Beranda blog Halaman 476

Wali Kota Terima Penghargaan Swasti Saba Wiwerda

Wali Kota, Tatong Bara, usai menerima piala dan piagam penghargaan Swasti Saba Wiwerda atas keikutsertaan Pemkot Kotamobagu dalam penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat 2019.

ZONA KOTAMOBAGU –  Wali Kota, Tatong Bara, menerima penghargaan swasti saba wiwerda atas partisipasi Pemerintah Kota (Pemkot) dalam penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat tahun 2019. Piala dan piagam penghargaan itu diserahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, di Ruang Sasana Bhakti Praja, Jakarta Pusat, Selasa (19/11).

Wali kota usai menerima penghargaan itu, menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang didapat dipenghujung tahun ini. Menurut wali kota, penghargaan Kota Sehat yang diraih Pemkot Kotamobagu tahun ini meningkat satu tahap yang diraih pada 2018 lalu. “Pemerintah daerah terus menerus membenahi daerah, agar lingkungan atau kota kita dikategorikan sehat dengan beberapa kriteria yang ditetapkan secara nasional. Dan Alhamdulillah pada hari ini telah diterima penghargaan yang kedua kali dengan tingkatan yang lebih tinggi,” kata wali kota.

Raihan penghargaan itu kata wali kota menjadi pemacu dan pemicu semangat bagi jajaran Pemkot Kotamobagu untuk terus berbenah dan memberikan yang terbaik untuk daerah. “Kita terus berbenah, dan insya allah tahun depan bisa mendapatkan kategori Wistara,” sebut wali kota.

Wali kota mengungkapkan, piala dan piagam penghargaan itu bukan segala-segalanya. Sebab hal itu hanya sebuah penghargaan. Yang lebih penting menurut wali kota dua periode ini adalah pemenuhan kriteria. Dengan begitu, Kota Kotamobagu termasuk wilayah yang layak didiami dan layak menjadi tempat tinggal bagi seluruh masyarakat.

“Indikator yang dicapai tidak berhenti terhadap piala saja, tapi lebih pada nilai akhir dari sebuah keberhasilan secara utuh, serta indeks pembangunan manusia yang didalamnya ada indikator harapan hidup masyarakat,” ungkap wali kota.

Dengan lingkungan yang sehat, diharapkan seluruh kehidupan berproses dengan baik. Dengan demikian, usia hidup masyarakat meningkat, angka kasus kematian ibu dan bayi menurun, serta stunting yang bisa terus ditekan. “Ini akan menjadi catatan, dan insya allah prestasi yang kita capai ini akan lebih meningkat di tahun-tahun selanjutnya,” ujar wali kota. (gjm)

Ini Tujuan Bagian Humas Kota Tomohon Berkunjung ke Dinas Kominfo Kotamobagu

Kunjungan Bagian Humas Kota Tomohon yang diterima Kepala Dinas Kominfo, Ahmad Yani Umar, dan jajarannya.

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menerima kunjungan kerja dari Bagian Humas Sekretariat Daerah (Setda) Kota Tomohon, Selasa (19/11). Agenda kunjungan itu dalam rangka sharing informasi terkait managemen kerja sama dengan media massa.

“Kunjungan kita ke sini untuk mencari informasi yang lebih bagus soal praktek kerja sama dengan media massa yang dilakukan Pemkot Kotamobagu. Saya lihat di sini lebih maju segi kerjasamanya dengan media karena sudah diatur dengan baik,” kata Djufry Rorong, Kasubag Pemberitaan dan Publikasi Bagian Humas dan Protokol Kota Tomohon.

Kerja sama dengan media massa di Kota Tomohon kedepannya akan dikelola Dinas Kominfo. Oleh karena itu pihaknya sengaja berkunjung ke Kota Kotamobagu terkait management kerja sama dengan media massa. “Kami ingin banyak dapat informasi di sini agar kedepannya pelayanan lebih baik lagi. Begitu juga dengan pemberitaan yang disebarluaskan melalui media dapat diterima masyarakat dengan baik, dan apa yang menjadi tujuan pemerintah bisa tercapai,” ujarnya.

Selain manajemen soal kerja sama dengan media massa, rombongan dari Kota Bunga itu juga berkonsultasi soal Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) yang nantinya akan diterapkan di Kota Tomohon. “Kita dapat informasi Kota Kotamobagu juara 3, jadi kita belajar selangkah atau tiga langkah lebih maju. Apa yang baik itu yang kami terapkan,” sebutnya.

