ZONA KOTAMOBAGU – Tahun ini, program pemurnian benih padi lokal jenis Serayu menjadi prioritas Dinas Pertanian dan Perikanan (DPP) Kotamobagu, untuk segera terdaftar di Kementerian Pertanian (Kementan) dan menjadi komoditi unggulan di Bolaang Mongondow Raya (BMR).
Kepala DPP Kotamobagu, Muhammad Yahya mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan Balai Pengujian Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Perkebunan (BP2SBTP) Provinsi Sulawesi Utara, dalam hal perbaikan varietas padi lokal jenis Serayu.
“Penangkaran padi lokal yang utama adalah tahapan seleksi, baik seleksi benih maupun seleksi tanaman. Nah, salah satu cara yang kita upayakan yaitu dimurnikan. Jadi, nanti tiga kali panen kita lakukan uji coba, apakah benih tersebut layak atau tidak,” terang Yahya.
Untuk itu, lanjut Yahya, pihaknya akan bekerjasama dengan BP2SBTP Provinsi Sulawesi Utara, jika nanti hasilnya bagus akan didaftarkan ke Kementerian Pertanian, agar benih padi Serayu mempunyai legalitas sebagai bibit dari Bolaang Mongondow Raya.
“Tujuan pemurnian ini untuk memperoleh benih padi lokal yang murni dan tidak tercampur dengan varietas lain, sehingga dihasilkan benih padi lokal yang murni dan seragam,” ucapnya. (guf)
Kepala UPT BP2MI Manado, Hendra Makalalag bersama staf khusus BP2MI pusat diterima Kepala Disperinaker Kotamobagu, Imran Golonda di ruang kerjanya.
ZONA KOTAMOBAGU – Kepala UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) wilayah Manado, Hendra Toku Makalalag bersama staf khusus BP2MI pusat, Irvan Basri, melakukan kunjungan kerja di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kotamobagu, Senin (11/1) kemarin.
Menurut Hendra, kunjungan mereka ke Disperinaker Kotamobagu itu dalam rangka koordinasi terkait teknis Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). “Kemudian peran BLK Kota Kotamobagu ke depan dalam mempersiapkan CPMI, baik skiil maupun kemampuan berbahasa asing sesuai negara penempatan,” kata Hendra.
Terpisah, Kepala Disperinaker Kotamobagu, Imran Golonda mengatakan, pertemuan dengan pihak BP2MI itu juga berkoordinasi menyangkut pelaksanaan sosialisasi kepada tenaga kesehatan yang ada di Kotamobagu untuk menjadi pekerja migran.
“Jadi pertemuan kemarin membahas terkait pelaksanaan sosialisasi oleh BP2MI pada tanggal 18 januari kepada tenaga kesehatan dalam hal ini perawat. Baik dari calon perawat yang sudah kelas III, diploma yang akan selesai pendidikan maupun yang sudah lulus namun belum bekerja, untuk persiapan pasar kerja ke negara Jepang,” kata Imran.
Menurutnya, sosialisasi ini hanya khusus kepada tenaga kesehatan, sebab tahun ini ada permintaan tenaga kerja di bidang kesehatan dari negara Jepang kepada Indonesia. “Tahun ini, Jepang meminta 5.000 tenaga kerja dalam bidang kesehatan. Tentunya kita harus siap, apalagi ini peluang kerja bagi warga Kotamobagu yang ingin bekerja ke luar negeri. Kita bersyukur memiliki putra daerah yang kini dipercayakan menjabat kepala BP2MI pusat, pak Benny Rhamdani dan Kepala UPT BP2MI Manado pak Hendra Makalalag. Dan kita bermohon agar anak-anak Kotamobagu yang diutamakan. Dari 5.000 permintaan, minimal 50 dari Kotamobagu itu sudah lumayan, sebab kalau kita minta banyak tentu harus ada keahlian bahasa,” ujarnya.
