Beranda blog Halaman 578

32 Aset Tanah Pemkot Bersertifikat

Pjs walikota saat menerima sertifikat dari Kepala BPN Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – 32 aset tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) kini telah bersertifikat. Selasa (24/4), Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, menerima penyerahan sertifikat dari Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kotamobagu, Edwin Kamurahan, di ruang kerja walikota.

Menurut Pjs Walikota, seritifkat tanah yang diberikan pemerintah tersebut merupakan bagian dari realisasi pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

“Atas nama Pemerintah Kota Kotamobagu menyampaikan terima kasih kepada pihak BPN telah selama ini telah membantu pemerintah dan masyarakat dalam proses penerbitan sertifikat hak kepemilikan atas tanah,” kata Pjs walikota.

Dijelaskannya, 32 sertifikat tanah tersebut merupakan sertifikat atas aset tanah kantor pemerintah dan sekolah milik Pemkot yang diperoleh dari hibah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong). “Sertifikat yang diterbitkan ini adalah aset tanah milik pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Aset Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Sugiarto Yunus, mengungkapkan ada 216 aset tanah hibah dari Pemkab Bolmong ke Pemkot Kota Kotamobagu. Dari jumlah tersebut katanya sudah 155 diantaranya yang sudah bersertifikat.

“Penerbitan sertifikat ini adalah bagian dari pelaksanaan PTSL yang bekerja sama dengan BPN Kotamobagu,” ungkapnya. (ads/gito)

BNPB Ajari TRC Cara Cepat Tanggulangi Bencana

Pelatihan TRC untuk uji cepat penanggulangan bencana yang dilaksanakan BPBD.

ZONA KOTAMOBAGU – 40 anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) yang terdiri dari gabungan perwakilan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengikuti pelatihan kaji cepat penanggulangan bencana. Kegiatan tersebut dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selama empat hari mulai Selasa (24/4) hingga Jumat (27/4) dengan menghadirkan pemateri dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat.

Kepala BPBD, Refly Mokoginta, mengatakan pelatihan tersebut adalah yang pertama kali dilakukan. Para anggota TRC itu terdiri dari gabungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Bada Penelitian Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) dan lainnya.

“40 orang ini mendapat pelatihan khusus selama empat hari dari BNPB Pusat. Mereka diberi materi soal cara cepat penanggulangan bencana,” katanya.

Setelah mengikuti pelatihan tersebut, ia berharap semua anggota TRC mendapat pengetahuan soal tata cara penanggulangan bencana termasuk proses evakuasi korban.

“Pelatihan seperti ini penting dilakukan agar ketika turun di lapangan nanti, mereka bisa mengetahui apa yang akan dilakukan,” ujarnya.

Ditambahkannya, setiap anggota TRC harus selalu siap siaga ketika terjadi bencana alam. “Ketika terjadi bencana, mereka ini yang paling depan berada di lapangan. Selain TRC, kita juga sudah bentuk tim relawan,” tambahnya. (ads/gito)

Pansus DPRD Provinsi Monitoring Pemanfaatan Bantuan Bibit Ikan

Dinas Perikanan Provinsi Sulut mendampingi Pansus DPRD memonitor realisasi bantuan bibit ikan.

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perikanan bersama Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memonitoring bantuan perikanan yang diberikan di Kota Kotamobagu Tahun 2017. Dari hasil monitoring itu, terungkap semua bantuan yang diberikan tahun sebelumnya terkelola dengan baik dan telah dikembangbiakkan melalui pembibitan.

“Tanggapan mereka baik, karena memang bantuan yang diberikan tahun lalu sudah dikembangkan lewat pembibitan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Muljadi Soeratonoyo.

Diterangkannya, Tahun 2017 pihaknya menerima bantuan bibit Ikan Nila sebanyak 1.000 ekor, Ikan Mas 130 ekor dan Ikan Coi 167 ekor dari Dinas Perikanan Provinsi Sulut untuk dikembangbiakkan. “Semua sudah kita kembangkangbiakan lewat pembibitan,” terangnya.

