Beranda blog Halaman 577

Pemkot Klaim Bapok Aman Jelang Ramadhan

Herman Aray
Herman Aray

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) mengklaim ketersediaan Bahan Pokok (Bapok) terus aman menjelang dan selama bulan ramadhan atau bisa mencukupi kebutuhan masyarakat. Hal ini diutarakan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Herman Aray.

Menurutnya, masyarakat tak perlu kuatir soal ketersediaan sembako menjelang bula ramadhan. Katanya, pihaknya terus melakukan pengawasan secara berkala ke sejumlah pasar tradisional maupun ke distributor. “Saat ini suplai sembako lancar dan aman. Ini akan kita awasi terus akan kondisi ini tetap terjaga hingga selama bulan ramadhan dan bahkan setelah idul fitri,” katanya.

Lanjutnya, selain soal ketersediaan stok, pihaknya juga akan terus mengawasi pergerakan harga bahan pokok di pasaran. Hal itu dimaksudkan untuk mengantisipasi permainan harga oleh oknum tertentu dengan maksud untuk mencari keuntungan tersendiri di momen seperti ini. “Intinya pengawasan terus kita lakukan, agar bisa memberi jaminan ke masyarakat soal ketersediaan harga bahan pokok,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, permintaan Bapok menjelang hingga selama bulan ramadhan terus meningkat. Oleh karena itu, ia mengimbau agar semua pedagang tidak melakukan penimbunan dan sengaja mempermainkan harga dengan tujuan tertentu. “Kalau terjadi kelangkaan atau kenaikan harga bapok, akan kita investigasi penyebabnya, apakah itu faktor kesengajaan atau seperti apa,” ungkapnya. (ads/gito)

 

Potensi Menjanjikan, Kelurahan Upai Jadi Sentra Produksi Kakao

Petani Kakao Kelurahan Upai memanen hasil tanamannya.

ZONA KOTAMOBAGU – Potensi perkebunan dan pertanian di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, sangat menjanjikan. Ditunjang dengan tanah yang subur, lahan pertanian dan perkebunan seluas 500 hektare dimanfaatkan warga setempat untuk budidaya dan pengembangan beragam jenis tanaman, seperti holtikultura, buah-buahan dan lainnya.

Lurah Upai, Ridwan Mokoagow, mengatakan tak sedikit petani setempat yang mengandalkan Kakao sebagai tanaman unggulan. Namun ada juga katanya yang menanam jagung, cabe dan tanaman lainnya. “Sekarang ini perkebunan Upai menjadi salah satu sentra produksi tanaman Kakao. Jika dihitung hasil produksi setiap kali panen bisa sampai satu hingga dua ton,” katanya.

Ia mengakui, saat petani setempat dimudahkan dengan pembangunan akses jalan perkebunan yang memadai. Hal itu katanya sangat memudahkan petani saat pergi atau pulang dengan membawa hasil panen. “Jalan kebun sudah bagus dan bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat,” ungkapnya.

Ilham Laoh, salah satu petani Kelurahan Upai, mengaku pembangunan pembukaan akses jalan perkebunan sangat membantu dirinya dan petani lainnya. Namun yang dibutuhkan petani saat ini katanya ada penataan tanaman, pemeliharaan dan pemilihan jenis tanaman yang cocok dengan struktur tanah dan iklim yang ada. “Perlu ada pendampingan secara rutin kepada para petani, agar bisa meningkatkan hasl produksi,” ujarnya. (ads/gito)

Kacang Goyang Motoboi Kecil Tembus Pasar Nasional

Kacang Goyang

ZONA KOTAMOBAGU – Kelurahan Motoboi Kecil (Motcil), Kecamatan Kotamobagu Selatan, menjadi salah satu kelurahan yang produktif dan mandiri. Salah satunya dibuktikan banyak Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tumbuh dan berkembang di kelurahan tersebut.

Sekretaris Lurah (Seklur), Muhammad Ferdinan Mamonto, mengatakan ada banyak produk UKM yang dikembangkan warga setempat, seperti kacang goyang, kue kolombeng, kacang disco dan lainnya. Khusus kacang goyang katanya, sudah menjadi oleh-oleh khas Kota Kotamobagu.

