Beranda blog Halaman 569

IKASTO Gelar Festival Ramadan

Ilustrasi Lomba Hafidz Quran

ZONA KOTAMOBAGU- Ikatan Seniman Totabuan (IKASTO) memanfaat momentum bulan ramadhan dengan kegiatan-kegiatan religi. Salah satu yang dilakukan adalah menggelar festival ramadhan dengan melibatkan pemuda dan anak-anak.

Ketua IKASTO, Chairul Luli, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan peran masyarakat khususnya pemuda dan anak-anak di bidang keagamaan.

“Insha Allah kegiatan ini akan bernilai ibadah dan mampu membangkitkan bakat seni khususnya di bidang keagamaan,” katanya, Senin (21/5)

Dijelaskannya, kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Cafe Town pada Sabtu (26/5) mendatang. “Alhamdulillah kegiatan kami ini mendapat dukungan dari berbagai pihak khsusnya Pemerintah Kotamobagu. Bagi yang ingin mendaftar, bisa menghubungi panitia melalui nomor handphone 081242791023 atau bisa langsung ke sekretariat di Cafe Town,” ujar musisi senior Bolaang Mongondow ini.

Ditambahkannya, ada beberapa kategori yang diperlombakan dalam kegiatan tersebut, yakni Lomba Musik Religi, Lomba Hafidz Quran, Lomba Adzan dan Lomba Busana Muslim. “Melalui kegiatan tersebut, ia berharap generasi muda bisa mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai keagamaan sebagai benteng terkuat masuknya budaya asing di era globalisasi ini,” tambahnya. (trz)

Pemdes Poybes I Kembangkan Potensi Desa Lewat BUMDes

BUMDes Amanah Desa Poyowa Besar yang mengelola berbagai jenis usaha.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Desa (Pemdes) Poyowa Besar (Poybes) I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, melirik potensi bisnis rumah kopi dan tempat makan untuk dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Desa (PADes), usaha tersebut juga merupakan bagian dari pemberdayaan yang sasarannya adalah peningkatan ekonomi masyarakat.

Kepala Desa, Yandi Mokoagow, mengungkapkan modal untuk pengembangan berbagai jenis usaha pada BUMDes bersumber dari Dana Desa (Dandes). “Tujuan dari BUMDes ini adalah untuk pemberdayaan. Selain itu, setiap tahunnya desa mendapatkan PADes lewat berbagai jenis usaha ini,” ungkapnya.

Ia mengaku, pemerintah desa sangat mendukung berbagai jenis usaha yang dikembangkan lewat BUMDes. Oleh karena itu, ia meminta kepada para pengelolahnya untuk selalu bekerja dengan berlandaskan regulasi. “Kelola BUMDes ini dengan baik. Tetap mengacu pada regulasi dalam setiap pengambilan keputusan atau membuat kebijakan,” sebutnya.

Pengelola BUMdes Amanah, Hardi Makalalag, menjelaskan ada beberapa jenis usaha yang dikembangkan lewat BUMDes, yakni foto studio, cafe, koperasi simpan pinjam khusus pelaku usaha, pembayaran rekening listrik dan lainnya. “Mulai Januari sampai Maret, sudah ada 13 juta yang kita dapatkan lewat usaha-usaha itu,” jelasnya. (ads/gito)

Kunjungi Data Center, Pjs Walikota: Kita Bersyukur Punya Alat Secanggih ini

Pjs Walikota saat berada di ruang data center.

ZONA KOTAMOBAGU – Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, mengunjungi data center dan command center yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Senin (21/5). Dalam kunjungan itu, Pjs walikota melihat infrastruktur sekaligus alat-alat penunjang operasional.

“Kita bersyukur punya alat-alat canggih seperti ini. Tidak semua daerah punya seperti ini. Kita punya infrastruktur penunjang dan sedang melangkah menuju smart city,” katanya.

Ia mengungkapkan, dukungan fasilitas dan infrastuktur data center serta command center sangat membantu pemerintah dalam pelaksanaan tugas pemerintahan, seperti aplikasi layanan publik dan layanan pemerintah yang terintegrasi. “Kemudian ada juga CCTV yang dipasang di beberapa titik. Ini sangat membantu pemerintah maupun petugas keamanan dalam mengawasi aktivitas masyarakat, khususnya tempat-tempat keramaian,” ungkapnya.

