Beranda blog Halaman 524

Besok, SDN 2 Kotamobagu Terima Penghargaan dari Menteri LHK

ZONA KOTAMOBAGU – SDN 2 Kotamobagu berhasil mendapat penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri tingkat nasional. Hal ini sesuai surat undangan nomor UN.13/P2SDM/LATMAS/SDM.2/12/2018 perihal penyerahan penghargaan adiwiyata nasional dan mandiri nasional tahun 2018, yang diterima Pemerintah Kota (Pemkot). Dalam undangan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulut dan Kota Kotamobagu terundang dalam serta-terima penghargaan yang akan dilaksanakan Jumat (21/12), di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat.

“Undangan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) sudah kami terima. Insya Hari Jumat (besok) penyerahannya oleh Menteri LHK dan Kehutanan, Siti Nurbaya,” kata Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Nasrun Gilalom.

Ia mengungkapkan, penghargaan adiwiyata diberikan kepada sekolah-sekolah yang dinilai berhasil mendidik siswa menjadi indvidu yang bertanggungjawab terhadap lingkungan hidup. “Penilaian adiwiyata didasarkan pada empat kriteria, yaitu kebijakan sekolah peduli dan berbudaya, pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, pengembangan kegiatan berbasis partisipatif, serta pengelolaan dan pengembangan sarana pendukung sekolah,” ungkapnya.

SDN 2 Kotamobagu menjadi satu-satunya sekolah di Sulawesi Utara yang diundang menerima penghargaan dari KemenLHK dan Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) itu. (ads/trz)

Sosialisasikan Si KeMas, Dinas Kominfo Bagi-bagi Leaflet

Kadis Kominfo, Ahmad Yani Umar, turun ke jalan membagikan leaflet si KeMas ke masyarakat.

ZONA KOTAMOBAGU – Jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) membagikan leaflet Si KeMas (Sistem Informasi Keluhan Masyarakat) di beberapa titik keramaian di pusat kota, Rabu (19/12). Pembagian leaflet itu dilakukan sebagai sosialisasi aplikasi Si KeMas kepada masyarakat luas.

Kepala Dinas Kominfo, Ahmad Yani Umar, mengatakan aplikasi Si KeMas sudah diluncurkan sejak beberapa waktu lalu, dan sudah banyak digunakan masyarakat. Namun untuk lebih mengenalkan kepada masyarakat soal aplikasi yang pernah meraih juara harapan II pada lomba inovasi layanan publik tingkat Provinsi Sulut itu, dilakukan pembagian leaflet agar lebih tersosialisasi. “Melalui pembagian leaflet ini kita harap masyarakat bisa mengetahui tata cara penggunaannya,” katanya.

Ia menerangkan, aplikasi Si KeMas bisa digunakan semua masyarakat. Cara cukup mudah, hanya dengan menginstal aplikasi tersebut pada smartphone. “Aplikasi ini selain menerima keluhan, juga menerima saran. Tujuannya adalah untuk mendorong interaksi antara pemerintah dan masyakat lewat pemanfaatan teknologi dan informasi,” terangnya.

Lanjutnya, keluhan yang bisa disampaikan masyarakat lewat aplikasi Si KeMas adalah berupa pelayanan publik, mulai dari perijinan, pendidikan, kesehatan, kependudukan dan ketertiban umum. Kemudian fasilitas umum, seperti prasarana jalan, jembatan, taman dan lapangan, penerangan jalan, pasar, terminal dan drainase. “Lewat aplikasi ini masyarakat juga bisa menyampaikan aduan masyarakat terkait kinerja dan disiplin ASN, termasuk juga soal sampah dan limbah yang ada di wilayah Kota Kotamobagu,” ujarnya. (ads/trz)

Kelompok Tani Nenas Dapat Bantuan dari BI

Wakil Walikota, Nayodo Koerniawan, menguji bantuan yang diberikan BI perwakilan Sulut.

ZONA KOTAMOBAGU – Tiga kelompok tani nenas mendapat bantuan dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut). Bantuan berupa mesin pengolahan nenas itu diserahkan Kepala BI Gunawan dan diterima Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan, Rabu (19/12), di Kelurahan Mongkonai Barat, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Dalam sambutannya, Nayodo berpesan agar petani nenas yang menerima bantuan senilai Rp185 juta itu dapat memanfaatkannya dan menjaganya dengan baik serta digunakan sesuai peruntukkannya.

“Bantuan mesin yang diberikan ini harus digunakan dengan baik, sehingga tujuan dari pemberian bantuan yaitu untuk meningkatkan kualitas serta hasil hasil produksi nenas dapat terwujud,” kata Nayodo.

