Wali Kota, Tatong Bara, saat menyerahkan dokumen kependudukan kepada warga yang terdampak kebakaran.
ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota, Ir Tatong Bara, mengunjungi SDN 1 Motoboi Besar dan rumah warga yang terdampak kebakaran, Jumat (31/1). Dalam kunjungan itu, wali kota didampingi sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Kedatangan wali kota dan jajarannya itu sebagai bentuk keprihatinan atas musibah kebakaran yang terjadi di sekolah dan dua rumah warga Kelurahan Motoboi Besar.
Pada kesempatan itu, wali kota menyerahkan dokumen kependudukan kepada Keluarga Fuad Lolangion dan Muliati Lolangion yang rumahnya ikut terdampak kebakaran yang terjadi Kamis (30/1). Dokumen kependudukan yang diserahkan adalah KTP, Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran. (gjm)
ZONA KOTAMOBAGU – Dewan Kota (Dekot) mengundang Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pengelola aset daerah yang berpotensi mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Kamis (30/1). Hal itu dilakukan sebagai bagian dari tahapan dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang retribusi pemakaian kekayaan daerah.
“Ini dalam rangka mapping aset-aset daerah yang akan dijadikan objek retribusi, karena Ranperda tentang retribusi pemakaian kekayaan daerah sudah (paripurna) tahap I,” kata Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Anugerah Beggie Chandra Gobel.
SKPD yang diundang adalah Dinas Pertanian yang berkaitan dengan pengelolaan Balai Benih Ikan (BBI), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mengenai lapangan futsal dan kolam renang di Gelora Ambang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berkaitan dengan penggunaan alat berat, serta Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD). (gjm)
ZONA KOTAMOBAGU – Potensi pertanian di wilayah Kota Kotamobagu hingga saat ini terus dikembangkan oleh pemerintah daerah setempat, salah satunya dengan melakukan pemetaan kawasan pertanian organic, berdasarkan wilayah.
Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kotamobagu Mulijadi Suratinojo lewat Kepala Bidang Tanaman pangan dan Hortikultura, Ramjan Mokoginta.
“Contohnya potensi pertanian di Kecamatan Kotamobagu Utara di adalah tanaman Kakao, sementara di Kotamobagu Selatan lebih mengarah kepada kopi jenis arabika, tentu itu yang kita dorong, sehingga pengembangan hasil pertaniannya bisa terarah,” ucap Ramjan.
Kedepan, masih kata Ramjan dengan proses pemetaan seperti itu, maka pengembangan pertanian akan dipusatkan di tiap Kecamatan, sesuai dengan kecocokan tanaman berdasarkan pemetaan yang dilakukan mereka.
“Nantinya, dari pemetaan itu, Kecamatan Kotamobagu Utara bisa dijadikan pusat pengembangan tanaman kakao, begitu juga dengan Kecamatan Kotamobagu Selatan yang bisa diarahkan menjadi pusat pengembangan tanaman kopi arabika,” tambahnya.
Lebih dari itu, masih kata Ramjan pihaknya juga terus berupaya untuk mendorong pengembangan pertanian secara organic, dimana hal tersebut akan terus disosialisasikan mereka ke seluruh kelompok tani yang ada di daerah itu.
“Sebab, dengan metode system pertanian organic akan lebih aman dari sisi kesehatan, dimana pupuk yang dipakai murni dari alam dan tidak ada campuran bahan kimia,’ tuturnya. (gjm)
ZONA KOTAMOBAGU – Aktivitas belajar mengajar di SDN 1 Motoboi Besar (Motbes), Kecamatan Kotamobagu Timur, terpaksa akan dipindah sementara ke sekolah lain. Pasalnya, beberapa Ruang Kegiatan Belajar (RKB) dan bangunan lainnya tak bisa ditempati lagi akibat kebakaran yang terjadi Kamis (30/1) sekira pukul 10.00 Wita.
“Untuk proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) akan dilaksanakan di SDN 2 Motoboi Besar. Itu untuk semua siswa (kelas I-VI),” kata Kepala Dinas Pendidikan, Rukmi Simbala.
Demi kelancaran proses KBM, ia mengungkapkan pihak sekolah sudah membagi jadwal belajar mengajar. “Siswa SDN 2 masuk pagi (pukul 07.00 Wita-pukul 12.00 Wita). Untuk SDN 1 masuk siang (pukul 12.30 Wita-pukul 16.30 Wita),” ungkapnya. (gjm)
Kebakaran hebat yang menghanguskan bangunan SDN 1 Motoboi Besar.
