Beranda blog Halaman 578

Pemkot Kotamobagu Disebut Paling Aktiv Kembangkan IT

Kadis Kominfo, Ahmad Yani Umar, saat memberi materi pada seminar dan dialog kota cerdas.

ZONA KOTAMOBAGU – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Ahmad Yani Umar, menjadi salah satu narasumber pada seminar dan dialog kota cerdas yang dilaksanakan PT Nusantara Compnet Integrator, di Hotel Novotel, Manado, mulai Selasa (17/4).

Ia mengungkapkan penerapan e-Government bagi setiap daerah bertujuan untuk mentransformasikan sistem pemerintah yang terlalu birokratis dan tradisional menuju ke arah digitalisasi.

“Hal ini tidak main-main lagi. Pemerintah sesuai dengan aturan dan regulasi diharuskan untuk mentransformasikan sistem pelayanan pemerintahan dan sistem pelayanan publik bagi setiap kabupaten dan kota. Agar nantinya pelayanan yang tadinya terlalu birokratis dirubah menjadi lebih mudah, cepat, tepat dan akuntabel,” katanya, usai kegiatan.

Lanjutnya, penerapan sistem tersebut harus ditunjang dengan infrastruktur serta tenaga ahli yang memadai serta adanya penguatan regulasi. Di Kota Kotamobagu, katanya sesuai Peraturan Walikota (Perwako) nomor 37 Tahun 2017, bahwa pengembangan e-Government saat ini sudah mumpuni.

“Infrastruktur IT di Kota Kotamobagu saat ini sudah mumpuni walaupun masih dalam proses pengembangan. Hal ini mendapat pengakuan dari Grand Forensic Examiner Polri yang juga salah satu narasumber,” ujarnya.

Grand Forensic Examiner Polri, AKBP Muhammad Nuh AL Azhar, mengakui Pemkot merupakan salah satu pemerintah daerah di Indonesia yang giat dan aktiv membuda bidang Informasi dan Teknologi (IT). “Setahu saya Pemda yang giat dan aktiv membina IT itu tidak banyak di Indonesia. Dari jumlah yang sedikit itu salah satunya adalah Kota Kotamobagu, makanya saya bilang bagus. Sekarang sudah jamannya digital, harusnya Pemda yang lain juga ikut seperti Pemerintah Kota Kotamobagu,” sebutnya.

Hadir pada kegiatan tersebut, Tim Jakarta Smart City, Dinas Kominfo Kabupaten Banyuasin dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI), serta Badan Perencanaan Pembangunan dan Dinas Kominfo se-Sulwesi Utara. (ads/gito)

Anggaran Melimpah, Desa Kembangkan Potensi Lewat BUMDes

Usaha Pertamini yang diolah BUMDes Kopandakan I.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Desa (Pemdes) melirik berbagai potensi yang ada di desa masing-masing untuk dikembangkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Di Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, pemerintah setempat memilih Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium sebagai salah satu usaha yang dikembangkan lewat BUMDes.

Bendahara Desa Kopandakan I, Gita Ongking, mengatakan penyertaan modal untuk pengembangan usaha melalui BUMDes dialokasikan lewat dana desa tahun 2017 sebesar Rp150 juta yang dibagi dalam empat jenis usaha, seperti penjualan kue, pembuatan pangkalan gas LPG, peternakan ayam kampung dan pertamini. “Tahun ini tinggal kita kembangkan lagi,” katanya.

Sangadi (kepala desa, red) Kopandakan I, Muslim Tungkagi, mengungkapkan jenis usaha yang diolah lewat BUMDes tersebut merupakan hasil keputusan bersama antara pemerintah dan masyarakat lewat musyawarah desa.

“Kami berharap usaha ini bisa mendapatkan hasil yang baik dan menjadi sumber pendapatan desa yang dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat di sini,” harapnya.

Dijelaskannya, dipilihnya beberapa jenis usaha tersebut karena disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Ia mencontohkan, keberadaan pertamini tersebut akan bisa menjawab kebutuhan masyarakat soal BBM.

“Di sini banyak yang punya kendaraan baik roda dua, roda tida dan roda empat. Dengan adanya pertamini maka warga tak perlu lagi ke pusat kota untuk mendapatkan BBM karena di sini sudah ada,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Oesman Sapta Odang, meminta semua kepala desa untuk dapat memanfaatkan dana desa dengan baik. Selain untuk pembangunan infrastruktur dana yang diberikan pemerintah itu dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat desa lewat BUMDes.

