Beranda blog Halaman 531

Aplikasi Edupatrol Permudah Pengawasan Siswa di Sekolah

ZONA KOTAMOBAGU – Setelah sukses dengan berbagai aplikasi layanan publik dan layanan pemerintahan, Pemerintah Kota (Pemkot) kini sedang merancang Aplikasi Edupatrol atau Education Parental Control. Aplikasi tersebut akan digunakan untuk memudahkan pengawasan siswa di sekolah serta kinerja pegawai yang ada di tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Menurut Wali Kota Tatong Bara, aplikasi tersebut akan memudahkan orang tua dalam mengawasi anaknya di sekolah. Demikian juga dengan aktivitas di tiap SKPD yang akan terpantau lewat aplikasi Edupatrol. “Dengan aplikasi ini, orang tua dapat mengontrol perkembangan maupun keberadaan siswa, baik jam masuk dan pulang sekolah, mata pelajaran di kelas maupun hasil ujian. Aplikasi ini juga bisa dengan mudah digunakan lewat telepon seluler,” katanya, usai pertemuan dengan PT BNI Persero Tbk Cabang Kotamobagu yang akan bekerja sama dalam implementasi penerapan aplikasi tersebut, Selasa (13/11)

Lanjutnya, penggunaan aplikasi tersebut akan dimulai Tahun 2019 mendatang. “Para siswa nantinya akan menggunakan smart card sebagai akses masuk gerbang sekolah dan ruang kelas belajar. Tahap awal ini akan diterapkan di SD Negeri 2 Kotamobagu dan SMP Negeri 4 Kotamobagu, termasuk salah satu kantor SKPD,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Data Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Rudy Yuanto Uno, mengungkapkan pihaknya akan segera mensurvey, sekaligus menghitung dan mendata kebutuhan infrastruktur sekolah-sekolah dan SKPD yang akan dijadikan percontohan penggunaan aplikasi tersebut. (ads/trz)

14 KIM Dilatih Cara Pemanfaatan Teknologi Informasi

Wali Kota, Tatong Bara, memberi sambutan pada sosialisasi dan pemberdayaan KIM yang dilaksanakan Dinas Kominfo.

ZONA KOTAMOBAGU — 14 Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) mengikuti sosialisasi dan pemberdayaan yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Selasa (13/11), di Aula Rumah Dinas Wali Kota.

Dalam laporannya, Kepala Bidang Statistik Informasi dan Komuniasi Publik, Fahri Damopolii, menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kecerdasan dan keterampilan KIM dalam pengelolaan dan pemberdayaan informasi, serta mendorong berkembangnya motivasi masyarakat untuk berpatisipasi aktif dalam penyelenggaraan pembangunan. Kegiatan itu juga katanya mampu meningkatkan kemampuan KIM dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, serta membangun kemitraan dan sinergitas antara pemerintah daerah dan KIM dalam pembangunan daerah.

“Kita sudah membentuk 14 KIM yang tersebar di tiga desa dan sebelas kelurahan,” katanya.

Ia mengungkapkan, selain sebagai wahana informasi, KIM juga berperan sebagai media pusat pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan kemampuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi. “Ini juga sejalan dengan visi misi walikota dan wakil walikota menjadikan Kota Kotamobagu sebagai smart city di tahun 2021,” ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Tatong Bara, mengharapkan KIM yang telah dibentuk di 14 desa dan kelurahan itu bisa mendorong peningkatan ekonomi serta mengedukasi masyarakat dalam memperoleh informasi pelayanan hingga pembangunan daerah. “Kita sudah memiliki data center, command center, aplikasi penunjang pelayanan publik dan KIM. Saya harap ini dapat berjalan baik sehingga masyarakat mendapat manfaat dari KIM ini,” harap walikota. (ads/trz)

3 Triwulan, 5 Puskesmas Sumbang 2,2 miliar PAD

Ilustrasi

ZONA KOTAMOBAGU – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pendapatan dana kapitasi JKN ditarget sebesar Rp3,2 miliar. Besaran target tersebut dibagi ke lima Puskesmas yang ada sesuai potensi di wilayah masing-masing.