ZONA KOTAMOBAGU – Kebakaran yang menghanguskan sejumlah bangunan sekolah dan dua rumah warga di Kelurahan Motoboi Besar (Motbes), Kecamatan Kotamobagu Timur, Kamis (30/1), mengakibatkan kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
“Kerugian bangunan SD yang terbakar kurang lebih 500 juta, sesuai informasi Ibu kepala sekolah Maabi Paputungan. Sementara kebakaran dua rumah penduduk kerugiannya ditaksir sekira 150 juta,” ungkap Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Damkar, Erwin Sugeha.
Petugas Damkar Kotamobagu saat memadamkan api di ruang kelas.
Kebakaran yang terjadi sekira pukul 10.00 Wita itu diduga akibat arus pendek listrik dari ruang belakang Rumah Dinas Guru (RDG) SDN 1 Motoboi Besar.
“Objek yang terbakar antara lain, enam ruang kelas, ruang perpustakaan dan dua rumah penduduk masing-masing milik almarhum Fuad Lolangion dan Muliati Lolangion,” katanya.
Dikatakan, pihaknya menerima laporan tepat pukul 10.00 Wita. Selang sepuluh menit 4 unit armada Damkar yang dikerahkan tiba di TKP. (gjm)
Ketua DPRD Kotamobagu, Meiddy Makalalag foto bersama dengan Pemerintah Kelurahan Motoboi Kecil usai kegiatan Musrenbang.
ZONA POLITIK – Ketua DPRD, Meiddy Makalalag, menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dan RKPD Tahun 2021, yang digelar Pemerintah Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Rabu (29/1).
Ikut hadir dalam kegiatan, Anggota DPRD Kotamobagu Rewi Daun, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sity Rafiqa Bora, perwakilan dari Bapelitbangda, Lurah Motoboi Kecil serta perwakilan masyarakat.
Ketua DPRD, Meiddy Makalalag, mengatakan Musrembang merupakan salah satu amanat undang-undang yang wajib dilakukan oleh pemerintah daerah secara berjenjang, mulai dari tingkatan kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan tingkat nasional.
“Ini bertujuan untuk menyerap semua aspirasi yang menjadi usulan dari masyarakat. Baik itu diintervensi lewat APBD Kotamobagu, APBD Provinsi, maupun APBN. Artinya jika ada proyek-proyek APBN seperti tadi yang memerlukan DAK besar, itu bisa diusulkan lewat dinas terkait untuk di usulkan kembali ke tingkatan berikutnya,” ujar Meiddy.
Meiddy juga mengapresiasi Pemerintah Kelurahan Motoboi Kecil, yang sudah mengundang pihak DPRD Kotamobagu untuk turut hadir pada pembahasan Musrembang tersebut.
“Kita perlu mengapresiasi atas undangan dari pihak kelurahan Motoboi Kecil ini. Sebab, pihak DPRD sudah memiliki bayangan apa yang menjadi prioritas-prioritas yang nantinya akan dikawal. Apalagi saya dan bapak Rewi Daun merupakan perwakilan dari Kotamobagu Selatan,” jelas Meiddy.
Sementara itu, Lurah Motoboi Kecil Suryono Daun, menyampaikan ucapan terima kasih atas adanya dampingan dari pihak DPRD Kotamobagu pada Musrembang kali ini.
“Terima kasih kepada Ketua DPRD dan anggota yang telah meluangkan waktu untuk hadir pada kegiatan ini. Semoga apa yang menjadi prioritas usulan pada pembahasan Musrembang, dapat dikawal dan bisa terealisasi,” kata Suriyono. (gjm)
Kepala Diskominfo Kotamobagu saat melihat ujicoba aplikasi smart school di SMP N 4.
ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mulai menguji coba Aplikasi Smart School. Uji coba dilakukan di SMP Negeri 4 Kotamobagu.
“Alhamdulillah ujicoba aplikasi smart school di SMP 4 berjalan dengan baik,” kata Kepala Dinas Kominfo, Ahmad Yani Umar.
Lanjutnya, ujicoba aplikasi ini akan dilakukan selama satu minggu ke depan. “Tadi tim ahli IT Diskominfo melakukan scan sidik jari kepada seluruh siswa dan guru di SMP 4. Nantinya sidik jari tersebut akan di singkronkan lewat aplikasi smart school,” ujarnya.
Ia menjelaskan, cara kerja aplikasi smart school tersebut adalah memonitor kehadiran siswa dan guru tepat waktu.
“Kepala sekolah bisa melihat siswa dan guru yang datang terlambat atau tidak masuk sekolah. Kemudian aplikasi ini juga terintegrasi lewat handphone android para orang tua siswa. Jadi orang tua siswa juga langsung mengetahui kalau anaknya sudah sampai ke sekolah atau belum,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah SMP Negeri 4 kotamobagu, tim ahli Diskominfo akan melakukan pemasangan aplikasi smart scool di SDN 2 Kotamobagu.
