Beranda blog Halaman 546

Walikota Serahkan 10,5 miliar Kepada 6.732 Penerima Bantuan Anak Asuh

Walikota foto bersama dengan para perwakilan penerima bantuan.

Walikota Tatong Bara menyerahkan bantuan anak asuh senilai Rp10,5 miliar kepada 6.732 penerima, mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi. Bantuan itu diserahkan secara simbolis di Aula Rumah Dinas Walikota, Senin (10/9).

Dalam sambutannya, walikota mengatakan pemberian bantuan anak asuh bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). “Peningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia merupakan hal yang sangat penting, karena hanya dengan Sumber Daya Manusia yang baik, maka daerah ini akan semakin maju dan berkembang,” ujar Walikota.

Walikota menyerahkan bantuan anak asuh secara simbolis kepada penerima tingkat SD.

Walikota juga menghimbau kepada para penerima untuk dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya dan sesuai peruntukannya. “Saya menghimbau  kepada seluruh penerima bantuan agar dapat memanfaatkan dengan baik, karena program bantuan anak asuh ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan para mahasiswa dan siswa dalam menyelesaikan pendidikannya,” kata walikota.

Walikota menyerahkan bantuan anak asuh secara simbolis kepada penerima tingkat SMP.

Penerima program bantuan anak asuh adalah siswa dan siswi dari tingkat SD hingga SMA serta perguruan tinggi. Untuk tingkat SD ada 2.955 penerima, tingkat SMP 1.844 penerima, tingkat SMA 1.559 penerima dan mahasiswa 734 penerima. (advertorial)

Pemkot Peringati Haornas ke-35

Walikota Tatong Bara membacakan sambutan Menpora pada upacara peringatan Haornas di Lapangan Boki Hotinimbang.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-35, di Lapangan Boki Hotinimbang, Senin (10/9). Walikota Tatong Bara menjadi inspektur upacara tersebut.

Saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga, walikota menyampaikan tema besar Haornas Tahun 2018 adalah Ayo Bangun Indonesia, yang mengandung makna bahwa kita mengajak untuk Berolahraga. “Dengan Berolahraga kita akan turut berpartisipasi membangun Indonesia secara keseluruhan, yakni membangun jiwa yang sehat, membangun badan yang kuat,” ujar walikota.

Walikota juga menyampaikan bahwa, kita patut bangga bahwa Asian Games 2018 yang menjadi perhelatan olahraga tingkat Asia, telah berlangsung  sukses, lancar dan membuahkan juga Prestasi dengan masuk peringkat 4 (empat) besar Asia. “Ini patut disyukuri berkat kerja bersama INASGOC, semua kementerian dan lembaga, sesuai dengan arahan  Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden, serta dukungan Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota,” kata Walikota. (ads/gito)

Walikota Hadiri Peringatan Tahun Baru Islam 1440 Hijriah

Walikota Tatong Bara menghadiri kegiatan peringatan Tahun Baru Islam 1440 Hijriah, yang dilaksanakan oleh Panitia Hari – Hari Besar Islam (PHBI) Kota Kotamobagu, Selasa (10/9) di Masjid Darussalam, Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Walikota dalam sambutannya menghimbau agar peringatan Tahun Baru Islam dapat dijadikan sebagai Momentum untuk pribadi yang lebih baik lagi, serta semakin meningkatkan amal dan ibadah. “Mari kita semua juga terus mewujudkan suasana kehidupan masyarakat Kota Kotamobagu yang aman, dan damai,” ujar walikota.

Pada kesempatan tersebut Walikota Kotamobagu juga menyerahkan  Zakat dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Kotamobagu, berupa Sembako dan uang tunai kepada sejumlah penerima di wilayah Kota Kotamobagu. (advertorial)

Ini Wilayah Penghasil Beras Terbesar di Kotamobagu

Muljadi Suratinoyo

ZONA KOTAMOBAGU – Meski berada di daerah perkotaan namun potensi pertanian di Kota Kotamobagu (KK) cukup menjanjikan. Salah satunya adalah padi sawah. Data diperoleh dari Dinas Pertanian, potensi padi sawah mencapai 1.691,55 hektare dengan area terbesar berada di Desa Poyowa Besar, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

“Kami petani di sini sangat beruntung karena memiliki area persawahan yang luas dengan ditunjang saluran irigasi yang memadai,” kata Jaidin Mokodompit, salah satu petani.