Kepala Bidang Statistik Informasi Komunikasi Publik (SIKP), Fahri Damopolii, mengungkapkan banyak hal yang dibicarakan terkait agenda kunjungan Bagian Humas Setda Kota Tomohon tersebut. “Tahun 2020 kerja sama dengan media massa di Kota Tomohon rencananya sudah di Dinas Kominfo, sehingga itu mereka datang ke sini mencari informasi bagaimana mekanisme dan tata kelola kerja sama dengan media,” ungkapnya. (gjm)

Kopi Kotamobagu Ditarget Tembus Pasar Sulut

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Kopi Kotamobagu ditargetkan merambah pasar Sulawesi Utara (Sulut). Hal ini diutarakan Wali Kota, Tatong Bara, usai peresmian replika Komalig di Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Senin (18/11).

Menurut wali kota, kopi merupakan salah satu produk unggulan Kota Kotamobagu. Pemerintah Kota (Pemkot) katanya terus berupaya mengembangkannya. Sasarannya adalah menguasai pasar Sulut melalui café-café yang ada. “Pak gubernur sudah tegaskan, kalau seluruh produk kerajinan apa saja dibawa ke Manado. Mereka akan beli. Ini tantangan bagi kita bagaimana produk yang kita bawa itu bisa terterima. Tentu kualitasnya harus baik, selain itu pengemasannya juga harus menarik agar ada daya tariknya,” kata wali kota.

Untuk mewujudkan target itu, wali kota mengungkapkan pihaknya akan melibatkan kader PKK yang ada di daerah. “PKK akan kita libatkan, mulai proses pengemasan dan seterusnya. Nantinya kader PKK ini juga akan diberi pendampingan, agar semua prosesnya berjalan baik dan sesuai yang kita harapkan,” ungkapnya. (gjm)

Buka Kegiatan HKG PKK, Ini Pesan Wali Kota

Wali Kota, Tatong Bara, memberi sambutan saat membuka kegiatan HKG PKK ke-47, dan Jambore Temu Kader PKK ke-1, di Desa Kopandakan I.

ZONA KOTAMOBAGU — Wali Kota, Tatong Bara, dan Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, menghadiri sekaligus membuka kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47 dan Jambore Temu Kader ke-1 PKK Kotamobagu yang dipusatkan di Lapangan Beringin, Desa Kopandakan 1, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Senin (18/11).

Kegiatan yang mengambil tema “Tingkatkan kinerja kader PKK melalui pengelolaan administrasi PKK itu, juga turut dihadiri unsur Forkopimda, seluruh Kepala SKPD, Camat, lurah dan sangadi serta seluruh kader PKK se-Kota Kotamobagu.

Wali Kota usai membuka kegiatan tersebut mengatakan, dari pemantauan disejumlah stand, paling tidak mereka sudah mulai melakukan inovasi, satu kreasi, satu produk yang mereka bisa hasilkan. Tinggal memang ada beberapa hal yang harus kita sempurnakan seperti pengemasan.

“Ingredients untuk barang itu harus ada tercantum kadar makanannya, kadar gizinya sampai pada batas waktunya. Kedepan ini memang harus dipelihara, terus dipantau, terus dibina, agar nilai atau valuenya bisa berubah dan bisa lebih luas pemasarannya,” tutur Wali Kota.

Lebih lanjut Wali Kota mengatakan, bapak Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, sudah menyampaikan bahwa seluruh produk kerajinan apa saja dari Kotamobagu bisa dibawa ke Manado mereka akan beli.

“Tetapi proses dari kita harus lebih ditingkatkan lagi, termasuk ingredients tercantum kandungan makanan di dalam kemasan. Saya memberi apresiasi untuk sementara hari ini. PKK memberikan satu geliat yang cukup baik tinggal memang kita perlu pendampingan termasuk beberapa produk yang pemakingannya sudah bagus, seperti produk kopi, gula merah dan produk lainnya. Dan ini sudah saya sampaikan pintu gerbangnya kita ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) untuk bisa lebih luas lagi,” ujarnya.

Wali Kota juga mengungkapkan, target Pemkot Kotamobagu kopi harus bisa masuk diseluruh kafe di Sulawesi Utara. “PKK akan membantu dan PKK bisa kita intervensi sampai pada pengawalan dari pemakingan hingga dari hulu ke hilirnya. Paling tidak penanamannya harus kita kontrol lewat pertanian, cara penanganannya sampai pada prosesnya,” kata Tatong.

Ditambahkan, Untuk promosi, nantinya Pemkot Kotamobagu akan mengadakan satu promosi tunggal dalam satu produk. “Tapi kita harus memberikan satu pendampingan yang kuat, termasuk pemakingannya, kandungan makanannya, rasanya sampai dalam pewarnaan jangan sampai ada bahan kimia,” pungkas Wali Kota. (gjm)

Wali Kota Resmikan Replika Komalig

Wali kota dan wakil wali kota foto bersama memperlihatkan salah satu kerajinan tangan Bolaang Mongondow yang ada di dalam bangunan replika Komalig.