Nayodo mengungkapkan, nenas merupakan salah satu potensi unggulan yang dimiliki Kota Kotamobagu. Oleh karena itu, pengembangannya terus dilakukan dengan sasaran adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kota Kotamobagu cukup unik. Meski wilayah perkotaan tapi memiliki area perkebunan yang cukup luas. Nenas menjadi salah satu unggulan di bidang perkebunan. Area perkebunan nenas mencapai 136 hektare, dengan produksi rata-rata 10 ribu per  hektar,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Nayodo juga mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada pihak BI yang telah memberikan bantuan tersebut. “Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Kotamobagu menyampaikan terima kasih. Dengan adanya bantuan ini kami berkeyakinan produksi nenas akan meningkat, begitu juga dengan kesejahteraan petani. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan tak hanya pada petani nenas saja, tapi juga kepada petani lainnya,” sebut Nayodo.

Kepala BI Perwakilan Sulut, Gunawan, mengatakan pemberian bantuan itu merupakan tindak lanjut dari kerja sama Pemkot Kotamobagu dengan BI Perwakilan Sulut tentang pengembangan potensi nenas di Kota Kotamobagu. “Kami melihat komoditas nenas sangat potensial. Lahannya luas, ukurannya besar dan rasanya manis. Ini yang menjadi alasan kami memberikan bantuan kepada petani di sini,” katanya.

Ia berharap, bantuan yang diberikan itu dapat bermanfaat bagi para petani, terutama dalam meningkatkan hasil produksi nenas. “Harapan kami, bantuan ini menjadi pemicu bagi Pemerintah Kota Kotamobagu untuk sama-sama bersinergi mengembangkan nenas di daerah ini,” harapnya. (ads/trz)

Wali Kota Buka Seminar Air dan Kesehatan

Wali Kota Tatong Bara saat membuka kegiatan seminar tentang air dan kesehatan.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) terus berupaya memenuhi akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat. Hal ini diutarakan Wali Kota Tatong Bara, saat membuka kegiatan seminar tentang air dan kesehatan yang dilaksanakan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) bekerja sama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA), di Aula Kantor Wali Kota, Rabu (19/12).

Menurutnya, pemenuhan akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat merupakan salah satu tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan. “Kegiatan seminar ini sangat penting, sehingga bisa member pemahaman dan edukasi ke masyarakat soal air yang menjadi kebutuhan sehari-hari dan sangat erat kaitannya dengan kesehatan. Saya mengapresiasi kepada pengurus TP PKK Kota Kotamobagu dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) atas terlaksananya kegiatan ini,” kata wali kota.

Hadir pada kegiatan itu, Ketua TP PKK Kotamobagu Anki Taurina Mokoginta, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ongka Adnan Dibo, serta pengurus organisasi perempuan di Kota Kotamobagu. (ads/trz)

Musim Hujan, Waspada Penyakit DBD

Devi Lala

ZONA KOTAMOBAGU — Musim hujan yang terjadi akhir-akhir ini menjadi tanda awas bagi masyarakat. Pasalnya, di saat seperti ini sangat rawan dengan penyebaran berbagai jenis penyakit. Salah satunya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, serta rutin membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Devi Lala, mengatakan kebersihan lingkungan merupakan tindakan awal pencegahan penyebaran nyamuk aedes aegypti. “Kebersihan adalah hal paling utama. Kemudian jangan sampai ada genangan air di sekitar rumah kita, karena itu menjadi tempat perkembanganbiakan nyamuk. Jika lingkungan kita bersih maka akan terhindar dari berbagai jenis penyakit,” katanya.

Ia mengungkapkan, pemberantasan sarang nyamuk harus dilakukan agar nyamuk yang membawa virus DBD tak dapat berkembang biak dan keluarga kita terlindung dari DBD. “Pemberantasan sarang nyamuk cukup dengan 3 M Plus (menguras, menutup, menimbun plus memakai hand body anti nyamuk,” ungkapnya.

Ia mengaku, pihaknya siap menindaklanjuti jika ada laporan masyarakat soal kasus DBD. Namun sebelum turun melakukan tindakan di lapangan, terlebih dahulu harus ada hasil laboratorium atau hasil pemeriksaan dokter yang menyatakan bahwa itu adalah DBD. “Kita akan identifikasi juga. Jika tidak ada jentik kemudian ada yang terserang DBD, maka bisa saja pasien tersebut terjangkit di tempat lain. Tapi kalau hasil identifikasi ternyata di wilayah itu terdapat banyak jentik, maka kita akan melakukan fogging di wilayah sekitar,” ujarnya. (ads/trz)

Pemkot Dapat 1 Unit Bus Sekolah dari Kemenhub

Bantuan bus sekolah yang diberikan Kemenhub ke Pemkot Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – Lobi Wali Kota Tatong Bara ke Kementrian Perhubungan (Kemenhub) soal bantuan bus sekolah, membuahkan hasil. Pemerintah Kota (Pemkot) mendapatkan satu unit bus sekolah yang akan difungsikan sebagai alat transportasi siswa.

