Beranda blog Halaman 46

Bawaslu Kotamobagu Ajak Masyarakat Awasi Pilkada 2024

Bawaslu Kotamobagu Ajak Masyarakat Awasi Pilkada 2024
Bawaslu Kotamobagu Ajak Masyarakat Awasi Pilkada 2024

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Bawaslu Kotamobagu mengajak masyarakat untuk turut serta mengawasi pelaksanaan Pilkada 2024, demi mewujudkan Pilkada serentak yang bersih.

Ajakan itu disampaikan oleh ketua Bawaslu Kotamobagu, Yunita Mokodompit mewakili pihaknya.

“Bagi masyarakat yang mendapat temuan pelanggaran pemilu langsung laporkan,” ucap Yunita Mokodompit.

Yunita Mokodompit pun meminta masyarakat agar jangan takut untuk melaporkan.

“Jangan takut, pelapor akan kita lindungi. Dan laporan akan kita tindaklanjuti sebagaimana mestinya aturan yang ada,” tegas Yunita Mokodompit.

Lebih lanjut diungkapkan Yunita Mokodompit, pihaknya telah menindaklanjuti beberapa temuan yang memenuhi unsur.

“Namun ada beberapa yang belum, karena masih dalam proses terkait unsur yang menyangkut pelanggaran pemilu,” ungkap Yunita Mokodompit.

Yunita Mokodompit juga kembali mengingatkan untuk menjaga Pilkada dengan riang gembira, serta sama-sama menciptakan Pilkada 2024 tanpa pelanggaran.

“Mari kita jaga Kota Kotamobagu, untuk lebih baik lagi. Dengan sama-sama menjaga Pilkada yang aman dan damai, serta tanpa pelanggaran pemilu,” ajak Yunita Mokodompit.

“Bungkus” Motoboi Kecil, The Winner Semakin Tak Terbendung

"Bungkus" Motoboi Kecil, The Winner Semakin Tak Terbendung
“Bungkus” Motoboi Kecil, The Winner Semakin Tak Terbendung

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Paslon Wali Kota-Wakil Wali Kota Kotamobagu the Winner (Weny Gaib-Rendy V. Mangkat) “bungkus” Motoboi Kecil, dan semakin tak terbendung di kontestasi Pilwako 2024.

Kelurahan Motoboi Kecil seolah tak ingin lagi memberi ruang bagi paslon lain dalam Pilwako Kotamobagu 2024, dengan memberikan dukungan solid kepada the Winner.

Dukungan tersebut ditunjukkan masyarakat Motoboi Kecil dengan membanjiri kampanye dialogis the Winner di wilayah itu, yang sebelumnya diklaim Paslon lain merupakan basis mereka.

Tentunya kehadiran hampir 3.000 warga pada kampanye Rabu, 13 November 2024, menegaskan dominasi mutlak the Winner yang membuat klaim Paslon lain sebelumnya menjadi sekadar bual-bual semata.

Faktor kunci dari dukungan ini adalah ikatan emosional Rendy V. Mangkat dengan Motoboi Kecil, tempat ia dilahirkan dan dibesarkan.

Sebagai “anak kampung” yang paham akan kebutuhan warga setempat, Rendy menyatakan bahwa dukungan dari tanah kelahirannya merupakan kekuatan yang sangat berharga.

“Motoboi Kecil adalah rumah dan sumber inspirasi saya. Melihat dukungan luar biasa dari warga di sini adalah energi besar bagi kami untuk terus memperjuangkan harapan mereka,” ujar Rendy dengan penuh percaya diri.

Sementara itu, Weny Gaib dalam orasinya menyampaikan visi strategis mereka yang menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, dan UMKM.

Beberapa program unggulan mereka meliputi pemberian beasiswa untuk masyarakat kurang mampu, pembangunan pusat jantung di RS Pobundayan, serta pengembangan fasilitas cuci darah di Kotamobagu.

Selain itu, mereka berkomitmen menyediakan stimulus anggaran bagi UMKM untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal.

