Beranda blog Halaman 595

Warga Usul Berlakukan Car Free Day di Jalan Paloko-Kinalang

Tony Ponongoa

ZONA KOTAMOBAGU – Jalan Paloko-Kinalang Kelurahan Kotobangon dijadikan tempat jogging oleh warga Kota Kotamobagu dan sekitarnya. Setiap pagi dan sore hari, tak sedikit warga yang beraktivitas olahraga di sepanjang jalur tersebut.

“Jalur ini sangat cocok untuk dijadikan tempat jogging. Banyak juga warga yang datang ke sini untuk berolahraga (jogging),” kata Novri, warga Kelurahan Sinindian.

Banyaknya warga yang datang beraktivitas di jalur tersebut membuat warga mengusulkan agar menetapkan car free day di sepanjang jalan  tersebut khususnya di Hari Sabtu dan Minggu. “Baiknya di hari Sabtu atau Minggu mulai jam enam sampai jam sembilan pagi itu car free day. Ini harus jadi perhatian bersama, agar masyarakat yang beraktivitas (olahraga) di sini merasa aman dan tak ada ancaman keselamatan karena arus lalu lintas,” sebutnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Tony Ponongoa, mengungkapkan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Satuan Lalulintas (Satlans) Polres Bolmong terkait penerapan car free day tersebut. “Aspirasi ini akan kita tampung kemudian dikaji. Sebelumnya car free day ini dilakukan di Jalan Jenderal Ahmad Yani (depan kantor walikota),” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bolmong, AKP Arke Parasan, mengaku menyambut baik usulan warga tersebut. “Car free day sudah pernak dilakukan, akan tetapi sempat terhenti. Nanti jika diaktivkan kembali, kami siap mengamankan jalur itu khususnya di waktu yang ditentukan,” katanya. (ads/gito)

Pemkot Berpeluang Raih Quintrick WTP

Walikota Tatong Bara saat menghadiri diskusi kelompok terarah tindak lanjut rekomendasi BPK dan permasalahnnya.

ZONA KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu menjadi daerah terpatuh dalam menindaklanjuti rekomendasi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pengelolaan keuangan dan aset daerah Tahun 2016.

Melalui kegiatan diskusi kelompok terarah tindak lanjut rekomendasi dan permasalahannya se-Kepulauan Sulawesi, di Hotel Sintesa Peninsula, Manado, Senin (29/1), presentase tindaklanjut rekomendasi BPK mencapai 90,06 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Utara.

Menurut Kepala Inspektorat, Syair Lentang, capaian angka tersebut tak hanya menjadikan Kota Kotamobagu sebagai daerah tertinggi tindaklanjut rekomendasi BPK, tapi juga semakin membuka peluang untuk memertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan meraih penghargaan itu untuk ke-lima kalinya secara berturut-turut atau quintrick.

“Untuk meraih WTP sangat terbuka. Insya allah kita bisa mendapatkannya,” katanya.

Ia mengungkapkan, pihaknya juga sudah berkomitmen dengan BPK untuk menambah presentase tersebut hingga dua persen. Saat ini, pihaknya sedang mendorong penyelesaian temuan-temuan yang bersifat administrasi.

“Kemudian kita juga mendorong MP-TGR untuk mendorong penyelesaiannya,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Gubernur Steven Kandouw serta dihadiri auditor utama keuangan negara VI, anggota VI BPK-RI, kepala BPK Perwakilan Sulut, para kepala daerah termasuk Walikota Tatong Bara dan Kepala Inspektorat Syair Lentang. (ads/gito)

Tingkatkan Prestasi, 40 Guru Pembimbing OSN Ikut Diklat

Kepala Dinas Pendidikan, Rukmi Simbala, saat memberi sambutan pada pembukaan diklat guru pembimbing OSN.

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pendidikan terus menggenjot prestasi Olimpiade Sains Nasional 9(OSN). Berbagai upaya dilakukan, termasuk menggandeng Lembaga Olimpiade Pendidikan Indonesia (LOPI). Senin (29/1) hingga Kamis (1/2) mendatang, 40 guru pembimbing OSN mengikuti diklat yang dilaksanakan di SDN I Molinow.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Rukmi Simbala, 40 guru yang mengikuti diklat tersebut terdiri dari 20 guru IPA dan 20 guru Matematika. “Kegiatan ini kita laksanakan selama empat hari,” kata Rukmi, kemarin.

Diterangkannya, pelaksanaan diklat guru pembimbing OSN itu dimaksudkan untuk meningkatkan prestasi OSN.

