Beranda blog Halaman 555

KPU Tetapkan Pemenang Pilwako

Rapat pleno penetapan calon walikota dan wakil walikota terpilih.

ZONA POLITIK – Tatong Bara dan Nayodo Koerniawan ditetapkan sebagai walikota dan wakil walikota periode 2018-2023 melalui rapat pleno terbuka yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kamis (26/7). Penetapan calon terpilih tersebut berdasarkan keputusan KPU nomor 107/PL.03.7-Kpt/7174/KPU-Kot/VII/2018 tentang penetapan pasangan calon walikota dan wakil walikota terpilih dalam pemilihan walikota dan wakil walikota 2018.

“Menetapkan Tatong Bara dan Nayodo Koerniawan sebagai walikota dan wakil walikota terpilih dengan perolehan suara 37.408 atau 57,62 persen dari total suara sah,” kata Ketua KPU Nova Tamon, saat membacakan surat keputusan.

Pada pleno tersebut, juga dibacakan berita acara nomor 169/PL.03.7-BA/7174/KPU-Kot/VII/2018 yang didalamnya memuat data yang dipergunakan dalam penetapan calon terpiilih, yaitu berita acara tentang rekapitulasi hasil penghitungan suara (model DB.KWK), sertifikat rekapitulasi penghitungan suara (model DB.1-KWK), keputusan KPU nomor 106/PL.03.6-Kpt/KPU-Kot/VII/2018 serta surat panitera Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 14/Pan.MK/7/2018 tanggal 23 Juli 2018 perihal permintaan data rekapitulasi perselisihan hasil pemilihan gubernur, bupati dan walikota tahun 2018.

“Pleno penetapan calon terpilih baru bisa dilaksanakan hari ini (kemarin, red) karena masih menunggu surat dari Mahkamah Konstitusi soal tidak adanya permohonan perselisihan hasil pemilihan,” ujar Nova.

Rapat pleno tersebut dihadiri calon wakil walikota terpilih, Nayodo Koerniawan, Ketua dan Anggota Panwaslu, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkpimda) serta partai politik. (ads/gito)

Dishub Tindaklanjuti Kerusakan Traffic Light

Nasli Paputungan

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perhubungan (Dishub) merespon cepat keluhan masyarakat soal kerusakan traffic light yang ada di Jalan Ahmad Yani atau tepatnya di simpang empat depan Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK). Setelah sebelumnya mengidentifikasi penyebab kerusakan rambu lalu lintas tersebut, Dishub mulai memperbaiki dan mengaktifkan kembali Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) yang sempat tak berfungsi selama beberapa hari itu.

Pantauan koran ini, kendaraan yang melintas dari empat arah jalur tersebut sudah kembali tertib dan beraturan. Kondisi itu berbeda dengan beberapa hari sebelumnya yang terlihat tak beraturan lantaran traffic light di jalur tersebut tak berfungsi.

“Hari ini (kemarin, red) mulai diperbaiki oleh teknisi kami. Mudah-mudahan setelah itu sudah berfungsi kembali,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Nasli Paputungan.

Setelah memperbaiki traffic light di Jalan Ahmad Yani itu, ia mengungkapkan pihaknya akan memeriksa semua traffic light yang terpasang di semua titik yang ada di Kota Kotamobagu. Hal itu dinilai penting dilakukan agar bisa mengantisipasi penyebab kerusakannya.

“Nantinya kita akan identifikasi semua. Kalau ada yang rusak akan langsung diperbaiki, agar pengendara yang melintas di setiap persimpangan tak lagi merasa khawatir,” ungkapnya.

Disisi lain, ia mengimbau para pengendara selalu berhati-hati dan tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas. “Banyak rambu lalu lintas yang terpasang di pinggir jalan. Itu harus dipatuhi dan jangan dilanggar. Tidak boleh menerobos lampu merah, karena itu berbahaya. Keselamatan harus selalu diutamakan,” imbaunya. (ads/gito)

Lima Kelompok Pemuda Karang Taruna Dapat Bantuan

Roi Paputungan

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Sosial (Dinsos) akan kembali menyalurkan bantuan kepada kelompok pemuda karang taruna yang ada di desa dan kelurahan tahun ini. Kali ini, lima kelompok yang ada di Kelurahan Kobo Besar, Kotobangon, Motoboi Besar, Motoboi Kecil dan Mongondow, yang menjadi sasaran pemberian bantuan tersebut.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Fakir Miskin, Roi Paputungan, mengatakan lima kelompok pemuda karang taruna itu akan mendapatkan bantuan berupa sound system dan mesin paras. Pemberian bantuan tersebut katanya merupakan bagian para pemberdayaan masyarakat khususnya pemuda di Kota Kotamobagu.

