Kegiatan seminar dan dialog kota cerdas yang dibuka Pjs Walikota.
ZONA KOTAMOBAGU — Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Rudi Mokoginta, membuka seminar dan dialog kota cerdas, Selasa (17/4). Kegiatan dengan tema; Upaya Mendorong Perkembangan Ekonomi Masyarakat di Daerah dan Membangun Sistem Kota Cerdas, dilaksanakan di Hotel Novotel, PT Nusantara Compnet Integrator.
Walikota dalam sambutannya mengatakan, saat ini teknologi tnformasi memiliki peran yang sangat penting bagi pemerintah, khususnya dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui pemanfaatan Teknologi Informasi, maka pelayanan pemerintah kepada masyarakat, dapat dilaksanakan secara lebih sederhana, cepat, serta lebih mudah diakses oleh masyarakat,” ujar walikota.
Walikota juga mengatakan, saat ini Pemerintah Kota Kotamobagu juga telah membangun infrastruktur data center dan command center, sebagai wujud dari keinginan serta komitmen untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui pemanfaatan Teknologi Komunikasi dan Informasi.
“Hal ini juga sangat sejalan dengan kebijakan dan strategi nasional tentang pengembangan e–Government, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, transpransi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan,” terang Mokoginta. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) sedang giat-giatnya melaksanakan program di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Ha itu dilakukan dalam rangka mengantisipasi terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak khususnya di Kota Kotamobagu. Selain memaksimalkan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) dan Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA), Pemkot melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) juga akan turun ke setiap desa dan kelurahan untuk menyosialisasikan pencegahan tindak kekerasan dan serta perlindungan terhadap perempuan dan pemenuhan hak anak.
“Kita akan turun sosialisasi PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) serta memberi pemahaman soal pencegahan terjadinya tindakan kekerasan terhadapan perempuan dan anak,” kata Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan Perlindungan Khusus Anak Pemenuhan Hak Anak DPPPA, Citra Dewi Olola.
Diungkapkannya, pihaknya akan menyisir semua desa dan kelurahan untuk sosialisasi tersebut. “Pertama kita turun di Kelurahan Motoboi Kecil kemudian dilanjutkan ke Desa Poyowa Besar I. Kita sekarang tinggal menunggu kesempatan pimpinan kemudian turun ke desa dan kelurahan yang sudah ditentukan sesuai jadwal. Yang pasti dalam waktu dekat ini,” ungkapnya.
Ia berharap, dengan adanya sosialisasi tersebut masyarakat bisa lebih paham dan sadar untuk tidak melakukan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Mudah-mudahan dengan sosialisasi ini kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Kotamobagu tidak terjadi lagi,” harapnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Antusias warga datang mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan dokumen kependudukan lainnya dalam beberapa pekan terakhir meningkat 50 persen dari biasanya. Hal ini diakui Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Muliyono Mokodompit.
Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir pihaknya melayani 400 hingga 500 orang per hari yang mengurus KTP, KK dan dokumen lainnya. “Dalam dua minggu terakhir warga yang datang meningkat lima puluh persen. Ini menandakan bahwa masyarakat sudah sadar soal pentingnya dokumen kependudukan,” katanya.
Lanjutnya, selain membuka pelayanan di kantor yang beralama di Jalan Paloko Kinalang, pihaknya juga mobile ke desa dan kelurahan setiap harinya. Hal dilakukan agar semua masyarakat mendapatkan akses pelayanan administrasi kependudukan. “Ada tim yang sementara turun ke desa dan kelurahan melayani perekaman KTP, pembuatan Kartu Keluarga maupun akta lahir,” ujarnya.
Ditambahkannya, pihaknya juga terus mengupayakan agar semua masyarakat khususnya yang sudah berusia 17 tahun ke atas segera terekam untuk pembuatan KTP. “Masih ada tujuh ribuan yang belum merekam. Itu terus kita upayakan saat ini,” tambahnya. (ads/gito)
Foto bersama Paslon nomor urut 1 Tatong Bara-Nayodo Koerniawan (TB-NK) dan Jainudin Damopolii-Suharjo Makalalag (JaDI-JO) saat debat publik di ruang paripurna gedung DPRD Kotamobagu.