Diketahui, data center dan command center dibangun dengan anggaran sebesar Rp9,2 miliar melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2017. Pembangunan infrastruktur tersebut merupakan wujud dari komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) dalam menjadikan Kota Kotamobagu sebagai smart city. (ads/gito)

Audit BPK Berakhir, Pemkot Optimis Raih WTP

Syair Lentang

ZONA KOTAMOBAGU – Tim auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah menyelesaikan audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2017 di Kota Kotamobagu. Selanjutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) tinggal Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang dikabarkan akan diumumkan akhir bulan ini.

Kepala Inspektorat, Syair Lentang, mengatakan audit BPK selama 40 hari berjalan aman dan lancar. Data atau dokumen yang diminta para auditor semuanya dipenuhi. Demikian juga klarifikasi, setiap pejabat yang dibutuhkan semuanya kooperatif selama audit berlangsung. “Exit meeting sudah dilakukan Hari Jumat (pekan lalu). Alhamdulillah sejak hari pertama sampai terakhir, semuanya berjalan lancar. Data atau dokumen yang dibutuhkan bisa diadakan. Kemudian semua pejabat juga kooperatif selama pemeriksaan berlangsung,” katanya.

Ia mengungkapkan, setelah audit berakhir pihaknya diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan atau beberapa temun administrasi selama proses audit berlangsung. “Perbaikan itu hanya sampai Hari Rabu, setelah itu kita tinggal menunggu hasilnya. Pengumuman LHP kemungkinan diantara tanggal 28 sampai 30 bulan ini,” ungkapnya.

Meski belum mendapat gambaran soal hasil pemeriksaan, namun ia optimisi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-lima secara berturut-turut bisa diraih. “Hasilnya belum diketahui, kita masih menunggu pengumuman LHP. Tapi insya allah kita bisa mendapat opini WTP. Harapan kita semua begitu,” sebutnya. (ads/gito)

Dinkes Diminta Periksa Jajanan Buka Puasa di Kantin Ramadhan

Pasar ramadhan di salah satu lokasi di Kota Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Kesehatan (Dinkes) diminta melakukan pemeriksaan jajanan buka puasa yang dijual di pasar ramadhan di beberapa tempat di Kota Kotamobagu. Hal itu penting dilakukan guna memberi jaminan ke-higiniesan makanan atau minuman yang diperjualbelikan.

“Perlu ada pengawasan dari pemerintah melalui instansi terkait. Jangan sampai ada makanan atau menu lain yang sudah tidak layak dikonsumsi namun masih dijual,” kata Muhammad Budiman, warga Kelurahan Gogagoman.

Menanggapinya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Devi Ch Lala, mengungkapkan pihaknya dalam beberapa hari kedepan akan melakukan pemeriksaan kelayakanan jajanan buka puasa yang dijual di tiap pasar ramadhan. “Sudah kita agendakan turun ke tiap pasar ramadhan. Untuk waktunya kapan kita akan turun, belum bisa dipastikan sekarang. Yang jelas dalam waktu dekat ini,” ungkapnya.

Lanjutnya, dalam pengawasan di lapangan pihaknya akan bekerja sama dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Pengawasan tak hanya sekadar menu yang dijajakan, tapi sampai ke proses pengolahan makanan atau minuman yang dijual. “Jadi bukan hanya menunya saja yang kita periksa, tapi tempat berjualannya juga. Ini perlu dilakukan, agar ada jaminan kesehatan bagi masyarakat khusus para pembeli,” ujarnya.

Ia mengimbau, semua pedagang untuk selalu memperhatikan kualitas makanan atau menu lain yang di jual ke masyarakat. “Begitu juga dengan tempat berjualan, harus bersih dan tak boleh didirikan di sekitar tempat sampah dan berbau,” imbaunya. (ads/gito)

Disparbud Dorong Desa Kembangkan Potensi Wisata Lewat Dandes

Agung Adati

ZONA KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu memiliki berbagai potensi wisata yang menjanjikan. Data diperoleh dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), terdapat 25 objek wisata yang terdiri dari objek wisata alam, buatan, budaya dan religi yang tersebar di sejumlah desa dan kelurahan.

