ZONA POLITIK – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Tahun 2019, memacu pembahasan bersama mitra kerja. Masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) digilir untuk membahas dokumen pertanggungjawab kepala daerah tahun anggaran 2019. Pimpinan SKPD termasuk para kepala bidang dan pelaksana kegiatan di tiap SKPD dihadirkan dalam pembahasan.
“Target kita secepatnya bisa selesai, dan setelah itu langsung diparipurnakan,” kata Ketua Pansus, Supandri Damogalad.
Pembahasan LKPj yang dilakukan Pansus DPRD tetap memperhatikan anjuran pemerintah mengenai physical distancing dan menggunakan masker. “Pandemi virus corona saat ini tak mempengaruhi kerja-kerja kita di DPRD Bolmong. Termasuk pembahasan LKPj ini yang terus kita pacu agar bisa segera diparipurnakan,” tambahnya. (guf)
ZONA POLITIK — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kotamobagu membentuk Panitia Khusus (Pansus) yang akan membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Tahun 2019. Ketua Pansus terpilih adalah Agus Suprijhanta dari Fraksi Hanura, dan Novie Reggie Manoppo dari Fraksi Demokrat.
Pengangkatan Ketua Pansus berdasarkan Surat Keputusan (SK) Pimpinan DPRD Kota Kotamobagu nomor 31 Tahun 2020 yang dibacakan Sekretaris Dewan (Sekwa), Agung Adati, pada sidang paripurna penyampaikan LKPj wali kota, Kamis (23/4)
Ketua Pansus, Hi Agus Suprijanta, mengatakan semua personil Pansus akan bekerja maksimal. “Kami dari Pansus LKPJ, meminta kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu agar dapat menghadirkan pejabat terkait jika diundang Pansus,” katanya.
ZONA POLITK — DPRD Kota Kotamobagu menggelar paripurna dalam rangka pembicaraan tingkat I penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali kota Tahun 2019, Kamis (23/4).
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Meiddy Makalalag, didamping Wali Ketua Syarif Mokodongan dan Herdy Korompor, serta diikuti para anggota DPRD, dan dihadiri Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan bersama pejabat di lingkungan Pemkot Kotaobagu.
Pelaksanaan paripurna tersebut menerapkan physical distancing dan menggunakan masker sebagai bagian dari upaya penyebaran Covid-19.
Dalam pelaksanaannya, semua fraksi di DPRD, masing-masing; Fraksi PKB, Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat, Fraksi Hanura, Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Nasdem, menerima LKPj untuk dibahas ke tahap selanjutnya.
“Enam fraksi sepenuhnya menerima dan selanjutnya akan membahas draft LKPj mekanisme. Kami sampaikan, terima kasih kepada jajaran eksekutif dan legislatif baik hadir maupun melalui vidio conference,” kata Meiddy. (guf)
PENCEGAHAN penyeberan Corona virus disease 2019 atau Covid-19 di Kota Kotamobagu terus dilakukan. Tak hanya pemerintah dan masyarakat, namun juga kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu juga ikut dilakukan penyemprotan cairan disinfektan guna mencegah virus tersebut.
Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Protokol Pencegahan Covid 19, penyemprotan cairan disinfektan di ruang paripurna tersebut, dilakukan sebelum pelaksanaan Rapat Paripurna Penyampaian Laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Tahun 2019, Kamis (23/4).
“Ruangan Paripurna kita sterilkan dulu dengan cairan disinfektan sebelum paripurna LKPj wali kota tahun 2019,” ujar Sekretaris DPRD, Moh Agung Adati.
Rapat Paripurna kali ini dilakukan secara Virtual dan Fisik. Jadi, ada yang hadir secara fisik, sementara yang lain mengikuti rapat paripurna lewat video conference.
Selain itu dilakukan pengecekan suhu tubuh bagi setiap peserta rapat yang hadir di ruang paripurna dengan tetap memperhatikan physical Distancing. (Advertorial)
ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota, Tatong Bara, memberi pernyataan terkait lima warga Kota Kotamobagu yang terkonfirmasi positif Covid-19 di tengah situasi menyambut bulan suci ramadhan.