“Usaha kacang goyang ini sudah berjalan sejak lama. Bahkan warga dari luar daerah yang datang ke Kota Kotamobagu banyak membeli kacang goyang sebagai oleh-oleh,” katanya.

Lanjutnya, pemasaran kacang goyang hasil olahan warga Kelurahan Motobi Kecil sudah menyasar ke sejumlah daerah. “Bukan hanya di Kota Kotamobagu, tapi juga ke daerah lain. Di sini ada banyak tempat pengolahannya dan masih tetap bertahan sampai saat ini,” ujarnya.

Salah satu pelaku usaha kacang goyang, Herlina Damopolii, mengatakan kacang goyang hasil olahannya tak hanya dipasarkan di Kota Kotamobagu saja, tapi sampai ke Manado dan Gorontalo. “Sudah ada minimarket yang menjadi langganan kita baik di Kotamobagu maupun di Manado dan Gorontalo. Kemudian ada juga permintaan dari Jakarta, Ternate dan daerah lain,” sebutnya.

Diterangkannya, dalam sepekan ia bersama para pekerjanya bisa sampai dua kali memproduksi kacang goyang. Harga yang penjualannya katanya bervariasi yang disesuaikan dengan ukuran kemasan. “Untuk ukurang setengah kilo kita jual 26 ribu, kalau satu kilo harganya 52 ribu,” terangnya. (ads/gito)

Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk, Pemkot Giatkan Program KB

Aldjufri Ngandu

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) terus berupaya menekan laju pertumbuhan penduduk. Tak hanya menyasar kaum perempuan, pria juga menjadi sasaran melalui program Keluarga Berencana (KB) vasektomi. Tercatat, saat ini terdapat 35 pria di Kota Kotamobagu yang telah menggunakan vasektomi.

“Tahun 2016 ada 31 orang, kemudian tahun 2017 4 orang. Untuk tahun ini belum ada, tapi tetap kita maksimalkan,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Aldjufri Ngandu.

Ia mengungkapkan, pihaknya saat ini terus melakukan sosialisasi di tiap desa dan kelurahan. Hal itu dalam rangka mensukseskan program KB yang sedang giat-giatnya dilaksanakan pemerintah. “Kita harap melalui sosialisasi yang rutin kita laksanakan, banyak kaum pria di Kotamobagu yang berminat untuk ikut program KB,” ungkapnya.

Ditambahkannya, hingga saat ini belum ada pengguna vasektomi yang mengeluh pasca mengikuti program tersebut. “Rata-rata alasan mereka yang ikut KB karena sayang istri dan ingin hidupnya sehat,” tambahnya. (ads/gito)

Pjs Walikota Minta Sangadi-Lurah Intens Sosialisasikan PTSL

Muhammad Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) kembali mempersiapkan langkah strategis untuk pelaksanaan Program Nasional (Prona) Pengukuran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang akan digratiskan bagi masyarakat untuk tahun 2018.

Penjabat Sementara (Pjs), Muhammad Mokoginta, meminta PTSL untuk tahun ini harus dikawal. Setiap camat, lurah hingga kepala desa diminta membantu kelancaran sosialisasi ke masyarakat.

“Program ini sangat penting sebab ini merupakan instruksi Presiden Joko Widodo. Untuk itu saya meminta kepada seluruh camat, lurah dan kepala desa untuk membantu masyarakat agar proses kegiatan PTSL ini tidak ada kendala,” kata Rudi.

Lanjutnya, camat, lurah dan kepala desa merupakan ujung tombak pelayanan. Sehingga itu katanya wajib untuk memberikan pelayanan termasuk pendataan masyarakat yang akan menjadi peserta PTSL.

“Demi memaksimalkan program PTSL, segera dilakukan pendataan kepada warga agar bisa tercover melalui program ini,” ujarnya.

Ditambahkannya, PTSL tahun ini digratiskan seperti yang dilakukan Tahun 2017. “PTSL tahun ini seperti tahun lalu, tetap digratiskan tanpa dipungut biaya dalam bentuk apapun. Pemkot berencana akan mengintervensi melalui APBD 2018 demi suksesnya program ini,” tambahnya. (ads/gito)

Antisipasi Pemadaman Listrik Saat UNBK, Dinas Pendidikan Surati PLN

Rukmi Simbala

ZONA KOTAMOBAGU – Mengantisipasi gangguan pemadam listrik dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP sederajat, Dinas Pendidikan menyurati PT PLN Area Kotamobagu. Surat yang dikirim Kamis (19/4) itu berisi tentang permohonan tidak adanya pemadaman listrik selama pelaksanaan UNBK.