Kepala Disparbud, Agung Adati, mengatakan semua potensi wisata yang ada sudah didata dan telah masuk dalam rencana pengembangan kedepannya. “Semua akan dikembangkan, tapi dilakukan secara bertahap karena kita menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” katanya.

Untuk pengembangan semua potensi wisata tersebut, ia juga mendorong ke semua pemerintah desa untuk mengalokasikan anggaran melalui alokasi dana desa untuk pengambangan objek wisata yang ada di desa masing-masing. “Jika itu dikembangkan, maka bisa mendatangkan PADes (Pendapatan Asli Desa) bagi desa masing-masing,” ujarnya.

Dari semua potensi wisata yang ada, beberapa diantaranya terdapat di Desa Bilalang I, Kecamatan Kotamobagu Utara, seperti Air Panas Malelang, Air Batu Putih serta Kawasan batu Putih Malelang.

“Selain potensi pertanian, di sini ada juga potensi wisata. Lokasinya tak jauh. Insya allah itu akan kita optimalkan di tahun depan dan juga akan bekerja sama dengan instansi terkait. Kemudian ada juga air terjun yang lokasi dekat dengan pemukiman warga. Nantinya kita akan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memanfaatkan air terjun itu sebagai sumber air yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata Kepala Desa Bilalang I, Badaria Mokoginta.

Ia mengakui, sejumlah objek wisata tersebut saat ini belum terkelola. Sebab saat ini pemerintah desa masih terfokus pada pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan serta peningkatan sarana dan prasarana fisik. “Anggaran untuk penanganannya memang besar, sehingga itu nanti akan kita optimalkan tahun 2019 dengan anggaran dari dana desa serta berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya,” sebutnya. (ads/gito)

 

Pemkot Jamin Stok Beras Selama Ramadhan

Pjs walikota dan jajarannya saat meninjau ketersediaan beras di gudang bulog.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menjamin ketersediaan beras selama ramadhan hingga lebaran nanti. Hal ini berdasarkan hasil pemantaun di Bulog yang dilakukan Pjs Walikota bersama jajarannya, beberapa hari lalu.

“Kalau untuk stok tidak ada masalah. Bahkan ketersediaan di gudang Bulog hingga enam bulan ke depan,” kata Pjs Walikota, Muhammad Mokoginta.

Selain ketersediaan stok, stabilitas harga di pasaran juga menjadi fokus perhatian Pemkot. Jika terjadi lonjakan harga di pasaran, Pemkot akan bekerja sama dengan pihak Bulog melakukan operasi pasar. “Sejauh ini masih normal, kalaupun ada kenaikan itu masih wajar-wajar saja,” ujarnya.

Selain beras, ketersediaan bahan pokok lainnya juga akan diawasi. Begitu juga dengan pergerakan harganya di pasaran. “Intinya semua akan kita awasi. Ini perlu dilakukan mengingat permintaan bahan pokok saat ini meningkat,” tambahnya. (ads/gito)

Gandeng Puslitkoka, Pemkot Riset di Perkebunan Mobalang

Sofyan Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) terus mencari terobosan baru untuk mengembangkan kopi di Kota Kotamobagu. Salah satunya adalah menggandeng Pusat Penelitian Kopi dan Kakao untuk melakukan riset di Area Perkebunan Mobalang Desa Poyowa Besar, Kecamatan Kotamobagu Selatan, sebagai lahan yang disiapkan untuk pengembangannya.

“Kami akan melakukan riset untuk memeriksa keadaan tanah dan iklim di situ, agar diketahui yang paling cocok itu tanaman kopi jenis apa. Kita akan kerja sama dengan Puslit Kakao,” katanya.

Lanjutnya, setelah penelitian itu pihaknya akan menentukan jenis kopi yang akan dikembangkan di perkebunan tersebut. “Mudah-mudahan tahun ini selesai agar tahun depan akan terealisasi,” ujarnya.

