ZONA KOTAMOBAGU — Jamaah tabligh yang mengikuti Ijtima di Gowa beberapa waktu lalu, diminta segera memeriksakan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu. Hal ini diutarakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr Tanty Korompot MMkes, saat konferensi pers, Selasa (14/4).
“Kami meminta kepada peserta ijtima di gowa yang belum memeriksakan diri, agar segera ke RSUD Kotamobagu untuk pemeriksaan kesehatan. Kalau tidak kooperatif kami akan jemput,” katanya. (guf)
ZONA KOTAMOBAGU – Gugus Tugas Covid-19 Pemkot Kotamobagu mengumumkan sebanyak 7 warga Kotamobagu positif saat dilakukan tes cepat rapid test. Ini dikatakan Kadis Kesehatan Tanty Korompot, Selasa (14/4) siang ini.
“Setelah melakukan tes cepat rapid tes kepada 52 jamaah tablig yang melaksanakan kegiatan di Gowa, sebanyak 7 warga Kotamobagu dinyatakan positif hasil rapit tes,” katanya.
Meski begitu Pemkot masih menunggu hasil Swab test, beberapa hari kedepan dari laboratorium Makassar.
Saat ini ke-tujuh warga tersebut sudah diisolasi di Rumah Sakit Kotamobagu untuk perawatan. (guf)
ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota, Tatong Bara, meminta jajaran pemerintah desa dan kelurahan untuk terus meningkatkan kewaspadaan di wilayah masing-masing. Hal ini disampaikan wali kota pekan lalu, kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya.
Menurut wali kota, kewaspadaan di desa dan kelurahan sangat penting dan urgent dilakukan. “Sebab merekalah (perangkat desa/kelurahan) yang paling tahun kondisi rill di masyarakat, terutama lalu lintas orang yang datang di wilayah mereka,” kata wali kota.
Selain itu, wali kota menekankan agar patroli rutin juga harus terus dilakukan. “Bila ada warga yang baru datang dari luar daerah, apalagi daerah dengan status zona merah, maka mereka harus segera melapor dan berkoordinasi dengan tim gugus tugas untuk diambil tindakan,” ujar wali kota.
Disisi lain, wali kota mengapresiasi kinerja tim gugus tugas yang setiap hari tanpa lelah berpatroli keliling desa-kelurahan serta menyampaikan himbauan kepada masyarakat. “Saya sangat mengapresiasi kinerja dari tim gugus tugas. Setiap hari mereka tanpa lelah menyampaikan himbauan sekaligus menggugah kesadaran masyarakat. Dan itu akan terus dilakukan,” sebut wali kota. (guf)
ZONA POLITIK — Upaya tim medis dalam menangani pasien covid-19 mendapat support dari ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Kotamobagu, Jusran Debby Mokolanot (JDM).
Kepada sejumlah awak media, Aleg tiga periode ini mengajak juga seluruh lapisan masyarakat agar dapat mensuport medis dalam menjalankan tugas mereka untuk menyelamatkan ancaman covid 19.
“Bayangkan kalau tenaga medis terpapar atau karena kontak dengan pasien yang di diagnosa awal positiv, berarti akan di isolasi. Maka akan mengurangi tenaga medis yang bertugas. Mari kita support tenaga medis dan keluarganya,” jelas Jusran.
Di sisi lain JDM berharap, semua tim medis yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) agar dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD). Pasalnya kata Jusran, sebelum diketahui hasil diagnosa pasien baru masuk, petugas medis di IGD yang bersentuhan langsung dengan mereka.
“Untuk mengantisipasi awal, Gugus covid19 dan pihak rumah sakit swasta agar memprioritaskan APD tenaga medis IGD karena semua pasien masuk IGD sebelum masuk ruangan,” ujarnya.
