Beranda blog Halaman 424

Burger Chesee Gyta Damopolii Beromset Ratusan Ribu per Hari

ZONA KOTAMOBAGU — Gyta Damopolii, warga Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, termotivasi memulai bisnis kuliner setelah sempat menjadi karyawan di salah satu restoran cepat saji di Kota Manado. Berkat bisnis kuliner Burger Cheese Daffa yang ia tekuni itu, dirinya bisa meraup untung ratusan ribu per hari.

Lewat kuliner burger cheese ini, meski baru empat bulan berjalan, namun keuntungan dari bisnis ini sudah bisa memenuhi kebutuhan ekonominya. Terlebih ditengah pandemi Covid-19 yang saat ini ada pembatasan jam operasional restoran serta warung makan.

“Kebetulan saya pernah bekerja di salah satu restoran cepat saji KFC. Dari situlah saya termotivasi untuk buka usaha burger cheese di rumah agar ada penghasilan setiap harinya,” kata Gyta.

Dalam memasarkan produknya, wanita 25 tahun ini memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp atau Facebook.

Dengan bisnis ini, Gyta bisa meraup keuntungan mulai dari Rp150 ribu dalam sehari penjualan. “Keuntungan tergantung banyaknya orderan. Kalau banyak yang pesan bisa sampai Rp200 ribu,” pungkasnya.

Harga Burger Cheese Daffa ini sangat terjangkau. Hanya dengan Rp15 ribu, sudah bisa nikmati kuliner khas Jerman ini.

Kedepan, Gyta berencana akan mengembangkan usaha burger cheese ini dengan membuka gerai kecil. “Sempat terfikir untuk membuka sejenis kedai mini untuk usaha burger ini,” ujar wanita yang hobi tata rias dan memasak ini. (guf)

Pemkot Siapkan Skenario Terukur Tangani Covid-19

Walikota Tatong Bara (tengah), Wakil Walikota Nayodo Koerniawan (kanan) dan Sekretaris Daerah (Sekda) Sande Dodo (kiri) saat wawancara eksklusif dengan sejumlah wartawan.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) sudah mengambil langkah antisipasi jika Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih terus mewabah di Kota Kotamobagu hingga akhir tahun anggaran.

“Kami sudah menyiapkan berbagai skenario yang jelas dan terukur untuk melakukan penanganan terhadap penyebaran virus ini, terutama penyediaan social safety net (Jaring Pengamanan Sosial) bagi masyarakat terdampak langsung dan sangat membutuhkan bantuan. Yakinlah bahwa Pemerintah Kota Kotamobagu akan selalu ada untuk seluruh masyarakat Kotamobagu,” kata Wali Kota, Tatong Bara.

Wali kota mengungkapkan, Pemkot berkomitmen dan siap lahir batin untuk mengalokasikan anggaran selama penanganan Covid-19 ini. “Untuk itu kepada seluruh masyarakat saya minta tetap tenang, jangan panik tapi tetap waspada. Mari kita tetap mematuhi Protokol Covid-19 yang sudah ditetapkan, meningkatkan kedisiplinan kita, mulai dari menjaga pola hidup bersih dan sehat, rajin cuci tangan, selalu gunakan masker, terus menerapkan social distancing dan physical distancing, tetap di rumah, serta selalu mengikuti anjuran pemerintah. Karena tidak ada yang bisa memutus rantai penyebaran ini selain kita semua, terutama masyarakat Kotamobagu,” ungkap wali kota. (guf)

Wali Kota Ajak Maksimalkan Ibadah di Bulan Ramadhan

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota, Tatong Bara, mengajak semua umat muslim di Kota Kotamobagu untuk lebih meningkatkan serta memaksimalkan seluruh rangkaian ibadah kepada Allah SWT di bulan ramadhan ini.

“Saya sangat memahami bahwa melaksanakan ibadah puasa dengan berdiam diri di rumah saja, tentu bukan hal yang mudah dan sesuatu yang kita inginkan bersama. Namun karena situasi yang tidak memungkinkanlah yang membuat kita semua harus melaksanakannya dari rumah,” kata wali kota.