“Penyalurannya dalam waktu dekat ini. Harapan kita, bantuan ini dapat digunakan sesuai peruntukkannya dan bisa memberi manfaat terhadap kemajuan organisasi kepemudaan,” katanya.

Ia mengungkapkan, tahun sebelumnya pihaknya juga telah memberikan bantuan yang sama kepada kelompok pemuda karang taruna yang ada di 10 kelurahan.

“Tahun depan akan ada juga bantuan seperti ini. Target kita semua karang taruna tersentuh bantuan. Dengan begitu, mereka bisa berkreasi dan mandiri. Yang mendapatkan bantuan ini tentunya hanya yang aktiv dan memiliki struktur kepengurusan yang sah,” ungkapnya. (ads/gito)

Pemkot Boyong Dua Penghargaan Tingkat Provinsi Sulut

Sekkot, Adnan Massinae, (kedua dari kiri) foto bersama para penerima penghargaan.

ZONA KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu berhasil memboyong dua penghargaan di bidang pembangunan sanitasi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur nomor 464 Tahun 2017 tentang penetapan penerima anugerah Sulawesi Utara Sensanitasional Award Tahun 2017, Kota Kotamobagu mendapat peringkat III Anugerah Sulawesi Utara Sensanitasional Award Tahun 2017 dan terbaik III kategori persampahan. Piala dan piagam penghargaan tersebut diterima Sekretaris Kota (Sekkot) Adnan Massinae dari Asisten II Pemprov Sulut Muhammad Mokoginta, pada kick off meeting dan rapat evaluasi tengah tahun PPSP 2018, Rabu (25/7) di Kantor Gubernur.

“Alhamdulillah, Kota Kotamobagu mendapatkan peringkat III dalam penilaian Anugerah Sulawesi Utara Sensanitasional Award Tahun 2017 dan terbaik III kategori persampahan. Penghargaan ini didapat berkat dukungan dan kerja sama dari semua elemen masyarakat,” kata Adnan.

Adnan mengungkapkan, penganugerahan Sulut Sensanitasional Award diberikan untuk mendorong percepatan tercapainya target pembangunan sanitasi Tahun 2019 dan percepatan pembangunan sanitasi di Sulut. “Anugerah Sulut Sensanitasional itu diberikan kepada kabupaten dan kota yang berkinerja baik dalam pembangunan sanitasi di wilayahnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Imran Amon, mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) terus memaksimalkan program pembangunan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas). Bahkan dalam beberapa waktu ke depan, sanimas akan kembali dibangun di Kelurahan Kotobangon dan Bilalang I dengan anggaran sebesar Rp1,2 miliar yang diberikan Dirjen Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Alhamdulillah Kota Kotamobagu mendapatkan pengahrgaan itu. Ini menandakan bahwa sanitasi sudah baik,” sebutnya. (ads/gito)

Di Era Tatong Bara, Pembangunan MRBM Rampung

Masjid Raya Baitul Makmur

ZONA KOTAMOBAGU – Penyelesaian pembangunan Masjid Raya Baitul Makmur (MRBM) menjadi salah satu fokus perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) di era kepemimpinan Walikota Tatong Bara. Pengerjaan bangunan masjid termegah di Sulawesi Utara itu terus dipacu agar cepat selesai dan bisa segera difungsikan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan, Sofian Hatam, mengungkapkan pihak ketiga pelaksana proyek tersebut saat ini sedang memacu target pekerjaan agar bisa selesai tepat waktu sebelum berakhir masa kontrak pada 23 Agustus mendatang.

“Sekarang sedang berlangsung pekerjaan pemasangan marmer, pengecatan bagian dalam dan kaligrafi. Progresnya sudah 80 persen. Tiap hari kita awasi, agar pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan perencanaan dan selesai tepat waktu,” ungkapnya.

Lanjutnya, pihaknya berencana memperpanjang kontrak kerja PT LBI sebagai pihak ketiga pelaksana proyek tersebut, menyusul adanya penambahan anggaran Rp250 juta dari Sisa Hasil Tender (SHT) sebesar Rp14,7 miliar yang akan digunakan untuk pemasangan pagar keliling berbahan stainless.