Tak berhenti di situ, The Winner juga menyasar sektor pertanian dan peternakan dengan janji menghadirkan tenaga pendamping khusus guna meningkatkan produktivitas.

“Kami bertekad membantu para petani dan peternak agar lebih produktif dengan pendampingan yang memadai,” tegas Weny Gaib.

Dengan dominasi The Winner yang semakin tak terbendung di Motoboi Kecil, peluang bagi Paslon lain di wilayah ini tampaknya semakin menipis.

Dukungan dari kampung halaman Rendy Mangkat itu menjadi bukti solidnya basis suara yang sulit digoyahkan, menjadikan Motoboi Kecil sebagai salah satu kunci kemenangan pasangan Weny Gaib – Rendy Mangkat di Pilkada Kotamobagu 2024.

Usai Serahkan Bantuan Untuk Korban Pengusiran Mongkonai, RSB Undang Weny Gaib Silaturahmi Bersama Warga

Usai Serahkan Bantuan Untuk Korban Pengusiran Mongkonai, RSB Undang Weny Gaib Silaturahmi Bersama Warga
Usai Serahkan Bantuan Untuk Korban Pengusiran Mongkonai, RSB Undang Weny Gaib Silaturahmi Bersama Warga

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Usai serahkan bantuan untuk korban pengusiran di Mongkonai, Rabu 13 November 2024, Revan Saputra Bangsawan (RSB) mengundang Calon Wali Kota Weny Gaib untuk bersama-sama silaturahmi dengan warga.

Pengusaha sukses RSB memang dikenal sebagai sahabat dari Weny Gaib dan merupakan salah satu pendukung setia pasangan the Winner (Weny-Rendy V. Mangkat) di kontestasi Pilwako kali ini.

Meski begitu, RSB menegaskan bahwa bantuan berupa satu unit motor kepada korban pengusiran akibat beda pilihan di Pilwako tersebut, murni karena panggilan kemanusiaan dan tak ada sangkut pautnya dengan urusan politik.

Dijelaskan RSB, karena sebab itulah ia mengundang sahabatnya Weny Gaib via selular seusai menyerahkan bantuan kepada Muslim Potabuga dan kakaknya yang menjadi korban pengusiran.

Kehadiran kedua tokoh tersebut, disambut antusias dan penuh haru oleh warga setempat yang turut serta membantu korban memindahkan rumah dan barang-barang pribadinya usai diusir oleh pemilik tanah.

Usai Serahkan Bantuan Untuk Korban Pengusiran Mongkonai, RSB Undang Weny Gaib Silaturahmi Bersama Warga
RSB menyerahkan Bantuan 1 unit Sepeda Motor kepada Korban Pengusiran Muslim Potabuga

Diketahui, sebelumnya Muslim Potabuga dan kakaknya Yaman Potabuga diusir oleh pemilik lahan tempat rumah tripleks mereka berdiri.

Kejadian itu diduga akibat keduanya menolak untuk mendukung Paslon pilihan pemilik lahan pada kontestasi Pilwako Kotamobagu 2024.

Petani Nilam Bakal Sejahtera di Tangan the Winner

Petani Nilam Bakal Sejahtera di Tangan the Winner
Petani Nilam Bakal Sejahtera di Tangan the Winner

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu nomor urut 2, Weny Gaib dan Rendy Virgiawan Mangkat, yang dikenal dengan julukan The Winner, menegaskan komitmen kuat mereka untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Kotamobagu, khususnya para petani nilam.

Dalam kampanye dialogis di Kelurahan Motoboi Besar, Weny Gaib menyampaikan bahwa sektor pertanian nilam akan menjadi salah satu prioritas mereka guna menggerakkan roda ekonomi daerah.

“Nilam adalah komoditas berharga dengan permintaan tinggi di pasar parfum dan kosmetik. Kami di The Winner berkomitmen penuh untuk mendampingi petani agar mereka bisa menghasilkan lebih banyak dan kualitasnya lebih baik,” tegas Weny Gaib.

Dokter spesialis mata itu menyatakan bahwa produktivitas tinggi akan berdampak langsung pada perekonomian lokal yang lebih kuat.

