Beranda blog Halaman 522

E-Absensi Awasi Pegawai ‘Kaki Gatal’

Pegawai di lingkungan Pemkot Kotamobagu saat apel korpri.

ZONA KOTAMOBAGU – Gerak-gerik pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) akan diawasi melalui aplikasi e-absensi. Dengan begitu, ruang gerak pegawai ‘kaki gatal’ alias yang suka keluyuran di jam kerja ataupun yang sering datang terlambat dan pulang cepat, akan lebih mudah diawasi.

Kepala Data Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Rudy Yuanto Unu, mengatakan pihaknya saat ini tinggal merampungkan data Aparatur Sipil Negara (ASN) serta memasang instalasi yang terakses ke Dinas Kesehatan. “Kemungkinan minggu depan sudah rampung semua, dan setelah itu akan diluncurkan sebagai SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) percontohan penerapan e-absensi sekaligus launching Kota Kotamobagu menuju smart city 2021,” katanya.

Ia menjelaskan, aplikasi e-absensi berfungsi untuk memantau kehadiran serta kinerja pegawai Dinas Kesehatan. Setiap pegawai katanya akan diberikan kartu yang sudah terkoneksi dengan sistem pada aplikasi tersebut. “Nantinya setiap pegawai akan diberikan combo card yang berfungsi sebagai kartu identitas pegawai, ATM, pembayaran parkir maupun pembayaran tap cash. Kemudian tiap pintu yang ada di Dinas Kesehatan akan dipakai accses door yang bisa diakses melalui handphone pegawai,” jelasnya.

Dengan menggunakan aplikasi e-absensi, ia mengungkapkan bisa lebih mudah mengawasi aktivitas pegawai di Kantor Dinas Kesehatan, Rumah Sakit maupun Puskesmas. “Sistem ini bisa terakses hingga radius 20 meter. Jadi ketika ada pegawai yang keluar kantor atau melebihi radius itu, maka secara otomatis akan terbaca oleh sistem dan disaat bersamaan akan muncul pertanyaan kepada yang bersangkutan lewat handphone,” terangnya.

Selain e-absensi, aplikasi Edupatrol juga dalam waktu dekat ini akan segera diterapkan di dua sekolah percontohan, masing-masing SDN 2 Kotamobagu dan SMP Negeri 4 Kotamobagu. “Sekarang tinggal merampungkan data. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan diluncurkan bersamaan dengan e-absensi,” tambahnya. (ads/trz)

Tahun ini Pemkot Pasang 2.309 PJU

Imran Amon
Imran Amon

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) akan memasang 2.309 lampu jalan di sejumlah titik yang ada di wilayah Kota Kotamobagu. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Imran Amon.

Menurutnya, anggaran untuk pengadaan ribuan mata lampu itu berkisar Rp3 miliar, dengan target pemasangannya selesai tahun ini. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah running pemasangannya,” katanya.

Dalam pemasangan PJU itu, ia mengungkapkan pihaknya akan berkoordinasi dengan PLN terutama soal daya yang akan digunakan. “Kita akan pelajari lagi, karena dari 800 PA kita turun sampai 350 ribu atau lebih dari setengah daya. Tahun ini kita target nol dayanya, setelah itu kita seragamkan pemasangan lampunya,” ujarnya.

Pemasangan lampu jalan itu katanya untuk ikut memperindah wajah Kota Kotamobagu sebagai kota jasa dan perdagangan. “Jika wajah kota kita terlihat indah, maka dengan sendirinya investor akan datang ke daerah ini,” tambahnya. (ads/trz)

CPNS Asal Luar Daerah Tak Diijinkan Pindah

Para CPNS saat dikumpukan di Aula Kantor Wali Kota.

ZONA KOTAMOBAGU – 232 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang barus saja dinyatakan lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), diminta untuk mengabdikan diri secara maksimal kepada Pemerintah Kota (Pemkot). Hal ini diutarakan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) dihadapan para CPNS, Kamis (10/1) di Aula Kantor Wali Kota.

