Beranda blog Halaman 474

KARS Survey Kelayakan RSUD Kotamobagu jadi Rumah Sakit Berstandar Nasional Akreditas

Sekretaris Daerah, Sande Dodo, saat membacakan sambutan wali kota pada penyambutan Tim Survey dari Komisi Akreditas Rumah Sakit, di RSUD Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – Komisi Akreditasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, mulai melakukan penilaian Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) edisi 1 di RSUD Kotamobagu, Senin (2/12).

Tim akreditasi dipimpin ketua tim, drg Lalu Suparna, dan anggota dr Miryanti, I Putu Sukra, Oktava Ginaria Girsang dan dr Friedich Max Rumintjap.

Wali Kota, Tatong Bara dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kotamobagu, Sande Dodo, menyampaikan ucapan selamat datang kepada ketua dan anggota tim akreditasi rumah sakit dari komisi akreditasi rumah sakit Kementerian Kesehatan RI.

“Ucapan terima kasih sebesar-besarnya atas kesediaan langkah tim survei akreditasi rumah sakit yang telah melaksanakan kunjungan di daerah kami. Meskipun terhitung relatif sangan muda untuk ukuran sebuah daerah otonom baru, Alhamdulillah berbagai aspek pembangunan yang dilaksanakan di daerah ini terus mengalami peningkatan yang menggembirakan. Seperti meningkatnya pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkanya jumlah pendapatan asli daerah, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, peningkatan indeks pembangunan manusia maupun pembangunan berbagai sarana, prasrana infrastruktur, termasuk fasilitas kesehatan berupa puskesmas dan rumah sakit umum daerah,” ucapnya.

Lanjutnya, meskipun baru berusia 12 tahun sebagai daerah otonom baru, namun Kota Kotamobagu juga mampu meraih berbagai prestasi yang membanggakan. Baik ditingkat provinsi maupun nasional. Termasuk dengan diraihnya penghargaan Swasti Saba Padapa dari Kementerian Kesehatan pada penyelenggaraan kota sehat.

“Pemkot Kotamobagu terus melakukan berbagai upaya dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan maupun fasilitas kesehatan. Baik yang berhubungan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia maupun upaya peningkatan sarana dan prasarana penunjangan pada RSUD Kotamobagu,” tuturnya.

Wali Kota juga Berharap, agar kiranya pelaksanaan survei akreditasi RSUD Kotamobagu ini, akan mendapatkan hasil sebagaimana yang diharapkan.

“Mengingat keberadaan RSUD Kotamobagu ini sangat penting serta sangat dibutuhkan. Tidak saja oleh masyarakat Kotamobagu, namun juga dibutuhkan masyarakat Bolaang Mongondow Raya. Bahkan, sebagian masyarakat dari Kabupaten Minahasa Tenggara dan Minahasa Selatan, mengingat RSUD Kotamobagu juga merupakan rumah sakit rujukan,” terangnya.

Diakhir sambutannya, Wali Kota berharap agar tim Akreditasi rumah sakit dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan dapat memberikan saran serta masukan khususnya dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan kesehatan pada RSUD Kotamobagu. (gjm)

Porprov 2019, Pemkot Target Masuk Lima Besar

Tony Ponongoa

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) masuk menargetkan masuk lima besar peraih medali terbanyak pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kota Bitung tahun ini. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Tony Ponongoa.

Menurutnya, ada 12 cabang olahraga (cabor) yang akan diikuti para atlit utusan Kota Kotamobagu. Dari 12 cabor tersebut, beberapa diantaranya berpotensi menyumbangkan medali emas, seperti karate, catur, silat, taekwondo, kick boxing, renang dan selam. Sedangkan cabang olahraga lainnya juga ia yakini bisa mempersembahkan medali. “Insya allah semua atlit yang bertanding di Porprov bisa maksimal, dan memberikan hasil yang terbaik untuk Kota Kotamobagu. Harapan kita atlit Kota Kotamobagu tidak hanya jadi penggembira saja, tapi harus mampu menciptakan persaingan,” kata Tony, pekan lalu.

