Beranda blog Halaman 433

Pemkot Siapkan Tempat Cuci Tangan untuk Pedagang dan Pengunjung Pasar

Dinas Perdagangan, koperasi dan UKM menyediakan tempat cuci tangan di pasar tradisional.

ZONA KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) terus memaksimalkan pencegahan penyebaran Covid-19 melalui pasar tradisional. Selain membatasi jam operasional di tempat yang menjadi pusat transaksi dan interaksi orang banyak itu, Pemkot juga menyediakan tempat cuci tangan bagi pedagang dan pengunjung pasar.

Kepala Disdagkop-UKM, Herman Aray, mengatakan ada sembilan tempat cuci tangan yang disiapkan. Lima tempat di Pasar 23 Maret, 1 Jalan Kartini, 2 di Pasar Serasi dan 1 di Pasar Poyowa Kecil. Selain itu, ada juga satu tong/wadah cuci tangan yang disiapkan Baznas di Jalan Kartini.

“Satu tong tempat cuci tangan berkapasitas 350 liter sekaligus sabun cuci tangan. Ada petugas yang kita siagakan di sana. Jadi selain wajib mencuci tangan sebelum beraktivitas di pasar, pedagang maupun pengunjung juga diwajibkan menggunakan masker,” katanya, Selasa (7/4).

Kepala Bidang Perdagangan, Apri Djunaidi Paputungan, mengungkapkan pihaknya juga akan menata kembali jarak tempat berjualan pedagang. “Jarak antar pedagang akan kita atur lagi. Minimal 1,5 meter, agar tidak terlalu berdekatan,” ungkapnya.

Disisi lain, ia mengimbau masyarakat dapat mematuhi ketentuan pemerintah terkait aktivitas jual-beli di pasar. “Kita harap kerja sama dari masyarakat. Ini demi kita semua,” tambahnya. (guf)

Olah Hasil Komoditi Pertanian jadi Cemilan, Warga Upai ini Untung Jutaan Rupiah per Pekan

Kentang goreng hasil olahan Yeti Makalunsenge siap diedarkan.

ZONA KOTAMOBAGU – Pembatasan aktivitas di pasar akibat pandemi virus corona, tak membuat pedagang di Kota Kotamobagu putus asa. Kondisi ini justru dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengembangkan bisnis usaha baru. Seperti yang dilakukan Yeti Makalunsenge, warga Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara.

Sejak dua pekan terakhir, ia mulai menjalankan bisnis usaha dari rumah dengan mengolah hasil komoditi pertanian seperti kentang, kacang dan pisang menjadi cemilan. Selanjutnya, cemilan hasil olahannya itu dijual ke warung-warung yang ada di Kota Kotamobagu dan daerah tetangga lainnya, seperti Dumoga dan Lolak (Bolmong) serta Bolsel. “Alhamdulillah hasilnya lumayan. Bisa sampai dua juta dalam sekali produksi,” katanya, Senin (7/4).

Cemilan hasil olahannya seperti kentang goreng, kacang goreng dan keripik pisang dijual dengan harga bervariasi. Kentang goreng dijual seharga Rp25 ribu dan Rp15 ribu per bungkus yang disesuaikan degan ukuran kemasannya. Sedangkan kacang goreng dijualnya seharga Rp10 ribu per 13 bungkus, dan keripik pisang 1.000 per bungkus. “Dalam seminggu bisa sampai tiga kali membuat kentang goreng, kacang goreng dan keripik pisang,” ujarnya.

Untuk mendapatkan kentang sebagai bahan dasar membuat kentang goreng, ia mengungkapkan dirinya membeli langsung kepada petani di Desa Insil, Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolmong. Harga per karungnya Rp150 ribu. Sedangkan kacang tanah dibelinya di pasar tradisional yang ada di Kota Kotamobagu. Per kilo gram dibelinya Rp30 ribu. “Kalau pisang saya ambil di kebun sendiri. Biasanya di jual di pasar, tapi karena ada pembatasan aktivitas jadi saya olah jadi keripik dan di jual sendiri,” ungkapnya. (gjm)

Bupati Video Conference dengan Kepala BPK Perwakilan Sulut Soal LKPD Unaudit 2019

Bupati Drs Hi Depri Pontoh (kiri) dan Wakil Bupati Drs Amin Lasena MAP (kanan), saat mengikuti video conference bersama Kepala BPK Perwakilan Sulawesi Utara.

Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Drs H Depri Pontoh, mengikuti proses Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) unaudited Tahun 2019 Kepada Kepala BPK Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Karyadi SE MM,Ak CA CFrA CSFA, melalui video conference di ruang kerja bupati, Senin (6/4).

Bupati, wakil bupati dan jajarannya saat mengikuti video conference bersama Kepala BPK Perwakilan Sulut, di ruang kerja bupati.

Dalam kegiatan itu, bupati mengatakan ada dua opsi yang disampaikan Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Sulut kepada seluruh kepala daerah se-Provinsi Sulawesi Utara. Pertama; pemeriksaan akan dilanjutkan dalam sisa dua puluh hari. Kedua; akan ada penundaan pemeriksaan dengan syarat setiap kepala daerah melakukan Memorandum of Understanding (MoU).

Suasana di ruang kerja bupati saat video conference.

Video conference bersama Kepala BPK itu juga diikuti Gubernur Olly Dondokambey, Ketua DPRD Provinsi Sulut Andrei Angouw serta para bupati dan wali kota se-Sulut. (advertorial)

Pemda Jamin Ketersediaan Pangan Jelang Ramadhan

ZONA BOLMUT – Pemerintah Daerah (Pemda) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menjamin ketersediaan pangan di tengah pandemi virus corona, termasuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hingga bulan ramadhan.

Menurut Bupati Drs Hi Depri Pontoh, pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi kerawanan pangan sebagai dampak pandemi virus corona. “Pemerintah sudah menyiapkan cadangan pangan untuk masyarakat apabila memang terjadi kerawanan dalam penyebaran wabah Covid-19. Pemerintah takkan membiarkan masyarakat kekurangan pangan, apalagi memasuki bulan ramadhan nanti,” kata bupati, saat konferensi pers di ruang kerjanya, Senin (6/4).

Di Kabupaten Bolmut saat ini masih nol positif corona. Namun demikian, Pemda tetap melakukan berbagai langkah antisipasi. “Kita sudah menggeser anggaran untuk Dinas Kesehatan, khususnya pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) sejumlah 3,5 miliar,” ujar bupati. (Rendi)

Wali Kota Tunjuk Plt Sekretaris DLH

Penyerahan surat perintah wali kota dari Sekretaris Daerah Sande Dodo, kepada Plt Sekretaris DLH Indrawan Mokoginta.

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Tatong Bara menunjuk Indrawan Mokoginta sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Surat perintah wali kota diserahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Sande Dodo, Senin (6/4), di ruang kerjanya, kepada pejabat yang bersangkutan.

Selain ditunjuk sebagai Plt Sekretaris DLH, Indrawan Mokoginta juga tetap melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pejabat definitif Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup di instansi tersebut.

“Selamat bekerja sebagai sekretaris mulai hari ini. Tunjukkan kinerja yang baik dan pertanggungjawabkan amanah yang diberikan ibu wali kota ini,” kata Sekretaris Daerah, Sande Dodo. (gjm)

Update Covid-19 Kota Kotamobagu; Jumlah ODP Turun, PDP 1 Orang

ZONA KOTAMOBAGU – Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Kotamobagu tersisa 89 orang. Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 1 orang dan positif masih tetap 0. Demikian data pemantauan Covid-19 di Kota Kotamobagu yang diupdate Senin (6/4) pukul 07.00 Wita.

“Tentu ini merupakan kabar menggembirakan, karena selain pengurangan jumlah ODP dan PDP, sejauh ini juga belum ada satupun yang positif,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr Tanty Korompot MMkes.

Disisi lain, ia mengimbau masyarakat tetap mematuhi imbauan pemerintah mengenai physical distancing dan work from home sebagai upaya memutus rantai penyebaran covid-19. “Kemudian bagi ODP, kita harapkan dapat mengikuti protokol penanganan Covid-19 dengan tetap mengisolasi mandiri selama 14 hari. Ini demi kepentingan kita bersama,” imbaunya. (gjm)

Belum ada PDP dan Positif Covid-19, Jusnan: Lebih Baik di Rumah Saja Daripada di Rumah Sakit

Update Covid-19 Bolmut Senin (6/4).

