Beranda blog Halaman 572

Terdakwa Pembunuhan Bebas, Eldy: Hakim Terima Eksepsi Kami

ZONA KOTAMOBAGU – Hari Momintan, terdakwa kasus pembunuhan divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu. Sidang pembacaan vonis digelar Rabu (9/5). Terdakwa diputus bebas setelah eksepsi yang diajukan penasehat hukumnya, Eldy Noerdin, diterima majelis hakim.

“Mengabulkan eksepsi terdakwa,” kata Ketua Majelis Hakim, Dewantoro, dalam pembacaan putusannya.

Memperhatikan pasal 143 ayat 3, pasal 156 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP serta peraturan perundang-undangan yang lainnya, maka majelis hakim menyatakan menerima nota keberatan (eksepsi) dari penasehat hukum terdakwa, serta menyatakan surat dakwaan jaksa penuntut umum batal demi hukum karena disusun secara tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap.

Selain itu, majelis hakim juga menyatakan pemeriksaan perkara pidana nomor 87/Pid.b/2018/PN.ktg atas nama terdakwa Hari Momintan, tidak dapat dilanjutkan. “Memerintahkan terdakwa segera dibebaskan dari tahanan. Membebankan biaya perkara kepada Negara,” jelasnya.

Sementara itu, Penasehat Hukum Terdakwa, Eldy Noerdin, mengungkapkan ada dua hal yang membuat terdakwa dibebaskan. Pertama, jaksa melakukan perubahan gugatan telah lewat tenggat waktu karena dilakukan di hari persidangan pembacaan dakwaan. Kedua, dalam dakwaan awal sebelum diubah, disusun secara tidak lengkap.

“Dalam uraian dakwaan pertama subsider dan dakwaan aternatif kedua tidak mengurai peristiwa apa yang dilakukan terdakwa,” ungkapnya.

Diketahui, Hari Momintan, didakwa dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP serta pasal 353 ayat 1 KUHP. Warga Desa Bongkudai, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, itu sebelumnya menjadi terdakwa terkait kasus pembunuhan terhadap seorang guru, Hendrik Paputungan, yang terjadi di Desa Kobo Kecil pada Oktober 2016 lalu. (gito)

Pjs Walikota Dorong Percepat Pencairan Dandes

Rakornas percepatan pencairan dana desa yang dihadiri Pjs Walikota di Jakarta.

ZONA, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) mendukung penuh langkah pemerintah pusat dalam percepatan penyaluran Dana Desa (Dandes) Tahun 2018, khususnya di Kota Kotamobagu. Hal ini diutarakan Penjabat Walikota, Muhammad Mokoginta, usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) percepatan penyaluran Dandes yang dilaksanakan Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Rabu (9/5), di Hotel Bidakara, Jakarta.

Menurutnya, setelah mengikuti kegiatan tersebut dirinya akan langsung menindaklanjutinya dengan menggelar rapat bersama instansi terkait. “Setelah ini, saya juga akan segera menggelar rapat dengan dinas terkait serta seluruh camat dan sangadi yang ada di Kota Kotamobagu,” katanya.

Ia mengakui, Dandes memiliki peranan penting terhadap percepatan pembangunan infrastruktur desa. Oleh karena itu ia mengharapkan agar pemerintah desa (pemdes) dapat memanfaatkan anggaran tersebut dengan sebaik-baiknya. “Selain untuk pembangunan, manfaatkan dana desa ini untuk program pemberdayaan masyarakat,” sebutnya.