Ia menyebut, Desa Poyowa Besar menjadi pemasok beras terbesar di Kota Kotamobagu. “Kalau di pasar paling dikenal beras dari sini. Kualitasnya juga tak kalah dengan beras dari daerah lain,” sebutnya.

Namun demikian, ia mengaku ada berbagai kendala yang dialami para petani dalam menunjang aktivitas tanam padi, seperti pupuk dan tenaga kerja. “Terkadang pupuk sulit didapat. Begitu juta dengan orang kerja. Sulit mendapatkan orang kerja kalau waktu panen bersamaan dengan panen cengkih,” tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian, Muljadi Suratinoyo, mengakui potensi pertanian disektor pangan menjadi salah satu andalan selain potensi pertanian lainnya. “Daerah ini masih menjadi pemilik struktur ekonomi terbesar di Bolmong Raya. Itu tak lepas dari penguatan ekonomi yag mendorong peningkatan produktifitas hasil pertanian,” katanya.

Lanjutnya, besarnya potensi pertanian itu juga sangat berdampak terhadap berkurangnya angka pengangguran. “Tingkat penyerapan tenaga kerja cukup besar. Dengan bertani, ada yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan kini sudah punya pendapatan melalui hasil bertani,” ujarnya.

Ditambahkannya, berbagai upaya terus dilakukan dalam rangka meningkatkan hasil produktifitas pertanian. Selain melobi dan memberi bantuan alsintan, pelatihan rutin diberikan termasuk memaksimalkan tenaga penyuluh pertanian. “Semua yang dilakukan itu bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya. (ads/gito)

Baru 4 Desa Lapor Realisasi Dandes Tahap II

Hamdan Monigi

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Pemkot) mendesak pemerintah desa untuk mempercepat laporan realisasi penggunaan dana desa (dandes) tahap II. Hal itu dilakukan agar dandes tahap III bisa segera dicairkan.

Sekretaris DPMD, Hamdan Monigi, mengatakan saat ini baru ada empat dari 15 desa yang telah memasukan realisasi penggunaan dana desa tahap sebelumnya. Ke-empat desa itu adalah Kopandakan I, Poyowa Kecil, Moyag Todulan dan Bilalang I.

“Kami sudah berulang kali sampaikan. Karena kalau tidak ada laporan realisasi tahap II, dana desa tahap III tak bisa dipindahkan dari RKUN (Rekening Kas Umum Negara) ke RKUD (Rekening Kas Umum Daerah). Kalau terlambat, maka pencairan tahap III juga pasti akan terlambat, dan dampaknya pasti pada pelaksanaan program dan kegiatan di desa,” katanya. (ads/gito)

Bulan ini Pendaftaran CPNS, Pemkot Tunggu Persetujuan Kuota dari KemenPAN-RB

ZONA KOTAMOBAGU — Teka-teki kapan waktu penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), akhir terjawab.

Hasil rapat koodinasi yang dilaksanakan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (KemenPAN-RB) bersama para Sekretaris Daerah (Sekda) serta Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) se-Indonesia, Kamis (6/9), di Jakarta, jadwal tentatif pelaksanaan seleksi CPNS akan mulai bulan ini yang diawali dengan tahapan pendaftaran pada 19 September yang akan dilanjutkan dengan verifikasi selama tiga pekan setelahnya dan pengumuman hasil verifikasi pada 16 Oktober mendatang. Sedangkan pelaksanaan tes akan dilaksanakan pada 20 Oktober dan pengumuman hasil tes pada 30 November.

Menurut Kepala BKPP, Sahaya Mokoginta, rekrutmen CPNS kali ini mengakomodir Honorer Daerah (Honda) Kategori 2 (K2) khusus tenaga kesehatan dan guru, dengan usia maksimal 35 tahun. “Kemudian akan dibuka juga formasi untuk disiplin ilmu apa saja tapi khusus mereka yang mendapat cumlaude,”  jelasnya.

Lanjutnya, untuk kuota CPNS akan diberikan secara serentak untuk semua daerah, sebab katanya masih ada beberapa daerah yang masih bermasalah terutama soal anggaran pelaksanaan penerimaan CPNS tahun ini.