Imran juga menjelaskan, jika nantinya ada warga Kotamobagu yang akan masuk dalam permintaan tersebut, mereka akan dibekali kursus bahasa jepang yang difasilitasi oleh BP2MI. “Kebetulan kita belum punya BLK (Balai Latihan Kerja). Nah, mereka harus dibekali dan ada beberapa jalur yang kita siapkan, baik lewat Lembaga Kursus Keterampilan yang ada di Kotamobagu yang bisa kita berikan izin dan rekomendasi menambah jurusan, misalnya kursus bahasa jepang,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila ini memungkinkan dan jika ada anggaran yang akan ditata di APBD Perubahan, kita bisa melaksanakan kursus bahasa jepang di Kotamobagu. “Insha allah jika ada undangan kita akan hadir dalam sosialisasi. Karena harus disampaikan kepada pak Sekda, dinas pendidikan dan dinas kesehatan. Kalau menurut BP2MI, sosialiasi dilaksanakan di SMK 23 Maret, tapi masih menunggu kepastian kalau memang betul di kirim ke jepang itu harus dibekali terutama bahasa,” pungkasnya. (guf)
Ketua DPRD Kotamobagu, Meiddy Makalalag saat menerima Kepala UPT BP2MI Manado, Hendra Makalalag beserta staf khusus BP2MI pusat di ruang kerjanya.
ZONA KOTAMOBAGU – Ketua DPRD Kotamobagu, Meydi Makalalag, menerima kunjungan kerja Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Manado, Hendra Makalalag, Senin (11/1).
Kedatangan Kepala UPT BP2MI Manado bersama jajaran beserta Staf Khusus BP2MI pusat, Irvan Basri, diterima Ketua DPRD diruang kerjanya didampingi Ketua Komisi I, Agus Suprijanta serta Aleg dari fraksi Hanura, Suharsono Marsidi dan Rewi Daun.
Ketua DPRD Kotamobagu mengatakan, kunjungan kerja BP2MI itu dalam rangka berkaitan dengan potensi dan peluang tenaga kerja yang ada di Kotamobagu untuk bekerja di luar negeri. “Nah, selama ini begitu besar permintaan tenaga kerja di Indonesia. Fakta yang ada, bahwa khususnya di Sulawesi Utara itu bisa dikata sudah maksimal, tapi khusus di Kotamobagu dan Bolaang Mongondow Raya umumnya, sampai hari ini masih kurang tenaga kerja kita yang berani keluar negeri,” kata Mekal sapaan akrab Meiddy.
Lanjut Mekal, kurangnya warga Kotamobagu yang ingin bekerja di luar negeri terkendala dengan belum adanya pemberitahuan serta informasi dan sosialisasi berkaitan dengan potensi dan peluang kerja. Kemudian kata Meiddy, berkaitan dengan sarana dan prasarana yang sampai saat ini masih sangat terbatas.
“Jadi kalau menjadi tenaga kerja migran ke luar negeri, ada spesifikasinya antara lain, skill, kemampuan personality, speech dan sebagainya, itu sangat penting. Nah hari ini kami dorong kepada BP2MI, apalagi kita memiliki putra daerah yang ada di pusat sampai ditingkat provinsi. Sehingga nantinya ada perkembangan dan peluang bagi warga Kota Kotamobagu dalam mencari pekerjaan apalagi dalam situasi pandemic saat ini bisa teratasi,” harapnya.
Dirinya juga meminta kepada BP2MI untuk memaksimalkan potensi-potensi yang ada kepada masyarakat untuk diberikan informasi serta sosialisasi dan peluang kerja yang nantinya lewat BP2MI.
“Nah ini perlu, karena kalau tidak hari ini juga kita tidak tahu dimana saja peluang-peluang yang ada. Alhamdulillah, sekarang respon balik dari BP2MI pusat sampai UPT Manado itu datang ke sini menyampaikan niat mereka bahwa dalam waktu dekat ini ada sosialisasi. Dan kami mendorong untuk ada komunikasi dengan pemerintah daerah Kotamobagu, sehingga semua stakeholder sampai di bawah bisa dilibatkan. Kemudian jika dalam sosialisasi nanti ada anak-anak kita yang punya keinginan untuk hadir bersama dan setelah mereka mengetahui dan ada minat, mereka akan diberi pelatihan serta kursus yang nantinya akan difasilitasi BP2MI lewat BLK (Balai Latihan Kerja) dan sebagainya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala UPT BP2MI Manado, Hendra Makalalag, mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan melaksanakan sosialisasi disalah satu SMK di Kotamobagu terkait adanya permintaan tenaga kerja dari luar negeri.