Selain itu, Asisten II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut itu juga meminta semua pendamping desa untuk membantu pemerintah desa, mulai dari proses perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. “Bantu pemerintah desa mempercepat penyaluran dana desa agar program dan kegiatan yang sudah direncakan bisa segera terealisasi,” pintanya. (ads/gito)

Gerakan Menuju Smart City, Pemkot Dapat Bimbingan Kemenkominfo

Pjs walikota saat hadiri kegiatan gerakan menuju smart city di Jakarta.f

ZONA KOTAMOBAGU – Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, mengikuti bimbingan gerakan menuju smart city, di Hotel Redtop Jakarta, yang dilaksanakan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Selasa (8/5). Kegiatan yang hanya diikuti 50 kabupaten dan kota se-Indonesia itu dirangkaikan dengan penandatangan nota kesepahaman untuk mendorong pemanfaatan teknologi dalam menjawab permasalahan sekaligus menggali potensi daerah.

“Hasil dari gerakan menuju 100 smart city ini adalah terbentuknya master plan yang memuat rencana pembangunan smart city masing-masing kabupaten dan kota dalam lima hingga 10 tahun ke depan,” kata Sekretaris Dinas Kominfo, Suhartien Tegela, yang mendampingi Pjs Walikota pada kegiatan tersebut.

Ia mengungkapkan, smart city buka semata belanja teknologi, melainkan untuk mendefinisikan manfaat yang akan diberikan pada masyarakat, kemudian mencari teknologi yang relevan. Katanya, gerakan menuju smart city ini sudah bergulir sejak tahun 2017 lalu yang diikuti 75 kabupaten dan kota.

“Kegiatan ini diinisiasi oleh Kementrian Kominfo yang didukung Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Keuangan, Kementrian PUPR, Kementrian PAN-RB, Bappenas dan kantor staf kepresidenan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kominfo, Ahmad Yani Umar, mengungkapkan Pemkot saat ini terus berbenah menjadikan Kota Kotamobagu sebagai smart city. Berbagai upaya sudah dilakukan termasuk pembangunan nfrastruktur data centerdan command center serta sejumlah aplikasi layanan publik dan layanan pemerintahan.

Penerapan sistem tersebut katanya harus ditunjang dengan infrastruktur serta tenaga ahli yang memadai serta adanya penguatan regulasi. Di Kota Kotamobagu, sesuai Peraturan Walikota (Perwako) nomor 37 Tahun 2017, bahwa pengembangan e-Government saat ini sudah mumpuni.

“Infrastruktur IT di Kota Kotamobagu saat ini sudah mumpuni walaupun masih dalam proses pengembangan. Hal ini tidak main-main lagi. Pemerintah sesuai dengan aturan dan regulasi diharuskan untuk mentransformasikan sistem pelayanan pemerintahan dan sistem pelayanan publik bagi setiap kabupaten dan kota. Agar nantinya pelayanan yang tadinya terlalu birokratis dirubah menjadi lebih mudah, cepat, tepat dan akuntabel,” ungkapnya. (ads/gito)

Pemkot Kaji Pembatasan Jam Operasional Tempat Hiburan Malam

Muhammad Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) sedang mengkaji pembatasan jam operasional tempat hiburan malam selam bulan ramadhan. Hal ini diutarakan Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta.

“Kita masih melakukan pengkajian, apakah itu (tempat hiburan) di tutup selama bulan ramadhan atau hanya dibatasi jam operasionalnya. Kita harus saling menghormati, karena umat muslim berpuasa,” katanya.

Selain tempat hiburan, pihaknya juga akan menyurati rumah makan, restoran dan sejenisnya dengan memasang tirai di bagian depan tempat usaha. “Kalau tempat makan tidak ditutup, karena banyak saudara kita yang mencari rejeki lewat berjualan makanan,” ujarnya.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dolly Dzulhadji, mengungkapkan pihaknya masih menunggu instruksi pimpinan soal pembatasan jam operasional tempat hiburan di Kota Kotamobgu selama bulan ramadhan. “Masih dikaji. Tapi kalau sudah ada keputusan pasti akan kita tindaklanjuti. Petugas siap,” ungkapnya.