Menurutnya, setiap CPNS termasuk yang berasal dari luar daerah diharuskan untuk member diri sepenuhnya bagi Kota Kotamobagu. “Banyak juga yang berada dari luar Kotamobagu. Perlu diingatkan, anda sudah memilih Kota Kotamobagu, maka secara otomatis anda harus mengabdi sepenuhnya untuk daerah ini. Jangan hanya jadi batu loncatan kemudian pindah,” kata Sahaya.

Ia menyebut, perpindahan CPNS dari Kota Kotamobagu ke daerah lain akan sangat merugikan Pemerintah Kota (Pemkot). Oleh karena itu, ia mengingatkan agar CPNS terutama yang berasal dari luar daerah untuk bisa mengabdi sepenuhnya untuk Kota Kotamobagu. “Jika ada yang minta pindah, itu seperti merugikan daerah ini. Anda harus siap untuk mengabdi,” sebut Sahaya.

Pada kesempatan itu, Sahaya mengungkapkan status para CPNS saat ini belum sepenuhnya aman meski sudah dinyatakan lulus seleksi. “Sekarang ini masih berproses. Bisa saja gagal diangkat menjadi PNS. Ini bukan menakut-nakuti tapi sekadar mengingatkan saja. PNS saja yang sekian hari tidak masuk kerja bisa diberhentikan tidak dengan hormat karena akumulasi kehadiran. Apalagi baru CPNS. Pada prajab beberapa waktu lalu juga ada yang tidak lulus. Ini jangan sampai terjadi dan kita harap semua CPNS ini bisa diangkat menjadi PNS,” ujar Sahaya.

Selain itu, Sahaya juga mengingatkan para CPNS soal disiplin dan kinerja. Disiplin dan kinerja katanya bukan hanya sekadar kata, melainkan harus diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas keseharian. “Disiplin harus dijaga, begitu juga dengan kinerja yang harus selalu ditingkatkan,” sebut Sahaya.

Sekretaris Daerah (Sekda), Adnan Massinae, menyampaikan masih ada proses setelah dinyatakan lulus seleksi CPNS serta berbagai persyaratan yang harus dipenuhi sebelum resmi menjadi PNS. “ Ketika sudah menjadi PNS maka tugas kalian adalah sebagai pelayan, pengayom dan pembantu masyarakat. Kalian semua akan memasuki dunia baru, dan tentu harus ada perubahan baik itu perilaku maupun sikap. Hanya ada dua pilihan, ikut atau tidak. Jangankan tidak ikut, ragu-ragu saja lebih baik kembali. Sebelum diangkat menjadi PNS nanti akan disumpah dengan Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia,” tutur Adnan. (ads/trz)

Awal Tahun, 12 Warga Terserang DBD

Devi Lala

ZONA KOTAMOBAGU – Musim hujan yang terjadi akhir-akhir ini menjadi tanda awas bagi masyarakat. Pasalnya, di saat seperti ini sangat rawan dengan penyebaran berbagai jenis penyakit. Salah satunya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, serta rutin membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Devie Lala, mengatakan kebersihan lingkungan merupakan tindakan awal pencegahan penyebaran nyamuk aedes aegypti. “Kebersihan adalah hal paling utama. Kemudian jangan sampai ada genangan air di sekitar rumah kita, karena itu menjadi tempat perkembanganbiakan nyamuk. Jika lingkungan kita bersih, maka akan terhindar dari berbagai jenis penyakit,” katanya.

Ia mengungkapkan, di awal tahun ini sudah ada 12 kasus yang terjadi dan tersebar di sejumlah desa dan kelurahan. “Berdasarkan laporan dari tiap Puskesmas sudah ada 12 kasus pada bulan ini, dan penderitanya adalah anak-anak dan orang dewasa,” ungkapnya.

