
ZONA KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) terus memaksimalkan pencegahan penyebaran Covid-19 melalui pasar tradisional. Selain membatasi jam operasional di tempat yang menjadi pusat transaksi dan interaksi orang banyak itu, Pemkot juga menyediakan tempat cuci tangan bagi pedagang dan pengunjung pasar.
Kepala Disdagkop-UKM, Herman Aray, mengatakan ada sembilan tempat cuci tangan yang disiapkan. Lima tempat di Pasar 23 Maret, 1 Jalan Kartini, 2 di Pasar Serasi dan 1 di Pasar Poyowa Kecil. Selain itu, ada juga satu tong/wadah cuci tangan yang disiapkan Baznas di Jalan Kartini.
“Satu tong tempat cuci tangan berkapasitas 350 liter sekaligus sabun cuci tangan. Ada petugas yang kita siagakan di sana. Jadi selain wajib mencuci tangan sebelum beraktivitas di pasar, pedagang maupun pengunjung juga diwajibkan menggunakan masker,” katanya, Selasa (7/4).
Kepala Bidang Perdagangan, Apri Djunaidi Paputungan, mengungkapkan pihaknya juga akan menata kembali jarak tempat berjualan pedagang. “Jarak antar pedagang akan kita atur lagi. Minimal 1,5 meter, agar tidak terlalu berdekatan,” ungkapnya.
Disisi lain, ia mengimbau masyarakat dapat mematuhi ketentuan pemerintah terkait aktivitas jual-beli di pasar. “Kita harap kerja sama dari masyarakat. Ini demi kita semua,” tambahnya. (guf)




ZONA BOLMUT – Pemerintah Daerah (Pemda) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menjamin ketersediaan pangan di tengah pandemi virus corona, termasuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hingga bulan ramadhan.
ZONA KOTAMOBAGU – Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Kotamobagu tersisa 89 orang. Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 1 orang dan positif masih tetap 0. Demikian data pemantauan Covid-19 di Kota Kotamobagu yang diupdate Senin (6/4) pukul 07.00 Wita.


ZONA POLITIK — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kotamobagu menunggu usulan anggaran dari Pemkot, yang akan digunakan untuk pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19.