Berikut pernyataan wali kota:
1. Atas nama pribadi dan keluarga, serta seluruh jajaran Pemerintah Kota Kotamobagu saya mengucapkan selamat menyambut bulan suci Ramadhan 1441 H/2020 kepada seluruh kaum muslimin dam muslimat di Kota Kotamobagu. Marhaban Yaa Ramadhan, selamat menunaikan ibadah puasa. Insya Allah segala amal ibadah kita di bulan yang penuh keagungan dan kemuliaan ini akan berlipat ganda pahalanya serta senantiasa bernilai ibadah di hadapan Allah SWT.
Saya menyadari di tengah situasi mewabahnya Covid-19 saat ini, bukan hal yang mudah bagi kita sekalian untuk dapat melaksanakan ibadah puasa sebagaimana yang kita harapkan bersama. Saat ini kita semua sedang menghadapi cobaan dan musibah yang teramat berat, yang sangat membutuhkan kesadaran kita bersama untuk berupaya semaksimal mungkin memutus mata rantai penyebaran virus ini. Memasuki bulan suci Ramadhan ini, saya mengajak seluruh umat islam di Kota Kotamobagu untuk lebih meningkatkan serta memaksimalkan seluruh rangkaian ibadah kita kepada Allah SWT, sambil terus membuka hati untuk lebih peduli dan sayang kepada keluarga kita, saudara, kerabat serta orang-orang di sekitar kita. Saya sangat memahami bahwa melaksanakan ibadah puasa dengan berdiam diri di rumah saja, tentu bukan hal yang mudah dan sesuatu yang kita inginkan bersama. Namun karena situasi yang tidak memungkinkanlah yang membuat kita semua harus melaksanakannya dari rumah. Beribadah di rumah tidak akan pernah mengurangi niat, amalan dan pahala kita bersama, terlebih di tengah situasi seperti ini. Justru saat inilah kita semua harus terus meningkatkan amal ibadah kita dengan lebih khusyuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sembari memohon doa agar kiranya kita semua tetap dilimpahkan kesehatan, kekuatan, kesabaran dan ketabahan menghadapi situasi ini, senantiasa dalam lindungan-Nya, serta semoga cobaan dan musibah yang kita alami bersama saat ini kiranya bisa segera berakhir dan kita semua dapat menjalani aktifitas seperti sediakala.
2. Covid-19 bukanlah aib. Sekali lagi ini bukanlah aib yang harus disembunyikan. Hari ini 5 warga Kotamobagu yang merupakan saudara-saudara kita sedang mengalami musibah. Saya mengajak kita sekalian untuk tetap menyayangi mereka, jangan pernah menunjukkan antipati, jangan kucilkan mereka, jangan pernah melukai hati dan perasaan mereka, atau menunjukkan sikap dan perilaku yang akan melukai perasaan mereka dan keluarganya. Jangan lagi ada bahasa yang menyudutkan atau secara langsung mengatakan bahwa merekalah yang telah membawa virus ini ke daerah kita. Mari kita bantu mereka dan keluarganya, kita berikan mereka dorongan dan motiviasi untuk bangkit dan melawan virus ini. Kita doakan agar saudara-saudara kita ini senantiasa diberikan kekuatan untuk melewati ini semua dan bisa segera sembuh. Mereka adalah saudara-saudara kita semua, bagian dari kita seluruh masyarakat Kotamobagu.
Saya sangat mengapresiasi ketika beberapa waktu lalu, setelah hasil rapid test beberapa warga dinyatakan positif, banyak masyarakat secara langsung bahu-membahu memberikan bantuan kepada mereka dan keluarganya. Sebenarnya sikap dan kepedulian seperti inilah yang harus kita jaga, pelihara dan pertahankan di tengah situasi bencana seperti saat ini. Sekali lagi mari tetap kita sayangi, kita bantu dan doakan mereka agar bisa segera bangkit dan pulih kembali.
3. Saya dan jajaran Pemerintah Kota Kotamobagu telah berkomitmen siap lahir batin untuk mengalokasikan anggaran selama penanganan Covid-19 ini, jika kemudian situasi terus berlanjut hingga Desember 2020. Kami sudah menyiapkan berbagai skenario yang jelas dan terukur untuk melakukan penanganan terhadap penyebaran virus ini, terutama penyediaan social safety net (Jaring Pengamanan Sosial) bagi masyarakat terdampak langsung dan sangat membutuhkan bantuan. Yakinlah bahwa Pemerintah Kota Kotamobagu akan selalu ada untuk seluruh masyarakat Kotamobagu.