Langkah Konkret Pendampingan untuk Budidaya Nilam

Pasangan “The Winner” juga menggariskan program pendampingan dan pelatihan budidaya nilam agar para petani mampu mengoptimalkan hasil tanam mereka. Langkah-langkah yang ditawarkan antara lain:

1. Pemilihan Bibit Berkualitas Tinggi

“Kami akan pastikan petani mendapatkan akses bibit unggul yang tahan hama dan menghasilkan minyak lebih banyak,” ujar Weny Gaib.

Bibit unggul ini akan menjamin produktivitas yang lebih baik dan mengurangi risiko gagal panen.

2. Pengolahan Tanah dan Lahan

Menurut Weny, persiapan lahan yang tepat dan pemupukan dasar sangat penting. “Kami siap mendukung dengan pelatihan dan bantuan pemupukan untuk memastikan tanahnya subur dan siap tanam,” katanya.

3. Teknik Penanaman dan Pemeliharaan Modern

Jarak tanam yang ideal, teknik penyiraman, pemupukan lanjutan, serta penggunaan pestisida organik akan menjadi fokus pendampingan untuk menjaga tanaman tetap sehat dan optimal dalam produksi.

4. Proses Penyulingan Efektif

“Kami juga akan membantu akses teknologi penyulingan agar petani bisa memproduksi minyak atsiri yang berkualitas tinggi. Ini nilai tambah yang penting,” ucap Weny Gaib.

Menurut Weny Gaib, dukungan penuh itu diharapkan mampu menjadikan petani nilam di Kotamobagu lebih produktif dan mandiri secara ekonomi.

“The Winner hadir untuk memperjuangkan kesejahteraan petani dan mendorong potensi daerah. Kami akan bekerja untuk hasil nyata, bukan janji,” pungkas Weny Gaib.

Di Kampung Sanger, RVM Goyang Masamper

Di Kampung Sanger, RVM Goyang Masamper
Di Kampung Sanger, RVM Goyang Masamper

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Di kampung Sanger Kelurahan Kotamobagu, Ahad 10 November 2024, calon Wakil Wali Kota Rendy V. Mangkat (RVM) membuat gebrakan dengan turut serta goyang Masamper bersama masyarakat setempat.

Aksi RVM itu pun sontak membuat perhatian publik Kotamobagu makin terarah ke dirinya dan pasangannya calon Wali Kota, Weny Gaib, yang mana sejauh ini telah menjadi pusat perhatian dibanding dua Paslon lainnya.

Tarian masamper yang penuh semangat tersebut bukan sekadar simbol budaya, tetapi juga simbol komitmen RVM untuk mendekatkan diri dengan rakyat dan menunjukkan keseriusannya dalam memenangkan Pilwako.

Tentu, langkah Rendy di Kampung Sanger mendapatkan sambutan luar biasa.

Warga setempat, yang sebelumnya dikenal sebagai basis kuat rival politik, kini dengan tegas mengalihkan dukungannya.

Pnt Dekrola Lambaihang, seorang penatua terkemuka di Kampung Sanger, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintahan yang ada dan menegaskan bahwa dirinya sudah ‘bosan dibohongi.’

Dekrola pun menyatakan dukungan penuh kepada pasangan Weny-Rendy sebagai calon pemimpin yang diinginkan masyarakat.

“Kami butuh pemimpin yang nyata, dan Weny-Rendy adalah pilihan yang tepat untuk membenahi Kota Kotamobagu,” ujar Dekrola dengan penuh keyakinan.

Pernyataan ini semakin menguatkan posisi Rendy, yang selama ini dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat dan memiliki visi besar untuk masa depan Kotamobagu.

Dalam orasi politiknya yang menggelegar, Rendy menyampaikan komitmennya untuk memprioritaskan dua sektor vital: pendidikan dan kesehatan.

“Kotamobagu adalah kota jasa, dan kami akan memastikan pendidikan serta kesehatan menjadi prioritas kami,” tegasnya di depan ribuan warga yang antusias.

