Beranda blog Halaman 538

Tiga Kelompok Tani Dapat Mesin Pengolahan Nenas

ZONA KOTAMOBAGU – Tiga kelompok tani nenas di Kota Kotamobagu segera mendapat bantuan dari Bank Indonesia. Bantuan tersebut berupa delapan unit mesin pengolahan nenas pasca panen.

Menurut Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian, Ramjan Mokoginta, bantuan itu merupakan tindaklanjut dari kerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) dan BI terkait peningkatan komoditi nenas Kotamobagu. “Insya allah bantuan itu akan diberikan bulan Oktober ini,” katanya.

Dijelaskannya, tiga kelompok yang akan menerima bantuan itu adalah; Kelompok Tani Nenas Nomontang, Amaliotung dan Maju Bersama. Ketiga kelompok tani itu berada di Kelurahan Mongkonai dan Mongkonai Barat, Kecamatan Kotamobagu Barat.

“Mesin yang akan diberikan ini memiliki kualifikasi yang bermutu. Sesuai targetnya, yaitu untuk pengembangan mutu dan kualitas nenas ekspor. Jadi nenas-nenas yang akan dipanen akan diolah lewat mesin itu sampai pada produk turunannya seperti selai, keripik, jus dan sebagainya hingga pada proses pengemasan,” jelasnya.

Tiga kelompok tani yang akan menerima bantuan itu terlebih dahulu telah mengikuti sosialisasi serta pelatihan cara pembudidayaan nenas yang baik dan benar. Sosialisasi dan pelatihan itu dilaksanakan BI pada Agustus lalu.

“Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi petani nenas di sini. Kedepannya, pengelolaan nenas pasca panen sudah menggunakan teknologi hiingga pada pengolahan produk turunannya,” ujar Kepala Dinas Pertanian, Muljadi Suratinoyo. (ads/trz)

Pemkot Kirim Relawan dan Logistik ke Sulteng

Walikota Tatong Bara (berjilbab), Wakil Walikota Nayodo Koerniawan (keempat dari kiri) dan Sekda Adnan Massinae (ketiga dari kiri) foto bersama usai melepas pemberangkatan Tim Relawan dan Logistik ke Sulteng.

ZONA KOTAMOBAGU — Walikota Tatong Bara melepas pemberangkatan tim relawan ke Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (9/10), di Lapangan Boki Hotinimbang.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi,” kata walikota.

Selain tim relawan, bantuan logisitik juga dikirim dengan tujuan untuk membantu meringankan beban keluarga korban tang tertimpa bencana. “Mudah-mudahan bantuan yang kita berikan ini bisa bermanfaat dan bisa membantu meringankan beban mereka,” harap walikota. (ads/trz)

Walikota: Aparat Pemerintah Wajib Kuasai IT

ZONA KOTAMOBAGU —  Walikota Tatong Bara memimpin apel kerja bersama seluruh jajaran aparatur pemerintah dilingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu, Selasa (9/10). 

Dalam sambutannya, walikota meminta seluruh aparatur pemerintah untuk dapat terus meningkatkan kinerja serta kompetensi, khususnya dalam penguasaan Informasi Teknologi (IT). “Sistem Pemerintahan saat  ini telah berbasis informasi teknologi, sehingga seluruh Aparatur Sipil Negara, tenaga kontrak, maupun perangkat Desa dan Kelurahan  yang ada dilingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu wajib serta harus memiliki kompetensi di bidang informasi teknologi,” ujar walikota. 