Ia menyebut, bantuan yang diberikan Dinas Perikanan Provinsi Sulut tersebut sangat membantu pihaknya dalam peningkatan produktivitas ikan air tawar di Kota Kotamobagu. “Tahun ini ada juga bantuan bibit ikan, tapi penyalurannya baru akan dilakukan pada Bulan Juni nanti,” sebutnya. (ads/gito)

Meriahkan HUT ke-11, Pemkot Gelar Festival Kuliner

Agung Adati

ZONA KOTAMOBAGU – Beragam kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 Kota Kotamobagu, dimulai. Salah satunya adalah festival pesona kuliner tradisional Kotamobagu  yang dilaksanakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Sabtu (28/4). Kegiatan itu akan dimeriahkan dengan demo masak oleh chef profesional, Benny Lumangkun, serta penampilan artis ibukota, Gio Idol.

“Kegiatan seperti ini rutin kita laksanakan setiap tahunnya dalam rangka memeriahkan HUT Kota Kotamobagu,” kata Kepala Disparbud, Agung Adati.

Diungkapkannya, pihaknya sengaja mengangkat kuliner tradisional khas Kotamobagu dalam festival kuliner tersebut. Hal itu bertujuan untuk memperkenalkan berbagai olahan makanan khas, serta mendorong penggiat kuliner untuk mencptakan kreasi menu makanan baru dengan menggunakan bahan baku lokal.

“Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempromosikan kuliner khas Kotamobagu serta pemanfaatkan bahan baku lokal untuk menciptkan kreasi baru,” ungkapnya.

Diterangkannya, ada beberapa kuliner khas tradisional Kotamobagu yang akan ditampilkan, seperti yondog binangoan, binarundak, dinangoi, manuk sinorang, manuk ilosingan dan inambal. “Kegiatan ini akan kita pusatkan di Lapangan Mogolaing,” terangnya. (ads/gito)

Pemkot Tunggu Hasil Penilaian Tahap IV PPD 2018

Kepala Bappelitbangda bersama tim pendamping serta utusan kabupaten dan kota yang masuk nominasi penerima PPD 2018.

ZONA KOTAMOBAGU – Penilaian tahap IV nominasi Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2018 telah dilaksanakan. Jumat (20/4) pekan lalu, Badan Penelitian Pembangunan Daerah (Bappelitbangda), mempresentasikan sekaligus diwawancarai soal penyusuan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), dokumen RKPD, pencapaian pelaksanaan dokumen RKPD, inovasi yang dikembangkan serta pelaksanaan pembangunan daerah.

Menurut Kepala Bappelitbangda, Sofyan Mokoginta, Kota Kotamobagu merupakan satu-satunya daerah di Sulawesi Utara (Sulut) yang tembus ke penilaian tahap IV. Hal itu merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa dan merupakan kerja keras, kerja sama dan dukungan dari semua stakeholder.

“Sejak tahun 2014, ibu walikota (Tatong Bara) telah meletakkan dasar-dasar pelaksanaan perencanaan yang terstruktur dan terintegrasi dengan baik. Atas dukungan itu, tahun 2017 dan 2018 kita berhasil meraih periingkat satu PPD baik di tingkat provinsi maupun nasional. Sekarang kita tinggal menunggu hasil penilaian tahap IV, semoga kita bisa mendapatkan nilai yang maksimal,” kata Sofyan.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekkot) Adnan Massinae, mengungkapkan PPD merupakan kewajiban setiap daerah untuk menciptakan suatu sistem perencanaan berbasis teknologi informasi yang terintegrasi, mulai daerahh pemerintah daerah, provinsi dan pusat.

“Sejak tahun 2014, semua kegiatan mulai dari e-planning, e-budgeting dan monitoring sudah dilaksanakan sesuai dengan tahapan perencanaan yang terintegrasi,” ungkapnya. (ads/gito)

2.439 Peserta Ikut UNBK Tingkat SMP Sederajat

Sekkot Adnan Massinae saat membuka UNBK tingkat SMP.

ZONA KOTAMOBAGU – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat, dimulai. Senin (23/4), Sekretaris Kota (Sekkot) Adnan Massinae mewakili Penjabat Sementara (PJs) Walikota Muhammad Mokoginta membuka secara simbolis pelaksanaan ujian di Kota Kotamobagu. UNBK tahun ini diikuti 2.439 siswa yang berasal dari 15 SMP dan MTs se-Kota Kotamobagu.