Melihat persiapan serta potensi atlit yang ikut di tiap cabor, target masuk lima besar bukan hal yang tidak mungkin untuk diraih. “Target kita lima besar. Ini persaingan, dan saya optimis atlit-atlit kita bisa memberikan yang terbaik,” sebutnya. (gjm)

Wakil Wali Kota Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Desa Moyag

Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, saat memberi sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di BPU Desa Moyag.

ZONA KOTAMOBAGU – Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan Pemerintah Desa Moyag bekerjasama PHBI setempat,di Balai Pertemuan Umum (BPU), Minggu (1/12) malam.

Wakil Wali Kota dalam sambutannya menyampaikan,  proses kelahiran rasulullah sebagian para pencari fakta adalah proses peletak dasar tentang lahirnya sang suri tauladan yang sampai saat ini ajaran-ajarannya masih kita yakini sebagai umatnya.

“Ada proses-proses yang dialami rasulullah yang saya baca, bahwa diumur belasan tahun itu malaikat Jibril turun ke muka bumi untuk membedah dada Muhammad SAW dan dibersihkan hatinya dari perasaan dengki serta macam-macam duniawi,” kata Nayodo.

Lanjutnya, refleksi umat yang menarik yang sempat membaca dari rangkuman kisah-kisah rasulullah yang ditulis para perawih dan penyair dari kota Madinah, bahwa pada saat rasulullah meninggal refleksi umat pada waktu itu berupa-rupa.

“Ada salah seorang perawih dan penyair menulis; Ya rabb kau telah memanggil kekasihmu (pada saat rasulullah meninggal). Dia adalah suri tauladan kami yang tidak mungkin lagi akan kembali ke dunia. Kemudian sang penyair menulis kata-kata yang begitu indah; dan kami pun tidak ada satu pujian yang sangat memadai untuknya. Begitu agungnya sebuah nama rasulullah (Muhammad SAW) sehingga tiada satu pujian pun yang memadai untuknya,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa dan seluruh masyarakat yang telah mengundang diacara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Moyag.

“Kegiatan ini sangat menarik dan bisa menjadi contoh bahwa refleksi kelahiran rasulullah harus kita rayakan dengan beramai-ramai. Ini menandakan juga bahwa kita sebagai umat yang masih percaya akan ajaran-ajaran rasulullah sangat menghormati dan menghargai tentang keberadaan beliau dengan mewujudkan kegiatan seperti ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Moyag, Rusmin Mamonto, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wakil Wali Kota, meskipun disela-sela kesibukan masih sempat memenuhi undangan dari masyarakat Desa Moyag.

“Semoga lewat momentum ini silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat akan selalu terjalin demi jalannya roda pembangunan di dalam desa. Marilah kita memperbanyak sholawat kepada nabi Muhammad SAW. Insya Allah kegiatan seperti ini akan terus kita laksanakan hingga kelak kita menjadi umat pilihan nanti,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan, Camat Kotamobagu Timur, Pimpinan Majelis Dzikir Nurul Khairat Sulawesi Utara, Habib Naim Al Jufri, penceramah, Habib Abdurahman bin Zindan, pegawai syarii, BPD, perangkat desa serta seluruh masyarakat desa Moyag. (gjm)

Tarung di Porprov, Windri Patilima Optimis Raih Medali Emas di Cabor Pencak Silat

Windri Patilima (biru) foto bersama sejumlah wartawan usai kegiatan pelepasan kontingen Kota Kotamobagu ke Porprov Kota Bitung, di Aula Kantor Wali Kota, Jumat (29/11).

ZONA OLAHRAGA – Salah satu atlit Kota Kotamobagu yang akan bertarung di cabang olahraga (cabor) pencak silat, Windri Patilima, optimis meraih prestasi terbaik diajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Utara ke-X di Kota Bitung.

“Target saya optimis meraih medali emas. Siapapun lawan yang akan dihadapi, saya siap 100 persen,” kata Windri.

Atlit asal Desa Bilalang II, Kecamatan Kotamobagu Utara, yang lahir pada 19 Juli 1993 itu mengaku sudah melakukan berbagai persiapan jelang pertandingan. “Persiapan semua sudah optimal, seperti fisik dan mental. Dimana saja bertarung, saya siap. Apalagi ini membawa nama daerah (Kota Kotamobagu), saya tidak pernah takut,” sebutnya.