“Selama ini kita kalah bersaing di tingkat nasional. Dengan kegiatan ini, kita harap kedepannya kita bisa bersaing dan terus memberi prestasi di ajang ini,” kata Rukmi, kemarin.

Selain guru pembimbing olimpiade, pihaknya juga berencana mengirim siswa berprestasi di ajang OSN di Jakarta.

“Tapi itu baru akan dilakukan setelah OSN tingkat Kotamobagu pada Bulan April. Nantinya siapa yang mendapat juara I, II dan III akan kita kirim ke Jakarta mengikuti pelatihan di sana,” terangnya. (ads/gito)

Aplikasi SIKAP Permudah Pemkot Kontrol Absensi Pegawai

Sahaya Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) meluncurkan aplikasi Sistem Insentif Kinerja Pegawai (SIKAP). Aplikasi tersebut bertujuan untuk memudahkan kontrol kehadiran pegawai maupun tenaga kontrak.

“Melalui aplikasi ini, kehadiran PNS maupun tenaga kontrak bisa dikontrol,” kata Kepala BKPP, Sahaya Mokoginta.

Ia menyakini, penggunaan aplikasi tersebut dapat meningkatkan kualitas PNS dan tenaga kontrak yang dampaknya pada peningkatan pelayanan ke masyarakat.

“Setiap PNS dituntut memiliki pemahaman segala aspek terkait penilaian kinerja berbasis elektronik ini, agar tata kelola pemerintahan tetap mengacu pada visi dan misi,” ujarnya.

Dijelaskannya, aplikasi itu dibuat untuk menjadikan sistem penilaian kinerja PNS lebih objektif dan terukur. “Penilaian kinerja PNS bertujuan memberikan pengawasan kepada PNS melalui penyusunan kegiatan setiap hari, bulan dan tahunnya. Sehingga nantinya pimpinan dapat mengawasi kegiatan yang dilaksanakan bawahannya secara efektif dan objektif,” jelasnya. (ads/gito)

Masyarakat Mulai Nikmati Hasil Pembangunan

Walikota Tatong Bara saat meresmikan sarana dan prasarana fisik di Desa Sia’, pekan lalu.

ZONA KOTAMOBAGU – Dana desa yang diberikan pemerintah benar-benar dimanfaatkan pemerintah Desa Sia’ untuk membangun infrastruktur dan fasilitas publik lainya. Sarana dan prasarana fisik seperti penerangan jalan, poyandu, jalan usaha tani, gedung PAUD, jalan paving blok yang dibangunan pemerintah, kini sedang dinikmati 300-an warga di desa paling utara Kota Kotamobagu itu.

“Dulu kami sangat menderita, karena belum ada sarana dan prasarana seperti ini,” kata Wenny Simbong, warga setempat.

Lanjutnya, sebelum ada pembangunan sarana dan prasarana tersebut, masyarakat di desa sangat kesulitan. Untuk ke kebun katanya harus melalui jalan yang sulit dilalui. “Sekarang kami sudah merasa senang, karena untuk ke kebun saja sudah melintas di jalan bagus dan bisa naik motor,” sebutnya.

Warga lainnya, Betsi Ngodu, mengungkapkan keberadaan sarana dan prasarana itu membuat desanya menjadi lebih baik lagi. “Dulu buang sampah harus gali lubang di belakang rumah kemudian di bakar. Sekarang sudah ada tong sampah yang disiapkan. Kemudian kalau malam hari desa ini gelap gulita. Hanya ada lampu penerang di depan rumah warga. Itupun tidak semua. Tapi sekarang ini sudah ada lampu penerang jalan. Kita di sini merasa lebih aman dan nyaman, terutama di malam hari,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kamis (25/1) pekan lalu, Walikota Tatong Bara meresmikan sarana dan prasarana fisik pada program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Sarana dan prasarana yang diresmikan adalah jalan paving block, bangunan TK-PAUD, Posyandu dan Jalan Usaha Tani, yang dibangun pemerintah dan masyarakat setempat dengan total anggaran sebesar Rp2,9 miliar yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2017.

“Masyarakat Desa Sia’ sangat konsen menata pembangunan infrastruktur dengan menggunakan dana desa. Pembangunan ini untuk masyarakat yang ditujukan pada kesejahteraan masyarakat desa ini,” kata walikota, dalam sambutannya. (ads/gito)

Rastra jangan Diperjualbelikan

Walikota Tatong Bara menyerahkan rastra secara simbolis kepada keluarga penerima manfaat.