“Esok pemasangan aplikasi kita lanjutkan di SDN 2 Kotamobagu. Tadi juga banyak sekolah yang meminta untuk pemasangan aplikasi smart school,” pungkasnya. (gjm)
Asisten II Gunawan Damopolii saat memimpin rapat kerja bersama instansi terkait membahas rencana pemindahan PKL di Jalan Kartini.
ZONA KOTAMOBAGU – Pemkot Kotamobagu menyiapkan dua lokasi alternatif terkait rencana pemindahan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Kartini.
Hal ini dikatakan Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan, Gunawan Damopolii, saat memimpin rapat kerja bersama instansi terkait, di ruang kerjanya, Rabu (29/1).
Menurutnya, pemindahan PKL di jalan Kartini menyusul adanya keluhan dari pihak pertokoan di jalan tersebut.
“Untuk itu kita lakukan rapat bersama instansi terkait, dan hasil kesimpulannya ada dua lokasi, yakni di jalan Kampus STIE kompleks Siti Barokah dan eks Kantor Bupati Bolmong di Kelurahan Kotobangon,” sebut Gunawan.
Lanjutnya, besok pagi pihaknya bersama instansi terkait akan melakukan peninjauan dua lokasi sementara untuk pemindahan PKL.
“Esok pagi kita lakukan peninjauan sekaligus membuat denah atau layout lokasi sementara pasar kuliner. Setelah itu kita buat laporan untuk disampaikan ke ibu wali kota,” ujarnya.
Terkait pasar kuliner yang dibangun di eks Rumah Sakit Datoe Binangkang, Gunawan mengatakan, belum bisa digunakan karena masih menunggu serah terima dari Kementerian Perdagangan RI.
“Kita masih menunggu hibah dari Kementerian Perdagangan untuk penggunaanya. Jika sudah diserahterimakan ke Pemkot Kotamobagu, kemudian kita kembali melakukan lanjutan pembangunan. Seperti pemasangan paving blok, pagar, sanitasi dan lain lain di pasar kuliner. Sebab pasar kuliner ini juga merupakan ikon Kotamobagu, jadi harus kita tata sebaik mungkin,” tuturnya.
Hadir dalam rapat kerja, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Herman Aray, Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar, Sahaya Mokoginta, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Irawan Ginoga, serta staf masing masing instansi. (gjm)
ZONA KOTAMOBAGU – Kabar gembra bagi Gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot). Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) siap memproses pencairan gaji untuk bulan Januari.
“Mulai hari ini kita proses pencairan gaji Januari,” kata Kepala BPKD, Sugiarto Yunus.
Ia mengungkapkan, pihaknya memproses pencairan gaji jika terlebih dahulu ada pengajuan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM) dari bendahara OPD. “Intinya kita siap memproses. Soal kapan dicairkan itu tergantung bendahara di tiap OPD,” ungkapnya.
Ditambahkannya, pihaknya baru memproses pembayaran gaji ASN untuk bulan Januari. “Untuk TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) belum. Masih tunggu SK dulu,” tambahnya. (gjm)
Rombongan dari DPRD Buol diterima di ruang kerja Wakil Ketua DPRD Kotamobagu.
ZONA POLITIK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buol berkunjung ke DPRD Kota Kotamobagu, Rabu (29/1). Kunjungan para wakil rakyat asal daerah di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) itu dalam rangka konsultasi mengenai tata tertib (tatib) dan agenda dewan lainnya yang dilaksanakan DPRD Kota Kotamobagu.
“Teman-teman dari DPRD Buol melihat bahwa kita di sini bisa bertukar informasi dan komunikasi mengenai banyak hal, termasuk soal tatib dan agenda-agenda lainnya. Kunjungan ini juga sebagai ajang silaturahmi antara DPRD Kota Kotamobagu dan DPRD Buol,” kata Wakil Ketua DPRD, Syarifudin Mokodongan, usai menerima kunjungan rombongan DPRD Buol, bersama sejumlah anggota DPRD dan Sekretariat Dewan.
Ketua DPRD Buol, Sri Kandy Batalipu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penyambutan jajaran DPRD Kota Kotamobagu. “Terima kasih kepada DPRD Kota Kotamobagu yang sudah menerima dan menyambut hangat kedatangan kami di sini. Mudah-mudahan pertemuan di tempat ini bisa lebih menambah keakraban di antara kita,” ujarnya.
Berkaitan dengan kunjungan ke Kota Kotamobagu, ia mengungkapkan ada beberapa poin yang jadi sasaran dan akan diadopsi di Kabupaten Buol. “Banyak hal yang kita dapatkan dari kunjungan ini. Pada intinya, apa yang kita dapat di sini akan diterapkan nanti di daerah kami,” ungkapnya. (gjm)