Disisi lain, ia meminta semua pelaku usaha tempat hiburan ataupun rumah makan, restoran dan sebagainya untuk saling menghargai dan menghormati umat muslim yang berpuasa di bulan ramadhan. “Intinya kita saling menghargai dan menghormati. Kita harap ada kerja sama dari semua,” pintanya. (ads/gito)

 

Porkot Jadi Ajang Pemanasan Jelang Porprov

Sekkot Adnan Massinae membunyikan sirene sebagai tanda dimulainya Porkot ke-II Tahun 2018.

ZONA KOTAMOBAGU – Pekan Olahraga Kota Kotamobagu (Porkot) ke-II Tahun 2018 dimulai, Senin (8/5). Pembukaan kegiatan tersebut ditandai dengan penekanan sirene yang dilanjutkan dengan pemasangan obor oleh Sekretaris Kota (Sekkot) Adnan Massinae.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Tony Ponongoa, mengatakan ada 10 cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni atletik, tenis meja, karate, silat bulu tangkis, tae kwondo, renang, catur, basket dan volly ball. “Kegiatannya dimulai hari ini sampai tanggal 14 Mei,” katanya.

Ia mengungkapkan Porkot tingkat Kota Kotamobagu itu dalam rangka persiapan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan dilaksanakan di Kota Bitung. “Kita punya target di Porprov, yaitu masuk lima besar. Mudah-mudahan dengan adanya Porkot ini semua atlit terus meningkatkan kemampuannya agar bisa memberi prestasi baik di tingkat kota maupun di provinsi nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekkot), Adnan Massinae, berharap Porkot ke-II tahun ini dapat berjalan dengan baik serta memberi dampak positif khususnya dalam peningkatan prestasi oleh para atlet di semua cabang olahraga.

”Saya harap kegiatan seperti ini terus berkelanjutan, kemampuan dan keterampilan dari para atlit dapat terbina dan terus meningkat. Dengan begitu bisa membuahkan prestasi dan mengharumkan nama daerah kita baik di tingkat regional maupun nasional,” harapnya. (ads/gito)

Harga Bawang Naik Jelang Ramadhan

Herman Aray
Herman Aray

ZONA KOTAMOBAGU – Harga bawang merah dan bawang putih di pasar tradisional mulai naik jelang ramadhan. Para pedagang saat ini membanderol Rp50 ribu per kilo gram atau mengalami kenaikan Rp15 ribu dari sebelumnya hanya Rp35 ribu. Informasi didapat dari para pedagang, kenaikan harga kebutuhan dapur itu dikarenakan tingginya harga yang diberi para pemasok.

“Bawang merah biasanya per karung 800 ribu untuk 40 kilo gram, kini naik jadi 1,5 juta. Begitu juga dengan bawang putih, per karung atau 20 kilo gram biasanya 240 ribu naik jadi 560 ribu,” kata salah satu pedang di Pasar 23 Maret, Sudioto Mokodompit.

Ia memprediksi, kenaikan harga sejumlah bahan pokok ataupun kebutuhan rumah tangga lainnya akan terus naik seiring dengan semakin dekatnya bulan ramadhan.

“Kalau kami pedagang hanya menyesuaikan harga dari pemasok,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Herman Aray, mengakui ada pergerakan harga sejumlah bahan pokok di pasaran. Khusus harga bawang putih dan bawang merah katanya baru naik beberapa hari terakhir.

“Hasil sidak kami pekan lalu kenaikannya baru sampai pada angka 45 ribu. Tapi memang ada kenaikan harga untuk beberapa jenis bahan pokok tapi tidak terlalu signifikan,” sebutnya.

Ditambahkannya, pihaknya akan terus memantau pergerakan harga bahan pokok ataupun kebutuhan rumah tangga lainnya di pasaran. Katanya, di momen seperti ini sangat rawan terjadi permainan harga yang sengaja dilakukan oknum tertentu dengan maksud untuk mencari keuntungan sendiri.

“Kita terus pantau di lapangan. Kalaupun ada kenaikan harga yang signifikan, akan kita telusuri penyebabnya. Jika itu sengaja dilakukan pedagang, kami tak segan memberi sanksi,” tambahnya. (ads/gito)

Pjs Walikota Nasehati Finalis Uyo’-Nanu’

Pjs Walikota memasangkan selempang kepada peserta Uyo-Nanu.

