Beranda blog Halaman 588

Awal Tahun, DP3A Tangani 6 Laporan Kasus

Sitti Rafiqah Bora
Sitti Rafiqah Bora

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menangani enam laporan kasus selang dua bulan pertama di tahun ini. Kasus-kasus tersebut yakni, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), penelataran anak dan cabul.

Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan Perlindungan Khusus Anak dan Pemenuhan Hak Anak, Citra Dewi Ololah, mengatakan semua laporan kasus tersebut telah ditindaklanjut, bahkan katanya ada beberapa diantaranya yang sudah terselesaikan.

“Ada yang sudah selesai, ada juga yang sementara ditangani. Tapi khusus kasus pencabulan kita limpahkan ke pihak yang berwenang,” katanya.

Diungkapkannya, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya KDRT, kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Banyak program dan kegiatan yang kita lakukan dalam rangka mengantisipasi terjadinya kasus serupa. Ada PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga), PISA (Pusat Informasi Sahabat Anak) dan program lainnya yang sedang kita laksanakan,” ungkapnya.

Kepala DPPPA, Sitti Rafiqah Bora, menerangkan keharmonisan rumah tangga, pernikahan dini serta kurangnya pemahaman tentang cara hidup berumah tangga yang baik menjadi penyebab terjadi KDRT maupun tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Dengan adanya PUSPAGA dan PISA kita harapkan kasus-kasus tersebut bisa dicegah,” terangnya. (ads/gito)

Dinas PRKP Usul 50 Rusus ke Kementrian PUPR

Imran Amon

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) mengusulkan pembangunan 50 unit rumah khusus (rusus) ke Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (KemenPUPR). Rusus tersebut disiapkan sebagai tempat tinggal Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kepala Dinas PRKP, Imran Amon, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan lahan seluas dua hektare yang berlokasi di kompleks taman kota Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan. “Kita telah menyiapkan lahannya dan tinggal menunggu persetujuan dari kementrian untuk pembangunannya,” kata Imran.

Dijelaskannya, rusus yang akan dibangun adalah rumah dengan type 36. ASN termasuk yang berasal dari luar Kota Kotamobagu katanya bisa tinggal di tempat tersebut. “Nantinya itu (rusus) akan disewakan kepada ASN dan tidak menutup kemungkinan juga masyarakat umum,” jelasnya.

Lanjutnya, pembangunan rusus tersebut selain dalam rangka menyiapkan hunian yang layak untuk ASN, juga menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). “ASN atau masyarakat yang tinggal disitu akan dikenakan biaya sewa. Tentu itu menjadi salah satu sumber PAD,” tambahnya. (ads/gito)

Dinas Kominfo Target Semua Desa dan Kelurahan Miliki KIM

 

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kembali membentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di delapan kelurahan tahun ini. KIM tersebut berfungsi sebagai wahana informasi dan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah dan sebaliknya.

Kepala Bidang Statistik Informasi dan Komunikasi Publik, Fahri Damopolii, mengatakan tahun sebelumnya telah dibentuk KIM di enam desa dan kelurahan. Enam KIM tersebut katanya diberikan berbagai fasilitas penunjang seperti satu set komputer, printer, peralatan jaringan, akses poin wifi dan fasilitas internet. “Untuk tahun ini Kelurahan Biga, Upai, Gogagoman, Pobundaya, Motoboi Besar dan Kotobangon. Tadi (kemarin, red) kita sudah rapat dengan delapan lurah soal pembentukannya,” kata Fahri, Senin (26/2).

Diungkapkannya, pihaknya menargetkan semua desa dan kelurahan memiliki KIM. Namun untuk pembentukannya dilakukan secara bertahap. “Sekarang ini kita juga masih menunggu laporan dari tiap desa, karena ada desa yang menginisiatif membentuk KIM dengan anggaran dari dana desa,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Motoboi Besar, Zulvan Pombaile, mengaku sangat menyambut baik pembentukan KIM tersebut. Katanya, banyak manfaat didapat dengan adanya KIM, seperti mempermudah pemerintah kelurahan dan desa dalam menyebarluaskan informasi seputar kegiatan yang dilaksanakan, mempromosikan potensi yang dimiliki desa dan kelurahan dan sebagainya.