“KemenPAN-RB belum memberikan kuota, nanti secara serentak. Dari 500-an kabupaten dan kota di Indonesia, baru 82 yang mendapatkan kuota. Di Sulawesi Utara belum ada, nanti pada tahap II atau setelah validasi oleh BKN (Badan Kepegawaian Negara),” terangnya. (ads/gito)

DPRD Palopo Konsultasi Cara Hibah Aset di Kotamobagu

Sekda Adnan Massinae saat menjemput kedatangan DPRD Kota Palopo di Aula Rumah Dinas Walikota.

ZONA KOTAMOBAGU – Komisi gabungan DPRD Kota Palopo, mengunjungi Kota Kotamobagu (KK) untuk konsultasi soal hibah tanah, Kamis (6/9). Rombongan para wakil rakyat itu diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Adnan Massinae, di Aula Rumah Dinas Walikota.

“Ada kebanggaan bagi kami Pemerintah Kota Keotamobagu atas kunjungan bapak ibu di sini. Mudah-mudahan ini menjadi awal bagi kita untuk menjalin kerja sama lintas daerah kedepannya,” kata Sekda.

Soal hibah tanah yang berkaitan dengan maksud kunjungan para wakil rakyat Palopo itu, Adnan menjelaskan Pemkot sudah menghibahkan aset tanah dan bangunan kantor ke Imigrasi dan ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda).

“Dulunya tanah dan bangunan kantor Imigrasi itu adalah milik Pemkab Bolmong dan telah dihibahkan ke Pemkot Kotamobagu. Kemudian aset tanah dan bangunan itu kita pinjampakaikan ke Kantor Imigrasi dalam beberapa waktu dan pada akhirnya kita hibahkan atas permohonan pihak imigrasi. Sekarang tanah dan bangunan itu sudah menjadi aset Imigrasi,” kata Adnan, dihadapan romobongan wakil rakyat Palopo.

Adnan mengakui, kehadiran Kantor Imigrasi di Kota Kotamobagu sangat membantu dan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan dokumen yang berkaitan dengan keimigrasian. “Pengurusan paspor sudah bisa di sini. Jadi masyarakat tidak perlu lagi ke Manado untuk mengurus semua hal yang berkaitan dengan keimigrasian,” sebut Adnan.

Disis lain, Adnan mengaku pihaknya siap membantu para anggota DPRD terkait maksud kunjungannya itu. “Kita siap bapak dan ibu selama berada di sini, demi kelancaran maksud dan tujuan ke daerah ini,” sebut Adnan.

Ketua Komisi III DPRD Palopo, Abdul Rauf Rahim, mengungkapkan pihaknya sengaja memilih Kota Kotamobagu sebagai referensi untuk proses penyerahan hibah ke Kantor Imigrasi. “Kami tahu bahwa Kantor Imigrasi Kotamobagu sudah memiliki aset tanah dan bangunan kantor yang dihibahkan pemerintah daerah. Itu yang menjadi salah satu alasan kami ke sini,” ungkapnya.

Lanjutnya, bangunan kantor yang digunakan Imigrasi Kota Palopo saat ini adalah milik pemerintah yang dipinjampakaikan. Sementara pihak Imigrasi katanya sudah bermohon untuk pembangunan kantor secara permanen. “Untuk menindaklanjuti permohonan itu, kita tentu harus menghibahkan tanah dulu. Itu yang ingin kami cari tahu di sini, bagaimana prosesnya sehingga itu bisa dilakukan,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu, DPRD Kota Palopo juga membawa Kepala BPKAD, Kepala Kantor Pertanahan dan Kepala Kantor Imigrasi Kota Palopo. (ads/gito)

Kembangkan Potensi Perikanan, Pemkot Salur 100 ribu Bibit Ikan Nila

Penyaluran bibit ikan nila oleh Kepala Dinas Pertanian kepada kelompok penerima bantuan.

ZONA KOTAMOBAGU – Potensi perikanan sangat menjanjikan. Ada berbagai jenis ikan yang dikembangkan masyarakat lewat kelompok-kelompok budidaya, termasuk ikan nila. Data diperoleh, produksi ikan nila di Kota Kotamobagu dalam setahun berada di atas angka 300 hingga 400 ton. Melihat besarnya potensi itu, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui instansi terkait tertarik untuk mengembangkannya lewat berbagai program. Salah satu yang dilakukan adalah menyalurkan bantuan bibit dan pakan kepada kelompok-kelompok budidaya ikan.