Puskesmas Motoboi Kecil mendapat target sebesar Rp1,4 miliar, Puskesmas Gogagoman diberi target Rp1,0 miliar, kemudian Puskesmas Kotobangon ditargetkan Rp391 juta. Sedangkan untuk Puskesmas Upai dan Bilalang target yang diberikan masing-masing Rp127 juta dan Rp253 juta. Realisasi semua Puskesmas tersebut rata-rata telah berada di atas angka 60 persen.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Devi Ch Lala, target PAD sektor tersebut terus diupayakan agar bisa maksimal hingga akhir tahun anggaran. Angka Rp2,2 miliar atau 69,58 persen yang terealisasi hingga akhir triwulan III lalu akan terus ditingkatkan. “Tiap Puskesmas kita dorong untuk terus meningkatkan realiasi target PAD-nya masing-masing. Kita yakin sampai akhir tahun angkanya akan terus bertambah dan maksimal,” katanya.

Selain dari sektor pendapatan dana kapitasi JKN, ia mengaku pihaknya juga terus memaksimalkan PAD dari sektor pelayanan kesehatan Puskesmas yang ditargetkan sebesar Rp451 juta, serta JKN non kapitasi. “Untuk retribusi pelayanan kesehatan Puskesmas realisasinya 203 juta. Kemudian untuk JKN non kapitasi yang masuk sudah 254 juta. Dua sektor ini juga kita yakin akan terus bertambah sampai akhir tahun nanti,” ungkapnya.

Diterangkannya, secara keseluruhan target Dinas Kesehatan sebesar Rp3,7 miliar dengan realisasi Rp2,7 miliar atau 73,47 persen hingga akhir trilwuan III lalu. Meski terbilng cukup besar, namun target tersebut diyakini akan maksimalkan sebelum berakhir tahun anggaran. “Semua potensi yang ada terus kita maksimalkan agar target PAD bisa kita capai,” tambahnya. (ads/trz)

Eks RSUDB Direncanakan jadi Lokasi Kuliner Malam

Herman Aray

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) berencana menjadikan eks Rumah Sakit Umum Datoe Binangkang (RSUDB) sebagai lokasi kuliner. Hal ini diutarakan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Herman Aray.

Menurutnya, pedagang-pedagang yang akan ditempatkan di lokasi tersebut adalah mereka yang berjualan kuliner di pasar jajan Jalan Kartini dan area Terminal Serasi. “Lokasi itu (eks RSUDB) akan kita tata dulu, dan nantinya di situ akan jadi lokasi kuliner malam,” kata Aray.

Ia mengungkapkan, bangunan-bangunan di eks RSUDB akan dibongkar. Sedangkan halamannya akan ditata rapih menjadi tempat berjualan. “Kita rencanakan awal tahun depan bangunan-bangunan di situ akan dibongkar,” ungkapnya.

Ia mengakui, eks RSUDB tersebut sangat cocok dijadikan lokasi kuliner malam. Selain lokasinya strategis dan berada di pusat kota, area parkirnya cukup luas sehingga layak dijadikan lokasi kuliner. “Di situ pasti akan ramai. Nanti akan ditata semenarik mungkin agar pedagang bisa merasa nyaman berjualan di situ. Semua yang berjualan di Jalan Kartini dan kompleks Terminal Serasi akan dipindahkan semua,” ujarnya. (ads/trz)

Pemkot Peringati Hari Pahlawan

Wali kota, wakil wali kota dan unsur Forkopimda mengikuti rangkaian upacara.

Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan, Sabtu (10/11), di Lapangan Boki Hotinimbang, Kotamobagu. Walikota Tatong Bara yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan sambutan Menteri Sosial (Mensos).

Dalam sambutan itu, walikota menyampaikan bahwa tanggal 10 November setiap tahunnya Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan untuk mengenang peristiwa pertempuran di Surabaya pada 73 tahun silam, yang merupakan perang fisik pertama setelah Bangsa Indonesia menyatakaan kemerdekaannya. Pada momen ini, katanya kolektif bangsa tertuju pada keberanian, semangat pantang menyerah serta pengorbanan tanpa pamrih para pahlawan yang gugur pada peristiwa itu.

Wali Kota, Tatong Bara, tabur bunga di salah satu makam pahlawan yang ada di TMP.