ZONA KOTAMOBAGU – Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, meminta kepada 30 finalis Uyo’-Nanu’ tahun ini untuk selalu menjada kebersamaan dan persaudaraan, baik selama maupun sesudah mengikuti ajang pemilihan Uyo’-Nanu’. Hal ini disampaikannya saat memberi sambutan pada karantina peserta yang dilaksanakan Senin, (7/5), di Aula Kantor Walikota.

“Saya berharap kepada seluruh finalis untuk selalu menjaga rasa kebersamaan dan persaudaraan diantara sesama peserta, serta yang paling utama adalah selalu menjunjung tinggi sportifitas di dalam berkompetisi,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga meminta agar seluruh finalis dapat mengikuti semua rangkaian tahapan karantina dengan sebaik – baiknya, serta harus berani dan mampu menampilkan bakat maupun kemampuan yang dimiliki.

“Hal ini sangat penting karena tahapan karantina ini, juga merupakan bagian dari kegiatan penilaian, khususnya berkaitan dengan kriteria utama yang harus dimiliki oleh seorang Nanu’ maupun Uyo’, yaitu soal kecerdasan, penampilan dan kepribadian,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Agung Adati, mengungungkapkan selama mengikuti tahapan karantina, para finalis akan mendapatkan sejumlah materi dari sejumlah narasumber.

“Para finalis juga akan mengikuti berbagai kegiatan sosial, seperti anjangsana ke panti asuhan, penanaman pohon serta kunjungan ke sejumlah Industry Kecil dan Menengah (IKM) yang ada di Kota Kotamobagu,” ungkapnya. (ads/gito)

Soal Fenomena Disharmoni Kepala Daerah, ini Kata Nayodo dan Jainudin

Pasangan calon TB-NK dan JaDi-JO saat pengundian nomor urut beberapa waktu lalu.

ZONA KOTAMOBAGU – Fenomena disharmoni kepala daerah menjadi salah satu pertanyaan yang diajukan tim panelis ke tiap pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota pada debat publik yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sabtu (5/5), di Hotel Sutanraja. Dari pantauan, tiap pasangan calon bisa melahap dan dengan mudah menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan pandangan maupun pengalaman masing-masing.

Calon Wakil Walikota Nomor Urut 1, Nayodo Koerniawan, yang diberi kesempatan lebih dulu menjawab pertanyaan itu mengungkapkan, disharmonisasi kepala daerah terjadi karena ketidakdewasaan berpolitik serta kurang pahamnya soal tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang katanya sudah jelas tertuang dalam undang-undang soal fungsi walikota da wakil walikota.

“Kuncinya adalah kedewasaan sesama (walikota dan wakil walikota). Jika wakil tidak memahami tupoksi, itu ibarat kijang yang berlari tanpa arah dan tujuan. Sudah tegas dan jelas diatur dalam undang-undang soal tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing. Jika kedewasaan ada, maka harmonisasi tetap terjadi. Insya allah jika TB-NK terpilih, kita sudah berkomitmen untuk tetap harmonis sampai berakhir masa jabatan,” sebut Nayodo.

Jawaban berbeda disampaikan Calon Walikota, Jainudin Damopolii. Menurutnya, disharmonisasi kepala daerah itu terjadi karena ketidakikhlasan, komitmen yang tidak dipegang dan selalu mengutamakan ego.

“Ini juga dampak dari Pilkada soal high cost, karena berfikir bahwa walikota yang cost-nya besar, sehingga wakil dibatasi. Kedewasaan yang perlu ditunjukkan. Saya berkomitmen hari ini, insya allah kita menang akan menggunakan takaran hati nurani dalam melaksanakan tugas-tugas sebagai walikota dan wakil walikota,” ujar Jainudin.