“Insha allah tanggal 18 Januari ini kita akan mengadakan sosialisasi terkait adanya permintaan tenaga kerja migran dari negara Jepang dibidang kesehatan sebanyak 5.000 orang. Nah, saya lihat di Bolaang Mongondow Raya banyak potensi, karena banyak dari anak-anak kita yang memiliki tingkat pendidikan di bidang kesehatan,” ujar Hendra. (gufran)
ZONA KOTAMOBAGU – Bus Rapid Transit (BRT), adalah sistem transit massal yang memberikan banyak keunggulan. Diantaranya, nyaman, aman dan hemat biaya.
BRT itu sendiri tentunya, sudah menggunakan jalur khusus dan pelayanan prima terhadap pengguna. Selain itu, BRT sudah menggunakan sistem transit modern berbasis rel.
Di Kotamobagu, sudah ada 5 unit BRT yang disiapkan lengkap dengan 21 unit shelter atau dengan sebutan halte, sebagai tempat perhentian bus.
BRT ini disiapkan Pemerintah Kotamobagu untuk melayani kebutuhan transportasi umum dalam kota bagi masyarakatnya.
Dengan adanya BRT gratis milik Pemerintah Kotamobagu yang dikelola Dinas Perhubungan ini, masyarakat justru bisa menghemat biaya transportasi setiap hari.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kotamobagu, Atma Wijaya Damopolii mengatakan, BRT yang beroperasi di Kotamobagu merupakan bantuan Kementerian Perhubungan.
“Banyak manfaat naik BRT. Semua diberikan pemerintah untuk memberikan layanan transportasi umum dalam kota yang nyaman dan aman,” pungkasnya. (*/guf)
ZONA KOTAMOBAGU – Seleksi terbuka calon pejabat tinggi pratama kembali digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu. Digelarnya seleksi terbuka ini, setelah Pemkot mendapat surat rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
Berdasarkan pengumuman Panitia Seleksi (Pansel) nomor: 01/Pansel-ST-KK/I/2021, ada 8 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang akan diisi melalui seleksi terbuka ini, yakni; Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP), serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Dalam pengumuman yang ditandatangani Ketua Pansel Sande Dodo itu, tertuang juga persayaratan yang terdiri dari; persyaratan umum dan persyaratan administrasi, tata cara pendaftaran, serta jadwal atau pelaksanaan tahapan seleksi. (guf)
ZONA KOTAMOBAGU – Pengadilan Negeri (PN) Ktamobagu kembali menjalin kerja sama dengan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Bolaang Mongondow Raya (YLBH BMR) dalam penyelenggaraan Lembaga Pemberi Layanan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Tahun Anggaran 2021. Hal itu ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Ketua PN Kotamobagu, Warsito SH, dan Ketua Umum YLBH BMR, Eldy Satria Noerdin SH, Jumat (8/1), di Kantor PN Kotamobagu.
Dalam sambutannya, Ketua PN Kotamobagu, Warsito SH, mengapresiasi layanan bantuan hukum oleh YLBH BMR. Katanya, ini untuk kali kedua YLBH BMR dipercayakan melaksanakan layanan bantuan hukum pada Posbakum PN Kotamobagu. “Saya lihat sebelumnya petugas piket Posbakum sudah baik. Apalagi Posbakum telah diberikan sarana WiFi, sehingga dapat memberikan pelayanan bagi warga yang kesulitan dalam penggunaan aplikasi e-court Mahkamah Agung. Sejauh ini pelayanan di Pengadilan sangat terbantu dengan kehadiran YLBH BMR.”
Selain petugas piket Posbakum, lanjutnya, giat advokat YLBH BMR dalam agenda pendampingan perkara-perkara pidana berdasarkan penunjukan hakim di tahun 2020 pelaksanaannya baik. “Menjadi Advokat memang tidaklah mudah, karena mendampingi terdakwa yang posisinya tidaklah seimbang berhadapan dengan Penuntut Umum yang merupakan representasi Negara. Namun sejauh ini saya mengapresiasi giat pendampingan hukum yang dilakukan Advokat YLBH BMR,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Ketua PN juga menyampaikan bahwa dirinya tinggal menunggu agenda untuk berangkat ke Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun sebagai bagian dari rotasi/mutasi tugas dan jabatan, “Pergantian itu merupakan hal biasa bagi kami di lingkungan peradilan. Jadi jabatan Ketua PN Kotamobagu digantikan oleh Pak Wakil Ketua PN.”