Walikota juga mengimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk meningkatkan kinerja serta berkolaborasi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi, serta dalam menyukseskan seluruh program dan kegiatan yang akan dilaksanakan Pemerintah Daerah Kota Kotamobagu.  “Jika semua Aparatur Sipil Negara berkolaborasi, maka Insya Allah, Kota Kotamobagu akan mengalami lompatan yang luar biasa dalam berbagai bidang. Apalagi, Kota Kotamobagu memiliki fasilitas IT yang sangat maju, sehingga akan dapat lebih mempermudah bagi para ASN dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, khususnya pada saat melayani kepentingan dari seluruh masyarakat di Kota Kotamobagu,” tambah walikota. (ads/trz)

Lapangan Futsal Berbanderol 1 miliar Mulai Dibangun

ZONA KOTAMOBAGU – Proyek pembangunan lapangan futsal, dimulai. Sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) itu dibangun di area Gelora Ambang dengan anggaran Rp1 miliar yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Provinsi Sulut.

“Sekarang sementara pemasangan tiang bangunan. Mudah-mudahan pengerjaannya berjalan lancar, dan bisa selesai tepat waktu,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Tony Ponongoa.

Ia mengungkapkan, pembangunan lapangan futsal tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dibidang olahraga futsal. “Cabang olahraga lainnya sudah ada lapangan sendiri. Futsal yang belum. Sehingga itu kita bangun lapangan agar bisa menjadi wadah bagi para penggemar futsal untuk menyalurkan minat dan bakatnya,” ungkapnya.

Ia berharap, pembangunan lapangan futsal tersebut dapat memberi dampak positif terhadap peningkatan prestasi di bidang olahraga futsal. “Banyak potensi olahraga futsal di sini, dan itu perlu kita dorong dan kembangkan. Untuk pengembangannya tentu dibutuhkan sarana yang memadai. Insya allah dengan adanya lapangan ini, prestasi di bidang olahraga futsal meningkat,” harapnya.

BKK yang diberikan Pemerintah Provinsi Sulut ke Pemkot Kotamobagu sebesar Rp16,5 miliar yang diperuntukkan pada sektor olahraga Rp1 miliar yang digunakan untuk pembangnan lapangan futsal. Sedangkan sisanya Rp15,5 miliar di sektor kesehatan dan diperuntukkan pada pengadaan alat kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). (ads/trz)

Seleksi CPNS Ketat, Banyak Pelamar Dari Luar Daerah

ZONA KOTAMOBAGU – Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bakal berlangsung ketat. Oleh karena itu, para putra-putri daerah diminta untuk menyiapkan diri dan terus berlajar agar bisa bersaing dengan pelamar dari daerah lain.

“Persaingan bukan hanya dengan sesama anak daerah, tapi juga dengan pelamar dari daerah lain. Ini tantangan bagi anak-anak kita. Kuncinya untuk meraih sukses hanya belajar, belajar dan belajar,” kata Sekretaris Daerah (Sekda), Adnan Massinae.

Ia mengungkapkan, hasil seleksi CPNS ditentukan oleh capaian masing-masing peserta, dan tidak ada yang bisa menjamin kelulusan seseorang. “Yang menentukan lulus atau tidak itu adalah hasil mereka sendiri. Kuncinya hanya belajar, karena persaingan semakin ketat,” ungkapnya.

Rekrutmen CPNS terbuka untuk semua warga negara Indonesia. Itu artinya, siapa saja yang memenuhi syarat bisa ikut seleksi. “Yang tidak diperbolehkan adalah warna negara asing. Siapapun dia dan dari mana dia berasal, bisa ikut seleksi,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta.

Pelamar CPNS yang sudah menyelesaikan pendaftaran via online sudah lebih dari 200 orang. Para pelamar itu tak hanya berasal dari Kota Kotamobagu saja, tapi ada juga yang dari luar daerah. “Ada juga yang dari luar daerah mendaftar di sini,” sebutnya. (ads/trz)

186 KK Akan Terima 2,8 BCP

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) segera menyalurkan 2,8 ton Beras Cadangan Pemerintah (BCP) kepada 186 kepala keluarga (KK) kurang mampu. Melalui instansi terkait, saat ini Pemkot sedang mengumpulkan data penerima dari tiap desa dan kelurahan.

“Yang akan disalurkan ini adalah tahap II. Untuk tahap I sudah selesai disalurkan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Nurachim Mokoagow.