ZONA KOTAMOBAGU – Calon Wakil Walikota nomor urut 2 Suharjo Makalalag dan Calon Walikota nomor urut 1 Tatong Bara, saling berbalas pantun dipenghujung pelaksanaan debat publik yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di ruang paripurna DPRD, Senin (16/4).
Suharjo Makalalag usai menyampaikan closing statement mengajak masyarakat untuk memilih pasangan JaDi-JO pada 27 Juni lewat pantun. “Jalan-jalan ke Kampung Baru bagian selatan, jangan lupa mie ojo Sinindian dan Matali. Kalau Kotamobagu ingin perubahan, Jainudin Suharjo jadi pilihan,” kata Suharjo lewat pantunnya.
Tak mau kalah, Calon Walikota nomor urut 1, Tatong Bara, lewat pantunnya juga mengajak masyarakat memilih dirinya bersama Nayodo Koerniawan sebagai walikota dan wakil walikota periode 2018-2023. “Jalan-jalan ke tanah abang, jangan lupa membeli batik. Kalau Kotamobagu ingin berkembang, TB-NK harus dilantik,” sebut Tatong yang langsung disambut tepuk tangan pendukungnya yang berada di ruang pelaksanaan kegiatan. (trz)
MenDes PDTT saat meninjau pelaksanaan pekerjaan proyek karya tunai di Desa Bilalang I.
ZONA KOTAMOBAGU – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, memuji infrastruktur di desa yang ada di Kota Kotamobagu. Hal itu diutarakannya saat berkunjung ke Desa Bilalang I, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kamis (12/4) pekan lalu.
Menurutnya, kucuran dana desa dari pemerintah pusat ke semua desa termasuk di Kota Kotamobagu, memberi dampak terhadap percepatan pembangunan infrastruktur desa.
“Saya lihat infrastruktur di desa sudah bagus, sehingga gunakan dana desa untuk pemberdayaan masyarakat,” katanya dihadapan masyarakat Desa Bilalang I.
Ia mengungkapkan, pemerintah desa wajib mengakomodir masyarakat dari setiap pelaksanaan pekerjaan proyek fisik yang dibiayai dana desa.
“Tidak boleh lagi menggunakan jasa kontraktor. Harus berdayakan masyarakat, kemudian 30 persen dari biaya proyek untuk upah pekerja yang dibayar harian atau mingguan. Ini harus diperhatikan semua kepala desa,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Mendes PDTT juga mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan kegiatan yang dibiayai Dandes.
“Dandes bisa terealisasi dengan baik jika masyarakat ikut mengawalnya,” tambahnya.
Sementara itu,Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Muhammad Mokoginta, menuturkan Dandes yang masuk ke Kota Kotamobagu setiap tahunnya mengalami kenaikan. Di tahun 2015 Dandes yang diterima Rp4,5 miliar, Tahun 2016 Rp10,2 miliar dan Tahun 2017 Rp15,1 miliar. Anggaran tersebut katanya telah terealisasi untuk pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat.
“Manfaat dari dana desa sudah mulai dirasakan masyarakat,” tuturnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu (KK) masuk nominasi penilaian tahap IV Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2018. Dalam surat elektronik nomor: 3948/D.9/4/2018 tertanggal 13 April 2018 yang diterima Pemerintah Kota (Pemkot), Kota Kotamobagu menjadi satu-satunya daerah di Sulwesi Utara yang masuk nominasi penerima penghargaan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Kepala Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan Daerah (Bappelitbangda), Sofyan Mokoginta, mengatakan ada 29 kota dan 31 kabupaten di Indonesia yang dinilai pada tahap III. Dari semua daerah itu katanya, hanya 16 kota dan 14 kabupaten diantaranya yang lolos dan masuk ke penilaian tahap IV.
“Masuknya Kota Kotamobagu pada penilaian tahap IV ini tentu menjadi sebuah kesyukuran, apalagi Kota Kotamobagu menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Utara yang lolos di tahapan selanjutnya,” katanya.