ZONA KOTAMOBAGU – Walikota Tatong Bara mengingatkan masyarakat penerima manfaat beras rastra (rastra) untuk dapat memanfaatkan bantuannya dengan baik. Hal ini disampaikan walikota usai menyerahkan secara simbolis beras subsidi dari pemerintah itu, Jumat (26/1), di Kelurahan Motoboi Kecil , Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Menurut walikota, setiap tahun Pemerintah Kota (Pemkot) terus memperbarui penerima rastra, termasuk mencatat warga kurang mampu yang tak masuk dalam daftar penerima. “Harapan saya kepada masyarakat, manfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya. Jangan disalahgunakan atau diperjualbelikan. Rastra ini untuk dikonsumsi sendiri (penerima),” katanya.

Lanjutnya, pemberian rastra bukan untuk memanjakan masyarakat berpenghasilan rendah, namun untuk memotivasi masyarakat untuk keluar dari kesulitan ekonomi. “Harapan kita setiap tahun penerima rastra berkurang. Untuk itu data penerima terus diverifikasi agar mereka yang menerima benar-benar layak,” ujarnya.

Data diperoleh, penerima rastra tahun ini sebanyak 5.510 keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdiri dari Kecamatan Kotamobagu Utara 721 KPM, Kecamatan Kotamobagu Timur 1.594 KPM, Kecamatan Kotamobagu Selatan 1.885 KPM dan Kecamatan Kotamobagu Barat 1.310 KPM.

Menurut Kepala Bagian Perekonomian, Alfian Hasan, pihaknya akan terus mengawasi proses pendistribusian beras tersebut. “Pengawasan tetap kita lakukan, agar beras itu tak disalah manfaatkan,” ujar Alfian.

Diterangkannya, kedepannya penyaluran rastra sudah berbeda dengan yang dilakukan saat ini. Mulai triwulan III, penerima akan diberikan kartu dan tak lagi menerima beras tapi sudah diganti dengan uang tunai Rp110 ribu. “Penggunaan kartu ini merupakan kebijakan dari pemerintah pusat, agar lebih simpel, tidak ribet dan bisa meminimalisir penyelewengan,” terangnya. (ads/gito)

Walikota Resmikan Masjid Al-Kautsar Motoboi Kecil

Walikota Tatong Bara saat menggunting pita sebagai tanda diresmikannya Masjid Al-Kautsar Kelurahan Motoboi Kecil.

ZONA KOTAMOBAGU – Walikota Tatong Bara meresmikan Masjid Al-Kautsar Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Jumat (26/1). Peresmian itu ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti.

“Apresiasi saya selaku pemerintah daerah kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pembangunan masji ini,” sebut walikota, dalam sambutannya.

Selain itu, walikota juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid serta para pemberi sumbangan, sehingga proses pembangunan masjid ini berjalan lancar. “Insya allah kepada mereka semua mendapatkan limpahan pahala atas amal budi, amal bakti dan amal jariah yang besar dari Allah SWT,” ujar walikota.

Warga setempat, Imran Asiaw, menyampaikan terima kasih kepada Walikota Tatong Bara yang sudah berkenan hadir meresmikan masjid tersebut. “Syukur moanto (terima kasih) ibu walikota. Mudah-mudahan selalu diberi kesehatan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari,” kata bapak satu anak ini.

Hadir dalam persemian itu, Sekkot Adnan Massinae dan jajaran pemerintah kota, serta pemerintah dan masyarakat kelurahan setempat. (ads/gito)

Kembangkan Kopi Kotamobagu, Desa Sia’ Siapkan Lahan 100 hektare

Herto Balansa

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Desa Sia’, Kecamatan Kotamobagu Utara, menyiapkan lahan 100 hektare untuk ditanami Kopi Kotamobagu. Hal ini diutarakan Sangadi (Kepala Desa, red), Herto Balansa.

Menurutnya, Desa Sia’ memiliki potensi yang menjanjikan untuk pengembangan tanaman perkebunana, termasuk Kopi Kotamobagu. “Desa kami berada di dataran tinggi dan iklimnya mendukung, maka tanaman kopi ini yang kami pilih sebagai tanaman unggulan,” katanya, kemarin.

Diungkapkannya, saat ini masyarakat di desanya mulai mengelola lahan perkebunan dan ditanami kopi, dan sebagiannya sudah berulang kali panen di lahan tiga sampai empat hektare.

”Untuk mencapai target Kotamobagu sebagai daerah penghasil kopi, kita siapkan lahan 100 hektare untuk pengembangannya,” ungkapnya.

Selain menyiapkan lahan, tahun ini telah diusulkan mesin penggilingan kopi melalui kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).

“Itu sudah diusulkan masyarakat, karena saat ini proses penggilingannya masih dilakukan di desa tetangga,” ujarnya.