Pemberantasan sarang nyamuk harus dilakukan agar nyamuk yang membawa virus DBD tak dapat berkembang biak dan keluarga kita terlindung dari DBD. “Cuaca seperti saat ini sangat rentan dengan berbagai penyakit, termasuk DBD. Nyamuk yang membawa virus penyakit itu bisa dengan mudah berkembang biak di mana saja, termasuk di selokan. Pemberantasan sarang nyamuk cukup dengan 3 M Plus (menguras, menutup, menimbun) plus memakai hand body anti nyamuk,” ungkapnya.

Ia mengaku, pihaknya siap menindaklanjuti jika ada laporan masyarakat soal kasus DBD. Namun sebelum turun melakukan tindakan di lapangan, terlebih dahulu harus ada hasil laboratorium atau hasil pemeriksaan dokter yang menyatakan bahwa itu adalah DBD. “Kita akan identifikasi juga. Jika tidak ada jentik kemudian ada yang terserang DBD, maka bisa saja pasien tersebut terjangkit di tempat lain. Tapi kalau hasil identifikasi ternyata di wilayah itu terdapat banyak jentik, maka kita akan melakukan fogging di wilayah sekitar,” ujarnya. (ads/trz)

Ini Berkas yang Harus Dimasukan CPNS ke BKPP

Adnan Massinae

ZONA KOTAMOBAGU – Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang baru saja dinyatakan lulus seleksi, diwajibkan hadir mendengarkan arahan Panitia Pengadaan CPNSD, Kamis (10/1), di Aula Kantor Wali Kota. Hal ini sesuai pengumuman Panitia Pengadaan CPNSD nomor: 37/83/TIMSEL-CPNSD/I/2019 tentang kelengkapan berkas CPNS yang dinyatakan lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Dalam pengumuman itu, tertuang waktu pemasukan kelengkapan berkas ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) yakni Senin (14/1) pekan depan. Adapun kelengkapan administrasi yang harus dimasukan adalah; surat lamaran (ditulis tangan menggunakan huruf capital) yang dibubuhi tanda tangan di atas materai dan ditujukan ke wali kota, ijazah SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, DIII/DIV/S1 dan S2 beserta transkrip nilai, pas foto terbaru (ukuran 3×4 dan 4×6 masing-masing 8 lembar dengan latar merah, daftar riwayat hidup, SKCK, surat keterangan dokter, surat keterangan tidak pernah mengkonsumsi/menggunakan narkoba dari rumah sakit, surat pernyataan tidak pernah dihukum penjara,  kartu pencari kerja, akta lahir, foto copy KTP, foto copy surat akta nikah, foto copy surat kelahiran anak, Asli SK honorer/tenaga kontrak yang ditandatangani paling rendah pejabat eselon II dan foto copy yang telah dilegalisir.

“Bagi peserta yang dinyatakan lulus dan tidak meregistrasi/daftar ulang, maka yang bersangkutan dinyatakan gugur dan wajib membuat surat pernyataan mengundurkan diri. Kemudian formasinya akan diisi oleh peserta yang memenuhi peringkat berikutnya pada formasi dan pendidikan yang sama,” kata Ketua Panitia Pengadaan CPNSD, Adnan Massinae, dalam pengumuman itu.

Apabila salah satu dari persyaratan yang sudah ditetapkan itu tidak dipenuhi, maka yang bersangkutan tidak dapat diangkat sebagai CPNS. “Kemudian jika ada peserta yang memberikan keterangan atau data yang tidak benar baik pada tahap pendaftaran, seleksi atau setelah diangkat menjadi PNS, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Kotamobagu berhak menggugurkan kelulusan atau diberhentikan tidak dengan hormat,” tegasnya.

Selain itu, para CPNS juga diminta untuk memperhatikan berbagai ketentuan termasuk soal penulisan nama dan tempat tanggal lahir yang harus disesuaikan dengan ijazah terakhir. (ads/trz)

Bupati Minta SKPD Pacu Program Kerja

Depri Pontoh

ZONA BOLMUT — Lembaran baru bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmut di tahun 2019 ini, bukan berarti meninggalkan pekerjaan yang belum tuntas di tahun 2018.  Hal itulah yang disampaikan Bupati Bolmut Drs Depri Pontoh, saat bersua awak media ini, kemarin.

