Beranda blog Halaman 587

Jelang Pilwako, Pjs Walikota Imbau Masyarakat Jaga Persaudaraan

Muhammad Rudi Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, mengimbau semua elemen masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, persatuan dan kesatuan. Hal ini disampaikannya saat memberi sambutan pada pembukaan perayaan Cap Go Meh dan Pagelaran Seni Budaya Daerah, Jumat (2/3), pekan lalu.

Menurutnya, Kota Kotamobagu tidak lama lagi akan menggelar pemilihan kepala daerah. Oleh karena itu, keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat harus terus dijaga.

“Hubungan persaudaraan yang sudah lama terjalin harus tetap dijaga,” imbaunya.

Lanjutnya, semua elemen masyarakat harus tetap menjaga suasana aman dan damai. Katanya, perbedaan pilihan dalam setiap agenda pesta demokrasi adalah sebuah hal yang biasa.

“Berbeda pilihan adalah hal yang wajar, namun yang paling utama adalah bagaimana kita semua dapat menjaga suasana yang aman dan damai di Kota Kotamobagu,” ujarnya. (ads/gito)

Realisasi Anggaran SKPD Akan Dievaluasi Setiap Bulan

Muhammad Rudi Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Evaluasi capaian realisasi anggaran di tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) akan dilakukan setiap bulan, baik itu komponen belanja langsung maupun belanja tidak langsung. Evaluasi itu penting dilakukan agar dapat mengukur tingkat capaian kinerja masing-masing SKPD.

Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, mengatakan dari evaluasi yang dilakukan itu, akan diketahui SKPD yang serapan anggarannya masih rendah dan apa yang menjadi penyebabnya.

“Kedepannya evaluasi akan dilakukan setiap bulan,” katanya, pada rapat koordinasi dan evaluasi percepatan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, pekan lalu.

Pada rapat tersebut, semua pimpinan SKPD diminta memaparkan proses pengadaan barang dan jasa di SKPD masing-masing.

“Sekarang sudah memasuki akhir triwulan pertama. Koordinasi dan evaluasi seperti ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana progres pengadaan barang dan jasa di setiap perangkat daerah. Ketika ada permasalahan, bisa dengan cepat diketahui dan dicarikan solusinya,” ujarnya. (ads/gito)

Pembayaran TPP Terkendala Format Laporan Kinerja Pegawai

Muhammad Rudi Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU — Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, menginstruksikan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) untuk segera menyelesaikan format penyampaian laporan kinerja harian pegawai yang menjadi syarat pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hal itu disampaikannya disela rapat koordinasi dan evaluasi percepatan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tahun Anggaran 2018, Rabu (28/2) lalu.

Menurutnya, dari evaluasi capaian komponen belanja tidak langsung, salah satu yang ditemui disemua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) adalah soal serapan TPP yang masih belum mencatatkan realiasasi.

“BPKD (Badan Pengelola Keuangan Daerah) sudah menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembayaran, tapi masalahnya adalah belum menyampaikan rekapan hasil kinerja ASN yang menjadi dasar pembayaran,” katanya.

Pada kesempatan itu, Pjs walikota meminta BKPP untuk segera menyelesaikan apa yang menjadi kendala agar pembayaran TPP bisa segera dilakukan.

“Saya memahami kondisi para PNS, karena saya juga ada seorang PNS. Gaji kita setiap bulannya sudah sangat terbatas, dan sebagian besar sangat bergatung pada tunjangan penghasilan ini. Makanya saya instruksikan BKPP untuk segera menyelesaikan permasalahan ini dan BPKD segera melakukan pembayaran,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris BKPP, Asral Impe, mengungkapkan kendala dalam penyelesaian laporan hasil kinerja ini adalah proses peralihan mekanisme penyampaian laporan kinerja harian dari manual ke online.

“Saat ini kita menggunakan aplikasi SIKAP dalam penyampaian laporan kinerja harian pegawai. Setiap PNS diwajibkan menginput kinerja hariannya langsung ke sistem, karena itu secara otomatis akan terekap setiap bulannya. Tapi kendalanya adalah proses peralihan dari manual ke online,” ungkapnya. (ads/gito)

76 Pedagang Pasar Pocil Tempati Kios Baru

Pjs Walikota saat memberi sambutan usai menyerahkan kunsi kios kepada pedagang.