“Karena ada penambahan anggaran, maka waktu pengerjaanya juga bertambah. Nantinya akan ada adendum kontrak. Tapi ini baru rencana,” ujarnya.

Dijelaskannya, penambahan waktu pengerjaan tersebut direncanakan selama 45 hari. Masa waktu itu sesuai permintaan pihak ketiga dengan pertimbangan panjangnya waktu pemesanan bahan yang akan digunakan.

“Bahannya akan dipesan di Surabaya. Waktu pengirimannya sampai ke sini sekitar dua minggu, kemudian pemasangannya sekitar 30 hari. Jadi mereka minta waktu 45 hari. Kita sudah komunikasikan dengan mereka (pihak ketiga), dan mereka siap,” jelasnya.

Ditambahkannya, setelah semua target pekerjaan tahun ini selesai, pihaknya akan kembali mengalokasikan anggaran sekira Rp9 miliar untuk pembangunan landscape dan basement tahun 2019 mendatang. “Harapan kita bersama pembangunannya berjalan lancar agar cepat selesai dan bisa segera difungsikan,” tambahnya. (ads/gito)

 

Kamis, KPU Tetapkan Pemenang Pilwako

Amir Halatan

ZONA POLITIK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengagendakan rapat pleno penetapan calon walikota dan wakil walikota terpilh, Kamis (26/7). Hal ini diutarakan Anggota KPU, Amir Halatan.

Menurutnya, jadwal pleno penetapan calon terpilih sudah melalui rapat bersama para komisioner serta hasil koordinasi dengan KPU Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Sebenarnya kita sudah agendakan tanggal 23, tapi hasil koordinasi dengan KPU Provinsi nanti dilakukan pada tanggal 26 secara serentak dengan daerah lain yang melaksanakan Pilkada di Sulut,” katanya.

Ia mengungkapkan, pihaknya juga masih menunggu surat dari Mahkamah Konstitusi (MK) terkait tidak adanya Permohonan Hasil Pemilihan (PHP) untuk Pilkada Kota Kotamobagu.

“Terinformasi tak ada gugatan untuk Pilkada Kotamobagu, tapi kita tetap menunggu surat dari MK,” ungkapnya.

Lanjutnya, dalam pleno tersebut pihaknya akan mengundang para calon walikota dan wakil walikota peserta Pilwako 2018, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). “Setelah pleno penetapan pasangan calon terpilih, kita tinggal melaporkan hasil Pilkada ke KPU secara berjenjang dan DPRD,” ujarnya.

Disisi lain, ia mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah berpartisipasi dalam menyukseskan Pilwako. “Terima kasih kepada semua elemen masyarakat karena pelaksanaan Pilwako Kotamobagu berjalan aman, lancar dan sukses,” sebutnya.

Seperti diketahui, hasil penghitungan suara pemilihan walikota dan wakil walikota, pasangan Tatong Bara-Nayodo Koerniawan (TB-NK) meraih suara terbanyak dibandingkan pasangan Jainudin Damopolii-Suharjo Makalalag (JadiJo). (trz/gito)

Pemkot Raih Dua Penghargaan, Bukti Komitmen Beri Perlindungan Terhadap Anak

Pemkot Raih Penghargaan Layak Anak (2)

ZONA KOTAMOBAGU – Upaya Pemerintah Kota Kotamobagu untuk terus melakukan upaya pemenuhan hak dan perlindungan terhadap anak, mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Pusat. Terbukti, daerah yang dipimpin Waki Kota Ir Tatong Bara itu kembali berhasil meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA), dan Sekolah Ramah Anak (SRA) Tahun 2018 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Prestasi Tingkat Nasional berupa penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2018, dan Sekolah Ramah Anak (SRA), sebagai terbaik nasional, untuk kategori Madrasah Aliyah (MA), yang diraih oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kotamobagu, diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Republik Indonesia, Prof. DR. Yohana Yembise, kepada Walikota Kotamobagu, Ir. Tatong Bara, pada Malam Penganugerahan Kabupaten / Kota Layak Anak Tahun 2018, yang diselenggarakan di Dyandra Convention Centre, Surabaya – Jawa Timur, Senin (23/7) .