Sekadar diketahui, Windri Patilima merupakan fighter terbaik utusan Sulawesi Utara diajang olahraga beladiri Mixed Martial Arts (MMA). Prestasinya langsung melejit ketika mengalahkan lawan Andi Cahyono asal Solo di kelas Welter weight di atas ring MMA One Pride Pro Never Quit beberapa waktu lalu. Saat ini Windri Patilima kembali naik peringkat di kelas Welter Wight 77,1 Kg.

“Dari peringkat ke-14 naik ke-10 dan saat ini sudah diperingkat ke delapan. Nantinya lawan yang saya akan hadapi antara peringkat empat atau dua. Jadi langsung contender fight. Target lawan ada dua, kalau bukan Willem Natalex Munster, ya Rudi Gunawan (Ahong),” ucap Windri usai kegiatan pelepasan kontingen Kotamobagu, di Aula Rudis Wali Kota, Jumat (29/11). (gjm)

Nayodo Support Perbasi Kotamobagu

Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, foto bersama pengurus Perbasi Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – Tim Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kotamobagu yang akan berlaga di Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Sulawesi Utara ke-X di Kota Bitung Desember mendatag mendapat dukungan penuh dari Wakil Wali Kota Kotamobagu, Nayodo Koerniawan.

“Harapan saya kepada seluruh atlit di cabang olahraga Bola Basket agar bisa memperlihatkan kemampuan mereka di Porprov tahun ini, hingga dapat memberikan yang terbaik untuk daerah Kotamobagu. Saya yakin mereka bisa meraih prestasi hingga dapat menyumbang medali emas diiven tahunan ini,” kata Wawali Nayodo, usai melepas Kontingen Kotamobagu, di Aula Rudis Wali Kota, Jumat (29/11).

Menurutnya, kegiatan Porprov di Kota Bitung ini merupakan ajang marketing bagi seluruh daerah untuk memperlihatkan atlit-atlit terbaiknya.

“Dan tidak menutup kemungkinan para atlit akan dibidik KONI Provinsi Sulawesi Utara untuk berlaga diskala nasional maupun internasional. Jadi ini merupakan marketing untuk memperlihatkan kehebatan-kehebatan kita dilevel provinsi,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Perbasi Kotamobagu, Muhammad Ikbal Daud, mengatakan seluruh punggawa atlit bola basket Kotamobagu sudah siap bertarung dan mempersembahkan yang terbaik untuk Kotamobagu.

“Target kita merebut medali emas. Sebab tahun kemarin kita bisa meraih perak. Dengan melihat komposisi pemain serta persiapan yang ada, insya Allah apa yang kita targetkan ini dapat membuahkan prestasi untuk cabang bola basket,” tuturnya.

Dirinya juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan motivasi dari Pemerintah Kota Kotamobagu untuk cabang olahraga bola basket.

“Atas nama Perbasi Kotamobagu mengucapkan banyak terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota atas dukungan ini. Insya Allah dukungan ini akan kami jawab lewat prestasi yakni meraih medali emas di cabang bola basket,” pungkasnya. (gjm)

Ini Pesan Wawali Kepada 174 Atlit yang Bertarung di Porprov

Foto bersama Wakil Wali Kota, sejumlah pimpinan SKPD, official serta para atlit yang akan mengikuti Porprov di Kota Bitung.

ZONA KOTAMOBAGU – Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, melepas kontingen Kotamobagu untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Utara ke-X tahun 2019 di Kota Bitung, yang digelar mulai 2-9 Desember. Pelepasan itu dilaksanakan di Aula Rumah Dinas Wali Kota Kotamobagu, Jumat (29/11).

Wawali saat memberi arahan kepada 174 atlit Kotamobagu, menyampaikan bahwa Porprov ke-X tahun 2019 yang akan dilaksanakan di Kota Bitung merupakan ajang yang sangat penting dalam upaya pembinaan olahraga kedepan.

“Karena dari ajang inilah diharapkan akan dapat lahir atlit-atlit berbakat serta berprestasi yang nantinya diharapkan akan dapat berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Wawali.

Wawali berharap, kepada 174 atlit Kotamobagu yang akan mengikuti Porprov 2019 di Kota Bitung agar memberikan penampilan dan kemampuan yang terbaik pada setiap cabang olahraga.

