Beranda blog Halaman 383

Adaptasi Tatanan Normal Baru, Pemkot kembali Terapkan Sistem Kerja WFH

Sarida Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu kembali menerapkan sistem kerja Work From Home (WFH) bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu.

Hal ini berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Kotamobagu nomor 209/W-KK/IX/2020 tanggal 7 september 2020 tentang Pengaturan Sistem Kerja PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan THL (Tenaga Harian Lepas) di Lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu Dalam Tatanan Kehidupan Baru.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kotamobagu, Sarida Mokoginta, menjelaskan hal ini berdasarkan Surat Edaran Menpan-RB Nomor 58 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai ASN Dalam Tatanan Normal Baru.

“Menindaklanjuti edaran menteri tersebut, maka perlu dilakukan perubahan sistem kerja seluruh ASN termasuk di Pemkot Kotamobagu. Hal ini bertujuan agar supaya seluruh ASN dapat beradaptasi dengan tatanan normal baru dengan tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan seluruh ASN. Dalam edaran wali kota itu, yang dimaksudkan perubahan sistem kerja mencakup kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan. Di antaranya, saat dalam perjalanan dari atau ke tempat kerja, selama berada di tempat kerja, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam bekerja, dan juga perubahan jadwal kehadiran PNS dan THL,” jelas sarida.

Menurut sarida, yang dimaksud dengan perubahan jadwal kerja adalah, dengan mulai diberlakukannya sistem kerja WFH bagi PNS dan THL Pemkot Kotamobagu mulai tanggal 9 September 2020.

“Nanti masing-masing OPD membuat jadwal kerja dengan sistem shift. Misalnya dalam se-minggu, dibuatkan jadwal masuk kantor bagi PNS dan THL berdasarkan pembagian jumlah hari. Jadi dalam sehari bisa masuk full dan besoknya WFH begitu seterusnya. Khusus yang WFH tetap melaporkan hasil pekerjaannya kepada kepala OPD masing-masing,” ucap Sarida.

Sarida menambahkan pelaksanaan sistem kerja WFH ini berlaku bagi seluruh ASN Pemkot Kotamobagu. “WFH ini tidak dibatasi hanya kepada PNS Eselon IV, Pelaksana dan THL akan tetapi berlaku bagi seluruh ASN Pemkot baik Eselon II dan III. Akan tetapi, semua Kembali kepada masing-masing kepala OPD untuk mengatur jadwalnya. Bisa saja ada OPD yang menerapkan WFH hanya bagi eselon IV, Pelaksana dan THL saja, selebihnya yaitu Eselon II dan III tetap masuk kantor seperti biasa. Dan bagi OPD seperti Dinkes, Satpol PP, Discapilduk, BPKD, Dinsos, BPBD, DPMPTSP, RSUD Pobundayan, UPTD Puskesmas, dan UPTD Instalasi Farmasi dapat menyesuaikan dengan tingkat pelayanannya. Intinya walaupun WFH, akan tetapi pelayanan kepada masyarakat tidak bisa diabaikan dan tetap diutamakan,” tutup sarida.

Diketahui, untuk perubahan sistem kerja ASN di Lingkungan Pemkot Kota Kotamobagu sudah pernah dilakukan. Dimana sebelumnya juga, sudah ada edaran mengenai perubahan sistem kerja yaitu Surat Edaran Wali Kota Kotamobagu Nomor 89/W-KK/V/2020 tanggal 13 Mei 2020 Tentang Perubahan Ketiga atas Surat Edaran Wali Kota Kotamobagu Nomor : 53/W-KK/III/2020 Tentang Pengaturan Sistem Kerja bagi ASN dan THL yang berlaku sampai dengan tanggal 29 Mei 2020 lalu. (*/guf)

Miris! Pekerja Proyek Program Padat Karya tak Dilengkapi Standar K3

ZONA BOLMUT – 152 orang dipekerjakan untuk menggali drainase yang sudah tertimbun tanah di sepanjang jalan Keakar-Inomunga. Pekerjaan tersebut merupakan program padat karya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XV Manado.