“Momentum peringatan Hari Pahlawan ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta tanah air dan meneguhkan semangat pengabdian bagi bangsa dan negara di hari sanubasi Bangsa Indonesia. Peringatan Hari Pahlawan ini bukan semata sebuah acara, namun harus dimaknai. Bukan sekadar prosesi, namun harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari,” kata walikota, saat membacakan sambutan Mensos.

Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, tabur bunga di salah satu makam pahlawan yang ada di TMP.

Usai upacara, walikota, wakil walikota, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD serta pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) yang berlokasi di Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat. (advertorial)

Satu-satunya di Sulut, SDN 2 Kotamobagu Masuk Nominasi CSAM 2018

Nasrun Gilalom

ZONA KOTAMOBAGU – SDN 2 Kotamobagu masuk nominasi penerima sekolah adiwiyata mandiri tahun 2018. Hal ini sesuai surat Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) nomor S.402/LATMAS/PGL/SDM.2/11/2018 perihal verifikasi lapangan dan permohonan data Calon Sekolah Adiwiyata Mandiri (CSAM) tahun 2018.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Nasrun Gilalom, SDN 2 Kotamobagu menjadi satu-satunya sekolah di Sulawesi Utara yang masuk nominasi penerima penghargaan sekolah adiwiyata mandiri tahun 2018. “Syukur alhamdulillah sekolah di Kotamobagu masuk nominasi CSAM. Ini kebanggaan kita semua,” katanya.

Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan berbagai dokumen pendukung yang diminta pihak KemenLHK dan akan diserahkan paling lambat 23 November mendatang. Selanjutnya, pihaknya KemenLHK katanya akan memverifikasi lapangan. “Dengan melihat kondisi di lapangan dan persiapan yang ada. Insya allah penghargaan adiwiyata mandiri bisa kita raih. Penghargaan ini akan diserahkan bersamaan dengan penganugerahan adipura tahun 2018,” ungkapnya.

SDN 2 Kotamobagu sebelumnya pernah mendapatkan penghargaan serupa pada 2016 lalu. Penghargaan itu diupayakan bisa kembali didapat Kota Kotamobagu tahun ini. Penghargaan adiwiyata mandiri ini diberikan KemenLHK yang bekerja sama Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). “Penghragaan ini diberikan kepada sekolah yang berkomitmen dan mau bekerja keras untuk mewujudkan kebijakan sekolah berwawasan lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkunga  berbasis partisipatif serta pengelolaan sarana prasarana pendukung ramah lingkungan,” tambahnya. (ads/trz)

Empat Wilayah ini Rawan Pohon Tumbang

Imran Amon

ZONA KOTAMOBAGU – Pohon perindang yang ditanam pemerintah di pinggiran jalan menjadi ancaman tersendiri bagi. Pasalnya, pohon-pohon yang ditanam itu rata-rata sudah tumbuh besar dan berpotensi tumbang ketika hujan turun yang disertai angin kencang.

“Pohon-pohon ini kalau dibiarkan dikuatirkan  akan roboh. Ini membahayakan. Kalau hujan dan angin bisa roboh ke rumah warga atau tertimpah ke pengendara yang lewat. Apalagi cabang pohon-pohon yang ditanam ini semuanya rapuh dan mudah patah,” kata Husain Matoka, warga Kotamobagu.

Data di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), ada empat wilayah yang rawan pohon tumbang, yakni Jalan Adampe Dolot Kelurahan Molinow, Jalan DC Manoppo Kelurahan Matali, Jalan Raya Kopandakan-Bungko dan Jalan Mayjen Sutoyo Kelurahan Kotobangon.

“Empat titik itu yang paling rawan, karena pohon-pohon di situ ratar-rata sudah besar dan rimbun. Kita memang sedang berupaya melakukan peremajaan pohon, kemudian memangkas juga pohon-pohon yang berpotensi roboh. Kita terus berkoordinas dengan instansi terkait memantau kondisi pohon yang ada. Kalau sudah berpotensi roboh, langsung kita pangkas rantingnya,” Kata Kepala Dinas PRKP, Imran Amon.

Disisi lain, ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di wilayah yang rawan pohon tumbang. “Lebih baik menghindari wilayah yang rawan pohon tumbang, terutama saat berkendara ketika musim hujan yang disertai angin kencang,” imbaunya.