“Buktikan bahwa kalian adalah duta-duta olahraga terbaik asal Kotamobagu yang dapat berprestasi dan membawa nama harum Kotamobagu pada Pekan Olahraga Provinsi Sulut di Kota Bitung. Saya juga berharap kepada seluruh atlit dan official untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap cabang olahraga yang akan diikuti serta menjaga rasa kebersamaan dan persaudaraan baik sesama atlit dan official maupun dari peserta yang berasal dari kontingen kabupaten/kota lainnya,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wawali juga menyampaikan kepada seluruh atlit dan official agar selalu menjaga kesehatan agar seluruh rangkaian kegiatan selama di Porprov Bitung dapat diikuti dengan baik.

“Kemudian tingkatkan hubungan keakraban dengan tim dan official yang berasal dari kabupaten/kota lainnya. Saya sangat berkeyakinan tim Kotamobagu bisa mendulang dan meraih medali emas sebanyak mungkin. Akhirnya dengan memohon rahmat serta ridho dari Tuhan yang maha kuasa Allah SWT, dengan mengucap Bismillahirahmanirahim saya melepas seluruh atlit dan official Kota Kotamobagu yang akan mengikuti Porprov Sulut di Kota Bitung,” ucapnya. (gjm)

Banjir Orderan, Pelaku Industri Rumahan Dapat Berkah Natal

Pelaku industri rumahan yang bergerak di bidang jasa pembuatan kue kering banjir orderan jelang natal dan tahun baru.

ZONA KOTAMOBAGU – Pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) mendapat berkah jelang Natal dan Tahun Baru. Permintaan pembuatan kue kering dan produk industri rumahan lainnya terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Seperti yang diakui Yenti Pobela, warga Desa Bilalang I. Menurutnya, ia mendapat banyak orderan kue kering. Yang memesan katanya rata-rata umat kristiani di Kota Kotamobagu yang akan merayakan Natal dan Tahun Baru. “Karena permintaannya banyak, maka dari sekarang saya mulai membuat kue yang dipesan,” ujarnya.

Untuk harga, ia mematok Rp225 ribu per toples. Adapun jenis kue yang dibuatnya adalah disesuaikan dengan permintaan si pemesan. “Bersyukur karena banyak yang order. Memang momen hari besar keagamaan seperti ini menjadi berkah bagi kami sebagai pembuat kue,” sebutnya.

Senada diutarakan Lian Mamonto, warga Kelurahan Upai. Ia mengaku mendapat banyak orderan napolitein. “Dalam dua minggu terakhir ini sudah mulai banyak yang memesan. Harganya 300 ribu untuk ukuran sedang, kalau yang besar harganya 500 ribu,” sebutnya.

Bisnis rumahan yang dilakoni mayoritas ibu-ibu rumah tangga itu mendapat dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot). Melalui instansi terakit, pengembangannya terus didorong, dengan harapan bisa memberi dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

“Sepanjang tahun ini ada 1004 IKM yang tumbuh dan berkembang, seperti industri rumah tangga, industri kecil, dan industry sedang. Yang paling banyak dan menonjol adalah industri rumah tangga yang pengelolaannya fokus pada usaha kue, kacang-kacangan dan sebagainya. Ini kita dorong agar terus tumbuh dan berkembang, karena dampaknya terhadap peningkatan ekonomi pasti akan sangat dirasakan,” ujar Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker), Fadlun Paputungan. (gjm)

Pemkot Peringati HUT Korpri ke-48, Wawali Bacakan Pidato Presiden

Suasana upacara peringatan HUT ke-48 Korpri di Lapangan Boki Hotinimbang, Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia), di lapangan Boki Hotinimbang, Jumat (29/11).

Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan pidato Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo.

Presiden melalui pidato yang dibacakan Wakil Wali Kota itu, mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-48 kepada seluruh anggota Korpri baik yang berada di tanah air maupun di seluruh perwakilan RI di luar Negeri.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi khusus kepada seluruh anggota Korpri yang bertugas di seluruh pelosok negeri. Di pulau-pulau terdepan, di kawasan perbatasan dan wilayah-wilayah terisolir. Mereka adalah abdi negara yang menjalankan tugas dengan penuh dedikasi untuk memastikan negara hadir di seluruh penjuru tanah air. Terima kasih atas pengabdian yang saudara-saudara berikan kepada rakyat, bangsa dan negara,” ucapnya.