Mirisnya, para pekerja itu tidak dilengkapi alat pelindung diri sesuai standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Padahal, kewajiban ini tertuang dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Permenakertrans) Nomor: Per.08/Men/VII/2010 tentang Pelindung Diri.

Menurut beberapa pekerja saat ditemui oleh sejumlah wartawan, Rabu (9/9),sudah lebih dari sepekan mereka mulai bekerja dan hanya menggunakan alat pelindung diri berupa sepatu boot, helm dan sarung tangan yang disiapkan sendiri.

“So abis luka-luka ini tangan deng kaki yang laeng ini le cuma dapa helm. No sedang napa ada pake sarung tangan bawa sandiri,” ungkap sejumlah pekerja.

Sementara itu, Tim Pelaksana Kegiatan Program padat karya, Jono Potabuga, saat dikonfirmasi oleh media ini melalui via telepon, mengakui hanya ada sebagian pekerja yang memakai APD itupun belum lengkap sepenuhnya. “APD untuk para pekerja masih dalam pengiriman dari pihak BPJN XV Manado,” ujarnya. (rendi)

Produksi 874 Ton Per Tahun, Desa Moyag Penghasil Gula Aren Terbesar di Kotamobagu

Proses produksi gula aren secara manual oleh pengrajin di Desa Moyag.

ZONA EKONOMI – Memiliki lahan perkebunan tanaman aren seluas 184,5 hektare, Desa Moyag Kecamatan Kotamobagu Timur, menjadi sentra penghasil gula aren terbesar di Kota Kotamobagu. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perikanan (DPP), Desa Moyag mampu menghasilkan gula aren sebanyak ratusan ton per tahun.

“Ribuan pohon aren yang ada menjadi potensi yang luar biasa bagi masyarakat desa Moyag. Hasil olahan dari tanaman aren ini sangat membantu untuk peningkatan ekonomi warga. Per tahun produksi gula aren dari Desa Moyag bisa mencapai 874,9 ton,” kata Kepala Bidang Perkebunan, Tanaman Pangan dan Holtikultura DPP Kotamobagu, Ramjan Mokoginta, Rabu (9/9).

Terpisah, Sekretaris Desa (Sekdes) Moyag, Maskur Gumalangit mengatakan, terus memberikan dukungan kepada para petani aren. “Sebagai desa penghasil gula merah terbesar di Kotamobagu, tentunya ini menjadi berkah bagi kami, dan kami sangat bersyukur memiliki tanaman aren. Untuk menopang usaha para petani, pemerintah desa juga membentuk BUMDes yang siap membeli dan memasarkan kembali hasil produksi gula aren dari para petani,” ujarnya.

Untuk mendorong peningkatan produksi, Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu juga telah membangun pabrik gula semut di desa tersebut. Rumah produksi yang dibangun itu, juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terutama para pengrajin gula.

“Sasaran kita adalah bagaimana masyarakat bisa sejahtera. Jika semua fasilitas dan sarana penunjang lainnya sudah lengkap, sudah langsung bisa dioperasikan. Pabrik ini belum dioperasikan, karena terkendala dengan belum ada air. Akan tetapi kami sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa untuk memfasilitasinya,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kotamobagu, Imran Golonda. (guf)

Pengerjaan Jembatan Penghubung KK-Boltim Rampung

ZONA KOTAMOBAGU – Jembatan penghubung Kota Kotamobagu (KK) dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di jalan baru, Kelurahan Motoboi Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur, telah rampung dikerjakan dan sudah bisa dilalui kendaraan.

Jembatan penghubung jalan tersebut yang sempat rusak akibat banjir beberapa waktu lalu, sudah selesai dikerjakan lewat pelaksanaan kegiatan CV Asfah Abi Praya.

Kepala PUPR Kota Kotamobagu, Claudi Mokodongan, mengatakan pekerjaan jembatan dengan anggaran Rp362.455.037 sudah rampung, namun ada penambahan pekerjaan yang saat ini sedang dipacu oleh pelaksana. “Untuk pekerjaan dengan nilai kontrak Rp362.455.037 sudah selesai 8 September kemarin sesuai kontrak, namun ada adendum kontrak Rp30 juta untuk pekerjaan tambahan,” kata Claudi, Rabu (9/9).