Pemkot Raih Penghargaan Layak Anak (2)

Wali Kota Ir. Tatong Bara, usai menerima kedua penghargaan tingkat nasional tersebut mengatakan bahwa diraihnya penghargaan tersebut, merupakan hasil dari kerja keras dan dukungan dari seluruh masyarakat Kotamobagu yang selama ini selalu mendukung serta menyukseskan berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kotamobagu dalam rangka untuk memenuhi hak–hak anak dan menjamin perlindungan terhadap anak di Kota Kotamobagu.

“Penghargaan tingkat nasional ini tentunya merupakan hasil dari adanya komitmen, kerja keras, serta dukungan dari seluruh masyarakat yang ada di Kota Kotamobagu, dan kedepan nanti, Pemerintah Daerah Kota Kotamobagu akan terus meningkatkan berbagai upaya untuk pemenuhan hak – hak anak, serta perlindungan terhadap anak, termasuk yang berhubungan dengan Tumbuh Kembang Anak, seperti Pendidikan dan Waktu luang, Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan, Perlindungan khusus, Hak Sipil dan Kebebasan, serta Keluarga dan Pengasuhan alternatif, sehingga nantinya setiap anak di Kotamobagu akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, terlindungi hak – haknya, serta terpenuhi kebutuhannya,” ujar Walikota.

Pemkot Raih Penghargaan Layak Anak (2)

Sebagaimana diketahui, sejak dicanangkan untuk menuju Kota Layak Anak, Pemerintah Daerah Kota Kotamobagu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Kota Kotamobagu, telah melaksanakan berbagai upaya dalam rangka untuk mewujudkan Kota Kotamobagu sebagai Kota Layak Anak, yakni antara lain dengan membentuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA), Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), pembentukan Forum Anak, pembentukan Gugus Tugas TPPO, Kampanye Tree Ends, dan berbagai kegiatan lainnya, yang bertujuan untuk memenuhi Hak – Hak Anak, serta Perlindungan terhadap anak.

Petani Nenas Sambut Baik Kerja Sama Pemkot-BI

KERJA SAMA: Walikota Tatong Bara bersama Kepala BI Perwakilan Sulut menandatangani MoU terkait pengembangan Nenas di Kotamobagu, beberapa waktu lalu.

ZONA KOTAMOBAGU – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) menggandeng Bank Indonesia (BI) dalam mengembangkan potensi nenas di Kota Kotamobagu, disambut baik para petani. Selain akan berdampak pada peningkatan produktivitas, apa yang dilakukan Pemkot tersebut juga diyakini akan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat khususnya petani nenas.

“Kerja sama Pemkot dengan pihak BI ini menjadi semangat baru bagi kami petani nenas. Selama ini yang menjadi kendala kami adalah soal pemasaran buah nenas. Biasanya setelah panen, hanya di jual di pinggiran jalan atau di bawa ke pasar. Dengan adanya kerja sama ini, maka kita bisa dengan mudah memasarkan hasil panen,” Sumitro Limpaton, petani nenas asal Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Petani lainnya, Mustofa Paputungan, mengungkapkan iklim dan cuaca Kota Kotamobagu sangat cocok untuk pengembangan potensi nenas. “Kita bersyukur, karena potensi besar ini bisa dilihat oleh pemerintah dengan mengajak Bank Indonesia bekerja sama soal pengembangannya. Ini menjadi kabar baik bagi kami petani nenas di daerah ini,” ujarnya.

Ia berharap, perjanjian kerja sama antara Pemkot dan BI yang tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani walikota dan kepala BI Perwakilan Sulut beberapa pekan lalu, segera ditindaklanjuti.

“Kami sebagai petani hanya bisa berharap segera ada tindaklanjutnya. Pada intinya kami menyambut baik adanya kerja sama itu, dan menyampaikan terima kasih kepada ibu walikota yang begitu peduli dengan nasib para petani,” sebutnya.

Walikota Tatong Bara, mengungkapkan berbagai potensi unggulan daerah termasuk komoditas nenas, perlu dikembangkan. Selain program yang sedang dan akan dilaksanakan oleh dinas terkait, upaya melobi investor juga terus dilakukan.

“Jumlah produksinya besar, kemudian kualitasnya juga baik. Peluang ini kita tangkap dan mudah-mudahan bisa menjadi sesuatu yang baik bagi petani,” ungkap walikota.

Usai menandatangani MoU bersama walikota dua pekan lalu, Kepala BI Perwakilan Sulut Soekowardjojo, mengakui nenas Kotamobagu memiliki rasa serta keunikan tersendiri. Hal itu menjadi alasan pihaknya tertarik mengembangkan salah satu potensi unggulan Kota Kotamobagu itu.