“Tentunya kami sangat mendukung dan menyambut baik. Selanjutnya ini akan kita tindaklanjuti di kelurahan dengan membentuk kepengurusannya yang akan melibatkan unsur pemuda dan PKK di dalamnya,” sebutnya. (ads/gito)

Pemkot Tunggu Surat MenPAN-RB Soal Rekrutmen CPNS

Sahaya Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) masih menunggu surat dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (MenPAN-RB) terkait rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta, mengatakan pihaknya sudah mengajukan usulan kebutuhan pegawai ke KemenPAN-RB. Namun demikian, katanya pihaknya belum bisa memberi kepastian soal rekrutmen CPNS tahun ini. “Belum bisa kami pastikan (perekrutan CPNS), karena belum ada surat resmi dari kementrian,” kata Sahaya.

Ia mengungkapkan, pihaknya saat ini masih sangat membutuhkan pegawai untuk ditempatkan disejumlah instansi. Namun dari semua yang dibutuhkan itu, paling prioritas adalah tenaga guru dan kesehatan. “Yang kita usulkan disesuaikan dengan kebutuhan. Ada 800 formasi, yang terdiri dari tenaga guru, kesehatan dan teknis,” ungkapnya.

Usulan kebutuhan CPNS itu merupakan tindaklanjut dari surat MenPAN-RB nomor B/750/M.SM01.00/2017 perihal penyampaian kebutuhan Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018. Dalam surat tersebut, usulan kebutuhan PNS diprioritaskan untuk tenaga pendidikan, kesehatan serta jabatan-jabatan yang mendukung pembangunan infrastruktur.

Saat ini PNS di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu berjumlah 2.438 ditambah tenaga kontrak 1.649. (ads/gito)

Pjs Walikota Resmikan Masjid Az-Zahra Desa Moyag

Pjs walikota saat meresmikan Masjid Azzahra Desa Moyag.

ZONA KOTAMOBAGU – Penjabat Sementara (Pjs), Muhammad Mokoginta, meresmikan Masjid Az-zahra Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, Minggu (25/2). Pada kesempatan itu, Pjs walikota mengapresiasi kepada masyarakat setempat yang telah menginisiatif serta berpartisipasi pada pembangunan masjid tersebut.

“Insya allah segala upaya dan partisipasi dalam membangun Masjid Az_Zahra ini, akan senantiasa bernilai ibadah,” sebutnya.

Dengan diresmikannya masjid tersebut, ia berharap dapat lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. “Kita harapkan dengan diresmikannya masjid ini akan semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita semua,” harapnya.

Hadir dalam peresmian itu, sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu serta pemerintah dan masyarakat desa setempat. (ads/gito)

Pjs Walikota Optimis Kotamobagu Kembali Bisa Raih Piala Adipura

Pjs walikota bersama jajaran SKPD saat berada di lokasi kerja bakti ASN.

ZONA KOTAMOBAGU — Penjabat Walikota, Muhammad Mokoginta, optimis Pemerintah Kota (Pemkot) akan kembali meraih penghargaan adipura tahun ini. Hal itu disampaikannya usai kerja bakti bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot), Jumat (23/2).

Menurutnya, peluang mendapatkan penghargaan piala adipura sangat terbuka dengan melihat kondisi kebersihan yang ada di wilayah Kota Kotamobagu.

“Dengan melihat kondisi kebersihan yang ada di wilayah Kotamobagu saat ini, saya sangat optimis, pemerintah dan masyarakat Kotamobagu akan dapat kembali meraih adipura,” ujar Pjs walikota.