Untuk itu kepada seluruh masyarakat Kota Kotamobagu saya minta untuk tetap tenang, jangan panik tapi tetap waspada. Mari kita tetap mematuhi Protokol Covid-19 yang sudah ditetapkan, meningkatkan kedisiplinan kita, mulai dari menjaga pola hidup bersih dan sehat, rajin cuci tangan, selalu gunakan masker, terus menerapkan social distancing dan physical distancing, tetap di rumah, serta selalu mengikuti anjuran pemerintah. Karena tidak ada yang bisa memutus rantai penyebaran ini selain kita semua, terutama masyarakat Kotamobagu.
4. Kepada seluruh masayarakat Kota Kotamobagu sekali lagi saya minta untuk tetap menjaga rasa persaudaraan dan kebersamaan kita semua dengan tetap menjunjung tinggi falsafah Mototompiaan, Mototabian Bo Mototanoban, yang sudah mengakar kuat dan menjadi identitas kultur kita selama ini. Social distancing dan physical distancing tidak harus membuat kita jauh secara emosional, malah seharusnya lebih mendekatkan ikatan persaudaraan. Mari kita saling bantu, saling menjaga, saling berempati, saling menyayangi, saling menguatkan serta saling mendoakan.
Kepada para pihak tertentu yang masih saja terus menggiring hal ini ke ranah politik, saya minta mari kita sudahi perbedaan yang terjadi selama ini. Mari kita hentikan saling kritik dan saling menyakiti, mari hentikan kegaduhan yang hanya akan menciptakan keresahan di tengah masyarakat. Kasihan masyarakat kita yang terus menerus menjadi korban. Masyarakat Kotamobagu saat ini sangat membutuhkan perhatian dan kerjasama kita semua.
5. Dan untuk saudara-saudaraku para pekerja pers di wilayah Kota Kotamobagu, saya sangat mengharapkan bantuan kalian untuk terus membangun optimisme di tengah masyarakat Kotamobagu, teruslah bangun kesadaran, kebersamaan dan soliditas serta keyakinan seluruh masyarakat bahwa kita pasti akan bisa melewati semua cobaan ini.
ZONA BOLMUT – Pemerintah Daerah (Pemda) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) meniadakan safari ramadhan atau tarwih keliling yang biasanya dilakukan dalam mengisi kegiatan selama bulan ramadhan. Hal ini tentunya berkaitan erat dengan upaya pencegahan penyebaran pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).
Bupati Drs Depri Pontoh, saat dijumpai diruang kerjanya, Kamis (23/4), mengatakan safari ramadhan yang menjadi agenda rutin ditiadakan pada bulan ramadhan tahun ini. “Saat ini kita diperhadapkan dengan bencana sehingga harus menunda kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk dapat menghindari keramaian. “Karena sejatinya kami (Pemda) tidak pernah melarang orang untuk melakukan ibadah. Silakan saja itu hak kalian. Kami (Pemda) hanya mengimbau jangan ada kerumunan masa yang banyak, karena virus ini (covid 19) proses terjangkitnya sangat cepat. Alangkah baiknya sholat Tarwih dan Jumat di rumah saja,” imbaunya. (Rendi)
ZONA BOLMUT – Pemerintah Daerah (Pemda) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) membantu masyarakat kurang mampu melalui stimulus Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH) dan serta bantuan Sembilan bahan pokok (Sembako).
Bupati Drs Hi Depri Pontoh, menjelaskan ada sekira 26.448 penerima penerima bantuan berdasarkan data Kementrian Sosial (Kemensos). “Setelah dihitung, ada empat ribu lebih Kepala Keluarga kurang mampu yang belum menerima bantuan. Ini tetap menjadi sasaran pemerintah. Datanya akan dikirim hari ini ke Kemensos,” kata bupati.
Bagi masyarakat yang sudah mendapatkan sembako, ia mengungkapkan tidak bisa lagi menerima PKH atau BLT. “Ini untuk menjaga agar bantuan tersebut tidak tumpang tindih. Yang dapat sembako adalah yang belum tersentuh bantuan (PKH dan BLT),” ungkapnya.