“Tentu yang wajib lengkap APD adalah medis yang bertugas di ruangan isolasi rumah sakit rujukan pasien positiv Corona,” tambahnya. (guf)
Tim Satgas Covid-19 Bolmut mengumumkan 1 pasien bertatus PDP melalui konferensi pers, Senin (13/4), di Kantor Dinas Kesehatan.
ZONA BOLMUT – Satu orang warga Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) yang sebelumnya berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) kini berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr Jusnan C Mokoginta MARS, saat konferensi pers di Kantor Dinkes, Senin (13/4).
Menurutnya, pasien yang bersangkutan dirawat di RSUD Bolmut. Setelah penanganan awal oleh tim dokter, pasien menunjukkan gejala mirip dengan Covid-19 seperti panas dan batuk. “Tapi hasil rapid tes pasien masih negatif,” katanya.
Ia mengungkapkan, pasien tersebut saat ini masih dirawat di RSUD Bolmut. “Kita sudah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Sulawesi Utara, dan diperbolehkan untuk sementara dirawat di sini sambil melihat kondisi pasien sesuai protokol penanganan pasien Covid-19,” ungkapnya.
Lanjutnya, pihaknya juga berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara mengenai pengambilan sampel pasien untuk dilakukan tes swab. “Semoga saja hasilnya negatif,” ujarnya.
Satu pasien bertatus PDP tersebut diketahui merupakan salah satu anggota rombongan yang belum lama ini pulang dari Surabaya, Jawa Timur. (Rendi)
ZONA BOLMUT – Pemerintah Daerah (Pemda) memastikan kesiapan bahan pokok (bapok) yang akan segera disalurkan kepada masyarakat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Viktor Nanlessy, mengatakan bapok itu akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu, maupun yang terdampak Covid-19. “Tadi saya dan Pak Wabup meninjau langsung ketersediaan bahan pokok. Semua sudah siap. Tinggal di-packing, setelah itu baru disalurkan,” katanya, Senin (13/4).
Bapok yang akan diberikan ke masyarakat berupa; beras, ikan kaleng, mie instan dan telur. “Bantuan ini langsung dari BNPB. Penerimanya ada 2.047 KK. Kemudian Pemda juga sedang mempersiapakan bantuan berupa beras, minyak kelapa, gula dan kopi. Ini untuk persediaan masyarakat dalam menghadapi bulan suci ramadhan. Penerimanya 10.000 KK,” ungkapnya.
Penyaluran bantuan tersebut direncanakan akan dimulai pekan depan. “Paling cepat minggu depan sudah mulai penyalurannya,” tambahnya. (Rendi)
ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota, Tatong Bara, meminta dukungan semua komponen masyarakat dalam mendukung langkah dan upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) dalam pencegahan penyebaran dan penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Hal ini diutarakan wali kota kepada sejumlah wartawan, pekan lalu.
Menurutnya, apapun yang dilakukan Pemkot di tengah situasi pandemic virus corona saat ini, tidak akan berbuah hasil tanpa ada dukungan nyata dari seluruh komponen masyarakat. “Kami sangat membutuhkan dukungan seluruh masyarakat,” kata wali kota.
Jumlah kasus di Sulawesi Utara yang terus bertambah setiap hari menjadi tanda awas bagi semua masyarakat. Oleh karena itu, wali kota berharap ada kesadaran secara kolektif dalam menghadapi kondisi darurat seperti saat ini. “Tidak ada satupun di antara kita yang menginginkan kondisi seperti saat ini. Yang sangat disayangkan, saat kondisi begini masih ada pihak-pihak tertentu yang hanya menebar hal-hal yang tidak benar di masyarakat dan menibumlkan polemik berkepanjangan, mengkritik tanpa memahami persoalan sebenarnya, bahkan sampai membawanya ke ranah politik. Kasihan masyarakat kita yang selalu menjadi korban oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya.