“Semua desa harus punya BUMDes. Banyak potensi yang bisa dikembangkan, salah satunya pompa bensin. Ini penting agar BBM subsidi bisa sampai ke masyarakat dengan harga murah, karena banyak kejadian BBM bersubsidi sampai ke masyarakat dengan harga mahal,” katanya, saat memberi sambutan pada seminar regional undang-undang desa nomor 6 Tahun 2014 di Hotel Sutanraja Kotamobagu, pekan lalu. (ads/gito)

Sangadi-Lurah Diminta Masksimalkan Penagihan PBB-P2

Nasrun Gilalom

ZONA KOTAMOBAGU – Para Sangadi (kepala desa, red) dan lurah diminta untuk memaksimalkan penagihan Pajak Bumi Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB-P2). Hal ini disampaikan Asisten I Nasrun Gilalom saat evaluasi PBB di Desa Kbo Kecil, Kecamatan Kotamobagu Timur, Senin (16/4).

Menurutnya, PBB dan sektor lain menjadi sumber pendapatan daerah. Oleh karena itu ia meminta agar semua pihak terkait bisa memaksimalkan penagihannya di lapangan. “Sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah) kita berasal dari retribusi dan PBB. Manfaatnya untuk pembangunan juga sedang kita rasakan saat ini,” kata Nasrun.

Ia mengungkapkan, evaluasi serapan PBB-P2 akan rutin dilakukan. Agar berbagai persoalan yang ditemui di lapangan bisa dicarikan solusinya.

“Dengan evaluasi seperti ini kita bisa mengetahui apa kendala yang dihadapi di lapangan, kemudian dicairkan solusinya. Agar kedepannya semua berjalan lancar,” ungkapnya.

Target PBB-P2 tahun ini sebesar Rp2.857.220.742. Target tersebut lebih besar dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah Rp2.824.345.581 atau mengalami kenaikan sekira Rp32.875.161 setelah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan. Besaran target tersebut diyakini bisa dicapai dengan melihat potensi PBB-P2 yang ada di tiap desa dan kelurahan.

Kepala Bidang Penetapan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Ilmar Rusman, mengatakan pihaknya sudah mulai mendistribusi Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPPT) PBB-P2 ke pemerintah desa dan kelurahan. Jumlah SPPT yang didistribusikan sebanyak 29.303 lembar. Setelah menerima SPPT tersebut, pemerintah desa dan kelurahan sudah bisa melakukan penagihan ke masyarakat.

“Kita harap ada kerja sama dari pemerintah desa dan kelurahan untuk memaksimalkan penagihan, agar target yang diberikan bisa dicapai. Kemudian diharapkan juga ada kesadaran dari setiap wajib pajak agar memperhatikan kewajiban pajaknya,” ungkapnya. (ads/gito)

Walikota Buka Seminar dan Dialog Kota Cerdas

Kegiatan seminar dan dialog kota cerdas yang dibuka Pjs Walikota.

ZONA KOTAMOBAGU — Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Rudi Mokoginta, membuka seminar dan dialog kota cerdas, Selasa (17/4). Kegiatan dengan tema; Upaya Mendorong Perkembangan Ekonomi Masyarakat di Daerah dan Membangun Sistem Kota Cerdas, dilaksanakan di Hotel Novotel, PT Nusantara Compnet Integrator.

Walikota dalam sambutannya mengatakan, saat ini teknologi tnformasi memiliki peran yang sangat penting bagi pemerintah, khususnya dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Melalui pemanfaatan Teknologi Informasi, maka pelayanan pemerintah kepada masyarakat, dapat dilaksanakan secara lebih sederhana, cepat, serta lebih mudah diakses oleh masyarakat,” ujar walikota.

Walikota juga mengatakan, saat ini Pemerintah Kota Kotamobagu juga telah membangun infrastruktur data center dan command center, sebagai wujud dari keinginan serta komitmen untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui pemanfaatan Teknologi Komunikasi dan Informasi.

“Hal ini juga sangat sejalan dengan kebijakan dan strategi nasional tentang pengembangan e–Government, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, transpransi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan,” terang Mokoginta. (ads/gito)

DPPPA ‘Masuk Desa’ Sosialisasikan Program PPPA

Citra Ololah

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) sedang giat-giatnya melaksanakan program di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Ha itu dilakukan dalam rangka mengantisipasi terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak khususnya di Kota Kotamobagu. Selain memaksimalkan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) dan Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA), Pemkot melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) juga akan turun ke setiap desa dan kelurahan untuk menyosialisasikan pencegahan tindak kekerasan dan serta perlindungan terhadap perempuan dan pemenuhan hak anak.