ZONA KOTAMOBAGU – Bangunan replika komalig (rumah raja) yang dibangun di Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, diresmikan Wali Kota, Tatong Bara, Senin (18/11). Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita, yang dilanjutkan dengan peninjauan peralatan serta benda-benda peninggalan sejarah Bolaang Mongondow di dalam bangunan tersebut.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya atas dibangunnya bangunan replika Komalig ini. Dari bangunan ini, kita bisa mengetahui peninggalan leluhur kita,” sebut wali kota.

Wali kota mengungkapkan, sejumlah fasilitas maupun peralatan di dalam bangunan tersebut masih perlu dan akan ditambah. “Nanti kita akan memperluas dan menantang kita untuk mengoleksi lebih besar lagi, menyiapkan tempat yang lebih besar dan representatif lagi,” ungkapnya.

Peresmian bangunan replika Komalig itu dihadiri Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan, Sekretaris Daerah Sande Dodo bersama sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta Kepala Balai Pelestarian Budaya Wilayah Suluttengo, Apolos Marisan. (gjm)

Sudah 36 Orang Mendaftar CPNS di Kota Kotamobagu

Alfi Syahrin Rustam

ZONA KOTAMOBAGU – Pendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kota Kotamobagu yang sudah menyelesaikan proses pendaftaran melalui sscn.go.id, berjumlah 36 orang.

“Jumlah pendaftar sudah 36, terdiri dari 8 orang laki-laki, dan 26 perempuan,” kata Kasubid Pengadaan dan Pemberhentian Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Alfi Syahrin Rustam.

Disisi lain, ia mengimbau calon pelamat untuk mempersiapkan dokumen yang menjadi syarat pendaftaran. Selain itu, pelamar juga diminta teliti saat menginput data via online. “Jika ada yang ingin berkonsultasi atau meminta penjelasan berkaitan dengan pendaftaran, silahkan datang ke Kantor BKPP. Kami siap melayani,” tambahnya.

Untuk membantu pendaftaran via online, Pemerintah Kota melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) juga siap memfasilitasi para calon pelamar dalam proses pendaftaran. “Silahkan datang ke Dinas Kominfo. Kami menyediakan fasilitas komputer maupun jaringan internet dengan kapasitas 50 Mbps,” kata Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Muhammad Syarif Tongkukut. (gjm)

Pekan Depan Wali Kota Terima Penghargaan Kota Sehat

Ahmad Yani Umar

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) kembali menerima penghargaan kota sehat dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Berdasarkan radiogram yang diterima Pemkot Kotamobagu, penghargaan itu akan diserahkan pada 19 November mendatang di ruang Sasana Bhakti Praja Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Insya allah ibu (wali kota) yang akan menerima langsung penghargaan itu,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Ahmad Yani Umar.

Penghargaan kota sehat yang diterima Pemkot tahun ini naik satu tingkat dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun 2018, yang diterima adalah kategori swasti saba padapa. Sedangkan tahun ini adalah swasti saba wiwerda. “Empat tatanan yang menjadi fokus penilaian semua terpenuhi, dan Alhamdulillah kita bisa dapat kategori swasti saba wiwerda,” ujarnya.

Empat tatanan yang dimaksud adalah tatanan pemukiman sarana dan prasarana sehat. Yang dinilai adalah keberadaan sarana pengolahan sampah yang baik, seperti di TPA, sarana sekolah sehat, hutan kota, pengelolaan pasar yang baik serta penyediaan air bersih di tempat umum. Tatanan kedua adalah industri dan perkantoran sehat. Penilaiannya meliputi industri rumahan yang sehat dan ramah lingkungan, serta kawasan perkantoran yang sehat.

Untuk tatanan ketiga adalah kehidupan masyarakat sehat dan mandiri. Fokus penilaiannya meliputi gerakan penanaman pohon, posyandu aktif, posbindu aktif, desa siaga dan adanya larangan merokok di tempat umum, seperti rumah sakit dan kompleks perkantoran. “Kemudian untuk tatanan keempat adalah ketahanan pangan dan gizi. Fokusnya adalah peningatan produksi pangan, tersedianya cadangan dan lumbung pangan, dan kasus gizi buruk menurun,” jelasnya. (gjm)

Gandeng Baznas, Pemkot Latih Imam dan Pegawai Syari’i Soal Cara Menyembelih Hewan

Suasana pelatihan cara penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan Pemkot bekerja sama dengan Baznas di Balai Desa Bungko.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kotamobagu, menggelar pelatihan tata cara penyembelihan hewan. Pelatihan itu dilaksanakan di Balai Desa Bungko, Kamis (14/11), yang diikuti 150 imam dan pegawai syari’i.