Lanjutnya, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan bahan dan materi untuk penilaian tahap IV yang akan dilaksanakan di Jakarta pada 18 April hingga 21 April pekan depan. Pada tahapan itu katanya, metode penilaiannya adalah presentase dan wawancara.
“Sementara kita siapkan semuanya untuk menghadapi penilaian selanjutnya, termasuk coaching clinic dengan tim independen PPD dari Provinsi Sulawesi Utara,” ujarnya.
Ia berharap, mendapat hasil yang memuaskan pada penilaian tahap IV agar penghargaan pembangunan daerah tingkat nasional bisa didapat tahun ini.
“Insya allah semuanya berjalan lancar dan mendapat hasil yang memuaskan,” harapnya.
Diketahui, tahun sebelumnya penghargaan ini bernama Anugerah Pangripta Nusantara dan telah diubah menjadi Penghargaan Pembangunan Daerah. Kriteria penilaiannya dititikberatkan pada perencanaan dan pencapaian pembangunan. (ads/gito)
Pemerintah Kota (Pemkot) bekerja sama dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1439 hijriah/2018 masehi.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Lapangan Kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat, dan dihadiri Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, sejumlah anggota DPRD, unsur Forkopimda, pejabat di lingkup Pemkot Kotamobagu dan masyarakat se-Kota Kotamobagu.
Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Selain itu, semua umat muslim terutama yang ada di Kota Kotamobagu diimbau untuk selalu mengamalkan ajaran dan mencontohi akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Kepribadian Nabi Muhammad SAW harus kita contohi dan dijadikan pedoman hidup sehari-hari,” kata Pjs Walikota, Muhammad Mokoginta. (advertorial)
ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) mulai mengantisipasi kelangkaan gas LPG jelang bulan ramadhan, dengan akan mengusulkan penambahan kuota ke pihak pertamina. Hal ini dikatakan Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), Alfian Hasan.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat soal penggunaan LPG pada menjelang hingga selama bulan ramadhan meningkat. Oleh karena itu, pihaknya akan segera mengajukan permintaan penambahan kuota untuk mengantisipasi kelangkaannya.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan kita ajukan, agar mendekati bulan ramadhan tidak ada masyarakat yang mengeluh soal kelangkaan LPG,” ujarnya.
Dijelaskannya, usulan penambahan kuota LPG sebanyak 1o persen dari jumlah reguler. Meski tak menyebut angka pasti berapa kuota LPG di Kota Kotamobagu, namun ia berharap agar usulan tersebut bisa diakomodir untuk mengantisipasi kelangkaannya.
“Tahun lalu hanya 8 persen, insya allah tahun ini yang kita usulkan disetujui semua,” jelasnya.
Ramla Batalipu, warga Kelurahan Sinindian berharap tidak ada kelangkaan LPG menjelang dan selama bulan ramadhan.
“LPG sekarang sudah menjadi kebutuhan utama. Mudah-mudahan stoknya tersedia, apalagi saat bulan ramadhan,” harapnya. (ads/gito)
Pjs Walikota saat memberi sambutan pada seminar regional UU Desa yang dihadiri Menteri Desa PDTT dan Ketua DPD RI.
ZONA KOTAMOBAGU – Dana Desa (Dandes) yang diberikan pemerintah pusat ke semua desa di Indonesia termasuk di Kota Kotamobagu, sangat memberi dampak positif terhadap pembangunan serta perekonomian masyarakat desa.
Hal ini diutarakan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, saat memberi sambutan pada Seminar Regional Implementasi Undang-undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa di Hotel Sutanraja, Kamis (12/4).
Menurutnya, setiap tahun Dandes yang dialokasikan lewat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) terus meningkat. Hal itu merupakan bentuk komitmen Presiden Joko Widodo yakni membangun dari pinggiran.
“Dana desa ini diberikan ke semua desa dengan maksud untuk mempercepat pembangunan yang dampaknya pada peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia menerangkan, dari rekapitulasi pemanfaatan dana desa sejak tahun 2015 hingga 2017, dana desa sangat memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang meliuti pembangunan jalan desa dengan panjang 123.145 kilo meter, jembatan 791.258 meter, pasar desa 5.220 unit, BUMDes 26.579 unit kegiatan, tambatan perahu 2.882 unit, embung 1.927 unit, irigasi 28.091 unit serta sarana olahraga 1.004 unit.