Sementara itu, tim panelis menilai secara keseluruhan jawaban yang disampaikan tiap pasangan calon baik pada segmen II (menjawab pertanyaan panelis) ataupun segmen III (tanya jawab) sudah cukup baik meski tak terlalu maksimal karena keterbatasan waktu.

“Tadi itu menarik, ada jawaban global dan spesifik. Tiap pasangan calon sama-sama cerdas. Kalau dilihat memang waktunya terbatas sehingga eksplorasi terhadap visi misi tidak cukup bagus, tapi dari jawaban mereka menurut saya sudah cukup bagus,” sebut salah satu panelis, Taufik Pasiak.

Tim Panelis lainnya, Ferry Daud Liando, mengungkapkan dari pelaksanaan debat pihaknya hanya sebatas menyajikan pertanyaan dengan menggali visi misi tiap pasangan calon. Yang menilai dari apa yang disampaikan pasangan calon katanya adalah masyarakat.

“Semua pasangan calon punya komitmen, tapi apakah itu bisa diterima tergantung dari masyarakat yang menilai karena kebutuhan dan keinginan masyarakat itu berbeda-beda,” ungkapnya. (trz)

Juara Lomba Kelurahan-Desa Dapat Uang Jutaan Rupiah

Ilustrasi Lomba Desa

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) telah mengumumkan pemenang lomba kelurahan dan desa tingkat Kota Kotamobagu. Kelurahan Matali mendapat juara I untuk tingkat kelurahan, kemudian Mongkonai Barat dan Genggulang menjadi juara II dan III. Sedangkan juara di tingkat desa adalah Desa adalah Pontodon Timur sebagai juara I, juara II Desa Kobo Kecil dan Desa Kopandakan I sebagai juara III.

Kepala Bidang Pengembangan dan Pembangunan, Masri Lantonge, mengatakan masing-masing pemenang lomba mendapat hadiah berupa uang pembinaan dan trophy dari Pemerintah Kota Kotamobagu. “Juara I mendapat 15 juta, juara II 7,5 juta dan juara III 5 juta,” katanya.

Lanjutnya, kelurahan dan desa yang terpilih menjadi juara I akan mewakili Kota Kotamobagu di lomba yang sama tingkat Provinsi Sulawesi Utara. “Kita harapkan kelurahan dan desa yang menjadi wakil Kota Kotamobagu di tingkat provinsi bisa berbenah dari sekarang, agar bisa bersaing dengan desa dan kelurahan lain di Sulawesi Utara,” ujarnya. (ads/gito)

Empat Bulan, BPKD Berhasil Kumpul 3,6 miliar PAD

Hamkah Daun

ZONA KOTAMOBAGU – Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) berhasil mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak sebesar Rp3,6 miliar atau 29,31 persen dari target sebesar Rp12,4 miliar di empat bulan pertama tahun ini atau terhitung sejak awal Januari hingga 30 April.

Kepala Bidang Penagihan, Hamkah Daun, mengatakan pajak realisasi semua item pajak daerah rata-rata sudah berada di atas angka 20 persen. Bahkan salah satu diantaranya, yakni pajak hiburan sudah berada di atas angka tersebut. “Semua sudah maksimal, tapi tetap kita genjot penagihannya sampai akhir tahun,” katanya.

Secara keseluruhan, target PAD di semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bertarget sudah mencapai angka Rp12 miliar atau 21,34 persen dari target Rp56,2 miliar di empat bulan pertama tahun ini atau terhitung mulai awal Januari hingga 30 April. Capaian tersebut terealisasi di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Penagihan masih terus dilakukan, untuk itu kita harap ada kerja sama dari tiap SKPD,” ujarnya.

Ia optimis, target PAD tahun ini secara keseluruhan bisa terealisasi maksimal hingga akhir tahun anggaran. “Masih ada beberapa bulan lagi, ini akan dimaksimalkan agar PAD bisa terealisasi maksimal,” tambahnya. (ads/gito)