“Kita akan turun sosialisasi PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) serta memberi pemahaman soal pencegahan terjadinya tindakan kekerasan terhadapan perempuan dan anak,” kata Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan Perlindungan Khusus Anak Pemenuhan Hak Anak DPPPA, Citra Dewi Olola.

Diungkapkannya, pihaknya akan menyisir semua desa dan kelurahan untuk sosialisasi tersebut. “Pertama kita turun di Kelurahan Motoboi Kecil kemudian dilanjutkan ke Desa Poyowa Besar I. Kita sekarang tinggal menunggu kesempatan pimpinan kemudian turun ke desa dan kelurahan yang sudah ditentukan sesuai jadwal. Yang pasti dalam waktu dekat ini,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan adanya sosialisasi tersebut masyarakat bisa lebih paham dan sadar untuk tidak melakukan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Mudah-mudahan dengan sosialisasi ini kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Kotamobagu tidak terjadi lagi,” harapnya. (ads/gito)

Antusias Warga Urus Dokumen Kependudukan Meningkat

Mulyono Mokodompit

ZONA KOTAMOBAGU – Antusias warga datang mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan dokumen kependudukan lainnya dalam beberapa pekan terakhir meningkat 50 persen dari biasanya. Hal ini diakui Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Muliyono Mokodompit.

Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir pihaknya melayani 400 hingga 500 orang per hari yang mengurus KTP, KK dan dokumen lainnya. “Dalam dua minggu terakhir warga yang datang meningkat lima puluh persen. Ini menandakan bahwa masyarakat sudah sadar soal pentingnya dokumen kependudukan,” katanya.

Lanjutnya, selain membuka pelayanan di kantor yang beralama di Jalan Paloko Kinalang, pihaknya juga mobile ke desa dan kelurahan setiap harinya. Hal dilakukan agar semua masyarakat mendapatkan akses pelayanan administrasi kependudukan. “Ada tim yang sementara turun ke desa dan kelurahan melayani perekaman KTP, pembuatan Kartu Keluarga maupun akta lahir,” ujarnya.

Ditambahkannya, pihaknya juga terus mengupayakan agar semua masyarakat khususnya yang sudah berusia 17 tahun ke atas segera terekam untuk pembuatan KTP. “Masih ada tujuh ribuan yang belum merekam. Itu terus kita upayakan saat ini,” tambahnya. (ads/gito)

Ajak Masyarakat Memilih, Suharjo-Tatong Berbalas Pantun

Foto bersama Paslon nomor urut 1 Tatong Bara-Nayodo Koerniawan (TB-NK) dan Jainudin Damopolii-Suharjo Makalalag (JaDI-JO) saat debat publik di ruang paripurna gedung DPRD Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – Calon Wakil Walikota nomor urut 2 Suharjo Makalalag dan Calon Walikota nomor urut 1 Tatong Bara, saling berbalas pantun dipenghujung pelaksanaan debat publik yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di ruang paripurna DPRD, Senin (16/4).

Suharjo Makalalag usai menyampaikan closing statement mengajak masyarakat untuk memilih pasangan JaDi-JO pada 27 Juni lewat pantun. “Jalan-jalan ke Kampung Baru bagian selatan, jangan lupa mie ojo Sinindian dan Matali. Kalau Kotamobagu ingin perubahan, Jainudin Suharjo jadi pilihan,” kata Suharjo lewat pantunnya.

Tak mau kalah, Calon Walikota nomor urut 1, Tatong Bara, lewat pantunnya juga mengajak masyarakat memilih dirinya bersama Nayodo Koerniawan sebagai walikota dan wakil walikota periode 2018-2023. “Jalan-jalan ke tanah abang, jangan lupa membeli batik. Kalau Kotamobagu ingin berkembang, TB-NK harus dilantik,” sebut Tatong yang langsung disambut tepuk tangan pendukungnya yang berada di ruang pelaksanaan kegiatan. (trz)

Mendes PDTT Puji Infrastruktur Desa

MenDes PDTT saat meninjau pelaksanaan pekerjaan proyek karya tunai di Desa Bilalang I.