Diterangkannya, pekerjaan tambahan tersebut dilaksanakan selama 20 hari kalender. “Mudah-mudahan hari Senin pekan depan sudah selesai semuanya, namun jembatan sudah bisa dilalui kendaraan baik kendaraan roda dua dan empat,” pungkasnya. (guf)

Wabup Bolmut Buka Sosialisasi Program Pamsimas

ZONA BOLMUT — Wakil Bupati Drs Hi Amin Lasena MAP membuka sosialisasi program Pamsimas III Reguler/HID/HKP tingkat Kabupaten Bolmut Tahun 2020, di Ruang Rapat Bapelitbang.

Sekadar diketahui, program Pamsimas ini adalah program yang dilaksanakan pemerintah se-Indonesia sejak tahun 2008 dan di Kabupaten Bolmut dimulai pada 2016. Di akhir tahun 2018, capaian akses air minum aman di Kabupateen Bolmut masih pada kisaran 70,14 persen. Capian ini masih jauh dari harapan sebagaiman target dalam capaian akses air minum yaitu harus mencapai 100 persen akses air minum aman. Begitu juga dengan akses sanitasi layak yang data capaian sampai saat ini masih angka 65,90 dari target yang harus dicapai 100 persen.

Untuk mencapai target tersebut, salah satu program yang dilaksanakan adalah program Pamsimas atau penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat. Program Pamsimas ini bertujuaan untuk meningkatkan jumlah fasilitas pada masyarakat kurang terlayani, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah pedesaan dan pinggiran kota.

Di Kabupaten Bolmut, program Pamsimas telah mengintervensi sebanyak 46 desa yang mendapat bantuan dengan nilai total kurang lebih 8,2 Milyar, tahun 2020 ini ada sebanyak 11 desa yang sekarang telah melaksanakan Pembagunan Fisik. “Diharapkan dengan kolaborasi program baik Pamsimas maupun program lainnya, diakhir masa RPJMD target Universal Acces baik air minum maupun sanitasi dapat tercapai,” katanya.

Pemerintah desa diberi kesempatan mengajukan propisal mengikuti kegiatan ini dan melalui tahapan verifikasi dan evaluasi akan ditetapkan desa yang akan mendpatkan bantuan Pamsimas Pada tahun 2021.

“Pemerintah desa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, terutama desa-desa yang memang saat ini masih sangat butuh ketersediaan air minum,” ujarnya.

Diakhir sambutannya, ia mengharapkan kepada para sangadi dapat berperan aktif mengikuti sosialisasi ini dan merancang kebutuhan air minum dan sanitasi desa, sehingga setelah sosialisai ini pemerintah desa dapat menyusun proposal kesediaan mengikuti program Pamsimas ini dan menyepakati persyaratan yang dibutuhkan.

Turut hadir sebagai narasumber; Dinas PUPR Provinsi Sulut Andrew O Kaundang ST, Fasilatator Pamsimas Bolmut Surimawati Ningsih ADI ST, Pimpinan SKPD terkait, para Camat serta Sangadi. (rendi)

SSM-Oppo Ikut Tes Kesehatan di RSU Prof Kandouw

ZONA BOLTIM – Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sam Sachrul Mamonto (SSM) dan Oskar Manoppo (OPPO) mengikuti tahapan tes kesehatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Prof Kandou, Malalayang, Selasa (08/09) kemarin.

Sebelumnya, pasangan calon yang diusung Nasdem, PKB dan PBB itu telah mengikuti kegiatan sosialisasi, melaksanakan tes MMPI, pemeriksaan Narkotika dan Psikotropika dari BNN hingga wawancara, serta dilanjutkan dengan pemeriksaan antropometri dan vital sign, wawancara psikiatri serta medical check up.

“Tidak ada kendala selama pemeriksaan kesehatan, karena sudah dipersiapkan sejak jauh hari,” kata SSM.

Ia menjelaskan, tahapan tes kesehatan yang diikuti meliputi tes fisik maupun penyakit dalam dengan melibatkan beberapa dokter spesialis. “Sampai saat ini tidak ada kendala, dan insya allah semuanya berjalan lancar,” ujarnya.