Lanjutnya, saat ini kita berada di dunia yang berubah dengan cepat yang sangat berbeda dengan 20, 30 atau 40 tahun yang lalu. Revolusi industri jilid ke empat telah menginstruksi segala lini kehidupan bukan hanya cara dalam berkomunikasi tapi juga dengan cara mengelola pemerintahan. Disi lain persaingan antar negara juga semakin sengit untuk merebut teknologi, merebut pasar dan memperebutkan talenta-talenta hebat yang digunakan untuk memajukan negaranya.

“Dalam menghadapi perubahan dan persaingan itu kita tidak boleh takut. Kita harus menghadapi persaingan itu dengan cara-cara baru, dengan terobosan-terobosan baru. Kecepatan, kreatifitas dan inovasi adalah kuncinya. Cara-cara lama yang monoton dan tidak kompetitif tidak bisa diteruskan lagi. Kita harus bisa lebih cepat, lebih baik dibandingkan dengan negara lain. Oleh karena itu, saya mengajak kepada seluruh anggota Korpri untuk mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi secara berkelanjutan tidak ada lagi pola pikir lama, tidak ada lagi kerja linier dan tidak ada lagi kerja rutinitas. Birokrasi harus berubah,” sebutnya.

“Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja. Cepat beradaptasi dengan perubahan. Saya mengajak seluruh anggota Korpri untuk terus menerus bergerak mencari terobosan, melakukan reformasi, pelayanan yang ruet, berbelit-belit dan yang menyulitkan rakyat harus kita pangkas. Kecepatan pelayanan menjadi kunci reformasi birokrasi. Orientasi birokrasi harus betul-betul berubah. Bukan lagi berorientasi pada prosedur tapi lebih berorientasi pada hasil nyata,” ujarnya.

Panjangnya rantai pengambilan keputusan juga harus bisa dipotong. Dipercepat dengan cara penerapan teknologi bahkan saya sudah meminta eselon III dan IV untuk ditiadakan. Sehingga pengambilan keputusan bisa lebih cepat. Hal yang pahit harus kita lakukan karena diera persaingan antar negara yang semakin sengit seperti ini. Jika kita lambat pasti tertinggal. Karena itu ukurannya adalah bukan lebih baik dari sebelumnya, tapi lebih baik dari negara lain yang menjadi pesaing kita.

“Saya juga sering mengingatkan bahwa kita harus mengurangi kegiatan seremonial yang sifatnya rutinitas dan lebih meningkatkan produktivitas serta berorientasi kepada hasil. Tugas birokrasi adalah memastikan rakyat terlayani dengan baik serta program-program pembangunan betul-betul terdelivery dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Sekedar melayani saja sudah tidak cukup pelayanan yang diberikan juga harus lebih baik dan diimbangi dengan kemudahan serta kecepatan,” ingatnya.

Dengan kemajuan teknologi cara kerja birokrasi juga harus berubah. Inovasi teknologi harus bisa mempermudah bukan mempersulit pekerjaan. Kemajuan teknologi adalah instrumen untuk mempercepat penyelesaiaj masalah.

“Masalah saat ini harus kita selesaikan dengan Smart shortcut yang lebih cepat lebih efisien dan lebih memberikan dampak yang luas, kita harus optimis menatap masa depan titik kita harus percaya diri menghadapi kompetensi global. Kita harus yakin menjadi salah satu negara terkuat di dunia dan menjadi negara pemenang,” tukasnya.