Wali kota mengungkapkan, tujuan utama penerapan aturan yang dilaksanakan Pemkot adalah untuk keselamatan seluruh masyarakat Kota Kotamobagu. “Tidak ada salahnya ketika kita seluruh masyarakat mulai meningkatkan kesadaran terhadap bahaya virus ini, saling menjaga dan saling menyadarkan. Di tengah kondisi seperti saat ini, hukum tertinggi adalah keselamatan masyarakat. Saya akan berjuang dengan segala daya dan upaya yang kami miliki untuk menyelamatkan seluruh masyarakat Kota Kotamobagu,” ungkap wali kota.
Selain bersama-sama melawan virus corona, wali kota juga mengajak masyarakat untuk senantiasa berdoa kepada yang maha kuasa agar Kota Kotamobagu bisa dilindungi dan dijauhkan dari vorus corona. “Mari kita sama-sama berdoa agar wabah virus ini tidak sampai di Kota Kotamobagu. Insya allah ini akan segera berakhir,” harapnya. (guf)
ZONA KOTAMOBAGU – Meski sudah dinyatakan sembuh dan tidak lagi berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid 19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu tetap melakukan pengawasan terhadap PDP yang sembuh.
“PDP yang sudah tidak ada gejala klinis, tidak ada yang menjamin untuk tetap aman dari virus corona. Siapapun dia. Sehingga harus selalu waspada dengan tetap mematuhi anjuran dan imbauan pemerintah,” kata Kepala Dinas Kesehatan dr Tanty Korompot, Senin (13/4).
Lanjutnya, selain terus diawasi Dinas Kesehatan, pasien yang sudah sembuh juga harus menaati aturan protokol penanganan Covid 19 dengan menerapkan physical distancing (jaga jarak; fisik) baik di rumah dan lingkungan.
“Jadi pengawasan dilakukan secara mandiri baik dari pihak keluarga dan dinas kesehatan. Dan diharapkan tidak melakukan aktivitas di luar rumah. Kemudian selalu mencuci tangan dengan sabun serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, dari data pemantauan Covid 19 Kota Kotamobagu, 13 April 2020, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) terus berkurang yakni 44 orang. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP), sudah tidak ada atau 0 orang. Kemudian positif, 0 orang. (guf)
ZONA KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu nol Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Positif. Ini berdasarkan data pemantauan Covid-19 yang di-update Minggu (12/4/). Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 44. Jumlah itu turun dibandingkan sehari sebelumnya atau Sabtu (11/4) yakni sebanyak 54. (guf)
ZONA KOTAMOBAGU – 26 tenaga medis yang bertugas di RSUD Kotamobagu harus menjalani karantina selama 14 hari. Keputusan diisolasinya ke-26 tenaga medis itu, pasca merawat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Desa Mopuya, Kabupaten Bolaang Mongondow, selama lima jam di Instalasi Gawat Darurat RSUD, yang kemudian dinyatakan meninggal dunia di RSUP Kandou, Manado, Jumat (10/4) pagi tadi.
“Ada 4 orang perawat yang kontak langsung dengan pasien dan 22 lainnya yang bertugas di IGD pada Rabu kemarin langsung kita isolasi,” kata Kepala Bagian Umum RSUD, Yusrin Mantali, Jumat (10/4).
Dirinya menerangkan, 26 tenaga kesehatan RSUD ini diisolasi di Rusunawa Pobundayan. “Mereka kita isolasi di Rusunawa yang berada di samping RSUD mulai malam ini hingga 14 hari kedepan,” terangnya.
Untuk mengisi kekosongan perawat di IGD, pihaknya akan segera melakukan pengisian dengan melakukan rolling tenaga perawat dari ruangan lain.
“IGD harus 26 orang perawat. Dan kehilangan mereka tidak akan berpengaruh karena akan kita isi dengan perawat yang bertugas di ruangan lain. Kami juga meminta agar masyarakat yang datang ke RSUD untuk jujur terkait penyakitnya serta riwayat perjalan dari pasien. Tenaga medis juga harus kita lindungi agar tidak ada lagi kejadian seperti ini,” tegasnya. (guf)