 

ZONA KOTAMOBAGU – 76 pedagang yang berjualan di Pasar Poyowa Kecil (Pocil), Kecamatan Kotamobagu Selatan, menempati kios-kios yang dibangun pemerintah. Kamis (1/3), Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, menyerahkan kunci kios kepada pedagang.

“Diharapkan agar para pedagang dapat menjaga dan merawat kios-kios ini serta memanfaatkannya dengan baik,” kata Pjs walikota.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Herman Aray, mengatakan pedagang yang menempati kios-kios tersebut adalah pedagang yang sudah lama berjualan di pasar tersebut. “Kios itu dibangun pemerintah untuk para pedagang, dengan tujuan agar mereka yang berjualan di situ merasa lebih nyaman,” katanya.

Ditegaskannya, tidak ada biaya sewa kios yang dikenakan bagi setiap pedagang, kecuali retribusi yang sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda). “Pedagang hanya membayar retribusi sesuai Perda, tidak ada biaya selain itu,” tegasnya.

Sementara itu, para pedagang mengaku bangga mendapat fasilitas yang memadai sebagai tempat berjualan. “Terima kasih kepada pemerintah yang telah memberi perhatian kepada kami dengan menyiapkan fasilitas ini,” sebut para pedagang di pasar tersebut. (ads/gito)

Dua Bulan, DPMPTSP Keluarkan 968 Ijin

Imran Golonda

ZONA KOTAMOBAGU – Gairah investasi di Kota Kotamobagu terus meningkat. Ini terlihat dari banyak ijin usaha yang dikeluarkan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Informasi didapat, selang Bulan Januari hingga Februari tahun ini, ada sekira 968 ijin yang diberikan kepada para penanam modal.

Kepala Bidang Perencanaan Pengembangan dan Promosi Penanaman Modal, Imran Golonda, mengakui banyaknya pelaku usaha yang datang mengurus perijinan menandakan suhu investasi di Kota Kotamobagu terus mengalami peningkatan. “Terhitung 1 Januari sampai 27 Februari sudah ada 968 ijin yang dikeluarkan. Jenis perijinan yang dikeluarkan itu adalah SIUP, SITU, TDP, SIUJK, SIKP, SIP dan IMB,” kata Imran.

Dijelaskannya, pada empat tahun terakhir total investasi yang masuk di Kota Kotamobagu mencapai angka 3,2 triliun. “Tahun 2014 ada 353 usaha, tahun 2015 ada 507 usaha, tahun 2016 ada 621 usaha dan tahun 2017 495 usaha. Semoga kedepannya akan lebih banyak lagi investor yang datang menanamkan investasi di Kotamobagu,” jelasnya.

Disisi lain, ia mengimbau para pemilik usaha untuk memperhatikan batas waktu perijinan. Jika sudah melewati batas yang ditentukan, katanya harus segera diperbarui kembali. “Kalau sudah habis masa berlaku, agar segera mengurus perpanjangannya, agar ijin yang dikantongi tidak kadaluarsa,” imbaunya. (ads/gito)

Dinsos Bekali Penerima RTLH

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Sosial memberi pembekalan kepada 14 orang penerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Rabu (28/2). Pembekalan itu dilakukan dalam rangka memberi pemahaman kepada penerima bantuan tentang hak dan kewajiban masing-masing.

“Sebelum diberikan (bantuan) kita bekali dulu mereka (penerima) agar bisa tahu hak dan kewajiban serta prosedur pelaksanannya,” kata Kepala Bidang Sosial, Roi Paputungan.

Lanjutnya, 14 unit RTLH tersebut dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan Belanda Daerah (APBD). Setiap unit katanya mendapat bantuan Rp27,5 juta yang diberikan dalam bentuk barang.

“Untuk penyalurannya kita masih menunggu SK nama-nama penerima,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten II Gunawan Damopolii, berharap masyarakat penerima bantuan tersebut dapat memanfaatkan dengan sebaik mungkin.

“Harapan kami agar bantuan ini dimanfaatkan dan dijaga dengan baik,” harapnya, saat memberi sambutan pada kegiatan tersebut.

Dudung Paudi, warga Kelurahan Sinindian, Kecamatan Kotamobagu Timur, mengaku sangat bersyukur dirinya menjadi salah satu penerima bantuan tersebut.