Wali kota mengungkapkan, beribadah di rumah tidak akan pernah mengurangi niat, amalan dan pahala, terlebih di tengah situasi seperti ini. “Justru saat inilah semua harus terus meningkatkan amal ibadah kita dengan lebih khusyuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sembari memohon doa agar kiranya kita semua tetap dilimpahkan kesehatan, kekuatan, kesabaran dan ketabahan menghadapi situasi ini, senantiasa dalam lindungan-Nya, serta semoga cobaan dan musibah yang kita alami bersama saat ini kiranya bisa segera berakhir dan kita semua dapat menjalani aktifitas seperti sediakala,” ungkap wali kota.

Wali kota mengakui, bukan hal mudah bagi semua untuk bisa melaksanakan semua rangkaian ibadah puasa sebagaimana yang kita harapkan bersama. “Saat ini kita semua sedang menghadapi cobaan dan musibah yang teramat berat, yang sangat membutuhkan kesadaran kita bersama untuk berupaya semaksimal mungkin memutus mata rantai penyebaran virus ini,” tambah wali kota. (guf)

DPRD Minta Pemkot Usulkan PSBB ke Kemensos

Syarifuddin Mokodongan

ZONA POLITIK — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyarankan Pemerintah Kota (Pemkot) mengusulkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Hal ini diutarakan Wakil Ketua DPRD, Syarif Mokodongan.

“DPRD minta agareksekutif segera mengusulkan ke pemerintah pusat agar Kota Kotamobagu statusnya ditingkatkan menjadi PSBB,” katan.

Menurut Syarif, salah satu alasannya, sekarang ini atas kejadian yang ada, Kotamobagu masuk dalam Kategori Transmisi Lokal.

“Hari ini disampaikan oleh juru bicara Gugus Covid-19 bahwa yang positif Covid-19 di Kotamobagu berjumlah 5 orang dan masih ada lagi yang akan dilakukan pemeriksaan Swab tes,” ujarnya.

Hal ini lanjut politisi Partai Nasdem, perlu diseriusi untuk langkah antisipasi atas penyebaran yang lebih meluas dari Virus ini. “Disamping itu disadari bahwa semua itu berkonsekwensi anggaran yang harus memadai,” katanya. (guf)

Wakili Polres Boltim di Pemilihan Polisi Teladan, Bripka Arafat Presentasikan Inovasi Lewat Vidcon

Bripka Hijrah Arafat Mamonto presentasikan inovasi lewat video conference dengan Polda Sulut.

ZONA HUKUM- Bripka Hijrah Arafat Mamonto mewakili Polres Boltim mengikuti kegiatan pemilihan Polisi Teladan tahun 2020, yang digelar Polda Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (24/4).

Kegiatan ini dilaksanakan lewat Video Conference (Vidcon) yang diikuti seluruh Polres di masing-masing daerah yang ada di Sulut.

Sebagai satu-satunya perwakilan dari Polres Boltim dalam pemilihan Polisi Teladan tahun 2020, Bripka Arafat mempresentasikan inovasi yang dilakukannya sebagai Kasie Umum dan Bhabinkamtibmas di wilayah hukum Polsek Modayag, dihadapan tim penilai Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sulut.

Bhabinkamtibmas di Desa Binaan Liberia dan Liberia Timur ini mengatakan, bahwa inovasi yang dipresentasikannya dihadapan tim penilai adalah, bagaimana dia menggandeng awak media untuk menjadi jembatan informasi antara pihak Kepolisian dengan masyarakat Boltim.

“Inovasi saya dalam mengikuti pemilihan Polisi Teladan ini yakni, dengan menggandeng awak media baik media online, cetak dan elektronik, guna mempublikasikan kegiatan yang dilakukan anggota Polres Boltim khusus di wilayah Sektor Modayag,” kata Arafat.

Pun, selaku Bhabinkamtibmas di Desa Liberia dan Liberia Timur, ia juga sangat dekat dengan masyarakat yang ada di Desa Binaan Polsek Modayag. Sehingga, kegiatan yang dilakukannya selaku Bhabinkamtibmas juga dipresentasikannya dalam pemilihan Polisi Teladan.

Adapun untuk hasil dari pemilihan Polisi Teladan tahun 2020 ini, kemungkinan akan diumumkan bulan depan mendatang. (guf)

Ketua DPRD Imbau Masyarakat tak Kucilkan Keluarga dan Pasien Covid-19

Meiddy Makalalag.