Bantuan dari Dinsos sudah disalurkan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bolangitang Barat, Kaidipang dan Pinogaluman. Bantuan sebelumnya dari BNPB juga sudah disalurkan di Kecamatan Bolangitang Timur, Bintauna dan Sangkub. (rendi)
ZONA KOTAMOBAGU – Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bisa dicegah dengan disiplin dan gotong royong. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr Tanty Korompot MMKes, Kamis (23/4).
“Penyebaran Covid-19 bisa dicegah dengan disiplin yang kuat dan semangat gotong royong. Disiplin jaga jarak, disiplin menggunakan masker, disiplin menghindari kerumuman serta disiplin cuci tangan pakai sabun menggunakan air mengalir,” katanya.
“Ini harus dilakukan bersama-sama, secara terus menerus dan tidak boleh terputus. Kemudian sikap gotong royong juga sangat dibutuhkan saat kondisi sulit seperti saat ini,” tambahnya. (guf)
Gugus Tugas penanganan Covid-19 mengumumkan 5 warga Kotamobagu positif Covid-19.
ZONA KOTAMOBAGU – Gugus Tugas penanganan Covid-19, Pemkot Kotamobagu mengumumkan ada Lima warga yang terkonfirmasi positif terjangkit virus corona.
Kelima orang tersebut dinyatakan positif Covid-19 setelah melewati pemeriksaan swab test.
“Setelah dilakukan pemeriksaan. Pada hari ini ada 5 orang yang dinyatakan positif hasil swab. Lima orang tersebut merupakan warga Kelurahan Mongkonai 1 orang dan Mogolaing empat orang,” ungkap Kadis Kesehatan, dr Tanty Korompot, Kamis (23/4).
Untuk itu, dirinya terus mengimbau agar masyarakat tetap mengikuti anjuran pemerintah dalam mencegah penyebaran covid-19. “Semangat gotong royong antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah wabah ini agar tidak menyebar,” harapnya. (guf)
ZONA KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) terus mengoptimalkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Kotamobagu. Salah satu yang dilakukan adalah menggeser anggaran puluhan miliar rupiah untuk penanganannya.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Sugiarto Yunus, mengatakan pergeseran anggaran untuk optimalisasi pencegahan penyebaran Covid-19 sudah dilakukan dalam dua tahap. Saat ini, pihaknya juga kata dia sedang menggeser anggaran untuk tahap III.
“Tahap I anggaran yang digeser 9,9 miliar untuk mengakomodir dana bantuan penanggulangan bencana, kemudian tahap II 17,6 miliar untuk penanganan Covid-19 sebagaimana arahan presiden, Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri, termasuk petunjuk wali kota,” katanya.
Ia mengungkapkan, pergeseran anggaran tahap III dilakukan berdasarkan SKB Mendagri dan Menkeu, termasuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2020 Dalam Rangka Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional.
“Tahap ketiga ini terjadi perubahan atas besaran dana transfer dari pemerintah pusat, baik itu Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Insentif Daerah (DID), maupun Dana Alokasi Khusus (DAK), yang mengharuskan kami melakukan penyesuaian terhadap komponen belanja dan pendapatan daerah, termasuk melakukan penyesuaian terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk total besaran pagu yang digeser, saat ini tinggal menunggu hasil penyesuaian dalam aplikasi Simda,” ungkapnya.
Ia mengakui, besarnya anggaran yang akan digeser untuk penanganan Covid-19 tak mempengaruhi kesiapan anggaran yang akan dialokasikan Pemkot. Apalagi kata dia, Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan terus memberi arahan dan petunjuk selama penyesuaian komponen pendapatan dan belanja daerah yang termuat dalam dokumen APBD.
“TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) telah melakukan penghitungan dengan berbagai pertimbangan yang ada, termasuk menyiapkan skenario yang jelas dan terukur. Ini untuk mengantisipasi jika kondisi ini masih terus berlanjut sampai akhir tahun. Petunjuk ibu wali kota (Tatong Bara) dan pak wakil wali kota (Nayodo Koerniawan) sangat jelas. Jadi kami tidak pernah bingung dalam melakukan pergeseran. Insya Allah kami siap lahir batin dalam penanganan Covid-19 ini,” ujarnya. (guf)