Ia menjelaskan, penyaluran BCP tersebut untuk menjaga stabilitas harga pangan yang berpotensi melonjak di musim kemarau seperti saat ini. Namun demikian, ia mengaku harga pangan di pasaran masih terbilang stabil. “Kalau ada kenaikan lebih dari 10 persen harga normal, maka kita akan melakukan intervensi. Tapi untuk saat ini masih stabil, kalaupun ada kenaikan tidak melewati koefesien harga pangan,” jelasnya.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Ashar Kulo, mengungkapkan ada 1.000 KK yang tercatat sebagai penerima BCP. Dari jumlah itu, 814 diantaranya telah menerima BCP pada penyaluran tahap I beberapa waktu lalu. “Sisanya masih ada 186, itu akan menerima sisa beras cadangan yang ada. Kalau semua data penerima di desa dan kelurahan masuk, akan langsung kita salurkan. Sekarang ini baru ada 10 desa yang memasukkannya,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pengumpulan data itu harus dipercepat agar sisa BCP yang ada bisa segera tersalurkan. “Kita harap pemerintah desa dan kelurahan bisa segera memasukkan datanya, karena itu menjadi acuan kita dalam penyaluran nanti,” tambahnya. (ads/trz)

Petugas Kesehatan Harus Ramah dan Santun

ZONA KOTAMOBAGU – Wakil Walikota Nayodo Koerniawan menginstruksikan semua petugas kesehatan khususnya yang bertugas di rumah sakit untuk selalu memberi pelayanan yang terbaik kepada pasien. Hal itu penting dilakukan agar pelayanan pemerintah khususnya di bidang kesehatan bisa maksimal.

“Pelayanan harus selalu maksimal. Kemudian selalu tersenyum saat melayani pasien, dan usahakan tidak ada pasien atau keluarga pasien yang mengeluh soal pelayanan,” kata Nayodo, saat berada di RSUD, akhir pekan lalu.

Ia mengungkapkan, setiap petugas kesehatan harus bersikap ramah dan santun terutama saat berada di depan pasien. Hal itu penting karena merupakan bagian dari kewajiban dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. “Melayani pasien bukan hanya sebatas memberi obat, tapi sikap juga harus dijaga. Semua pasien harus mendapat perlakuan sama sesuai standar dan prosedur,” ungkapnya.

Selain soal pelayanan, Nayodo juga mengingatkan agar kebersihan lingkungan sekitar rumah sakit harus diperhatikan. “Kebersihan ini menjadi tanggung jawab bersama. Jaga rumah sakit ini tetap bersih agar ada rasa nyaman bagi setiap pasien atau keluarga pasien yang datang ke sini,” tambahnya.

Disela kunjungannya ke rumah sakit itu, Nayodo yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Devie CH Lala, Dirut RSUD Wahdania Mantang, juga meninjau ketersediaan dan kesiapan alat kesehatan yang ada di tower A dan B. Hal itu dilakukan untuk memastikan setiap alkes siap dipakai untuk melayani pasien. (ads/trz)

Soal Pelayanan, Ini Pesan Wawali Kepada PNS

ZONA KOTAMOBAGU – Semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) diminta untuk terus meningkatkan disiplin dan kinerja, serta selalu memperhatikan tugas pokok dan fungsi sebagai abdi negara. Hal ini ditegaskan Wakil Walikota, Nayodo Koerniawan, saat memberi sambutan pada apel pagi ASN di Sekretariat Daerah (Setda), Kamis (4/10).

Menurutnya, sebagai pelayanan masyarakat, setiap ASN wajib untuk terus meningkatkan disiplin dan kinerjanya. “Teruslah bekerja dengan penuh disiplin, dan buktikan bahwa PNS di lingkungan Pemkot Kotamobagu memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas sehari-hari,” katanya.