Kepala Dinas Perhubungan, Nasli Paputungan, mengatakan bus sekolah tersebut akan dioperasikan tahun depan. Saat ini, pihaknya katanya sedang mengurus kelengkapan dokumen yang melegalkan operasinal bus tersebut. “Bantuan bus sekolah ini atas hasil lobi ibu wali kota. Kita membuat proposal dan direspon oleh kementrian,” katanya.

Ia mengungkapkan, sebelumnya Pemkot juga telah mendapatkan dua unit bus sekolah dari Kemenhub. Dengan demikian, bus sekolah di Kota Kotamobagu saat ini sudah berjumlah tiga unit. “Keberadaan bus sekolah ini diharapkan sangat membantu anak-anak kita dalam mendapatkan transportasi ke sekolah. Ini juga tentu akan meringankan beban orang tua soal biaya transportasi anak sekolah,” ungkapnya.

Ditambahkannya, lintasan bus sekolah tersebut bisa mengikuti koridor yang sudah disiapkan dengan dukungan 21 shelter. “Kemungkinan ke sana bias memanfaatkan shelter. Jadi anak seklah berkumpul di situ menunggu bus. Rutenya akan diatur, sehingga siswa bisa dengan mudah mendapatkan tumpangan saat pergi atau pulang sekolah,” tambahnya. (ads/trz)

Tim KARS Kunjungi RSUD Kotamobagu

Tim akreditas rumah sakit saat berada di RSUD Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu, Senin (17/12). Kunjungan itu terkait kepentingan akreditasi rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemkot) tersebut.

Direktur RSUD, Wahdania Mantang, mengatakan tim KARS akan berada di Kota Kotamobagu selama dua hari atau hingga Selasa (18/12). Fokus KARS di hari pertama adalah menelusuri unit kerja atau unit pelayanan hasil PPS. Sedangkan hari kedua adalah menelaah dokumen untuk 5 bab tambahan, serta laporan survey verifikasi dan exir conference. “Kunjungan tim KARS ini untuk kepentingan akreditasi rumah sakit,” katanya.

Lanjutnya, kunjungan tim KARS tersebut merupakan tindak lanjut dari verifikasi tahap pertama yang dilakukan pada 2017 lalu, guna memastikan kesiapan RSUD Kotamobagu naik tipe dari C ke B. “Soal kesiapan naik tipe, kami sudah siap. Hasilnya tergantung verifikasi ini,” ungkapnya.

Ia berharap, hasil verifikasi nanti mendapatkan nilai baik agar RSUD Kotamobagu segera naik tipe menjadi tipe B. “Rumah sakit ini dipersiapkan menjadi rujukan di wilayah Bolmong Raya. Untuk itu kita harapkan dari verifikasi ini mendapatkan nilai yang baik dan layak naik tipe,” harapnya. (ads/trz)

Wawali Tinjau Proyek Bangunan Fasilitas RSUD

Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, saat meninjau bangunan fasilitas rumah sakit.

ZONA KOTAMOBAGU – Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, meninjau proyek penyelesaian bangunan gedung fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang berada di Kelurahan Pobundayan, Senin (17/12). Datang bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) serta Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD, Nayodo mengunjungi lokasi proyek bangunan gedung radiologi, ICCU serta kesiapan fasilitas parkir elektronik di area parker rumah sakit tersebut.

“Dari hasil pengamatan hari ini progresnya termasuk cepat. Harapan kami tentu semua target pekerjaan cepat dirampungkan agar bisa segera difungsikan,” kata Nayodo.