Bakal Calon Wakil Bupati, Oskar Manoppo, ia bersama SSM sudah menyiapkan segalanya sejak jauh hari agar bisa mengikuti semua tahapan Pilkada dengan baik.

“Saya dan Pak Sachrul siap mengikuti tahapan pilkada selanjutnya, mulai dari pengundian nomor urut pasangan calon, kampanye terbatas dan debat kandidat. Insya allah semua berjalan lancar,” tutur Oskar. (guf)

Latsar CPNS Kotamobagu Formasi Tahun 2018 Dilanjutkan 14 September

ZONA KOTAMOBAGU – Pelaksanaan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kotamobagu formasi Tahun 2018, kembali dilanjutkan pada Senin 14 September 2020, pekan depan. Hal ini sebagaimana disampaikan Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sarida Mokoginta, saat apel bersama 232 CPNS Kotamobagu di Lapangan Boki Hotinimbang, Rabu (9/9).

“Alhamdulillah sudah ada respon dari Provinsi dalam hal ini BPSDM. Walaupun baru disampaikan secara lisan lewat komunikasi. Pada dasarnya sudah disetujui, dan Insha Allah dilaksanakan pada pekan depan,” kata Sarida.

Lanjutnya, kegiatan tersebut akan dilaksanakan di gedung Yadika Desa Kopandakan II, Kabupaten Bolaang Mongondow selama 4 hari, dengan mengikuti protokol kesehatan. “Kendala kemarin dikarenakan pandemi sehingga ada penundaan latsar. Pelaksanaan kelanjutannya sudah melalui kajian dan rapat bersama dengan tim gugus tugas. Sehingga itu, kita konsisten untuk mengutamakan protokol kesehatan saat pelaksanaan latsar nanti,” terangnya.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kotamobagu Ir Sande Dodo MT membenarkan hal tersebut. “Jadwalnya sudah ada, tanggal 14 September. Pelaksanaannya selama 4 hari,” kata Sande. (guf)

Polres Kotamobagu Amankan Pelaku PETI di Lokasi Jalina Bakan

Salah satu pelaku yang diamankan Polres Kotamobagu.

ZONA HUKUM – Penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, terus digalakkan Kepolisian Resor (Polres) Kotamobagu guna mencegah bertambahnya korban jiwa serta dampak kerusakan lingkungan di lokasi PETI tersebut.

Berbagai upaya dan langkah yang dilakukan pihak kepolisian mulai dari sosialisasi, imbauan, edukasi serta pencegahan terhadap dampak kerusakan lingkungan ternyata tidak dihiraukan para pelaku penambang liar.

Langkah tegas pun langsung dilakukan Polres Kotamobagu. Sabtu (5/9), pada saat petugas melaksanakan patroli di lokasi Jalina-Tapa Gale, petugas mendapati ada 3 orang masing-masing, SP Alias Hendro, JP alias Jemmy, dan JS alias Jhon (52) sedang melakukan pengolahan emas tanpa ijin. Namun dalam penangkapan tersebut, hanya satu tersangka yang berhasil diamankan yakni JS alias Jhon. Sementara SP dan JP berhasil melarikan diri dari kejaran petugas.

Pelaku dan Barang Bukti langsung diamankan oleh petugas dan dibawa ke Mapolres Kotamobagu untuk diproses sesuai ketentuan undang-undang.

Kapolres Kotamobagu, AKBP Prasetya Sejati SIK melalui Kasubag Humas, Iptu Rusman M. Saleh, SE membenarkan adanya kegiatan penambangan tanpa ijin oleh ketiga oknum penambang tersebut.

“Berdasarkan bukti permulaan yang cukup para tersangka diduga keras telah melakukan Tindak Pidana Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) pada hari Sabtu tanggal 05 September 2020 di lokasi Jalina – Tapa gale yang beralamatkan di Desa Bakan Kecamatan lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow. Sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 158 Undang-Undang RI Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba Jo Undang-Undang RI Nomor 03 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba ancaman hukuman diatas 5 tahun,” jelas Rusman.