“Terima kasih kepada pemerintah Kota Kotamobagu. Bantuan ini sangat bermanfaat dan pasti akan kami manfaatkan dengan baik,” sebutnya. (ads/gito)

Maksimalkan Pelayanan, Dinas Dukcapil ‘Ron Kampung’

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) kembali melakukan perekaman e-KTP dan pelayanan administrasi kependudukan lainnya di desa dan kelurahan. Hal itu dilakukan dalam rangka memaksimalkan pelayanan ke masyarakat.

Kepala Dukcapil, Virginia Olii, mengatakan pelayanan ke desa dan kelurahan itu dimulai 27 Februari hingga akhir Juni mendatang.

“Pertama di turun di Desa Pontodon Timur, kemudian lanjut lagi di desa dan kelurahan lain. Yang dilayani adalah perekaman e-KTP, pembuatan akta lahir, kartu keluarga, kartu identitas anak dan akta kematian,” katanya.

Sekretaris Dukcapil, Muliono Mokodompit, mengungkapkan sebelum melakukan pelayanan pihaknya bersama pemerintah desa atau kelurahan terlebih dahulu melakukan verifikasi data kependudukan di desa atau kelurahan yang akan dikunjungi.

“Misalnya di Desa Pontodon Induk, hari ini (kemarin, red) kita verifikasi dulu dan besok (hari ini, red) mulai pelayanan. Begitu juga di desa dan kelurahan lain. Verifikasi itu penting kita lakukan agar ada data valid dari jumlah warga yang sudah pindah domisili, meninggal dunia dan juga yang belum memiliki KTP, KK, KIA dan akta kelahiran,” ungkapnya.

Lanjutnya, dari hasil verifikasi yang dilakukan akan ditindaklanjuti dengan pembuatan berita acara serta pelayanan dokumen kependudukan.

“Jadi selain melakukan pelayanan, kita juga memverifikasi lagi jumlah penduduk di desa dan kelurahan agar benar-benar mendapatkan data kependudukan yang valid,” ujarnya.

Disisi lain, ia meminta pemerintah desa dan kelurahan untuk dapat bekerja sama khususnya dalam menginformasikan kepada warganya masing-masing terkait pelayanan tersebut.

“Mudah-mudahan dalam pelaksanaannya berjalan lancar. Kalau dari kami (Dukcapil) tidak ada kendala, tinggal bagaiaman kesadaran masyarakat itu sendiri untuk datang mengurus dokumen kependudukan,” tambahnya. (ads/gito)

Kelurahan Pobundayan Produsen Batu Bata di BMR

Tempat pengolahan atau pencetakan batu bata di Kelurahan Pobundayan.

ZONA KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu dikenal sebagai daerah penghasil batu bata di wilayah Bolmong Raya. Salah satu produsen batu bata berada di Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan. Sekira 50 persen warga di kelurahan tersebut menggantungkan hidupnya sebagai pengrajin material bangunan berbahan dasar tanah tersebut. Dalam sehari, ada puluhan ribu batu bata diproduksi para pengrajin dengan kualitas yang sudah tidak diragukan lagi.

Lurah Pobundayan, Apri Djunaidi Paputungan, mengatakan para pengrajin batu bata mengelola usaha tersebut secara berkelompok maupun perorangan. “Ada sekitar 10 kelompok di sini, tapi paling banyak diolah pribadi,” kata Apri, Selasa (27/2).

Salah satu pengrajin batu bata, Harto Yambo (45),  mengakui usaha batu bata yang sudah dijalaninya selama bertahun-tahun itu bisa mencukupi biaya hidup sehari-hari, termasuk membiayai kuliah dan sekolah dua anaknya. “Alhamdulillah hasilnya bisa untuk biaya sehari-hari,”sebutnya.

Lanjutnya, batu bata hasil olahannya itu dipesan warga untuk material bangunan rumah atau para pengusaha untuk proyek bangunan gedung, perkantoran dan lainnya. “Biasanya kalau sudah musim proyek itu banyak yang pesan, ada yang dari Dumoga, Poigar dan daerah lain di Bolmong Raya. Tapi mesipun tidak ada pemesan tetap kita bekerja (mencetak) seperti ini. Untuk ukuran 9 dijual empat ratus rupiah per buah, dan ukuran 12 harganya enam ratus rupiah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dirinya bersama beberapa orang rekannya bekerja mulai pagi hingga sore hari. Untuk mencetak batu bata sebanyak 10 ribu, diperlukan waktu hingga 25 hari yang dimulai dari tumpukan tanah yang telah dicampur air, pencetakan, penjemuran hingga pembakaran. “Yang memakan waktu lama itu adalah penjemuran, kalau cuaca cerah itu cepat kering. Kalau untuk pembakarannya biasanya hanya sehari saja. Pengolahannya masih secara manual, sehingga memakan waktu beberapa hari,” jelasnya.