“Semua peserta ujian kita harapkan dapat mengikuti ujian nasional ini dengan baik,” kata Adnan, saat membuka UNBK di SMP Negeri 1 Kotamobagu.

Selain itu, Adnan juga mengingatkan semua peserta untuk fokus dan teliti dalam mengerjakan semua soal yang tertuang dalam program komputer. “Semua harus konsentrasi, jangan terburu-buru. Isi semua pertanyaan dengan baik,” pesannya.

Ia berharap, semua peserta mendapatkan hasil memuaskan dan bisa lulus ujian. “Insya allah angka kelulusan tahun ini bisa 100 persen. Semua peserta dapat nilai baik, dan nilai tertinggi bisa diraih siswa-siswi Kotamobagu, harapnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Rukmi Simbala, mengungkapkan semua sekolah tingkat SMP melaksanakan UNBK. Namun dari 15 sekolah yang ada, hanya tiga diantaranya yang melaksanakan secara mandiri atau menggunakan fasilitas komputer milik sendiri. Sedangkan lainnya, bergabung di beberapa SMK yang memiliki fasilitas memadai. “Mudah-mudahan pelaksanaan ujian dari hari pertama sampai hari terakhir berjalan lancar,” ungkapnya. (ads/gito)

Pemkot Dukung Program GISA

Pjs Walikota menghadiri pencangan GISA tingkat Provinsi Sulut.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) mendukung penuh program Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA) Kependudukan yang dilaksanakan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). Hal ini diutarakan Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, usai mengikuti pencanangan GISA tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dilaksanakan di Kampus IPDN, Senin (23/4).

Menurutnya, GISA merupakan bagian dari upaya menyadarkan masyarakat tentang pentingnya administrasi kependudukan. Melalui GISA katanya diharapkan pelayanan Dinas Dukcapil lebih meningkat. “Dalam waktu dekat akan kita sosilisasikan ke masyarakat,” katanya.

Selain itu, ia berharap Dinas Dukcapil Kota Kotamobagu terus meningkatkan pelayanan ke masyarakat. Hal penting dilakukan agar apa yang dibutuhkan masyarakat bisa terlayani. “Pelayanan harus maksimal dan terus ditingkatkan,” harapnya.

Terkait pengurusan e-KTP, ia mengaku saat ini sudah sekira 90 persen masyarakat khususnya wajib KTP yang telah terlayani. “Jumlah ini akan terus meningkat karena saat ini Pemerintah Kota Kotamobagu juga terus memaksimalkan pelayanan baik di kantor Dinas Dukcapil maupun langsung ke desa dan kelurahan,” ungkapnya.

Kegiatan pencanangan GISA itu dibuka Asisten I Pemprov Sulut serta dihadiri Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, para kepala daerah dan pimpinan DPRD se-Sulawesi Utara. (ads/gito)

Pemkot Klaim Bapok Aman Jelang Ramadhan

Herman Aray
Herman Aray

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) mengklaim ketersediaan Bahan Pokok (Bapok) terus aman menjelang dan selama bulan ramadhan atau bisa mencukupi kebutuhan masyarakat. Hal ini diutarakan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Herman Aray.

Menurutnya, masyarakat tak perlu kuatir soal ketersediaan sembako menjelang bula ramadhan. Katanya, pihaknya terus melakukan pengawasan secara berkala ke sejumlah pasar tradisional maupun ke distributor. “Saat ini suplai sembako lancar dan aman. Ini akan kita awasi terus akan kondisi ini tetap terjaga hingga selama bulan ramadhan dan bahkan setelah idul fitri,” katanya.

Lanjutnya, selain soal ketersediaan stok, pihaknya juga akan terus mengawasi pergerakan harga bahan pokok di pasaran. Hal itu dimaksudkan untuk mengantisipasi permainan harga oleh oknum tertentu dengan maksud untuk mencari keuntungan tersendiri di momen seperti ini. “Intinya pengawasan terus kita lakukan, agar bisa memberi jaminan ke masyarakat soal ketersediaan harga bahan pokok,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, permintaan Bapok menjelang hingga selama bulan ramadhan terus meningkat. Oleh karena itu, ia mengimbau agar semua pedagang tidak melakukan penimbunan dan sengaja mempermainkan harga dengan tujuan tertentu. “Kalau terjadi kelangkaan atau kenaikan harga bapok, akan kita investigasi penyebabnya, apakah itu faktor kesengajaan atau seperti apa,” ungkapnya. (ads/gito)

 

Potensi Menjanjikan, Kelurahan Upai Jadi Sentra Produksi Kakao

Petani Kakao Kelurahan Upai memanen hasil tanamannya.