Tepat di penghujung orasi, Rendy tak segan untuk mengungkapkan janji besar kepada rakyat Kotamobagu.

“Kami mencintai Kota Kotamobagu dan masyarakatnya. Oleh sebab itu, dana APBD adalah milik masyarakat, dan itu hak masyarakat yang harus kami kembalikan untuk kalian!” kata Rendy dengan penuh semangat, disambut riuhnya dukungan warga.

Kehadiran ribuan warga yang turut bernyanyi dan menari bersama Rendy semakin memperkuat kesan bahwa pasangan Weny-Rendy sudah meraih kemenangan besar di Kampung Sanger, sebuah wilayah yang sebelumnya dianggap sebagai basis lawan.

Dengan dukungan yang terus mengalir deras, persaingan Pilwako Kotamobagu dipastikan semakin memanas, dan langkah Rendy kini semakin tak terbendung menuju puncak kemenangan.

Dukungan luas dari masyarakat Kampung Sanger menandakan bahwa Rendy tidak hanya mendapatkan simpati, tetapi juga kepercayaan besar untuk memimpin dan melakukan perubahan yang nyata di Kotamobagu.

The Winner Penghapus Pengalaman Pahit Warga Mogolaing

The Winner Penghapus Pengalaman Pahit Warga Mogolaing
The Winner Penghapus Pengalaman Pahit Warga Mogolaing

Kotamobagu, ZONABMR.com – Tokoh masyarakat Kelurahan Mogolaing, Bapak Drs Arudji Mongilong mengatakan bahwa pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Kotamobagu, dokter Weny Gaib SpM – Rendy Virgiawan Mangkat SH MH, sebagai penghapus pengalaman pahit warga Mogolaing di Pileg yang lalu.

Hal itu disampaikan Papa Can panggilan akrabnya pada kampanye dialogis dan tatap muka yang dilaksanakan di lapangan Torotakon, Jumat 8 November 2024.

Mantan Bupati Bolaang Mongondow Selatan itu juga menyampaikan bahwa pasangan calkn dengan jargon ‘The Winner’ harga mati Mogolaing.

“The Winner harga mati Mogolaing, The Winner harga mati Mogolaing,” sahutnya dihadapan ribuan masyarakat Mogolaing.

Bahkan lanjut Mongilong, calon wakil Walikota Rendy Virgiawan Mangkat SH MH, merupakan ‘Ki Adi Lipu’ anak kampung di Mogolaing.

“Rendy Mangkat ini asli warga Mogolaing. Ki Adi Lipu Mogolaing. Jadi jangan lupa orang Mogolaing musti pilih pa Dokter Weny Gaib dan Rendy Mangkat, Nomor 2,” teriak Aruji Mongilong saat menyampaikan orasi politiknya.

Diketahui, sejak ba’dah Isya, massa kampanye dialogis dan tatap muka, telah membludak memenuhi Lapangan Torotakon Mogolaing, menunggu bertatap muka dengan pasangan calon dokter Weny Gaib – Rendy Virgiawan Mangkat.

Kampanye dialogis pasangan calon yang mempunyai jargon ‘The Winner’ itu, menutupi kampanye pasangan calon yang lain, yang sebelumnya telah dilaksanakan di Mogolaing dengan hanya memanfaatkan badan jalan saja.

Tak Terbendung, Ribuan Massa Hadiri Kampanye Dialogis the Winner di Mogolaing

Tak Terbendung, Ribuan Massa Hadiri Kampanye Dialogis the Winner di Mogolaing
Tak Terbendung, Ribuan Massa Hadiri Kampanye Dialogis the Winner di Mogolaing

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Kotamobagu, dokter Weny Gaib SpM – Rendy Virgiawan Mangkat SH MH, menggelar kampanye dialogis dan tatap muka di Kelurahan Mogolaing, Jumat 8 November 2024.

Sejak ba’dah Isya, massa kampanye dialogis telah membludak memenuhi Lapangan Torotakon Mogolaing, menunggu bertatap muka dengan pasangan calon dokter Weny Gaib – Rendy Virgiawan Mangkat.