ZONA KOTAMOBAGU – Ajakan untuk tidak mengucilkan pasien dan keluarga yang terkonfirmasi Covid-19 terus berdatangan, termasuk dari lembaga DPRD. Ketua DPRD, Meiddy Makalalag, mengajak masyarakat memberi dukungan moril dan materil untuk menguatkan psikologi pasien dan keluarga.

“Kemudian bila ada masyarakat yang merasa pernah kontak dengan lima pasien itu, diharapkan untuk kopperatif memeriksakan diri kepada petugas medis. Ini penting untuk deteksi dini dan pencegahan penyebarannya,” ujarnya, usai mengikuti konferensi pers bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Kotamobagu, kemarin.

Ajakan yang sama juga disampaikan Anggota DPRD, Jusran Mokolanut. Menurutnya, masyarakat tidak boleh mengucilkan keluarga maupun pasien yang terkonfirmasi Covid-19. “Mari kita berikan semangat kepada saudara-saudara kita agar terus semangat sampai sembuh. Jangan kucilkan mereka dan keluarganya,” ajak Ketua Fraksi PKB itu.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk saling membangun solidaritas sosial. “Mari kita bahu membahu dan bergotong royong melawan Covid-19 ini. Mari kita saling menguatkan,” tambahnya. (guf)

Ketua Fraksi PKB Ajak Masyarakat Doakan Kesembuhan Pasien Covid-19

Jusran Mokolanut

ZONA POLITIK – Tim Satgas Covid-19 Kota Kotamobagu Kamis (23/04) mengumumkan perkembangan Covid-19 di Kota Kotamobagu. Dari 12 pasien yang awalnya sudah dirapid test, ada 5 pasien dinyatakan positif terpapar virus corona sesuai hasil swab test.

Menanggapi itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Kotamobagu, Jusran Mokolanot, berharap agar masyarakat tidak mengucilkan pasien dan keluargnya. “Mari kita berikan semangat saudara-saudara kita yang kena cobaan positif corona untuk terus semangat sampai sembuh. Jangan kucilkan mereka dan keluarganya,” ujar aleg 3 periode ini.

Ia juga mengimbau kepada warga Kota Kotamobagu, untuk saling membangun solidaritas sosial. “Mari kita bahu membahu bergotong royong lawan virus covid 19, yang punya kelebihan bantu tetanggamu terdekat, Yang kaya bantu yang kurang. Mari kita saling menguatkan,” tutupnya. (guf)

Tiga Tenaga Medis Reaktif Rapid Test

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kotamobagu, mengumumkan tiga tenaga medis reaktif berdasarkan hasil rapid test.

ZONA KOTAMOBAGU – Selain mengumumkan 1 pasien terkonfirmasi Covid-19 hasil swab test, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkot Kotamobagu juga menginformasikan penambahan kasus reaktif berdasarkan hasil rapid test, Jumat (24/4) malam.

Dalam konferensi pers yang digelar di Aula Kantor Wali Kota, juru bicara penanganan Covid-19 Pemkot Kotamobagu yang juga Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr Tanty Korompot, mengumumkan ada tiga tenaga medis reaktif rapid test.

“Ada tiga tenaga medis yang reaktif setelah dilakukan rapid test. Sampel akan dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan swab,” ujar Tanty.

Dengan adanya tiga tenaga medis yang reaktif rapid test, dirinya mengimbau kepada masyarakat agar ikut berperan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kotamobagu. “Berikan informasi yang benar kepada petugas medis saat memeriksakan diri. Tetap disiplin dengan senantiasa menerapkan physical distancing atau jaga jarak, rajin cuci tangan, menjaga pola hidup bersih dan sehat serta olahraga teratur,” pungkasnya. (guf)

Breaking News: Kotamobagu Ketambahan 1 Pasien Positif Covid-19

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan satu pasien terkonfirmasi positif korona hasil swab test.

ZONA KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu ketambahan 1 Pasien terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (Covid-19) berdasarkan hasil swab test. Total sudah 6 pasien positif Covid-19.

“Satu warga Kotamobagu ini tercatat pasien 011 kontak erat 07,” ungkap juru bicara penanganan Covid-19, Pemkot Kotamobagu, dr Tanty Korompot, Jumat (24/4) malam.