Ditambahkannya, pohon-pohon yang ditanam itu tak bisa dipangkas. Jika harus melakukan pemangkasan, katanya harus ada pohon pengganti yang ditanam. “Kalau ada masyarakat yang minta pohon dipangkas, maka harus diganti dengan tiga bibit pohon lainnya. Tapi kalau yang memangkas itu ada perkantoran atau perusahaan, maka penggantinya harus lima bibit pohon,” tambahnya. (ads/trz)

KIP Sulut Puji Data Center Pemkot

Kepala Dinas Kominfo, Ahmad Yani Umar (kemeja dongker) mendampingi para komisioner KIP Sulut saat berada di ruang data center.

ZONA KOTAMOBAGU – Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Sulawesi Utara, Andre Mongdong, memuji data center milik Pemerintah Kota (Pemkot). Menurutnya, kehadiran data center tersebut akan sangat menopang penyelenggaraan sistem pemerintahan berbasis informasi teknologi.

“Secara infrastruktur ini (data center) sudah siap. Saya kira ini sangat positif untuk kemajuan masyarakat Kota Kotamobagu,” katanya.

Ia mengungkapkan, data center tersebut menjadi penopang pemerintah dalam mewujudkan sistem pemerintahan yang transparan. Sistem data pemerintah katanya sangat informatif baik ke dalam maupun ke luar. “Ke dalam artinya pemerintah dapat dengan mudah memantau aktivitas masyarakat maupun perangkat pemerintahan. Kemudian keluar maksudnya; masyarakat bisa mendapatkan informasi atau data yang berkaitan dengan Kota Kotamobagu tanpa harus datang ke SKPD. Ini tinggal bagaimana memperkuat manajemen sistem keamanan data,” ungkapnya.

Kepala Data Center, Rudi Yuanto Uno, mengungkapkan manajemen sistem keamanan data center sudah siap. Sesuai tingkatannya, sistem keamanan katanya sudah tier 1. “Storage managemen kita sudah siap. Begitu juga dengan sistem operasi, sistem jaringan dan manajemen keamanan,” ungkapnya.

Ia menjelaskanya, data center yang dikelolahnya itu telah banyak menerima serangan peretas. Serangan-serangan itu tak hanya datang dari peretas lokal saja, melainkan ada yang dari luar negeri seperti Rusia, Argentina, Cina, Australia dan lainnya. Dalam sepekan katanya, ada sekira 36 serangan. “Kalau setiap hari rata-rata ada sembilan ribu serangan. Tapi itu semua bisa kita atasi. Begitu juga dengan akun facebook Dinas Kominfo, banyak yang mencoba meretasnya, tapi mereka terdeteksi rata-rata masih pemula,” jelasnya.

Kepala Dinas Kominfo, Ahmad Yani Umar, mengungkapkan awal Tahun 2019 semua sistem di data center sudah berjalan. Hal itu katanya sesuai petunjuk walikota dan wakil walikota. “Insya allah awal tahun depan sudah siap,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pihaknya saat ini terus berbenah dalam mewujudkan sistem pemerintahan berbasis informasi teknologi. “Sekarang ini pengembangan berbaga aplikasi layanan pemerintahan terus dilakukan. Insya allah tahun 2021 Kota Kotamobagu sudah smart city,” tambahnya. (ads/trz)

Mobile Government, Wawali Boyong SKPD Turun ke Desa-Kelurahan

Suasana pertemuan Wakil Walikota dan jajaran SKPD bersama pemerintah dan masyarakat Desa Tabang.

ZONA KOTAMOBAGU – Wakil Walikota Nayodo Koerniawan memboyong pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) turun mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Agenda mobile government tersebut di mulai dari desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Kotamobagu Selatan.

“Tujuan pemerintah keliling di tiap desa dan kelurahan seperti ini adalah untuk mengetahui secara langsung kondisi masyarakat. Dengan begini kita juga akan mengetahui apa kendala dan persoalan yang di desa dan kelurahan,” kata Nayodo.

Selain untuk mengidentifikasi persoalan yang ada di masyarakat, kegiatan tersebut juga sekaligus mengevaluasi program pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan yang dilakukan pemerintah desa dan kelurahan. “Ini juga bagian dari tanggung jawab pemerintah,” ujar Nayodo, saat berada di Desa Tabang.