Kampanye dialogis pasangan calon yang mempunyai jargon ‘The Winner’ itu, menutupi kampanye pasangan calon yang lain, yang sebelumnya telah dilaksanakan di Mogolaing dengan hanya memanfaatkan badan jalan.

Tokoh masyarakat Mogolaing Aruji Mongilong dalam kesempatannya menyampaikan bahwa pasangan calon dokter Weny Gaib – Rendy Virgiawan Mangkat adalah harga mati masyarakat Kelurahan Mogolaing.

Mantan Bupati Bolaang Mongondow Selatan itu menambahkan bahwa, pasangan calon Weny dan Rendy adalah pasangan ideal memimpin Kotamobagu.

Apalagi tambah Mongilong, Rendy Virgiawan Mangkat, merupakan ‘Ki Adi Lipu’, anak kampung di Kelurahan Mogolaing.

“Rendy Mangkat ini asli warga Mogolaing. Ki Adi Lipu Mogolaing. Jadi jangan lupa orang Mogolaing musti pilih pa Dokter Weny Gaib dan Rendy Mangkat, Nomor 2,” teriak Aruji Mongilong dihadapan ribuan massa.

The Winner Serukan Ajakan Menangkan YSK di Depan Ribuan Massa

The Winner Serukan Ajakan Menangkan YSK di Depan Ribuan Massa
The Winner Serukan Ajakan Menangkan YSK di Depan Ribuan Massa

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Kota Kotamobagu, dokter Weny Gaib SpM – Rendy Virgiawan Mangkat SH MH, menggelar kampanye dialogis dan tatap muka di Kelurahan Genggulang, 6 November 2024.

Di depan ribuan massa yang hadir memadati tempat pelaksanaan kampanye dialogis, dokter Weny Gaib yang didampingi oleh Rendy Virgiawan Mangkat, menyerukan untuk memenangkan Jenderal (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK) di Pilgub Sulut.

“Di Pilgub kita pilih nomor 1 YSK – Victor,” ucapnya.

Dokter Weny juga membeberkan alasan kenapa massa The Winner harus bersama-sama memenangkan bapak YSK nanti.

Bapak YSK beberya, adalah orang kesayangannya Bapak Presiden RI Prabowo Subianto. Bapak YSK adalah orang pilihannya bapak Prabowo.

“Jika kalian sayang kepada saya dan Rendy, maka harus juga sayang kepada bapak Jenderal YSK, karena bapak YSK sudah saya anggap sebagai orang tua saya. Bapak YSK sudah berjanji jika terpilih menjadi Gubernur Sulut, maka akan mencintai masyarakat di BMR khususnya juga masyarakat yang ada di Kota Kotamobagu,” jelasnya.

Ajakan dokter Weny Gaib itupun, ditanggapi oleh ribuan massa yang hadir dengan tepuk tangan dan riuh sambil mengucapkan, YSK Gubernur Sulut 2024.

Visi Tanpa Akar Hingga Menafikan Keberadaan Masyarakat Adat, Akan Tetap Nyamankah Mereka di Halaman Sejarah?

Visi Tanpa Akar Hingga Menafikan Keberadaan Masyarakat Adat, Akan Tetap Nyamankah Mereka di Halaman Sejarah?
Visi Tanpa Akar Hingga Menafikan Keberadaan Masyarakat Adat, Akan Tetap Nyamankah Mereka di Halaman Sejarah?

Penulis: Farshah Paputungan

ZONABMR.COM – Debat kedua calon Wali Kota Kotamobagu yang digelar oleh KPU pada 2 November 2024 berhasil memancing perhatian publik, namun tak luput dari kontroversi.

Dalam sesi debat, salah satu pasangan calon menyampaikan pernyataan yang menimbulkan kegelisahan.

Paslon tersebut menyatakan, “Persoalan hak ulayat sudah tidak ada lagi sejak tahun 1950, ketika Bolaang Mongondow bergabung dengan NKRI. Jika hak ulayat masih ada, maka tidak akan ada perusahaan seperti JRBM, BDL, maupun Conch. Hak ulayat adalah kewenangan masyarakat adat untuk mengelola pertanian dan sumber daya di lingkup mereka.”