ZONA BOLMUT – Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara tetap nol atau masih sama seperti sebelum-sebelumnya. Demikian hasil update Covid-19 Senin (6/4).

“Bolmut baru ada 7 orang ODP. Sedangkan untuk PDP dan positif corona belum ada,” ungkap salah satu Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Pemkab Bolmut, dr Jusnan C Mokoginta MARS.

Dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-18, pemerintah daerah telah melakukan pemeriksaan pada 930 orang dalam perjalanan (ORP). Dimana hasilnya belum ada yang menunjukan tanda-tanda ODP dan PDP bahkan positif. “Pemeriksaan ini kita lakukan lewat hasil skrining di seluruh wilayah Kabupaten Bolmut,“ ujarnya.

Lanjutnya, pencegahan penyebaran Covid-19 dilakukan dengan kerja sama antara pemerintah dan seluruh stakeholder yang terus peduli akan penanganan masuknya covid-19 di Kabupaten Bolmut. “Untuk itu kami menghimbau kedisiplinan kerja sama ini dapat kita pertahankan dan lebih ditingkatkan, dengan saling berkoordinasi, ketika ada masyarakat yang mengalami sakit serta yang baru datang dari luar daerah,” jelasnya.

Disisi lain, Jusnan menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap mematuhi aturan pemerintah dengan melakukan pola hidup sehat dan bersih serta mengurangi kegiatan-kegiatan yang dapat mengumpul banyak orang. “Dengan mengikuti aturan pemerintah, bisa dipastikan kita akan terhindar dari ancaman virus ini. Lebih baik di rumah saja daripada di rumah sakit,”tutupnya. (Rendi)

Update Covid-19, Bolmut Masih Zero PDP

Data Covid-19 Kabupaten Bolaang Mongondow Utara update Minggu (5/4).

ZONA BOLMUT – Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) masih nol. Data ini merupakan hasil update Minggu (5/4).

“Untuk ODP (Orang Dalam Pemantauan) ada 6 orang. Kemudian 2 OTG (Orang Tanpa Gejala) dan zero PDP,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr Jusnan C Mokoginta MARS.

Sementara untuk jumlah Orang Riwayat Perjalanan (ORP) di Kabupaten Bolmut menjadi 868 orang. Jumlah ini naik dibandingkan sehari sebelumnya atau Sabtu (4/4) yang berjumlah 760. (Rendi)

Minim APD, Gugus Tugas Perbatasan Bolmut-Gorontalo Rentan Terjangkit

ZONA BOLMUT – Sudah dua minggu lamanya para tim gugus tugas yang berjaga di perbatasan bolmut-gorontalo tetap memperketat penjagaan.

Hasil pantauan media ini, Jumat, (3/4) malam, meski menggunakan dengan Alat Pelindung Diri yang seadanya mereka tetap melakukan pemeriksaan. Namun, tetap sesuai prosedur keamanan dengan melakukan scan suhu drive through atau tetap didalam mobil.

“Meski rentan terkena virus mematikan ini. Namun, untuk pemakaian APD kami sudah sesuai prosedur tidak untuk gaya-gayaan,” ungkap salah satu petugas jaga Didi. (Rendi)

Tangani Covid-19, DPRD Tunggu Usulan Anggaran Pemkot

ZONA POLITIK — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kotamobagu menunggu usulan anggaran dari Pemkot, yang akan digunakan untuk pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19.

Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Kotamobagu Meidy Makalalag. Ia berharap Pemkot dapat secepatnya mengusulkan pergeseran anggaran yang akan digunakan untuk melakukan langkah pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di Kotamobagu.

“Apalagi ini merupakan kebutuhan mendesak, sehingga diharapkan ini menjadi perhatian, sebab kita sebagai legislatif, siap menerima usulan tersebut, demi kepentingan kemanusiaan,” jelasnya.

Ia mengakui, hingga saat ini belum ada usulan pergeseran anggaran yang dimasukan, sehingga diharapkan harus menjadi prioritas bersama demi mencegah dan memutuskan mata rantai penularan Covid-19.

Sekedar informasi Pemkot Kotamobagu beberawa waktu lalu merencanakan akan menggeser sekitar Rp15,4 miliar yang terdiri dari Rp2,6 miliar untuk pengadaan APD dan Rp12,7 miliar khusus operasional pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19. (guf)