Ia mengakui, selama ini dirinya belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Ada informasi dari pemerintah menyerahkan mesin pencetak, tapi itu hanya diberi ke kelompok-kelompok. Memang kalau pakai mesin, prosesnya lebih cepat dan biayanya kurang. Per hari bisa 4.000,” sebutnya. (ads/gito)

Event Pesona Kotamobagu Masuk Kalender Event Pemprov Sulut

Pjs Walikota saat menghadiri kegiatan launching calender of event north sulawesi, di Hotel Sintesa Peninsula, Manado.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) mendukung penuh pelaksanaan berbagai event pariwisata yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut). Hal ini diutarakan Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, usai menghadiri launching calender of event north sulawesi yang dilaksanakan Pemprov Sulut di Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Selasa (27/2).

Menurutnya, Pemkot siap ambil bagian dan menyukseskan berbagai event yang akan dilaksanakan Pemprov maupun pemerintah kabupaten dan kota lain di wilayah Sulewesi Utara. Hal itu katanya merupakan bagian dari upaya mempromosikan berbagai potensi wisata yang ada di Kota Kotamobagu. “Pada intinya pemerintah Kota Kotamobagu siap menyukseskan event pariwisata yang dilaksanakan di wilayah Sulawesi Utara,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Agung adati, mengungkapkan salah satu event pariwisata yang akan dilaksanakan Pemkot Kota Kotamobagu tahun ini adalah event Pesona Kotamobagu pada Mei mendatang. Kegiatan tersebut katanya telah tercatat dalam kalender event Pemprpov Sulut Tahun 2018.

“Ada berbagai rangkaian kegiatan, seperti pemilihan Nanu Uyo Kotamobagu, festival kuliner tradisional mongondow, pagelaan seni dan budaya mongondow serta  lomba permainan tradisional. Tujuannya adalah untuk mempromosikan potensi pariwisata dan budaya yang ada di Kota Kotamobagu,” ujar Agung. (ads/gito)

Dinas Kominfo Siap Layani Registrasi Kartu Prabayar

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengimbau masyarakat khususnya para pengguna jasa telekomunikasi prabayar, untuk segera meregistrasi  ulang kartu prabayar, sebelum batas akhir yakni 28 Februari (hari ini).

Kepala Dinas Kominfo, Ahmad Yani Umar, mengatakan berdasarkan siaran pers Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemekominfo) nomor; 60/HM/Kominfo/02/2018 tertanggal 26 Februari tentang himbauan registrasi ulang, pengguna jasa telekomunikasi prabayar yang belum meregistrasi ulang kartu prabayar, maka terhitung 28 Februari dimulai hitung mundur untuk pemblokiran kartu prabayar yang belum diregistrasi.

“Kemenkonfo masih memberikan waktu bagi yang belum meregistrasi sampai tanggal 30 Maret 2018. Jika sampai waktu yang ditentukan itu (30 Maret) belum meregistrasi, akan dilakukan pemblokiran layanan telepon keluar dan sms keluar,” katanya.

Ia mengungkapkan, tahap selanjuutnya yakni jika kartu prabayar belum juga diregistrasi hingga 14 April, maka sehari setelahnya atau mulai 15 April akan dilakukan pemblokiran telepon masuk dan sms masuk. “Kemudian tahap berikutnya, jika belum juga diregistrasi kartu prabayar sampai 29 April, maka mulai 30 April ditambah blokir layanan internet. Jika sampai tanggal 30 April dan tidak diregistrasi, maka selluruh layanan sim card otomatis diblokir,” ungkapnya.

Ditambahkannya, bagi masyarakat yang ingin meregistrasi kartu prabayar, bisa mendatangi outlet-outlet provider masing-masing. “Bisa juga datang ke Kantor Dinas Kominfo,” tambahnya. (ads/gito)