Sebelumnya Kamis (23/4), Tim Gugus Tugas mengumumkan 5 warga Kotamobagu positif Corona. Lima warga Kotamobagu ini terdiri dari pasien 01 Mongkonai, 05 Mogolaing, 07 Mogolaing, 08 Mogolaing dan 10 Mogolaing. Ketiga positif memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah, sementara dua warga memiliki kontak erat dengan pasien positif lainnya. (*)

Pemkot Kaji Rencana Usulan PSBB ke Kemenkes

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) tengah melakukan kajian terhadap pengajuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke pemerintah pusat, setelah 5 warganya terkonfirmasi positif Covid-19 melalui pemeriksaan swab.

“Saat ini kami sedang membahas sejauh mana kesiapan kita untuk pengajuan PSBB di wilayah Kota Kotamobagu. Kami ingin melakukan kajian yang komprehensif dan terukur sebelum mengajukan usulan,” ujar Wali Kota Tatong Bara, Kamis (23/4), di Kantor Wali Kota Kotamobagu.

Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Sejak 7 warga Kotamobagu reaktif positif Covid-19 melalui rapid test pekan lalu, saya sudah meminta Tim Gugus Tugas mempelajari kemungkinan pengajuan PSBB, dengan mempertimbangkan peningkatan jumlah kasus yang ada, maupun kajian epidemiologis-nya. Kami sudah membahas ini sebelum 5 warga terkonfirmasi positif hari ini. Kriteria dalam PSBB cukup ketat, mulai dari jumlah kasus dan kematian yang meningkat tajam, penyebaran yang mulai meluas ke beberapa wilayah melalui transmisi lokal, serta terdapat kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah lain,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga harus menyiapkan beberapa informasi pendukung yang harus dipenuhi dalam pengajuan ke pemerintah pusat dalam hal ini ke Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

“Informasi kesiapan daerah dalam penyediaan kebutuhan hidup dasar masyarakat, fasilitas kesehatan, ketersediaan anggaran dan operasional jaring pengaman sosial, serta aspek keamanan dan perekonomian daerah, juga harus disampaikan bersama kriteria yang ada,” ucap wali kota.

Dirinya juga menambahkan data dan informasi yang menjadi kriteria ini harus benar-benar disajikan secara terukur agar bisa disetujui oleh pemerintah pusat.

“Sudah banyak daerah yang ditolak pangajuannya karena tak bisa memenuhi kriteria yang ditentukan, sementara jumlah kasus di daerah-daerah tersebut juga sudah tergolong cukup mengkhawatirkan. Gorontalo misalnya yang sudah memiliki kasus 12 pasien berstatus positif Covid-19, tapi masih ditolak oleh pemerintah pusat. Saat ini di kita 5 pasien berstatus positif, 6 pasien dalam pengawasan (PDP), serta 14 orang dalam pemantauan (ODP). inilah yang harus kita kaji dan persiapkan dengan matang. Kriterianya harus bisa terpenuhi agar nantinya usulan kita bisa disetujui,” ungkapnya.

Selain penyedian data dan informasi, pemerintah daerah juga harus melakukan kajian terhadap berbagai aspek, mulai dari masalah sosial, ekonomi, maupun keamanan, terutama kemampuan ketersediaan anggaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak langsung selama penerapan PSBB.

“Ketika PSBB ditetapkan, maka akan ada pembatasan terhadap berbagai aktifitas masyarakat, mulai tempat kerja yang tutup, pembatasan kegiatan sosial, keagamaan, aktifitas di tempat umum, maupun transportasi,” ungkap wali kota.

Berdasar data yang ada, di beberapa daerah yang telah menetapkan PSBB ternyata penambahan kasus tetap terjadi setiap harinya. Hal ini juga menjadi salah satu bahan kajian pemerintah kota.

“Penerapan PSBB pun belum merupakan jaminan bahwa jumlah kasus akan mulai berkurang. Kita bisa melihat Jakarta, Tangerang Selatan dan Tangerang, serta beberapa daerah lainnya. Meski sudah PSBB tapi hampir setiap hari ada penambahan kasus baru, ini juga patut dijadikan pertimbangan, karena pada dasarnya semua kembali ke masyarakat, terutama bagaimana mereka disiplin dan menaati protokol Covid-19,” ucap wali kota. (guf)