ZONA KOTAMOBAGU – Potensi perkebunan dan pertanian di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, sangat menjanjikan. Ditunjang dengan tanah yang subur, lahan pertanian dan perkebunan seluas 500 hektare dimanfaatkan warga setempat untuk budidaya dan pengembangan beragam jenis tanaman, seperti holtikultura, buah-buahan dan lainnya.

Lurah Upai, Ridwan Mokoagow, mengatakan tak sedikit petani setempat yang mengandalkan Kakao sebagai tanaman unggulan. Namun ada juga katanya yang menanam jagung, cabe dan tanaman lainnya. “Sekarang ini perkebunan Upai menjadi salah satu sentra produksi tanaman Kakao. Jika dihitung hasil produksi setiap kali panen bisa sampai satu hingga dua ton,” katanya.

Ia mengakui, saat petani setempat dimudahkan dengan pembangunan akses jalan perkebunan yang memadai. Hal itu katanya sangat memudahkan petani saat pergi atau pulang dengan membawa hasil panen. “Jalan kebun sudah bagus dan bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat,” ungkapnya.

Ilham Laoh, salah satu petani Kelurahan Upai, mengaku pembangunan pembukaan akses jalan perkebunan sangat membantu dirinya dan petani lainnya. Namun yang dibutuhkan petani saat ini katanya ada penataan tanaman, pemeliharaan dan pemilihan jenis tanaman yang cocok dengan struktur tanah dan iklim yang ada. “Perlu ada pendampingan secara rutin kepada para petani, agar bisa meningkatkan hasl produksi,” ujarnya. (ads/gito)

Kacang Goyang Motoboi Kecil Tembus Pasar Nasional

Kacang Goyang

ZONA KOTAMOBAGU – Kelurahan Motoboi Kecil (Motcil), Kecamatan Kotamobagu Selatan, menjadi salah satu kelurahan yang produktif dan mandiri. Salah satunya dibuktikan banyak Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tumbuh dan berkembang di kelurahan tersebut.

Sekretaris Lurah (Seklur), Muhammad Ferdinan Mamonto, mengatakan ada banyak produk UKM yang dikembangkan warga setempat, seperti kacang goyang, kue kolombeng, kacang disco dan lainnya. Khusus kacang goyang katanya, sudah menjadi oleh-oleh khas Kota Kotamobagu.

“Usaha kacang goyang ini sudah berjalan sejak lama. Bahkan warga dari luar daerah yang datang ke Kota Kotamobagu banyak membeli kacang goyang sebagai oleh-oleh,” katanya.

Lanjutnya, pemasaran kacang goyang hasil olahan warga Kelurahan Motobi Kecil sudah menyasar ke sejumlah daerah. “Bukan hanya di Kota Kotamobagu, tapi juga ke daerah lain. Di sini ada banyak tempat pengolahannya dan masih tetap bertahan sampai saat ini,” ujarnya.

Salah satu pelaku usaha kacang goyang, Herlina Damopolii, mengatakan kacang goyang hasil olahannya tak hanya dipasarkan di Kota Kotamobagu saja, tapi sampai ke Manado dan Gorontalo. “Sudah ada minimarket yang menjadi langganan kita baik di Kotamobagu maupun di Manado dan Gorontalo. Kemudian ada juga permintaan dari Jakarta, Ternate dan daerah lain,” sebutnya.

Diterangkannya, dalam sepekan ia bersama para pekerjanya bisa sampai dua kali memproduksi kacang goyang. Harga yang penjualannya katanya bervariasi yang disesuaikan dengan ukuran kemasan. “Untuk ukurang setengah kilo kita jual 26 ribu, kalau satu kilo harganya 52 ribu,” terangnya. (ads/gito)