Sangadi Tabang Frits Junius Dilapanga, menyambut kedatangan wakil walikota dan jajaran SKPD saat tiba di balai desa. Pada kesempatan itu, ia juga membeberkan berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan pemerintah desa yang dibiayai dana desa dan ADD.  Katanya, ada 13 program pembangunan dan pemberdayaan yang sedang dilaksanakan, seperti pembangunan tribun olahraga, gedung PAUD, drainase, jalan paving block, pembukaan akses jalan untuk pengembangan pemukiman, makam bogani, bak air minum kolangkangon serta gapura menuju makam bogani. Selain itu, ada juga kegiatan pemberdayaan seperti pemberian bantuan benih dan pupuk kepada petani, bantuan etalase warung kepada pelaku usaha kecil serta bantuan peralatan kepada para tukang.

“Kegiatan-kegiatan itu dilaksanakan berdasarkan hasil musyawarah desa dengan melibatkan BPD, perangkat desa, tokoh masyarakat dan unsur masyarakat desa lainnya,” terangnya. (ads/trz)

Kotamobagu Masuk Nominasi Daerah Transparan

ZONA

KIP Sulut bekerja sama dengan Dinas Kominfo menyosialisasikan Undang-undang nomor 14 Tahun 2008.

KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu masuk nominasi penerima penghargaan sebagai daerah transparan di Sulawesi Utara. Hal ini diutarakan Komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) Sulawesi Utara, Raymond Pasla, saat memberi materi pada sosialisasi Undang-undang nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

Menurutnya, Kota Kotamobagu saat ini terus mengalami kemajuan di segala bidang, termasuk soal keterbukaan informasi. Infrastruktur penunjang penyelenggaraan sistem pemerintahan berbasis informasi teknologi (IT) telah dimiliki daerah ini. “Kota Kotamobagu masuk nominasi daerah transparan. Mudah-mudahan pada pleno nanti hasilnya begitu,” katanya, disambut tepuk tangan peserta kegiatan.

Ia menerangkan, website pemerintah, data center dan command center yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan yang transparan. “Teknologi semakin hari semakin berkembang. Website ini menjadi penting untuk sebuah daerah sebagai bagian dari transparansi. Melalui website, publik bisa mengakses informasi pemerintah. Itu (transparansi) di era sekarang ini telah menjadi sebuah tuntutan,” terangnya.

Berkaitan dengan sosialisasi Undang-undang nomor 14 Tahun 2008, Ketua KIP Andre Mongdong, mengungkapkan transparansi publik merupakan keharusan dalam sebuah sistem pemerintahan. Dalam pasal 4 UU nomor  14 Tahun 2008, disebutkan setiap orang berhak memperoleh informasi publik sesuai ketentuan perundang-undangan.  “Kegiatan (Sosialisasi UU nomor 14 Tahun 2008) ini penting untuk, karena bisa menjadi bahan dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan yang transparan. Kota Kotamobagu bisa menjadi daerah terbaik dalam pengelolaan informasi publik. Harapan kami (KIP Sulut) seperti itu,” ungkapnya.

Lanjutnya, eksekutif sebagai badan publik berkewajiban menyediakan informasi yang benar, akurat dan tidak menyesatkan. Informasi publik itu disampaikan melalui Pejabat Pengelolah Informasi dan Dokumentasi (PPID). “PPID ini bertanggung jawab di bidang penyimpanan, pendokumentasian, penyediaan data dan pelayanan informasi. Kami apresiasi kepada pemerintah dan DPRD, karena Kota Kotamobagu menjadi satu-satunya daerah di Sulut yang sudah punya Perda tentang PPID,” tambahnya.

Kepala Bidang Statistik Informasi Komunikasi Publik (SIKP) Dinas Kominfo, Fahri Damopolii, menerangkan Kota Kotamobagu saat ini telah memiliki Pejabat Pengelolah Informasi dan Dokumentasi (PPID) sekaligus Peraturan Daerah (Perda) yang menjadi dasar hukum pelaksanaannya. “Sebelumnya PPID utama di Bagian Humas, tapi sekarang ini sudah di Dinas Kominfo setelah ada perubahan OPD. Nantinya PPID ini juga akan ada di tiap OPD. Sehingga ketika ada masyarakat atau media yang membutuhkan informasi, bisa berkoordinasi dengan pejabat yang ditunjuk sebagai PPID,” ungkapnya. (ads/trz)