Lanjutnya, saat ini salah satu tersangka sudah diamankan di Polres Kotamobagu guna proses penyidikan oleh Penyidik Satuan Reskrim Polres Kotamobagu. “Kami mengimbau untuk pelaku lainnya yang melarikan diri diharapkan untuk menyerahkan diri kepada pihak Kepolisian,” tegasnya. (guf)

Pelaku Pengrusakan Gedung Klinik PT JRBM Berhasil Diringkus

ZONA HUKUM – DS alias Ito alias Doly (47) warga Desa Bakan, yang merupakan buronan kasus pengrusakan Gedung Klinik PT JRBM (Blok C) berhasil diringkus Satreskrim Polres Kotamobagu, Minggu (6/9) sekira pukul 16.30 Wita.

Tersangka DS merupakan salah satu dari 7 pelaku pengrusakan Kantor MEDIC PT JRBM yang buron selama 2 bulan. Dalam aksinya, saat kejadian pada Selasa (28/7) sekira pukul 17.00 Wita, DS dengan mengendarai motor mendatangi kantor MEDIC (Blok C), kemudian langsung melakukan pengrusakan dengan cara melemparkan batu secara berulangkali. Setelah itu masuk ke kantor MEDIC dengan cara mendobrak pintu dan berusaha melakukan pembakaran dengan menyiramkan BBM jenis bensin yang sudah disiapkan dan menyalakannya dengan menggunakan korek api. Saksi (Satpam), sempat terkena bensin yang dilemparkan oleh tersangka DS.

Sementara pelaku pengrusakan lainnya yakni, lelaki MD alias MARLIN, yang juga warga Desa Bakan sudah menjalani hukuman badan sejak 28 Juli 2020 lalu. Dan identitas para pelaku pengrusakan lainnya sudah dikantongi oleh pihak penyidik Satuan Reskrim Polres Kotamobagu.

Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati SIK melalui Kasubag Humas IPTU Rusman M. Saleh, SE membenarkan upaya paksa penangkapan tersebut. “Kami mengimbau kepada tersangka lainnya untuk kooperatif dengan menyerahkan diri kepada pihak Kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di depan hukum,” pungkasnya. (guf)

Besok 232 CPNS 2018 Apel di Lapangan Kotamobagu

Peserta Latsar CPNS formasi 2018 Kota Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – 232 peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kotamobagu formasi 2018, akan di apel di lapangan Boki Hotinimbang Kotamobagu, Rabu (9/9) besok pukul 07:30 Wita.

Hal tersebut sebagaimana surat undangan apel bersama yang ditandatangani oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Kotamobagu, Sande Dodo, tanggal 7 September 2020 yang ditujukan kepada Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu berkaitan dengan persiapan kelanjutan Latsar. Dalam kegiatan apel tersebut, para peserta Latsar menggunakan seragam Hitam Putih.

“Iya, besok apel bersama peserta Latsar. Di apel nanti akan diinformasikan tentang kelanjutan Latsar serta hal-hal yang perlu disiapkan. Termasuk laporan harus rampung semua, ataupun kendala dari para peserta yang mungkin bisa dibantu oleh BKPP,” ujar Kepala Sub Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) BKPP Kotamobagu, Marini Mokoginta, Selasa (8/9).

Namun, kata Marni, untuk kepastian jadwal pelaksanaan Latsar sampai saat ini belum ada. “Memang sudah ada lampu hijau untuk kelanjutan Latsar, baik dari LAN (Lembaga Administrasi Negara) maupun BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Provinsi Sulawesi Utara. Tapi belum ada surat resmi untuk kelanjutan Latsar itu. Sampai sekarang masih menunggu,” kata Marni.

Meski demikian, ia meyakini kegiatan Latsar akan diselesaikan juga pada tahun 2020. “Insya Allah dalam waktu dekat ini,” harapnya.

Diketahui, pelaksanaan Latsar CPNS Kotamobagu digelar sejak bulan Maret 2020 lalu di gedung Yadika Desa Kopandakan II Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow. Karena pandemi Covid-19, kegiatan tersebut dihentikan hingga sekarang ini. (guf)