak balita.

Menurut Rudy, bantuan tersebut nantinya akan dicairkan tiap 3 bulan, diterima 4 kali, masing-masing Rp750 ribu tiap bulannya.

“Iya, totalnya Rp3 juta per tahun dan dicairkan per 3 bulan. Tentunya itu untuk menunjang perkembangan janin dan untuk anak, membantu pencegahan stunting,” pungkasnya. (*/guf)

April, 5.438 KPM Terima BST Tahap II

Noval Manoppo
Noval Manoppo

ZONA KOTAMOBAGU – Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap II kepada 5.438 keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdata di Dinas Sosial (Dinsos) Kotamobagu dijadwalkan akan dilaksanakan pada April mendatang.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kotamobagu, Noval Manoppo, penyaluran akan dilaksanakan melalui Kantor Pos. “Jika sudah ditandatangani Wali Kota, maka data penerima BST akan diusulkan ke Kementrian Sosial,” ujar Noval, Senin (25/1).

Dirinya menjelaskan, kategori penerima harus berdasarkan kriteria yang ditentukan oleh kementerian. Pihaknya pun akan melakukan validasi atas hasil data penerima yang dimasukan oleh desa dan kelurahan.

“Agar penyaluran bantuan ini tepat sasaran dan sesuai dengan kriteria yang ada,” jelas Noval.

Sementara itu, lanjut Noval, penyaluran BST tahap satu sudah terealisasikan pada awal Januari 2021.

“Untuk tahap satu sudah dicairkan lewat Kantor Pos. Penyaluran dilaksanakan selama lima hari untuk menghindari adanya kerumunan,” ujarnya.

Diketahui, nominal yang akan diterima oleh setiap penerima sebesar Rp300 ribu. (guf)