ZONA KOTAMOBAGU – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, memuji infrastruktur di desa yang ada di Kota Kotamobagu. Hal itu diutarakannya saat berkunjung ke Desa Bilalang I, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kamis (12/4) pekan lalu.

Menurutnya, kucuran dana desa dari pemerintah pusat ke semua desa termasuk di Kota Kotamobagu, memberi dampak terhadap percepatan pembangunan infrastruktur desa.

“Saya lihat infrastruktur di desa sudah bagus, sehingga gunakan dana desa untuk pemberdayaan masyarakat,” katanya dihadapan masyarakat Desa Bilalang I.

Ia mengungkapkan, pemerintah desa wajib mengakomodir masyarakat dari setiap pelaksanaan pekerjaan proyek fisik yang dibiayai dana desa.

“Tidak boleh lagi menggunakan jasa kontraktor. Harus berdayakan masyarakat, kemudian 30 persen dari biaya proyek untuk upah pekerja yang dibayar harian atau mingguan. Ini harus diperhatikan semua kepala desa,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Mendes PDTT juga mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan kegiatan yang dibiayai Dandes.

“Dandes bisa terealisasi dengan baik jika masyarakat ikut mengawalnya,” tambahnya.

Sementara itu,Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Muhammad Mokoginta, menuturkan Dandes yang masuk ke Kota Kotamobagu setiap tahunnya mengalami kenaikan. Di tahun 2015 Dandes yang diterima Rp4,5 miliar, Tahun 2016 Rp10,2 miliar dan Tahun 2017 Rp15,1 miliar. Anggaran tersebut katanya telah terealisasi untuk pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat.

“Manfaat dari dana desa sudah mulai dirasakan masyarakat,” tuturnya. (ads/gito)

KK Masuk Nominasi Penerima PPD 2018

Sofyan Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu (KK) masuk nominasi penilaian tahap IV Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2018. Dalam surat elektronik nomor: 3948/D.9/4/2018 tertanggal 13 April 2018 yang diterima Pemerintah Kota (Pemkot), Kota Kotamobagu menjadi satu-satunya daerah di Sulwesi Utara yang masuk nominasi penerima penghargaan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Kepala Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan Daerah (Bappelitbangda), Sofyan Mokoginta, mengatakan ada 29 kota dan 31 kabupaten di Indonesia yang dinilai pada tahap III. Dari semua daerah itu katanya, hanya 16 kota dan 14 kabupaten diantaranya yang lolos dan masuk ke penilaian tahap IV.

“Masuknya Kota Kotamobagu pada penilaian tahap IV ini tentu menjadi sebuah kesyukuran, apalagi Kota Kotamobagu menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Utara yang lolos di tahapan selanjutnya,” katanya.

Lanjutnya, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan bahan dan materi untuk penilaian tahap IV yang akan dilaksanakan di Jakarta pada 18 April hingga 21 April pekan depan. Pada tahapan itu katanya, metode penilaiannya adalah presentase dan wawancara.

“Sementara kita siapkan semuanya untuk menghadapi penilaian selanjutnya, termasuk coaching clinic dengan tim independen PPD dari Provinsi Sulawesi Utara,” ujarnya.

Ia berharap, mendapat hasil yang memuaskan pada penilaian tahap IV agar penghargaan pembangunan daerah tingkat nasional bisa didapat tahun ini.

“Insya allah semuanya berjalan lancar dan mendapat hasil yang memuaskan,” harapnya.

Diketahui, tahun sebelumnya penghargaan ini bernama Anugerah Pangripta Nusantara dan telah diubah menjadi Penghargaan Pembangunan Daerah. Kriteria penilaiannya dititikberatkan pada perencanaan dan pencapaian pembangunan. (ads/gito)

Peringatan Isra’ Mi’raj Diharapkan jadi Momentum Meningkatkan Iman dan Taqwa

Pemerintah Kota (Pemkot) bekerja sama dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1439 hijriah/2018 masehi.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Lapangan Kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat, dan dihadiri Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, sejumlah anggota DPRD, unsur Forkopimda, pejabat di lingkup Pemkot Kotamobagu dan masyarakat se-Kota Kotamobagu.

Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Selain itu, semua umat muslim terutama yang ada di Kota Kotamobagu diimbau untuk selalu mengamalkan ajaran dan mencontohi akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Kepribadian Nabi Muhammad SAW harus kita contohi dan dijadikan pedoman hidup sehari-hari,” kata Pjs Walikota, Muhammad Mokoginta. (advertorial)