Selain itu katanya, dana desa yang diterima setiap desa membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat seperti penahan tanah sebanyak 291.393 unit, air bersih 32.711, MCK 82.356, Polindes 6.041, drainase 590.371 unit, Posyandu 13.973 unit serta sumur 45.865 unit.
“Dari pembangunan yang dilaksanakan itu, dana desa juga berkontribusi terhadap tersedianya lapangan kerja,” terangnya.
Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, menuturkan dana desa yang masuk ke Kota Kotamobagu setiap tahunnya mengalami kenaikan. Di Tahun 2015 Dandes yang diterima Rp4,5 miliar, Tahun 2016 Rp10,2 miliar dan 2017 Rp15,1 miliar. Besaran anggaran tersebut katanya telah terealisasi untuk pembangunan.
“Untuk tahun 2018 dana desa sebesar Rp17,4 miliar. Pencairan tahap I sudah dilakukan di empat desa, yaitu Desa Bilalang I, Desa Sia, Desa Moyag Todulan dan Desa Tabang. Desa lainnya sedang dalam penyelesaian APBDes,” ungkapnya.
Dihadapan Mendes PDTT dan jajarannya serta Ketua DPD RI, Pjs walikota juga membeber berbagai potensi alam seperti tempat permandian air panas, air terjun dan lainnya. Selain itu katanya, juga terdapat juga berbagai produk unggulan daerah seperti Kopi Dinodok, Kopi Sinondag, gula aren, sapu ijuk dan sebagainya.
“Meski Kota Kotamobagu adalah wilayah perkotaan, tapi punya 15 desa. Setiap desa memiliki potensi alam yang akan dikembangkan melalui dana desa serta produk unggulan daerah yang akan dikelolah melalui BUMDes,” terangnya.
Usai membuka Seminar Regional Implementasi Undang-undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa di Hotel Sutanraja, Mendes PDTT , Ketua DPD RI dan para rombongan berkunjung ke Desa Bilalang I. Di desa yang berada di Kecamatan Kotamobagu Utara, Mendes PDTT meresmikan sejumlah proyek fisik yang dibiayai dana desa sekaligus meninjau pelaksanaan proyek padat karya tunai. (ads/gito)
Pemerintah Kota (Pemkot) menyambut kedatangan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), Oesman Sapta Odang, serta rombongan di Kota Kotamobagu, Kamis (12/4).
Kedatangan dua tokoh nasional itu dalam rangka Seminar Regional Implementasi Undang-undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa sekaligus meresmikan proyek yang dibiayai dana desa tahun sebelumnya serta meninjau pelaksanaan proyek fisik yang dilaksanakan melalui padat karya tunai di Desa Bilalang I, Kecamatan Kotamobagu Utara.
Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi kunjungan kerja Mendes PDTT dan Ketua DPD RI serta rombongan itu.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat menyampaikan terima kasih atas kunjungan kerja ini yang sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat Kota Kotamobagu,” sebutnya.
Saat berkunjung ke Desa Bilalang I, Mendes PDTT sempat berdialog dengan masyarakat setempat soal pemanfaatan dana desa serta memberi bantuan berupa uang sebesar Rp50 juta untuk penyertaan modal pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Dana desa ini akan berjalan dengan baik jika masyarakat ikut mengawasinya. Begitu juga dengan BUMDes, harus dikelola dengan baik agar bisa memberi dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Mendes PDTT.
Pada kesempatan itu, Mendes PDTT juga menandatangani prasasti sebagai simbol peresmian sejumlah proyek fisik yang dibiayai dana desa seperti, jalan paving block Desa Pontodon, Bangunan BumDes Amanah Desa Poyowa Besar, saluran drainase dan lainnya. Selanjutnya, Mendes PDTT bersama Ketua DPD RI dan rombongan melihat langsung proses pengerjaan proyek padat karya tunai yang dilaksanakan masyarakat.
“Pekerjaan ini harus dipacu dan dikerjakan dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ujar Mendes PDDT dihadapan masyarakat. (advertorial)