Pernyataan ini diakhiri dengan klaim bahwa masyarakat adat sudah tidak ada lagi di Kotamobagu.

Pernyataan ini diberikan sebagai respons atas pertanyaan moderator terkait hak masyarakat adat yang sering kali berbenturan dengan kepentingan pembangunan, serta bagaimana para calon wali kota dan wakil wali kota menyikapi persoalan ini agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Mendengar pernyataan tersebut, serasa ada yang mengganjal bercampur sedih dan gelisah dalam benak saya perihal eksistensi diri, yang merasa bahwa saya bagian dari masyarakat hukum adat bolaang mongondow karena berusaha hidup dengan nilai-nilai adat-nya.

Hal ini pun memunculkan pertanyaan, apakah kami benar-benar hilang?

Ternyata pengalaman dan perasaan seperti itulah yang sering dirasakan oleh beberapa masyarakat adat yang sering berbenturan dengan pemerintah terkait pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak mereka sebagai masyarakat hukum adat.

Oleh karena itu, saya merasa perlu menuliskan sebuah catatan kecil untuk calon penguasa, dengan harapan menambah wawasan mereka tentang kami-kami yang hidup dan mati dengan adat.

Sedikit Wawasan Baru Bagi Calon Penguasa Yang Menganggap Kami Telah Hilang

Pandangan tanpa dasar yang mengatakan masyarakat hukum adat Bolaang Mongondow sudah tidak ada lagi ketika kerajaan bolaang mongondow bergabung dengan NKRI, mencerminkan sikap yang mengabaikan pengakuan negara terhadap masyarakat adat yang secara tegas dijamin dalam Pasal 18B ayat (2) UUD 1945, yang menyatakan bahwa negara mengakui dan menghormati masyarakat hukum adat serta hak-hak tradisionalnya.

Kehilangan pengakuan ini sama saja dengan menghilangkan bagian penting dari warisan budaya yang selama ini menjadi identitas masyarakat lokal.

Hal ini dapat dianggap sebagai bentuk penolakan dan pengabaian terhadap identitas masyarakat adat Bolaang Mongondow.

Masyarakat adat di Indonesia, di dalamnya termasuk masyarakat Bolaang Mongondow, telah lama eksis dengan sejarah, budaya, dan sistem hukum yang kuat, jauh sebelum terbentuknya NKRI.

Mereka merupakan pewaris kebudayaan dengan ikatan yang mendalam terhadap wilayah geografis dan lingkungan hidup, sebagaimana diakui dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 Pasal 1 ayat (31), yang mendefinisikan masyarakat hukum adat sebagai kelompok masyarakat yang bermukim turun-temurun di wilayah tertentu, dengan ikatan asal-usul leluhur dan sistem nilai yang menentukan pranata sosial, politik, dan ekonomi mereka.

Mengutip tulisan seorang peneliti asal Belanda, J.C. Kielstra dalam artikelnya yang berjudul De Bewoners Van Noord Celebes dalam buku De Volken Van Nederlandche Indie, bahwa “fakta bahwa Kesultanan Bolaang Mongondow merupakan kekaisaran paling kuat di Sulawesi Utara.”

Sebuah bukti sejarah bahwa masyarakat adat di Kotamobagu dan sekitarnya merupakan pewaris kebudayaan yang berakar kuat.

Maka, pernyataan yang menyebut masyarakat adat sudah tidak ada, sama dengan menghapus eksistensi kebudayaan yang hingga kini masih dipegang teguh.

Pengakuan terhadap masyarakat adat adalah bentuk penghormatan terhadap identitas budaya, bahasa, dan tradisi yang membentuk karakter unik setiap kelompok adat.

Sebagai calon penguasa, seharusnya memahami kondisi daerah kekuasaannya.

Penting bagi para kandidat kepala daerah untuk memiliki pemahaman yang lebih dalam dan menghargai keberadaan masyarakat adat, khususnya masyarakat Bolaang Mongondow.