“Saya sudah rasa Nenas Lampung, Nenas Jawa. Kalau dibandingkan Nenas Kotamobagu lebih unggul. Rasanya manis dan tanaman ini cocok dikembangkan di daerah ini,” sebutnya.

Lanjutnya, Nenas Kotamobagu merupakan potensi perekonomian yang patut dikembangkan mulai dari proses produksi hingga pemasarannya. Oleh karena itu, pihaknya berencana memberi pelatihan kepada para petani soal tata cara tanam yang baik dan benar, dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas Nenas.

“Jika sudah sesuai standarnya, maka akan kita tingkatkan di segi lainnya. Tapi kalau belum, aspek produksinya akan lebih dulu diutamakan sebelum menuju ke bagian pengolahan. Setelah itu kita menuju ke pengolahan atau pasca panen,” ujarnya. (ads/gito)

Pembangunan 14 Unit RTLH Dimulai

Material banguan RTLH diterima warga penerima bantuan tersebut.

ZONA KOTAMOBAGU – Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dimulai. Saat ini sedang berlangsung pendistribusian material bangunan ke masing-masing penerima.

“Yang diantar baru batu bata sebanyak 4.500 buah. Menurut mereka (pihak ketiga) akan segera dikirim bahan material lainnya,” kata Beni Manopo (52), warga Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Ia mengakui, bantuan RTLH yang diterimanya itu akan sangat membantu dalam pemenuhan kebutuhan tempat tinggal keluarganya. “Terima kasih kepada pemerintah khususnya ibu walikota yang sudah memperhatikan kami masyarakat kecil. Bantuan yang diberikan ini sangat berarti bagi kami,” sebutnya.

Kepala Bidang Sosial dan Fakir Miskin Dinas Sosial, Roi Paputungan, mengatakan anggaran pembangunan 14 unit RTLH tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp385 juta. “Setiap unit anggarannya dua puluh tujuh juta lima ratus. Pengerjaannya dilakukan secara serentak dan ditargetkan selesai Bulan November,” katanya.

Lanjutnya, program pembangunan RTLH dilaksanakan dalam rangka mengentaskan kemiskinan. Warga yang sebelumnya tinggal di rumah yang tak layak huni menjadi sasaran program tersebut. “Mudah-mudahan masyarakat khususnya penerima program ini akan merasakan manfaatnya dan bisa tinggal di rumah yang layak huni,” tambahnya.

Selain 14 unit yang dibiayai APBD tersebut, ia mengungkapkan pihaknya juga masih menunggu realisasi bantuan program yang sama dari pemerintah provinsi. “Kalau dari provinsi hanya dua unit. Sebenarnya ada enam unit, tapi setelah diverifikasi lapangan ternyata empat unit yang lain tidak memenuhi syarat, sehingga yang disetujui hanya dua unit saja. Kita masih menunggu realisasinya,” ungkapnya. (ads/gito)

Walikota Janji Naikkan Gaji Tenaga Kontrak

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) berencana menaikkan gaji tenaga kontrak di tahun 2019 mendatang. Hal itu dimaksudkan memotivasi para tenaga kontrak dalam meningkatkan kinerjanya.

Menurut Walikota Tatong Bara, Pemkot saat ini sedang mengevaluasi kinerja setiap tenaga kontrak. Evaluasi itu katanya penting dilakukan, agar kedepannya semua tenaga kontrak yang ada di tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) memiliki kompetensi dan kemampuan bekerja.

“Evaluasi terus dilakukan, karena rencananya mulai Januari 2019 gajinya diterima setiap bulan dan kita rencanakan ada kenaikan,” kata walikota.

Selain mendorong agar terus meningkatkan kinerjanya, walikota juga meminta agar semua tenaga kontrak terus meng-up grade kemampuan khususnya di bidang informasi dan teknologi.

“Semua wajib mengetahui IT, sebab Kota Kotamobagu on the track smart city. Bukan hanya tenaga kontrak, PNS hingga perangkat kelurahan desa juga harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini,” ujar walikota.

Selain itu, walikota juga terus mendorong agar instansi yang berurusan dengan pelayanan publik harus terus memaksimalkan pelayanan melalui sistem yang berbasis teknologi.

“Ini perlu dilakukan. Kita tak boleh ketinggalan. Perkembangan teknologi saat ini harus kita manfaatkan untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat,” tambah walikota. (ads/gito)