Asisten I, Teddy Makalalag, mengatakan pelatihan itu penting untuk setiap imam dan pegawai syari’i. Mengingatkan katanya para imam dan pegawai syari’i sering diminta masyarakat untuk menyembelih hewan baik itu sapi maupun kambing dalam setiap hajat di masyarakat.

“Setiap hajat di masyarakat, imam dan pegawai syari’i biasa diminta menyembelih sapi atau kambing. Jika salah menyembelih, maka daging yang disajikan tidak mendapatkan berkah. Untuk itu, melalui pelatihan ini kita harap para imam dan pegawai syari’i bisa lebih memahami soal tata cara  penyembelihan hewan yang benar,” katanya, saat membuka kegiatan itu.

Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos), Adin Mantali, mengungkapkan kegiatan pelatihan tersebut akan kembali dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang. “Insya allah tahun depan Pemkot dan Baznas Kota Kotamboagu akan mengundang lebih banyak lagi imam dan pegawai syari’i di tiap desa dan kelurahan untuk mengikuti pelatihan seperti ini, agar kapasitas mereka selaku pelayan umat semakin mantap,” ungkapnya. (gjm)

Puskesmas Gogagoman Menuju Akreditasi Paripurna

Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, dan jajaran Pemerintah Kota saat menyambut kedatangan tim surveyor akreditas FKTP di Puskesmas Gogagoman.

ZONA KOTAMOBAGU – Tim surveyor akreditas Fasilatas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kementrian Kesehatan (Kemenkes), mengunjungi Puskesmas Gogagoman, Kamis (14/11). Kedatangan mereka untuk menilai kelayakan Pusksesmas tersebut mendapatkan akreditasi kategori paripurna.

Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, saat menyambut kedatangan tim surveyor tersebut berharap akreditasi Puskesmas Gogagoman bisa naik dari madya menjadi paripurna. “Kalau dibandingkan dengan Puskesmas di daerah lain yang sudah mendapatkan akreditasi paripurna, maka ada peluang besar Puskesmas Gogagoman mendapatkannya,” katanya, usai menyambut kedatangan tim surveyor akreditas FKTP.

Sementara itu, Ketua Tim Surveyor Akreditas FKTP, Agus Hamang, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penjemputan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot). Selama berada di Kota Kotamobagu, katanya pihaknya akan memantau seluruh aktivitas pelayanan di Puskesmas Gogagoman. “Penilaian ini akan kami lakukan selama tiga hari. Jika semua kompone penilaian sudah sesuai standar, maka akreditasi paripurna yang menjadi harapan semua bisa diharapkan,” ujarnya. (gjm)

Gula Aren Topang Ekonomi Masyarakat Desa Moyag

Proses produksi gula aren secara manual oleh pengrajin di Desa Moyag.

ZONA KOTAMOBAGU – Potensi gula aren di Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, sangat menjanjikan. Tak sedikit warga setempat yang menggantungkan hidup dengan bekerja sebagai pengrajin gula berbahan dasar air nira tersebut.

Melihat besarnya potensi itu, pemerintah desa setempat menaruh perhatian serius dengan memberdayakan para pengrajin dan mengakomodirnya dalam satu kelompok. Selain itu, pemerintah desa juga melirik gula aren sebagai salah satu jenis usaha yang akan dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal itu dilakukan guna membantu para pengrajin mulai dari proses produksi, peningkatan kualitas produk hingga pemasarannya. Sasarannya adalah peningkatan ekonomi masyarakat khususnya para pengrajin.

“Satu pengrajin bisa menghasilkan 50 kilo gram per hari. Kalau dikalikan 10 orang dalam satu kelompok, maka gula aren yang diproduksi per hari bisa mencapai 500 kilo gram. Proses produksinya dilakukan secara manual dengan peralatan tradisional,” kata Kepala Desa Moyag, Rusmin Mamonto.

Gula aren yang diproduksi para pengrajin di Desa Moyag itu selanjutnya akan diproduksi lagi menjadi produk Gula Semut Moromimit. Permintaan pasarnya cukup tinggi. “Peminatnya banyak. Tapi untuk pemasarannya kita masih tunggu ijin dari Dinas Kesehatan, kemudian rekomendasi dari Dinas Perdagangan. Kalau semua sudah ada, pemasarannya bisa ke gerai-gerai yang ada di Kota Kotamobagu,” ungkapnya.

Gula aren menjadi salah satu produk unggulan Kota Kotamobagu. Untuk membantu pengembangannya, Pemerintah Kota membangun rumah produksi yang lokasinya berada di dekat area perkebunan warga setempat. (gjm)