Penghargaan ini bukan hanya mencerminkan komitmen pada keragaman budaya, tetapi juga pada keutuhan bangsa.

Sekedar Wawasan Kecil Bagi Penguasa Tentang Hak Ulayat

Argumentasi yang mengatakan bahwa persoalan hak ulayat sudah tidak ada sejak bergabungnya bolaang mongondow kedalam NKRI tak berdasar dan spekulatif, terkesan tidak seharusnya dikatakan oleh seorang calon pemimpin.

Padahal negara menjamin lewat peraturan perundang-undangan tentang adanya tanah adat/ulayat itu sendiri.

UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) Pasal 3 dikatakan bahwa Dengan mengingat ketentuan-ketentuan dalam pasal 1 dan 2 pelaksanaan hak ulayat dan hak-hak yang serupa itu dari masyarakat-masyarakat hukum adat, sepanjang menurut kenyataannya masih ada, harus sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kepentingan nasional dan Negara, yang berdasarkan atas persatuan bangsa serta tidak boleh bertentangan dengan Undang-undang dan peraturan-peraturan lain yang lebih tinggi. 

Pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 32 Tahun 2015 Pasal 1 ayat (10) menjebarkan secara rinci tentang jaminan hak ulayat bagi masyarakat hukum adat dengan bunyi pasal yakni, Hak Ulayat dan yang serupa itu dari masyarakat hukum adat, yang selanjutnya disebut hak ulayat, adalah hak milik bersama masyarakat hukum adat yang diakui oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dari dua landasan peraturan tersebut kita bisa melihat bahwa argumentasi yang disampaikan oleh Nayodo Koerniawan sebagai calon wali kota Kotamobagu bertentangan dengan apa yang diatur di negara kesatuan republik Indonesia.

Pernyataan calon Wali Kota Kotamobagu, Nayodo Koerniawan, yang menyebut bahwa hak ulayat sudah tidak ada sejak bergabungnya Bolaang Mongondow dengan NKRI, terlihat sangat spekulatif dan tak berdasar.

Entah darimana pandangan ini berasal, Pandangan ini terkesan mengabaikan aturan hukum yang menjamin keberadaan hak ulayat.

Seharusnya, seorang calon pemimpin lebih memahami peraturan perundang-undangan yang mengakui dan melindungi tanah adat di Indonesia khususnya Kota Kotamobagu.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) Pasal 3 dengan jelas menyatakan bahwa hak ulayat dan hak-hak serupa dari masyarakat hukum adat tetap diakui sepanjang masih ada dan harus disesuaikan dengan kepentingan nasional, tanpa bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi. 

Demikian pula, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 32 Tahun 2015 Pasal 1 ayat (10) menjelaskan bahwa hak ulayat adalah hak milik bersama masyarakat hukum adat yang diakui oleh pemerintah pusat atau daerah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dari dua landasan hukum tersebut, terlihat jelas bahwa argumen Nayodo Koerniawan sebagai calon pemimpin bertentangan dengan ketentuan yang ada dalam NKRI.

Masyarakat adat Bolaang Mongondow memiliki hak yang diakui oleh negara, dan mengesampingkan hak tersebut sama saja dengan mengabaikan komitmen konstitusi untuk melindungi masyarakat hukum adat.

Pandangan yang kurang tepat ini menimbulkan keprihatinan bagi saya terhadap kualitas beliau.

Di sisi yang lain perlu kita ketahui Bersama bahwa masyarakat hukum adat di Bolaang Mongondow Raya terus berupaya dalam pelestarian budaya dan berusaha adanya pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat hukum adat Bolaang Mongondow Raya.

Salah satu contoh kecil dari banyaknya peran masyarakat hukum adat Bolaang Mongondow raya adalah dengan penetapan lokasi berdirinya Makam Bogani Tudu In Passi sebagai tanah adat dan situs sejarah kebudayaan Bolaang Mongondow.

Hal ini tentu berdampak langsung pada upaya untuk melestarikan budaya masyarakat adat Bolaang Mongondow khususnya masyarakat adat Passi.