Pada kesempatan itu, ia mengimbau semua perangkat daerah serta masyarakat untuk terus bersinergi dalam menjaga kebersihan. “Kita harus bahu-membahu. Kebersihan tak hanya menjadi tugas pemerintah saja, tapi perlu dukungan dari semua elemen masyarakat, apalagi sekarang menjelang P2 adipura. Kebersihan harus tetap kita jaga bersama,” imbaunya.

Pada kesempatan itu, mantan Pjs Bupati Boltim itu juga memantau kondisi kebersihan disejumlah titik, seperti taman kota yang berada di eks kantor bupati Bolmong, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Kelurahan Mongkonai, taman kota yang ada di pusat kota, serta sejumlah lokasi lainnya. (ads/gito)

Pemkot Dukung Perayaan Cap Go Meh

Pemkot dukung perayaan Cap Go Meh tahun ini

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) mendukung pelaksanaan Cap Go Meh oleh umar Tri Dharma Kota Kotamobagu. Selain sudah menjadi tradisi tahunan, kegiatan tersebut juga dinilai dapat mendorong perkembangan pariwisata di Kota Kotamobagu.

“Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahunnya setelah imlek. Ini menjadi daya tarik tersendiri khusus di bidang pariwisata yang sedang giat-giatnya kita laksanakan. Oleh karena itu pemerintah sangat mendukung pelaksanaannya, apalagi ini adalah kegiatan keagamaan,” kata Asisten II, Gunawan Damopolii, usai rapat pertemuan dengan umar Tri Dharma.

Untuk menambah daya tarik wisatawan berkunjung ke Kotamobagu, perayaannya direncanakan akan didukung dengan berbagai kesenian serta budaya daerah.

“Nantinya akan kita ramu sedemikian rupa dengan mengolaborasi seni budaya daerah. Selain atrasksi barongsai, acara ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai kesenian daerah,” ujarnya. (ads/gito)

Tingkatkan Produktifitas Gula Aren, Pemkot Bangun Rumah Produksi

TINGKATKAN PRODUKTIFITAS: Pemkot membantu pengrajin gula aren dengan menyiapkan infrastruktur rumah produksi dan mesin pencetak gula. Tampak salah satu mesin pencetak yang berada di rumah produksi.

ZONA KOTAMOBAGU – Potensi gula aren di Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, sangat menjanjikan. Tak sedikit warga setempat yang menggantung hidup dan bekerja sebagai pengrajin gula yang berbahan dasar air nira tersebut.

Melihat besarnya potensi itu dan dinilai akan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat setempat, Pemerintah Kota (Pemkot) menaruh perhatian serius dengan memberi pelatihan kepada para pengrajin dan menyerahkan bantuan mesin pencetak gula.

Selain itu, saat ini juga pembangunan rumah produksi sedang dalam tahap perampungan. Semua yang dilakukan itu selain untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas gula aren yang muaranya pada peningkatan ekonomi masyarakat sebagai pengrajin, juga untuk menopang program pemerintah menjadikan Kota Kotamobagu sebagai kota model jasa di kawasan Bolmong Raya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker), Hidayat Mokoginta, mengungkapkan ada beberapa sisi bangunan rumah produksi gula aren yang akan dirampungkan, termasuk pengadaan peralatan kemasan gula aren.

“Setelah selesai dibangun dan peralatannya sudah lengkap, akan diserahkan ke kelompok tani,” ungkapnya.

Ditambahkannya, rumah produksi gula aren tersebut diperkirakan bisa difungsikan tahun 2019 mendatang.

“Jika sudah beroperasi, tentu itu akan menguntungkan para pengrajin. Proses pengolahannya akan lebih mudah dan cepat,” tambahnya.

Di Desa Moyag, terdapat lima kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari 25 pengarjin gula aren. Rata-rata produksi mencapai 50 buah per hari yang dihasilkan satu orang pengrajin. Pemerintah desa setempat bahkan melirik gula aren sebagai salah satu usaha yang akan dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). (ads/gito)

Sidak Kantor SKPD, Pjs Walikota Kecewa Lihat Kehadiran ASN

Pjs Walikota saat sidak di Kantor Dinas Sosial.