Selain disiplin dan kinerja, Nayodo juga menekankan agar semua PNS terus memaksimalkan pelayanan ke masyarakat. “Berikan yang terbaik, kemudian layani masyarakat dengan tulus dan ikhlas,” imbaunya. (ads/trz)

SKPD Diminta Maksimalkan Potensi PAD

ZONA KOTAMOBAGU – Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diminta untuk memaksimalkan semua potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini ditekankan Wakil Walikota, Nayodo Koerniawan, saat rapat evaluasi potensi PAD Tahun 2019, di Aula Rumah Dinas Walikota, kemarin.

Menurut Nayodo, tiga bulan terakhir tahun anggaran 2018 ini harus dimanfaatkan tiap SKPD khususnya yang mengelola PAD untuk menginventarisir semua potensi untuk dimaksimalkan di tahun 2019. “PAD harus ditingkatkan. Caranya adalah memaksimalkan setiap potensi yang ada. Data semua potensi, agar targetnya bisa terukur,” kata Nayodo.

Selain itu, Nayodo juga meminta kerja sama lintas SKPD dalam rangka meningkatkan PAD di semua sektor. “Sinergitas antar SKPD itu penting. Kita harus saling mengisi, agar semua bisa dimaksimalkan,” ujarnya.

Beberapa SKPD mulai menggarap potensi PAD yang selama ini belum terkelola maksimal. Dinas Perhubungan (Dishub) misalnya. Area parkir rumah sakit mulai dikelolah dengan memasang portal parkir elektronik. Hal itu dimaksudkan untuk menggenjot PAD dari sektor perparkiran. Selain Dishub, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) juga sedang memaksimalkan potensi PAD dari dua Rusunawa yang ada di Kelurahan Pobundayan dan Gogagoman. Kehadiran dua Rusunawa itu diyakini akan mampu mengatrol PAD di Dinas PRKP.

Tahun ini, PAD ditargetkan sebesar Rp56,2 miliar. Target itu dibagi di 10 SKPD yang besarannya disesuaikan dengan potensi masing-masing. Ke-10 SKPD yang bertarget PAD adalah; Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), UPTD Rumah Sakit, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Perindagkop dan UKM, Dinas Pertanian, Dinas PUPR, Dinas PRKP dan Dinas Satpol PP. (ads/trz)

Ini Jumlah Sementara Pelamar CPNS dan Formasi Yang Paling Diminati

ZONA KOTAMOBAGU – Calon pelamar yang berencana mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kota Kotamobagu, diminta untuk segera memasukkan berkas ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) setelah berhasil menyelesaikan pendaftaran secara online.

“Kalau sudah menyelesaikan pendaftaran langsung memasukkan fisik berkas ke BKPP, agar kia bisa memonitor jumlah calon pelamar yang akan ikut seleksi di sini,” kata Kepala BKPP, Sahaya Mokoginta.

Ia mengungkapkan, saat ini baru sedikit calon pelamar yang telah menyelesaikan proses pendaftaran via online menyerahkan fisik berkas ke BKPP. “Tiap hari ada yang datang menyerahkan berkas. Jadi jumlahnya tiap hari terus bertambah,” ungkapnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Faisal Pobela, menjelaskan hingga hari ke-sembilan pendaftaran CPNS dibuka, sudah ada 253 pelamar yang terdaftar di website BKN. Dari jumlah itu, katanya baru sebagian kecil yang memasukkan berkas ke BKPP. “Baru 78 berkas yang masuk. Kita tetap menunggu calon pelamar datang menyerahkan berkas, karena dari situ bisa dilihat keseriusannya,” jelasnya.

Lanjutnya, darijumlah pelamar yang telah mendaftar via online paling banyak mendaftar pada formasi tenaga kesehatan dan guru. Sedangkan tenaga teknis tercatat baru dua orang. “Jumlah pendaftar ini pasti akan bertambah lagi, karena pendaftaran masih diperpanjang sampai tanggal 15 Oktober,” ujarnya. (ads/trz)