Di lain sisi pun pada tahun 2023, aliansi masyarakat adat bolaang mongondow (AMABOM) melaksanakan Bakid Moloben (Musyawarah Besar) yang menghasilkan beragam rekomendasi yang berorientasi pada terpenuhinya hak masyarakat adat Bolaang Mongondow.

Diantaranya adalah mendesak kepada Pemerintah Kabupaten dan DPRD se-Bolaang Mongondow Raya (BMR) membuat PERDA tentang Lembaga dan Masyarakat Adat dan Mendesak kepada seluruh Pemerintah Kab/Kota se-BMR segera melaksanakan Permendagri No. 52/2014 tentang Tata Cara Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat.

Harapan dengan terbitnya tulisan ini mulai memantik penulis dan pembaca untuk lebih memperhatikan lagi tentang pentingnya pelestarian budaya dan sebagai tujuan khusus untuk menyadarkan para calon penguasa di bolaang mongondow raya tentang keberadaan masyarakat hukum adat Bolaang Mongondow.

Tulisan kali ini hadir sebagai niat baik untuk menambah wawasan calon penguasa supaya lebih berdasar dalam berkata.

 

*Penulis adalah anak muda asal Kota Kotamobagu yang saat ini berstatus mahasiswa semester 7 di Universitas Negeri Gorontalo

Petani Kopandakan I: Pe Bagus dokter Weny Gaib Masih Suka Datang di Kobong

Awali Kampanye Dialogis di Perkebunan Kakao, Petani Kopandakan I: Pe Bagus dokter Weny Gaib Masih Suka Datang di Kobong
Weny Gaib Awali Kampanye Dialogis di Perkebunan Kakao, Petani Kopandakan I

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Mengawali kampanye dialogis dengan menjumpai para petani kakao di desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kamis, 26 September 2024 sore, dokter Weny Gaib buat para petani terkesan.

Pe Bagus dokter Weny dari masih suka datang di kobong,” ucap Amat Mokolintan petani kakao warga desa Kopandakan I saat diwawancarai media ini.

Amat Mokolintan juga mengaku terkesan dengan program yang ditawarkan pasangan the Winner (Weny Gaib – Rendy V. Mangkat), yang mengakomodir kebutuhan petani.

“Program yang ditawarkan the Winner membuktikan adanya perhatian ke kami para petani,” kata Amat Mokolintan.

Program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sentra Tani yang digagas Paslon nomor urut 2 tersebut, disambut gembira Jepri Kobandaha pemilik lahan kakao yang menjadi tempat pertemuan sore itu.

Jepri Kobandaha meyakini adanya BUMDes dapat membantu petani menghadapi fluktuasi harga komoditas pertanian, yang sering kali membuat petani mengalami kerugian.

“Dengan adanya program ini, akan benar-benar mempermudah kami jika harga anjlok,” imbuh Jepri Kobandaha.

Awali Kampanye Dialogis di Perkebunan Kakao, Petani Kopandakan I: Pe Bagus dokter Weny Gaib Masih Suka Datang di Kobong
Weny Gaib bersama Petani Kakao Desa Kopandakan I

Dengan program-program yang berkualitas, Efendi Dako petani warga Kopandakan I menegaskan siap mendukung untuk memenangkan the Winner di Pilwako nanti.

“Kami siap mendukung dan memenangkan dokter Weny dan pak Rendy,” tegas Efendi Dako yang diiyakan rekan-rekannya.

Sementara, saat berdialog dengan para petani, Weny Gaib menegaskan ia dan Rendy V. Mangkat akan memperhatikan kepentingan para petani.

Dijelaskan Weny Gaib, the Winner juga berkomitmen untuk memberikan pendampingan yang lebih intensif kepada petani, yang selama ini dinilai tidak berjalan optimal.

“Pendampingan itu bukan sekadar teori di atas kertas. Kami akan memastikan pemerintah hadir di tengah-tengah petani, memberikan solusi yang langsung terasa manfaatnya,” kata Weny Gaib. (*)