“Suratnya sudah kita kirim tadi (kemarin, red), tapi belum ada responnya. Mudah-mudahan saja tidak ada gangguan jaringan listrik dan telkom selama pelaksanaan ujian ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Rukmi Simbala.

Lanjutnya, mengantisipasi gangguan pemadaman listrik katanya ada beberapa sekolah yang sudah menyiapkan genset. “Ada beberapa sekolah yang sudah siapkan genset untuk antisipasi pemadaman listrik secara tiba-tiba,” ujarnya.

Menanggapinya, Asisten Manager PLN Area Kotamobagu, Leonardo Manurung, mengungkapkan pihaknya terus berupaya agar tidak terjadi pemadaman listrik. Bahkan untuk menjamin pelaksanaan UNBK, pihaknya menjamin tidak ada pemadaman berencana selama pelaksanaan ujian. “Pada prinsipnya kami selalu berupaya agar tidak ada pemadaman. Kalaupun ada gangguan teknis secara tiba-tiba pasti akan langsung ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Ditambahkannya, saat ini pihaknya juga sedang mendata jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK sekaligus mengidentifikasi daya listrik ditiap sekolah pelaksana ujian. “Kita data jumlah sekolah yang melaksanakan ujian. Apakah mereka menyiapkan genset atau tidak. Kalau tidak kita siap mem-back up dengan menyiapkan genset sebagai antisipasi jika ada gangguan teknis pada jaringan secara tiba-tiba,” tambahnya.

Diketahui, UNBK tingkat SMP sederajat akan dimulai Senin (23/4) hingga Kamis (26/4) pekan depan. Tercatat, ada 2.352 peserta yang terdiri dari 1.107 laki-laki dan 1.245 perempuan. (ads/gito)

 

50 persen DID Dibagi ke SKPD

ZONA KOTAMOBAGU — Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp18 miliar dari pemerintah pusat sudah diterima Pemerintah Kota (Pemkot). Meski baru sebagiannya yang masuk ke rekening Kas Umum Daerah (RKUD), namun anggaran tersebut sudah dibagi dan mulai dimanfaatkan oleh beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Inontat Makalalag, mengatakan DID itu diberikan pemerintah pusat sebagai pentuk apresiasi karena berhasil dalam mengelola keuangan daerah tahun sebelumnya. “Sudah ditrasnfer sejak Maret lalu, tapi baru sembilan miliar. Sisanya nanti pada tahap II sekitar bulan Agustus,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Inontat Makalalag.

Lanjutnya, pencairan DID tahap II baru bisa dilakukan jika penggunaan tahap I minimal sudah mencapai 80 persen. “Nanti kalau sudah terealisasi anggaran tahap I baru kita ajukan permintaan pencairan tahap II,” ujarnya.

Kepala Bidang Anggaran, Helfrits Lahimade, mengungkapkan hampir semua SKPD mendapatkan pembagian DID yang peruntukkannya bersifat umum. “Ada 36 bidang pemanfaatannya, mulai dari pendidikan, kesehatan dan lainnya. Sifatnya umum, berbeda dengan DAK (Dana Alokasi Khusus),” ungkapnya. (ads/gito)

Pendaftaran Uyo-Nanu Diperpanjang

Agung Adati

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) memperpanjang waktu pendaftaran peserta Nanu-Uyo tahun 2018 hingga 29 April mendatang. Perpanjangan waktu pendaftaran itu diharapkan bisa dimanfaatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun desa dan kelurahan khususnya yang belum mendaftarkan utusan untuk segera mendaftarkannya.

“Pendaftarannya di kantor (Disparbud). Jadi bagi SKPD maupun desa dan kelurahan maupun pribadi yang belum mendaftar, masih ada kesempatan sampai tanggal 29,” kata Kepala Disparbud, Agung Adati.

Ia mengungkapkan, hingga batas akhir pendaftaran gelombang pertama pata 16 April, pihaknya sudah menerima 42 pendaftar yang berasal dari utusan SKPD dan pribadi.

“Sudah ada 42 peserta, tapi masih ada SKPD yang belum mendaftarkan perwakilannya,” ungkapnya.