Menurutnya ada beberapa program pekerjaan yang belum tuntas di tahun kemarin harus dapat dituntaskan pada tahun ini juga. Untuk itu kata orang nomor satu di Bolmut ini, di tahun ini jangan sampai Pemkab Bolmut, melakukan kesalahan yang sama seperti tahun kemarin. “Kami tidak mau mengambil resiko. Makanya dari sejumlah program pemerintah daerah tahun ini harus dilaksanakan dengan sematang mungkin,” tegasnya.

Lebih lanjut Depri mengatakan, seluruh program pemerintah daerah di tahun ini harus segera dilaksanakan secepatnya, mengingat pada tahun kemarin banyak program Pemkab Bolmut yang terjadi keterlambatan pelaksanaannya, salah satunya terjadi pada proses tender. “Sejatinya kami tidak menginginkan tahun ini Pemkab Bolmut, kembali kecelongan seperti tahun kemarin,” tandasnya. (Rendy)

Tatong Pastikan Pindah RKUD ke BNI

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Tatong Bara memastikan akan memindahkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemerintah Kota (Pemkot) dari Banks SulutGo ke BNI. Hal ini diutarakan wali kota usai meninjau bangunan gedung RSUD, Selasa (8/1).

Menurutnya, pihaknya saat ini tinggal menunggu persetujuan dari Kementrian Keuangan soal pemindahan RKUD senilai Rp717.574.906.904. “Sekarang sudah pasti akan memindahkan RKUD dari Bank SulutGo ke BNI. Sudah on rekening dan seluruh pegawai akan terakses dengan baik,” kata Tatong.

Tatong mengungkapkan, pemindahan RKUD ke BNI itu adalah untuk percepatan pelayanan. “Pemindahan RKUD ini benar-benar akan dilakukan demi percepatan pelayanan. Kemudian soal bantuan anak asuh, Bank SulutGo saya minta melayani tapi mereka tidak bisa menyanggupi menjadi mitra dalam program tersebut, dan hanya BNI yang siap mendampingi. Lebih dari itu, BNI selaku BUMN juga memiliki fasilitas yang cukp baik dan memadai,” ujar Tatong. (ads/trz)

Pemblokiran Data Kependudukan Tunggu Petunjuk Kemendagri

Virginia Olii
Virginia Olii

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), soal pemblokiran data penduduk warga berusia di atas 23 tahun yang belum merekam e-KTP.

“Belum ada yang diblokir, kita masih tunggu juknisnya dulu,” kata Kepala Bidang Kependudukan dan Pencatatan Administrasi Kependudukan (PIAK), Ruslan Adiwijaya Malah.

Meski tak merinci jumlahnya, namun ia memastikan masih ada warga khususnya yang berusia di atas 23 tahun yang belum merekam e-KTP hingga batas waktu yang ditentukan yakni 31 Desember 2018. “Masih ada yang belum merekam. Nanti kalau sudah ada juknisnya, tentu data kependudukan mereka akan diblokir,” ujarnya.

Ditambahkannya, pemblokiran data kependudukan itu akan berlaku hingga yang bersangkutan merekam e-KTP. “Selama data kependudukannya diblokir, maka yang bersangkutan akan terkendala dalam pengurusan berbagai administrasi seperti di bank, BPJS, asuransi dan sebagainya,” tambahnya.

Kepala Dinas Dukcapil, Virginia Olii, mengungkapkan kebijakan pemblokiran data kependudukan itu hanya berlaku bagi warga yang saat ini berusia 23 tahun ke atas. “Kenapa hanya di atas 23 tahun, karena saat kebijakan perekaman e-KTP tahun 2012, mereka saat itu sudah berusia 17 tahun atau sudah wajib KTP,” ungkapnya.