Dirinya berharap, penyelenggaraan layanan hukum oleh YLBH BMR akan menjadikan Posbakum lebih baik lagi kedepan. “Saya senang bisa bertemu dengan semua pengurus YLBH BMR saat ini. Saya berharap, YLBH BMR dapat melaksanakan kegiatan Posbakum dengan sebaik-baiknya, agar masyarakat pencari keadilan mendapatkan pelayanan hukum yang prima,” harapnya.
Kegiatan hari itu dipandu Panitera Pengganti Ida Ayu Eling Purnama Sari, S.H., M.H., dan turut dihadiri Wakil Ketua PN Kotamobagu, Andri Sufari, S.H., M.Hum, Panitera PN, Wiesje S Sambouw, S.H, Sekretaris PN. Donny S Golonggom SE, serta pengurus YLBH BMR di antaranya Ketua YLBH BMR Amir Minabari SH MH, Ketua Posbakum Zulkifli Linggotu SH dan staf Posbakum Winda Kilinau, serta Advokat Winda Moonti SH, Advokat Mawardi Mamonto SH, Advokat Ariyati Panu SH, Advokat Arifin Andiwewang SH.(red)
ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu mengangkat 3 program yang menjadi prioritas kerja di tahun 2021 ini.
Menurut Sekretaris Daerah (Sekda), Sande Dodo, berdasarkan tema pembangunan, 3 program itu yakni; peningkatan pelayanan publik, percepatan pemulihan ekonomi dan penguatan kualitas kesehatan.
“Program-program itu yang jadi prioritas tahun 2021 ini,” ujarnya.
Ia pun telah menginstruksikan seluruh OPD untuk menjalankan program ini dengan sebaik-baikanya dan penuh rasa tanggung jawab.
“Jadi itu tugas dari Kepala Dinas dan Kepala Badan yang baru dilantik, untuk mendukung program ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Walikota Kotamoabgu, Tatong Bara meminta kepada para pejabat yang telah dilantik agar dapat bekerja dengan baik sesuai yang diharapkan.
“Harapan kita dengan dilantiknya para pejabat ini insha allah apa yang kita rencanakan dan apa yang terjadi saat ini mampu kita lewati,” kata wali kota usai melantik pejabat struktural dan fungsional.
Dijelaskanya, tahun ini, masih diprediksi pandemi. Oleh karena itu pihaknya butuh satu penguatan struktur pemerintahan untuk menghadapi kondisi yang tidak umum ini, agar prestasi kembali dicapai seperti ditahun-tahun sebelumnya. (guf)
ZONA KOTAMOBAGU – Tahun 2021 ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kotamobagu melalui Bidang Bina Marga akan mengelola 13 paket proyek pekerjaan pembangunan.
Kepala Dinas PUPR Kotamobagu Claudy Mokodongan, mengatakan dari 13 paket pekerjaan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah tahun 2021 dan Dana Alokasi Khusus (DAK)
“Dua paket jembatan. Sisanya pemeliharaan, peningkatan serta pembangunan jalan,” ujar Claudy.
Lanjut Claudy, untuk total anggaran 13 paket tersebut, kurang lebih 13 Miliar yang bersumber dari APBD Kotamobagu 2021dan DAK.
“Masing-masing 8 miliar rupiah dari APBD ditambah sekitar 5 miliar rupiah lagi yang bersumber dari DAK. Dua paket yang bersumber dari DAK tengah dalam kajian di ULP, sisanya menyusul. Insya allah dalam minggu ini sudah tayang,” tandasnya.(guf)
ZONA KOTAMOBAGU – Pengadilan Agama (PA) Kotamobagu kembali menjalin kerja sama dengan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Bolaang Mongondow Raya (YLBH BMR) Tentang Penelenggaraan Layanan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Tahun Anggaran 2021.