Akhir tahun lalu, Pemkot juga telah melaksanakan workshop aktualisasi penguatan sisten informasi daerah. Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka menjalankan visi misi pemerintah daerah dalam pengembangan kopi sebagai salah satu produk unggulan daerah, secara efektif dan efisien yang sasarannya pada peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

“Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan daya saing produk unggulan daerah melalui inovasi-inovasi terbaru, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu yang dilakukan adalah mengembangkan kopi organik yang menjadi salah satu produk unggulan daerah,” kata Asisten II, Gunawan Damopolii, beberapa waktu lalu.

Ia mengungkapkan, kopi organik Kotamobagu sudah tersebar di pasaran dan sudah banyak diminati masyarakat. Oleh karena itu, untuk pengembangannya diperlukan inovasi-inovasi terbaru. “Ini menjadi perhatian pemerintah untuk dikembangkan,” ungkapnya. (ads/gito)

Penerimaan CPNS Pasca Ramadhan, Pemkot Usul 851 Formasi

Sahaya Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Usulan penambahan kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) oleh Pemerintah Kota (Pemkot) ke Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (KemenPAN-RB), mulai divalidasi. Kamis (17/5), Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) mengikuti rapat koordinasi bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Utara dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional XI Manado.

“ Validasi data ini bertuujuan agar usulan yang diajukan benar-benar prioritas dan terfokus pada kesehatan, pendidikan dan pembangunan infrastruktur. Setelah validasi ini kemudian akan ditetapkan formasi bagi kabupaten dan kota,” kata Kepala BKPP, Sahaya Mokoginta.

Ia mengungkapkan, Pemkot telah mengajukan penambahan 851 kuota CPNS tahun ini, yang terdiri dari 500 tenaga guru, 301 tenaga kesehatan dan 50 tenaga teknis tertentu. “Sudah kita usulkan, soal berapa yang disetujui kita tetap menunggu hasil penetapan pemerintah pusat. Untuk penerimaan CPNS dipastikan setelah bulan ramadhan,” ungkap Sahaya.

Disisi lain, ia berharap kuota CPNS yang diusulkan bisa disetujui semua. Sebab, pengusulan itu disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. “Kita memang masih membutuhkan pegawai. Mudah-mudahan yang kita usulkan itu bisa disetujui semuanya,” harap Sahaya. (ads/gito)

Potensi Menjanjikan, Bisnis Pembibitan Cengkih Janjikan Keuntungan Besar

Pembibitan cengkih di Desa Moyag.

ZONA KOTAMOBAGU – Meski berada di wilayah perkotaan, namun Kota Kotamobagu menyimpan potensi pertanian yang menjanjikan. Lahan luas dan subur menjadikan daerah yang disebut-sebut sebagai calon Provinsi Bolmong Raya ini cocok untuk ditanami atau sekadar pembibitan berbagai jenis tanaman pertanian. Cengkih adalah salah satu potensi pertanian yang menjanjikan untuk dikembangkan.

Yonce Mamangkey (65), warga Desa Moyag Tampoan, Kecamatan Kotamobagu Timur, menggarap potensi pembibitan cengkih. Sejak puluhan tahun lalu, bisnis itu ia geluti dan telah mendapat banyak keuntungan.

“Ada yang dari luar Kotamobagu memesan bibit cengkih di sini, baik secara perorangan ataupun kelompok,” katanya.

Ia mengungkapkan, pembibitan cengkih tersebut juga memberi pembuka lapangan kerja. Sebab, proses pembibitannya katanya memerlukan tenaga dari beberapa orang. “Bisa sampai 400 ribu bibit yang disiapkan. Tentu ini memerlukan tenaga sampai puluhan orang,” ungkapnya.

Sangadi (Kepala Desa, red), Halidun Tunggil, mengakui pembibitan cengkih yang dilakukan warga di desanya itu membantu penyediaan lapangan kerja. Oleh karena itu pihaknya terus mendorong serta memfasiliasi pengembangan pembibitan berbagai jenis komoditi pertanian.

“Ini juga bagian dari program pemerintah desa dalam mendorong berbagai potensi yang ada untuk dikembangkan, termasuk potensi pertanian yang nantinya akan dikelola lewat BUMDes (Badan Usaha Milik Desa),” ujarnya. (ads/gito)