ZONA KOTAMOBAGU – Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, melakukan inspeksi mendadak di 8 kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kamis (22/2). Kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi perhatian saat sidak perdana pasca dilantik sebagai Pjs walikota.

Sidak dilakukan sekira pukul 11.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita dan dimulai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) yang berada di Jalan Arief Rahman Hakim. Dari situ, Asisten II Pemprov Sulut itu kemudian mengunjungi perkantoran SKPD yang berada di Jalan Kampus Kelurahan Mogolaing dan terakhir di Puskesmas Kelurahan Motoboi Kecil.

Dari sidak yang dilakukan itu, didapati banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk pimpinan SKPD yang tidak berada di tempat meski jam kerja masih berlangsung dengan berbagai alasan seperti tugas luar, istirahat, rapat dan lainnya. Melihat kondisi tersebut, Pjs tampak kecewa apalagi ketika mendapat informasi bahwa ada pimpinan SKPD ke luar daerah tanpa koordinasi terlebih dahulu.

“Saya sengaja melaksanakan sidak ini tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Bagi mereka yang tidak berada di tempat pasti ada sanksi, apalagi yang tugas luar tanpa ijin khususnya kepala SKPD,” katanya.

Ia mengungkapkan, ASN adalah pelayanan masyarakat sehingga tidak bisa seenaknya meninggalkan kantor terutama saat jam kerja berlangsung.

“Tadi belum jam istirahat sudah ada yang jalan (pulang), ada yang bilang ke pesta. Itu tidak bisa sama sekali. Fungsi kita (ASN) adalah memberi pelayanan yang prima ke masyarakat, tidak boleh seenaknya keluar kantor,” ungkapnya.

Lanjutnya, saat ini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sedang melakukan audit interim II. Oleh karena itu, ia meminta semua ASN terutama pimpinan SKPD untuk stand by atau tidak ke luar daerah jika belum ada urusan yang mendesak.

“Pemeriksaan BPK itu adalah prioritas. Kalau keluar daerah hanya bersifat koordinasi saja, tidak boleh. Kecuali bersifat penting, itupun harus koordinasi terlebih dahulu,” ujarnya.

Disisi lain, ia mengimbau semua ASN untuk terus meningkat disiplin dan kinerja masing-masing. “Disiplin harus terus ditingkatkan, begitu juga dengan kinerja. Kemudian harus selalu memberi pelayanan yang prima ke masyarakat,” imbaunya. (ads/gito)

Satpol PP Turunkan Baliho Kadaluarsa

Petugas Satpol PP saat menurunkan baliho yang terpasang di pusat kota.

ZONA KOTAMOBAGU – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan baliho kadaluarsa yang terpasang di sejumlah wilayah di Kota Kotamobagu. Pantauan koran ini, mulai Selasa (19/2) hingga Rabu (20/2), pasukan penegak Perda itu menurunkan baliho-baliho dan sejenisnya yang waktu pemasangannya sudah melewati batas yang ditentukan.

“Semua baliho atau sejenisnya yang sudah kadaluarsa dan yang tidak berijin akan kita turunkan,” kata salah satu petugas Satpol PP, Denny Damopolii.

Kepala Bidang Operasional, Bambang Dachlan, mengungkapkan penertiban baliho akan dilakukan hingga batas waktu yang ditentukan. “Penertiban ini dalam rangka menjaga keindahan kota,” ujarnya.

Ditambahkannya, penertiban baliho itu tak hanya terfokus di wilayah pusat kota saja, tapi menyasar semua wilayah empat kecamatan. “Kita harap ada kerja sama dari para pemasangan baliho agar menaati ketentuan yang berlaku. Kalau sudah lewat batas pemasangannya, pasti akan diturunkan,” tambahnya. (ads/gito)