Pemkot juga saat ini sedang berupaya mengembangkan Kopi Kotamobagu sebagai salah satu produk unggulan daerah. Pertengahan tahun lalu, Pemkot bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara menjalin kerja sama terkait pengembangan Kopi Kotamobagu. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Walikota Tatong Bara dan Kepala Perwakilan BI Sulut Soekowardojo. (ads/gito)

Walikota Resmikan Proyek Fisik Desa Sia’

ZONA KOTAMOBAGU – Walikota Tatong Bara meresmikan sarana dan prasarana fisik profram Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Desa Sia’, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kamis (25/1). Sarana dan prasarana yang diresmikan adalah jalan paving block, bangunan TK-PAUD, bangunan Posyandu dan Jalan Usaha Tani, yang dibangun pemerintah dan masyarakat setempat dengan total anggaran sebesar Rp2,9 miliar yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2017.

“Masyarakat Desa Sia’ sangat konsen menata pembangunan infrastruktur dengan menggunakan dana desa. Pembangunan ini untuk masyarakat yang ditujukan pada kesejahteraan masyarakat desa ini,” kata walikota, dalam sambutannya.

Pada kesempatan itu, walikota juga mengingatkan agar semua desa dapat memanfaatkan dengan baik dana desa yang diberikan pemerintah.

“Saya minta kedepannya penataan program dan kegiatan di desa bisa dilaksanakan dengan baik. Selain membangun infrastruktur, perlu dibuat terobosan yang bisa mendatangkan pendapatan desa. Ini semua bisa berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya walikota.

Selain itu, walikota juga meminta agar pemerintah desa dapat memperhatikan realisasi anggaran serta administrasi atas penggunaan dana desa.

“Infrastrukturnya baik, maka administrasinya juga harus baik. Silahkan berkoordinasi dengan inspektorat, DPMD serta tenaga pendamping,” tambah walikota. (ads/gito)

Jadi Kapten Tim di Piala Presiden, ini Pelajaran yang Dipetik Wahyudi Hamisi

Tak mudah memimpin skuat yang dihuni nama-nama beken dalam suatu pertandingan. Ini pula yang dirasakan Wahyudi Hamisi bersama Borneo FC di Piala Presiden 2018.

Walau sempat gugup, Wahyudi akhirnya bisa tampil percaya diri selama jalannya pertandingan kontra Bali United di Stadion I Wayan Dipta, Bali, Jumat (19/1/2018).

Usianya terbilang sangat belia, 20 tahun, ketika harus memimpin pasukan Pesut Etam. Apalagi ini menjadi pengalaman pertamanya sebagai kapten Borneo FC sejak bergabung tahun 2016 silam.

“Bersyukur bisa menjadi kapten Borneo FC, karena tim ini punya banyak pemain bagus dan senior. Saya belajar banyak dari bang Popon (Ponaryo) bagaimana menjadi kapten yang baik di dalam tim,” ungkap Wahyudi via pesan pribadi, Senin (22/1/2018).

Penunjukkan Wahyudi sebagai kapten bukanlah tanpa alasan. Pelatih Borneo FC II, Ponaryo Astaman tahu betul karakter dan gaya permainan Wahyudi. Pasalnya Ponaryo pernah satu kamar dengan juniornya itu di mess Borneo FC. Wahyudi dianggap mewarisi karakter Ponaryo di Pesut Etam.

Wahyudi merupakan pemain yang matang berkat bakat alam yang dimilikinya. Ia bukan terlahir dari akademi sepakbola. Sejak kecil jalanan di sudut kampung Kotamobagu menjadi arenanya mengolah si kulit bundar.

Berkat keuletannya itu, namanya langsung menembus skuat Prapon Sulawesi Utara, dan kemudian mengantarkannya menembus timnas U-17. Bersama Nadeo Argawinata, kedua pemain ini lantas diboyong Borneo FC ke Stadion Segiri Samarinda, markas Pesut Etam.

Sebagai kapten, Wahyudi merasakan perbedaan di lapangan. Menurutnya ada tanggungjawab tersendiri ketika ban kapten melingkar di lengan kirinya. Iapun memetik banyak hikmah kala memimpin pasukan Pesut Etam di Piala Presiden 2018.

“Menjadi kapten, tanggungjawab untuk menang itu lebih terasa. Kita harus berjuang maksimal di lapangan agar jangan sampai tim kehilangan poin. Banyak pelajaran yang saya petik, harus kerja lebih baik lagi dari pertandingan kemarin biar bisa bawa Borneo FC lolos ke babak berikutnya,” tutur Wahyudi.

Sumber: Tribun Kaltim