Ia mengungkapkan, sejumlah bangunan gedung tersebut merupakan fasilitas penunjang operasional rumah sakit yang dipersiapkan menjadi rujukan di wilayah Bolmong Raya dan daera sekitar lainnya itu. “Dengan adanya bangunan-bangunan ini, kita harap pelayanan ke masyarakat akan semakin meningkat. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

Soal sistem parkir elektronik, ia mendorong Dinas Perhubungan untuk menyiapkan jalur masuk-keluar khusus ambulance. Hal itu penting dilakukan, agar mobil ambulance yang membawa pasien tidak terhalang oleh kendaraan lain. “Harus ada jalur khusus (ambulance) agar tidak mengantri lagi di belakang kendaraan yang hendak masuk atau keluar rumah sakit,” tambahnya. (ads/trz)

PLN Jamin tak ada Pemadaman Listrik Saat Natal dan Tahun Bar

Meyrina Paulina Turambi

ZONA KOTAMOBAGU – PLN area Kotamobagu menjamin tak ada pemadaman listrik saat perayaan natal dan tahun baru. Hal ini diungkapkan Manager PLN Area Kotamobagu, Meyrina Paulina Turambi, saat site visit gardu induk Otam disela kegiatan sosialisasi dan site visit, Jumat (14/12).

Menurutnya, jelang perayaan natal dan tahun baru pihaknya tetap siaga setiap hari 1 x 24 jam, termasuk petugas pelayanan teknik. Jika terjadi gangguan yang memaksa listrik harus padam, katanya pihaknya akan langsung mengatasinya. “Kita jamin tidak ada pemadaman untuk pemeliharaan terencana terutama saat perayaan natal dan tahun baru. Kalau terjadi pemadaman, itu karena factor alam. Dan itu akan langsung kita tindaklanjuti,” katanya.

Ia mengaku, pihaknya tak pernah menginginkan terjadi pemadaman listrik. Jika ada pemadaman katanya hal itu disebabkan factor alam. “Listrik ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kita tidak pernah sengaja memadamkan listrik, kecuali ada pemeliharaan. Kalau ada pemadaman berarti itu ada gangguan pada system. Misalnya, jaringan kita tertimpah ranting pohon, ada burung yang tersangkut dan factor lainnya. Jika ada masyarakat yang kemarin mengeluh soal pemadaman, kami mohon maaf karena itu ada pemeliharaan,” ujarnya. (ads/trz)

2019, Pemkot Target Peringkat I Keterbukaan Informasi Publik

Ahmad Yani Umar

ZONA KOTAMOBAGU —  Pemerintah Kota (Pemkot) menargetkan peringkat I keterbukaan informasi public tingkat Provinsi Sulawesi Utara. Hal ini diutarakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Ahmad Yani Umar.

Menurutnya, target peringkat I keterbukaan informasi public tahun 2019 merupakan harapan dari Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan. “Usai menerima piagam penghargaan sebagai peringkat III keterbukaan informasi public dari Komisi Informasi Publik (KIP) Sulawesi Utara, wali kota dan wakil wali kota langsung menargetkan tahun depan Kota Kotamobagu harus dapat peringkat I,” katanya.

Untuk mewujudkan target tersebut, ia mengaku akan segera membenahi hal yang dinilai masih kurang, salah satunya adalah penggunaan website di semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga ke tingkat desa dan kelurahan. “Sebenarnya semua SKPD kita sudah miliki website masing-masing, tapi saat penilaian lalu kita masih sementara persiapan. Kemudian untuk website di desa dan kelurahan, sekarang sementara persiapan dan tahun depan sudah mulai jalan. Kita yakin kalau semua indikatornya terpenuhi, bukan tidak mungkin tahun depan kita dapat peringkat I,” ungkapnya.

Dijelaskannya, penilaian keterbukaan informasi public ini baru dilakukan tahun ini. Tahapan penilaiannya katanya baru dilakukan pada Oktober lalu atau beberapa saat setelah migrasi Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) dari Bagian Humas Sekretariat Daerah (Setda) ke Dinas Kominfo. “KIP datang menilai sekaligus visitasi pada Bulan Oktober, dan saat itu PPID baru migrasi ke sini (Dinas Kominfo). Dengan waktu kurang lebih tiga bulan itu saja kita dapat peringkat III, apalagi tahun depan yang persiapannya cukup panjang. Maka target kita adalah peringkat I,”jelasnya.

Ditambahkannya, ada enam daerah yang mendapatkan piagam penghargaan keterbukaan informasi public dari KIP Provinsi Sulut tahun ini, masing-masing Kota Manado, Kabupaten Sangihe, Kota Kotamobagu, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kabupaten Bolmong Selatan. “Pasal 2 ayat 3 Undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan infomasi public mengamanatkan bahwa setiap informasi public harus dapat diperoleh setiap pemohon informasi dengan cepat, tepat waktu, biaya ringan dan cara sederahana. Berkaitan dengan itu, saat ini Pemerintah Kota Kotamobagu terus memaksimalkan pelayanan ke masyarakat termasuk dalam hal mendapatkan informasi public,”tambahnya. (ads/trz)