Ditambahkannya, tahapan seleksi Uyo-Nanu Tahun 2018 akan dimulai pada 30 April mendatang atau sehari setelah pendaftaran gelombang kedua berakhir. “Kita harap semua calon peserta bisa mempersiapkan diri sebelum dimulai tahapan seleksi,” tambahnya. (ads/gito)

Bisnis Sapu Ijuk Tetap Bertahan di Era Modern

Herto Balansa

ZONA KOTAMOBAGU — Bisnis sapu ijuk masih menjadi primadona dan sebagai salah satu sumber pendapatan mayoritas warga Desa Sia’, Kecamatan Kotamobagu Utara. Bahkan kerajinan tradisional itu masih tetap bertahan dan mampu bersaing dengan produk yang sama di era modern saat ini.

Eli Simbong (49), salah satu pengrajin sapu ijuk di desa tersebut, mengaku dirinya sudah mulai menggeluti bisnis tersebut selama 40 tahun. Dengan menjual sapu ijuk hasil buatannya sendiri, ia mampu membiayai kebutuhan keluarga sehari-sehari. “Sejak masih SD saya sudah belajar membuat sapu ijuk. Ini masih saya lakukan sampai sudah punya istri dan anak,” sebutnya.

Ia mengungkapkan, dirinya bisa membuat 100 hingga 200 buah sapu ijuk dalam sepekan. Sapu tersebut kemudian dijual ke warung maupun toko yang ada di Kota Kotamobagu. “Sudah ada langganan tetap, jadi sulit menjualnya. Hasil penjualan cukup lumayan dan bisa mencukupi kebutuhan keluarga,” ungkapnya.

Kepala Desa Sia, Herto Balansa, mengatakan sapu ijuk hasil kerajinan masyarakat di desanya masih memiliki nilai jual di pasaran. Meski banyak produk serupa dengan bahan yang lebih modern, namun sapu ijuk katanya masih diminati masyarakat.

“Kualitas sapu ijuk tidak kalah dan bisa bersaing. Hargnya juga cukup terjangkau, hanya tujuh ribu per buah,” katanya.

Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, dihadapan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang bersama rombongan saat berada di Desa Bilalang I, membeberkan berbagai produk unggulan daerah yang ada di desa di Kota Kotamobagu. Salah satu yang sebutkan Pjs Walikota adalah sapu ijuk yang sentra pengembangannya ada di Desa Sia. Menurut Pjs Walikota, pengembangan semua produk unggulan daerah termasuk sapu ijuk dilakukan pemerintah dan masyarakat desa melalui dana desa.

“Meski Kota Kotamobagu adalah wilayah perkotaan, tapi memiliki 15 desa dan rata-rata memiliki produk unggulan masing,” sebutnya. (ads/gito)

Terus Berprestasi, Kotamobagu Nomor 1 Soal Perencanaan Pembangunan di Sulut

Sekkot Adnan Massinae foto bersama jajaran ASN Kotamobagu usai menerima PPD 2018.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) kembali meraih prestasi di tahun ini. Kali ini, piagam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2018 tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dengan predikat terbaik I berhasil dibawa pulang ke Kota Kotamobagu. Penghargaan itu diterima Sekretaris Kota (Sekkot) disela kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Provinsi, di Grand Kawanua International Convention Manado, Rabu (18/4).

Penghargaan tersebut juga diraih Pemkot tahun sebelumnya yang saat itu masih bernama Anugerah Pangripta Nusantara.

“Ini prestasi luar biasa di awal Tahun 2018,” kata Sekkot, Adnan Massinae, usai menerima penghargaan tersebut.

Keberhasilan Pemkot meraih terbaik I PPD 2018 membuat Kota Kotamobagu masuk nominasi penilaian tahap IV PPD 218 tingkat nasional. Hal itu sesuai surat elektronik yang diterima Pemkot dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) beberapa hari lalu. Di Sulawesi Utara, Kota Kotamobagu adalah satu-satunya daerah yang masuk nominasi tersebut.

“Kita sedang mempersiapkan bahan materi untuk penilaian tahap IV. Penialaiannya menggunakan metode presentasi dan wawancara,” ujar Kepala Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan Daerah (Bappelitbangda), Sofyan Mokoginta. (ads/gito)