
ZONA EKONOMI – Saat ini pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin meningkat, hal ini beriringan pula dengan meningkatnya kebutuhan kendaraan utamanya mobil guna menunjang aktivitas sehari-hari.
Di tengah kesibukan yang padat membuat kebanyakan orang mengalami kesulitan dalam melakukan perawatan kendaraan miliknya.
Ichal Tegela, warga kelurahan Motoboi Kecil, Kotamobagu Selatan menangkap hal ini sebagai peluang. Pemuda 25 tahun ini memilih terjun ke bisnis cuci kendaraan dengan metode hidrolik.
Usaha yang dimulai sejak setahun terakhir ini bisa dikatakan cukup berhasil, hal ini terbukti dengan ramainya pengunjung yang mempercayakan perawatan kendaraannya di tempat yang diberi nama Abrizt car wash. “Setiap hari pelanggan yang datang cukup ramai, apalagi kami juga melayani jasa antar jemput kendaraan yang akan di cuci,” ujar Ichal.
Dirinya juga menambahkan, dirinya juga bersyukur karena bisa mempekerjakan sekitar 10 orang saat ini. “Saat Abrizt Car Wash sudah bisa mempekerjakan beberapa orang pekerja saat ini, hitung-hitung membuka lapangan kerja baru,” jelasnya.
Disinggung soal omset saat ini, dirinya mengungkapkan saat omset Abrizt Car Wash cukup besar. “Alhamdulillah saat ini omset dari usaha ini bisa mencapai jutaan dalam sebulan, hal ini berkat kepercayaan konsumen yang sudah mempercayakan perawatan kendaraannya di Abrizt Car Wash,” ujarnya.
Abrizt Car Wash sendiri beralamat di kelurahan Motoboi Kecil, Kotamobagu Selatan, tepatnya di samping puskesmas Motoboi Kecil. (guf)




Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Dewan (Sekwan), Moh Agung Adati. Menurutnya, semua aspirasi mahasiswa soal penolakan terhadap Omnibus Law lewat aksi demo beberapa waktu lalu, sudah dibawa ke Jakarta untuk disampaikan kepada DPR RI oleh Kepala bagian (Kabag) Perundang-Undangan hari ini. “Nanti foto tanda bukti penerimaan akan dikirim besok (Kamis) setelah penyerahan,” kata Adati.
Sehubungan dengan hal tersebut, Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotamobagu ini, meminta agar para mahasiswa untuk bersama-sama menunggu hasil yang akan dibawa ke Kotamobagu nanti.
Senada dikatakan Ketua DPRD Kotamobagu, Meiddy Makalalag, bahwa seluruh aspirasi mahasiswa yang berkaitan dengan UU Omnibus Law Cipta Kerja telah diteruskan ke DPR RI. “Yang pasti semua aspirasi sudah melalui hasil kajian bersama 25 anggota legislatif sebelum dikirim ke DPR RI,” ucap Mekal sapaan akrabnya. (guf)