Beberapa hari lalu, Dinas Pertanian dan Perikanan menyalurkan 100 ribu bibit ikan nila serta 2 ribu kilo gram pakan ke 10 kelompok budidaya ikan. “Sebelumnya kita salurkan bantuan kepada kelompok budidaya ikan patin. Untuk kali ini yang dapat bantuan adalah kelompok budidaya ikan nila,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Muljadi Suratinoyo.

Ia mengungkapkan, pemberian bantuan tersebut dimaksudkan untuk menggenjot produksi ikan nila yang muaranya pada peningkatan ekonomi masyarakat. “Potensi perikanan di sini sangat menjanjikan. Peluang ini yang kita tangkap dengan memberi rangsangan ke masyarakat lewat pemberian bantuan bibit dan pakan ke kelompok-kelompok budidaya ikan,” ungkapnya.

Lanjutnya, setiap kelompok mendapatkan bantuan bibit sebanyak 10 ribu ekor dan 200 kilo gram pakan. Namun sebelum bantuan itu disalurkan, pihaknya terlebih dahulu melakukan survey lapangan soal kelayakan menerima bantuan tersebut. Hal itu dilakukan agar kelompok penerima bantuan itu benar-benar layak menerimanya. “Ini tidak hanya sampai pada penyaluran bibit dan pakan saja, kita akan awasi action-nya di lapangan. Kemudian akan ada juga pendampingan dari penyuluh agar proses pemeliharaan hingga panennya bisa maksimal,” ujarnya.

Ia berharap, kelompok penerima bantuan itu dapat memanfaatkannya dengan baik. Agar tujuan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bisa dicapai. “Harapan kita bantuan ini dimanfaatkan dan dikelola dengan baik,” harapnya. (ads/gito)

Pemkot Miliki Dua Unit Mobil Penyedot Tinja

Imran Amon
Imran Amon

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) kini memiliki dua unit mobil penyedot tinja. Namun pengoperasiannya masih menunggu perampungan pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang ada di Desa Bungko, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Kepala Dinas PRKP, Imran Amon, mengatakan operasional mobil tinja tersebut dimungkinan pada 2019 mendatang. “Kemungkinan tahun depan, karena pembangunan IPLT baru akan selesai akhir tahun ini,” katanya.

Ia mengungkapkan, dua unit mobil tinja itu menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebab ada retribusi yang ditarik dari setiap penggunaannya. “Semua masyarakat boleh menggunakannya, tapi harus bayar retribusi. Untuk besaran retribusi nanti tergantung Perda (Peraturan Daerah) yang sedang disusun. Ini salah satu sumber PAD kita,” ungkapnya.

Disisi lain, ia mengimbau masyarakat untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat dengan cara tidak membuang sampah sembarangan pada tempat pembuangan tinja. “Jangan buang sampah pelastik, sisa makanan dan sejenisnya di tempat pembuangan, karena itu bisa menimbulkan penyumbatan,” imbaunya. (ads/gito)

Potensi PAD, Dishub Lirik Tempat Parkir Pusat Perbelanjaan

Nasli Paputungan

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perhubungan (Dishub) terus ‘memutar otak’ untuk mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari setor perparkiran. Tahun ini, PAD dari sektor retribusi ijin tempat parkir khusus sebesar Rp2,8 miliar, namun yang terealisasi hingga akhir triwulan II lalu baru Rp706 juta. Untuk mencapai target itu, semua potensi dimaksimalkan termasuk penagihan di pos parkir yang ada di beberapa titik.

Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan, Hisam Paputungan, mengatakan ada beberapa terobosan yang akan dilakukan, salah satunya adalah mengelola perparkiran di tempat hiburan, pusat perbelanjaan serta rumah sakit. “Kalau hanya mengandalkan pos parkir pasti akan sulit. Sehingga itu kita mencari pendapatan lain,” katanya.

Ia mengungkapkan, pihaknya juga berencana menambah alat parkir elektronik yang akan dipasang di beberapa titik di pusat kota. “Sekarang yang terpasang baru di pintu masuk rumah sakit. Dengan adanya sistem parkir elektronik, maka penagihan retribusinya bisa lebih maksimal lagi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dishub Nasli Paputungan, mengaku optimis bisa mencapai target PAD. “Dengan adanya sistem parkir elektronik, kami yakin penagihan PAD bisa maksimal,” ujarnya. (ads/gito)