Disisi lain, ia mengimbau warga yang belum merekam e-KTP untuk segera datang ke Kantor Dinas Dukcapil melakukan perekaman. “E-KTP ini merupakan dokumen penting untuk setiap warga negara. Kalau belum merekam, silahkan datang di kantor. Ada petugas yang setiap hari selalu stand by melayani masyarakat,” imbaunya. (ads/trz)

Pemkot Terima Pemberitahuan Penganugerahaan Adipura 2018

Nasrun Gilalom

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) telah mendapat pemberitahuan soal penganugerahaan adipura tahun 2018 dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH-K) Republik Indonesia.

“Surat pemberitahuannya sudah kita terima. Surat itu ditujukan kepada gubernur, wali kota dan bupati di Indonesia yang daerahnya berpeluang menerima piala adipura. Kita juga menerima surat itu,” kata Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Nasrun Gilalom.

Ia mengungkapkan, dalam surat edaran itu disampaikan bahwa penganugerahan adipura 2018 ditunda pelaksanaannya pada tahun 2019. Berkaitan dengan itu, diperkirakan pelaksanaan penganugerahannya pada Januari tahun ini,” ungkapnya.

Meski sudah menerima surat pemberitahuan tersebut, namun ia mengaku belum mengetahui waktu dan tempat pelaksanaan penganugerahan adipura. “Insya allah Kota Kotamobagu dapat piala adipura. Masih tunggu surat undangan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Nantinya dalam undangan itu akan tertuang waktu dan tempat pelaksanannya,” ujarnya. (ads/trz)

Tingkatkan Kapasitas, 106 Desa Disarankan Gelar Bimtek Keprotokolan

Khristanto Nani

ZONA BOLMUT — Sejumlah kegiatan peningkatan kapasitas aparatur desa terus dilaksanakan pemerintah daerah.  Tujuannya,  agar pelayanan publik di tingkat desa semakin prima dan professional.  Tahun ini, Pemda Bolmut juga merencanakan pelaksanaan Bimtek Keprotokolan bagi seluruh aparatur desa.

“Disarankan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) agar mengarahkan para sangadi untuk menggelar Bimtek Keprotokolan bagi aparatur desa. Agar desa semakin professional dalam melayani masyarakat,  utamanya berkaitan dengan tata tempat, upacara dan tata cara penghormatan dalam acara-acara resmi di tingkat desa,” ujar Kabag Humas dan Protokol Setda Bolmut, Khristanto Nani, SSTP,  Jumat (8/1).

Dia Menjelaskan,  berbicara tentang protokoler lebih banyak tentang menyusun agenda kerja, baik itu agenda tempat, waktu dan kehormatan. Sekarang ini, banyak masalah yang ditemui justru di tata penghormatan. Jadi dengan kegiatan Bimtek ini, diharapkan dapat membantu semua aparatur desa untuk belajar menjadi lebih tentang  keprotokolan. Ia berharap lewat Bimtek Keprotokolan ini sinergitas antara pemerintah dengan  aparaturnya akan meningkat, serta mampu menjalankan roda pemerintahan desa dengan baik.

“Salah satunya, bersinergi dalam hal keprotokolan. Memang keprotokolan sudah diatur oleh undang-undang, tetapi terlepas dari itu bagaimana kita bisa mengaturnya dengan baik. Agar program dan rencana daerah bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Menanggapinya, Kadis PMD Fadly Tadjudin Usup SE M.Si, menyatakan sangat mendukung serta menyarankan masing-masing desa untuk menggelar Bimtek dimaksud. Nantinya para pemateri yang akan didatangkan bisa dikoordinasikan dengan Bagian Humas dan Protokol Setda Bolmut. “Saran ini sangat baik dalam rangka menunjang kinerja aparatur desa. Kami akan tindaklanjuti sekaligus mengarahkan pemerintah desa untuk melaksanakannya,” tutup mantan Camat Bolangitang Barat itu.  (Rendy)