“Kuncinya adalah kita mau bersatu. Persatuan dan kesatuan adalah pengikat kita untuk menuju Indonesia maju. tanpa persatuan kemajemukan negara kita tidak akan pernah menjadi energi kolektif untuk mencapai kemajuan. tanpa persatuan kita akan menjadi negara yang lemah dan pecundang, Saya ingin sekali lagi menyampaikan salam hangat kepada segenap anggota Korpri di manapun berada titik Selamat bertugas melanjutkan pengabdian dan karya terbaik saudara bagi rakyat bangsa dan negara,” pungkasnya. (gjm)

Wali Kota Presentasikan Potensi dan Pengembangan Kopi Kotamobagu di Kementrian PMK

Wali Kota, Tatong Bara, saat mempresentasikan potensi dan pengembangan Kopi Kotamobagu pada rakor pengembangan kewirausahaan pemuda yang dilaksanakan Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kamis (28/11) di Hotel Orio Jalan Syahid Hasyim, Jakarta.

ZONA KOTAMOBAGU –  Wali Kota, Tatong Bara, mempresentasikan potensi dan pengembangan Kopi Kotamobagu pada rapat koordinasi pengembangan kewirausahaan pemuda yang dilaksanakan Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kamis (28/11), di Hotel Orio Jalan Wahid Hasyim, Jakarta.

Pada rakor yang diikuti Bupati Bolaang Mongondow dan Bupati Gorontalo Utara serta dihadiri peserta sejumlah kementrian itu, wali kota juga memaparkan keberhasilan Sistem Inovasi Daerah (SIDA) untuk perekonomian melalui UMKM dan iniovasi daerah, serta peran pemuda dan pengembangan kewirausahaan.

“Kami memaparkan terkait pengembangan kopi dan kewirausahaan pemuda di Kota Kotamobagu. Sistem Inovasi Daerah merupakan substansi dari pengembangan kewirausahaan di daerah. Kehadiran kami di sini diharapkan akan membawa intervensi pemerintah pusat dalam hal ini kementerian terkait untuk pengembangan kewirausahaan pemuda. Tentu ini kegiatan lintas kementerian yang membutuhkan koordinasi, dan kami di daerah siap menindaklanjuti,” ujar wali kota.

Menurut wali kota, kegiatan seperti penting untuk terus dilakukan dan perlu diperluas lagi terutama upaya yang dilakukan pemerintah pusat dalam pengembangan kewirausahaan pemuda di daerah.

“Mudah-mudahan ini bisa ditindaklanjuti sesuai dengan apa yang menjadi harapan dari pemerintah pusat dalam hal ini kementerian terkait ke depannya. Kami juga berharap ini tidak hanya terbatas dalam pelaksanaan rapat koordinasi, tetapi ada tindak lanjut yang konkrit untuk kami di daerah,” ucapnya.

Rakor tersebut hanya mengundang Wali Kota Kotamobagu, Bupati Bolaang Mongondow dan Bupati Gorontalo Utara, serta dihadiri peserta dari Kemenpora, Kemenkop UKM, Bappenas, Kemenko Perekonomian, Kemendikbud, Kementerian Ketenagakerjaaan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian Pariwisata, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, BPS, dan BNP2TKI. (gjm)

Rekayasa Jalur Lalin Solusi Urai Kemacetan di Jalan S Parman

Nasly Paputungan

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perhubungan (Dishub) berencana merekayasa jalur lalu lintas (lalin) di Jalan S Parman, Kelurahan Kotamobagu. Pasalnya, di jalur tersebut rawan terjadi kemacetan kendaraan.

“Rencana kami akan merekayasa jalur lalu lintas mulai dari arah Lapangan Kotamobagu, depan markas Kodim sampai keluar di simpang tiga depan Toko Tita, tinggal satu arah. Jadi tidak bisa lagi ada lalu lintas berlawanan di jalur itu,” kata Kepala Dishub, Nasly Paputungan.

Bagi kendaraan dari arah Patung Bogani, ia mengungkapkan tak bisa lagi belok kanan atau masuk ke Jalan S Parman menuju Lapangan Kotamobagu. “Saat ini pihak ketiga tengah melakukan pemasangan rambu lalu lintas. Ketika sudah terpasang semua, maka kita akan langsung turun dengan tim terpadu untuk pengawasan serta sosialisasi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, kemacetan yang sering terjadi disimpang tiga itu, disebabkan adanya pengunjung di sejumlah toko di ruas jalan tersebut yang hanya memarkir kendaraan di badan jalan. “Kami sudah layangkan pemberitahuan kepada pelaku-pelaku usaha di jalur tersebut agar mematuhi aturan lalu lintas,” tambahnya. (gjm)