Kerja sama itu ditandai dengan acara penandatanganan Memorandum of understanding (MoU) oleh Ketua Pengadilan Agama Drs. Muslim MH, dengan Ketua YLBH BMR, Jemmy Gerardus Mokoagow SH CLA, Kamis (7/1).
Dalam acara tersebut, turut hadir Wakil Ketua PA Kotamobagu, Amran Abbas, S.Ag, S.H, M.H., Panitera PA, Drs. Abdul Haris Makaminan, Seketais PA, Hisbun Bangol, S.Ag.(red)
Suasana pasar kuliner yang dibangun Pemkot Kotamobagu di eks RSUD Datoe Binangkang. (Foto: Istimewa)
ZONA KOTAMOBAGU – Keluhan pedagang kuliner agar disediakan lokasi yang representatif untuk berjualan, direspon Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu dengan membangun sentra kuliner di eks RSUD Datoe Binangkang.
Sejak diresmikan beberapa waktu lalu, puluhan pedagang yang sebelumnya berjualan di ruas jalan Kartini Kotamobagu, saat ini mulai menikmati lokasi dan fasilitas di kawasan pasar kuliner yang telah selesai dibangun.
Penyediaan lokasi dan fasilitas yang lebih representative dan syarat protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid-19 saat ini, merupakan bentuk kepeduliaan Pemkot Kotamobagu untuk menjawab secara cepat keluhan para pedagang kuliner yang sebelumnya kena imbas akibat pembatasan dan penutupan jam operasional akibat wabah Covid-19.
Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Kotamobagu, Sugiarto Yunus, saat itu terjadi pembatasan jam operasional dan penutupan aktivitas jual beli pedagang kuliner yang ada ruas jalan Kartini, saat pandemi Covid-19 terjadi di daerah ini.
“Nah, mereka para pedagang, ada sekitar puluhan pedagang di ruas jalan itu, bermohon ke Wali Kota untuk bisa difasilitasi agar dapat dibuatkan lokasi yang representatif untuk mereka dapat berjualan dengan tenang dan nyaman,” akunya, Kamis (7/1).
Adanya permohonan dari pedagang itu, Sugiarto mengakui bahwa saat itu ada 2 pilihan yang diberikan oleh Wali Kota untuk bisa memfasilitasi para pedagang yang terdampak langsung, yakni menambah fasilitas Pasar Genggulang untuk dimanfaatkan para pedagang atau menambah fasilitas di lokasi Eks Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datoe Binangkang untuk dimanfaatkan oleh para pedagang kuliner.
“Ketika muncul 2 pilihan itu, dilakukan kajian termasuk oleh tim dari Inspektorat Daerah. Sebab sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang refocussing kegiatan, realokasi anggaran, serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Inspektorat bersama Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), melakukan pendampingan ke Pemda, agar tidak terjadi kekeliruan dalam penggunaan anggaran tersebut. Dimana, dari hasil kajian tersebut, diputuskan kalau yang dapat kita intervensi anggarannya adalah pembuatan pasar kuliner di eks RSUD,” jelasnya.
Dari kajian tersebut, Pasar Genggulang tidak bisa diintervensi, sebab bangunan dari pasar tersebut sudah ada, dan pasar itu sendiri memang diperuntukkan bagi pedagang pasar tradisional secara umum, namun belum dioperasikan.
“Pasar Genggulang itu memang diperuntukkan nantinya bagi para pedagang umum yang ada di Pasar Serasi dan Pasar 23 Maret Kelurahan Gogagoman, yang saat ini sudah sampai meluber ke jalan. Prinsipnya, Pasar Genggulang memang tidak bisa diitervensi sebab itu adalah pasar umum bagi pedagang. Nah, di eks RSUD itu sudah ada bangunannya tetapi fasilitasnya belum memadai. Di situ kita intervensi dengan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Bukan berarti dana BTT ini hanya difokuskan untuk bantuan, tetapi bisa juga kita gunakan ke hal lain, seperti pekerjaan konstruksi, sebagaimana Inpres Nomor 4 Tahun 2020 itu. Yang mana, pihak BPKP juga Inspektorat ikut mengawasi penggunaan dana ini dengan ketat,” ucapnya. (*/guf)